IMPLEMENTASI GERAK DAN LAGU DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI ANAK USIA 5-6 TAHUN Nurul Asqia1. Riana Putri2. Sutiha3 1,2PIAUD IAIN Parepare e-mail: nurulasqia@iainpare. id, 2rianaputri@iainpare. id, 3sutiha@iainpare. Abstrak. Kepercayaan diri anak adalah suatu sikap positif memandang kemampuan diri, tenang, merasa mampu menyesuaikan diri dan mengaktualisasikan diri. Rasa percaya diri sangat penting untuk motivasi anak dalam pembelajaran, ini berhubungan dengan persepsi terhadap efeksi diri yang menentukan cara seseorang berfikir, merasakan, dan berperilaku, kepercayaan diri akan membawa sukses dan sebaliknya. Adapun faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri anak adalah faktor internal individu itu sendiri, norma, dan pengalaman, keluarga, tradisi, kebiasaan dalam lingkungan sosial atau kelompok dimana keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode gerak dan lagu dalam meningkatkan kepercayaan diri anak usia 5-6 tahun di TK Miftahul Ilmi Menrong di desa Harapan. Kecamatan Tanete Riaja. Jenis penelitian ini yaitu penelitian studi kasus dengan metode pengumpulan data menggunakan metode observasi langsung dan metode Berdasarkan data yang diperoleh penerapan metode gerak dan lagu dapatmeningkatkan percaya diri anak. Dalam melaksanakan kegiatan bernyanyi di lakukan dengan teknik pengajaran secara berulang-ulang, kegiatan bernyanyi secara bertahap dan berkelompok, adanya kepercayaan dan kedekatan antara guru dan anak, dan pemberian reward kepada anak. Sehingga penerapan metode bernyanyi terbukti dapat menumbuhkan kepercayaan diri anak seperti sudah berani bernyanyi di depan kelas, tidak takut dan malu lagi pada saat di tunjuk oleh guru untuk bernyanyi, anak terlihat bebas berekspresi pada saat bernyanyi. Kata kunci : gerak dan lagu, kepercayaan diri anak Abstract. Self-confidence in children is a positive attitude towards their own abilities, characterized by calmness, adaptability, and self-actualization. Self-confidence is crucial for children's motivation in learning, as it relates to their perception of self-efficacy, which determines how they think, feel, and behave. Confidence fosters success, while a lack of confidence often leads to failure. Several factors influence children's self-confidence, including internal individual factors, norms, experiences, family environment, traditions, and habits within their social or family group. This study aimed to implement the method of movement and songs to enhance the self-confidence of children aged 5-6 years at TK Miftahul Ilmi Menrong, located in Harapan Village. Tanete Riaja District. The research utilized a case study approach, employing direct observation and interview methods to collect data. The findings indicate that the application of movement and song activities effectively improves children's self-confidence. Activities were conducted using repetitive teaching techniques, gradual and group singing sessions, fostering trust and closeness between teachers and children, and providing rewards for participation. As a result, the method of singing successfully cultivated children's self-confidence, evidenced by their willingness to sing in front of the class, reduced fear and shyness when called upon by the teacher, and their freedom to express themselves during singing activities. Keywords: movement and songs, children's self-confidence Nurul Asqia. Riana Putri, dan Sutiha PENDAHULUAN Anak usia dini merupakan kelompok usia yang sedang dalam proses perkembangan yang unik, sering disebut sebagai masa keemasan. Masa emas adalah waktu yang paling tepat untuk menggali sebanyak mungkin potensi kecerdasan anak, dan sangat cocok untuk memberikan dukungan yang kuat kepada Anak usia dini merupakan distribusi usia yang sangat berharga