JOURNAL AGREGATE VOL. NO. MARET 2024 Tinjauan Fondasi Tiang Pancang Pada Bangunan RTMC Polda Maluku Apriyanti Salham Lestaluhu. Pieter Lourens Frans. Henriette Dorothy Titaley . 1,2,. Jurusan Teknik Sipil. Politeknik Negeri Ambon yantilestaluhu230@gmail. com, . pflourens@gmail. com, . titaleyhd@gmail. ABSTRACT The foundation of the RTMC Polda Maluku building has changed in the length of the piles used during implementation that is not in accordance with the plan, raising the question of whether the pile foundation with its carrying capacity is able to accept the load working on it. The purpose of this study is to obtain the results of calculating the carrying capacity and lowering of pile foundations in the RTMC building of the Maluku Regional Police using the Meyerhoff method based on Sondir test result data. SPT and laboratory test result data. This study shows that the calculation of the ultimate carrying capacity obtained the ultimate carrying capacity value of single piles from sondir data of 305. 6 tons, and SPT data of 595. 2 tons and laboratory data of 150. 88 tons. This shows that the largest carrying capacity results are based on SPT data, then followed by sondir data and the smallest is the carrying capacity based on laboratory data results. The calculation of the decline in the pile foundation with the number of 2 piles shows a single decrease of 0. 0062 m and a decrease in the pile group of 0. 015 m and the result of the decline in the pile foundation with a total of 3 piles shows a single decrease of 0. 0063 m and a decrease in the group of 0. 015 m. This shows that the decrease in the foundation of 2 poles and 3 poles is smaller than the allowable decrease of 0. 15 m so that the decrease is declared safe. ABSTRAK Fondasi bangunan RTMC Polda Maluku mengalami perubahan pada panjang tiang pancang yang digunakan saat pelaksanaan yang tidak sesuai dengan perencanaan, menimbulkan pertanyaan apakah fondasi tiang pancang dengan daya dukungnya mampu menerima beban yang bekerja diatasnya. Tujuan penelitian ini yaitu mendapatkan hasil perhitungan daya dukung dan penurunan fondasi tiang pancang pada bangunan RTMC Polda Maluku dengan menggunakan metode Meyerhoff berdasarkan data hasil uji Sondir. SPT dan data hasil uji Laboratorium. Penelitian ini menunjukkan Hasil perhitungan kapasitas daya dukung ultimate diperoleh nilai daya dukung ultimate tiang pancang tunggal dari data sondir sebesar 305,6 ton, dan data SPT sebesar 595,2 ton serta data laboratorium sebesar 150,88 ton. Hal ini menunjukan hasil daya dukung paling besar adalah berdasarkan data SPT, kemudian dikuti data sondir dan yang paling kecil adalah daya dukung berdasarkan hasil data laboratorium. Hasil perhitungan penurunan fondasi tiang pancang dengan jumlah tiang 2 buah tiang menunjukkan hasil penurunan tunggal sebesar 0,0062 m dan penurunan kelompok tiang sebesar 0,015 m serta hasil penurunnan fondasi tiang pancang dengan jumlah 3 buah tiang menunjukkan hasil penurunan tunggal sebesar 0,0063 m dan penurunan kelompok sebesar 0,015 m. Hal ini menunjukkan bahwa penurunan fondasi 2 tiang maupun 3 tiang lebih kecil dari pada penurunan yang dizinkan yaitu sebesar 0,15 m sehingga penurunan