Jurnal Media Teknik & Sistem Industri Vol. http://jurnal. id/index. php/JMTSI e-issn: 2581-0561 p-issn: 2581-0529 DOI : 10. 35194/jmtsi. Aksesibilitas Pelabuhan Kuala Tanjung dalam Mendukung Kelancaran Arus Barang di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Provinsi Sumatera Utara Hendy Suryana Teknik Industri Universitas Suryakancana Jalan Pasir Gede Cianjur free@gmail. Accessibility of Kuala Tanjung Port in Supporting the Movement of Goods in the Sei Mangkei Special Economic Zone (SEZ). North Sumatera Province Dikirimkan: 08, 2020. Diterima: 09, 2020. Dipublikasikan : 09, 2020. AbstractAi The Sei Mangkei Special Economic Zone (SEZ ), which is located in Bosar Maligas District. Simalungun Regency. North Sumatra Province, with an area of 2,002. 77 hectares is stipulated by Government Regulation No. 29 of 2012 in the context of developing new industrial areas directed at industries, based on natural and mineral resources and utilizing strategic geographic location. The success and continuity of the Sei Mangkei SEZ will be determined by the transportation and logistics infrastructure that plays a role in the smooth flow of goods transportation from the Sei Mangkei SEZ to the Port of Tanjung which has a strategic role as a marine transportation logistics hub. The purpose and objective of this study is to analyze the prospects and integration of transportation and logistics facilities and infrastructure at the Kuala Tanjung Port-Sei Mangkei SEZ, in order to realize an integrated transportation and logistics facilities and infrastructure for the development of accessibility of the Kuala Tanjung Port-Sei Mangkei SEZ. Based on the research it is known that port accessibility is increasing, rail and truck modes of transportation can be applied and the need for traffic management and engineering. KeywordsAi SEZ Sei Mangkei. Kuala Tanjung Port. supply chain system. AbstrakAi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei yang berlokasi di Kecamatan Bosar Maligas. Kabupaten Simalungun. Propinsi Sumatera Utara, dengan luas 2. 002,77 hektar ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 29 tahun 2012 dalam rangka pengembangan kawasan-kawasan industri baru yang diarahkan pada industri-industri berbasis sumber daya alam dan mineral serta memanfaatkan lokasi geografis yang strategis. Keberhasilan dan kelangsungan KEK Sei Mangkei akan ditentukan oleh infrastruktur transportasi dan logistik yang berperan dalam kelancaran arus angkutan barang dari KEK Sei Mangkei ke Pelabuhan Tanjung yang mempunyai peran strategis sebagai logistics hub transportasi laut. Maksud dan tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis tentang prospek dan keterpaduan sarana dan prasarana transportasi dan logistik di Pelabuhan Kuala Tanjung-KEK Sei Mangkei, guna mewujudkan keterpaduan sarana dan prasarana transportasi dan logistik untuk pengembangan aksesibilitas Pelabuhan Kuala Tanjung-KEK Sei Mangkei. Berdasarkan penelitian diketahu bahwa aksesibilitas pelabuhan meningkat, moda angkutan kereta api dan truk dapat diterapkan serta perlunya manajemen dan rekayasa lalu lintas. Kata kunciAi KEK Sei Mangkei. Pelabuhan Kuala Tanjung. sistem rantai pasok. kereta api. PENDAHULUAN tahun 2012, yang berlokasi di Kecamatan Bosar Maligas. Kabupaten Simalungun. Propinsi Sumatera Utara,dengan luas 2. 002,77 Hektar. KEK Sei Mangkei direncanakan terdiri dari tiga zona, yaitu industri, logistik, dan pariwisata. