Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 04 No. 02 (Juni 2. 105 Ae 120 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) e-ISSN 2775-4006 https://ejurnal. id/index. php/juteolog p-ISSN 2774-9355 https://doi. org/10. 52489/juteolog. Peranan Roh Kudus Menyatakan Karunia Bernubuat dan Penolong Pada Masa kini. Serta Kaitannya Dengan Ineransi Yoel 2 Suhendra. Kasten Situmorang. Sekolah Tinggi Tabgha Batam. Suhendra@st3b. Recommended Citation Turabian 8th edition . ull not. Suhendra and Situmorang. AuPeranan Roh Kudus Menyatakan Karunia Bernubuat dan Penolong Pada Masa kini. Serta Kaitannya Dengan Ineransi Yoel 2. Ay Jurnal Teologi (JUTEOLOG) 4, no. (Juni 30, 2. : 105-107, accessed Juni 30, 2024, https://doi. org/10. 52489/juteolog. American Psychological Association 7th edition (Suhendra & Sihombing, 2024, p. Received: 07 Maret 2023 Accepted: 18 Juli 2025 Published: 30 Juni 2024 This Article is brought to you for free and open access by Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta. It has been accepted for inclusion in Christian Perspectives in Education by an authorized editor of Jurnal Teologi (JUTEOLOG). For more information, please contact Suhendra@st3b. Suhendra. Kasten Situmorang Abstract The purpose of this study is to explain the importance of the Holy Spirit as the driving force for the gift of prophecy. This prophecy of the prophet Joel happened and was fulfilled on the day of Pentecost (Acts . when the disciples received the outpouring of the Holy Spirit and the disciples spoke in tongues according to what the Spirit had given them, in addition they The gift of prophecy is still relevant today and the gift of prophecy will end until the Perfect one comes the second time, namely Jesus Christ the Lord. The Bible never states that prophecy ended in the days of the apostles, but prophecy continued as a gift of the Holy Spirit. So the author concludes that prophecy still exists today and is very much needed in building and maturing God's congregation. The Holy Spirit also plays a role as a helper in this regard, as a rebuke of sin, a guide for the road, a home decorator, a manager, an administrative assistant, a binder of covenants, an investigator of the heart and as a teacher in human life. The inerrancy of the Bible explains that all God's words written from Genesis to Revelations are true and do not contain any errors, because they originate from God The research method taken by the author is descriptive qualitative, where the data collection technique is by means of literature studies and the author's testimony. Keywords: Holy Spirit. Prophecy. Helper. Inerrancy Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pentingnya Roh Kudus sebagai motor penggerak Karunia bernubuat. Nubuatan nabi Yoel ini terjadi dan digenapi pada hari Pentakosta (Kis . ketika murid-murid menerima pencurahan Roh Kudus lalu para murid berbahasa lidah sesuai dengan pemberian Roh kepada mereka, di samping itu mereka Karunia bernubuat ini masih relevan masa kini dan karunia bernubuat akan berakhir sampai yang Sempurna itu datang kedua kali, yakni Yesus Kristus Tuhan. Alkitab tidak pernah menyatakan bahwa nubuatan berakhir pada zaman para rasul, tetapi nubuatan tetap berlangsung sebagai karunia Roh Kudus. Sehingga penulis berkesimpulan bahwa nubuatan masih ada sampai sekarang ini dan sangat dibutuhkan dalam membangun dan mendewasakan jemaat Tuhan. Roh Kudus juga berperan sebagai penolong dalam hal ini. Sebagai Penegur dosa. Pemandu jalan. Penghias pribadi. Manajer. Pembantu administrasi, pengikat perjanjian, penyelidik hati dan sebagai Guru dalam kehidupan manusia. Ineransi Alkitab menjelaskan bahwa semua firman Tuhan yang ditulis mulai dari Kejadian sampai dengan Wahyu benar adanya dan tidak mengandung kesalahan apapun, karena bersumber dari Allah itu sendiri. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah deskriptif kualitatif, dimana teknik pengumpulan data dengan cara studi pustaka dan kesaksian penulis. Kata Kunci: Roh Kudus. Nubuat. Penolong. Ineransi Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Suhendra. Kasten Situmorang PENDAHULUAN Penulis akan meneliti tentang penggenapan nubuatan Yoel 2: 28-32 yang mulai digenapi pada saat pentakosta terjadi, dan penulis juga akan meneliti adanya pandangan seperti Dr. Giffin yang menyatakan bahwa nubuatan telah berhenti saat berakhirnya era kerasulan pada akhir abad pertama, sementara karunia-karunia lainnya berhenti secara berangsur-angsur, hingga padam sama sekali pada saat kanon itu diberikan bagi gereja di abad keempat, karena kanon merupakan salah satu tahapan pertumbuhan gereja (Djaka Christianto Silalahi, 2. Agar pembahasan menjadi fokus. Penulis membatasi penjabaran dipusatkan pada beberapa pertanyaan sebagai berikut: Apakah Roh Kudus itu? Masih relevankah karunia nubuatan masa kini? Bagaimana peranan Roh Kudus sebagai Penolong? Apakah Ineransi alkitab itu? Adapun Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: Pertama. Menjelaskan pentingnya Roh kudus dalam kehidupan umat manusia. Kedua. Menjelaskan relevansi karunia nubuatan masa