JURNAL ILMIAH SULTAN AGUNG Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 13 Desember 2025 ISSN: 2963-2730 DETEKSI PLAGIARISME PADA NOVEL BERBAHASA INGGRIS MENGGUNAKAN AUTHORSHIP ATTRIBUTION BERBASIS STYLOMETRY DAN SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) Mey Rini Rz*, 2Badieah Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri. Universitas Islam Sultan Agung *Corresponding Author: meyrini202@gmail. ABSTRAK Plagiarisme pada novel berbahasa Inggris tidak hanya berupa penyalinan langsung, tetapi juga peniruan gaya penulisan . araphrase plagiaris. Penelitian ini mengembangkan sistem deteksi berbasis authorship attribution dengan stylometry. Support Vector Machine (SVM), dan Sentence-BERT (SBERT). Data berupa 15 novel dari lima penulis klasik diproses melalui preprocessing dan chunking menjadi 1000, 5000, dan 10000 kata. Hasil pengujian menunjukkan akurasi SVM sebesar 38% . 0 kat. , 82. 50% . 0 kat. , dan tertinggi 90. 48% . 00 kat. Jane Austen konsisten mudah dikenali dengan f1-score 0. 90, sementara Mary Shelley meningkat signifikan pada teks panjang . Analisis SBERT menghasilkan skor kesamaan semantik 0. 55Ae0. 63, dengan nilai tertinggi juga pada Austen . Integrasi SVM dan SBERT terbukti saling melengkapi serta stylometry efektif mengenali gaya, sedangkan SBERT menangkap kesamaan makna. Dengan demikian, sistem mampu mendeteksi plagiarisme secara lebih akurat dan Kata Kunci: Plagiarisme. Stylometry. Authorship Attribution. SVM. SBERT Abstract Plagiarism in English novels is not limited to direct copying but also includes paraphrase plagiarism that imitates writing style. This study develops a detection system based on authorship attribution using stylometry. Support Vector Machine (SVM), and Sentence-BERT (SBERT). The dataset consists of 15 novels by five classic authors, processed through preprocessing and chunking into 1000, 5000, and 10000 words. Experimental results show SVM achieved accuracies of 84. 38% . , 82. 50% . 0 word. , and the highest 90. 48% . 00 word. Jane Austen was consistently well-identified with f1-scores 0. 90, while Mary Shelley improved significantly on longer texts . SBERT analysis produced semantic similarity scores ranging from 0. 55 to 0. 63, with the highest score also for Austen . The integration of SVM and SBERT proved complementary stylometry effectively captured writing style, while SBERT detected semantic meaning. Thus, the system enables more accurate and comprehensive plagiarism detection. Keywords: Plagiarism. Stylometry. Authorship Attribution. SVM. SBERT JURNAL ILMIAH SULTAN AGUNG Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 13 Desember 2025 ISSN: 2963-2730 PENDAHULUAN Plagiarisme merupakan tindakan tidak etis yang melibatkan pengambilan karya orang lain tanpa memberikan atribusi yang semestinya(Adebayo & Yampolskiy, 2. Dalam dunia akademik dan literatur, plagiarisme dapat merusak integritas penulis dan nilai orisinalitas suatu karya. Seiring dengan berkembangnya teknologi, penyebaran dan modifikasi teks melalui media digital menjadi lebih mudah, sehingga risiko plagiarisme pun meningkat, termasuk dalam karya sastra seperti novel berbahasa Inggris. Plagiarisme dalam karya sastra tidak selalu berbentuk salinan langsung, tetapi juga bisa berupa paraphrase plagiarism atau pencurian gaya menulis yang halus, yang lebih sulit dideteksi dengan metode konvensional(Maurya dkk. , 2. Salah satu pendekatan yang berkembang untuk mendeteksi plagiarisme adalah dengan authorship attribution berbasis stylometry, yaitu metode yang menganalisis gaya linguistik dan kebiasaan penulisan individu(Assael et al. , 2. Gaya ini mencakup berbagai fitur seperti frekuensi kata, panjang kalimat, struktur gramatikal, dan pola tanda baca, yang secara statistik dapat merepresentasikan identitas penulis. Authorship attribution dapat digunakan untuk mengidentifikasi penulis suatu teks, bahkan jika teks tersebut telah dimodifikasi atau disamarkan (He et al. , 2. Lebih lanjut, penggabungan proses preprocessing seperti tokenisasi, ekstraksi fitur stylometry, dan penggunaan model klasifikasi seperti SVM telah dikembangkan dalam sistem deteksi plagiarisme modern. Penggunaan kombinasi stylometry dan SVM mampu mendeteksi plagiarisme bahkan pada teks hasil parafrase yang meniru gaya penulisan Selain itu, analisis kemiripan menggunakan metode seperti cosine similarity dan model