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang telah ditetapkan oleh pemerintah adalah KEK Sei Mangkei, melalui Peraturan Pemerintah Nomor 29 Suryana Penetapan KEK Sei Mangkei ini sesuai dengan kebijakan pemerintah dalam pengembangan kawasan-kawasan industri baru yang diarahkan pada industri-industri berbasis sumber daya alam dan mineral serta memanfaatkan lokasi geografis yang strategis. Menurut Direktorat Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian. Kawasan Industri Sei Mangkei (KISM) yang merupakan bagian dari KEK Sei Mangkei merupakan bagian dari pengembangan kawasan industri di koridor ekonomi Sumatera . , seperti yang diperlihatkan pada Gambar 1. pada Pelabuhan Belawan. Pelabuhan Belawan memiliki kedalaman laut Ae9,50 mLWS, sedangkan ke depan akan dibutuhkan draftAe14,00 mLWS. Berdasarkan Peraturan Presiden tentang Sistem Logistik Nasional. Pelabuhan Kuala Tanjung mempunyai peran strategis sebagai logistics hub transportasi laut. Dengan telah ditetapkannya Kawasan Industri Sei Mangkei sebagai basis industri pengolahan turunan kelapa sawit yang menjadi hinterland Pelabuhan Kuala Tanjung, maka ada potensi angkutan petikemas dan kelapa Pada masa mendatang, dengan akan beroperasinya KEK Sei Mangkei, maka akan ada penambahan potensi angkutan curah cair dan Jika kapasitas Pelabuhan Belawan sudah maksimum, maka angkutannya akan dialihkan melalui Pelabuhan Kuala Tanjung. Jaringan Transportasi Jalan, merupakan serangkaian simpul dan/atau ruang kegiatan yang dihubungkan oleh ruang lalulintas sehingga membentuk satu kesatuan sistem jaringan untuk keperluan penyelenggaraan lalu lintas dan Prasarana transportasi jalan terdiri atas simpul berupa terminal penumpang dan terminal barang dan ruang lalu lintas. Simpul meliputi terminal transportasi jalan, terminal transportasi sungai dan danau, stasiun transportasi KA, pelabuhan penyeberangan, pelabuhan laut, dan bandar udara. sedangkan ruang lalu lintas pada transportasi jalan berupa ruas jalan menurut hirarkiperanannya terdiri atas jalan arteri primer, kolektor primer, dan lokal primer. Pelayanan angkutan dengan kendaraan umum meliputi pelayanan angkutan orang dan/atau barang. Transportasi diartikan sebagai pengangkutan barang atau orang dari tempat asal kegiatan transportasi ke tempat tujuan dimana kegiatan transportasi diakhiri . Transportasi merupakan bagian integral dari suatu fungsi masyarakat, menunjukkan hubungan yang sangat erat dengan gaya hidup, jangkauan dan lokasi dari kegiatan yang produktif, dan selingan serta barang-barang dan pelayanan yang tersedia untuk dikonsumsi. Jasa transportasi dilakukan karena nilai yang diangkut tersebut akan lebih tinggi ke tempat tujuan . Nilai yang diberikan oleh kegiatan transportasi adalah nilai tempat . lace utilit. dan nilai waktu . ime utilit. yang bersifat permintaan turunan . erived deman. Transportasi juga dapat menggerakkan, mengangkut atau mengalihkan suatu objek dari suatu tempat ke tempat lain, dimana di tempat lain ini objek tersebut lebih bermanfaat atau dapat berguna untuk tujuan-tujuan Karena dalam dua definisi di atas terdapat kata usaha dan proses yang meliputi kegiatan perpindahan, pergerakan, pengangkutan dan Gambar 1. Pengembangan kawasan industri di koridor ekonomi Sumatera. Kawasan Industri Sei Mangkei (KISM) berada pada wilayah perkebunan kelapa sawit yang dimiliki oleh PTPN i. Di samping itu, lokasi KISM dekat dengan Pelabuhan Kuala Tanjung milik PT. Pelindo I. Selain itu, sudah ada jalur kereta api dari Gunung Bayu Ae