1 PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN MTs MISBAHUL FATAH KLENANG KIDUL BANYUANYAR PROBOLINGGO Achmad Junaedi. Ag. Pd I Muhammad Zaini Dosen STIKES Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo Prodi Studi D3 Keperawatan Email : ahmatjunaedi2014@gmail. ABSTRACT Madrasah as formal educational institutions that have differences in education management are increasingly needed. Therefore, collaboration between the community and institutions must be developed synergistically, bearing in mind the same interests and ideals, namely saving and enlightening the future of the nation's generation. This study aims to describe and analyze community participation in the development of human resources (HR) and the development of facilities and infrastructure for Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul Banyuanyar Probolinggo. This research is a qualitative descriptive study, taking the research location at Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul Banyuanyar Probolinggo. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. Data analysis in this study used single site data analysis and cross site analysis. Checking the validity of the data used data triangulation techniques. The results showed that: First, community participation in the development of human resources in Madrasah Tsanawiyah by fostering conditions of openness and mutual trust, and establishing good communication with the community. Community participation is carried out in the form of decision making, program implementation, program utilization and evaluation of madrasah programs facilitated and bridged by madrasah which function to accommodate the aspirations and needs of the community as well as mobilize and channel community participation in the education sector. Second, community participation in the development of facilities and infrastructure for Madrasah Tsanawiyah can be seen from the participation of the community in contributing to their ideas by planning the procurement of infrastructure needed by madrasah, and proposing for consideration of the management of the madrasah budget plan (RABM). Community participation is realized by providing educational support facilities in the form of mosques, football fields and residents' houses. Keywords: Community Participation. Human Resources. Infrastructure PENDAHULUAN Di era modern ini persaingan pendidikan semakin meningkat dan berbagai carapun dilakukan dalam merebut perhatian pasar atau konsumen dalam hal ini stakeholder eksternal agar berminat terhadap lembaga pendidikan. Untuk dapat menarik perhatian masyarakat lembaga selalu berusaha untuk meningkatkan mutu pendidikan yang dapat ditawarkan kepada pelanggan atau masyarakat. Persaingan peningkatan mutu menjadi konsep yang menarik dewasa ini karena makin banyaknya minat terhadap dunia pendidikan. Secara historis kehadiran dan perkembangan madrasah, merupakan lembaga pendidikan yang lahir dari, oleh dan untuk masyarakat. 2 Ini berarti bahwa lembaga pendidikan yang berasal dari masyarakat seharusnya memberikan kontrihusi bagi pemenuhan kebutuhan dari masyarakat itu sendiri, untuk meningkatkan martabat dan kesejahteraannya, sehingga menunjukkan bahwa masyarakat memiliki peranan dalam Bukan mengharapkan uluran tangan dari pemerintah, oleh karena itu sistem penyelenggaraan harus percaya pada kemampuan masyarakat untuk bertanggung jawab kepada pendidikan generasi mudanya. Pendidikan yang diselenggarakan bersama dengan masyarakat diartikan bahwa masyarakat diikutsertakan dalam program-program kependidikan yang dilaksanakan oleh pemerintah, tentu hal ini searah dengan kecenderungan masyarakat karena madrasah sebagai salah satu lembaga pendidikan yang telah berkembang adalah lahir dari kebutuhan nyata masyarakat itu sendiri. 4 Oleh karena itu, madrasah sebagai salah satu lembaga pendidikan yang bertanggung jawab untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, memiliki visi, misi dan karakteristik yang khas dilihat dari segi sosial budaya, politik, bahkan ekonomi. Partisipasi masyarakat di sekitar MTs Misabahul Fata telah terwujud, baik dalam bentuk materiil maupun dukungan moril. Misal, pada saat MTs Misbahul fata mengalami kekurangan lokal, masyarakat dengan bergotong royong membantu penuh mulai dari anggaran pembangunan sampai membantu tenaga bekerja bakti Tilaar. Paradigma Baru Pendidikan Nasional (Jakarta: Rineka Cipta, 2. , him. Tilaar. Pendidikan. Kebudayaan, dan Masyaralral Madani Indonesia: Strategi Reformasi Pendidikan Nasional (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1. , hlm. Tilaar. Pendidikan, hlm. membangun