semantik modern . isalnya BERT) juga semakin melengkapi sistem ini dalam tahap validasi (El-Rashidy et al. , 2. Dalam penelitian ini, pendekatan authorship attribution akan digunakan untuk menganalisis kemiripan gaya penulisan dalam novel berbahasa Inggris, menggunakan fitur-fitur stylometry seperti panjang kalimat, frekuensi kata umum, hingga distribusi tanda baca. Model SVM akan dilatih pada kumpulan teks dari beberapa penulis berbeda, kemudian diuji untuk mengidentifikasi potensi plagiarisme berdasarkan kesamaan gaya Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penulis . dari potongan teks novel berbahasa Inggris menggunakan analisis gaya penulisan . dengan algoritma Support Vector Machine (SVM) serta mengembangkan sistem deteksi plagiarisme berdasarkan tingkat kemiripan gaya penulisan dan makna menggunakan model SentenceBERT (SBERT). Melalui pendekatan ini, sistem yang dikembangkan diharapkan mampu mendeteksi indikasi plagiarisme secara otomatis pada teks panjang dengan mengukur kesesuaian antara teks analisis dan karakteristik penulis aslinya. Penerapan metode stylometry dan SVM dalam konteks deteksi plagiarisme karya sastra fiksi membuka peluang baru bagi pengawasan keaslian tulisan, sekaligus memberikan kontribusi penting bagi akademisi, penerbit, dan penulis dalam menjaga orisinalitas serta integritas karya sastra di era digital yang semakin maju dan kompleks. JURNAL ILMIAH SULTAN AGUNG Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 13 Desember 2025 ISSN: 2963-2730 METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen Tujuan penelitian adalah menguji efektivitas metode stylometry dan machine learning dalam proses identifikasi penulis . uthorship attributio. serta deteksi plagiarisme pada teks novel berbahasa Inggris(Avci et al. , 2. Teknik yang digunakan bersifat eksploratif dan deskriptif, dengan fokus pada analisis kemiripan teks dan pengukuran akurasi prediksi penulis. Secara umum, alur penelitian dapat dijelaskan sebagai berikut: Studi Literatur Penelitian ini diawali dengan studi literatur untuk memperdalam pemahaman mengenai konsep stylometry, teknik pengolahan teks, serta penerapan algoritma Support Vector Machine (SVM) dan model Sentence-BERT (SBERT). Sumber literatur yang digunakan meliputi jurnal ilmiah, artikel, makalah konferensi, dan repositori digital resmi. Tahap ini bertujuan membangun dasar teoritis yang kuat dalam merancang sistem atribusi penulis dan deteksi plagiarisme berbasis pembelajaran Selain itu, tinjauan dilakukan untuk mengidentifikasi metode ekstraksi fitur linguistik dan pengukuran kesamaan semantik yang relevan. Hasil studi literatur menjadi pedoman utama dalam penyusunan metodologi dan perancangan sistem secara keseluruhan. Pengumpulan Data Tahap selanjutnya adalah pengumpulan dan persiapan data. Data utama berupa teks novel asli diperoleh dari situs Project Gutenberg, sedangkan data tiruan dihasilkan oleh model bahasa seperti GPT untuk meniru gaya dan makna penulis asli. Kedua jenis data ini digunakan untuk proses authorship attribution dan deteksi plagiarisme. Teks disimpan dalam format . txt agar mudah diproses pada tahap preprocessing dan Setiap novel dibagi menjadi potongan teks berukuran 1000, 5000, dan 10000 kata untuk mempermudah analisis fitur serta evaluasi kinerja model (He et al. , 2. Proses ini memastikan bahwa dataset yang digunakan representatif dan terdistribusi secara seimbang antar penulis. Perancangan Sistem Tahap pemrosesan teks mencakup pembersihan data melalui preprocessing seperti penghapusan tanda baca, angka, dan karakter khusus, serta normalisasi huruf dan Setelah itu dilakukan ekstraksi fitur stylometry berupa panjang kalimat, panjang kata, type-token ratio, dan distribusi part-of-speech tag. Fitur-fitur ini digunakan dalam model SVM untuk memprediksi penulis teks berdasarkan pola Analisis semantic similarity dilakukan menggunakan dua pendekatan, yaitu TF-IDF sebagai metode berbasis kata dan SBERT sebagai metode berbasis makna(Sharma & Kumar, 2. Pendekatan ganda ini memungkinkan sistem memahami baik gaya penulisan maupun kedekatan semantik antar teks. Integrasi dan Evaluasi Sistem Tahap terakhir adalah integrasi hasil analisis stylometry dan semantic similarity untuk mendeteksi plagiarisme secara komprehensif. Model SVM menghasilkan prediksi penulis, sedangkan skor kesamaan semantik menunjukkan tingkat kemiripan makna JURNAL ILMIAH SULTAN AGUNG Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 13 Desember 2025 ISSN: 2963-2730 antar teks. Evaluasi dilakukan menggunakan metrik akurasi, presisi, recall, dan F1score untuk menilai performa model klasifikasi serta efektivitas deteksi plagiarisme(Rahma & Taufiq, 2. Sistem antarmuka dirancang agar pengguna dapat mengunggah file teks, memilih ukuran chunk, dan memperoleh hasil analisis berupa prediksi penulis serta skor kesamaan teks. Dengan pendekatan ini, sistem mampu mendeteksi plagiarisme berbasis gaya dan makna secara akurat serta mendukung upaya menjaga keaslian karya sastra digital. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Deskripsi Data Penelitian Berdasarkan hasil proses chunking terhadap lima penulis, diperoleh total 959 potongan teks untuk ukuran 1000 kata, 199 potongan untuk 5000 kata, dan 103 potongan untuk 10000 kata. Penulis dengan jumlah chunk terbanyak adalah Jane Austen, diikuti oleh Mark Twain. Bram Stoker. Herbert George Wells, dan Mary Shelley. Variasi jumlah chunk ini menunjukkan bahwa panjang novel asli memengaruhi banyaknya data yang dihasilkan, di mana karya yang lebih panjang menghasilkan lebih banyak potongan teks. Setelah seluruh chunk dikumpulkan, data kemudian dibagi menjadi tiga bagian, yaitu 80% untuk pelatihan, 10% untuk validasi, dan 10% untuk pengujian, dengan tetap menjaga keseimbangan distribusi antar penulis. Pada dataset 1000 kata, pembagian menghasilkan 767 data latih, 96 data validasi, dan 96 data uji, sedangkan pada dataset 5000 dan 10000 kata masing-masing menghasilkan 159Ae20Ae20 dan 82Ae10Ae11 data. Pembagian ini memastikan model machine learning memiliki data yang cukup untuk belajar, menyesuaikan parameter, dan dievaluasi secara objektif tanpa bias, sehingga hasil klasifikasi penulis dan deteksi plagiarisme dapat dilakukan secara akurat dan seimbang. Penelitian ini melalui beberapa tahapan untuk menghasilkan model klasifikasi penulis dan deteksi plagiarisme. Proses tersebut mencakup pengolahan teks novel berbahasa Inggris, chunking teks, ekstraksi fitur stylometry, pelatihan model Support Vector Machine (SVM), serta perhitungan kesamaan semantik menggunakan SBERT. 2 Hasil Implementasi Sistem . Hasil Preprocessing Teks Tahap preprocessing dilakukan untuk membersihkan teks novel dari berbagai elemen yang tidak relevan, seperti nomor halaman, catatan Project Gutenberg, serta karakter khusus yang tidak berhubungan dengan isi narasi. Proses ini meliputi case folding . engubah seluruh huruf menjadi huruf keci. , penghapusan tanda baca dan angka, serta normalisasi spasi. Dengan preprocessing, teks menjadi lebih konsisten dan siap untuk dilakukan analisis lebih lanjut. Hasil preprocessing menunjukkan bahwa teks novel dari masing-masing penulis telah seragam dalam format, sehingga memudahkan dalam tahap ekstraksi fitur stylometry maupun analisis kesamaan . Hasil Chunking Dokumen Novel yang telah dipreproses kemudian dibagi menjadi potongan . dengan ukuran berbeda, yaitu 1000 kata, 5000 kata, dan 10000 kata. Hasil chunking menghasilkan variasi jumlah potongan pada tiap penulis, bergantung pada panjang novel yang dimiliki. Misalnya. Jane Austen memiliki jumlah chunk terbanyak JURNAL ILMIAH SULTAN AGUNG Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 13 Desember 2025 ISSN: 2963-2730 dibandingkan penulis lain karena novel yang digunakan relatif panjang. Proses chunking ini bertujuan untuk menyediakan unit analisis yang lebih kecil dan seragam, sehingga model dapat membandingkan gaya penulisan secara lebih efektif. Hasil Ekstraksi Fitur Stylometry Proses ekstraksi fitur stylometry dilakukan untuk mengidentifikasi ciri khas gaya penulisan tiap penulis melalui analisis potongan teks hasil chunking berukuran 1000, 5000, dan 10000 kata. Fitur yang diekstraksi mencakup panjang rata-rata kalimat dan kata, rasio kosakata unik . ype token ratio dan hapax legomen. , proporsi huruf vokal, tanda baca, kata umum, kata fungsi, serta kompleksitas karakter . har n-gram Hasil menunjukkan bahwa variasi kosakata lebih tinggi pada potongan pendek dengan nilai TTR dan hapax besar, sedangkan pada potongan panjang nilainya menurun akibat pengulangan kata yang lebih sering. Sebaliknya, fitur struktural seperti penggunaan stopword, function word, dan panjang kata relatif stabil di semua ukuran chunk. Pola ini menegaskan bahwa gaya penulisan penulis lebih konsisten tercermin melalui struktur dan penggunaan kata fungsi daripada variasi kosakata semata. Tabel 1. Tabel Ringkasan Dataset Fitur Stylometry Dataset Fitur Jumlah Chunk Jumlah Keterangan Utama Fitur Detail tinggi, cocok untuk analisis granular gaya penulis Representasi lebih stabil dan mengurangi noise dari variasi lokal Memberikan ciri umum gaya penulis, namun data lebih terbatas Tabel 2. Rata-rata Skor Stylometry per Penulis Tiruan Penulis Tiruan Jane Austen Mark Twain Bram Stoker Herbert George Wells Mary Shelley Tabel 1 menampilkan tiga dataset hasil ekstraksi fitur stylometry berdasarkan ukuran potongan teks . 