Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 492-502 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Implementasi Strategi Pembelajaran Think Talk Write dalam Meningkatkan Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Siswa Kelas VII MTsN 2 Langkat Nufika Yunzira1. Anida2. Endah Retno Suci3 1,2,3 Sekolah Tinggi Agama Islam JamAoiyah Mahmudiyah Tanjung Pura. Langkat. Sumatera Utara. Indonesia Email : nufikayunziracantik@gmail. com1, anidabunda30@gmail. com2, ci_cihuy@yahoo. Abstrak Model pembelajaran Think Talk Write pada siswa MTs Negeri 2 Langkat adalah sangat baik diterapkan karena mampu neningkatkan hasil belajar siswa yang dapat dilihat pada pelaksanaan siklus kedua. Pemahaman belajar siswa lebih baik dengan diterapkannya model pembelajaran Think Talk Write dari model pembelajaran biasa atau konvensional yang selama ini diterapkan. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Think Talk Write efektif digunakan. Upaya peningkatan kreativitas siswa pada pembelajaran aqidah akhlak materi tentang adab shalat dan berdzikir di kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Langkat berhasil dilakukan dengan penerapan pembelajaran Think Talk Write sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Upaya yang dilakukan dengan melibatkan siswa secara aktif pada setiap kegiatan pembelajaran dan menggali potensi yang dimiliki siswa sehingga muncul kreativitas yang dimiliki siswa. Peningkatan kreativitas siswa dengan penerapan model pembelajaran Think Talk Write diketahui melalui lembar aktivitas siswa yang telah dibuat dan menunjukkan adanya peningkatan yang baik melalui penerapan model pembelajaran Think Talk Write. Dengan adanya peningkatan kreativitas siswa dalam belajar juga mempengaruhi hasil belajar siswa yang juga mengalami peningkatan. Dalam belajar siswa terlihat lebih aktif dan bersemangat dalam mengikuti materi pelajaran yang diberikan. Kata kunci: Hasil Belajar. Model Think Talk Write. Implementation of Think Talk Write Learning Strategies in Improving Learning Outcomes in Akhlak Akidah Subjects for Class VII MTsN 2 Langkat Abstract The Think Talk Write learning model for MTs Negeri 2 Langkat students is very well applied because it can improve student learning outcomes which can be seen in the implementation of the second cycle. Students' understanding of learning is better with the implementation of the Think Talk Write learning model from the usual or conventional learning models that have been applied so far. It can be concluded that the Think Talk Write learning model is effectively used. Efforts to increase students' creativity in learning the moral aqidah material about the manners of prayer and dhikr in class VII Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Langkat were successfully carried out by implementing Think Talk Write learning according to the plan that had been made. Efforts are made to actively involve students in every learning activity and explore the potential of students so that students' creativity appears. The increase in student creativity with the application of the Think Talk Write learning model is || Nufika Yunzira, et. || Implementasi Strategi Pembelajaran Think Talk Write. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 492-502 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety known through the student activity sheets that have been made and shows a good improvement through the application of the Think Talk Write learning model. With the increase in student creativity in learning also affects student learning outcomes which also experience an increase. learning students look more active and enthusiastic in following the subject matter given. Keywords: Learning Outcomes. Think Talk Write Model. PENDAHULUAN Kegiatan belajar mengajar yang baik ialah kegiatan belajar yang mampu memberikan suatu pemahaman yang baik kepada siswa melalui metode