kini. Ketiga. Menjelaskan Peranan Roh Kudus sebagai Penolong. Keempat. Menjelaskan ineransi alkitab dari sudut pandang penulis. Kelima. Memperkaya referensi tentang Roh Kudus,Nubuatan dan Ineransi Alkitab. METODE Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dengan cara studi pustaka dan kesaksian penulis (Wati et al. , 2. Pencarian sumbersumber yang dibutuhkan buku dan artikel pada jurnal yang terbit pada 10 . tahun Setiap penelitian terdahulu dilakukan analisis, melihat relevansi penelitian terdahulu dengan masalah masa kini, mengkategorikan, dan mendeskripsikan temuan dalam bahasa yang mudah dimengerti. HASIL DAN PEMBAHASAN Roh Kudus Adalah Allah Pertanyaan utama yang cenderung muncul ketika sedang membahas doktrin Roh Kudus ialah siapakah Roh Kudus? Pertanyaan ini perlu dijawab secara tuntas sebelum membahas doktrin ini lebih jauh. Karena mengkaji doktrin pneumatologi tanpa memahami dan meyakini secara jelas dan pasti tentang siapa Roh Kudus akan mendatangkan Kesulitan dalam mengerti eksistensi Roh Kebenaran itu secara tepat berdasarkan Alkitab. Memahami Roh Kudus secara tepat ialah mengerti doktrin tentang Roh Kudus secara benar dan objektif, menurut ajaran Tuhan Yesus dan Alkitab. Firman Tuhan secara tegas menyatakan bahwa Roh Kudus adalah Allah yang setara dengan Pribadi Bapa dan Anak. Kebenaran itu dapat dilihat melalui firman Tuhan yang berkata: Ho kyrios to pneuma estin artinya Tuhan itu adalah Roh . Kor. Secara hermeneutik konteks ayat itu sendiri sudah menjawab bahwa Roh yang dimaksud adalah Roh Tuhan. David K. Lowery menegaskan juga bahwa perkataan Paulus, yaitu Tuhan adalah Roh dalam ayat itu tidak boleh ditafsirkan sebagai dua pribadi Allah Tritunggal . Kor. Karena sesungguhnya rasul itu sedang menjelaskan teologi ke-Tuhanan dari Roh Kudus untuk menyatakan dan membuktikan kepada jemaat Korintus bahwa Roh Kudus itu adalah Tuhan. Sebab latar belakang konteks ini adalah ketika Musa dalam Perjanjian Lama Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Suhendra. Kasten Situmorang menghadap hadirat kemuliaan Tuhan, maka abdi Allah itu menanggalkan selubungnya (Kel. Sedangkan dalam masa Perjanjian Baru Roh Kudus yang menyingkapkan selubung rohani dari setiap orang yang percaya kepada Kristus, sehingga jemaat dapat memahami kebenaran firman Tuhan . Kor. 3:15-. Pekerjaan untuk menyingkapkan selubung rohani dan memampukan orang percaya untuk mengerti firman Tuhan hanya dapat dikerjakan oleh Roh Kudus, karena Dia adalah Tuhan . Petrus 1:20-21. David K. Lowery, 185 C. Keener juga mengungkapkan bahwa untuk memenuhi standar terbaik dari metode penafsiran Yahudi, maka rasul Paulus harus memaparkan secara jelas hubungan antara orang-orang sebagai penerima pertama hukum Taurat dalam Perjanjian Lama dengan orang-orang dalam Perianjian Baru (Keener, n. Metode Paulus untuk menginjili komunitas Yahudi ialah dengan cara menjelaskan bahwa Tuhan yang ditemui Musa dalam Perjanjian Lama menunjuk kepada Roh Kudus dalam Perjanjian Baru yang membuka selubung rohani orang percaya. Pribadi Roh Kudus. Di seluruh Alkitab. Roh Kudus diperkenalkan sebagai Seorang Penolong atau dalam Bahasa Yunani disebut dengan Parakletos, dalam Bahasa latin di sebut Paracletus. Juga sebagai oknum yang mempunyai kepribadian-Nya sendiri (Yoh. 14:16. 2 Kor. 3:17-18. Ibr. 9:14. 1Ptr. 1:2. Dia adalah oknum ilahi seperti Bapa dan Anak, karena itu kita tidak boleh menganggap Roh Kudus hanya sebagai suatu pengaruh atau kuasa saja. Dia memiliki ciri-ciri pribadi, karena Dia berpikir (Rom. , merasa (Rom. , berkehendak . Kor. , serta berkemampuan untuk mengasihi dan menikmati persekutuan. Dia diutus oleh Bapa untuk membawa orang percaya kedalam hadirat dan persekutuan Yesus yang intim (Yoh 14:16-18, . berdasarkan kebenaran tersebut kita harus menghadapi dia sebagai suatu oknum dan menerimsnya sebagai Allah yang hidup dan tak terbatas yang tinggal di dalam hati kita, layak untuk disembah, dikasihi dan menerima penyerahan kita (Mark 1:11. Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan, 2. Penggenapan nubuatan Yoel 2:28-32 tentang pencurahan Roh Kudus oleh Allah diawali dengan janji Yesus kepada murid-murid sebelum Ia terangkat ke Surga dalam Kis 1:8. Pada hari pentakosta orang percaya berkumpul di kamar loteng, seketika dari langit turun seperti tiupan angin keras memenuhi seluruh rumah dan tampak pada mereka lidah-lidah nyala api yang bertebaran lalu hinggap pada mereka. Lalu, penuhlah murid-murid dengan Roh Kudus dan mulai berbicara dalam Bahasa lain. Orang-orang dari banyak bangsa yang berkumpul di Yerusalem tencengang lalu beberapa dari antara mereka menyindir bahwa para murid sedang mabuk oleh anggur manis. Petrus menyatakan bahwa Yoel 2:28-29 digenapi dihadapan mata orang di Yerusalem yang menyaksikan pemberitaan Injil dalam banyak Bahasa oleh 120 murid. Anak-anak lakilaki serta perempuan Israel, para teruna, orang tua, dan bahkan para budak yang dipenuhi Roh, semuanya menyaksikan perbuatan ajaib Allah kepada kumpulan orang yang beribadah pada hari raya Pentakosta. Peranan Roh Kudus dalam Menyatakan Nubuat Penulis, mengangkat tema ini karena berbagai pandangan yang berbeda-beda dan sudah berabad-abad tentang Nubuatan. Prof. Giffin menyatakan, bahwa nubuat bersifat fundasional. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Suhendra. Kasten Situmorang Karenanya karunia itu telah padam pada akhir era kerasulan pada akhir abad pertama (Djaka Kristianto Silalahi, n. Ada beberapa pandangan tentang nubuatan dimaksud yang mengatakan bahwa nubuatan itu telah berhenti sebab alkitab telah kanonisasi, dan ada lagi orang berpandangan nubuatan itu masih terus berlangsung sampai yang sempurna itu datang kedua kalinya yaitu Tuhan Yesus Kristus yang datang kedua kalinya sebagai hakim atas semua manusia. Perbedaan pandangan ini masih berlangsung sampai saat ini, itu sebabnya tema ini ditulis sebagai respon obyektif. Alkitabiah tentang Karunia Nubuatan. Pengertian Nubuatan I la Aunu ua Ay ra al ar a a a I ran - n ua n an a ar a a - nava', yang berarti bernubuat atau melakukan tindakan kenabian yang menyangkut banyak hal. Salah satu an aran a a ala Au r a a- a a n aru lla Ay. Ka a r u una an ara u u a na au un al u. ar a a n ula r n u a a - navi', nabi, yaitu seseorang yang berbicara atau bernubuat atau bertindak di bawah pengaruh Roh Allah (BP, n. Nubuat merupakan penglihatan dari Allah itu sendiri dalam karya Roh Kudus yang disampaikan kepada manusia yang dikaruniai Bernubuat agar penglihatan atau pesan Allah itu disampaikan kepada umat manusia demi kebaikan umat manusia . Petrus 1:. Menurut Wa n Gru . AuB rnu ua ala la orkan sesuatu yang ditimbulkan Allah secara n an aAy. f n Wa n Gru a ar an a a a aran Rasul Paulus tentang bernubuat yang ditulis dalam 1 Korintus 14:29-31 (Wayne Grudem. Packer, 2. S lan u n a Wa n Gru n la an a a Au r a ar an n la an Paulus tentang seoran an n a a Au rn a aanAy Aeyaitu sesuatu secara spontan yang ditimbulkan oleh Allah di dalam pikiran kita. B r a ar an Au rn a aanAy inilah, seorang dapat menyampaikan ua u Aunu ua Ay aa Ae yaitu hal yang dapat disebut suatu laporan mengenai sesuatu yang baru saja ditimbulkan Allah dalam pikiran kita. Jadi pada dasarnya bernubuat adalah kemampuan khusus yang diberi kepada seseorang yang dipakai Allah untuk menerima dan menyampaikan suatu berita atau pesan. Maksud dan Tujuan Karunia Nubuatan Apabila Alkitab yang adalah Firman Tuhan menuliskan sesuatu, tentu tak satu kekuasaan pun yang membendungnya hingga tidak terjadi, maka berikut ini ulasan tentang nubuatan dalam Kitab Perjanjian baru. Tujuan utama dari karunia nubuatan di jelaskan Rasul Paulus dalam 1 K r n u 14:3. AuT a a a rnu ua a r a a-kata kepada manusia, ia membangun. Ay H r n n la an al n a a. Au a la rnu ua . A a a-katanya menguatkan . embangun secara rohani dan mengembangkan atau meneguhkan Iman, (Stenley M. Horton, 2. emberi semangat dan meyadarkan, menantang semua orang untuk maju dalam kesetiaan dan kasi. dan menghibur . enggembirakan, menghidupkan, dan membangkitkan pengharapa. Untuk itu Rasul Paulus mendorong umat Tuhan . tau dalam konteks ini jemaat Korintu. agar memperoleh arun a nu ua an. AuKar na u, au ara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh arun a un u rnu ua AAy . K r. Hal an nar a ala ala ura -suratnya Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Suhendra. Kasten Situmorang Rasul Paulus justru menganjurkan jemaat untuk memperoleh karunia-karunia tersebut, khususnya karunia bernubuat dan tidak pernah melarang penggunaannya. Karunia Nubuatan Nubuatan merupakan manifestasi dari Sang Penulis Ilahi yang masih terus berbicara bagi umat-N a n a aa n . Na un al n u an rar r a a a a Au a u aruAy luar Alkitab. Pengilhaman melalui karunia nubuatan tersebut merupakan tuntunan Tuhan bagi umatnya yang kontekstual sesuai dengan zaman dan situasi yang dihadapi umat Tuhan saat Dengan kata lain, jika kita menerima bahwa Allah masih bekerja hingga saat ini, maka secara logis kita pun harus menerima bahwa Ia masih berbicara saat ini oleh karena untuk menyatakan pemeliharaan-N a an a a u Ia rlu Au r araAy a au un implisit, baik melalui Alkitab maupun secara khusus melalui pesan nubuatan yang juga dapat berupa pesan, doa, puji-pujian, dan lainya. Firman yang tertulis memang merupakan pedoman final tentang kebenaran Allah yang telah diwahyukan, namun adalah keliru jika kita pun mengabaikan suara Sang Firman Allah Yang Hidup itu. Permasalahan kedua timbul akibat kekeliruan atau kurangnya pemahaman yang komprehensif mengenai karunia nubuatan, atau setidaknya kegagalan untuk memahami konsep karunia nubuatan dalam perspektif teologi Pentakosta dan Kharismatik yang holistik. Namun demikian, harus juga diakui bahwa secara teksnis, hal-hal ini juga seringkali diabaikan dalam praktek pelayanan gerejawi sehingga seringkali justru mejadi batu sandungan dan mendatangkan cibiran dari denominasi gereja-gereja lain. Eksistensi Suara Tuhan Masa Kini Menyikapi permasalahan yang ada, penulis berdiri teguh atas Firman Tuhan dan setidaknya berkenaan utk kehendak Tuhan memberikan jawaban bagi keyakinan eksistensi karunia nubuatan yang berkaitan dengan suara Tuhan pada masa kini. Kontra Eksistensi Nubuatan/Suara Tuhan Sesuai