dibandingkan dengan usia selanjutnya karena perkembangan kecerdasannya sangat luar biasa. Usia ini merupakan tahap perkembangan yang unik dan berada dalam masa transisi baik mental maupun fisik dalam hal pertumbuhan, perkembangan, pematangan dan kesempurnaan. (Aguss, 2. Setiap anak memiliki kepribadian dan karakteristik yang berbeda. Aspek perkembangan anak harus dikembangkan sesuai tahapannya. Salah satunya adalah aspek perkembangan sosial, dimana anak berinteraksi tidak hanya dengan satu lingkungan, tetapi dengan lingkungan sekitarnya yang berbeda. Namun, umumnya sulit bagi anak-anak untuk berkomunikasi di lingkungan baru. Lingkungan sangat mengembangkan rasa percaya diri. Lingkungan yang baik merupakan model terpenting bagi anak untuk meniru sikap atau perilaku yang dilihatnya. Anak yang kurang percaya diri mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan lingkungan di Perasaan cemas, khawatir dan takut lingkungan tidak akan menerimanya menghambat perkembangan rasa percaya diri anak, sehingga perkembangan sosialnya tidak berkembang dengan baik, anak juga bisa merasa rendah diri. (Talango, 2. Anak menjadi manja dan pemalu karena tidak terbiasa bersentuhan dengan lingkungan yang asing sehingga melemahkan rasa percaya diri dan kemandirian anak. Rasa malu memiliki sisi positif, tanpa rasa malu kesadaran diri tidak berkembang dengan baik. Kepercayaan diri seorang anak adalah sikap ketenangan, kemampuan beradaptasi, dan pemenuhan diri sendiri. Menurut teori sosial kognitif Bandura, kepercayaan diri sangat penting bagi motivasi belajar anak, hal ini berkaitan dengan persepsi selfefficacy yang menentukan pemikiran, perasaan dan Nurul Asqia. Riana Putri, dan Sutiha perilaku seseorang, kepercayaan diri membawa kesuksesan dan sebaliknya. (Age & Hamzanwadi. Banyak ahli merekomendasikan untuk mengembangkan kepercayaan Hal ini dibuktikan dengan beberapa pernyataan ahli tentang pentingnya rasa percaya diri. Mengenai kepercayaan diri anak. Woolfson dan Ningsih mengungkapkan bahwa anak yang percaya diri adalah anak yang selalu tersenyum dan menikmati hidup semaksimal mungkin. Selain itu, mengembangkan rasa percaya diri pada anak meningkatkan tanggung jawab, kemandirian dan kemampuan mengelola diri secara positif dan sehat . aitu percaya pada kemampuannya, mampu mempercayai diri sendir. Rasa percaya diri tidak muncul begitu saja, harus dipertahankan dengan berusaha menguasai keterampilan tertentu. Dengan cara ini orang bisa melihat kemampuan mereka dan kepercayaan diri mereka terus tumbuh (Mathematics, 2. Adapun faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri anak adalah faktor internal individu itu sendiri, norma, dan pengalaman, keluarga, tradisi, kebiasaan dalam lingkungan sosial atau kelompok dimana keluarga berasal Loekmono selain itu, menurut Gyrler penerimaan teman sebaya di sekolah merupakan kebutuhan dan berpengaruh besar, motivasi, pengahargaan yang layak terhadap apa yang dilakukan anak, kinerja yang ditunjukkan anak memiliki hubungan dengan tingkat kepercayaan diri . (Nurtika, 2. Faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri anak adalah faktor internal individuitu sendiri, norma dan pengalaman, keluarga, tradisi, adat istiadat di lingkungan sosial atau kelompok tempat keluarga berasal dan memiliki pengaruh yang besar, penilaian yang benar terhadap aktivitas anak, kinerja anak berhubungan dengan tingkat kepercayaan diri. Keterbatasan verbal dapat menjadi penghambat perkembangan rasa percaya diri anak. Anak yang mengalami keterbatasan verbal dapat terus dibantu untuk membangun rasa percaya dirinya. Pada usia dini ini, anak biasanya belum memiliki kemampuan verbal yang cukup untuk mengungkapkan perasaannya, sehingga anak menggunakan bahasa tubuh untuk mengungkapkan perasaan yang ingin