Stasiun Perlanaan yang jaraknya dekat dengan KISM, sehingga dapat dikoneksikan dengan jalur yang ada saat ini ke Pelabuhan Kuala Tanjung. Gambar memperlihatkan peta jalur kereta api Sei Mangkei Ae Bandar Tinggi Ae Kuala Tanjung. Gambar 2. Peta jalur kereta api Sei MangkeiAeKuala Tanjung. Potensi penggunaan Pelabuhan Kuala Tanjung akan semakin tinggi dengan keterbatasan yang ada pengalihan dimana tidak terlepas dari keperluan alat pendukung yang menjamin lancarnya kegiatan tersebut sesuai dengan waktu yang diharapkan. Alat pendukung tersebut berbeda-beda tergantung pada bentuk objek yang akan dipindahkan, jarak antara suatu tempat dengan tempat lain dan maksud objek yang akan dipindahkan sehingga standar kuantitas dan kualitas alat pendukung ini dapat diidentifikasikan melalui indikator-indikator seperti aman, cepat, lancar, nyaman, ekonomis dan terjamin ketersediaannya. Selanjutnya alat pendukung tersebut lazim disebut sebagai sistem transportasi dimana secara keseluruhan, sistem ini terdiri dari sistem kegiatan, sistem jaringan dan sistem pergerakan. Untuk lebih jelasnya, sistem transportasi dapat dilihat pada Gambar 3 berikut. Sistem Aktivitas (A) jaringan transportasi akan menghasilkan suatu pergerakan manusia dan/atau barang dalam bentuk pergerakan kendaraan dan/atau orang . ejalan kaki atau pedestria. Sistem kegiatan, sistem jaringan dan sistem pergerakan saling mempengaruhi satu sama lain. Perubahan pada sistem kegiatan akan mempengaruhi sistem jaringan melalui suatu perubahan pada tingkat pelayanan pada sistem Begitu juga perubahan pada sistem jaringan dapat mempengaruhi sistem kegiatan melalui peningkatan mobilitas dan aksesibilitas dari sistem pergerakan tersebut. Transportasi darat adalah pengangkutan penumpang dan barang dengan menggunakan kendaraan, yaitu sarana transportasi selain makhluk hidup berupa mobil, motor, dan kereta. Transportasi darat meliputi transportasi jalan, jalan rel, angkutan sungai, danau dan penyeberangan. Prasarana transportasi daratberupa jalan, jembatan, rel, terminal, dan stasiun. Jaringan transportasi jalan adalah serangkaian simpul dan atau ruang kegiatan yang dihubungkan oleh ruang lalu lintas sehingga membentuk satu kesatuan sistem jaringan untuk keperluan penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan. Logistik adalah proses merencanakan, menerapkan, dan mengendalikan aliran dan penyimpanan produk, jasa, dan informasi terkait dari titik asal ke titik konsumsi dengan efektif dan efisien, dan bertujuan memenuhi kebutuhan pelanggan . Logistik meliputi perencanaan dan pengendalian aliran material dan informasi antar organisasi, baik pada sektor publik maupun swasta . Terdapat lima area yang terintegrasi menjadi suatu sistem logistik, yaitu . order processing. pergudangan, . serta material handling, pengemasan, dan fasilitas jaringan . Kelima area tersebut saling berinteraksi satu sama lain, seperti dapat dilihat pada Gambar 4 di bawah ini. Sistem Pergerakan (T) Sistem Jaringan (F) Gambar 3. Sistem transportasi. Dari gambar diatas dapat dijelaskan bahwa pola jaringan (F) sistem pergerakan (T) sebagai supply dan sistem aktivitas (A) sebagai demand. Masing-masing sistem tersebut saling berpengaruh walaupun pengaruhnya tidak secara langsung. Hal ini dapat dilihat bahwa tidak ada hubungan langsung yang saling mempengaruhi antara T dan Saling pengaruh antara keduanya baru akan terjadi apabila terjadi perubahan salah satu antara T atau A yang dapat mengakibatkan perubahan pada