maupun strategi belajar yang Dalam belajar di sekolah sangat penting bagi siswa memiliki kemampuan memahami materi pelajaran yang diberikan. Siswa harus mampu menyerap materi yang ada melalui aktivitas berfikir, menyampaikan secara lisan dan menuliskan kembali apa yang telah ia pahami saat proses pembelajaran. Ketiga keterampilan atau kemampuan tersebut sangat penting agar siswa terbiasa melakukan proses berfikir saat belajar kemudian mampu menyampaikan apa yang ada dalam fikirannya terkait materi pelajaran dan mampu pula untuk dituliskan sebagai bukti bahwa ia benar-benar mengikuti dan faham atas materi maupun topik pembahasan yang telah diterimanya saat belajar. Proses belajar yang efektif antara lain dilakukan melalui berfikir atas segala informasi yang telah didapat baik melalui membaca maupun penjelasan yang diberikan. Proses berfikir yang dilakukan mampu mengasah kemampuan analisis yang merupakan salah satu tuntutan dalam kurikulum saat ini. Kemampuan menulis juga digalakkan di setiap sekolah dengan adanya gerakan literasi sekolah. Hal ini menunjukkan pentingnya kemampuan tersebut dimiliki oleh siswa. Untuk mencapai kemampuan tersebut perlu adanya strategi pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan kemampuan berfikir, berbicara dan kemampuan menulis pada siswa. Salah satu strategi yang tepat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berfikir, berbicara dan menulis tersbut adalah strategi think talk dan write. Guru dapat menggunakan strategi pembelajaran Think Talk Write (TTW) untuk membuat siswa lebih aktif, kreatif dan kondusif dalam pembelajaran. Strategi pembelajaran Think Talk Write merupakan strategi pembelajaran yang dibangun melalui aktivitas berpikir, berbicara, dan menulis yang dilakukan siswa. Dalam penerapannya siswa diberikan materi atau soal untuk dikerjakan dan dipahami sesuai bahasa sendiri sehingga ia akan melakukan sebuah proses berpikir . Setelah siswa memahami materi atau soal tersebut siswa dibentuk menjadi beberapa kelompok diskusi, tujuannya untuk mendiskusikan dengan siswa yang lain dalam satu kelompoknya sesuai apa yang telah mereka pahami sehingga muncul aktivitas berbicara . Setelah bertukar pendapat siswa bertugas untuk membuat rangkuman atau jawaban dari materi ataupun soal yang telah didiskusikan sebelumnya sebagai bentuk mengasah kemampuan menulisnya . Hasil observasi peneliti di lokasi penelitian, masih terlihat beberapa masalah terkait proses belajar mengajar dimana aktivitasnya masih didominasi guru dengan metode ceramah di depan kelas menjelaskan materi pelajaran. Siswa masih fokus menggunakan bahasan buku yang ada dilembar kerja siswa dan belum mampu menyampaikannya dengan bahasa mereka sendiri. Sebahagian besar siswa susah untuk mengemukakan pendapatnya saat berdiskusi dan hanya berharap pada teman kelompoknya yang dianggapnya pintar. || Nufika Yunzira, et. || Implementasi Strategi Pembelajaran Think Talk Write. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 492-502 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Mereka kurang percaya diri untuk menyampaikan pendapat saat diskusi kelompok atau saat belajar kelompok. Rasa ingin tahu siswa masih kurang terhadap materi pelajaran terutama dalam mencari bahan terkait materi pelajaran. Saat memberikan kesimpulan pada diskusi kelompok, tidak semua siswa mencatat kesimpulan tersebut dan hanya dilakukan oleh sekretaris kelompoknya sehingga catatan kesimpulan untuk dibaca hasil diskusi dirumah tidak dapat dilakukannya. Permasalahan tersebut menurut peneliti dapat diperbaiki dengan diterapkannya startegi pembelajaran think talk dan write dalam aktivitas belajar karena sangat membantu siswa untuk aktif dalam belajar. Dalam belajar pelajaran aqidah akhlaq ini sangat mendukung dengan dilakukannya sebuah strategi pembelajaran Think Talk Write karena menuntut kemampuan berfikir siswa dan mempraktekkannya. Belajar aqidah akhlaq