0, 5000, dan 10000 kat. yang masing-masing mencakup 14 fitur linguistik seperti panjang kalimat, panjang kata, variasi kosakata, penggunaan stopword dan function word, serta kompleksitas karakter . har n-gram entrop. Dataset 1000 kata memberikan detail paling tinggi, sedangkan 5000 dan 10000 kata menampilkan gambaran yang lebih umum terhadap gaya penulis. Berdasarkan Tabel 2, nilai rata-rata stylometry berbeda pada tiap penulis tiruan, dengan Herbert George Wells menunjukkan konsistensi tertinggi . 918 pada chunk 1000 kat. , sementara Mary Shelley memiliki stabilitas terendah . 679 pada chunk 10000 kat. Tren umum menunjukkan bahwa semakin besar ukuran chunk, skor stylometry cenderung menurun, yang menandakan meningkatnya variasi gaya dalam potongan teks yang lebih panjang. JURNAL ILMIAH SULTAN AGUNG Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 13 Desember 2025 ISSN: 2963-2730 Hasil Analisis Semantic Similarity (TF-IDF dan SBERT) Analisis semantic similarity dilakukan menggunakan TF-IDF dan SBERT. Nilai berikut merupakan skor rata-rata semantic similarity. Tabel 3. Rata-rata Skor Semantic Similarity per Penulis Tiruan Penulis Tiruan Jane Austen Mark Twain Bram Stiker Herbert George Wells Mary Shelley 1000 kata 5000 kata 10000 kata Tabel 3 menunjukkan bahwa skor semantic similarity rata-rata teks tiruan berkisar 49 hingga 0. 63, dengan kecenderungan menurun seiring bertambahnya ukuran chunk. Jane Austen . memiliki skor tertinggi sebesar 0. 639 pada chunk 1000 kata, menunjukkan konsistensi makna yang baik, sedangkan Mary Shelley . memiliki skor terendah 0. 496 pada chunk 10000 kata, menandakan kesulitan dalam mempertahankan kesamaan semantik. Pada chunk kecil . 0 kat. , model GPT mampu menghasilkan teks dengan makna yang cukup dekat dengan karya asli, namun pada chunk yang lebih panjang . 0Ae10000 kat. , kesamaan makna menurun akibat meningkatnya variasi naratif dan konteks. Secara umum. Jane Austen dan Herbert G. Wells menunjukkan kestabilan semantik lebih tinggi, sementara Mark Twain dan Mary Shelley cenderung lebih fluktuatif, menggambarkan perbedaan kompleksitas struktur bahasa dan gaya penulisan . Integrasi Stylometry & Semantic Similarity Integrasi dilakukan dengan menggabungkan skor stylometry dan semantic similarity untuk mengevaluasi konsistensi penulis tiruan. Tabel 4. Ringkasan Integrasi Stylometry & Semantic Similarity Penulis Tiruan Jane Austen Mark Twain Bram Stoker HerbertGeorge Wells Mary Shelley Rata-rata Stylometry Rata-rata Semantic Integrasi antara stylometry dan semantic similarity menghasilkan gambaran lebih jelas mengenai kualitas teks tiruan. Berdasarkan Tabel 4. Herbert George Wells . menonjol dengan kombinasi skor stylometry . dan semantic similarity . , sehingga bisa dikategorikan sebagai penulis tiruan yang paling konsisten. Sebaliknya. Mary Shelley . kembali menempati posisi terbawah dengan skor stylometry . dan semantic similarity . Hal ini memperlihatkan bahwa GPT lebih mudah meniru gaya penulisan Wells dibandingkan Shelley, baik dari sisi gaya bahasa maupun kesesuaian semantik. JURNAL ILMIAH SULTAN AGUNG Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 13 Desember 2025 ISSN: 2963-2730 3 Hasil Evaluasi Model Klasifikasi . Hasil Pelatihan dengan Support Vector Machine (SVM) Pelatihan model klasifikasi menggunakan Support Vector Machine (SVM) dilakukan dengan tiga variasi ukuran chunk teks, yaitu 1000 kata, 5000 kata, dan 10000 kata. Parameter model ditentukan melalui grid search, dan hasil terbaik diperoleh dengan penggunaan kernel RBF (Radial Basis Functio. pada semua percobaan. Nilai parameter C bervariasi antara 10 hingga 100, sementara nilai gamma tetap menggunakan pengaturan scale. Pemilihan kernel RBF menunjukkan bahwa distribusi data penulis