POLINOMIAL Jurnal Pendidikan Matematika Volume 5 Issue 1 . , pp. Online: https://ejournal. org/index. php/jp e-ISSN: 2830-0378 Hubungan antara Minat Belajar dengan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas Vi pada Materi Perbandingan Erika Diana1. Fatrima Santri Syafri2 1,2 Universitas IsIam Negeri Fatmawati Sukarno. Bengkulu Corresponding Author: dianaerika697@gmail. Submitted: 05 December 2025 | Revised: 22 December 2025 | Accepted: 01 January 2026 Abstrak Penelitian ini dilaksanakan untuk menelaah sejauh mana keterkaitan antara minat belajar dan capaian belajar matematika siswa kelas Vi pada materi perbandingan di SMP Negeri 21 Kota Bengkulu. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif berjenis korelasional. Sebanyak 28 siswa dipilih sebagai sampel melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket minat belajar yang diadaptasi dari Herdiyanto . serta tes hasil belajar. Proses analisis melibatkan statistik deskriptif dan inferensial, yang diawali dengan pengujian prasyarat berupa uji normalitas dan linearitas, kemudian dilanjutkan dengan analisis korelasi Pearson. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa minat belajar memiliki hubungan yang sangat kuat dan signifikan dengan hasil belajar matematika . = 0,971. Temuan ini menegaskan bahwa minat belajar memberikan kontribusi substansial terhadap pencapaian akademik siswa pada materi perbandingan dan menunjukkan bahwa penguatan minat belajar perlu menjadi fokus utama dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran matematika di Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan agar pendidik lebih mengoptimalkan strategi yang dapat meningkatkan minat belajar siswa, misalnya melalui penggunaan konteks yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, variasi metode pembelajaran, serta pemberian umpan balik yang memotivasi, guna mendukung peningkatan hasil belajar. Kata Kunci: minat belajar, hasil belajar, matematika, materi perbandingan. Abstract This study was undertaken to ascertain the extent of the association between learning interest and mathematics achievement among eighth-grade students on the topic of proportion at SMP Negeri 21 Kota Bengkulu. The researcher employed a quantitative paradigm with a correlational design. A cohort of 28 students was designated as the sample through purposive sampling. Data were amassed using a learning-interest questionnaire adapted from Herdiyanto . and a mathematics achievement test. The analytical procedure encompassed both descriptive and inferential statistics, preceded by prerequisite examinations comprising normality and linearity tests, followed by PearsonAos correlation The findings revealed that learning interest exhibits a remarkably strong and statistically significant nexus with studentsAo mathematics outcomes . = 0. p < 0. These results underscore that learning interest contributes substantially to studentsAo academic attainment in the topic of proportion. Consequently, the study advocates that educators intensify strategies aimed at cultivating studentsAo learning interest to bolster their academic performance. Keywords: learning outcomes, learning interest, mathematics, comparison. PENDAHULUAN Pendidikan memiliki peranan strategis dalam membentuk kualitas sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, serta mampu menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan Salah satu sasaran utama dalam proses pendidikan adalah peningkatan pencapaian akademik siswa sebagai indikator keberhasilan pembelajaran. Dalam konteks ini. This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright A 2026 by Author | 110 Jurnal Polinomial. Volume 5 Issue 1 . , pp. 110-119, Erika Diana. Fatrima Santri Syafri mata pelajaran matematika menempati posisi yang sangat penting karena berfungsi sebagai fondasi dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis, analitis, dan sistematis yang dibutuhkan siswa baik dalam