membutuhkan diskusi kelas agar siswa lebih Diskusi tersebut melatih siswa berfikir, berbicara dan menulisnya dalam Siswa akan lebih memahami materi bila dilibatkan secara aktif dalam berfikir atas materi yang diajarkan, terlibat dalam diskusi kelompok saat proses belajar mengajar dan menyimpulkannya dengan membuat catatan bersama. Untuk itulah peneliti tertarik membahas penelitian ini untuk menjawab permasalahan di atas dengan judul : Implementasi Strategi Pembelajaran Think Talk Write dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlaq Kelas VII MTs Negeri 2 Langkat. METODE Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan studi lapangan . ield researc. dengan melakukan observasi di lokasi penelitian. Kemudian dengan wawancara dan dokumentasi untuk kemudian dilakukan tindakan kelas. Penelitian ini menggunakan penelitian gabungan dengan pendekatan data kualitatif dan kuntitatif. Sehingga nampaklah bahwa penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan terhadap siswa kelas VII MTs Negeri 2 Langkat. Dalam penelitian tindakan kelas ini, keberadaan peneliti sebagai pendidik yang menerapkan salah satu model pembelajaran. Berdasarkan hal ini, maka obyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs Negeri 2 Langkat. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi dan tindakan kelas. Wawancara lebih fokus kepada sumber data primer yang berkaitan langsung dengan variabel penelitian. Untuk observasi dilakukan langsung di lokasi penelitian tersebut. Sedangkan dokumentasi yang terkumpul adalah proses penelitian yang dilakukan dari awal hingga akhir penelitian. Tindakan yang dilakukan dengan beberapa siklus untuk mengetahui efektivitas strategi yang digunakan. HASIL DAN PEMBAHASAN Strategi Pembelajaran Think Talk Write Strategi belajar saat ini cukup banyak dan terus berkembang seiring dengan kemajuan zaman dan tehnologi. Salah satu strategi belajar yang efektif digunakan untuk meningkatkan peran dan daya pikir siswa adalah strategi belajar Think Talk Write. Banyak pembahasan mengenai strategi tersebut yang salah satunya dikemukakan oleh Miftahul Huda. AuThink Talk Write atau TTW adalah strategi yang memfasilitasi berbahasa secara lisan dan menulis bahasa tersebut dengan lancar. Strategi yang pertama kali dikenalkan oleh Huenker ini didasarkan pada pemahaman bahwa belajar adalah sebuah prilaku sosialAy || Nufika Yunzira, et. || Implementasi Strategi Pembelajaran Think Talk Write. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 492-502 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety (Huda, 2. Melalui strategi ini siswa didorong agar mampu untuk berfikir atas materi yang diberikan, membicarakannya melalui kegiatan diskusi maupun menjelaskan secara personal dan menuliskannya berupa ringkasan maupun kesimpulan atas topik bahasan tertentu yang telah diajarkan. Strategi pembelajaran Think Talk Write mampu mengembangkan kemampuan konsep siswa sebab ia dilatih untuk berfikir dan menggunakan bahasa sendiri atas topik pembahasan tertentu. Kemampuan komunikasi yang baik juga akan didapat siswa sebab ia dilatih untuk mengemukakan pendapat dan berbicara sesuai kaidah bahasa yang baik dan AuStrategi Think Talk Write ini membantu siswa dalam mengumpulkan dan mengembangkan ide-ide melalui percakapan terstrukturAy (Huda, 2. Siswa diajarkan untuk menggunakan bahasa percakapan yang baik dan benar sesuai kaidah struktur bahasa Indonesia. Penggunaan strategi ini harus dilakukan guru dengan memberikan perhatian dan bimbingan yang maksimal. AuDalam penerapan pembelajaran menggunakan metode pembelajaran Think Talk Write (TTW) memerlukan bimbingan yang maksimal dari pengajar, hal tersebut untuk bisa dapat memfasilitasi pembelajaran peserta didik dengan kreativitasAy (Rohani, 2. Dengan demikian maka kegiatan belajar mengajar akan terkelola dengan baik dan muncul berbagai kreativitas siswa baik saat berdiskusi maupun saat