dengan 1 Korintus 13:10: tetapi jika yang sempurna itu tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap. Dan Wahyu 22:18: Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetakamalapetaka yang tertulis di dalam kitab ini, sehingga mustahil Tuhan akan berbicara kepada manusia pada saat ini. Hipotesis demikian ini justru menimbulkan dua konsekuensi logis yang fatal di ala n a, r a a a u u a a un u Au un a Ay lla , lla r ara manusia selain melalui Alkitab. Kedua, hal ini merupakan penolakan terselubung tentang karya supranatural Allah di masa kini. Maksudnya, semua kalangan Injili yang mengajukan kritik tersebut akan setuju mengenai karya supranatural Allah . masih berlangsung di dunia modern saat ini, namun disisi lain, mereka juga sama-sama setuju bahwa Allah tidak lagi berbicara secara langsung di dunia modern. Jadi Allah hanya diperbolehkan mendemonstrasikan kuasa-Nya namun dilarang berbicara. Hipotesis ini seperti sebuah bentuk Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Suhendra. Kasten Situmorang teologi yang mengerdilkan kuasa Allah sekaligus menggunakan standar ganda (Yosua Belay. Ketidak konsistensian dari presuposisi dan argumentasi ini kemudian terlihat lebih nyata ketika menyinggung soal 1 Korintus 13:8-10 yang seringkali menjadi ayat rujukan utama untuk meng-counter pengajaran mengenai karunia Roh pada kalangan Kharismatik. P rn a aan n a a an a a Au arun a rnu ua a a arun a memberitakan Injil, berkhotbah, dan mengajar. Nubuat-nubuat dalam pengertian meramal tidak sah dan salah karena nubuat dalam pengertian meramal tidak diperlukan lagi seiring dengan selesainya Alkitab diwahyukan dan Allah tidak pernah lagi berkata-kata secara langsung kepada orang-orang percaya saa n Ay. P rn a aan n ru a an rn a aan an tidak konsisten karena beberapa alasan: Bernubuat itu Allah Menyampaikan Pesan Siapa yang dikarunia bernubuat tentu pesan Allah melalui Roh Kudus yang disampaikan kepada manusia untuk membangun, menasihati agar meninggalkan dosa, menghibur tentu penghiburan oleh Roh Kudus. 1 Korintus 14:1 dan 3 (TB) Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat. Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur. Allah Memperlengkapi UmatNya dengan Karunia Roh Kudus Dalam 1 Korintus 12:7-10, ada 9 Karunia Roh Kudus salah satunya adalah Karunia Bernubuat. Karunia nubuatan berbeda dengan karunia memberitakan Injil, berkhotbah, dan n a ar. J a a a, a a n u a ul Paulu n una an la Au arun a un u rnu ua Ay (Pr u ) un u ru u a a a u al an l ar a a. Ju ru an a membingungkan jika Paulus menggunakan dua istilah berbeda untuk satu arti/ maksud yang Tidak ada dasar Alkitab yang menyatakan bahwa setelah kanonisasi Alkitab. Allah itu diam dan tidak berbicaralagi kepada manusia Sementara menyangkut ayat 1 Korintus 13:8-10 dimana yang pada umumnya dipahami kalangan kontra eksistensi karunia nubuatan dalam perspektif Pentakosta/Kharismatik, n a a an a a a a 10 an n an Au an urna aAy a ala l a , sehingga baik karunia nubuatan, maupun bahasa Roh sudah berhenti. Namun sesuai dengan n a. Au an urna aAy n a u a a a an an Kr u . K r. an u an Alkitab. Rasul Paulus mengemukakan tiga karunia yang akan berakhir ketika yang sempurna itu a an a u Aunu ua a an ra r, a a a r a an r n , an n a uan a an l n a Ay . Kor 13:. Jika disandingkan dengan argument bahwa ketika Alkitab selesai dikanonkan maka seharusnya yang berhenti itu bukan hanya bahasa roh dan nubuat . aik yang dipahami sebagai ramalan maupun khotba. , tetapi juga pengetahuan, sehingga argumen ini sangat tidak proporsional. Bahkan dalam beberapa bagian argumen diatas, karunia nubuatan masih dapat diijinkan berlangsung jika hanya berupa pemberitaan Injil/ berkhotbah/ mengajar, pemaksaan yang tidak alkitabiah. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Suhendra. Kasten Situmorang Bagaimana dengan pernyataan bahwa karunia nubuatan . aik ramalan maupun penyampaikan pesan sponta. hanya terbatas pada masa pra-kanonik karena Alkitab belum selesai ditulis? Argumen ini juga tidak dapat dipertahankan oleh karena Rasul Paulus dengan tegas menyatakan bahwa tujuan utama karunia-karunia itu . hususnya nubuata. adalah untuk membangun, menasehati dan menghibur bagi tubuh Kristus . Kor. Tujuan yang disampaikan tersebut mencakup jangkauan eksistensial yang bersifat universal dan holistic bagi cakupan gereja Tuhan di sepanjang zaman. Hal ini menyatakan secara implisit bahwa selama tubuh Kristus masih ada di dunia, karunia nubuatan masih tetap berlangsung demi merealisasikan tujuan dari karunia tersebut. Memisahkan karunia nubuatan dalam gereja, sama halnya membangun tubuh Kristus yang cacat. Keliru jika dikatakan secara jelas Efesus 2:20 menyatakan bahwa nubuatan adalah karunia temporer. Itu adalah dediksi teologis bukan eksegesis. Ayat ini tidak berbicara soal berhentinya karunia-karunia wahyuwi, tetapi ayat itu berbicara tentang siapa yang menjadi fondasi (Djaka Christanto Silalahi, n. Efesus 4:14 juga tidak berarti menyatakan bahwa Kristus tidak memberikan nabi lagi dalam paradigma pembangunan tubuh Kristus . tau dalam struktur bangunan yang berada di tubuh Kristus itu sendir. , maka nubuatanpun akan tetap ada hingga pembangunan Tubuh Kristus itu selesai yaitu saat tercapainya kedewasaan Sekalipun nabi sebelum dan sesudah Kristus diinspirasi untuk mengucapkan hal-hal yang terkait dengan masa depan . Mat. 24:15. Kis. 11:28. 