PENELITIAN ASLI PENGARUH GROWTH MINDSET TERHADAP GRIT AKADEMIK PADA MAHASISWA AKUNTANSI USM INDONESIA YANG BEKERJA Jihan Diafatma1. Sinarsi Meliala1. Khaulah Aisyah Putri Siswanto1. Aprilia Sugesti Gea1 Program Studi Psikologi. Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia Jl. Kapten Muslim No. Medan. Sumatera Utara, 20123. Indonesia Info Artikel Abstrak Riwayat Artikel: Latar belakang: Pengaruh growth mindset terhadap Tanggal Dikirim: 04 Juni 2025 grit akademik mahasiswa yang bekerja terjadi karena Tanggal Diterima: 05 Juli 2025 faktor ekonomi yang tidak cukup dalam memenuhi Tanggal Dipublish: 07 Juli 2025 kebutuhan, sehingga mahasiswa harus membagi waktu untuk kuliah dan bekerja memenuhi kebutuhan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kata kunci: Growth Mindset . Grit apakah growth mindset berpengaruh terhadap grit Akademik . Mahasiswa yang Bekerja. akademik pada mahasiswa yang bekerja. Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Hasil: Hipotesis dalam penelitian ini diterima, artinya Penulis Korespondensi: ada pengaruh yang signifikan antara growth mindset Jihan Diafatma terhadap grit akademik mahasiswa pada program studi Email: jihandiafatma@gmail. Akuntansi Universitas Sari Mutiara Indonesia dengan korelasi yaitu 0,857. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat pengaruh growth mindset terhadap grit akademik mahasiswa pada program studi Akuntansi Universitas Sari Mutiara Indonesia. Jurnal Psychomutiara e-ISSN: 2615-5281 Vol. 8 No. 1 Juni, 2025 (Hal 46-. Homepage: https://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/Psikologi DOI: https://doi. org/10. 51544/psikologi. How To Cite: Diafatma. Jihan. Sinarsi Meliala. Khaulah Aisyah Putri Siswanto, and Aprilia Sugesti Gea. AuPengaruh Growth Mindset Terhadap Grit Akademik Pada Mahasiswa Akuntansi USM Indonesia Yang Bekerja. Ay Jurnal Psychomutiara 8 . : 46Ae53. https://doi. org/https://doi. org/10. 51544/psikologi. Copyright A 2025 by the Authors. Published by Program Studi: Psikologi Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia. This is an open access article under the CC BY-SA Licence (Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International Licens. Pendahuluan Keberhasilan sebagai tolok ukur kualitas hidup menuntut adanya konsistensi dalam mengembangkan minat dan mencapai tujuan secara konsisten (Dalimunthe. Ketekunan dan usaha guna mencapai tujuan jangka panjang serta mempertahankan minat menjadi penunjang keberhasilan individu (Srihastuti & Wulandari, 2. Keinginan dan usaha yang terus-menerus guna mencapai tujuan jangka panjang (Duckworth, 2. Orang yang gigih dalam mencapai tujuannya dapat mengatasi berbagai kegagalan karena adanya tekad dalam diri guna melakukan minat dan usaha (Vivekananda, 2. Ketekunan mahasiswa tidak hanya berpengaruh terhadap keberhasilan akademisnya dalam hal upayanya guna mengerjakan tugas kuliah secara optimal, menyelesaikan kuis, menelaah jurnal/buku, presentasi, praktikum, riset, dan penulisan laporan, tetapi juga dalam kegiatan PKL. KKN, dan penulisan karya tulis Oleh karena itu, mahasiswa harus memiliki motivasi belajar yang lebih besar guna meraih prestasi akademik yang lebih tinggi (Akram dkk, 2. Mengingat fenomena perkuliahan yang sangat padat, mahasiswa yang kuliah sambil bekerja akan sangat kesulitan mengatur waktu. Hal ini dirujuk oleh Pirzadeh & Lingard . Pirzadeh dan Lingard . berpendapat bahwa jam kerja berkaitan dengan kurangnya waktu bagi mahasiswa yang bekerja guna belajar dan juga berkaitan dengan banyaknya kelas yang terlewat karena tuntutan pekerjaan dan kelelahan fisik. Menurut Lestari . , ada banyak alasan mengapa mahasiswa bekerja sambil kuliah, seperti guna menambah pengalaman, mendapatkan uang saku, dan menjalin relasi yang lebih luas. Oleh karena itu, mahasiswa sebaiknya menyeimbangkan antara bekerja dan belajar secara bersamaan. Menurut Rice dan Dolgin . , ada dua perspektif mengenai bekerja sambil kuliah. Pertama, bekerja sambil kuliah berdampak negatif karena menjauhkan mahasiswa dari kegiatan penting seperti kegiatan belajar mengajar dan waktu bersama keluarga. Kedua, bekerja sambil kuliah berdampak positif