memberikan Strategi pembelajaran Think Talk Write melatih siswa untuk mampu berkomunikasi dengan dirinya sendiri melalui aktivitas berfikir atas topik yang disajikan. Siswa akan menyimak dan mengkritisi bahan maupun topik yang disajian sehingga ia menemukan ide maupun solusi atas masalah yang muncul pada topik pembahasan tersebut. AuMenurut Ngalimun, pembelajaran ini dimulai dengan berfikir melalui bahan bacaan . enyimak, mengkritisi dan alternatif solus. , hasil bacaannya dikomunikasikan melalui persentase, diskusi dan kemudian membuat laporan hasil persentase. Sintaknya adalah informasi, kelompok . embaca, mencatat, menanda. , persentasi, diskusi, melaporkanAy (Ngalimun. Strategi Think Talk Write memberikan stimulus kepada siswa untuk mandiri dan menemukan solusi sehingga mampu disampaikan dengan baik melalui diskusi kelas yang Masing-masing siswa akan terdorong untuk berfikir, berbicara dan menulis dengan adanya diskusi kelas yang diatur sedemikian rupa dengan memberikan tanggung jawab yang sama pada setiap individu dalam setiap kelompoknya. Dengan demikian siswa akan terlatih untuk bekerja dan belajar dengan baik. Selanjutnya, dalam keterangan lainnya. AuYazid, menjelaskan bahwa Think Talk Write merupakan suatu strategi yang dapat memicu siswa untuk ikut serta secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. Strategi ini mengarahkan siswa untuk mengkonstruksi pemahaman dengan penalarannya, kemudian mengkomunikasikan penalaran tersebut kepada orang lainAy (Yadrika, 2. Penalaran siswa akan menentukan keberhasilan penggunaan strategi Oleh sebab itu, guru harus memastikan siswa memahami materi dan menalar informasi yang didapatnya sehingga dapat diungkapkan dalam diskusi dan Strategi ini harus dilakukan dengan matang sehingga hasilnya akan maksimal diperoleh oleh siswa. Aktivitas belajar dengan strategi pembelajaran Think Talk Write menunjukkan adanya alur yang maju dimana siswa dilibatkan dalam aktivitsa berfikir kemudian membaca dan || Nufika Yunzira, et. || Implementasi Strategi Pembelajaran Think Talk Write. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 492-502 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety berbicara dan membagi ide yang didaptnya kepada temannya yang lain. AuAlur kemajuan strategi Think Talk Write dimulai dari keterlibatan siswa dalam berfikir atau berdialog dengan dirinya sendiri setelah proses membaca, selanjutnya berbicara dan membagi ide . dengan temannya sebelum menulis. Suasana ini lebih efektif bila dilakukan dalam kelompok heterogen dengan 3-5 siswaAy (Istarani, 2. Dengan kelompok heterogen harapannya akan ada saling membantu dan berbagi pengalaman di dalam kelompok tersebut sehingga hasil diskusinya lebih baik dan mampu menyimpulkan materi secara Pemahaman belajar akan diperoleh siswa dengan baik. Pada aktivitas berpikir . , siswa diminta untuk membaca suatu teks yang berisi permasalahan atau cerita kemudian membuat catatan kecil dari apa yang telah dibacanya dengan menggunakan bahasanya sendiri sehingga terlihat bahwa ada proses berfikir AuMenurut Wiederhold, membuat catatan berarti menganalisiskan tujuan isi teks dan memeriksa bahan-bahan yang ditulis. Membuat catatan setelah membaca merangsang aktivitas berfikir sebelum, selama dan setelah membacaAy (Istarani, 2. Dengan adanya kegiatan siswa memikirkan permasalahan yang diberikan akan membuat siswa lebih aktif mengeksplorasi kemampuannya untuk memahami suatu masalah, mengidentifikasi data yang diperlukan untuk memecahkan masalah, dan memunculkan beragam ide. Pada tahap selanjutnya, siswa berkomunikasi . menggunakan kata-kata atau bahasa yang mereka pahami. Pemahaman belajar dibangun melalui interaksi antara sesama individu sebagai suatu aktivitas sosial yang bermakna. AuMenurut Huinker, berkomunikasi dapat berlangsung secara alami, tetapi menulis tidak. Proses komunikasi siswa dipelajari melalui kehidupannya sebagai