21:10. 1 Ptr. 1:10-12. Why. 1:3. , pelayanan esensial mereka adalah mengucapkan kepada umat-Nya . kehadiran firman Allah. Sebagaimana nabi-nabi Perjanjian Lama mengkhotbahkan perjanjian dan hukum, belas-kasihan dan penghakiman, demikian pula nabi-nabi Perjanjian Baru mengkhotbahkan Injil dan kehidupan iman untuk membangun dan menguatkan . 1 Kor. 14:3, 24. Kis. , dan Paulus mengharapkan semua orang digereja Korintus tanpa kekecualian melakukan pelayanan ini (J. I Packer, 1. Kita melihat bahwa penekanan pada forthelling dilakukan Packer dengan menyebutnya pelayanan esensial para nabi dan sekaligus nubuatan diungkapkan dalam khotbah. Konten nubuat memang dapat disampaikan dalam khotbah, tetapi berkhotbah tidak sama dengan bernubuat. Jika khotbah dapat disamakan dengan nubuat, dan pada saat yang sama sang pengkhotbah mengakui pula bahwa Roh Kudus berdaulat memberikan ramalan dalam nubuat . yang ia sampaikan, itu berarti ketika seseorang sedang berkhotbah ia harus pula terbuka terhadap pernyataan Roh Kudus yang bersifat foretelling itu. Dalam posisi demikian, sang pengkhotbah harus tetap terbuka terhadap Roh Kudus. Pada saat-saat tertentu Dia mungkin saja memberikan nubuat yang bersifat meramalkan kepada sang pengkhotbah. Saat itu terjadi, ia harus menyampaikan nubuat yang bersifat meramalkan itu ketika ia sedang berkhotbah. Nubuat masih Ada Hari Ini Ada dua bukti yang memungkinkan kita mengatakan bahwa karunia nubuat masih dapat beroperasi hari ini. Pertama. Paulus hanya mengenal satu zaman saja. Zaman itu mencakup rentang waktu sejak ia menulis suratnya itu hingga kedatangan "yang sempurna", yang akan Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Suhendra. Kasten Situmorang menghentikan karunia itu dan sifat " in part " nubuat kita. " Satu zaman yang diperkenalkan Paulus itu dapat kita lihat melalui skema, "sekarang, tetapi nanti bagaimana? 1Korintus 13:12. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal. Karena itu, pendirian cessationist . ang tidak percaya lagi ada nubua. akan bertentangan dengan pemikiran Paulus karena mereka harus menyajikan setidaknya dua misalnya zaman sebelum dan sesudah berakhirnya era kerasulan di akhir abad pertama, maupun zaman sebelum dan sesudah selesainya penulisan kanon . pen and close canon perio. Kedua. Roh Kudus masih dapat berkarya pada zaman-zaman yang disebut Yoel sebagai, "hari-hari terakhir. " . Kis. 2:17-. Setelah Roh Kudus dicurahkan, masa di mana Roh Kudus tetap 'ada' di dunia, dengan demikian, disebut sebagai "zaman Roh Kudus". Batasan "zaman Roh Kudus" adalah ayat 20, yaitu hingga "kedatangan hari Tuhan. " Pada zaman ketika masih dikategorikan sebagai "hari-hari terakhir"' itulah Roh Kudus berdaulat untuk mengoperasikan "penglihatan, mimpi, dan bernubuat" yang disebutkan dalam nubuat Yoel itu. Karena itu, pendirian cessationist akan bertentangan dengan kedaulatan Roh Kudus, bukan hanya menentang nubuat Yoel yang dikutip ulang oleh Petrus di Hari Pentakosta Sifat wahyuwi forthtelling Berdasarkan 1 Korintus 14:24-25, sifat wahyuwi nubuat yang diucapkan nabi maupun non nabi dapat berkaitan dengan penyingkapan "rahasia" hati manusia secara spontan. Itu adalah forthtelling, dan tidak selalu foretelling . Tetapi kalau semua bernubuat, lalu masuk orang yang tidak beriman atau orang baru, ia akan diyakinkan oleh semua dan diselidiki oleh semua. Segala rahasia yang terkandung di dalam hatinya akan menjadi nyata, sehingga akan sujud menyembah Allah dan mengaku: "Sungguh. Allah ada di tengah-tengah Penyingkapan rahasia hati hanya dapat terjadi jika Roh Kudus yang mengetahui hati manusia bekerja secara spontan. Sifat "penyingkapan" oleh Roh Kudus dalam operasional nubuat itu tentu dapat kita kategorikan sebagai "wahyuwi", walaupun tidak bersifat Dengan demikian, baik forthtelling maupun foretelling tetap bersifat spontan dan wahyuwi. Redefinisi MacArthur tentang penyamaan antara nubuat dengan khotbah penginjilan bertentangan dengan "nubuat" dalam ayat di atas. Otoritas Karunia-karunia Nonkanonikal dan Otoritas Kanon Jika benar diabad pertama sebagian orang Kristen telah akrab dengan konsep kanon, maka isu tentang "ketegangan otoritas" antara karunia-karunia wahyuwi dengan kanon sebenarnya telah diselesaikan melalui fakta bahwa sejak zaman itu Allah telah mengoperasikan dua jenis konten wahyu, yaitu yang bersifat kanonikal dan nonkanonikal. Intinya, karena Allah yang mengoperasikan kedua jenis konten wahyu-Nya, jelaslah bahwa Dia tidak pernah mendorong munculnya isu tentang "ketegangan otoritas" itu. Adanya rancangan Allah tentang kedua Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Suhendra. Kasten Situmorang jenis konten wahyu-Nya justru menjamin ketiadaan "ketegangan otoritas" antara karuniakarunia wahyuwi dengan otoritas kanon yang akan dihadirkan-Nya kemudian. Oleh karena Allah tidak pernah