Pengembangan mesin Drain Gutter Cleaner mengunakan metode Quality Function Deployment (QFD) sebagai alternatif penanggulangan sampah di kota Bengkalis (Development of drain gutter cleaning machine using Quality Function Deployment (QFD) method as alternative waste management in the City of Bengkali. Ilham Saputra1. Firman Alhaffis2 Jurusan Teknik Mesin. Politeknik Negeri Bengkalis email:ilhamsaputra2109@gmail. com, firman. alhaffis@polbeng. Abstrak Sampah merupakan masalah yang sangat mendominasi dunia, khususnya di daerah perkotaan seperti Kota Bengkalis. Banyaknya bencana yang ditimbulkan oleh sampah, menjadikan sampah sebagai obyek utama yang harus dilakukan pengelolaan secara sistematis. Bencana yang ditimbulkan oleh sampah seperti terjadinya penyumbatan saluran air. Sulit dan perluya tenaga kerja yang banyak dalam proses membersihkan sampah pada saluran air, menjadi faktor utama saluran air terhambat oleh sampah yang terbawa arus. Pada penelitian ini dilakukan pengembangan mengenai alat pembersih selokan yang dapat mendukung kinerja masyarakat yang perduli terhadap lingkungan. Penelitian berikut menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) sebagai alat untuk mengatasi permasalahan yang terjadi. Data yang didapatkan berupa data kuantitatif dari hasil kuesioner 32 orang petugas selokan sebagai objek penelitian. Hasil dari analisis diperoleh mesin yang dikembangkan akan menggunakan sistem pengangkatan dengan media bucket sebagai pengangkat sampah yang terbawa arus. Dari hasil dapat dilihat bahwa konsumen membutuhkan 13 Permintaan yang didapat dari House of Quality (HOQ) dalam proses pengembangan mesin drain gutter cleaner. Dengan urutan bobot terbesar sampai terkecil dari Permintaan konsumen yaitu ukuran mesin, umur mesin, rangka besi, mesin sederhana, kapasitas penampungan, menggunakan energi listrik, menghidupkan tombol, gaya angkat, penutup motor, rangka dilapisi cat, terdapat 3 bucket, tombol on-off, dan warna oranye. Kata Kunci: Penanggulangan sampah. Mesin Pembersih Selokan. Quality Function Deployment (QFD). Abstract Wasteis a global problem, especially in urban areas such as Bengkalis City. Many disasters caused by waste, making waste as the main object that must be done systematically management. Disasters caused by waste such as blockage of waterways. Difficult and requires a lot of labor in the process of cleaning up waste in the waterways, being a major factor in waterways being obstructed by waste flowing. In this research, the development of a gutter cleaning tool that can support the performance of people who care about the The following research uses the Quality Function Deployment (QFD) method as a tool to overcome problems that occur. The data obtained in the form of quantitative data from the results of a questionnaire 32 sewers as research objects. The results obtained from the analysis of the engine developed will use a lifting system with a bucket media as a waste carrier carried by the flow of water. From the results it can be seen that consumers need 13 requests obtained from the House of Quality (HOQ) in the process of developing a drain gutter cleaner machine. With the largest to smallest order of weight of consumer demand, namely engine size, machine life, iron frame, simple machine, storage capacity, using electrical energy, turning on the button, lifting force, motor cover, paint coated frame, there are 3 buckets, on-off button , and orange. Keywords:Waste management. Drain Gutter Cleaner. Quality function Deployment (QFD) Pendahuluan Desain peralatan untuk memudah kerja manusia, telah dilakukan secara terus menerus untuk menambah