dinyatakan aman. Kata Kunci: Tiang Pancang. Daya Dukung. Penurunan PENDAHULUAN Fondasi merupakan struktur bawah . ower structur. yang memiliki peran sangat vital pada suatu bangunan yaitu sebagai penahan bangunan dan meneruskan beban bangunan di atasnya ke lapisan tanah yang memikul daya dukungnya (Rudy Gunawan:1. Fondasi tiang pancang merupakan salah satu jenis fondasi dalam yang digunakan untuk menyalurkan beban struktur bagian atas ke lapisan tanah keras yang memiliki kapasitas daya dukung tinggi yang letaknya e-ISSN: 2964-5158 cukup didalam tanah. Perencanaan fondasi terlebih dahulu harus dihitung dan ditentukan daya dukung tiang Daya dukung tiang adalah kemampuan tiang dalam memikul beban yang disalurkan oleh struktur diatasnya dengan sejajar sumbu tiang. Dalam perhitungan daya dukung tiang terdapat beberapa metode yang dikemukakan oleh beberapa Ahli, salah satu diantaranya adalah Metode Mayerhof yaitu dengan menghitung kapasitas daya dukung ultimate (Q. atau beban maksimum yang dapat dipikul fondasi tanpa Halaman 65 JOURNAL AGREGATE mengalami keruntuhan. Gedung Regional Traffic Management Centre (RTMC) Polda Maluku yang dibangun di kawasanan Markas Polda Maluku. Jl. Sultan Hasanudin. Pandan Kasturi. Kec. Sirimau. Kota Ambon. Maluku. RTMC Polda Maluku didesain dengan ketinggian 15,35 m di atas muka tanah. Pembangunan Gedung ini bertujuan untuk memperluas lingkup pelayanan informasi kepada Keamanan. Keselamatan. Ketertiban dan Kelancaran Lalulintas. Oleh karena itu tentunya akses masuk ke gedung terbuka bagi seluruh masyarakat dikota Ambon, meninjau dari hal tersebut terjaminnya kemanaan struktur fondasi yang baik untuk menahan beban bangunan tersebut menjadi sangat penting. Adanya perubahan pada panjang tiang pancang yang digunakan saat pelaksanaan yang tidak sesuai dengan perencanaan, menimbulkan pertanyaan apakah fondasi tiang pancang pada bangunan RTMC Polda Maluku memenuhi kapasitas daya dukung fondasi terhadap beban bangunan tersebut. Maka dengan ini peneliti merasa perlu di lakukannya tinjauan terkait fondasi tiang pancang pada bangunan RTMC Polda Maluku. Penelitian ini dilakukan dengan data penyelidikan tanah berupa data hasil Sondir. Standar Penetrasi Test (SPT) serta data Laboratorium yang akan dianalisis Meyerhof membandingkan hasilnya. TINJAUAN PUSTAKA 1 Pengertian dan Fungsi Fondasi Fondasi merupakan bagian bangunan yang menghubungkan bangunan dengan tanah, yang menjamin kestabilan bangunan terhadap berat sendiri, beban berguna, dan gaya-gaya luar terhadap gedung seperti tekanan angin, gempa bumi, dan lain-lain. Fondasi berfungsi: Sebagai kaki bangunan atau alas bangunan. Sebagai penahan bangunana dan meneruskan beban dari atas ke dasar tanah yang cukup kuat. Sebagai penjaga agar kedudukan bangunan stabil/tetap (Setiawan, 2. Secara umum, fondasi tiang adalah elemen struktur yang berfungsi meneruskan beban kepada tanah, baik beban dalam arah vertikal maupun Namun demikian fungsi fondasi tiang lebih dari itu dan penerapannya untuk masalah-masalah lain cukup banyak, diantaranya: Untuk menahan gaya angkat . p-lift forc. pada fondasi atau dok di bawah muka air. Untuk memadatkan tanah pasiran dengan cara Tiang ini kemudian ditarik lagi. Untuk mengurangi penurunan. Untuk memperkaku tanah di bawah fondasi mesin, mengurangi amplitude getraran dan frekuensi alamiah dari system. e-ISSN: 2964-5158 VOL. NO. MARET 2024 Untuk memberikan tambahan faktor keamanaan, dikhawatirkan mengalami erosi. Untuk menahan longsoran atau sebagai soldier piles (Rahardjo, 2. 