mengindikasikan adanya gagasan tentang "ketegangan otoritas", maka munculnya isu itu tentu merupakan gagasan manusia, yang dapat dikatakan bertentangan dengan gagasan Allah. Oleh karena isu tentang "Ketegangan otoritas" itu menyertakan perbincangan tentang isu "perbedaan otoritas", maka isu demikian pun tidak pernah ada dalam gagasan Allah. Namun demikian, pihak kharismatik tentu harus dapat menanggapi isu tersebut, terlebih lagi setelah mereka mengutip pernyataan Paulus bahwa "pengetahuan kita" dan "nubuat kita" bersifat " in part. Allah Adalah Inisiator Sifat Wahyu-Nya Kita "percaya" dan "mengakui" bahwa Allah mengetahui, merancang, bahkan bertindak sebagai Pribadi yang mengoperasikan (Inisiato. kedua jenis konten wahyu-Nya yang bersifat kanonikal dan nonkanonikal pada posisi "A". Karena kedua sifat wahyu Allah itu berasal dari Dia, tidak mungkin terdapat "ketegangan otoritas" pada posisi "A". Jika manusia menganggap bahwa pada posisi "A" itu terdapat "ketegangan otoritas", maka anggapan manusia itulah yang keliru. Dengan demikian, ketika jenis konten wahyu yang bersifat kanonikal telah selesai dikanonisasi . osisi "B"), yang tersisa dan masih dapat dioperasikan pada posisi "B" adalah karunia-karunia yang kontennya bersifat nonkanonikal saja. Oleh karena pada posisi "A" otoritas konten karunia-karunia itu tidak bersitegang dengan otoritas konten karunia-karunia yang bersifat nonkanonikal, maka pada posisi "B" pun otoritas konten karunia-karunia wahyuwi yang bersifat nonkanonikal tidak akan bersitegang dengan otoritas kanon yang telah ditutup itu, karena kontennya berasal dari Allah Implikasinya, pada saat kita mengajukan kekhawatiran akan munculnya ketegangan otoritas pada posisi "B", kita pun seharusnya mengajukan pula kekhawatiran kita tentang hal itu pada posisi "A". Maksud saya, jika kita khawatir munculnya ketegangan otoritas di antara kedua wahyu Allah itu "pada zaman sekarang" . ada posisi "B"), seharusnya kita juga mengkhawatirkan hal yang sama terjadi pada zaman Alkitab sebelum kanon ditutup . ada posisi "'A"), karena semua kontennya berasal dari Allah. Jika kita mengkhawatirkannya pada posisi "A", bisa saja kita dianggap tidak sepenuhnya mempercayai Allah sebagai Inisiator kedua sifat wahyu-Nya, atau bahwa Allah tidak merancang kedua jenis konten karunia-karunia yang bersifat kanonikal dan nonkanonikal pada posisi "B" . etapi ini akan bertentangan dengan "tujuan" pemberian karunia-karunia rohani dalam 1 Kor. 12 dan dengan tujuan pemberian kelima jawaban dalam Efesus 4:11-. Namun, selain menggunakan metode "teologia menafsirkan Alkitab", bagaimana cara sarjana cessationist menyatakan bahwa nubuat yang diucapkan para nabi dalam Kisah Para Rasul dan Kitab Korintus tidaklah bersifat nonkanonikal, atau bahkan bukan berasal dari Allah? Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Suhendra. Kasten Situmorang Kontekstual/ Situasi Dunia selalu Berubah Kita masih mengetahui namanya zaman batu entahkah karena faktor usia, atau membaca, selanjutnya zaman revolusi industri, zaman teknologi, zaman 4. 0, merupakan zaman kecepatan dan data industri telah menyatu secara sistem digital seluruh dunia, dan sudah dimulai dengan zaman 5. 0, zaman teknologi semua pekerjaan by sistem yang separoh pekerjaan manusia digantikan oleh teknologi termasuk robot. Kesaksian Tentang Suara Roh Kudus Pada Masa Pandemi Pada awal tahun 2020, saat pandemi covid-19 sedang merambah ke seluruh dunia, hampir semua orang ketakutan, saya pun hamba Nya yang kecil ini sedang menangani dua tugas sangat penting, dalam hal ini sebagai pelayan Tuhan di Gereja sekaligus pelayan keluarga dan di sisi lain harus menjalankan tugas di market place yang harus berhadapan dengan ratusan orang karena tugas dan pelayanan yang diemban dalam melaksanakan tugas negara, dalam hal ini salah satu yang paling prinsip adalah pembebasan tanah untuk jalan tol. Pada tanggal, 28 Maret 2020, pukul 04. 00 WIB, saya berdoa di kamar doa saya dengan suasana menyembah Tuhan dalam Roh dan kebenaran seraya meminta petunjuk dari Tuhan Sang Pencipta langit dan bumi serta segala isinya, bagaimana menyikapi situasi ini ya Tuhan? Dalam doa itu saya mendengar bisikan Roh Kudus bahwa Tuhan menginginkan sikap manusia dalam situasi ini: Fokus kepada Tuhan dan Murni menyembah Tuhan. Sewaktu saya mendengar itu hati saya berglori memuji Tuhan dan hati saya senang bergembira dan bahagia dalam menjalankan seluruh aktivitas saya, yang semuanya menjadi pelayanan baik di gereja maupun dalam menjalankan tugas negara yang merupakan pelayanan kepada Tuhan dan bukan semata-mata kepada manusia. Apa yang terjadi? saya sehat walafiat dan tugas berjalan dengan baik, walau asisten pribadi saya terpapar covid-19, tetapi saya tidak terpapar covid-19, padahal setiap harinya saya bersama-sama dia dan seluruh berkas harus melalui tangannya dan tas saya harus dia yang angkat, bahkan sering satu mobil ke tempat rapat dan makan. Yang saya lakukan selalu melakukan doa, pujian, penyembahan dalam bentuk formal dan arti luas dalam hal ini melaksanakan semua tugas kantor dan tugas lainnya. Yang saya alami ada