efisiensi dan efektifitas kerja seperti: desain mesin pertanian . dan pengolah makanan . Dorongan mengembangkan timbul disebabkan oleh kesulitan kerja manual atau pengoperasian mesin yang telah Sulit dan perlunya tenaga dalam proses membersihkan selokan menjadi faktor utama Jurnal Polimesin. Volume 17. Nomor 2. Agustus 2019 selokan menjadi terhambat oleh sampah yang terbawa arus air. Hampir setiap daerah yang terjadi bencana banjir disebabkan oleh sampah yang menyumbat diselokan. Seperti bencana banjir yang terjadi di Kota Bengkalis, dimana bencana yang terjadi dikarenakan adanya penyumbatan sampah plsatik pada selokan . Permasalahan ini perlu menjadi perhatian khusus oleh sejumlah besar masyarakat agar tidak menjadi bencana tahunan dengan cara mengurangi volume sampah yang tergenang di saluran air. Banyaknya dihasilkan oleh kota Bengkalis perharinya yaitu sekitar 80 m3/hari . Hal ini menyebabkan perlunya metode dan alat dalam membersihkannya terutama dibagian selokan. Pemerintah setempat telah memiliki dan menerapkan berbagai metode dengan cara gotong royong. Jam kerja dari tim pekerja kebersihan yang maksimal dalam upaya Dengan permasalahan diatas, pada penelitian ini akan dilakukan pengembangan mengenai alat pembersih selokan yang dapat mendukung kinerja masyarakat yang peduli terhadap lingkungan. Upaya yang dilakukan dengan memperhatikanaspek ramah lingkungan dan fungsi dalam proses perancangan Dengan mempertimbangkan kaidah perencanaan sebuah produk yang tepat sasaran sesuai keinginan manusia,maka digunakanlah metode Quality Function Deployment (QFD) dalam proses perancangan produk. Metode Quality Function Deployment (QFD) digunakan untuk merancang suatu proses sebagai tanggapan terhadap kebutuhan pelanggan dalam hal ini adalah masyarakat yang perduli dengan lingkungan. QFD berusaha menerjemahkan apa yang dibutuhkan masyarakat menjadi apa yang dihasilkan organisasi atau perusahaan. Metode ini dilaksanakan dengan melibatkan pelanggan dalam proses pengembangan dan perancangan produk sedini mungkin. QFD memungkingkan suatu organisasi untuk memprioritaskan kebutuhan masyarakat, menemukan tanggapan inovatif terhadap kebutuhan tersebut, dan memperbaiki proses hingga tercapai efektivitas maksimum. Tinjauan Pustaka Quality Function Deployment (QFD) Quality Function Deployment adalah metode terstruktur yang digunakan dalam proses perencanaan dan pengembangan produk untuk menetapkan spesifikasi kebutuhan dan keinginan konsumen, serta mengevaluasi secara sistematis kapabilitas suatu produk atau jasa dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. membersihkan daerah perkotaan, masih saja dinilai kurang dalam meminimalisir sampah-sampah yang dihasilkan oleh masyarakat. Kondisi seperti ini masih sering terlihat pada daerah-daerah tertentu, sampah yang mengalir dan menyumbat saluran air masih saja menjadi penyebab air tidak bisa mengalir dengan baik. Phase I : Product Planning Tujuan tahapan ini adalah untuk mendapatkan nilai masing-masing Subtitute Quality Charactertistic (SQC) yang nantinya pada matriks design deployment akan menjadi AuwhatsAy. Phase II : Parts Deployment Pada tahap ini akan ditetapkan nilai prioritas masing-masing karakteristik komponen dasar penyusun suatu produk dan nantinya akan menjadi AuwhatAy pada matrixs manufacturing planning. Phase i : Process Planning Tujuan phase ini adalah untuk mendapatkan nilai prioritas masing-masing parameter proses yang diperlukan untuk membuat komponen dasar dengan karakteristik tertentu. Phase IV : Production Process Pada tahap keempat ini akan ditentukan langkahlangkah pengendalian kualitas yang diperlukan berdasarkan