tiruan lebih mudah dipisahkan dalam ruang non-linear berdimensi tinggi, dibandingkan dengan kernel linear atau polynomial. Evaluasi Kinerja Model (Akurasi. Presisi. Recall. F1-Scor. Setelah proses pelatihan dengan algoritma Support Vector Machine (SVM), tahap berikutnya adalah mengevaluasi kinerja model menggunakan beberapa metrik utama, yaitu akurasi, presisi, recall, dan F1-score. Evaluasi ini dilakukan pada tiga variasi ukuran chunk teks, yaitu 1000 kata, 5000 kata, dan 10000 kata. Pemilihan variasi ukuran chunk bertujuan untuk mengetahui sejauh mana jumlah kata dalam setiap segmen teks memengaruhi kinerja model dalam mengenali gaya penulisan masing-masing penulis. Tabel 5. Evaluasi Model dengan Chunk 1000 Kata Penulis Bram Stoker Herbert George Wells Jane Austen Mark Twain Mary Shelley Accuracy Precision Recall F1-Score Support Pada dataset chunk 1000 kata dengan total 959 data . latih, 96 validasi, 96 uj. , model SVM menghasilkan akurasi 84. Hasil ini menunjukkan bahwa model mampu membedakan gaya penulisan dengan cukup baik pada potongan teks Jika dilihat lebih detail. Jane Austen memiliki kinerja terbaik dengan 92, recall 0. 95, dan f1-score 0. 94, menandakan gaya penulisannya sangat konsisten dan mudah dikenali. Mark Twain juga cukup stabil . 1-score . , sedangkan Bram Stoker dan Herbert George Wells berada pada kategori menengah . 1-score 0. 80 dan 0. Namun, kelemahan paling terlihat ada pada Mary Shelley dengan recall hanya 0. 50, menunjukkan bahwa model sering salah mengenali teks miliknya sebagai penulis lain. Tabel 6. Evaluasi Model dengan Chunk 5000 Kata Penulis Bram Stoker Herbert George Wells Jane Austen Mark Twain Mary Shelley Accuracy Precision Recall F1-Score Support JURNAL ILMIAH SULTAN AGUNG Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 13 Desember 2025 ISSN: 2963-2730 Pada dataset chunk 5000 kata dengan total 199 data . latih, 20 validasi, 20 uj. , model mencapai akurasi 82. 5%, sedikit menurun dibanding chunk 1000 kata karena jumlah data uji yang lebih kecil. Jane Austen tetap paling konsisten dengan f1-score 0. 96 dan recall 1. 00, menunjukkan teksnya hampir selalu teridentifikasi dengan benar, sementara Mark Twain juga stabil dengan f1-score 0. Sebaliknya. Herbert George Wells dan terutama Mary Shelley menunjukkan performa lebih rendah, dengan recall Shelley hanya 0. 50, menandakan model masih kesulitan mengenali ciri khas gaya tulisnya pada teks yang lebih panjang. Tabel 7. Evaluasi Model dengan Chunk 10000 Kata Penulis Bram Stoker Herbert George Wells Jane Austen Mark Twain Mary Shelley Accuracy Precision Recall F1-Score Support Pada dataset chunk 10000 kata dengan total 103 data . latih, 10 validasi, 11 uj. , model mencapai akurasi tertinggi, yaitu 90. Hal ini menunjukkan bahwa semakin panjang potongan teks, semakin kuat ciri khas penulis dapat ditangkap model meskipun jumlah data lebih sedikit. Hasil evaluasi memperlihatkan Mary Shelley. Mark Twain, dan Jane Austen hampir sempurna dikenali . 1-score di atas 88, bahkan Shelley mencapai 1. Bram Stoker dan Herbert George Wells juga menunjukkan performa tinggi dengan recall sempurna . , walaupun precision mereka sedikit lebih rendah. Hal ini menandakan bahwa pada teks yang lebih panjang, pola khas setiap penulis menjadi lebih jelas dan mengurangi ambiguitas. 4 Hasil Deteksi Plagiarisme . Nilai Deteksi Berdasarkan Stylometry Analisis stylometry dilakukan dengan menghitung skor rata-rata konsistensi penulisan pada teks asli dibandingkan dengan teks tiruan. Nilai yang lebih tinggi menunjukkan gaya penulisan yang lebih konsisten dan khas, sehingga lebih mudah dibedakan dari teks tiruan. Tabel 8. Nilai Deteksi Berdasarkan Stylometry Penulis Jane Austen Mark Twain Bram Stoker Herbert George Wells Mary Shelley Rata-rata Teks Asli Rata-rata Teks Tiruan Dari tabel 8 terlihat bahwa Jane Austen memiliki skor konsistensi tertinggi pada teks asli . , yang menandakan gaya penulisannya sangat khas dan sulit ditiru. Hal ini tercermin pada skor tiruan yang cukup rendah . Mark Twain dan Bram Stoker menunjukkan pola serupa, dengan selisih cukup besar antara teks asli dan tiruan. Sementara itu. Mary Shelley memiliki skor asli yang relatif rendah . dengan skor tiruan yang mendekati . , menandakan gaya tulisannya lebih fleksibel dan JURNAL ILMIAH SULTAN AGUNG Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 13 Desember 2025 ISSN: 2963-2730 