apabila dibagi menjadi bagianbagian kecil . eperti freelanc. Pekerjaan yang berlebihan justru membahayakan kinerja mahasiswa itu sendiri. Mengacu pada teori di atas, terdapat berbagai konflik yang dialami mahasiswa saat bekerja. Berdasarkan hasil riset work study conflict yang dilakukan oleh Oktavia . , konflik yang dialami oleh setiap mahasiswa tidaklah sama, yaitu sebanyak 52% mengalami work study conflict sedang, 25% mengalami work study conflict tinggi, dan 14% mengalami work study conflict rendah. Namun, di antara berbagai konflik yang dialami oleh mahasiswa yang bekerja dan kuliah, mahasiswa harus mampu mempertahankan motivasi berprestasi yang tinggi dan menerapkan strategi belajar yang efektif agar berpengaruh positif terhadap prestasi akademik (Kurniawati dkk, 2. Bagi mahasiswa yang bekerja dan belajar, motivasi berprestasi sangatlah penting, dan hal tersebut bersumber dari motivasi berprestasi yang tinggi. Dalam psikologi positif, motivasi berprestasi dijelaskan sebagai ketekunan dan semangat individu guna mencapai tujuan jangka panjang (Duckworth, 2. Sementara itu, menurut perspektif lain, motivasi berprestasi ialah sifat kepribadian yang mempengaruhi sikap dan perilaku manusia dalam segala hal kehidupan (Sibarani & Meilani, 2. Hasil riset Srihastuti dan Wulandari . menunjukkan bahwa pola pikir mahasiswa memengaruhi skor belajar mereka, dan bahwa pola pikir berkembang dapat meningkatkan prestasi akademik dan skor ujian mahasiswa secara signifikan. Pola pikir berkembang membantu mahasiswa mencapai prestasi tinggi bahkan ketika mereka menghadapi stereotip tentang kemampuan mereka. Lee dan Kim . berpendapat bahwa pola pikir berkembang memengaruhi kehebatan pribadi. Riset sebelumnya telah menyebutkan bahwa pola pikir berkembang ialah salah satu aspek yang memengaruhi kehebatan. Namun, belum banyak literatur tentang dampak pola pikir berkembang dan kehebatan akademis di Indonesia. Berdasarkan wawancara dengan salah satu mahasiswa tahun ketiga jurusan Akuntansi di Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Sari Mutiara Indonesia, didapati bahwa mahasiswa ingin menyelesaikan studi guna mendapatkan dan memperdalam ilmu di bidang yang diminatinya dan mengubah hidupnya menjadi lebih baik di masa mendatang. Mahasiswa yang diwawancara menyatakan bahwa memiliki kesulitan dalam membagi waktu, jarang mengerjakan tugas kuliah, kurang percaya diri dengan kemampuannya, dan terkadang menerima kritikan dari orang lain serta mempertimbangkan dengan matang setiap tindakan yang diambilnya. Setiap mahasiswa harus memiliki growth mindset yang tinggi guna meraih prestasi akademik yang tinggi, karena setiap tindakan menentukan hasilnya. Khususnya bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan dan bekerja, mereka harus mampu mengatur, mengarahkan, menata, dan mengarahkan setiap tindakan di tengah kesibukan studi dan kehidupan kerja. Berdasarkan berbagai penjelasan di atas, para peneliti tertarik guna mempelajari "Pengaruh Growth Mindset Terhadap Grit Akademik Pada Mahasiswa Akuntansi Usm Indonesia Yang Bekerja". Metode Metode harus disusun sebagai berikut: Desain Penelitian Dalam riset ini, peneliti menggunakan metode riset kuantitatif. Metode riset kuantitatif ialah metode riset yang berlandaskan pada filsafat positivisme, yaitu mempelajari suatu populasi atau sampel tertentu, mengumpulkan data dengan menggunakan alat riset, dan melakukan analisis data secara kuantitatif/statistik, dengan tujuan guna memverifikasi hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono. Populasi dan Sampel Populasi riset ini melibatkan mahasiswa tahun 1, 2, dan 3 Jurusan Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial. Universitas Sari Mutiara Indonesia. Riset dilakukan dengan jumlah total 45 mahasiswa. Sampel riset ini ialah mahasiswa tahun 1, 2, dan 3 Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial. Universiti Sari Mutiara Indonesia, dan pemngambilan sampel dilakukan dengantotal sampling yaitu 45 mahasiswa. Analisis data Skala growth mindset disusun berdasarkan aspek-aspek yang di tentukan dengan teori yang dikemukakan oleh Dweck . alam Westby, 2. dengan 31 item, sedangkan Skala grit akademik disusun berdasarkan aspek-aspek yang di tentukan dengan teori yang dikemukakan oleh Duckworth, . dengan 19 Setelah alat riset diketahui dan validitas serta reliabilitasnya terbukti, teknik analisis data difokuskan pada pengujian hipotesis yang diajukan dan penyelesaian masalah yang diajukan. Tujuan analisis data ialah guna menyederhanakan dan menyajikan semua data yang dikumpulkan atau guna menafsirkan data yang dikumpulkan sebelumnya. 