Jurnal Penabiblos. Vol. 15 No:3. ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen PENDIDIKAN KRISTEN DI TAMAN KANAK-KANAK MELALUI METODE MONTESSORI Wahyu Wijiati. Sari Dwi Kristianto Universitas Kristen Immanuel wahyuwijiati@ukrimuniversity. Abstract Christian education in kindergarten is very important, because students of kindergarten are part of the golden age of human development. Therefore, proper teaching methods are needed for Christian education in kindergarten to be successful. The Montessory method is seen as an effective method for Christian education in Kindergarten. This study uses a descriptive qualitative approach through literature studies to delve deeply into the montessory method. In addition, the author also made observations in kindergartes to get the proper application of the montessory method in the implementation of Christian education. This is to explain in depth that Christian education in kindergarten through the Montessori method is very effective. Keywords: montessory. Christian education Pendahuluan Pendidikan merupakan usaha sadar untuk mendorong orang mengalami peristiwa belajar dalam hidupnya. 1 Pendidikan formal di Indonesia dimulai dari Taman Kanakkanak. Pendidikan ini berfungsi untuk mengembangkan potensi dasar dan penanaman karakter serta pengembangan pengetahuan dan ketrampilan dasar sehingga anak memiliki kebiasaan perilaku yang baik dan memiliki motivasi untuk belajar dan mengembangkan diri. 2 Pendidikan di Taman Kanak-kanak sangat penting karena pada usia ini anak berada pada fase emas yaitu mereka memiliki otak yang siap belajar dan menyerap ilmu dengan mengumpulkan banyak sekali informasi dari apa saja yang mereka lihat dan mereka dengar. Sehingga penanaman nilai-nilai Kristiani untuk meletakkan iman Kristen (Ul. 6:4-. dapat maksimal. Amsal 22:6 tertulis. AuDidiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang pari pada jalan itu. Ay Jika Pendidikan Kristen berhasil, ini akan menjadi Samuel B. Sidjabat. Pendidikan Kristen (Yogyakarta: Andi Offset, 1. , 50. Aqib Zainal dan Ahmad Amrullah. Ensiklopedi Pendidikan Dan Psikologi (Yogyakarta: Andi Offset, 2. , 10. FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. 15 No:3. ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen dasar anak bagi iman kepercayaannya pada masa dewasa. 3 Keberhasilan pendidikan dapat dilihat ketika mereka mampu menerapkan konsep-konsep dasar Kristiani dalam kehidupan sehari-hari. Namun pada fase ini anak belum bisa membedakan dengan tegas antara perasaan dan motif pribadinya dengan realita yang ada. Mereka ingin tahu segala sesuatu, aktif melakukan sesuatu, konsentrasi spontan, mengamati sesuatu berdasarkan realita, suka melakukan tindakan sendiri, taat, mandiri dan memiliki inisiatif, spontan melakukan sesuatu dan ceria. 4 Mereka juga memiliki konsentrasi yang sangat minim, yaitu anak hanya satu menit konsentrasi untuk setiap hitungan tahunnya. 5 Hal itu dapat menjadi penghalang keberhasilan pelaksanaan pendidikan Kristen di Taman Kanak-kanak. Karena itu diperlukan metode yang efektif agar pelaksanaan pendidikan Kristen dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Berdasarkan latar belakang diatas muncul pertanyaan mendasar sebagai fokus penelitian yaitu bagaimana keefektifan motode montessori untuk pendidikan Kristen di Taman Kanak-kanak? Sehingga tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan efektifitas metode Montessori bagi pendidikan Kristen di Taman Kanak-kanak. Oleh karena itu, penelitian ini akan menjelaskan prinsip-prinsip yang terdapat dalam metode montessori yang diterapkan dalam pendidikan Kristen di Taman Kanak-kanak. Metode yang Dipergunakan Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur yang mendalam. Hal ini digunakan untuk memperoleh data-data valid