lebih mudah ditiru oleh model. Dengan demikian, semakin besar perbedaan skor antara teks asli dan tiruan, semakin efektif deteksi stylometry dalam mengidentifikasi . Nilai Deteksi Berdasarkan Semantic Similarity Selain gaya penulisan, evaluasi dilakukan pada tingkat kesamaan semantik. Tujuannya adalah mengukur sejauh mana teks tiruan memiliki makna yang serupa dengan teks asli. Tabel 9. Nilai Deteksi Berdasarkan Semantic Similarity Penulis Jane Austen Mark Twain Bram Stoker Herbert George Wells Mary Shelley Rata-rata Skor Semantic Similarity Hasil semantic similarity menunjukkan bahwa Jane Austen memiliki skor tertinggi . , menandakan bahwa teks tiruannya tidak hanya meniru gaya tetapi juga cukup mendekati makna dari teks aslinya. Sebaliknya. Mary Shelley berada pada skor paling rendah . , yang berarti meskipun gaya penulisannya lebih mudah ditiru . ari hasil stylometr. , kesamaan makna dengan teks asli relatif lebih rendah. Hal ini menegaskan bahwa pendekatan berbasis makna mampu memberikan perspektif tambahan yang tidak terlihat hanya dari stylometry. Analisis Kombinasi Stylometry & Semantik Similarity Ketika kedua pendekatan digabungkan, diperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai plagiarisme. Stylometry efektif untuk membedakan gaya khas penulis, sementara semantic similarity mampu menangkap kesamaan isi. Tabel 10. Kombinasi Stylometry & Semantic Similarity Penulis Jane Austen Mark Twain Skor Stylometry Tiruan Skor Semantic Similarity Bram Stoker Herbert George Wells Mary Shelley Implikasi Deteksi Sulit ditiru, mudah terdeteksi Cukup konsisten, relatif mudah Perbedaan terlihat jelas, efektif Mirip Bram Stoker, mudah Gaya mudah ditiru, deteksi lebih Kombinasi metode stylometry dan semantic similarity menunjukkan bahwa Jane Austen paling sulit ditiru dari segi gaya, namun selisih skor besar antara teks asli dan tiruan membuatnya mudah terdeteksi sebagai plagiarisme. Sebaliknya. Mary Shelley memiliki gaya yang mudah ditiru, tetapi skor semantic similarity-nya rendah, menandakan kemiripan makna tidak tercapai. Hal ini menunjukkan bahwa deteksi berbasis gaya saja tidak cukup dan perlu dilengkapi analisis semantik. Pendekatan JURNAL ILMIAH SULTAN AGUNG Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 13 Desember 2025 ISSN: 2963-2730 stylometry berfokus pada pola linguistik seperti panjang kalimat, tanda baca, dan distribusi kosakata, sedangkan semantic similarity berbasis SBERT menilai kesamaan makna melalui representasi semantik. Integrasi keduanya penting untuk menghasilkan deteksi plagiarisme yang lebih akurat dan komprehensif. Tabel 11. Tabel Perbandingan Stylometry vs SBERT Aspek Basis Analisis Fokus Utama Rentang Skor Kelebihan Stylometry Similarity Semantic Similarity (SBERT) Fitur linguistik & statistik Embedding semantik berbasis BERT gaya penulisan Pola gaya & struktur kalimat Makna dan isi teks 60 Ae 0. ebih stabi. 45 Ae 0. ebih variati. Deteksi imitasi gaya penulis Deteksi kemiripan makna . Kekurangan Tidak menangkap kesamaan Sensitif . enderung NaN/erro. Kombinasi Menjadi alat verifikasi Memberikan gambaran plagiarisme tambahan untuk keaslian yang lebih menyeluruh Perbandingan menunjukkan bahwa Stylometry Similarity menitikberatkan pada ciri khas gaya penulisan seperti panjang kalimat, pilihan kata, dan struktur sintaksis yang stabil, namun kurang mampu menangkap kesamaan makna secara mendalam. Sebaliknya. Semantic Similarity berbasis SBERT unggul dalam memahami kesamaan makna, terutama pada kasus parafrasa atau penggunaan sinonim, meski lebih sensitif terhadap teks pendek dan kadang menghasilkan nilai kosong (NaN). Karena itu, kombinasi keduanya menjadi pendekatan paling efektif: stylometry berperan sebagai penyaring gaya tulisan, sedangkan semantic similarity menilai kedekatan makna, sehingga bersama-sama meningkatkan akurasi dan ketepatan deteksi plagiarisme. 