Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. POTENSI PEMULIHAN EKOSISTEM TERUMBU KARANG : DAMPAK POSITIF PANDEMI COVID-19 TERHADAP LINGKUNGAN Potential for Recovery of Coral Reef Ecosystem : Positive Impact of The Covid-19 Pandemic on The Environment Kadek Yuniari Suryatini. I Gusti Ayu Rai Prodi Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Email : yuniarisuryatini@gmail. ABSTRAK. Terumbu karang adalah salah satu ekosistem penting bagi keberlanjutan kawasan pesisir dan lautan serta mempunyai banyak fungsi ekologis. Ekosistem tersebut sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi pemulihan ekosistem terumbu karang sebagai dampak positif pandemi Covid-19 terhadap Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yaitu data bersumber dari berbagai buku referensi dan hasil penelitian sebelumnya yang sejenis kemudian dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui kebijakan pembatasan aktivitas manusia selama masa pandemi Covid-19 dan berkurangnya berbagai kegiatan ekonomi termasuk beberapa sektor industri memberikan potensi pemulihan ekosistem terumbu karang. Fenomena tersebut merupakan dampak positif pandemi Covid-19 terhadap lingkungan. Pemulihan ekosistem terumbu karang akan terjadi bila tekanan akibat aktivitas manusia Kata kunci : terumbu karang, pandemi Covid-19, pemulihan ABSTRACT. Coral reefs are one of the important ecosystem for the sustainability of coastal areas and oceans and have many ecological functions. The ecosystem is very sensitive to environmental changes. The purpose of this study was to determine the potential for recovery of coral reef ecosystem as a positive impact of the Covid-19 pandemic on the environment. This research is a library research, namely data sourced from various reference books and the results of similar previous studies and then analyzed descriptively. Based on the research result, it is known that the policy of limiting human activities during the Covid-19 pandemic and the reduction of various economic activities including several industrial sectors provide the potential for the recovery coral reef ecosystems. The phenomenon is positive impact of the Covid-19 pandemic on the environment. Recovery of coral reef ecosystem will occur when pressure due to human activities is limited. Keywords : coral reefs. Covid-19 pandemic, recovery Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. PENDAHULUAN Kawasan merupakan kawasan khas yang terdapat di ekosistem pantai lain seperti padang lamun wilayah pesisir tropis. Pada dasarnya dan mangrove (Taufina et el. , 2. terumbu karang terbentuk dari endapan- Luas ekosistem terumbu karang di endapan masif kalsium karbonat (CaCo. perairan Indonesia sekitar 85. 707 km2 yang dihasilkan oleh organisme karang yang terdiri dari 50. 223 km2 terumbu pembentuk terumbu . arang hermatifi. penghalang, 19. 540 km2 terumbu cincin dari filum Cnidaria, ordo Scleractia yang . , 14. 542 km2 terumbu tepi, dan 1. hidup bersimbiosis dengan zooxantellae km2 oceanic platform (Tomascik et dan sedikit tambahan dari algae berkapur ,1. Luas terumbu karang Indonesia serta organisme lain yang menyekresikan mewakili 18% dari total luas terumbu karang dunia (Dahuri, 2. namun Keanekaragaman, (Kordi, degradasi yang serius oleh berbagai tergantung pada lingkungannya. Kondisi aktivitas manusia (Rani, 2. Hampir ini pada kenyataannya tidak selalu tetap 85% terumbu karang Indonesia terancam akan tetapi seringkali berubah karena rusak, yang sekitar 50%-nya mendapat adanya gangguan (Zurba, 2. ancaman kerusakan yang tinggi. Aktivitas Terumbu karang merupakan salah pembangunan di wilayah pesisir seperti satu ekosistem di bumi yang paling pertanian, industri, pengerukan pantai, produktif dan kaya hayati (Burke, 2. penangkapan ikan dengan racun dan bahan serta memiliki banyak fungsi ekologis peledak, dan lainnya serta didukung oleh . empat peristiwa-peristiwa alam seperti badai, tingga. , tempat mencari makan . eeding tsunami, gempa bumi, dan kenaikan suhu groun. , tempat asuhan dan pembesaran (El . ursery ekosistem terumbu karang (Kordi, 2. pawning groun. (Mahi, 2. , sebagai Nin. Aktivitas pemikat . organisme laut untuk memberikan gangguan pada ekosistem meningkatkan efisiensi penangkapan, dan terumbu karang antara lain : pengambilan pasir untuk reklamasi, pembangunan makanan (Ilyas, 2. Fungsi ekologis pelabuhan, dan juga pembangunan hotel. Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. Pencemaran akibat aktivitas transportasi Besar Sucitawathi, 2. (PSBB) Penerapan (Pujaningsih PSBB pertambangan juga memberikan tekanan dampak penurunan aktivitas manusia, dan gangguan terhadap ekosistem terumbu salah satunya yang berkaitan dengan Ekosistem pemanfaatan kawasan pesisir dan lautan terumbu karang sangat sensitif terhadap termasuk pada ekosistem terumbu karang. perubahan lingkungan hidup terutama Pembatasan aktivitas manusia tersebut suhu, salinitas, sedimentasi, eutrofikasi, menyebabkan berkurangnya tekanan dan dan memerlukan kualitas perairan alami gangguan terhadap ekosistem terumbu (Barus et al. , 2. Meningkatnya Penulis melihat fenomena tersebut tekanan terhadap sebagai suatu potensi dalam pemulihan (Lasabuda, karang tentunya akan dapat mengancam ekosistem terumbu karang. keberadaan dan kelangsungan terumbu METODE PENELITIAN karang dan biota yang hidup di dalamnya Penelitian ini merupakan penelitian (Yuliani et al. , 2. kepustakaan yaitu data bersumber dari Coronavirus disease-19 (Covid-. berbagai buku referensi yang mendukung adalah penyakit menular yang disebabkan penelitian dan hasil penelitian sebelumnya oleh sindrom pernapasan akut coronavirus SAR-CoV-2. yang sejenis kemudian dianalisis secara SAR-CoV-2 Metode tersebut digunakan merupakan coronavirus jenis baru yang untuk menganalisis fenomena potensi ditemukan di Wuhan. China tahun 2019. pemulihan ekosistem terumbu karang Covid-19 menyebar secara cepat pada sebagai dampak positif pandemi Covid-19 manusia mengakibatkan pandemi global terhadap lingkungan. (Handayani et al. , 2. Keadaan tersebut HASIL DAN PEMBAHASAN EKSPLOITASI EKOSISTEM TERUMBU KARANG OLEH MANUSIA DAN KERUSAKANNYA dengan memberikan kebijakan untuk mengatasi pandemi Covid-19. Indonesia membuat kebijakan untuk melakukan Terumbu karang telah mengalami pembatasan mobilitas masyarakat melalui degradasi yang serius oleh berbagai kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. aktivitas manusia. Kerusakan terumbu dan hiasan dinding. Suryono et al. karang memberikan pengaruh tidak hanya juga melakukan penelitian pada terumbu berupa penurunan keragaman hayati tetapi karang di perairan Pantai Empu Rancak juga berdampak sosial ekonomi bagi Mlonggo Kabupaten Jepara, dapat dilihat masyarakat pesisir (Rani, 2. Terumbu tingginya persentase karang mati baik pada kedalaman 3 m sebesar 95,54% ancaman yang semakin hebat, termasuk maupun pada kedalaman 6 m sebesar penangkapan berlebihan, pembangunan 90,30%, diduga terjadi karena gangguan pesisir, limpasan dari pertanian, dan alam dan tekanan oleh aktivitas manusia. pelayaran (Burke et al. , 2. Perubahan iklim mengakibatkan Manusia adalah faktor utama dalam kenaikan suhu air laut sekitar 0,2-2,50 C setiap kerusakan terumbu karang (Kordi, dan perubahan suhu yang sedikit saja Kerusakan terumbu karang di dapat menyebabkan dampak yang besar Indonesia lebih banyak disebabkan oleh terhadap vitalitas, pertumbuhan dan laju pemanfaatan sumber daya laut (Yusuf, reproduksi organisme laut. Beberapa Semakin bertambahnya kebutuhan dampak kenaikan suhu bumi terhadap masyarakat akan sumber daya yang ada di daerah terumbu karang seperti ikan, udang, teripang, dan biota lain maka aktivitas masyarakat untuk memanfaatkan pemutihan karang (Hataka dan Takahashi, kondisi tersebut menjadi sangat besar. 1987 dalam Hidayani dan Sariah, 2. Dengan Permasalahan pemutihan karang terhadap ekosistem terumbu karang akan akan meningkat tajam jika pemanasan semakin besar pula (Febrizal, 2. global terus berlanjut (Fitt et al. , 2. Berdasarkan hasil penelitian Uar et Pemanasan global (Global Warmin. terhadap kerusakan terumbu adalah proses peningkatan suhu rata-rata Kabupaten Maluku Tenggara planet bumi (Kristanto, 2. Penyebab diperoleh faktor penyebab kerusakan yaitu utama pemanasan ini adalah pembakaran penangkapan ikan memakai bom ikan. bahan bakar fosil, seperti batubara, minyak bubu, pengambilan karang bumi, dan gas alam yang melepas gas untuk bahan bangunan, hiasan aquariun, karbondioksida dan gas-gas lainnya yang Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. dikenal sebagai gas rumah kaca ke atmosfer yang menyebabkan efek rumah reproduksi karang, kematian karang, dan kaca (Triana, 2. Selama 25 tahun kepadatan zooxanthellae (Dunn et al. terakhir, peningkatan suhu semakin tajam yaitu sebesar 0,180C/dekade (Kristanto, lingkungan, dimana morfologi karang Meningkatnya CO2 Bentuk yang terbentuk merupakan adaptasi pada atmosfir sebagai akibat dari penebangan Umumnya hutan dan pembakaran bahan bakar minyak juga menyebabkan perubahan