kehidupan sehari-hari maupun pada jenjang pendidikan selanjutnya (Ladiku et al. , 2. Pembelajaran matematika di tingkat SMP diarahkan untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah, penalaran matematis, komunikasi, serta representasi matematis sebagai bagian dari pencapaian hasil belajar siswa. Salah satu materi esensial dalam pembelajaran matematika SMP adalah perbandingan, yang menuntut siswa untuk memahami hubungan kuantitatif antarbesaran dan mampu mengaplikasikannya dalam situasi Pencapaian hasil belajar pada materi perbandingan menjadi indikator penting keberhasilan pembelajaran matematika karena mencerminkan tingkat pemahaman konsep dan kemampuan berpikir matematis siswa. Pencapaian kemampuan tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor internal siswa, khususnya minat dan motivasi belajar. Minat belajar merupakan dorongan batin yang menumbuhkan ketertarikan dan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, sehingga mendorong siswa untuk belajar secara lebih giat, terarah, dan konsisten (Magenda et al. , 2. Selain itu, motivasi belajar berperan sebagai kekuatan pendorong yang mengarahkan serta mempertahankan usaha siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Ketika minat dan motivasi belajar matematika berada pada tingkat yang tinggi, siswa cenderung lebih tekun, tidak mudah menyerah, serta lebih siap menghadapi tantangan dalam memahami konsep-konsep matematika yang bersifat abstrak. Oleh karena itu, minat dan motivasi belajar menjadi elemen fundamental yang memiliki keterkaitan erat dengan pencapaian hasil belajar matematika (Sinaga et al. , 2024. Sirait et al. Namun demikian, hasil belajar matematika siswa SMP, khususnya pada materi perbandingan, masih menghadapi berbagai kendala. Salah satu permasalahan yang paling menonjol adalah rendahnya minat siswa dalam mengikuti pembelajaran matematika (Rofiiqoh et al. , 2. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih memperlihatkan minat belajar yang rendah, sehingga pencapaian akademik mereka belum mampu memenuhi standar yang diharapkan (Atikah & Jumarah, 2. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena rendahnya hasil belajar matematika dapat berdampak pada lemahnya pemahaman konsep serta perkembangan kemampuan berpikir siswa secara keseluruhan (Nasir, 2. Oleh sebab itu, diperlukan kajian yang lebih komprehensif untuk mengidentifikasi seberapa besar keterkaitan antara minat belajar dan hasil belajar matematika Kajian teori yang ditelusuri dalam penelitian ini menunjukkan bahwa keterkaitan antara minat belajar dan capaian belajar matematika memiliki intensitas yang cukup kuat. Magenda et al. , . menunjukkan menemukan nilai korelasi sebesar 0,7886, yang mengindikasikan adanya hubungan yang tinggi antara antusiasme belajar dan prestasi matematika siswa tingkat SMP. Temuan serupa juga dipaparkan oleh Ladiku et al. , . melaporkan yang menjelaskan bahwa minat belajar menyumbang hingga 94,5% terhadap variasi hasil belajar Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 111 Jurnal Polinomial. Volume 5 Issue 1 . , pp. 110-119, Erika Diana. Fatrima Santri Syafri Walaupun sejumlah penelitian telah menyoroti hubungan antara kedua variabel tersebut, masih terdapat kekosongan penelitian terutama pada materi perbandingan di jenjang kelas Vi SMP, lebih khusus di wilayah Kota Bengkulu. Sebagian besar studi sebelumnya menelaah minat belajar secara umum tanpa mengarahkan fokus pada materi tertentu atau kelompok kelas yang lebih spesifik (Dewi et al. , 2. Dengan demikian, penelitian ini dirancang untuk mengisi celah tersebut melalui penyajian data empiris yang akurat dan dapat dipercaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya hubungan antara minat belajar dan pencapaian belajar matematika pada materi perbandingan, sekaligus memberikan gambaran tingkat minat serta hasil belajar siswa kelas Vi di SMP Negeri 21 Kota Bengkulu. Harapannya, temuan penelitian ini dapat menjadi