besarnya prioritas pada masing-masing proses produksi yang telah disusun pada manufacturing matrixs Planning. House of Quality (HOQ) House of Quality (HOQ) adalah suatu kerangka kerja atas pendekatan dalam mendesain manajemen yang dikenal sebagai Quality Function Deployment (QFD). HOQ memperlihatkan struktur untuk mendesain dan membentuk suatu siklus dan bentuknya menyerupai sebuah rumah kunci. Dalam membangun HOQ adalah difokuskan pada kebutuhan konsumen sehingga proses desain dan pengembangannya lebih sesuai dengan apa yang di inginkan oleh konsumen dari pada dengan teknologi inovasi. Requireme Manufacturing Production Methods Phase 2: Parts Deployment Phase 3: Process Planning Manufacturing Methods Featur Part Features Phase 1: Product Planning Part Design Requirement Customer Needs Design Standarts Phase 4: Production Process Gambar 1. Empat Fase QFD (Sumber: Kannan, 2. Jurnal Polimesin. Volume 17. Nomor 2. Agustus 2019 Gambar 2. House of Quality (Sumber: Suryaningrat, dkk. Mesin Pembersih Selokan (Drain Gutter Cleane. Mesin pembersih selokan adalah suatu alat yang dirancang untuk membersihkan dan mengangkat semua sampah yang terbawa oleh arus air sehingga sampah tidak tertumpuk. Mesin ini dapat digunakan untuk membersihkan segala sampah yang terbawa oleh arus air pada selokan, seperti: plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, dan kayu. Mesin Pembersih sampah ini menggunakan bucket elevatorsebagai pengangkutsampah yang mengapung diatas permukaan air. Sampah yang terangkut diangkat ke atas dan dibuang ke penampungan yang posisinya melintang di bawah posisi bucket elevator. Hasil dan Pembahasan Karakteristik Subjek Subjek dalam penelitian yaitu petugas kebersihan selokan UPT. Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis berjumlah 32 orang. Deskripsi subjek tercantum dalam tabel 1. Tabel 1. Deskripsi Subjek KRITERIA RENTANG JUMLAH PERSENTASE (Tahu. Usia < 30 30 - 40 > 40 Total (Sumber: Hasil Penelitia. Pengumpulan data hasil kuesioner Mengumpulkan data kuesioner yang kembali kepada peneliti sebanyak 32 buah dan kemudian dikelompokkan menjadi data tabel. Tabel 2. Pengumpulan Data Hasil Kuesioner PENILAIAN Hasil (A) (B) (C) A B 1 Ukuran Mesin Sesuai Selokan 2 Penempatan mesin pembersih selokan 3 Mudah dirawat dan diperbaiki 4 Mudah digunakan 5 Memiliki Pengatur Kecepatan 6 Banyak jenis pengatur kecepatan 7 Tempat penampungan yang sesuai 8 Kapasitas tempat penampungan 3 23 3 9 Tahan Korosi 9 Tahan Korosi 10 Kuat mengangkat 10 Kuat mengangkat semua sampah 31 1semua0 sampah 11 Dapat beroperasi 11 Dapat beroperasi secara terus-menerus 22 secara 10 0terus-menerus 12 Mesin tahan31 12 Mesin tahan lama 13 Lama umur pada 13 Lama umur pada mesin 3 mesin Mesin dengan 14 Mesin dengan rangka yang 14 0 yang 0 kokoh No. Gambar 3. Automatic Drain Gutter Cleaner (Sumber: https://nevonprojects. PERTANYaN (Su Pengelompokan Permintaan Kualitas Customer (PKC) Pada tahapan ini dilakukan pengelompokan atas permintaan kualitas customer. Dari data yang didapatkan dilakukan, dilakukan tabulasi menjaditia (Sumber: Hasil Penelitia. Metode Penelitian Penelitian mengenai pengembangan mesin Drain Gutter Cleaner menggunakan metode Quality Function deployment (QFD) dilakukan dengan menggunakan metode data kuantitatif. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan data permintaan konsumen secara langsung dengan menggunakan teknik wawancara dan kuesioner. Kuesioner yang disebarkan akan diolah untuk mengetahui pengelompokan kondisi dan suara konsumen. Kuesioner dipilih sebagai kontrol kualitas selama pengembangan produk, agar produk yang dihasilkan sesuai dengan suara konsumen, suara perekayasa, dan kemampuan manajemen sehingga pengembangan produk dapat tepat sasaran dan mengurangi waktu yang dibutuhkan selama desain dan redesain. Hasil kuesioner dan wawancara dari konsumen akan diolah dan digabungkan dengan batasan kemampuan dan keinginan pengembang. Jurnal Polimesin. Volume 17. Nomor 2. Agustus 2019 Tabel 3. Pengelompokan PKC Permintaan Tertier Kelompok 1: Kinerja Kelompok 3: Kehandalan Kelompok 2: Fitur Kelompok 4: Ketahanan Tahan korosi Kuat mengangkat semua sampah Mampu beroperasi terus menerus Tabel 5. Penilaian PKC Sesuai ukuran selokan Jl. Senggoro Mudah dirawat dan diperbaiki Tahan korosi Kuat mengangkat semua sampah Kelompok 4: Ketahanan Mampu beroperasi terus menerus Stell/Plas Umur mesin 2-3 Tahun Rangka Besi Kinerja Dengan PKC Kapasitas 50. 000 Cm3 Ae 100. 000 Cm3 Fitur Kelompok 3: Kehandalan Pengatur kecepatan 1 putaran Kehandalan Kelompok 2: Fitur Kelompok 5: Keindahan Warna Terang Ketahanan Banyak sampah dalam satu proses Keindahan Penutup Motor Plat besi Penyusunan Prioritas Permintaan Kualitas Customer (PKC) Tahapan setelah dilakukan pengelompokkan umum terhadap data, selanjutnya pada tahap ini adalah menentukan prioritas permintaan kualitas customer dengan cara melihat hasil kuesioner yang paling banyak dipilih berdasarkan keinginan pelanggan untuk menentukan prioritas pada Jurnal Polimesin. Volume 17. Nomor 2. Agustus 2019 Warna lerang Mudah digunakan Keindahan Penutup motor plat besi Mudah dirawat dan diperbaiki Ketahanan Rangka Besi Sesuai dengan ukuran selokan Jl. Senggoro Keandalan Banyak sampah dalam satu proses Kelompok 1: Kinerja Fitur Umur mesin 2 - 3 Tahun Kinerja Tabel 4. Pengelompokan umum AuPermintaan Kualitas Customer (PKC)Ay Beroperasi secara terus menerus Pengelompokan Permintaan Kualitas Customer (PKC) Dari data hasil kuesioner dilakukan pengelompokkan permintaan kualitas customer pada jenis kelompok yang telah ditetapkan pada tabel sebelumnya. Penilaian Permintaan Kualitas Customer (PKC) Pada tahapanberikut akan dilakukan pembandingan antara data permintaan kualitas customer yang telah didapat. Penilaian dilakukan dengan cara memberikan nilai 3 jika hasil perbandingan dinyatakan lebih penting, nilai 2 jika hasil perbandingannya adalah sama penting dan nilai 1 jika hasil perbandingannya kurang penting. Tahan korosi Warna Terang Penutup MotorPlat besi Gambar 5. Penyusunan prioritas PKC (Sumber: Hasil Penelitia. Kuat mengangkat semua sampah Umur mesin 2 Ae 3 Tahun Rangka Besi Banyak sampah dalam satu Kelompok 5: Keindahan Kapasitas 50. 000 Ae 100. 000 (Cm. Kelompok 5 : Keindahan(Estetik. Permintaan Sekunder Mudah digunakan Kelompok 4 : Ketahanan (Durabilit. Mudah digunakan Pengatur kecepatan 1 putaran Kapasitas 50. 000 Cm3 Ae 100. 000 Cm3 Permintaan Primer Pengatur kecepatan 1 putaran Kelompok 3 : Kehandalan (Realibilit. Mudah dirawat dan diperbaiki Sesuai ukuran selokan Kelompok 2 : Fitur Sesuai dengan ukuran selokan Mudah dirawat dan diperbaiki Kelompok 1 : Kinerja (Performanc. permintaanprimer, sedangkan untuk permintaan sekunder adalah data yang memiliki nilai sedang. Dan permintaan yang paling sedikit adalah tersier. Mudah digunakan Pengatur kecepatan 1 putaran Kapasitas 50. 000 Ae 100. (Cm. Tahan korosi Kuat mengangkat semua Beroperasi secara terus Umur mesin 2 - 3 tahun Rangka Besi Banyak sampah dalam satu Warna terang Penutup motor plat besi Jumlah 14 14 14 34 24 26 18 28 32 26 20 28 34 (Sumber: Hasil Penelitia. Penyusunan Performance Kualitas Konstruksi (PKK) Langkah (SQC) adalah pertimbangan performance kualitas konstruksi (PKK). Tabel 6 . Penyusunan PKC Tabel 7. Optimasi dan matrik atap Kemampuan Performance Kualitas produksi Arah Optimasi Komponen sedikit, mudah dipasang. Dan komponen tersedia di pasaran. Tinggal menyalakan tombol Gaya angkat Min 20 N Menggunakan energi listrik Desain Terdapat 3 Bucket pada mesin Ukuran mesin P = 150 Cm. L = 95 Cm. T = 150 Cm Tombol on Ae off Kapasitas penampungan 50. 