2 Kapasitas Dukung Fondasi Tiang 1 Kapasitas Dukung Tiang Tunggal Berdasarkan Data Sondir. Daya dukung ujung tiang Qb = qc x Ap Daya dukung selimut tiang Qs = JHL x Kt Kapasitas dukung ultimute tiang Qu = Qb Qs Dengan : Qu = Kapasitas dukung ultimate tiang . Qb = Kapasitas dukung ujung tiang . Qs = Kapasitas dukung selimut tiang . Qa = Kapasitas dukung ijin tiang . , qc = Tahanan ujung Sondir . g/cm. JHL = Jumlah hambatan lekat . g/c. Kt = Keliling tiang . Ap = Luas penampang tiang . Berdasarkan Data SPT Kapasitas dukung ujung tanah pada tanah nonkohesif. Qb = 40 y N Oe SPT y Ap AA . Tahanan geser selimut tiang pada tanah nonkohesif Qs = 0,2 y N Oe SPT y Kt y Li AA . Kapasitas dukung ujung tiang pada tanah kohesif cu Qb = 9 y cu y Ap AA . Tahanan geser selimut tiang pada tanah kohesif Qs = y cu y Kt y Li AA . Untuk nilai Cu berdasarkan data N-SPT dapat diketahui dengan persamaan: Cu = NSPT y 3 y 10 AA . Kapasitas dukung ultimate tiang Qu = Qb Qs Dengan: Qb = Daya dukung ujung tiang . Qs = Daya dukung selimut tiang . Qu = Daya dukung ultimate . Cu = kohesi tanah . on/m. Halaman 66 JOURNAL AGREGATE VOL. NO. MARET 2024 Ap = Luas penampang tiang . , = Koefisien adhesi = 0,55 . esse & wreigh. Kt = Keliling tiang . Li = Panjang lapisan tanah . 40 = Koefisien perlawanan ujung tiang yang dianjurkan Meyerhof. Berdasarkan Data Laboratorium Perhitungan daya dukung ujung tiang : Untuk tanah Kohesif : = Ap y cu y Nc Untuk non-kohesif = Ap y qA (Nq O Oe. AA . Dengan : Qb = Kapasitas daya dukung ujung tiang . Ap = Luas penampang tiang pancang ,. Cu = Undrained cohesion, . on/m. qAo = Tegangan efektif vertikal , . on/m. Nc*,Nq* = Faktor daya dukung tanah, untuk fondasi Perhitungan Daya dukung selimut tiang : Qs = f i y Li y p AA . Dengan : = Tahanan satuan skin friction, . on/m. = Panjang lapisan tanah, . = Keliling tiang, . = Daya dukung selimut tiang, . Pada tanah O kohesif : Fi = i y Cu AA . Dengan : i* = Faktor adhesi = 0,55. = Undrained cohesion, . on/m. Pada tanah non-kohesif : Fi = K0 y EvAo y tan AA . Dengan : K0 = Koefisien tekanan tanah = 1 Ae sin I = 0,8 . EvAo = Tegangan vertikal efektif tanah, . on/m . Untuk Tegangan vertikal efektif tanah (EvA. didapatkan dengan persamaan : EvAo = y LAo AA . LAo = 15 y D e-ISSN: 2964-5158 AA . Dengan : D = Diameter. Faktor Aman Tiang Pancang Qa = F AA . Dengan : Qa = Kapasitas dukung ijin tiang Qu = Kapasitas Ultimate = Faktor aman Kisaran faktor aman dan analisis statis yang umumnya sering digunakan adalah sekitar 2 Ae 4 dan kebanyakan digunakan 3 (Hardiyatmo, 2. 2 Kapasitas Dukung Fondasi Tiang Kelompok Kapasitas dukung fondasi tiang kelompok dan efesiensi tiang fondasi. Qg = Eg y n y Qa AA . Dengan : Qg = Beban maksimum kelompok tiang yang mengakibatkan keruntuhan. Eg = Efisiensi kelompok tiang. N = Jumlah tiang dalam kelompok. Qa = Beban maksimum tiang tunggal. Berikut adalah metode menurut Converse Labarre Formula (Hardiyatmo, 2. Ae . m ( m Oe. n Eg = 1 Oe ( AA . 