sumber rujukan bagi pendidik maupun pengambil kebijakan dalam merancang strategi pembelajaran matematika yang lebih efektif. METODE Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan model studi korelasional yang diarahkan untuk mengidentifikasi sejauh mana keterkaitan antara minat belajar siswa dan capaian belajar matematika pada materi perbandingan di kelas Vi. Pendekatan korelasional dipilih karena memberikan peluang bagi peneliti untuk menelaah hubungan antarvariabel sebagaimana adanya, tanpa memberikan perlakuan atau memodifikasi kondisi variabel penelitian (Wijaya, 2. Pada studi ini, variabel yang dianalisis terdiri atas variabel independen serta variabel dependen. Skema rancangan penelitian yang digunakan adalah sebagai berikut: Gambar 1. 1 Desain Penelitian Keterangan: X = Minat Belajar Matematika Y = Hasil Belajar Matematika Penelitian ini dirancang untuk menelaah seberapa besar keterkaitan antara variabel X dan variabel Y. Populasi penelitian mencakup seluruh peserta didik kelas Vi SMP Negeri 21 Kota Bengkulu. Sampel penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling, yakni kelas Vi. yang berjumlah 28 siswa dan dianggap cukup mewakili karakteristik populasi (Mahfud, 2. Data dikumpulkan menggunakan dua instrumen utama, yaitu angket minat belajar dan tes hasil belajar matematika. Instrumen angket merujuk pada perangkat yang dikembangkan Herdiyanto . yang memuat 20 butir pernyataan dengan indikator: . perasaan senang, . tingkat perhatian, . ketertarikan siswa, dan . keterlibatan siswa selama proses pembelajaran matematika. Sementara itu, hasil belajar matematika diperoleh melalui tes tertulis yang mengukur kompetensi siswa pada materi perbandingan. Seluruh data yang terkumpul dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS untuk memberikan gambaran umum mengenai profil minat belajar dan capaian akademik siswa. Uji normalitas KolmogorovAeSmirnov diterapkan guna memastikan bahwa sebaran data memenuhi asumsi distribusi normal (Atikah & Jumarah, . Dewi et al. Setelah itu, uji linearitas dilakukan untuk menilai apakah pola hubungan antara kedua variabel benarbenar bersifat linear, sehingga teknik korelasi Pearson dapat digunakan secara sahih untuk Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 112 Jurnal Polinomial. Volume 5 Issue 1 . , pp. 110-119, Erika Diana. Fatrima Santri Syafri menaksir kekuatan serta signifikansi hubungan antara minat belajar dan hasil belajar siswa (Zamzani et al. , 2. Dengan rancangan penelitian dan prosedur analisis tersebut, penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan temuan yang valid dan reliabel dalam menggambarkan korelasi antara minat belajar dan kinerja belajar matematika pada materi perbandingan di kelas Vi SMP Negeri 21 Kota Bengkulu. Hasil penelitian ini juga dapat menjadi landasan dalam merumuskan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan efisien (Wijayannti, 2. HASIL PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas Vi. 7 di SMP Negeri 21 Kota Bengkulu dengan jumlah sampel 28 peserta didik yang ditentukan melalui teknik simple random Fokus penelitian ini adalah menggambarkan hubungan antara minat belajar dan capaian hasil belajar matematika siswa. Proses analisis dilakukan melalui statistik deskriptif untuk menampilkan gambaran umum tiap variabel, serta statistik inferensial dengan memanfaatkan aplikasi SPSS sebagai alat bantu. Sebelum memasuki tahap analisis deskriptif, berikut disajikan uraian awal mengenai data penelitian yang telah diperoleh: Deskripsi Minat Belajar Data mengenai minat belajar dihimpun melalui angket khusus yang memuat empat opsi respons, yakni sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Instrumen tersebut menggunakan skala Likert 1Ae4, dengan pemberian skor masing-masing: 4 untuk sangat setuju, 3 untuk setuju, 2 untuk tidak setuju, dan 1 untuk sangat tidak setuju. Angket minat belajar ini terdiri dari 20 butir pernyataan yang diadaptasi dari instrumen yang telah dikembangkan sebelumnya. Adapun hasil pengisian angket oleh para siswa dipaparkan sebagai berikut: Tabel 1. 