000 Ae 000 (Cm. Rangka dilapisi Cat Umur mesin selokan 2 Ae 3 Tahun Rangka besi siku Warna Oranye Penutup motor plat besi 3 mm (Sumber: Hasil Penelitia. Strukturisasi Performance Kualitas Konstruksi (PKK) Pembuatan strukturisasi kualitas konstruksi dengan mengacu pada prioritas performance kualitas konstruksi (PKK) yang didapat dari customer melalui substitute quality characteristic (SQC). Perbandingan PKC dan PKK Langkah selanjutnya adalah menilai perbandingan antara PKC dan PKK dengan cara memberikan nilai 9 untuk hubungan yang kuat, nilai 3 untuk hubungan sedang . dan nilai 1 untuk hubungan yang lemah. Tabel 8. Perbandingan PKC dan PKK Nilai PKC Komponen sedikit, mudah dipasang dan komponen Tinggal menyalakan tombol Gaya angkat Min 20 N Menggunakan energi listrik Terdapat 3 Bucket pada Ukuran mesin P = 150 Cm. L = 95 Cm. T = 150 Cm Tombol on Ae off Kapasitas 50. 000 Ae 100. Cm3 Rangka dilapisi Cat Umur mesin 2 Ae 3 Tahun Rangka Besi siku Warna Oranye Penutup motor plat besi 3 Sesuai ukuran selokan jl Senggoro Mudah dirawat dan diperbaiki Mudah digunakan Pengatur kecepatan 1 putaran Kapasitas penampungan 000 Ae 100. 000 (Cm. Kehandalan Tahan korosi Kuat mengangkat semua sampah Beroperasi secara terus menerus Umur mesin 2 - 3 tahun Rangka Besi Banyak sampah dalam satu proses Warna terang Penutup motor plat besi Fitur Kinerja PKC Ketahanan Gambar 6. Strukturisasi PKK (Sumber: Hasil Penelitia. Optimasi dan Matrik Atap Setiap performance kualitas konstruksi dibuat arah optimasinya dan bagaimana hubungan antara performance kualitas konstruksi. Catatan : Arah Optimasi Maksimum Minimum Normal Hubungan antar PKK Positif Negatif Jurnal Polimesin. Volume 17. Nomor 2. Agustus 2019 Desain Keindahn Kemampuan Catatan: Kuat Sedang Lemah Tidak ada Dikosongkan (Sumber: Hasil Penelitia. Tabel 9. Hasil Penentuan Rangking . PKK Nilai PKC Komponen dipasang. Dan komponen tersedia di pasaran. Tinggal menyalakan tombol Gaya angkat Min 20 N Menggunakan energi listrik Terdapat 3 Bucket pada mesin Ukuran mesin P = 150 Cm. L = 95 Cm. T = 150 Cm Tombol on Ae off Kapasitas penampungan 50. 000 Ae 000 (Cm. Rangka dilapisi Cat Umur mesin selokan 2 Ae 3 Tahun Rangka besi siku Warna Oranye Penutup motor plat besi 3 mm 9. Hasil Bobot PKK (%) Penyusunan House of Quality (HOQ) Langkah terakhir adalah membuat rumah kualitas atau House of Quality (HOQ) yang dibangun berdasarkan matrik-matrik optimasi dan lain-lainnya yang telah dibuat sebelumnya. (Sumber: Hasil Penelitia. Tabel 10. Penyusunan House of Quality (HOQ) Jurnal Polimesin. Volume 17. Nomor 2. Agustus 2019 Kesimpulan Dari pengolahan data dan analisis data yang pengembangan yang dilakukan pada alat dalam menggunakan mesin drain gutter cleaner. Mesin ini menggunakan sistem kerja bucket elevator yang akan mengangkat sampah yang terbawa arus air, kedalam tempat penampungan. Didalam proses pengembanganmesinDrain Gutter Cleaner yang didesain sesuai kebutuhan konsumen (Customer Need. dan keinginan pekerja (Voice of Custome. harus memperhatikan hal-hal yaitu: Ukuran mesin sesuai dengan selokan, umur mesin mencapai hingga 2 sampai 3 tahun, rangka menggunakan besi siku, komponen sedikit, mudah dipasang, dan komponen tersedia dipasaran, serta kapasitas penampungan yang sedang sehingga memudahkan pekerja menuangkan sampah dari mesin ke mobil box sampah. Daftar Pustaka