punggung bukit (Kleypas et al. , 1. karang di susunan kimia pada perairan laut. Sekitar 30% CO2 yang terlepas akibat aktivitas POTENSI PEMULIHAN EKOSISTEM TERUMBU KARANG DAN PANDEMI COVID-19 manusia diserap ke dalam permukaan laut, yang bereaksi dengan air membentuk Pembatasan asam karbonat. Pengasaman air laut ini berkurangnya berbagai kegiatan ekonomi, termasuk beberapa sektor industri, telah aragonit yang dibutuhkan karang untuk berkontribusi pada penurunan emisi global. membentuk kerangka kapur. Pengasaman Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih (CREA) merilis bahwa emisi CO2 dunia pertumbuhan karang (Burke et al. , 2. tercatat mengalami penurunan hingga 17% Karang mati sebagai indikator kerusakan akibat karantina Covid-19 yang diterapkan terumbu karang mengacu pada prinsip pertumbuhan binatang karang yang tidak (Suryani. Kondisi tersebut juga memberikan dampak terbatas oleh waktu (Wagiyo et al. , 1. Peningkatan selama masa pandemi Covid-19 dan mempengaruhi ketersediaan dan daya larut positif bagi pemulihan ekosistem terumbu Menurut Wesmacott et al. konsentrasi nutrien . itrat, fosfat, dan silika. dapat menyebabkan terjadinya mempunyai potensi untuk pulih. Moberg pemutihan karang dan kematian secara dan Folke . menyatakan kemampuan spasial di beberapa karang tepi (Kuntz et , 2. Kontaminasi fosfat dapat kemampuan dari suatu koloni individu atau mempengaruhi organisme karang. Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. suatu sistem terumbu karang termasuk Pengelolaan semua penghuninya untuk mempertahankan menghilangkan segala bentuk dampak diri dari dampak lingkungan serta menjaga langsung dari manusia yang menyebabkan kerusakan tambahan adalah amat penting Breinhmamana untuk meningkatkan kondisi pemulihan menyebutkan komunitas terumbu karang karang yang optimal (Wesmacott et al. yang bertahan setelah berlalunya gangguan, selanjutnya pada fase pemulihan akan Karang mereorganisasi komunitas terumbu karang memiliki tingkat kepekaan yang berbeda yang baru. Mengutip Nystrom dan Folke terhadap tekanan lingkungan yang berbeda. dalam Breinhmamana . , secara Fluktuasi alamiah proses ini bergantung pada memori ekologis ekosistem terumbu karang yang bentuk pertumbuhan, dan kemampuan reproduksi karang (Kleypas et al. , 1. organisme serta interaksi dalam ruang dan Faktor-faktor waktu, termasuk pengalaman . ife histor. berpengaruh pada kelimpahan, komposisi, dengan lingkungan. dan keanekaragaman karang (Baker et al. Pemulihan Secara alami, respon terumbu tekanan tambahan akibat tekanan manusia karang terhadap perubahan dan tekanan dibatasi (Wesmacott et al. , 2. Secara lingkungan adalah berusaha untuk bertahan alamiah, ekosistem terumbu karang terus dan menunjukkan gejala pemulihan hingga kembali terbentuknya (Hidayani dan Sariah, 2. Namun, semakin besar komunitas yang Adanya kebijakan pembatasan sosial dan lockdown di beberapa negara juga meningkatnya degradasi terumbu karang, berdampak positif bagi keanekaragaman maka pada titik tertentu kemampuan hayati flora dan fauna (Rudiyanto, 2. tumbuh dan regenerasi terumbu karang Pandemi tidak akan mampu mengimbangi tingkat kesempatan untuk tumbuh lebih baik bagi kerusakan sehingga lambat laun terumbu flora dan memberikan ruang gerak yang karang akan punah (Zurba, 2. lebih luas bagi satwa (Suryani, 2. Covid-19 Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. Demikian pula pada fenomena pemulihan populasi ikan yang sehat, ikan herbivora ekosistem terumbu karang . Dengan adanya akan memakan alga dan menjaga karang pandemi Covid-19 pemulihan ekosistem yang mati sebagai substrat bagi kolonisasi terumbu karang diharapkan dapat terjadi. Menurut Wesmacott et al. , kondisi yang optimal untuk pemulihan ekosistem PENUTUP terumbu karang secara maksimal meliputi : SIMPULAN permukaan dasaran yang padat, bebas Kebijakan alga dimana larva karang dapat menempel manusia selama masa pandemi Covid-19 dan tumbuh . bilamana karang mati selama pemutihan maka batu yang ditinggalkan ekonomi termasuk beberapa sektor industri menjadi substrat yang potensial untuk memberikan potensi pemulihan ekosistem peremajaan, . daerah bebas penangkapan ikan yang berlebihan, sedimentasi, polusi, merupakan dampak positif pandemi Covid- pupuk, limbah tak diolah dan bahan-bahan lain yang dapat mengurangi pertumbuhan ekosistem terumbu karang akan terjadi bila tekanan akibat aktivitas manusia dibatasi. Fenomena Pemulihan peremajaan karang . kualitas air yang baik dan pengurangan dampak fisik SARAN