pola F, yang terus akan saling menuju kepada suatu kondisi keseimbangan dan setiap saat akan saling mempengaruhi. Kegiatan transportasi suatu daerah erat kaitannya dengan keadaan sosio ekonomi daerah Untuk lebih memahami dan mendapatkan alternatif pemecahan masalah yang terbaik, perlu dilakukan pendekatan secara sistem. Sistem transportasi dijelaskan dalam bentuk sistem transportasi makro yang terdiri dari beberapa sistem transportasi mikro yang masing-masing saling terkait dan saling mempengaruhi . Sistem transportasi tersebut terdiri atas:. Sistem Kegiatan (Transport Deman. Sistem Jaringan Prasarana Transportasi (Transport Suppl. Sistem Pergerakan Lalulintas (Traffi. Sistem Kelembagaan (Institutio. Interaksi sistem kegiatan dan sistem Facility Network Warehousing. Material Handling, & Pengemasan Transportation Order Puchasing Inventory Gambar 4. Logistik terintegrasi. Misi dari sistem logistik adalah memberikan barang yang tepat . he right good. di tempat yang Suryana tepat. n the right plac. pada waktu yang tepat. t the right tim. dengan mengoptimalkan performansi . isalnya minimasi total biaya operasiona. dan memenuhi sejumlah batasan . isalnya batasan anggaran dan. Dengan mempertimbangkan data-data di atas, maka ada beberapa kesimpulan pokok tentang latar belakang dari pentingnya penelitian ini, yaitu: C Dari sisi kebijakan pemerintah terkait. KEK Sei Mangkei mempunyai dasar dan potensi yang cukup kuat untuk ditindak-lanjuti. C Dari sisi operasi sistem usaha . , sudah ada beberapa BUMN yang dibentuk dan/atau terlibat dalam rencana pengembangan KEK Sei Mangkei ke depan. C Infrastruktur transportasi dan logistik sudah mulai dibangun dan memiliki prospek yang bagus untuk terus dikembangkan di masa C Aksesibilitas Pelabuhan Kuala Tanjung sangat penting dalam mendukung kelancaran arus barang di KEK Sei Mangkei. , seperti yang diperlihatkan pada Gambar 6 di bawah ini. Gambar 6. Integrasi dan interkonektivitas infrastruktur dasar dan logistik KEK Sei Mangkei. Substansi analisis dalam penelitian ini akan mencakup: . Analisis sistem industri, . kspor-impo. , distribusi, dan logistik di KEK Sei MangkeiPelabuhan Kuala Tanjung. Analisis kebijakankebijakan pengembangan KEK Sei Mangkei-Pelabuhan Kuala Tanjung. Analisis pelaku bisnis dan rencana pengembangan bisnis, khususnya di KEK Sei Mangkei. Analisis konektivitas dan aksesibilitas KEK Sei Mangkei-Pelabuhan Kuala Tanjung. Analisis dampak yang muncul dari beroperasinya sistem rantai pasok KEK Sei Mangkei-Pelabuhan Kuala Tanjung. Model yang dijadikan acuan dalam pengukuran dan pengembangan aksesibilitas, di mana aksesibilitas dipengaruhi oleh enam faktor, yaitu spasial atau ruang, fisik, waktu, keuangan, lingkungan, dan informasi . Indikator yang dapat digunakan untuk mengukur aksesibilitas tersebut disajikan pada Gambar 8 di bawah ini. Dengan demikian, perlu dipelajari tentang potensi pengembangan aksesibilitas antara Pelabuhan Kuala Tanjung dan KEK Sei Mangkei di masa mendatang. II. METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian yang diusulkan dalam penelitian ini adalah metodologi dengan kerangka berpikir sistem dimana KEK Sei MangkeiPelabuhan Kuala Tanjung diperlakukan sebagai suatu sistem rantai pasok yang berkelanjutan . ustainable supply chai. dengan tujuan utama pertumbuhan ekonomi dan pemerataan, seperti yang diperlihatkan pada Gambar 5 di bawah ini. Activity SPATIAL ACCESSIBILITY Available modes Physical capabilities and escort duties PHYSICAL ACCESSIBILITY