kegembiraan bersama Tuhan dan Tuhan memperkuat imun saya melalui kegembiraan itu. Semua Suara Roh Kudus harus diuji apakah sesuai dengan Firman Tuhan atau tidak, jikalau tidak sesuai maka pastikan itu bukan dari Tuhan. Dengarkan Suara Roh Kudus/ Suara Tuhan Allah yang kita sembah bukanlah Allah yang bisu tetapi Allah yang berbicara dengan caraNya sendiri dalam hal ini melalui Alkitab, alam. Kejadian Hidup. Melalui Hati dan Batin, dan melalui Nubuatan yang disampaikan Allah kepada orang, yang dipenuhi Roh Kudus dan dipercaya Allah. Tanda tanda suara Roh Kudus adalah tidak bertentangan dengan Alkitab sebagai Firman Tuhan. Mendatangkan suasana kegembiraan, kebahagiaan, damai sejahtera, walaupun itu tegoran dari Tuhan tetapi menjadi berkat bagi yang menerima suara Roh Kudus dan orang Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Suhendra. Kasten Situmorang Peranan Roh Kudus Sebagai Penolong Sebelum kembali kepada Bapa. Yesus berjanji bahwa Dia akan mengutus seorang penolong yang lain dengan menggunakan kata Yunani allos un u an la n, rar " ran la nn aAy yang sama kedudukan-Nya", berarti bahwa Roh Kudus adalah seorang Penolong yang lain sama seperti Yesus adalah Penolong kita (Elmer L. Towns, 2. Penolong Sebagai Penegur Dosa Roh Kudus menolong orang-orang yang dengan cara menyatakan dosa mereka. Dalam tugas tersebut. Roh Kudus dapat disebut Penginsaf, atau Penegur. Dia meyakinkan orang-orang akan dosa mereka, memungkinkan mereka untuk mencari keselamatan. Sebagai Penolong. Roh Kudus menolong untuk menginsafkan diri kita akan dosa dengan tiga cara. Pertama. Dia menolong orang melihat dosa mereka. Yesus berkata bahwa Roh Kudus akan menolong untuk menginsafkan orang "akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku" (Yoh. Kedua. Roh Kudus menolong menuntut orang hidup dalam kebenaran. Yesus berkata bahwa Roh Kudus akan menginsafkan "akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi" (Yoh. Sebab itu. Roh Kudus menolong orang melihat diri mereka dalam hubungan dengan Yesus Kristus. Ketiga. Roh Kudus menolong orang datang kepada Kristus dengan cara menginsafkan mereka "akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum" (Yoh. Penghakiman ini bukanlah penghakiman yang akan datang atas semua orang percaya di depan Takhta Putih Besar, melainkan penghakiman atas Setan dan dosa pada saat Kristus disalibkan . Yoh. Penolong Sebagai Pemandu Jalan Roh Kudus seperti. seorang pemandu jalan mengarahkan anaka-anak Tuhan ke jalan yang benar, sesungguhnya Roh Kudus berbisik di dalam hati agar tidak memilih jalan yang salah. Penolong Sebagai Manajer Roh Kudus datang untuk tinggal dalam diri orang Kristen dengan tujuan menolong mereka agar dapat menjalani kehidupan Kristen yang sebenarnya. "Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu. Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?" . Kor. Penolong Sebagai Membantu Administratif Roh Kudus datang setiap kali kita memohon kepada-Nya agar memenuhi kita untuk melakukan pelayanan, sama seperti seorang pembantu administratif selalu siap dimintai tolong dalam menjalankan suatu tugas sampai tugas tersebut diselesaikan. Paulus berkata dengan tegas, "Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh" (Ef. Penolong Sebagai Penyelidik Hati Roh Kudus adalah Pengudus kita. Ini berarti bahwa Dia menolong kita menjadi kudus. Sebenarnya, kata "menguduskan" berarti memisahkan, mengasingkan, atau mengkhususkan. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Suhendra. Kasten Situmorang Suatu tindakan ganda terjadi saat Roh Kudus menguduskan kita. Pertama. Dia memisahkan kita dan dosa. Dalam tindakan ini. Dia bekerja dalam hati kita untuk mendorong kita supaya bertobat dan berpaling dari dosa. Kedua. Roh Kudus memisahkan atau mengkhususkan kita bagi Allah. Kita didorong mencari Allah dan kebenaran-Nya. Penolong/ Menyelidiki benarbenar melakukan pekerjaan untuk mencari kita sampai ketemu, sama seperti suatu komisi penyelidikan mimbar mencari orang yang tepat untuk posisi itu. Penolong Sebagai Guru Roh Kudus menerangi orang percaya untuk melihat kebenaran rohani. Dalam tugas tersebut. Dia adalah guru yang mengajarkan kebenaran rohani. Gambaran Penolong/Guru. Rasul Yohanes menuliskan kedua hal tersebut secara bersama-sama: "'Tetapi Penghibur (Penolon. , yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku. Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu" (Yoh. Penolong/ Pembela Roh Kudus juga adalah Perantara (Juru Syafaa. yang berdoa bagi orang percaya dan bersama dengan orang percaya, dan berpihak pada orang percaya. Mengapa? "Sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa. tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan" (Rm. Demikian juga Roh membantu kita dalam keleMahan kita. Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhankeluhan yang tidak terucapkan (Rm. Ineransi Benarkah seluruh Alkitab itu Firman Allah?, pertanyaan ini perlu disikapi dan sangat penting dijawab, sebab jawaban yang benar akan berdampak baik dan mendatangkan kebaikan sesuai rencana Allah itu sendiri dan sebaliknya sikap dan jawaban yang tidak tepat akan mengakibatkan dampak buruk dan murka Allah atasnya. Menurut CSBI (Chicago Statement on Biblical Inneranc. , perkumpulan Hamba Tuhan sedunia, dalam mendefinisikan ineransi adalah unlimited innerancy yang artinya : Alkitab itu benar dalam segala subjek yang tertulis, baik dalam penebusan, etika, sejarah, ilmu pengetahuan, dan lainnya (F. David Farnel, n. Kami menyikapi bahwa apa yang tertulis dalam Alkitab mulai dari Kejadian sampai dengan wahyu adalah Firman Tuhan yang benar dan mutlak yang tidak mengandung Apa yang difirmankan Allah pasti terjadi karena Dialah Yang Maha Kuasa Pencipta manusia, alam semesta, dan semua isinya. Kepada Allah semua manusia dan segala makhluk menyembah. Pentingnya Ineransi Ineransi adalah doktrin yang penting karena Melekat pada karakter Tuhan. Merupakan Fondasi pada kebenaran esensial dari doktrin yang lain. Diajarkan dalam alkitab. Ini adalah posisi sejalan dari Gereja Kristen (Garrett with Merruck, n. Pernyataan dari ETS (The Evangelical Theologica. telah mengakui definisi ineransi dari CSBI bahwa ineransi itu tidak Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Suhendra. Kasten Situmorang terbatas, atau unlimited inerrancy. ineransi dasarnya adalah karakter Tuhan yang tidak dapat berbohong (Ibr. 6:18. Titus 1:. Diajarkan secara langsung oleh Yesus Kristus dan para a ul a a a P r an an Baru B. B Warf l n a a an. Aukita percaya pada doktrin bahwa alkitab itu sepenuhnya diilhamkan karena ini adalah doktrin yang dipercaya dari Kr u an ara ra ul, an u a n la an r a a ar an a a a. Ay Alkitab Firman Tuhan Kebenaran Yang Utuh dan Mutlak Alkitab dapat didef n an r a a Au lla n a a an ru a n a ara penulis Alkitab itu menyusun dan mencatat tanpa keliru pesan-Nya kepada manusia dalam bentuk kata-kata pada penulisan aslinya (Ryrie, 2. Seperti n a a Y un . Au Allah Roh Kudus atas para penulis kitab suci, akibatnya, kitab suci itu memiliki otoritas ilahi dan patut dipercaya. dan karena memiliki otoritas ilahi dan patut dipercaya maka ia bebas dari kesalahan (Edward J, 2. Pandangan yang serupa dan lengkap juga disajikan Thiessen n l a an rar . Au n ua a n r n ran -orang untuk menulis kenam puluh enam kitab di dalam Alkitab (Kis. 1:16. Ibr. 10:15-17. II Ptr. yang mana Alkitab diilhami secara penuh dan verbal. Singkatnya Alkitab mengandung nafas Alla a a ana a a Au l a an lla Ay ra al ar a a a ar T n u os . ada kitab 2 Timotius 3:16. Thiessen, 2. rar Au lla nafa Ay an n an an pada penghembusan oleh Allah. Dengan demikian tulisan yang dihasilkan akan lebih akurat karena penekanannya bahwa Alkitab adalah produk langsung dari nafas yang Allah hembuskan (Enns, 2. Konferensi Para Gembala Tentang Ineransi Tahun 2015 Konferensi terkait ineransi yang diselenggarakan oleh John Mac Arthur dan The Master's Seminary . -8 Maret 2. , merupakan peristiwa penting dalam kehidupan evangelikalisme Para pemimpin Injili dari seluruh negeri dan dunia berkumpul di Los Angeles. California, untuk membahas pentingnya Pernyataan Chicago yang terkenal tentang Ineransi Alkitab untuk evangelikalisme abad kedua puluh satu dan gereja internasional. Tanpa malumalu para pembicara menjelaskan satu hal: Jika evangelikalisme akan memiliki efek lanjutan bagi Kristus dalam hidup kita, kita harus tetap sepenuh hati berkomitmen pada ineransi Alkitab dan tidak malu untuk memberitakannya (N f r T Ma rAo S 2015, n. KESIMPULAN Di seluruh Alkitab. Roh Kudus diperkenalkan sebagai oknum yang mempunyai kepribadianNya sendiri. Dia adalah oknum ilahi seperti Bapa dan Anak. Karunia bernubuat adalah membangun, menasehti dan menghibur. Apabila seseorang bernubuat, kata-katanya menguatkan . embangun secara rohani dan mengembangkan atau meneguhkan ima. , menasehati . emberi semangat dan menyadarkan, menantang semua orang untuk maju dalam kesetiaan dan kasi. dan menghibur . enggembirakan, menghidupkan, dan membangkitkan pengharapa. Untuk itu Rasul Paulus mendorong umat Tuhan . tau dalam konteks ini jemaat Korintu. agar memperoleh karunia nubuatan. Karunia bernubuat harus tetap diajarkan dibudayakan menjadi pengalaman rohani umat Tuhan. Tidak ada dasar Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Suhendra. Kasten Situmorang menghapuskan karunia bernubuat karena Alkitab mengajarkannya dan karunia bernubuat itu akan berhenti pada waktu Tuhan Yesus datang untuk kedua kalinya, sama dengan pengetahuan, iman dan pengharapan akan lenyap setelah yang sempurna itu datang yaitu Tuhan Yesus datang kedua kalinya. Roh Kudus berperan sebagai penolong dalam hal ini, menegur pendosa. Pemandu jalan. Manajer kehidupan. Pembantu administrasi, penyelidik hati dan sebagai Guru dalam kehidupan manusia. Ineransi Alkitab adalah Firman Tuhan yang utuh, dan benar, tidak mengandung kesalahan, tidak pernah keliru, karena bersumber dari Allah itu sendiri dan apa yang dijanjikan dalam Yoel 2 pasti terjadi dan digenapi. Kesimpulan menggambarkan jawaban dari hipotesis dan/atau tujuan penelitian atau temuan yang Kesimpulan bukan berisi perulangan dari hasil dan pembahasan, tetapi lebih kepada ringkasan hasil temuan seperti yang diharapkan di tujuan atau hipotesis. Saran