5 Running App Gambar 1 adalah halaman awal . sistem deteksi plagiarisme yang berfungsi sebagai titik masuk untuk memulai analisis, di mana pengguna dapat mengunggah file teks (. melalui kotak upload yang tersedia, memilih ukuran chunk . isalnya 1000, 5000, atau 10000 kat. untuk menentukan potongan teks yang akan diproses, lalu menekan tombol AuAnalisis SekarangAy untuk menjalankan sistem. Gambar 1. Halaman Utama system deteksi plagiarisme Setelah teks dipecah, sistem melakukan analisis stylometry menggunakan Support Vector Machine (SVM) untuk mengenali pola gaya penulisan seperti panjang kalimat, pilihan JURNAL ILMIAH SULTAN AGUNG Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 13 Desember 2025 ISSN: 2963-2730 kata, dan struktur sintaksis guna mendeteksi perubahan gaya yang mencurigakan sebagai indikasi plagiarisme. Tahap berikutnya adalah analisis kesamaan semantik menggunakan Sentence-BERT (SBERT) dan TF-IDF (Term FrequencyAeInverse Document Frequenc. untuk menilai kemiripan makna antar-teks, bahkan jika kalimat telah diparafrase. Kombinasi kedua metode ini memungkinkan sistem mendeteksi plagiarisme berdasarkan gaya penulisan maupun kesamaan makna. Antarmuka sistem dirancang agar pengguna dapat mengunggah file . txt, memilih ukuran chunk, dan menekan AuAnalisis SekarangAy untuk memulai proses deteksi secara otomatis. Gambar 2. Mengupload file text tiruan Halaman gambar 2 ini menunjukkan proses pemilihan file teks yang akan dianalisis oleh Pengguna membuka jendela file explorer untuk memilih dokumen dalam format txt, misalnya naskah berjudul AuFortune and FollyAy. File teks yang diinput pada tahap ini merupakan hasil tiruan GPT yang meniru gaya dan makna penulisan Jane Austen. Setelah file dipilih, pengguna dapat menekan tombol Open untuk mengunggahnya ke dalam Tahap ini merupakan langkah lanjutan dari halaman beranda, yaitu memberikan input berupa dokumen teks yang nantinya akan dipotong . , dianalisis gaya penulisannya . , dan diuji kesamaan semantiknya . emantic similarit. Gambar 3. Memilih ukuran chunk Halaman gambar 3 ini menunjukkan tahap setelah file teks berhasil diunggah ke sistem, ditandai dengan notifikasi AuFile dipilih: Fortune and Folly. txtAy. Pada langkah ini, pengguna diminta memilih ukuran chunk yaitu panjang potongan teks yang akan dianalisis, dengan opsi 1000, 5000, atau 10000 kata. Pemilihan ukuran chunk penting karena akan memengaruhi detail analisis. Chunk kecil . 0 kat. memungkinkan deteksi lebih rinci, sedangkan chunk besar . 0Ae10000 kat. memberikan gambaran lebih JURNAL ILMIAH SULTAN AGUNG Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 13 Desember 2025 ISSN: 2963-2730 File yang dipilih sendiri merupakan hasil tiruan GPT yang meniru gaya dan makna penulisan Jane Austen, sehingga analisis berikutnya dapat menilai sejauh mana karakteristik tulisan tersebut serupa atau berbeda dari karya aslinya. Hasil analisis pada tiga ukuran chunk . 0, 5000, dan 10000 kat. menunjukkan bahwa secara semantic similarity, teks tiruan Fortune and Folly konsisten meniru makna karya Jane AustenAiterutama Pride and Prejudice dan EmmaAidengan skor tertinggi 0. pada chunk 1000 kata. Namun, hasil stylometry memperlihatkan perbedaan signifikan, di mana gaya penulisan teks tiruan lebih menyerupai Mark Twain pada chunk 1000 kata dan Bram Stoker pada ukuran 5000 serta 10000 kata, dengan skor tertinggi 0. Perbedaan ini menunjukkan bahwa meskipun makna dan tema teks tiruan menyerupai Austen, pola linguistik seperti struktur kalimat dan pemilihan kata belum konsisten dengan gaya Secara keseluruhan, semakin besar ukuran chunk, semakin stabil kesamaan makna yang terdeteksi, namun gaya penulisan tetap menunjukkan pengaruh dari penulis Tabel 12. Tabel ringkasan hasil deteksi untuk ukuran 1000, 5000, dan 10000 kata Ukuran Chunk 1000 kata Semantic Similarity (Makn. Jane Austen (Sense and Sensibilit. Skor 5000 kata Jane Austen (Emm. 10000 kata Jane Austen (Pride and Prejudic. Stylometry (Gay. Bervariasi. Jane Austen Bram Stoker Bram Stoker Judul Mirip Sense and Sensibility Sense and Sensibility Sense and Sensibility Skor Hasil analisis menunjukkan bahwa semakin besar ukuran chunk yang digunakan, semantic similarity semakin konsisten mendeteksi kemiripan makna teks tiruan dengan karya Jane Austen. Namun, dari sisi stylometry, sistem justru stabil mengaitkan pola penulisan dengan Bram Stoker, meskipun judul karya yang muncul sebagai referensi tetap berasal dari novel Austen. Temuan ini membuktikan bahwa teks tiruan mampu meniru makna dan alur cerita khas Austen, tetapi gaya penulisannya belum sepenuhnya menyerupai ciri khas linguistik Austen sehingga teridentifikasi lebih dekat dengan penulis 6 Interpretasi Analisis akurasi model Support Vector Machine (SVM) menunjukkan kemampuan tinggi dalam mengenali gaya penulisan pada berbagai ukuran chunk teks. Hasil evaluasi memperlihatkan akurasi 84. 