disampaikan. Jika anak tidak memenuhi standar lingkungan, ia akan segera mencerminkan perasaannya dalam perilakunya. Pada umumnya ada anak yang menarik atau menolak kasih Nurul Asqia. Riana Putri, dan Sutiha sayang yang ditawarkan, dan ada juga anak yang mengambilnya dalam bentuk kemarahan atau dengan cara menyalahkan orang lain atas perbuatannya. Anak dapat dengan percaya diri melakukan tugas sesuai tahapan perkembangan, memiliki keberanian untuk meningkatkan realisasi diri, menjadi pribadi yang sehat dan mandiri, terlalu percaya diri bukanlah sifat positif karena mengarah pada kecerobohan dan kesewenang-wenangan menurut (Kurniasih et al. , 2. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan rasa percaya diri anak antara lain: membiasakan diri, menghargai anak, memberi kesempatan anak untuk berprestasi secara mandiri . Pada tahap prafungsional, rasa percaya diri anak ditandai dengan keberanian bertanya dan menjawab pertanyaan, keberanian tampil di depan teman, guru, orang tua dan situasi sosial lainnya, keberanian menyampaikan keinginan, berani memulai komunikasi dengan orang yang belum dikenal, bangga mempresentasikan karyanya, senang dengan kegiatan bersama dan tidak mudah terpengaruh. Rasa percaya diri dapat membantu anak menjadi mandiri. Peran orang tua, guru dan lingkungan sekitar anak sangat penting untuk membantu anak mengembangkan harga diri . elf-estee. agar anak tumbuh menjadi pribadi yang selalu yakin akan hasil perbuatannya. Memberi anak-anak kesempatan, dorongan, penghargaan, dan panutan yang positif adalah aset utama dalam mengembangkan kepercayaan diri, harga diri, dan kemandirian. (Anggaraeni, 2. Menumbuhkan rasa percaya diri merupakan bagian dari kecerdasan intrapersonal, memiliki kemauan yang kuat, konsentrasi yang baik dalam bekerja dan belajar sendiri, rasa percaya diri yang tinggi dan partisipasi dalam banyak kegiatan (Ahmad. , & Fauzia. , 2. Dalam perkembangan emosi, misalnya dalam pekerjaan kreatif dan mandiri, kesuksesan dari sudut pandang anak adalah kepercayaan diri dan citra diri yang positif. Rasa percaya diri dapat mendorong anak berpikir, bersikap sopan dan fokus pada pekerjaan (Yuliastutie. Meningkatkan kepercayaan diri anak melalui metode lagu melibatkan beberapa aspek penting, seperti mendorong rasa percaya diri dan optimisme pada Anak yang percaya diri biasanya menunjukkan sikap optimis, yang Nurul Asqia. Riana Putri, dan Sutiha merupakan ciri utama dalam pengembangan kepercayaan diri mereka (Fitriani. Kepercayaan diri merupakan keyakinan seseorang terhadap kemampuan dan kelebihan yang dimilikinya, yang membantu individu mencapai berbagai tujuan hidup. Hal ini sesuai dengan pendapat (Ramadhanti. , 2. , yang menyatakan bahwa rasa percaya diri tumbuh dari evaluasi positif terhadap diri sendiri, memungkinkan individu menghadapi berbagai tantangan dengan Aktivitas menyanyi, sebagaimana dijelaskan (Agustini. adalah kegiatan mengeluarkan suara berupa nyanyian, baik dengan atau tanpa kata, yang sering kali dilakukan oleh banyak orang. Penelitian menunjukkan bahwa menyanyi tidak hanya menjadi sarana ekspresi diri, tetapi juga dapat meningkatkan rasa percaya diri melalui pengembangan keterampilan komunikasi dan hubungan sosial (Novitasari. Setyawati. , & Ratnawati. Selain itu, rasa percaya diri yang sehat mendorong seseorang untuk bertindak dengan penuh keyakinan, tidak mudah bimbang, dan mampu mengambil keputusan yang tepat (Saragih. , & Manurung. , 2. Nyanyian adalah "pertunjukan puisi menurut nada, ritme, dan melodi tertentu untuk membentuk harmoni" Anwarsani. Markiah. Muliani. Lynet. Perasi. Salwa. , & Al Kausar. Puisi-puisi ini biasanya Menyanyi menggairahkan dan menggairahkan suasana belajar, sehingga perkembangan anak terstimulasi secara optimal. (Permatasari, 