1 Uji Normalitas Hasil uji asumsi normalitas pada tabel di bawah ini menunjukkan bahwa data mengikuti distribusi normal karena tingkat signifikansi variabel growth mindset ialah 0,258 dengan nilai p lebih besar atau sama dengan 0,05. Di sisi lain, tingkat signifikansi variabel grit akademik ialah 0,058 dan nilai p lebih besar atau sama dengan 0,05, yang menunjukkan bahwa data mengikuti distribusi normal. Tabel Test Of Normality Growth Mindset dan Grit Akademik Kolmogorov-Smirnova Statistic Growth Mindset Grit Akademik This is a lower bound of the true significance. Lilliefors Significance Correction Shapiro-Wilk Sig. Statistic Sig. 2 Uji Linearitas Berdasarkan uji linearitas antara variabel growth mindset dengan variabel grit academics, diperoleh nilai linearitas F sebagai berikut:113. 604 orang karena memiliki linearitas signifikan sebesar 0,000, maka dapat disimpulkan bahwa variabel growth mindset mempunyai hubungan yang signifikan terhadap grit akademik . ,000 < 0,. Tabel Test Of Linearity Growth Mindset dan Grit Akademik Sum of Squares Grit Between Akademik Groups * Growth Mindset Mean Square Sig. Within Groups Total (Combine. Linearity Deviation from Linearity 3 Hasil Analisis Regresi Linier Berdasarkan hasil pada tabel di bawah ini, besarnya nilai korelasi (R) ialah 0,857 dan koefisien determinasi yang ialah hasil dari pengkuadratan R menjelaskan persentase pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Pada tabel di bawah ini, nilai R kuadrat (RA) ialah 0,734 yang berarti bahwa 73,4% grit akademik mahasiswa jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universiti Sari Mutiara Indonesia dipengaruhi oleh growth mindset dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Standar error estimasi atau nilai yang mengukur variasi nilai prediksi yang biasa disebut simpangan baku ialah 4. Angka tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel Uji Regresi Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Growth Mindset Guna menguji apakah hipotesis diterima atau ditolak, peneliti memeriksa tingkat Output di bawah ini menunjukkan hal berikut: Tabel Anova Table Uji Regresi Model Sum of Squares Df Regression Residual Total Dependent Variable: Grit Akademik Predictors: (Constan. Growth Mindset Mean Square Sig. Berdasarkan tabel output SPSS di atas, jika tingkat signifikansi 0,000 < 0,05 dan p < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima. Dengan kata lain, growth mindset secara simultan berpengaruh terhadap grit akademik mahasiswa jurusan Akuntansi di Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial. Universitas Sari Mutiara. Indonesia. Tabel Coefficients Table Uji Regresi Unstandardized Coefficients Model Standardized Coefficients Std. Error (Constan. Growth Mindset Sig. Beta Dependent Variable: Grit Akademik Jika melihat tabel diatas, dapat dilihat bahwa konstanta . ialah 0,849 dan koefisien regresi . ialah 0,540. Oleh karena itu, persamaan regresi dapat ditulis sebagai berikut. Y = a bX atau 0,849 . X Dari Dari persamaan regresi linier sederhana di atas dapat dijelaskan sebagai Nilai konstanta sebesar 0,849 memiliki arti apabila variabel growth mindset dianggap bernilai 0 maka grit akademik mahasiswa akuntansi Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Sari Mutiara Indonesia ialah sebesar 0,849. Nilai koefisien pola pikir berkembang sebesar 0,540 menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu unit variabel growth mindset, maka grit akademik (Y) akan menurun sebesar 0,540. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan uji regresi linier sederhana antara Growth Mindset dengan Grit Akademik mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Sari Mutiara Indonesia diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0,000. Nilai tersebut lebih kecil dari nilai kritis sebesar 0,05 sehingga hipotesis yang diajukan diterima yang artinya Growth Mindset berpengaruh signifikan terhadap Grit Akademik. Selain itu hasil analisis menunjukkan nilai korelasi (R) sebesar 0,857 dan koefisien determinasi (RA) sebesar 0,734 yang berarti bahwa sebesar 73,4% variasi Grit Akademik dapat dijelaskan oleh variabel Growth Mindset sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil sebesar 4,694 yang ialah simpangan baku prediksi semakin menegaskan pentingnya peran Growth Mindset dalam meningkatkan grit akademik, sejalan dengan teori Dweck . yang menekankan pada ketahanan dalam menghadapi kegagalan dan pengembangan diri melalui proses pembelajaran. Selain itu, persamaan regresi linier sederhana yang diperoleh menunjukkan nilai konstanta sebesar 0,849 dan koefisien pertumbuhan growth mindset sebesar 0,540. Persamaan ini dapat dituliskan sebagai: Y = 0,849 0,540X Guna setiap peningkatan satuan pada variabel growth mindset, grit akademik diharapkan meningkat sebesar 0,540 satuan. Hal ini sesuai dengan riset sebelumnya yang dilakukan oleh Kristiana dan Semviring . Riset ini juga menyoroti bahwa peningkatan growth mindset memiliki efek positif dan signifikan terhadap grit akademik, sedangkan penurunan growth mindset dapat memiliki efek negatif terhadap prestasi akademik. Selain itu, hasil analisis distribusi frekuensi menunjukkan bahwa sebanyak 51% mahasiswa termasuk dalam kategori growth mindset sedang dan 49% memiliki tingkat growth mindset tinggi. Pada variabel grit akademik sangat baik, proporsi mahasiswa berprestasi mencapai 51% dan 49% berada pada kategori Hasil ini didukung oleh Srihastuti dkk. yang mengemukakan bahwa mahasiswa dengan growth mindset cenderung mengerahkan seluruh kemampuannya meskipun menghadapi kegagalan, dan teori Kalia dkk. yang mengemukakan bahwa individu dengan prestasi akademik tinggi mampu menetapkan tujuan dan mencapainya secara optimal meskipun menghadapi berbagai kendala. Secara keseluruhan, hasil riset ini menegaskan bahwa growth mindset berperan strategis dalam memengaruhi dan meningkatkan prestasi akademik mahasiswa yang sangat baik. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji regresi linear, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima. Artinya ada pengaruh yang signifikan antara growth mindset terhadap great akademik mahasiswa yang bekerja pada program studi Akuntansi Universitas Sari Mutiara Indonesia. Besarnya nilai korelasi (R) yaitu 0,857 yang berarti 73,4% terdapat pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. DWECK . menyatakan bahwa mahasiswa yang berada pada kategori tidak mudah menyerah condong berpikir positif tentang kemampuan mereka. Hasil Persamaan regresi sederhana diperoleh sebagai berikut: Y = 0,849 0,540, yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan 1 unit growth mindset akan meningkatkan grit akademik sebesar 0,540 unit. Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Trisa Genia Chrisantiana dan Tesalonika Sembiring . , menunjukkan bahwa growth mindset memiliki pengaruh yang signifikan terhadap grit jika seseorang memiliki mindset untuk berkembang, maka lebih mungkin gigih dan tidak gampang menyerah ketika menghadapi kegagalan. Begitu pula sebaliknya, jika seseorang tidak memiliki mindset untuk berkembang, maka ia tidak akan memiliki kegigihan dan mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan. Simpulan Berdasarkan hasil riset yang diperoleh dalam riset ini, dapat disimpulkan bahwa growth mindset berpengaruh terhadap prestasi akademik . rit akademi. mahasiswa akuntansi di Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Sari Mutiara Indonesia. Pengaruh growth mindset (X) terhadap grit akademik (Y) mahasiswa akuntansi bersifat signifikan searah. Growth mindset berpengaruh terhadap prestasi akademik mahasiswa akuntansi di Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Sari Mutiara, semakin baik growth mindset maka grit akademik akan semakin tinggi, dan sebaliknya semakin buruk growth mindset maka grit akademik akan semakin rendah. Referensi