individu yang berinteraksi dengan lingkungan sosialnyaAy (Yadrika, 2. Tahapan ini akan memungkinkan siswa untuk terampil dalam berbicara. Siswa diminta berdiskusi mengenai ide-ide yang mereka dapatkan dalam menyelesaikan Oleh karena itu, pembelajaran dengan strategi Think Talk Write ini dibuat dalam bentuk kelompok kecil. AuMengelompokkan peserta didik akan memberikan peluang untuk saling bertukar ide dan memdiskusikan alternatif penyelesaian yang mereka Kemudian, peserta didik dimungkinkan untuk mampu menyelesaikan masalah yang lebih baik dibanding bekerja secara sendiri-sendiriAy (Yadrika, 2. Kelompok akan menghilangkan kesulitan individu karena setiap persoalan akan dapat didiskusikan dan dicari solusinya. Pada tahap akhir, siswa menulis . hasil diskusi kelompok pada lembar kerja siswa yang diberikan. AuMenulis dapat dijadikan sebagai sarana untuk melatih siswa dalam mengungkapkan gagasan secara tertulis. Menulis merupakan salah satu sarana yang baik untuk meningkatkan kemampuan konsep siswa. Tulisan yang dibuat siswa dapat berupa kata-kata, garfik, tabel, gambar, dan bentuk lainnya menggunakan bahasanya sendiriAy. Proses penulisan dapat membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan pemecahan Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis siswa dapat ditingkatkan melalui pembelajaran dengan strategi Think Talk Write. Aktivitas belajar siswa menjadi lebih baik setelah diterapkan strategi Think Talk Write dalam pembelajaran. Kemampuan komunikasi siswa juga meningkat setelah diterapkan pembelajaran Think Talk Write. || Nufika Yunzira, et. || Implementasi Strategi Pembelajaran Think Talk Write. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 492-502 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Langkah-langkah Strategi Pembelajaran Think Talk Write Menurut Yasmin dan Ansari dalam Effi Aswita Lubis, langkah-langkah strategi pembelajaran Think Talk Write adalah sebagai berikut: pertama, guru membagi teks bacaan berupa lembaran aktivitas siswa yang membuat masalah atau soal. Kedua, siswa membaca teks dan membuat catatan dari hasil bacaan secara individual, untuk dibawa ke forum diskusi . ketiga, siswa berinteraksi dan berkolaborasi dengan teman untuk membahas isi catatan . Guru berperan sebagai mediator lingkungan belajar. dan keempat, siswa membuat sendiri pengetahuan yang memuat pemahaman dalam bentuk tulisan . (Lubis, 2. Kelebihan dan Kekurangan Strategi Pembelajaran Think Talk Write Setiap model pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan. Adapun kelebihan dari strategi pembelajaran Think Talk Write adalah: Mengembangkan pemecahan yang bermakna dalam memahami materi ajar. Dengan memberikan soal open ended dapat mengembangkan kemampuan berfikir kritis dan kreatif siswa. Dengan berinteraksi dan berdiskusi dengan kelompok akan melibatkan siswa secara aktif dalam belajar. Membiasakan siswa berfikir dan berkomunikasi dengan teman, guru bahkan dengan diri mereka sendiri (Haris, 2. Adapun kekurangan strategi pembelajaran Think Talk Write adalah: Siswa dimungkinkan akan lebh sibuk. Ketika siswa bekerja dalam kelompok itu, mudah kehilangan kemampuan dan kepercayaan karena didomonasi oleh siswa yang mampu. Guru harus benar-benar menyiapkan semua media dengan matang agar dalam menerapkan strategi Think Talk Write tidak mengalami kesulitan (Haris, 2. HASIL PENELITIAN Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilakukan pada hari rabu tanggal 10 November dan tanggal 17 November 2021 pada jam ke 5 dan ke 6 di kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Langkat sebanyak dua siklus. Siklus I pada tanggal 10 November 2021 dengan satu kali pertemuan di kelas dan siklus II pada tanggal 17 November 2021 dengan satu kali pertemuan di kelas serta tanggal 24 November 2021 sebagai evaluasi akhir. Hasil pre-test Untuk melaksanakan pembelajaran, guru . perlu mengukur kemampuan siswa sebelum tindakan