Physical design Timing of TEMPORAL ACCESSIBILITY Service opening and transport operating times Income levels/ FINANCIAL ACCESSIBILITY Cost of transport and activities Perceptions and ENVIRONMENTAL ACCESSIBILITY Quality, safety, cleanliness, and wider social Personal knowledge/skills INFORMATION ACCESSIBILITY Information Gambar 5. Kerangka berpikir sistem. Kerangka berpikir tersebut juga sesuai dengan pemikiran dari Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian yang mengusulkan integrasi dan interkonektivitas infrastruktur dasar dan logistik KEK Sei Mangkei Land use Transport Gambar 7. Model pengukuran aksesibilitas. HASIL PENELITIAN Aksesibilitas KEK Sei Mangkei-Pelabuhan Kuala Tanjung. Aksesibilitas Pelabuhan Kuala Tanjung dalam mendukung KEK Sei Mangkei akan difokuskan pada integrasi transportasi untuk tiga tahap, yaitu jangka pendek . , jangka menengah . , dan jangka panjang . berdasarkan prediksi data bangkitan di KEK Sei Mangkei sampai dengan tahun 2030. Tabel I menyajikan prediksi bangkitan di KEK Sei Mangkei yang ditambah dengan 20% yang merupakan prediksi bangkitan yang muncul dari wilayah sekitarnya, prediksi bangkitan ini memakai perhitungan hasil dari traffic counting sebagai data primer dan data dari kementerian perhubungan sebagai data sekunder. Gambar 9. Jalan akses KEK Sei Mangkei. TABEL I PREDIKSI BANGKITAN ANGKUTAN BARANG SEI MANGKEI Volume di Kebutuhan KEK Volume Sei luar kawasan Tahun Mangkei . uta to. uta to. uta to. Gambar 10. Jalan Akses Kuala Tanjung. Jaringan Jalan Kereta dari Sei MangkeiPelabuhan Belawan, dan Sei Mangkei-Pelabuhan Kuala Tanjung ditunjukan pada gambar 11. Adapun jalan akses KEK Sei Mangkei dan jalan akses Kuala Tanjung dapat dilihat pada Gambar 9 dan Gambar 10 Gambar 11. Jaringan Jalan Kereta yang ada serta trase baru dari Sei Mangkei Ae Pelabuhan Kuala Tanjung Berdasarkan perhitungan kapasitas lintas di atas, bahwa tanpa adanya penambahan stasiun baru maka sisa kapasitas lintas 16 KA, atau 8 KA pulang pergi. Untuk menghitung daya muat lintas Sei Mangkei-Belawan perlu asumsi perhitungan. Pola operasi kereta api barang dapat dilihat pada Gambar 12. Suryana Stasiun Asal Pembangunan jalan akses rel KA dari KEK Sei Mangkei ke Lintas Gunung Bayu Perlanaan jika telah selesai, maka barang hasil produksi atau bahan pendukung dapat diangkut dengan menggunakan Kereta Api dari dan menuju Pelabuhan Belawan ke/dari KEK Sei Mangkei. Data sarana yang dimiliki oleh PT KAI Divre I Sumatera Utara saat ini ditunjukan pada Tabel IV di bawah ini. Stasiun Tujuan Waktu tempuh pergi Waktu tempuh pulang : Waktu Bongkar/Muat Tb/m : Waktu Bongkar/Muat Gambar 12. Pola operasi keretaTb/mapi Waktu Siklus KA = Tp: Waktu Persiapan dan Tp: Waktu Persiapan dan (Tb/m Tsiklus Kereta p Tl Tps T)x2 KA dapat pemeriksaan Kereta waktu Persamaan Tl : Waktu Langsir Tl : Waktu Langsir . Tps : Waktu Persilangan Tps : Waktu Persilangan Tsiklus = (Tb/m Tp Tl Tps T) x 2 Tsiklus = waktu siklus KA Tb/ m = waktu bongkar/muat Tp = waktu persiapan Tl = waktu langsir Tps = waktu persilangan T = waktu perjalan . TABEL IV LOKOMOTIF. KERETA. DAN GERBONG DI DIVRE I SUMATERA UTARA Jenis Sarana Jumlah Lokomotif CC Lokomotif BB Lokomotif BB Lokomotif BB Lokomotif BB Jumlah lokomotif Kereta K1 Kereta K2 Kereta K3 Kereta KMP2 Kereta KP2 Kereta KMP3 Kereta P Kereta B Jumlah kereta Gerbong GK Gerbong GT Gerbong GD Gerbong GB Gerbong SN Jumlah gerbong Perhitungan Waktu Siklus dan Kapasitas Muat dengan jumlah pemberangkatan KA