gedung sekolah. Selain itu, partisipasi masyarakat juga diwujudkan dengan ikut membantu proses pembelajaran agama . adrasah diniya. sore setelah sholat Asar. Berdasarkan latar belakang masalah di atas. Madrasah Tsanawiyah di Desa Klenang Kidul Banyuanyar Probolinggo senantiasa melakukan perbaikan dalam pengelolaan madrasahnya dalam menarik partisipasi masyarakat agar lebih berkontribusi dalam memberikan dukungannya baik berupa material maupun non material, dalam upaya pengembangan madrasah. Ada beberapa alasan yangmenjadi alasan penulis untuk memilih penelitian ini, karena melihat realita yang ada bahwa masyarakat kurang berminat dan kurang mendukung terhadap perkembangan lembaga pendidikan swasta. Padahal kemajuan suatu lembaga pendidikan tidak lepas dari peran serta masyarakat, baik orang tua peserta didik, penduduk yang ada di sekitar madrasah dan para pengusaha yang tinggal di sekitar lembaga pendidikan tersebut. Dengan demikian madrasah harus bisa menjadi mercusuar penerang bagi Sebagai mercusuar penerang, madrasah harus mampu memberikan tauladan tentang cara hidup yang benar kepada masyarakat, sehingga masyarakat menjadi berdaya. Pada saat yang sama madrasah harus menampung semua aspirasi dan kondisi masyarakat lokal dengan membuat program pendidikan yang sesuai dengan masyarakat. Dengan demikian, penulis terdorong untuk mengangkat permasalahan mengenai AuPartisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul Banyuanyar ProbolinggoAy. METODE PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang bagaimana partisipasi masyarakat dalam pengembangan Madrasah Tsanawiyah di Desa Klenang Kidul Banyuanyar Probolinggo, yang difokuskan pada pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta pengembangan sarana dan prasarana madrasah. Berdasarkan pada tujuan tersebut maka penelitian ini dilakukan melalui pengamatan yang intensif dan situasi yang wajar . atural settin. Pendekatan seperti ini selanjutnya dikenal dengan pendekatan kualitatif. Wawancara dengan Kepala Madrasah Tsanawiyah Misbahul fata pada tanggal 23 Februari 2018. Pidarta. Manajemen Pendidikan Indonesia (Jakarta: Bina Aksara, 2. , hlm. Pendekatan kualitatif, yaitu penelitian dalam rangka mengumpulkan informasi-informasi dalam situasi sewajarnya, untuk dirumuskan menjadi suatu generalisasi yang dapat diterima oleh akal sehat manusia. Pendekatan kualitatif berusaha memahami dan menafsirkan makna suatu peristiwa interaksi tingkah laku manusia dalam situasi tertentu menurut perspektif peneliti sendiri. Karena data-data yang dikumpulkan adalah berupa kata-kata, gambar-gambar dan bukan angka-angka. Penelitian memberikan gambaran yang terperinci mengenai prosesatau urutan-urutan suatu kejadian. 7 Penelitian kualitatif memiliki beberapa karakteristik, yaitu: . berlangsung dalam latar yang alamiah. peneliti sendiri merupakan instrumen atau alat pengumpul data yang utama. analisis datanya dilakukan secara induktif. Dalam penulisan penelitian ini menggunakan landasan teori fenomenologi, yang bermakna bahwa terjadinya hubungan antara sekolah dengan masyarakat adalah merupakan suatu yang subyektif, dengan demikian sebuah lembaga pendidikan yang melaksanakan kebijakan untuk berhubungan dengan masyarakat merupakan kejadian disengaja oleh pihak sekolah untuk mendapatkan keuntungan dengan adanya hubungan tersebut. Dan hubungan antara sekolah dengan masyarakat merupakan bentuk kesadaran pihak sekolah yang merasa akan kesulitan untuk mewujudkan tujuan pendidikan tanpa bantuan dari masyarakat. Fenomena hubungan yang terjalin antara sekolah dengan masyarakat merupakan fenomena sosial yang di dalamnya banyak terjadi interaksi-interaksi berbagai kepentingan yang saling berbenturan. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan jenis penelitian yaitu penelitian lapangan . ield researc. yang dilakukan melalui pengamatan langsung ke lokasi yang dijadikan obyek penelitian yang berorientasi pada temuan atau gejala alami. Sedangkan berdasarkan sifatnya penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yang berusaha menggambarkan situasi atau mengenai bidang tertentu. Penelitian ini menggambarkan suatu kejadian atau penemuan dengan disertai data yang diperoleh di lapangan. Dalam hal ini gambaran tentang partisipasi masyarakat dalam pengembangan Madrasah Tsanawiyah di Desa Klenang Kidul Banyuanyar Probolinggo, mulai dari bentuk-bentuk dan mekanisme partisipsi Lexy J. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. Lexy J. Moleong. Metodologi. , hlm. Saefuddin Anwar. Metode Penelitian (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1. , hlm. masyarakat dalam pengembangan sumber daya manusia dan pengembangan sarana PEMBAHASAN Sajian Data Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul Banyuanyar Probolinggo Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata mengembangkan manajemen manajemen terbuka . pen Meskipun latar belakang pendidikan dan pekerjaan orang tua siswa di Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul bermacam-macam penggunaan manajemen terbuka berarti tidak menafikan kemampuan yang dimiliki orang tua/masyarakat, baik yang berasal dari kalangan pegawai dan lain Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul mengunakan manajemen terbuka dalam mengembangkan partisipasi masyarakat, karena Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul hadir di tengah masyarakat umum, masyarakat di luar Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul dibutuhkan dan bahkan diharapkan walaupun secara moral ikut merasa memiliki sehingga tumbuh partisipasi dalam ikut mensukseskan perkembangan pendidikan yang ada di Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul. Keterlibatan Evaluasi program dilaksanakan dengan menerapkan manajemen Upaya yang dilakukan madrasah dalam menggalang partisipasi masyarakat terutama orang tua, menurut hasil penelitian adalah dengan membangun citra madrasah, karena dengan mencitrakan madrasah menjadi madrasah unggulan dengan sendirinya partisipasi masyarakat akan mengalir, baik dari orang tua atau instansi dinas atau non dinas. Penggunaan tokoh, dengan menggunakan tokoh masyarakat dan tokoh pemegang kebijakan, seluruh masyarakat bisa berpartisipasi terhadap Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul. Silaturrahmi. Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul mengemas segala acaranya dengan bentuk silaturahmi untuk menarik partisipasi masyarakat karena seluruh Wawancara dengan InAoam Kholiq S. Pd. Kepala Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul pada tanggal 4 Maret 2018 orang tua siswa Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul adalah mayoritas Islam. Himbauan atau ajakan. Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul lewat kepala madrasahnya memaparkan seluruh program kerja dan segala keinginannya dalam setiap rapat dengan orang tua siswa sekaligus menghimbau dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam programprogram yang telah dipaparkan. Hal ini ditegaskan oleh Bapak InAoam Kholiq S. Pd. I, kepala Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul: AuKami mengadakan pertemuan rutin dengan komite madrasah, pengurus madrasah, orangtua/wali murid, dan pemerintah desa Klenang Kidul setiap triwulan . iga bula. , tepatnya pada minggu ke-3 Hari Sabtu KliwonAy. Dalam mengelola partisipasi yang diberikan oleh masyarakat baik yang berupa dana dan pemikiran serta ide-ide dan lain sebagainya dikelola dengan menggunakan manajemen partisipatif. Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul menggunakan manajemen partisifatif dikarenakan Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul merasa bahwa tanggung jawab pendidikan bukan tanggung jawab Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul saja bahkan tanggung jawab bersama, maka yang dianggap paling cocok dalam mengelola partisipasi masyarakat menggunakan manajemen partisipatif, di samping orang tua ikut dalam menentukan segala kebijakan yang berhubungan dengan partisipasi, juga orang tua ikut bertanggung jawab serta mendapatkan manfaatnya baik secara tampak atau tidak tampak. Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul menggunakan manajemen partisipatif, di samping alasan di atas, juga memfungsikan kumpulankumpulan orang tua, baik yang ada di komite sekolah/pengurus madrasah, maupun yang ada di paguyupan orang tua siswa. Dengan menggunakan manajemen partisipatif dalam mengelola partisipasi masyarakat, maka pihak komite sekolah dan POS sebagai kepanjangan tangan dari orang tua dan masyarakat bisa mengembangkan potensi mereka dari pada hanya sekedar menjalankan tugas. Baik dalam hal berbagi informasi, merencanakan kegiatan penyelesaian masalah, membuat keputusan, dan mengevaluasi hasil. Wawancara dengan InAoam Kholiq S. Pd. Kepala Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul pada tanggal 4 Maret 2018 Berdasarkan hasil observasi penulis dan wawancara dengan kepala Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul, jelas bahwa partisipasi yang diberikan oleh masyarakat terhadap Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul dalam pengembangan madrasah, secara garis besar adalah berbentuk: Partisipasi berbentuk finansial/material bagi masyarakat atau orang tua yang anaknya sekolah di Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul. Partisipasi berbentuk ide-ide atau gagasan pemikiran bagi masyarakat yang memiliki tingkat pemikiran dan wawasan kependidikan dan memegang kebijakan di Desa Klenang Kidul. Partisipasi berbentuk doAoa bagi masyarakat dan orang tua siswa Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul yang memiliki kepedulian secara moral terhadap Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul. Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul Dari hasil pertemuan rutin antara madrasah dengan komite madrasah orang tua dan masyarakat dapat teridentifikasi beberapa hal, baik berupa harapan, keinginan, kebutuhan, maupun potensi-potensi bersama dan kesepakatankesepakatan antara madrasah dengan orang tua dan masyarakat untuk mendukung program madrasah dalam rangka MBS. Pada umumnya orang tua dan masyarakat memiliki pemahaman yang tinggi untuk memajukan dan meningkatkan program madrasah yang akan dikembangkan. Hal tersebut dapat terlihat dengan berbagai bentuk partisipasi orang tua dan masyarakat sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya masing-masing, baik partisipasi material maupun non-material. Keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam melaksanakan program madrasah dapat memberikan motivasi dan tanggung jawab orang tua dan masyarakat dalam mensukseskan program madrasah tersebut dengan baik. Partisipasi orang tua dan masyarakat dalam melakukan aktivitas-aktivitas terutama yang menyangkut kelengkapan fasilitas madrasah, fasilitas pendidikan, pengadaan biaya pendidikan, dan aspirasi-aspirasi yang berkaitan dengan peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan di madrasah disampaikan dalam pertemuan rutin tersebut. Selain itu, pihak madrasah berusaha menjaga dan memelihara kondisi pembelajaran madrasah sesuai dengan tuntutan minimum. Dalam pertemuan rutin tersebut, juga membahas laporan pelaksanaan program madrasah yang telah dilaksanakan merupakan kegiatan penting untuk mengetahui dan mengkaji kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang faktor-faktor Materi pengendalian dan evaluasi yang diselenggarkan mencakup kinerja manajemen madrasah, kepemimpinan kepala madrasah, mutu belajar mengajar, termasuk kinerja mengajar guru, hasil belajar siswa, disiplin dan tata tertib madrasah, pemanfaatan sumber daya dan dana madrasah. Komite Madrasah adalah badan mandiri yang mewadahi peran serta masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu, pemerataan, dan efisiensi pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan, baik pada jalur pendidikan pra sekolah, jalur pendidikan sekolah maupun jalur pendidikan luar sekolah. Komite Madrasah sebagai sebuah organisasi perlu dikelola sebagai sebuah organisasi dengan menerapkan berbagai prinsip dan praktik-praktik manajemen yang tepat. Dengan demikian. Komite Madrasah mampu menjalankan roda organisasi sebagaimana yang diharapkan, yaitu dengan menciptakan forum dialog/diskusi untuk membahas program kerja Komite Madrasah, sebagai berikut: AuSudah tercipta forum diskusi tentang program kerja Komite Madrasah, hal tersebut dirasa cukup efektif. Karena dengan terprogramnya kerja Komite Madrasah akan lebih mudah madrasah dalam melibatkan masyarakat di pendidikan. Yang dalam prakteknya Komite Madrasah dengan kami sudah menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakatAy. Tujuan dari Komite Madrasah adalah mewadahi dan menyalurkan aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam melahirkan kebijakan operasional dan progam pendidikan di satuan pendidikan. Meningkatkan tanggung jawab dan peran serta Menciptakan suasana dan kondisi transparansi, akuntabel dan demokratis dalam penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan yang bermutu di satuan pendidikan. Sehingga diperlukan kerjasama antara Komite Madrasah dan juga pihak sekolah. Kemudian dalam pertanyaan selanjutnya penulis kepada Kepala Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul tentang suasana keterbukaan dalam Wawancara dengan Ahmad Riabayat S. Pd. WKM Kurikulum Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul pada tanggal 6 Maret 2018 menjalin kerjasama Kepala Madrasah bahwa: AuDalam menjalin suasana keterbukaan baik sekolah dan Komite Madrasah bekerjasama dengan menciptakan suasana dan kondisi transparan seperti contohnya dalam penggunaan dana dari masyarakat, untuk apa dan bagaimana dana itu digunakanAy. Pemberdayaan komite madrasah yaitu bagaimana sekolah dan komite bisa saling komunikasi dan juga sekolah harus selalu aktif memberikan berbagai