1 Data Mentah Minat Belajar Nama Siswa Skor Minat Belajar Q 10 Q 11 Q 12 Q 13 Q 14 Q 15 Q 16 Q 17 Q 18 Q 19 Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 113 Jurnal Polinomial. Volume 5 Issue 1 . , pp. 110-119, Erika Diana. Fatrima Santri Syafri Q 20 Q 21 Q 22 Q 23 Q 24 Q 25 Q 26 Q 27 Q 28 Deskripsi Hasil Belajar Data terkait hasil belajar matematika dihimpun melalui metode dokumentasi. Bentuk dokumentasi yang dimanfaatkan berupa nilai yang diperoleh siswa dari latihan mandiri. Adapun rangkaian nilai hasil belajar siswa disajikan sebagai berikut: Tabel 1. 2 Data Mentah Hasil Belajar Nama Siswa Q 10 Q 11 Q 12 Q 13 Q 14 Q 15 Q 16 Q 17 Q 18 Q 19 Q 20 Q 21 Q 22 Q 23 Q 24 Q 25 Q 26 Q 27 Q 28 Hasil Belajar Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 114 Jurnal Polinomial. Volume 5 Issue 1 . , pp. 110-119, Erika Diana. Fatrima Santri Syafri Data mentah tersebut selanjutnya diolah menggunakan aplikasi SPSS. Serangkaian prosedur ini dilakukan untuk memastikan bahwa proses analisis data berlangsung secara sahih, sehingga temuan penelitian dapat ditafsirkan dengan tingkat ketepatan yang tinggi. Deskriptif Statistik Menurut Sugiyono . , statistik deskriptif merupakan cabang statistik yang digunakan untuk mengolah serta menguraikan data sebagaimana adanya, tanpa bertujuan menarik generalisasi yang berlaku secara luas. Teknik ini berfungsi untuk menyajikan potret ringkas mengenai karakteristik data yang diperoleh dalam suatu Dalam penerapannya, analisis deskriptif biasanya melibatkan penghitungan ukuran pemusatan dataAiseperti nilai rata-rata . , nilai tengah . , dan modusAiserta ukuran penyebaran, misalnya simpangan baku. Melalui pendekatan ini, statistik deskriptif memberikan wawasan mengenai kecenderungan umum dan tingkat keragaman data, sehingga membantu peneliti memahami kondisi variabel yang dikaji secara lebih jelas. Minat Belajar . cU) Informasi mengenai minat belajar dikumpulkan melalui instrumen angket yang memuat 20 butir pernyataan dengan empat opsi respons. Ringkasan distribusi data minat belajar tersebut tersaji pada tabel berikut: Tabel 1. 3 Statistik Deskriptif Minat Belajar Minat_Belajar Valid N . Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation Berdasarkan informasi pada Tabel 1. 3, dapat diketahui bahwa nilai rata-rata tingkat minat belajar berada pada angka 49,7143. Sementara itu, capaian skor paling rendah adalah 36 dan skor paling tinggi yang tercatat mencapai 62. Hasil Belajar . cU) Nilai hasil belajar diperoleh melalui pengerjaan latihan matematika pada topik Gambaran umum mengenai distribusi data hasil belajar tersebut dapat diamati pada tabel berikut: Tabel 1. 4 Statistik Deskriptif Hasil Belajar Mengacu pada Tabel 1. 4, tampak bahwa nilai rerata hasil belajar mencapai75,2857. Adapun skor terendah yang dicatat adalah 55, sementara skor tertingginya berada pada angka 95. Uji Prasyarat Sebelum menerapkan uji statistik parametrik guna menelaah keterkaitan antara minat belajar dan hasil belajar, penelitian ini terlebih dahulu menjalankan serangkaian uji prasyarat yang meliputi uji normalitas serta uji linearitas. Tahapan ini dilakukan untuk Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 115 Jurnal Polinomial. Volume 5 Issue 1 . , pp. 110-119, Erika Diana. Fatrima Santri Syafri memastikan bahwa data penelitian memenuhi asumsi-asumsi mendasar dalam analisis parametrik, sehingga pelaksanaan uji korelasi dapat dilakukan secara tepat, sahih, dan memberikan hasil yang dapat diinterpretasikan secara akurat. Uji Normalitas Menurut Sugiyono . , uji normalitas merupakan prosedur analitis yang digunakan untuk memastikan apakah data yang diperoleh dalam penelitian berasal dari populasi dengan distribusi yang bersifat normal. Pengujian ini memiliki peran yang sangat esensial, terutama sebelum peneliti menggunakan teknik statistik parametrik, karena salah satu asumsi fundamental dalam analisis tersebut adalah bahwa data harus memiliki pola distribusi yang normal atau setidaknya mendekati Tabel 1. 