berdasarkan sisa kapasitas terkecil, yaitu 16 KA atau 8 KA . ulang dan perg. hasilnya ditunjukan pada Tabel II dan Tabel i. TABEL II ASUMSI DAN HASIL PERHITUNGAN KAPASITAS MUAT KA Lintas Sei Mangkei - Belawan. Gradien maksimum= 10 promil . aerah Tebingtingg. Daya Tarik lokomotif . Daya Tarik 2 Lokomotif . Unit CC 201 CC 201 CC 201 CC 201 V = 30 V = 40 V=30 V=40 808 Ton Asumsi Berat Kontainer dan muatan 25 ton 1 gerbong = 41 ton (Gerbong kosong . Muatan . ) 20 Gerbong/KA 2 Teus/Gerbong =25 ton/gerbong 34 Teus/KA 24 Teus/KA 56 Teus 40 Teus Teus/KA 500 Ton / rangkaian KA Jarak Sei Mangkei - Belawan = 140 km Jarak Sei Mangkei - Pelabuhan Kuala Tanjung 483 - 98. 291 = 42. 692 km = 43 km Catatan : 1 tahun 340 hari kerja, frekwensi : 8 KA/hari untuk ke Belawan, karena sisa kapasitas Batangkuis - Bandar Khalifah paling kecil . Kapasitas angkut ke Belawan (Ton/tahu. Kapasitas angkut ke Belawan (Teu. 816,000 65,280 Jika Menggunakan 20 Gerbong/ rangkaian KA 1,360,000 Ton/tahun 108,800 Teus/Tahun TABEL i PERHITUNGAN WAKTU SIKLUS DAN KAPASITAS MUAT KA PER TAHUN Waktu Langsir Waktu Bongkar/ muat /Teus Waktu Pemeriksaan Persiapan Jarak Sei-mangkei Belawan Kecepatan Operasi Waktu persilangan/ Waktu tempuh pergi/pulang Waktu Langsir Waktu Bongkar/ muat /Teus Waktu Pemeriksaan Persiapan Waktu siklus KA Frekwensi/hari/KA Volume Terangkut Kapasitas angkut/ tahun/KA Kapasitas angkut Tersedia/ tahun Menit Menit Menit Menit Menit Menit Menit Menit Menit Menit ton/hari 1,632,000 Ton/tahun 130,560 Teus/tahun Menurut informasi dari Balai Teknik Perkeretaapian Sumatera Utara, panjang rangkaian kereta api, termasuk 1 lokomotif, untuk angkutan barang curah cair dengan gerbong ketelan . adalah 140 meter . Angkutan barang non cair dengan gerbong datar sepanjang 193,2 meter . , sehingga tidak perlu mengubah atau memperpanjang emplasemen stasiun eksisting . anjang sepur terpendek 239 Pada saat itu diharapkan jalur rel kereta api dari KEK Sei Mangkei ke Pelabuhan Kuala Tanjung sudah terhubung dan didukung dengan Terminal Multipurpose Pelabuhan Kuala Tanjung. Dengan demikian, semua bangkitan di KEK Sei Mangkei akan dikirimkan ke Pelabuhan Kuala Tanjung, baik melalui kereta api dan/atau truk, sedangkan Pelabuhan Belawan akan menjadi cadangan . ack u. pada saat Pelabuhan Kuala Tanjung tidak dapat beroperasi dengan optimal. Untuk menghitung kapasitas angkut kereta api perlu diketahui panjang jarak dari Stasiun KEK Sei Mangkei ke Stasiun di Pelabuhan Kuala Tanjung seperti yang disajikan pada Tabel V di bawah ini. TABEL V PANJANG LINTASAN KEK SEI MANGKEI Ae PELABUHAN KUALA TANJUNG. Lintas Jarak . Jarak KEK Sei Mangkei Ae Pel. Kuala Tanjung 42,45 km Kecepatan Operasi 45 km/jam Waktu Perjalanan Waktu langsir 10 menit Waktu Persiapan/Pemeriksaan Waktu persilangan 30 menit Waktu bongkar/muat 4 menit/gerbong atau 96 menit untuk 1 rangkaian . uat dan bongka. Waktu siklus 10 15 96 . = 416 Rit/hari Stasiun KEK Sei Mangkei Ae Stasiun Perlanaan 4,95 Stasiun Perlanaan Ae Stasiun Bahlias 4,20 Kapasitas angkut/gerbong 25 ton Stasiun Bahlias Ae Stasiun Bandar Tinggi 11,60 Kapasitas angkut/hari 12*25*3. 