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penerapan metode gerak dan lagu dapat meningkatkan kepercayaan diri anak usia 5-6 tahun. Secara spesifik, penelitian ini ingin mengeksplorasi elemen gerak dan lagu yang efektif dalam membangun rasa percaya diri, serta menganalisis dampaknya terhadap perkembangan sosial dan emosional anak. Adapun rumusan masalah yang diangkat meliputi bagaimana implementasi aktivitas tersebut diterapkan secara optimal, serta sejauh mana metode ini dapat memberikan kontribusi terhadap aspek-aspek kepercayaan diri pada anak usia dini. Nurul Asqia. Riana Putri, dan Sutiha METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk mengeksplorasi implementasi gerak dan lagu dalam meningkatkan kepercayaan diri anak usia 5-6 tahun. Subjek penelitian adalah anak-anak usia 5-6 tahun yang bersekolah di TK Miftahul Ilmi Menrong di Kota Harapan. Tanete Riaja. Kriteria inklusi mencakup anak-anak yang aktif mengikuti kegiatan di TK dan memiliki izin orang tua untuk berpartisipasi, sementara kriteria eksklusi meliputi anak dengan hambatan fisik atau perkembangan yang signifikan. Selain anak-anak, guru kelas dan orang tua dilibatkan sebagai informan kunci untuk memperkuat data. Penelitian dilaksanakan di TK tersebut selama empat minggu, dengan pengamatan intensif pada kegiatan gerak dan lagu yang dilakukan tiga kali dalam seminggu. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru dan orang tua, serta dokumentasi berupa foto, video, dan catatan Peneliti mencatat dinamika kegiatan, seperti respons emosional, keberanian berbicara, dan partisipasi aktif anak selama sesi gerak dan lagu. Wawancara mendalam digunakan untuk menggali pandangan guru dan orang tua tentang perubahan kepercayaan diri anak setelah kegiatan. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode analisis tematik, yang mencakup identifikasi pola dan tema seperti keberanian anak, interaksi sosial, dan ekspresi diri. Triangulasi sumber dilakukan untuk memastikan validitas data, dengan membandingkan informasi dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selain itu, hasil wawancara dikonfirmasi kembali kepada informan untuk menjaga keabsahan interpretasi, serta didukung oleh diskusi dengan rekan sejawat untuk mengevaluasi temuan penelitian. Peneliti juga mematuhi prinsip etika penelitian dengan mengajukan izin kepada pihak sekolah dan orang tua, memberikan penjelasan mengenai tujuan penelitian, menjaga kerahasiaan data, serta memastikan anonimitas anak dalam Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam tentang kontribusi gerak dan lagu dalam meningkatkan kepercayaan diri anak usia Nurul Asqia. Riana Putri, dan Sutiha HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Keuntungan bernyanyi anak dapat melatih kemampuan berbicaranya. Saat dia bernyanyi, dia belajar mengoordinasikan bibir dan lidahnya menggunakan gerakan yang benar-benar membantunya berbicara lebih jelas. Selain itu, bernyanyi juga menambah kosa kata anak. Bernyanyi juga melatih pendengaran Dengan menyanyikan lagu itu, dia melatih dirinya untuk mendengarkan lagu dan kata-kata yang diucapkan, yang disimpan dalam memori, dan kemudian membacanya lagi. Selain melatih pendengaran, lagu juga dapat merangsang otak anak Anda untuk lebih mudah menyerap informasi melalui suara. Kegiatan menyanyi sudah tidak asing lagi dalam dunia pendidikan anak usia dini (Purwanti. Penelitian ini dilakukan di desa Harapan. Kecamatan Tanete Riaja. Kabupaten Barru pada bulan juni 2023, dengan subjek penelitian sebanyak satu orang anak usia 5 Tahun di TK Miftahul Ilmi Menrong di desa tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui metode gerak dan lagu ini dapat meningkatkan percaya diri AA di TK Miftahul Ilmi Menrong Kab. Barru. Hal ini dapat dilihat dari semangat dan keberanian AA ketika