pembelajaran pada siklus I dilakukan. Adapun hasil pre test yang telah dilakukan 32 siswa dengan soal sebanyak 10, maka terlihat bahwa nilai rata-rata siswa sebesar 72 dengan ketuntasan hanya diraih 13 orang saja. hasil pertes siswa diperoleh kesimpulan bahwa siswa masih tergolong kepada kurang mampu dalam menyelesaikan soal-soal yang diajukan. Kesulitan-kesulitan siswa tersebut dapat dilihat dari kesalahan yang mereka lakukan ketika menjawab pertanyaan yang diberikan. Hal ini dapat dilihat pada penjelasan dibawah ini. ycAycnycoycaycn ycycaycyca Oe ycycaycyca = ycU ycA || Nufika Yunzira, et. || Implementasi Strategi Pembelajaran Think Talk Write. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 492-502 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety = 72 Persentase ketuntasan dengan nilai rata-rata KKM Ou 80 yang dicapai sebelum penerapan metode think talk write diperoleh dengan rumus sebagai berikut: yce P = ycu x 100% x 100% = 41 % Berdasarkan analisis data di atas maka dapat disimpulkan bahwa dari 32 orang siswa rata-rata nila pretest siswa tergolong rendah. Dengan nilai rata-rata 72. Untuk mengetahui persentase hasil belajar dilihat pada tabel berikut: Tabel 1. Frekuensi Nilai Pretest Siswa Persentase Jumlah Nilai Jumlah Siswa Keterampilan Siswa Tuntas Tuntas Belum tuntas Jumlah Berdasarkan rumusan ketuntasan belajar siswa secara klasikal diperoleh PKK = ycu 100 = 41 %. Dari test hasil belajar tersebut maka dapat diketahui dari 32 orang siswa terdapat 13 orang siswa . %) mendapat nilai tuntas dan sebanyak 19 orang siswa belum mendapat nilai tuntas. Dari perolehan hasil belajar siswa pada pra tindakan ini dapat dilihat bahwa hasil belajar siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Langkat belum mencapai kriteria ketuntasan minimum. Dari ini peneliti ingin meningkatkan hasil belajar siswa dengan mengubah pola pembelajaran yang selama ini diterapkan dengan model pembelajaran think talk write. Metode ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan yang lebih konkrit kepada peserta didik dan menambah pengetahuannya. Hasil Penelitian Siklus I Adapun hasil penelitian siklus I yang telah dilakukan kepada 32 siswa dengan soal sebanyak 20, maka terlihat nilai rata-rata siswa sebesar 78 dengan ketuntasan hanya diraih 20 orang . Hal ini dapat dilihat pada penjelasan dibawah ini. ycuycnycoycaycn ycycaycyca Oe ycycaycyca = ycU = 78 Berdasarkan hasil analisis data di atas, maka dapat disimpulkan bahwa dari 32 orang siswa rata-rata hasil belajar siswa tergolong katagori baik dengan nilai rata-rata 78. Untuk || Nufika Yunzira, et. || Implementasi Strategi Pembelajaran Think Talk Write. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 492-502 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety mengetahui tingkat persentase perubahan hasil belajar siswa dapat dilihat pada tabel berikut Tabel 2. Frekuensi Nilai Hasil Belajar pada Siklus I Nilai Jumlah Siswa Persentase Jumlah Siswa Keterampilan Tuntas Tuntas Belum tuntas Jumlah Persentase ketuntasan dengan nilai KKM Ou 80 yang dicapai sebelum penerapan pembelajaran think talk write dapat dperoleh dengan rumus sebagai berikut: yce P = ycA x 100% x 100% = 63 % Pada siklus I, rata-rata persentase ketuntasan pembelajaran siswa mengalami ketuntasan sebesar 22 % dari nilai awal sebelum adanya tindakan. Nilai rata-rata siswa sebelum tindakan yaitu 72 . Meningkat menjadi 78 . , sehingga dapat disimpulkan sementara bahwa siklus I belum mencapai ketuntasan dengan nilai KKM Ou 80 dan 85 % persentase ketuntasan, namun diperoleh: Adanya peningatan hasil belajar siswa dibandingkan dengan hasil belajar sebelum digunakan pembelajaran think talk write yang ditandai dengan hasil ketuntasan belajar pada siklus I sebanyak 20 siswa yang telah tuntas belajar dengan mencapai nilai KKM Ou 80 dan yang tidak tuntas sebesar 12 . %). Persentase ketuntasan mengalami peningkatan dari 