5 Uji Normalitas Berdasarkan hasil uji normalitas KolmogorovAeSmirnov, kedua variabel menunjukkan nilai signifikansi yang melampaui batas 0,05, yaitu Minat Belajar sebesar 0,700 dan Hasil Belajar sebesar 0,215. Kondisi ini menandakan bahwa kedua variabel memiliki sebaran data yang memenuhi kriteria normalitas. Oleh karena itu, penggunaan analisis korelasi Pearson dapat diterapkan secara tepat pada penelitian ini. Uji Linearitas Menurut Sugiyono . , uji linearitas merupakan prosedur analitis yang digunakan untuk memastikan apakah keterkaitan antara variabel bebas dan variabel terikat mengikuti pola hubungan yang bersifat linear secara signifikan. Pengujian ini umumnya menjadi syarat awal sebelum peneliti melanjutkan ke tahap analisis korelasi maupun regresi linear. Apabila data memperlihatkan kecenderungan hubungan yang linear, maka penerapan regresi linear dapat dilakukan dengan dasar asumsi bahwa relasi antarvariabel tersebut sahih dan memenuhi ketentuan analitis. Tabel 1. 6 Uji Linearitas ANOVA Table Hasil_Belajar * Minat_Belajar Between Groups (Combine. Linearity Deviation from Linearity Within Groups Total Sum of Squares Mean Square Sig. Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 116 Jurnal Polinomial. Volume 5 Issue 1 . , pp. 110-119, Erika Diana. Fatrima Santri Syafri Hasil pengujian linearitas memperlihatkan bahwa keterkaitan antara minat belajar dan hasil belajar mengikuti pola hubungan yang bersifat linear. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi pada baris Linearity sebesar 0,000 yang berada di bawah ambang 0,05, sementara nilai Deviation from Linearity sebesar 0,252 berada di atas 0,05. Kondisi tersebut menegaskan bahwa tidak terdapat penyimpangan berarti dari pola linear, sehingga hubungan kedua variabel dapat dinyatakan linear secara statistik. Uji Statistik Paramentrik Uji Korelasi Pearson Setelah serangkaian uji prasyaratAiyakni uji normalitas dan linearitasAi menunjukkan bahwa data memenuhi ketentuan analitis, tahap penelitian kemudian dilanjutkan dengan penerapan uji korelasi Pearson untuk menelaah keterhubungan antara minat belajar dan capaian matematika siswa kelas Vi. 7 SMP Negeri 21 Kota Bengkulu. Terpenuhinya kedua prasyarat tersebut menandakan bahwa distribusi data berada dalam pola yang wajar serta hubungan antarvariabel bersifat linear, sehingga interpretasi hasil korelasi dapat dilakukan dengan tingkat ketepatan yang tinggi. Oleh sebab itu, penggunaan uji korelasi Pearson menjadi prosedur yang tepat guna menaksir kekuatan serta arah hubungan antara minat belajar dan hasil belajar, sekaligus menyediakan landasan empiris yang kokoh bagi penarikan simpulan Tabel 1. 7 Korelasi Pearson Uji korelasi Pearson menghasilkan koefisien r = 0,971 dengan nilai signifikansi <0,001 yang berada di bawah batas 0,05. Temuan ini menegaskan adanya keterkaitan positif yang sangat kuat sekaligus signifikan antara tingkat ketertarikan belajar dan capaian akademik siswa. Dengan kata lain, peningkatan minat belajar yang dimiliki peserta didik berbanding lurus dengan meningkatnya hasil belajar yang mereka peroleh. PEMBAHASAN Temuan penelitian ini mengungkapkan adanya keterkaitan yang sangat kuat serta bernilai positif antara ketertarikan belajar dengan capaian akademik matematika siswa kelas Vi. 7 SMP Negeri 21 Kota Bengkulu pada pokok bahasan perbandingan. Keterhubungan tersebut diperoleh melalui uji korelasi Pearson dengan koefisien r = 0,737 dan nilai signifikansi <0,001, sehingga secara statistik dinyatakan bermakna. Hasil ini menandakan bahwa Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 117 Jurnal Polinomial. Volume 5 Issue 1 . , pp. 110-119, Erika Diana. Fatrima Santri Syafri peningkatan minat belajar siswa beriringan dengan meningkatnya performa belajar matematika yang mereka