tentang metode Montessori dan perkembangan anak di Taman Kanak-kanak. Data-data yang dikumpulkan kemudian dianalisa dan disajikan secara sistematis untuk menjelaskan prinsip-prinsip utama dalam metode Montessori serta perkembangan anak pada usia ini. Selain metode pengumpulan data tersebut, penelitian ini juga menggunakan metode observasi untuk mengamati perkembangan anak sehingga menemukan aplikasi metode Montessori yang tepat dalam Pendidikan Kristen di Taman Kanak-kanak. Jerseid T. Arthur. The Psychology Adolescence (New York: Hawthorn B. , 1. , 110. Gunarsa G. Singgih. Dasar Dan Teori Perkembangan Anak (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. Reed Cindy. Dosen Universitas Kristen Immanuel Yogyakarta (Yogyakarta, n. FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. 15 No:3. ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Hasil dan Pembahasan Hasil penelitian dan pembahasan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Pendidikan Kristen di Taman Kanak-kanak Pendidikan Kristen adalah salah satu upaya untuk menanamkan nilai-nilai Firman Tuhan dalam seluruh aspek kehidupan manusia sehingga orang percaya menjadi pelaku Firman Tuhan. Pendidikan Kristen akan membawa murid semakin mengenal Allah dengan baik. Alkitab menjelaskan bahwa pengenalan dan pengajaran akan Allah yang dilakukan sejak masa kanak-kanak akan membuat anak tersebut memahami dan mengerti akan kehidupan, sehingga ia menjadi orang yang memiliki hikmat dalam menjalani kehidupan ini sehingga menjadi seorang yang berhasil ada masa yang akan datang. Beberapa tokoh di Alkitab yang dapat dijadikan teladan bahwa pendidikan rohani sejak kecil sangat penting, yaitu: Samuel. Yoas. Timotius dan Yesus. Samuel adalah seorang nabi Tuhan yang tumbuh secara baik karena dia tinggal bersama-sama dan dibina oleh Imam Eli dan bersama-sama melayani, sekalipun ia masih sangat kecil . Sam. 3:1-. Yoas adalah seorang anak yang sejak kecilnya sudah menjadi raja . Raj. 11:21-12:1-. Ia diselamatkan dari peristiwa pembunuhan anak-anak raja dan dari saat ia masih menyusu, selama enam tahun ia tinggal di rumah Tuhan dengan mendengar Firman Tuhan yang dibacakan, memuji Tuhan, menyembah Tuhan, berdoa dan Timotius adalah seorang pengajar yang cakap dan ia banyak dipercaya untuk meneruskan pelayanan Paulus. Hal itu disebabkan karena sejak kecil ia telah mengenal kitab suci yang memberi tuntunan dalam kehidupannya . Tim. Yesus semakin hari bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat dan kasih karunia ada pada-Nya (Luk. Semua yang telah dicapai Yesus itu tidak lepas dari pendidikan pada masa kecilnya yang telah mengenal Allah dengan baik. Ia disunat ketika berumur 8 hari (Luk. , diserahkan kepada Tuhan ketika genap hari pentahiran dan dikuduskan bagi Tuhan (Luk. 1:22-. Dan tiap-tiap tahun Dia diajak oleh Maria dan Yusuf ke Yerusalem (Luk. Tujuan pendidikan Kristen di Taman Kanak-kanak adalah supaya anak mengenal Tuhan dengan benar, dengan menerapkan shema dalam hidup sehari-hari (Ul. 6:4-. baik melalui ranah kognitif, afektif, dan motorik. Kompetensi yang akan dicapai dalam Pendidikan ini adalah agar mereka mengenal dan mengasihi Allah dan agar murid memahami kedudukan dan tugasnya sebagai anak Tuhan. Kemudian supaya mereka FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. 15 No:3. ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen mengasihi sesamanya dan supaya mereka menyadari dosa-dosanya dan mengalami pembaharuan hidup. Serta agar mereka belajar melayani Tuhan. Untuk mencapai hal tersebut. Pendidikan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga pengajaran yang disampaikan betul-betul dapat diresapi, dihayati, dan diamalkan. Kurikulum Pendidikan Kristen di Taman Kanak-kanak harus dilakukan dengan sederhana, menarik, logis dan sistematis, terperinci dan praktis. Metode pengajaran bagi anak yang efektif mengandung kegiatan bermain, bernyanyi, fantasi . enggambar, imajinasi, cerita, animas. Dengan bermain anak-anak menggali pengetahuannya bahkan intelegensi dapat bertambah dengan cepat dan juga mempersingkat waktu belajar hingga 60%. Melalui menyanyi anak tanpa sadar dilatih daya ingatnya. Musik . enis klasik. Mozar. bahkan sudah terbukti bisa menjadi terapi untuk meningkatkan IQ hingga 8-12 point. Melalui menggambar maka imajinasi, fantasi dan pemahaman ruang dan kecerdasan anak dibangun. Menggambar sangat penting bagi perkembangan saraf sensorik dan motorik halus di bagian tangan, jari dan lengan anak. Penyampaian pengajaran lewat film, cerita akan sangat efektif karena anak menyukainya. Jika anakanak menyukai tokoh-tokoh tertentu dalm cerita yang disampaikan, maka mereka akan memiliki keinginan yang kuat untuk menjadi tokoh cerita tersebut. Karena itu sangat penting memilih cerita yang baik dan memasukkan pesan-pesan moral, konsep-konsep, serta pengajaran agama Kristen lewat cerita. Metode Montesorri Metode ini dikemukakan pertama kali oleh Maria Montessori. Pola umum metode Montessori adalah mengembangkan potensi anak secara maksimal. Menurutnya anak harus menjadi dirinya sendiri dan pendidikan harus didasarkan pada pribadi anak Artinya pendidikan harus melepaskan anak dari ketergantungan terhadap orang dewasa dan memberi ruang kepada anak untuk bersosialisasi dengan lingkungan secara Adapun prinsip metode montessori, yaitu: Pertama, prinsip yang berkaitan dengan pribadi anak. Montessori menjadikan anak sebagai guru atas dirinya sendiri, sedangkan pendidikan hanya berfungsi sebagai penolong sehingga anak memiliki kreativitas dan inovasi untuk kehidupannya mendatang. Berkaitan dengan perkembangan anak, metode ini memberi kebebasan dan kemandirian yang disesuaikan dengan perkembangan jiwanya. Dengan kebebasan, anak diberi ruang yang luas guna mewadahi FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. 15 No:3. ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen kebebasannya sehingga pembelajaran tidak harus dilakukan di dalam ruangan yang luas, namun juga di alam terbuka. Semua alat yang digunakan harus dipersiapkan sesuai dengan perkembangan anak. Selain itu, kebebasan juga diberikan dalam hal beraktifitas, memilih, berbicara dan bebas dari tekanan. Kebebasan beraktifitas di kelas membuat mereka melakukan kebiasaan kerja dan meningkatkan konsentrasinya. Kebebasan berbicara membuat mereka memiliki sikap pemberani dan memiliki kepekaan dalam bersosialisasi dengan lingkungan. Kebebasan memilih membuat mereka bisa mengambil keputusan atas dirinya sendiri dengan berbagai pertimbangan sesuai usianya. Dan bebas dari tekanan akan membuat anak berkembang dan bertumbuh sesuai dengan kecepatan perkembangan mereka. Melalui semua kebebasan di atas, maka anak akan konsekuensi atas perlakuan terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Akhirnya mereka akan mengembangkan dirinya sendiri baik dalam ranah kognitif, afektif maupun motorik. Kedua, prinsip yang berkaitan dengan kurikulum adalah kehidupan praktis berdasarkan perkembangan murid. Mereka belajar tentang bahasa, matematika, budaya, seni, kreatifitas dan gerakan fisik. Kehidupan praktis membuatnya mandiri dalam kehidupan sehari-hari. Pelajaran bahasa akan mengembangkan kosa kata dan menolong mereka bersosialisasi dengan baik terhadap sesama. Pelajaran matematika akan membuat anak-anak berpikir secara logis. Pengajaran ini akan mengajari mereka tentang sifat-sifat alami dalam kehidupan praktis, yaitu tentang keteraturan ketepatan, perbedaan, perkiraan, perhitungan dan keterampilan kognitif. Belajar tentang kebudayaan membuat anak-anak mengembangkan bakat seni dan kreativitas yang dimilikinya. Dalam