38% pada chunk 1000 kata, sedikit menurun menjadi 82. pada chunk 5000 kata, dan meningkat signifikan hingga 90. 48% pada chunk 10000 kata. Tren ini mengindikasikan bahwa semakin panjang potongan teks, semakin banyak ciri linguistik yang dapat dimanfaatkan model dalam proses klasifikasi. Meskipun demikian, peningkatan akurasi pada chunk panjang perlu diinterpretasikan dengan hati-hati karena jumlah data uji yang lebih sedikit dapat memengaruhi stabilitas hasil. Jane Austen tercatat memiliki f1-score tertinggi di atas 0. 90 pada semua ukuran teks, menunjukkan konsistensi kuat dalam gaya tulisannya. Mark Twain juga relatif stabil dengan f1-score 0. 81Ae0. sedangkan Mary Shelley menunjukkan peningkatan performa signifikan pada chunk JURNAL ILMIAH SULTAN AGUNG Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 13 Desember 2025 ISSN: 2963-2730 Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin panjang teks, semakin kaya ciri stylometry yang dapat dikenali oleh model, meskipun terdapat kompromi antara akurasi dan jumlah data uji(Sarwar et al. , 2. Perbandingan antara stylometry similarity dan semantic similarity (SBERT) menunjukkan bahwa keduanya memiliki karakteristik analisis yang saling melengkapi. Pendekatan stylometry fokus pada pola linguistik dan gaya penulisan khas seorang penulis, seperti panjang kalimat, distribusi tanda baca, serta pilihan kosakata. Metode ini terbukti stabil karena gaya bahasa relatif konsisten dalam satu karya, namun memiliki kelemahan dalam mengenali kesamaan makna yang muncul akibat parafrasa. Sebaliknya, semantic similarity berbasis SBERT menilai kedekatan makna antar-teks menggunakan representasi embedding semantik, sehingga mampu mendeteksi plagiarisme berbentuk penggantian kata atau struktur kalimat. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Jane Austen memiliki skor semantic similarity tertinggi . , menunjukkan teks tiruan mendekati makna aslinya. Namun. Mary Shelley memiliki skor semantik terendah meskipun gaya tulisannya relatif mudah ditiru. Oleh karena itu, kombinasi kedua metode ini penting untuk menghasilkan deteksi plagiarisme yang lebih komprehensif dan akurat(Santander-Cruz et al. , 2. Interpretasi hasil deteksi plagiarisme menunjukkan hubungan menarik antara kemiripan makna dan gaya penulisan. Berdasarkan analisis semantic similarity, teks tiruan Fortune and Folly secara konsisten memiliki kedekatan makna dengan karya Jane Austen, terutama Pride and Prejudice dan Emma. Nilai skor berkisar antara 0. 5406 hingga 6331, menandakan keberhasilan model dalam meniru struktur ide dan tema utama karya Austen. Namun, hasil analisis stylometry justru menunjukkan bahwa gaya penulisan teks tiruan lebih menyerupai Mark Twain pada chunk 1000 kata, serta Bram Stoker pada chunk 5000 dan 10000 kata. Dengan demikian, kombinasi kedua pendekatan memberikan gambaran yang lebih utuh tentang sejauh mana sebuah teks tiruan meniru karya aslinya dari sisi makna dan gaya bahasa. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa algoritma Support Vector Machine (SVM) mampu mengenali gaya penulisan dengan akurasi tinggi, mencapai 48% pada chunk 10000 kata. Panjang potongan teks berpengaruh signifikan terhadap performa model, di mana teks yang lebih panjang mampu menampilkan ciri linguistik penulis secara lebih jelas, sedangkan teks pendek menghasilkan akurasi yang lebih stabil karena jumlah data uji lebih banyak. Jane Austen terbukti memiliki gaya penulisan paling khas dan konsisten, sementara Mary Shelley menunjukkan peningkatan pengenalan pada teks panjang. Pada aspek deteksi plagiarisme, metode stylometry similarity efektif mendeteksi kesesuaian gaya, sedangkan semantic similarity (SBERT) unggul dalam menemukan kesamaan makna, sehingga kombinasi keduanya menghasilkan deteksi yang lebih akurat dan menyeluruh. Secara keseluruhan, integrasi analisis berbasis gaya dan makna penting untuk menghadapi bentuk plagiarisme modern yang semakin kompleks, termasuk peniruan gaya dan parafrasa semantik. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah memperluas jumlah penulis dan karya agar model lebih robust, mengembangkan antarmuka menjadi lebih interaktif melalui aplikasi Android, serta melakukan deploy sistem ke layanan web atau cloud agar dapat diakses secara daring dan praktis oleh JURNAL ILMIAH SULTAN AGUNG Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 13 Desember 2025 ISSN: 2963-2730 DAFTAR PUSTAKA