peroleh. Pada pengukuran deskriptif, rentang skor minat belajar berada di antara 36Ae62 dengan rerata 49,71, menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik berada pada kategori minat sedang hingga tinggi. Sementara itu, distribusi skor hasil belajar matematika tercatat pada kisaran 55Ae95 dan cenderung berkonsentrasi pada kategori cukup baik hingga sangat baik. Pola kecenderungan ini mengilustrasikan bahwa siswa dengan tingkat minat lebih tinggi umumnya menorehkan pencapaian akademik yang lebih unggul dibandingkan siswa yang memiliki minat belajar rendah. Temuan tersebut sejalan dengan pernyataan Slameto yang menegaskan bahwa minat merupakan faktor internal yang sangat menentukan keberhasilan belajar. Peserta didik yang memiliki minat kuat lazimnya memperlihatkan perhatian yang lebih intens, dorongan belajar yang lebih besar, serta kesiapan mental yang lebih matang sehingga memudahkan mereka menguasai konsep pelajaran. Dengan demikian, ketika siswa memiliki ketertarikan yang kuat terhadap suatu mata pelajaran, hal tersebut memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan hasil belajarnya (Suciyati & Mariamah, 2. Selaras dengan itu. Gunawan . juga menemukan bahwa minat belajar memberikan dampak signifikan terhadap prestasi akademik, yang dipengaruhi oleh beragam elemen pendukung seperti kreativitas guru, kedisiplinan peserta didik, kelengkapan fasilitas, serta kondisi lingkungan belajar yang Secara statistik, uji normalitas menunjukkan bahwa kedua variabel memiliki distribusi yang normal, sedangkan uji linearitas memperlihatkan adanya hubungan linear yang signifikan antara minat belajar dan hasil belajar (Sig. Linearity 0,000 < 0,. Temuan ini mendukung pandangan Uno . bahwa minat belajar bukan hanya memengaruhi kesiapan dan fokus siswa, tetapi juga memberikan konsekuensi langsung terhadap kedalaman pemahaman dan capaian akademik mereka. Penelitian ini juga sejalan dengan hasil kajian Herdiyanto . yang menggunakan instrumen angket sejenis, serta penelitian Hotimah & Yudhanegara . yang mengungkapkan bahwa minat belajar memiliki kontribusi positif terhadap kinerja belajar matematika siswa kelas Vi SMP Nihayatul Amal Rawamerta. Dengan demikian, temuan penelitian ini memperkuat bukti empiris bahwa minat belajar merupakan variabel kunci dalam mengoptimalkan prestasi belajar matematika. Secara keseluruhan, hasil yang diperoleh mengisyaratkan bahwa peningkatan hasil belajar matematika tidak cukup hanya dilakukan melalui penataan materi ataupun penyesuaian metode mengajar, tetapi juga harus dibarengi dengan upaya peningkatan minat belajar siswa. Guru dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih menyenangkan, memberikan ruang partisipasi lebih luas kepada siswa, serta memelihara motivasi belajar secara berkesinambungan agar ketertarikan siswa terhadap matematika tumbuh dan berdampak pada capaian akademik yang lebih maksimal. SIMPULAN DAN SARAN Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang kuat, signifikan, dan positif antara antusiasme belajar dengan capaian akademik matematika siswa kelas Vi SMP Negeri 21 Kota Bengkulu pada materi perbandingan. Temuan ini menegaskan bahwa minat belajar merupakan faktor penting yang berkontribusi langsung terhadap keberhasilan siswa dalam pembelajaran matematika. Oleh karena itu, pendidik dan pihak sekolah disarankan untuk Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 118 Jurnal Polinomial. Volume 5 Issue 1 . , pp. 110-119, Erika Diana. Fatrima Santri Syafri menerapkan strategi pembelajaran yang variatif, menarik, dan menciptakan suasana belajar yang kondusif guna meningkatkan ketertarikan serta keterlibatan siswa. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melibatkan subjek dan konteks yang lebih luas serta mempertimbangkan variabel lain atau desain penelitian yang berbeda agar pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi hasil belajar matematika menjadi lebih komprehensif. DAFTAR PUSTAKA