informasi yang berkaitan dengan kegiatan sekolah baik melalui lisan maupun tertulis pada saat berlangsung forum pertemuan dengan Komite Madrasah. Antara pihak sekolah dan komite harus terbuka untuk keadaan apapun yang berkaitan dengan madrasah. Hal ini sejalan dengan penuturan yang disampaikan oleh Kepala Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul, sebagai berikut: AuUntuk memperoleh dukungan adalah dengan menggunakan pendekatan sistem terbuka sehingga satuan pendidikan sebagai sebuah organisasi tidak lagi berdiri sendiri artinya pihak sekolah baik itu kepala madrasah, wakil kepala madrasah dan karyawannya maupun guru-gurunya saling berinteraksi baik yaitu dengan Komite Madrasah maupun dengan masyarakat juga harus berhubungan denganb aikAy. Komunikasi memang di butuhkan antara sekolah dan juga Komite Madrasah, karena dengan komunikasi yang baik akan terjalin hubungan yang Tetapi tidak semuanya harus berkonsultasi dengan pihak Komite Madrasah, seperti apa yang telah dituturkan oleh Kepala Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul, bahwa: AuDalam hubungannya dengan program madrasah penyelenggara pendidikan tidak semuanya berkonsultasi dengan Komite Madrasah. Para penyelenggara pendidikan melakukan konsultasi langsung dengan orang tua murid dan masyarakat untuk mendapat masukan dalam proses menetapkan kebijakannya, tetapi hal tersebut sudah diketahui oleh pihak Komite MadrasahAy. Dalam setiap pengambilan keputusan/kebijakan madrasah dengan pihak komite madrasah, selalu diupayakan atas dasar musyawarah secara mufakat. Wawancara dengan InAoam Kholiq S. Pd. Kepala Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul pada tanggal 4 Maret 2018 Wawancara dengan InAoam Kholiq S. Pd. Kepala Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul pada tanggal 4 Maret 2018 Wawancara dengan InAoam Kholiq S. Pd. Kepala Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul pada tanggal 4 Maret 2018 Namun demikian pada kenyataannya tidak semua kebijakan dapat diputuskan secara musyawarah mufakat. Hal ini ditegaskan oleh kepala Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul, sebagai berikut: AuTidak semua keputusan dan kebijakan yang diambil madrasah atas dasar musyawarah mufakat dengan pihak Komite Madrasah. Karena selain peran dari Komite Madrasah masih ada peran-peran yang lain yaitu kepala madrasah, pengurus dan sesepuh yang ada di madrasah ini. Misalnya keputusan/kebijakan madrasah yang tidak bersifat diskusi dengan komite madrasah tersebut adalah keputusan/kebijakan yang bersifat harian, operasional, atau juga keputusan/kebijakan yang menyangkut hal-hal yang menjadi otonomi pendidik misalnya penentuan nilai siswa atau kelulusan siswaAy. Dalam pemberian pelayanan di madrasah, masyarakat melalui komite madrasah tidak terlibat di dalamnya, karena Komite Madrasah lebih banyak berperan sebagai penasehat atau konsultan dalam kegiatan-kegiatan di madrasah. Hal ini sejalan dengan pendapat Ahmad Ribayat S. Pd. I WKM Kurikulum Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul, berikut: AuPemberian pelayanan di madrasah tidak bergantung pada Komite Madrasah saja. Misalnya, sarana dan prasarana yang digunakan oleh madrasah tentunya berawal dari keluhan orang-orang yang berada di madrasah kemudian disalurkan ke pihak madrasah dan kiranya apa yang harus diperbaiki. Kalau dirasa orang yang berada dipendidikan itu sudah bisa menyelesaikan maka untuk pelibatan pihak yang lain tertunda duluAy. Selama ini komite madrasah tidak terlibat secara langsung sebagai pelaksana kegiatan di madrasah, sebagaimana penjelasan komite madrasah. AuKalau untuk kegiatan di madrasah itu adalah sudah tugas dari wakil kepala yang bersangkutan. Misalnya tentang kegiatan kesiswaan sudah ada waka kesiswaan yamg melaksanakan tugasnya dan kegiatan-kegiatan yang lain sudah ada yang menjalankan perannya masing-masingAy. Masyarakat, melalui komite madrasah dan pihak madrasah akan selalu berkomunikasi jika madrasah menghadapi suatu masalah, sesuai dengan penjelasan sekretaris komite madrasah, bahwa: Wawancara dengan InAoam Kholiq S. Pd. Kepala Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul pada tanggal 4 Maret 2018 Wawancara dengan Ahmad Riabayat S. Pd. WKM Kurikulum Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul pada tanggal 6 Maret 2018. Wawancara dengan Ahmad Riabayat S. Pd. WKM Kurikulum Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul pada tanggal 6 Maret 2018 AuApabila madrasah menghadapi suatu masalah itu memang tidak hanya berhenti di madrasah saja. Karena madrasah sebagai suatu lembaga pendidikan yang harus berada