90ymyn Dengan : Eg = Efesiensi kelompok tiang. m = Jumlah baris tiang. = Jumlah tiang dalam satu baris. = tanO A . alam deraja. = Jarak pusat ke pusat tiang. = Diameter tiang. Jika daya dukung kelompok lebih besar dari beban aksial yang diterima. Maka fondasi dinyatakan 3 Analisis Distribusi Beban ke Tiap Tiang Pancang Reaksi total atau beban aksial pada masing-masing tiang adalah jumlah reaksi akibat beban vertikal dan momen arah x yaitu : MyyXi Pi = n A x2 AA . Namun jika momen yang bekerja dua arah yaitu arah sumbu x dan y maka persamaan untuk menghitung tekanan aksial pada masing-masing tiang adalah sebagai berikut : MyyXi MxyYi Pi = n A x2 A y2 AA . Halaman 67 JOURNAL AGREGATE VOL. NO. MARET 2024 Dengan keterangan : p = Berat total . erat aksial berat pile cap berat tian. = Jumlah tiang dalam kelompok My = Momen arah y terhadap sumbu x Mx = Momen arah x terhadap sumbu y Xi = Jarak searah sumbu x dari pusat berat kelompok tiang ke tiang Yi = Jarak searah sumbu y dari pusat berat kelompok tiang ke tiang x 2 = Jumlah kwadrat dari jarak tiap-tiap tiang ke pusat kelompok tiang arah x y 2 = Jumlah kwadrat dari jarak tiap-tiap tiang ke pusat kelompok tiang arah y Dan untuk menganalisis kekuatan tiang pacang didapatkan dengan persamaan berikut ini : E = A < Eijin AA . Dengan : = Kekuatan tiang pancang = beban maksimum yang diterima oleh satu = luas penampang tiang . E ijin = mutu beton dalam satuan Kg/cm2. 4 Penurunan Tiang 1 Penurunan Tiang Tunggal Perhitungan penurunan fondasi tiang tunggal berdasarkan metode empiris dapat dilihat pada persamaan berikut : QyL AA . = kapasitas tanhanan ujung tiang. 3 Penurunan Yang diijinkan Dimana syarat perbandingan penurunan yang aman yaitu : Stotal O Sijin. Sijin < 15 cm 600 AA . Dengan : b = diameter tiang . METODOLOGI 1 Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan pada gedung Regional Traffic Management Centre (RTMC) Polda Maluku. Kota Ambon yang terletak pada Jl. Sultan Hasanudin. Pandan Kasturi. 2 Jenis Data Jenis data yang digunakan adalah data sekkunder meliputi data hasil uji sondir dan Standard Penetration test (SPT), data hasil uji laboratorium hasil pemeriksaan tanah, gambar struktur fondasi gedung Regional Traffic Management Centre (RTMC) Polda Maluku dan data pembebanan struktur. Diagram Alir Penelitian Diagram alir penelitian dapat dilihat pada gambar 1. ApyEp Dengan : = Penurunan total di kepala tiang = diameter tiang = beban yang bekerja Ap = luas penampang tiang = panjang tiang Ep = modulus elastis tiang 2 Penurunan Kelompok Tiang Rumus penurunan kelompok tiang adalah : qyBgyI Sg = 2yqc AA . Nilai q didaptkan dari persamaan : q = LgyBg AA . Dan untuk Faktor pengaruh didapatkan dengan I = Faktor pengaruh = 1 Oe . Ou 0,5 AA . Dengan : Lg dan Bg = Lebar poor tiang kelompok e-ISSN: 2964-5158 Gambar 1. Diagram alir penelitian Sumber: Penulis, 2023 Halaman 68 JOURNAL AGREGATE HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Menghitung Kapasitas Daya Dukung Tiang Pancang. 