setiap program yang dikerjakan, metode Montessori menekankan pada kegiatan yang mampu merangsang anak agar lebih mandiri, mengembangkan rasa disiplin dan percaya diri dalam suasana yang aman dan penuh kasih sayang. Ketiga, prinsip yang berkaitan dengan guru. Peranan guru dalam metode montessori adalah sebagai vasilitator, yaitu penghubung antara murid dengan lingkungan belajar yang telah dipersiapkan. Dalam hal ini tugas adalah mencarikan, menunjukkan dan memberikan alat-alat atau cara-cara yang menimbulkan minat serta merangsang anak untuk memecahkan atau mengatasi persoalan-persoalan sendiri. Guru mementori anakanak didiknya, mengarahkan dan menuntunnya, tetapi peserta didik sendiri yang mengusakan, mengerjakan bahkan bereksperimen. FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. 15 No:3. ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Aplikasi Metode Montesori dalam Pendidikan Agama Kristen di Taman Kanak-kanak Berdasarkan penjelasan pada bagian sebelumnya maka peneliti melakukan pengajaran Pendidikan Kristen di Taman Kana-kanak melalui metode Montessori. Berdasarkan kurikulum dan tujuan yang ingin dicapai untuk anak, penerapan metode Montessori dalam pendidikan Kristen di Taman Kanak-kanak dalam penelitian ini dilakukan sebanyak 8 . kali pertemuan. Adapun hasil dari pengajaran melalui metode Montessori tersebut adalah: Pertama, melalui metode Montessori murid memiliki kebebasan untuk memilih aktifitas, media pengajaran yang mereka sukai. Kebebasan ini akan membuat siswa menjadi dirinya sendiri dan akan mengembangkan konsentrasi, mengembangkan ketrampilan mengamati, serta memahami lingkungan luar. Kedua, guru sebagai fasilitator akan membimbing siswa untuk menggunakan alat-alat yang telah dipersiapkan, sehingga anak mampu melakukan aktifitas secara mandiri. Hal ini akan mengembangkan potensi maksimumnya, dengan menyiapkan anak untuk menjalani hidup dengan mencoba berbagai pengalaman sebagai bekal hidupnya. Ketiga, lingkungan dan sarana-sarana pelajaran yang telah dipersiapkan membuat siswa tetap konsentrasi ketika mengikuti Keempat, kurikulum pendidikan Montessori juga disampaikan dalam Pendidikan Kristen di Taman Kanak-kanak. Antara lain dengan adanya lagu pada awal pelajaran akan melatih kemampuan mereka dalam bidang vokalia, media pengajaran yang digunakan memberikan pemahaman mereka tentang ilmu pengetahuan, dan melalui itu pula mereka untuk bersosialisasi dengan lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka metode Montessori sangat tepat digunakan untuk Pendidikan Kristen di Taman Kanak-kanak. Efektivitas metode ini terlihat dalam penggunaan prinsip kebebasan yang mengotimalkan kemampuan murid. Prinsip aktifitas yang dilakukan memampukan para peserta didik untuk mengembangkan Prinsip lingkungan pendidikan yang telah dipersiapkan akan menolong sistem pendidikan sesuai dengan kurikulum yang diharapkan membuat murid mengembangkan kemampuan mengontrol pergerakan motorik, untuk menggunakan dan memaksimalkan indera, untuk berpikir, untuk memutuskan sesuatu dan untuk membangun kemandirian mereka dengan keleluasaan yang disediakan, tetapi ada arahan, bimbingan dan mentoring dari guru atau pengasuhnya. FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. 15 No:3. ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Penutup Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa metode Montessori efektif digunakan dalam Pendidikan Kristen di Taman Kanak-kanak. Melalui metode Montessori maka murid Taman Kanak-kanak melakukan pembelajaran berdasarkan usia. Prinsip-prinsip yang terkandung dalam metode Montessori, yaitu prinsip kebebasan, kemadirian, berdasarkan usia, lingkungan, dan peran guru sebagai fasilitator akan membawa Pendidikan Kristen di Taman Kanak-kanak mencapai tujuan yang telah REFERENSI KEPUSTAKAAN