di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu, madrasah mau tidak mau harus berhubungan dengan masyarakat. Bentuk hubungan tersebut baik dalam kapasitas hubungan dinas, maupun hubungan dan kerjasama dengan pihak lain di luar kedinasan. Jadi, pelibatan masyarakat atau tokoh masyarakat tidak hanya sebatas pencarian sumber dana sajaAy. Jadi dapat disimpulkan dari pendapat-pendapat tersebut bahwa masyarakat dan orang tua hanya mengetahui peran Komite Madrasah sebagai wakil masyarakat adalah sekedar penggalang sumber dana saja dan penyalur keluhan dari masyarakat. Untuk tugas dan peran komite yang lain mereka belum mengetahuinya, hal ini karena sosialisasi kepada masyarakat yang kurang, sehingga masyarakat belum mengetahui betul apa peran yang sesungguhnya dari Komite Madrasah itu. Dari hasil wawancara dengan Kepala Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul bahwa: AuPemberdayaan komite madrasah, sebagai bukti partisipasi masyarkat di Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul sudah berjalan dengan baikAy. 20 Tetapi berdasarkan pada penelitian ini, untuk sementara kehadiran Komite Madrasah belum diketahui tugasnya secara menyeluruh oleh sebagian masyarakat maupun orang tua atau wali murid juga tidak mengetahui secara mendalam apa fungsi dan peran Komite Madrasah di setiap Satuan Pendidikan. Tidak sedikit yang beranggapan bahwa Komite Madrasah memiliki peran seperti BP3 di masa lampau, yaitu badan yang bertugas sebagai pengumpul dana bantuan untuk pendidikan. Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Sarana dan Prasarana Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul Berdasarkan wawancara, maupun observasi yang diperoleh di lapangan partisipasi masyarakat dalam penyusunan perencanaan peningkatan mutu sarana prasarana pendidikan merupakan suatu program yang dilaksanakan untuk membantu Madrasah dalam mengembangkan misinya dalam mencerdaskan Wawancara dengan Ahmad Riabayat S. Pd. WKM Kurikulum Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidu pada tanggal 6 Maret 2018 Wawancara dengan InAoam Kholiq S. Pd. Kepala Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul pada tanggal 4 Maret 2018 kehidupan bangsa. Peningkatan harapan masyarakat tersebut memberikan tantangan baru bagi dunia pendidikan, yaitu bagi pemerintah dan yayasan penyelenggara pendidikan, tidak bisa lagi hanya didasari asal sekolah itu berjalan apapun keadaannya, tetapi pendidikan itu harus bermutu dan memiliki Artinya, profesionalisme, bukan asal jadi. Adapun yang dilakukan masyarakat dalam Penyusunan Rancangan Peningkatan Mutu Perencanaan Sarana Prasarana Pendidikan Berpartisipasi dalam rapat Rencana Kegiatan Anggaran Madrasah (RKAM) yang dihadiri juga oleh komite madrasah, guru dan wali murid, dalam rapat tersebut hal-hal yang dibahas, antara lain: . Merumuskan barang . arana prasaran. yang diperlukan dan pembuatan rincian. Membantu untuk memberikan masukan masukan terkait penyusunan RKAM juga sekaligus mengawasi jalannya penyusunan RKAM. Dalam hal pengadaan sarana dan prasarana madrasah, rapat perencanaan pengadaan sarana dan prasarana madrasah dilakukan dengan menghadirkan komite madrasah sebagai wakil dari orang tua wali murid dan masyarakat. Bentuk pengawasan dalam proses perencanaan sarana dan prasarana madrasah adalah seperti ikut dalam penyusunan skala prioritas yang dibutuhkan oleh sekolah, mulai dari perumusan barang yang diperlukan sampai pada tahap membuat rincian biaya yang dibutuhkan untuk melakukan belanja madrasah. Semua hal tersebut dibahas dalam rapat RKAM bersama kepala madrasah dan guru. Dengan keikutsertaan pihak komite sekolah dalam penyusunan RKAM, selain bisa membantu untuk memberikan masukan-masukan terkait penyusunan RKAM juga sekaligus mengawasi jalannya penyusunan RKAM. Partisipasi mayarakat dalam pengembangan sarana prasarana di Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul yang diberikan oleh masyarakat untuk meningkatkan mutu pendidikan dilakukan secara sukarela dan ikhlas. Hal ini dikarenakan madrasah ini berasal dari aspirasi masayrakat, aspirasi tersebut Wawancara dengan InAoam Kholiq S. Pd. Kepala Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul pada tanggal 4 Maret 2018 Wawancara dengan InAoam Kholiq S. Pd. Kepala Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul pada tanggal 4 Maret 2018 Wawancara dengan InAoam Kholiq S. Pd. Kepala Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul pada tanggal 4 Maret 2018 menjadi awal berdirinya yang kemudian mendapatkan respon yang cukup baik dari masyarakat. Masyarakat Desa Klenang Kidul sebagai stakeholder, dalam perkembangan