1 Menghitung kapasitas daya dukung tiang pancang tunggal Menghitung kapasitas daya dukung tiang pancang tunggal berdasarkan data CPT. VOL. NO. MARET 2024 Kapasitas daya dukung ujung (Q. = Ap y EAo(Nq O Oe. = 99,97 ton Kapasitas daya dukung selimut tiang dapat dihitung dengan persamaan 14 sebagai berikut : Qs = F i y Li y p Qs = 50,91 ton Kapasitas Dukung Ujung tiang Qb = qc x Ap Qb = 232. 000 kg Maka daya dukung ultimate tiang pancang tunggal : Qu = Qb Qs Qu = 150,88 ton Kapasitas dukung selimut tiang Qs = JHL y Kt Qs = 73. 600 kg Kapasitas daya dukung ijin tiang : Qa = Qa = 50, 293 ycycuycu Kapasitas Dukung Ultimate tiang Qu = Qb Qs Qu = 305. 600 kg = 305,6 ton Kapasitas dukung ijin tiang tunggal ycEyc Qa = Qa = 101,87 ton Menghitung kapasitas daya dukung tiang pancang tunggal berdasarkan data SPT Nilai Nspt Jenis tanah = 60 = Non kohesif 2 Menganalisis Jarak Tiang Secara praktis jarak antar tiang dalam grup minimal adalah 2,5D . iameter tian. Biasanya jarak antara 2 tiang dalam kelompok diisyaratkan minimum 0,60 m dan maximum 2,00 m. Jika jarak miminal antar tiang = 2,5 y 0,4 m = 1,00 m 3 Menghitung Kapasitas Daya Dukung Tiang Pancang Kelompok Menghitung Efisiensi dan Kapasitas Dukung Kelompok Tiang Fondasi tipe 2 tiang Maka kapasitas daya dukung ujung tiang (Q. sebagai berikut : Qb = 40 y N Oe SPT y Ap Qb = 384 ton Dengan menggunakan persamaan 5 didapatkan kapasitas dukung selimut tiang (Q. sebagai berikut: Qs = 0,2 y N Oe SPT y Kt y Li Qs = 211,2 ton Maka kapasitas daya dukung ultimate tiang pancang Qu = Qp Qs Qu = 595,2 ton Kapasitas daya dukung ijin tiang (Q. sebagai Qa = Qa = 198,4 ton Menghitung kapasitas daya dukung tiang pancang tunggal berdasarkan data Laboratorium. Gambar 2. Denah Pile Cap Dengan 2 Tiang (Tipe . Sumber : Penulis, 2023 Berdasarkan Qa hasil data sondir Qg = Eg y n y Qa Qg = 184,79 yayaya Berdasarkan Qa hasil data SPT Qg = Eg y n y Qa Qg = 359,898 ton Berdasarkan Qa hasil data Laboratorium e-ISSN: 2964-5158 Halaman 69 JOURNAL AGREGATE Qg = Eg y n y Qa Qg = 91,23 ton VOL. NO. MARET 2024 P2 = 47,53 ycycuycu/yco Menghitung Efisiensi dan Kapasitas Daya Dukung Kelompok Tiang Fondasi tipe 3 tiang Maka beban maksimum yang dapat diterima oleh satu tiang adalah nilai P yang paling besar yaitu nilai P1 = 49,34 ton/m Perhitungan beban yang diterima oleh setiap tiang (P) pada kelompok tiang pancang tipe PC 3 dengan diameter 0,4 m dan jumlah tiang 3 buah adalah sebagai berikut: Beban yang diterima oleh setiap tiang adalah : p My y Xi Mx y Yi P1 = x 2 y 2 P1 = 38,57 ton/m P2 = 31,39 ton /m Maka beban maksimum yang dapat diterima oleh satu tiang adalah nilai P yang paling besar yaitu nilai P1 = 38,57 ton/m. Gambar 3. Denah Pile Cap Dengan 3 Tiang (Tipe . Sumber : Penulis, 2023 Kapasitas Berdasarkan Qa hasil data sondir Qg = Eg y n y Qa Qg = 1 y 3 y 101,867 ton Qg = 305,601 ton Berdasarkan Qa hasil data SPT Qg = 595,2 ton Berdasarkan Qa hasil data Laboratorium Qg = 150,88 ton 4 Analisis Distribusi Beban dan kekuatan Tiang Pancang. Setelah dilakukan analisis beban sebelumnya diambil gaya yang paling besar pada kolom dasar yang digunakan sebagai beban untuk analisis beban pada tiang pancang. Hasil output dari program SAP2000 dan diperoleh gaya Ae gaya dalam akibat kombinasi beban pada frame yaitu : Beban aksial (P) Momen arah x (M. Momen arah y (M. = 81,87 Ton = 1,533 Ton. = 1,240 Ton. Perhitungan beban yang