menunjukkan kemampuannya untuk bernyanyi dengan gerakan sesuai liriknya. Berdasarkan hasil observasi awal, peneliti mendapatkan satu subjek yang memiliki permasalahan pada perilakunya, yang mana siswa tersebut memiliki rasa percaya diri yang kurang. Hasil penelitian juga menemukan bahwa anak-anak yang menunjukkan ciri-ciri kurang percaya diri cenderung memiliki partisipasi yang rendah dalam aktivitas pembelajaran berbasis lagu dan gerakan. Anak-anak ini tampak ragu untuk bergerak dan cenderung menghindari perhatian dari guru atau teman sebaya. Temuan ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Jurjis, yang menyatakan bahwa anak yang kurang percaya diri sering kali dipengaruhi oleh pengalaman negatif, seperti kritik atau ejekan dari lingkungan sekitarnya. Selain itu, kondisi seperti perlindungan berlebihan dari orang tua atau kontrol yang terlalu ketat terhadap aktivitas anak juga menjadi penyebab menurunnya rasa percaya diri mereka. Anak-anak dengan rasa percaya diri rendah cenderung merasa tidak mampu bersaing atau berinteraksi, yang menghambat perkembangan sosial dan emosional mereka. Nurul Asqia. Riana Putri, dan Sutiha Hal ini didukung oleh pengamatan terhadap anak-anak yang menunjukkan sikap pasif, menghindar dari tugas kelompok, atau merasa cemas saat diminta untuk tampil di depan kelas. Menurut (Simorangkir. rendahnya konsep diri yang terbentuk akibat pengalaman hidup yang kurang mendukung berkontribusi pada perkembangan rasa tidak aman pada anak. Selain itu, faktor fisik seperti postur tubuh atau kondisi kesehatan juga memengaruhi, di mana anakanak yang merasa berbeda secara fisik sering kali memiliki persepsi negatif terhadap dirinya sendiri. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran seperti bernyanyi dengan gerakan dapat membantu anak-anak ini perlahan mengatasi rasa tidak percaya diri dengan menciptakan lingkungan yang mendukung, memberikan apresiasi, dan mendorong partisipasi aktif mereka secara bertahap. Penanganan yang benar-benar harus diperhatikan oleh peneliti adalah kebiasaan AA dan teknik apa yang dapat digunakan untuk memodifikasi perilaku AA tersebut. Sebelum melakukan observasi peneliti melakukan pendekatan terlebih dahulu untuk mengenal karakter AA yang memiliki perilaku kurang percaya diri agar peneliti apa lebih mudah merancang teknik yang cocok untuk memodifikasi perilaku AA tersebut. Pada hasil wawancara yang peneliti lakukan kepada guru AA di TK Miftahul Ilmi Menrong Kab. Barru, didapatkan hasil bahwa selama di kelas AA kurang bersosialisasi dengan teman-temannya AA kebanyakan berdiam di tempat ketika waktu istirahat selain itu gurunya juga mengungkapkan bahwa ketika AA ingin sesuatu atau ingin buang air kecilia tiak berani bilang ke gurunya maka dari itu AA sering ngompol di celana. Menurut guru yang diwawancarai AA ketika dirumah memang jarang keluar bermain bersama teman- temannya ia kebanyakan tinggal dirumah bermain sendiri menurut gurunya mungkin itu salah satu penyebab anak tersebut kurang kepercayaan dirinya karena di lingkungan rumahnya AA jarang bersosialisasi dengan teman sebayanya. Setelah wawancara, peneliti merancang sebuah teknik yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kepercayaan diri AA. Teknik modifikasi perilaku yang digunakan adalah metode gerak dan lagu. Dari hasil penelitian yang telah peneliti lakukan ternyata penerapan metode gerak dan lagu dapat meningkatkan Nurul Asqia. Riana Putri, dan Sutiha percaya diri siswa. Selain itu, siswa dapat belajar secara berkelompok dan lebih aktif lagi tidak harus monoton mendengarkan penjelasan dari guru saja. Dengan demikian upaya peningkatan percaya diri AA melalui penerapan metode gerak dan lagu di TK Miftahul Ilmi Menrong Kab. Barru khususnya akan menjadi solusi yang tepat dan efektif dalam