dan kemajuan pendidikan pada umumnya dan khususnya sarana prasarana sangat dibutuhkan partisipasinya. Sehingga dengan adanya hubungan yang harmonis antara masyarakat dan madrasah peningkatan mutu/kualitas pendidikan lebih mudah tercapai. Bentuk partisipasi yang diberikan oleh masyarakat dalam rangka pengembangan sarana prasarana pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul dapat dilihat dari penggunaan beberapa sarana dan prasarana yang di dapat dari masyarakat untuk menunjang pendidikan di madrasah. Sarana dan prasaran dari meningkatkan kualitas sarana dan prasarana Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul adalah sebagai berikut: Musholla untuk kegiatan PHBI: Musholla ini milik Pesantren Sirojul Hasan yang terletak di depan madasah yang selama ini digunakan untuk tempat pelaksanaan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), misalnya untuk acara peringatan IsraAo MiAoraj Nabi Muhammad Saw. yang diadakan oleh Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul. Musholla tersebut dapat digunakan untuk kegiatan madrasah. Musholla tersebut juga dimanfaatkan oleh madrasah untuk tempat berjamaah Sholat berjamaah tersebut biasanya dilakukan setiap memasuki jam sholat dzuhur. 24 Hal tersebut terus berjalan dengan lancar tanpa ada kendala yang berarti sejalan masyarakat memutuskan ikut berpartisipasi dalam pengadaan sarana untuk shalat berjamaah bagi guru dan siswa. Lapangan Sepak Bola dan lapangan Voly untuk pelajaran pendidikan jasmani . lah rag. maupun class meeting pasca ujian akhir semester. Sarana kedua adalah lapangan Desa Klenang Kidul, setiap kegiatan madrasah yang berbasis kegiatan jasmani seperti pelajaran olah raga dan atau kegiatan class meeting, lapangan desa ini menjadi sarana utama. Mulai dari kelas satu hingga kelas enam untuk setiap jam pelajaran olah raga, lapangan desa ini menjadi tujuan utama. Hal ini berjalan secara harmoni tanpa ada rasa tidak terima dari masyarakat atau terjadi kesalah pahaman antara pihak Wawancara dengan Ahmad Riabayat S. Pd. WKM Kurikulum Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidu pada tanggal 6 Maret 2018 madrasah dan masyarakat. Namun, kendalanya adalah jarak antara madrasah dengan lapangan itu cukup jauh, sehingga semua kegiatan yang berhubungan dengan olah raga atau class meeting, dilaksanakan di halaman madrasah. Kantin untuk peristirahatan murid-murid. Sarana ketiga adalah kantin, kantin ini merupakan milik warga sekitar madrasah yang menyediakan makanan ringan ataupun berat untuk siswa ketika jam istirahat tiba. Posisi kantin berada di dalam lingkungan madrasah, merupakan kantin resmi dari madrasah yang bekerja sama dengan masyarakat Dan banyak masyarakat yang menitipkan dagangannya ke kantin Partisipasi semacam ini sangat membantu pihak sekolah mengingat kebutuhan pangan sangat penting bagi siswa. Selain itu, salah satu bentuk partisispasi masyarakat dalam pengembangan sarana prasarana pendidikan adalah pengawasan yang diberikan oleh pihak komite madrasah dalam proses pengadaan yaitu pihak komite madrasah terlihat langsung dalam kepanitiaan pengadaan sarana dan prasarana madrasah, dengan terlibatnya komite madrasah bersama dengan beberapa guru menjadi panitia pelaksana pengadaan sarana dan prasarana madrasah, maka masyarakat akan terlibat langsung dalam proses pengadaan sarana dan prasarana madrasah, seperti pembangunan gedung, pembelian peralatan, perbaikan keramik dan lain-lain. Dari hal tersebutlah masyarakat dapat mengontrol jalannya proses pengadaan sarana dan prasarana dengan maksimal. Tentunya pula partisipasi masyarakat juga tetap berlanjut dalam pengadaan sumbangan sarana dan Keterlibatan masyarakat dalam peningkatan mutu pendidikan sangat penting, di mana masyarakat merupakan salah satu komponen yang tak dapat dipisahkan dari pendidikan, sehingga partisipasi masyarakat menjadi hasil dari hubungan kerjasama yang harmonis antara masyarakat dengan Madrasah dalam bidang pendidikan. Hal tersebut menjadi tujuan untuk lebih meningkatnya sebuah mutu pendidikan. Wawancara dengan Ahmad Riabayat S. Pd. WKM Kurikulum Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidu pada tanggal 6 Maret 2018 Hal-hal yang dilakukan masyarakat dalam evaluasi antara lain: Evaluasi Fisik, mushola ketika ada kerusakan warga ikut memperbaiki masyarakat dan warga madrasah bergotong royong merenovasi apabila terjadi kerusakan dalam sarana prasarana yang telah disediakan. Evaluasi peletakan lokasi kantin yang tadinya di luar lingkungan madrasah yaitu di serbang jalan madrasah sehingga membahayakan para siswa, bisa saja terjadi kecelakaan, untuk itu kantin