diterima oleh setiap tiang (P) pada kelompok tiang pancang tipe 2 tiang dengan diameter 0,4 m dan jumlah tiang 2 buah Maka beban yang diterima oleh setiap tiang adalah : p My y Xi P1 = x 2 P1 = 49,34 ycycuycu/yco e-ISSN: 2964-5158 5 Analisis Penurunan Tiang Tunggal dan Kelompok Menghitung penurunan tiang tunggal Penurunan tiang tunggal untuk kelompok tiang 2 buah (S) adalah: yc = 0,0062 m Dan penurunan tiang tunggal untuk kelompok tiang 3 buah (S) adalah: yc = 0,0063 m. Menghitung penurunan grup Maka untuk fondasi dengan 2 tiang atau tipe PC 2 Diketahui : = 0,0062 m Bg = 2,4 m Maka penurunan grup : yaAyci ycIyci = S Oo ya ycIyci = 0,0062 m Oo 2,4 yco 0,4 yco ycyeO = ya, yayaye yea Untuk fondasi tipe PC 3 Diketahui : = 0,0063 m Bg = 2,4 m Maka penurunan grup : yaAyci ycIyci = S Oo ya 2,4 yco ycIyci = 0,0063 m Oo0,4 yco ycyeO = ya, yayayeyi ya Halaman 70 JOURNAL AGREGATE VOL. NO. MARET 2024 Kontrol terhadap penurunan yang dizinkan Berdasarkan SNI 8460:2017 yaitu penurunan izin < 15 cm b/600 . adalah diamenter tiang dalam satuan c. , oleh karena itu syarat penurunan yang aman adalah : Stotal O Sijin. gambar 5 dengan hasil dari data sondir sebesar 184,786 ton, data SPT sebesar 359,898 ton, dan data laboratorium sebesar 91,2304 ton. Grafik Perbandingan Daya Dukung Izin Tiang Tunggal dengan Kapasitas Daya Dukung Kelompok Tiang Sijin < 15 cm 600 40 cm Sijin < 15 cm 600 Sijin < 15,06 cm Sijin < 0,15 m 2 Perbandingan Kapasitas Dukung Tiang Tunggal Berdasarkan Data Sondir. SPT dan Hasil Uji Laboratorium Berdasarkan hasil analisis diatas data Sondir memiliki daya dukung ultimit (Q. tiang tunggal sebesar 305,6 ton dan daya dukung izinnya sebesar 101,867 ton, sedangkan data SPT memeliki daya dukung ultimute tiang tunggal sebesar 595,2 ton dan daya dukung izinya sebesar 198,4 ton, serta data laboratorium memiliki daya dukung ultimute tiang tunggal sebesar 150,88 ton dan daya dukung izinnya sebesar 50,2924 ton seperti diperlihatkan pada gambar 4. SONDIR SPT LAB Gambar 5. Grafik Perbandingan Daya Dukung Izin Tiang Tunggal Dengan Kapasitas Daya Dukung Kelompok Tiang Tipe 1 (Sumber: Penulis, 2. Dengan begitu dinyatakan bahwa dayang dukung kelompok tiang terbesar adalah data SPT yaitu 359,898 ton dan yang terkecil adalah data laboratorium yaitu 91,2304 ton. Kelompok Tiang Tipe 2 Hasil analisis kapasitas dukung kelompok (Q. tiang pancang dengan formasi tiang tipe 2 diperoleh hasil dari data Sondir sebesar 305,6 ton, data SPT sebesar 595,2 ton, dan data Laboratorium sebesar 105,877 ton seperti yang terlihat pada gambar 6. Grafik Perbandingan Daya Dukung Izin Tiang Tunggal dengan Kapasitas Daya Dukung Kelompok Tiang SONDIR SPT LAB Gambar 4. Grafik Perbandingan Kapasitas Dukung Tiang Tunggal Dan Kapasitas Daya Dukung Izin Tiang Tunggal (Sumber: Penulis, 2. Maka berdasarkan hasil tersebut menunjukan bahwa nilai daya dukung serta daya dukung izin tiang tunggal yang terbesar adalah berdasarkan data SPT dan yang terkecil adalah berdasarkan data Laboratorium. 