5 = 1050 ton/hari Stasiun Bandar Tinggi Ae Stasiun Tanjung Gading 6,00 Kapasitas/tahun Stasiun Tanjung Gading Ae Stasiun Kuala Tanjung 13,50 340*1050 = 357. ton/tahun Jumlah Lokomotif CC 8 unit Jumlah hari kerja/tahun 340 hari Kapasitas angkut/tahun 000 * 8 = 2. Prediksi muatan tahun 000 ton Prediksi sampai tahun 000 ton Jumlah gerbong yang = . /90% = 107 unit Stasiun Kuala Tanjung Ae Stasiun Pel. Kuala Tanjung 2,00 Jumlah 42,35 Untuk lintas Sei Mangkei-Pelabuhan Kuala Tanjung, maka gradien penentu besarnya 2 o/oo, sehingga daya tarik lokomotif CC 201 mencapai 5 ton pada kecepatan 45 km/jam atau 881 ton pada kecepatan 50 km/jam. Hal ini mengakibatkan kemampuan tarik gerbong menjadi lebih dari 20 gerbong/rangkaian. Hasil perhitungan kapasitas muat dapat dilihat pada tabel VI di bawah ini. TABEL VI HASIL PERHITUNGAN KAPASITAS MUAT SEI MANGKEI KUALA TANJUNG. Daya Tari k 1 Lokomoti f CC 201 pada V= 50 = 881. 75 ton Keterangan Gerbong yang dipakai Jarak Sei Mangkei - Kual a Tanjung Waktu tempuh Sei Mangkei -Kual a Tanjung dengan V=50 km/jam = Waktu Bongkar/muat /KA Waktu Langsi r Waktu Persi apan dan Pemeri ksaan rem Waktu tempuh Kembal i dari Kual a Tanjung Waktu Persi l angan/Penyusul an Waktu siklus/KA Juml ah Ri t/hari Total Muatan/hari /KA Waktu kerja/tahun meni t/gerbong meni t/KA . KA) Hari 466,582 Total Muatan/tahun/KA Kapasi tas Frekwensi KA Sei Mangkei - Kual a Tanjung 86 KA atau Kapasi tas maksi mum Sei Mangkei - Kual a Tanjung Kebutuhan Angkutan sampai 2030 Ji ka di l ayani KA 100 % maka di butuhkan = Ji ka Si ap Guna Operasi Juml ah Gerbong di butuhkan Juml ah Lok CC201 dengan cadangan IV. PEMBAHASAN Kawasan pelabuhan Kuala Tanjung mempunyai akses jalan utama ke ruas jalan nasional Lintas Timur Sumatera yang kondisi lebar jalan di atas 10 meter. Status jalannya adalah bekas kawasan industri Inalum-Asahan. Namun akses jalan lainnya adalah jalan kabupaten dengan fungsi jalan yang rendah dan lebar jalan yang terbatas. dalam dokumen-dokumen rencana tata ruang yang telah dikemukakan sebelumnya, akses jaringan jalan ke kedua kawasan akan ditingkatkan kelasnya guna mendukung pergerakan terutama angkutan barang/industri. Selain itu, angkutan barang ke dan dari kedua kawasan akan didukung oleh jaringan kereta api. Dukungan lain adalah adanya rencana jalan tol yang memiliki exit/entry mendekati KEK Sei Mangkei dan kawasan pelabuhan Kuala Tanjung. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semua rencana tata ruang yang Pul ang-pergi 20,063,024 3,366,000 ton/tahun ton/tahun 8 KA 178 Gerbong Datar 9 Lok TABEL VII ANALISIS ANGKUTAN KERETA API Pola Operasi 1 Lokomotif CC 201 dan 12 gerbong PPCW Suryana telah ditetapkan maupun yang masih berupa konektivitas dan aksesibilitas KEK Sei Mangkei dan kawasan pelabuhan Kuala Tanjung, baik dari daerah belakangnya/hinterland, maupun ke daerah tujuan pemasaran produknya. hanya 12 gerbong. Untuk perhitungannya dapat diilustrasikan pada Tabel VII. Berdasarkan Kondisi perhitungan Tabel VII maka dengan memiliki 8 . lokomotif CC 201. PT KAI mampu melakukan pengangkutan sampai tahun 2025, dengan catatan jumlah gerbong datar di tambah. Hasil perhitungan diatas, memberikan informasi bahwa jika kereta api beroperasi dengan kondisi pola operasi atau stam formasi seperti sekarang serta emplasemen yang hanya mampu menampung 12 gerbong, maka peran kedua moda truk dan kereta api akan dibutuhkan untuk mengangkut muatan dari KEK Sei Mangkei ke Pelabuhan Kuala Tanjung. Jika kapasitas angkut kereta api tidak ditingkatkan sampai dengan tahun 2030 akan makin banyak jumlah truk yang dibutuhkan dan hal ini akan berimplikasi kepada headway yang makin pendek dan juga akan menambah volume lalu lintas di Pola operasi kereta barang, dimulai dari stasiun asal Sei Mangkei. Kereta melakukan langsiran untuk menyiapkan gerbong yang akan dimuat barang dalam bentuk kontainer pada