di pindah ke dalam lingkungan madrasah agar lebih aman. Evaluasi fungsional, masyarakat ikut menegur apabila ada peserta didik yang tidak memanfaatkan fasilitas sarana prasarana yang sudah disediakan dengan baik. Dalam penyampaian teguran, masyarakat memiliki dua cara, yaitu pertama, teguran langsung dari masyarakat kepada kepala madrasah dan yang kedua, teguran tersebut disampaikan pada saat rapat RKAS. Hubungan antara Madrasah dengan masyarakat juga penting bagi penyelenggaraan pendidikan, untuk itu Madrasah selalu menjalin hubungan dengan pihak luar madrasah dengan baik, mulai dari orang tua siswa, komite sekolah, tokoh masyarakat, sampai dengan tokoh ulama pondok pesantren khususnya, karena lembaga ini berada dibawah naungan Pondok Pesantren Sirojul Hasan. Akan tetapi tujuan akhir sebenarnya adalah untuk membangkitkan masyarakat untuk berpartisipasi dan bekerjasama dengan Madrasah. PENUTUP Partisipasi masyarakat dalam pengembangan sumber daya manusia Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul Banyuanyar Probolinggo dapat tumbuh dan berkembang dalam kondisi keterbukaan dan adanya sikap saling percaya antara madrasah dengan masyarakat. Untuk menumbuhkan kondisi keterbukaan dan sikap saling percaya, madrasah perlu menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat. Partisipasi masyarakat dalam pengembangan SDM, khususnya tenaga pendidik di Wawancara dengan Ahmad Riabayat S. Pd. WKM Kurikulum Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidu pada tanggal 6 Maret 2018 Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul Banyuanyar Probolinggo sudah berjalan dengan baik. Karena pada dasarnya Komite Madrasah berada di tengah-tengah antara orang tua murid atau wali murid, murid, guru, masyarakat setempat dan kalangan swasta di satu pihak dengan pihak madrasah sebagai instansi, kepala madrasah, dan dinas pendidikan wilayahnya dan pemerintah daerah di pihak lainnya. Walaupun sudah menjalankan perannya dengan baik, tetapi hal tersebut tidak terlepas dari bantuan pihak yang saling terkait dalam lembaga tersebut. Antara lain dalam bersosialisasi dengan masyarakat tidak hanya Komite Madrasah saja tetapi dibantu oleh kepala madrasah, beberapa guru yang memang ikut andil dalam merangkul masyarakat untuk mau berkecimpung di dunia pendidikan. Partisipasi masyarakat dilakukan dalam bentuk pengambilan keputusan, pelaksanaan program, pemanfaatan program serta evaluasi program madrasah difasilitasi dan dijembatani oleh madrasah yang berfungsi mewadahi aspirasi dan kebutuhan masyarakat serta menggalang dan menyalurkan partisipasi masyarakat dalam bidang pendidikan. Kemampuan komite madrasah melakukan peran dan fungsinya tergantung dari kemampuan komite madrasah dalam memberikan kesempatan kepada komite madrasah untuk melakukan peran dan fungsinya melalui hubungan kemitraan yang sejajar. Partisipasi masyarakat dalam pengembangan sarana dan prasarana Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul Banyuanyar Probolinggo, terlihat dari keikutsertaan masyarakat dalam memberikan sumbangsih pemikiran dengan merencanakan pengadaan sarana prasarana yang dibutuhkan madrasah, dan mengusulkan untuk pertimbangan pengelolaan rencana anggaran belanja madrasah (RABM). Partisipasi masyarakat dalam pengembangan sarana dan prasarana madrasah di Madrasah Tsanawiyah Misbahul Fata Klenang Kidul Banyuanyar Probolinggo dapat dilihat dari beberapa sarana dan prasarana penunjang pendidikan, seperti masjid, lapangan sepakbola dan rumah warga. Fasilitas mushola dan masjid yang digunakan peserta didik dalam rangka pemenuhan nilai spiritual sekaligus sosial, terlihat dari aktif dan antusiasnya masyarakat terhadap kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh pihak sekolah di mushola atau di masjid. Di samping itu, arahan dan bimbingan juga kerap kali ditunjukkan oleh masyarakat terhadap perilaku perserta didik ketika di mushola maupun di masjid. Berbeda dengan fasilitas lapangan dan kantin, yang memiliki kualitas partisipasi yang relatif kurang. Lapangan sering kali dipakai oleh sebagian masyarakat ketika akan digunakan sebagai sarana olahraga peserta didik. Namun, secara kualitas infrastruktur fisik, lapangan memiliki kualitas yang cukup baik dan Selain itu, tempat jajan dan makan peserta didik . bersifat umum dan terletak di luar madrasah. Hal ini tentu menjadi kekurangan tersendiri, mengingat kantin kerap dijadikan sebagai tempat untuk melakukan hal-hal negatif. Selain itu, letak kantin yang berada di seberang jalan raya memiliki resiko yang tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan peserta didik. DAFTAR PUSTAKA