3 Perbandingan Kapasitas Dukung Tiang Kelompok Berdasarkan Data Sondir. SPT dan Hasil Uji Laboratorium 1 Kelompok Tiang Tipe 1 Hasil analisis kapasitas dukung kelompok (Q. pancang dengan formasi tiang tipe 1 dapat dilihat pada e-ISSN: 2964-5158 DAYA DUKUNG DAYA DUKUNG ULTIMATE DAN DAYA DUKUNG IZIN TIANG TUNGGAL Grafik Daya Dukung Ultimate dan daya dukung Izin Tiang Tunggal DAYA DUKUNG SONDIR SPT LAB Gambar 6. Grafik Perbandingan Daya Dukung Izin Tiang Tunggal Dengan Kapasitas Daya Dukung Kelompok Tiang Tipe 2 (Sumber: Penulis, 2. Dengan begitu dinyatakan bahwa dayang dukung kelompok tiang terbesar adalah data SPT yaitu 595,2 ton dan yang terkecil adalah data Laboratorium yaitu 150,877 ton. Halaman 71 JOURNAL AGREGATE VOL. NO. MARET 2024 4 Analisiss Penurunan Pondasi Tiang Pancang Rekapitulasi analisis penurunan tiang pancang tunggal dan kelompok tiang dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Rekapitulasi Analisis Penurunan Tiang Pancang Tunggal dan Kelompok Jumlah Tiang . 0,0062 0,0063 Sumber: Penulis, 2023 . 0,015 0,016 Sijin . 0,15 0,15 Ket. Aman Aman Berdasarkan tabel 1 diatas hasil analisis penurunan mendapatkan hasil fondasi dengan jumlah 2 buah tiang mendapatkan hasil penurunan yang lebih kecil dibanding dengan yang 3 buah tiang dengan hasil selisih yang cukup kecil, maka dapat dilihat bahwa semakin banyak tiang dalam 1 kelompok tiang maka kemungkinan penurunannya juga akan semakin besar. Berdasarkan perhitungan penurunan diatas juga menunjukkan bahwa penurunan memenuhi syarat yaitu lebih kecil dari pada penurunan yang diizinkan sebesar 0,15 m, sehingga pondasi aman digunakan. PENUTUP Kesimpulan Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil beberapa kesimpulan antara lain sebagai berikut: Hasil perhitungan kapasitas daya dukung ultimate diperoleh nilai daya dukung ultimate tiang pancang tunggal dari data sondir sebesar 305,6 ton, dan data SPT sebesar 595,2 serta data laboratorium sebesar 150,88 ton. Menunjukan hasil daya dukung paling besar adalah hasil daya dukung berdasarkan data SPT, dan yang paling kecil adalah hasil daya dukung berdasarkan hasil data laboratorium. Hasil perhitungan penurunan fondasi tiang pancang dengan jumlah tiang 2 buah tiang menunjukkan hasil penurunan tunggal sebesar 0,0062 m dan penurunan kelompok tiang sebesar 0,015 m serta hasil penurunnan fondasi tiang pancang dengan jumlah 3 buah tiang menunjukkan hasil penurunan tunggal sebesar 0,0063 m dan penurunan kelompok sebesar 0,015 m. Hal ini menunjukkan bahwa penurunan fondasi 2 tiang maupun 3 tiang lebih kecil dari pada penurunan yang dizinkan yaitu sebesar 0,15 m sehingga penurunan dinyatakan Dari hasil perhitungan daya dukung dan penurunan fondasi tiang serta analisis kekuatan tiang pancang dapat dinyatakan bahwa fondasi tiang pancang dengan diameter 0,4 dan panjang tiang 12 m dengan e-ISSN: 2964-5158 jumlah tiang 2 ataupun 3 tiang aman digunakan untuk gedung RTMC Polda Maluku. Saran Untuk menyempurnakan penelitian ini agar kedepannya mendapatkan hasil yang lebih optimal maka peneliti menyarankan untuk : Melakukan analisis kapasitas daya dukung tiang pancang menggunakan metode lainnya seperti Tomlinson. Poulus and David agar mendapatkan validasi kapasitas dukung dengan metode yang Melakukan hasil perbandingan analisis kapasitas dukung dengan menggunakan program geoteknik lainnya seperti. GEO5 atau Soil Vision. Melakukan analisis perbandingan biaya. DAFTAR PUSTAKA