rel muat. Pemuatan barang dilakukan sesuai dengan panjangnya rangkaian atau banyaknya gerbong yang akan dimuat. Setelah selesai langsir, maka dilakukan proses pemuatan dengan menggunakan container loader sampai selesai, kemudian kereta api dipersiapkan dan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk dibawa oleh masinis atau awak kereta api. Lalu pemeriksaan Kereta, dan pengecekan rem setelah siap, maka kereta api diberangkatkan sesuai dengan jadwalnya, jika dalam perjalanan ternyata ada informasi persilangan, maka kereta dengan prioritas lebih rendah berhenti di stasiun yang memiliki emplasemen yang cukup untuk penyusulan atau Setelah sampai di Stasiun Tujuan, maka selanjutnya kereta api dibongkar dan dimuat kontainer baru yang akan ditransport ke Sei Mangkei, dan proses diatas dilakukan kembali, sampai kereta api bisa kembali ke stasiun Sei Mangkei. Kereta api mengalami 2 . kali muat dan 2 . kali bongkar. Dari Hasil Perhitungan pada Tabel i terlihat bahwa tanpa melakukan pembangunan stasiun baru, kapasitas muat lintas Sei Mangkei-Belawan 000 ton, sedangkan kebutuhan adalah 000 ton sehingga sisa muatannya adalah 000/340 = 1. 65 ton. Kapasitas angkut/truk/hari adalah 50 ton. Jadi truk yang dibutuhkan adalah 25 truk dengan head way 57,6 Bila kebijakan angkutan ditetapkan 100 % pada kereta api, maka jumlah gerbong yang dibutuhkan/rangkaian KA adalah = 16 gerbong, dengan daya angkut 2. 000 ton dan jika menggunakan 1 lokomotif maka kecepatan operasi harus diturunkan menjadi 32 km/jam. Berdasarkan Tabel VI, kemampuan pemenuhan kapasitas KA, maka pihak memperpanjang emplasemen di stasiun yang memungkinkan terjadinya persilangan. Selain itu, saat ini hanya ada gerbong datar sebanyak 88 sehingga diperlukan pengadaan gerbong datar sebanyak 178 dikurangi dengan sisa gerbong yang Tapi bila tidak dilakukan perbaikan emplasemen, maka akan terjadi satu rangkaian KA KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahawa aksesibilitas Pelabuhan Kuala Tanjung akan meningkat seiring dengan rencana pembangunan akses ruas jalan, angkutan barang dengan truk dari KEK Sei Mangkei ke Pelabuhan Belawan dengan menggunakan jalan raya akan menghadapi kemacetan yang berdampak pada lamanya waktu tempuh karena kondisi jalan yang dilalui adalah jalan trans Sumatera lintas Timur dimana jalan kabupaten/kota klasnya tidak sama dengan jalan nasional, demikian juga lebar jalan yang tidak seragam dari 5 m sampai dengan 7 Hambatan terberat adalah kepadatan lalu lintas yang cukup tinggi terutama memasuki wilayah Medan ditempuh dengan kondisi padat merayap, sehingga dari Sei Mangkei ke Belawan ditempuh hampir 14 jam, padahal jaraknya hanya 145-160 km atau rata-rata kecepatan operasi hanya 10 - 20 km/jam. Mulai tahun 2021 dengan telah siap beroperasinya Terminal Petikemas di Pelabuhan Kuala Tanjung, maka seluruh bangkitan barang dari KEK Sei Mangkei sampai dengan tahun 2030 dapat dilayani di Pelabuhan Kuala Tanjung dengan menggunakan moda kereta api dan truk yang dilayani di Terminal Petikemas dan Terminal Multipurpose, sehingga Pelabuhan Belawan dapat menjadi cadangan pada saat ada gangguan di Pelabuhan Kuala Tanjung. Manajemen dan rekayasa laluintas akan diperlukan dalam mengatur potensi kemacetan yang disebabkan oleh perlintasan sebidang antara jalan raya dan rel kereta api serta dengan jumlah truk yang akan digunakan untuk mengangkut muatan dari KEK Sei Mangkei ke Pelabuhan Belawan dan dari KEK Sei Mangkei ke Pelabuhan Kuala Tanjung. REFERENSI