41% dengan nilai rata-rata 72 maka sesudah penerapan metode pembelajaran think talk write meningkat menjadi 63 % . yang mengalami ketuntasan dan masih banyak yang belum mencapai persentase ketuntasan 85%. Aktivitas siswa ketika proses pembelajaran pada siklus I belum sepenuhnya aktif menerima pembelajaran dengan metode pembelajaran think talk write. Siswa belum atusias dalam membahas soal dan tugas praktek yang diberikan guru. Penggunan metode pembelajaran think talk write belum berhasil meningkatkan hasil belajar siswa dan keaktifan siswa, sehingga harus dilanjutkan dengan sikluas II. Agar diharapkan dapat meningkat sesuai nilai KKM Ou 80 persentase ketuntasan 85 %. Pengontrolan siswa, dalam hal ini guru harus lebih mengontrol siswa ketika siswa dalam proses belajar, semua kelompok yang ada harus diperhatikan oleh guru sehingga semua kelompok dapat menyelesaikan tugasnya sesuai pemberian waktu dan kesempatan tidak disia-siakan untuk diskusi dengan teman kelompok atau dengan kelompok lain. Dalam hal ini guru . dibantu oleh guru bidang studi dalam mengobservasi siswa ketika pembelajaran berlangsung. Dengan pengontrolan guru yang efektif terhadap semua kelompok diharapkan kiranya siswa menjadi aktif untuk || Nufika Yunzira, et. || Implementasi Strategi Pembelajaran Think Talk Write. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 492-502 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety mengikuti pembelajaran yang sedang dilaksanakan. Adapun tujuannya agar tercapai peningkatan hasil belajar sesuai yang diharapkan bersama. Pembahasan Hasil Siklus II Adapun hasil dari pelaksanaan tindakan pada siklus II yang telah dilakukan kepada 32 orang siswa dengan soal sebanyak 20, maka terlihat bahwa nilai rata-rata siswa sebesar 89 dengan ketuntasan diraih 32 siswa. Hal ini dapat dilihat berikut ini: ycuycnycoycaycn ycycaycyca Oe ycycaycyca = ycA = 89 Nilai Tabel 3. Deskripsi Nilai Hasil Belajar pada siklus II Persentase Jumlah Jumlah Siswa Keterampilan Siswa Tuntas Belum Tuntas Jumlah Persentase ketuntasan dengan nilai KKM Ou 80 yang dicapai dengan penerapan pembelajaran think talk write pada siklus II dengan rumus sebagai berikut: ycU P = ycA x 100% x 100% = 97 % Pada siklus II, rata-rata persentase ketuntasan pembelajaran siswa mengalami peningkatan sebesar 34 % dari nilai siklus I yaitu 78 . atau 63% meningkat menjadi 97% . dengan nilai rata-rata 89 sehingga dapat disimpulkan bahwa siklus II sudah mecapai ketuntasan dengan nilai KKM Ou 80 dan 85 % persentase ketuntasan. Selisih peningkatan persentase ketuntasan pada saat pree test menuju siklus I terlihat meningkat 22 % dan dari siklus I menuju siklus II meningkat 34%. Adapun hasilnya sebagai berikut: Sebelum praktek, guru . memberikan penjelasan singkat tentang materi mengenai adab shalat dan berdzikir dan siswa sangat bersemangat dalam mendengarkan penjelasan. Hal ini terlihat dari banyaknya siswa yang mengajukan pertanyaan seputar materi tersebut. Siswa sangat aktif karena mereka sudah menyenangi pembelajaran yang diberikan dengan model pembelajaran think talk write. Hal ini terlihat dari antusiasnya mereka membentuk kelompok dan mengerjakan soal-soal yang diberikan. Saat praktek kelompok dilakukan, mereka antusias bertanya dan menjawab pertanyaan. Hal ini dilihat dari banyaknya siswa yang tunjuk tangan untuk bertanya dan menjawab. || Nufika Yunzira, et. || Implementasi Strategi Pembelajaran Think Talk Write. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 492-502 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Sebelum dilakukan evaluasi di akhir pembelajaran, guru . memberukan penguatan sekitar materi, harapannya siswa lebih memahami tentang materi yang berkaitan dengan adab shalat dan berdzikir. Pada siklus II. Peneliti lebih mudah memberikan pembelajaran kepada siswa disamping adanya pemantapan, mereka juga tertarik dengan media gambar yang ditayangkan melalui media audio visual yang ditayangkan melalui alat infokus. Berdasarkan teori pembelajaran yang telah dikemukan sebelumnya, terbuktilah bahwa model pembelajaran think talk write mampu menjadikan siswa aktif dan siswa mampu menghubungkan materi yang diberikan dengan kondisi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Metode ini juga mendukung siswa dalam proses pembelajaran di kelas sehingga hasil belajar yang diraih siswa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dengan dua siklus ini telah diketahui bahwa nilai siswa dalam belajar aqidah akhlak mengalami peningkatan yang cukup baik dan telah memenuhi kriteria ketuntasan minimal serta secara klasikal telah meningkat di atas 85%. Temuan hasil penelitian berikut ini adalah berdasarkan hasil-hasil yang di peroleh dalam analisis data dan analisis intervensi tindakan terhadap model think talk write dan juga kemampuan belajar aqidah akhlak siswa dan aktivitas siswa selama dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model think talk write. Adapun faktor-faktor yang di temukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Faktor Internal Pembelajaran Dari hasil penelitian yang telah dijelaskan sebelumnya menunjukkan bahwa dengan model think talk write secara signifikan lebih baik dalam meningkatkan kemampuan dan pemahaman belajar siswa. Begitu pula dengan proses keterkaitan tema dalam belajar siswa yang diajar dengan model think talk write lebih baik dibandingkan dengan proses penyelesaian masalah siswa yang di ajar dengan model pembelajaran Faktor Eksternal Pembelajaran Begitu banyak faktor dari luar pembelajaran yang menjadi suatu bagian temuan dalam penelitian. Tetapi dapat diberikan suatu kesimpulan secara umum bahwa yang menjadi faktor eksternal dalam pembelajaran adalah segala sesuatu yang berada pada luar diri siswa selama dalam proses pembelajaran. Faktor tersebut adalah suatu hal yang tidak dapat diteliti secara lebih rinci dikarenakan keterbatasan penelitian, tetapi dapatlah diberikan suatu deskripsi bahwa yang menjadi suatu faktor eksternal dalam pembelajaran adalah, ekonomi, psikologis, sumber daya manusia, spiritual dan juga fisik siswa. SIMPULAN Dari penjelasan dan proses penelitian yang peneliti lakukan, maka dapat peneliti simpulkan bahwa: Pertama, model pembelajaran think talk write pada siswa MTs Negeri 2 Langkat adalah sangat baik diterapkan karena mampu neningkatkan hasil belajar siswa yang dapat dilihat pada pelaksanaan siklus kedua. Pemahaman belajar siswa lebih baik dengan diterapkannya model pembelajaran think talk write dari model pembelajaran biasa atau konvensional yang selama ini diterapkan. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran think talk write efektif digunakan. || Nufika Yunzira, et. || Implementasi Strategi Pembelajaran Think Talk Write. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 492-502 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Kedua. Upaya peningkatan kreativitas siswa pada pembelajaran akidah akhlak materi tentang adab shalat dan berdzikir di kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Langkat berhasil dilakukan dengan penerapan pembelajaran think talk write sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Upaya yang dilakukan dengan melibatkan siswa secara aktif pada setiap kegiatan pembelajaran dan menggali potensi yang dimiliki siswa sehingga muncul kreativitas yang dimiliki siswa. Ketiga. Peningkatan kreativitas siswa dengan penerapan model pembelajaran think talk write diketahui melalui lembar aktivitas siswa yang telah dibuat dan menunjukkan adanya peningkatan yang baik melalui penerapan model pembelajaran think talk write. Dengan adanya peningkatan kreativitas siswa dalam belajar juga mempengaruhi hasil belajar siswa yang juga mengalami peningkatan. Dalam belajar siswa terlihat lebih aktif dan bersemangat dalam mengikuti materi pelajaran yang diberikan. DAFTAR PUSTAKA