meningkatkan percaya diri siswa. Penggunaan metode bernyanyi dengan gerakan biasanya dilakukan pada pembelajaran anak usia dini. Namun, guru tidak benar-benar mengerti maksud dan tujuan metode ini. Oleh karena itu perlu diketahui lebih jauh tentang metode sehingga dapat memberikan informasi pendidik prasekolah. Berdasarkan pengertian nyanyian dan gerak dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan cara menyanyi dalam gerak adalah menimbulkan bunyi. Nada, ritme dan melodi untuk membentuk harmoni dan dengan perubahan tempat untuk mengungkapkan deskripsi atau isi dari lagu yang dinyanyikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode lagu dengan gerakan secara signifikan mampu meningkatkan kepercayaan diri anak dalam Berdasarkan anak-anak pembelajaran dengan metode ini tampak lebih antusias dan aktif berpartisipasi dalam kegiatan kelas. Temuan ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Mahmud, yang menyatakan bahwa bernyanyi dengan gerakan tidak hanya meningkatkan kemampuan menyanyi anak tetapi juga membantu mereka memahami isi lagu melalui ekspresi gerak. Data juga mengungkap bahwa sebagian besar anak mulai menunjukkan keberanian dalam berinteraksi dengan teman sebaya, yang sebelumnya tidak terlihat pada sesi pembelajaran tanpa metode tersebut. Penelitian ini mendukung konsep kepercayaan diri menurut (Macarau. , & Stevanus. , . , di mana pengalaman positif seperti menerima pujian dan kesempatan untuk bertanggung jawab memainkan peran penting dalam membangun konsep diri yang sehat. Selain itu, penerapan metode ini mengintegrasikan penguatan positif, sebagaimana dijelaskan dalam teori Santoso tentang hubungan harga diri dengan kepercayaan diri. Pujian dan pengakuan dari guru terhadap keberhasilan anak, meskipun sederhana, terbukti efektif dalam meningkatkan rasa percaya diri mereka. Nurul Asqia. Riana Putri, dan Sutiha Namun demikian, faktor eksternal seperti lingkungan pembelajaran yang kondusif juga memainkan peran penting. Data menunjukkan bahwa ruang kelas yang cukup luas untuk bergerak bebas mendukung efektivitas metode ini. Diskusi lebih lanjut menunjukkan adanya hubungan kuat antara keterlibatan fisik dan emosional anak dalam aktivitas menyanyi dengan gerakan, yang memungkinkan mereka mengembangkan rasa percaya diri melalui keberanian untuk berekspresi. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pengembangan metode pembelajaran berbasis gerakan, terutama dalam mendukung anak usia dini agar lebih percaya diri dan kreatif. Untuk mendukung hasil ini, disarankan agar guru lebih sering menggunakan metode interaktif seperti ini dalam pembelajaran, dengan tetap memperhatikan kebutuhan individu anak. Selain itu, penting untuk terus mengevaluasi dan mengadaptasi pendekatan ini agar sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan informasi yang diperoleh, disimpulkan bahwa penerapan metode gerak dan lagu dapat meningkatkan rasa percaya diri Selama bernyanyi, teknik pengajaran diulang, bernyanyi dilakukan secara bertahap dan berkelompok, ada kepercayaan dan kedekatan antara guru dan anak, dan anak diberi penghargaan. Untuk membuktikan bahwa penerapan metode menyanyi dapat meningkatkan rasa percaya diri anak, misalnya berani menyanyi di depan kelas, tidak takut atau malu, ketika guru menugaskannya menyanyi, anak terlihat memiliki kebebasan. ekspresif dalam bernyanyi. Untuk meningkatkan rasa percaya diri anak, yaitu. melalui beberapa langkah yaitu menggunakan latihan menyanyi dengan lagu yang telah disiapkan guru sesuai topik/subtopik, kemudian guru mengecek hasil kegiatan yang telah disiapkan. guru setelah selesai memutuskan hasil penilaian guru, bila masih ada anak yang kurang yakin maka kegiatan ini akan diulang sampai anak dapat. Nurul Asqia. Riana Putri, dan Sutiha DAFTAR PUSTAKA