Jurnal Progress Administrasi Publik (JPAP) Volume 3. Nomor 1. Mei 2023 . ISSN 2776-8511 . | 2777-0206 . A 2023 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UTB KOMPARASI IMPLEMENTASI PENYALURAN PROGRAM SEMBAKO DI KOTA METRO: HIMPUNAN BANK NEGARA (HIMBARA) VS PT POS Aulia Rahmawati. Muhammad Ardiansyah. -mail: aulia@ubl. *, m. ardiansyah@ubl. (*) Corresponding Author , . Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Bandar Lampung ABSTRACT Food Social Assistance in Indonesia has been transformed several times, beginning with Welfare Rice. Non-Cash Food Assistance (BPNT) to Sembako Program. The transformation of food social assistance is carried out to find a better formulation in supplying food needs with balanced nutrition for the poor and vulnerable. The Sembako Program in Metro City has been implemented since 2018 and distributed by Himbara. BRI Bank with e-Warong as a place for utilization of assistance . isbursement and distributio. Furthermore, in 2022 based on Kepdirjen PFM number 29 of 2022 determines that the Sembako Program is distributed in cash by PT Pos Indonesia. This study has compared the distribution of the sembako program by Himbara and PT Pos in Metro City. The purpose of this research is to find similarities and differences to know which implementation is better. The method in this research is descriptive qualitative with a comparative approach. The findings of this research are that the distribution of the Sembako Program in Metro City is more effective when distributed by Himbara with e-Warong as a place to utilize the On the other hand, there are community empowerment targets in the distribution of sembako programs by Himbara, such as empowerment of e-Warong members. Keywords: Sembako Program. Comparison. Empowerment. E-Warong. ABSTRAK Bantuan Sosial Pangan di Indonesia beberapa kali telah ber-transformasi, mulai dari Beras sejahtera. Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sampai Program Sembako. Transformasi Bansos pangan dilakukan untuk menemukan formulasi yang lebih baik dalam pemenuhan kebutuhan pangan dengan gizi yang seimbang bagi masyarakat miskin dan rentan. Program Sembako di Kota Metro telah berjalan sejak tahun 2018 dan disalurkan melalui Himbara yaitu Bank BRI dengan e-Warong sebagai tempat pemanfaatan . encairan dan penyalura. Selanjutnya pada tahun 2022 berdasarkan Kepdirjen PFM nomor 29 tahun 2022 menetapkan bahwa Program sembako disalurkan secara tunai melalui PT Pos Indonesia. Penelitian ini membandingkan penyaluran program sembako melalui Himbara dan PT Pos di Kota Metro. Tujuan dari penelitian ini untuk menemukan persamaan dan perbedaan sehingga dapat mengetahui implementasi mana yang lebih baik. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Komparatif. Temuan dari penelitian ini adalah Penyaluran Program Sembako di Kota Metro lebih efektif apabila disalurkan melalui Himbara dengan e-Warong sebagai tempat pemanfaatan bantuan. Disisi lain ada sasaran pemberdayaan masyarakat dalam penyaluran program sembako melalui Himbara yaitu pemberdayaan pada anggota eWarong. Kata Kunci: Program Sembako. Komparasi. Pemberdayaan. E-Warong. PENDAHULUAN BPS . mencatat persentase penduduk miskin di Indonesia meningkat sekitar 0. di tahun 2020. Dimana Penduduk Miskin di Indonesia pada tahun 2019 adalah 9,22% atau 870 jiwa & 10,19% atau 27. 690 pada Kemiskinan merupakan masalah krusial di Indonesia. Terlebih adanya Covid-19 yang melanda dunia, tidak terkecuali Indonesia. Terbatasnya kegiatan masyarakat menyebabkan sempitnya lapangan pekerjaan di semua sektor sehingga masyarakat sulit dalam memenuhi kebutuhan hidup, bahkan untuk kebutuhan pangan sebagai kebutuhan JPAP 3 . 2023 Edisi Mei dasar manusia. Survei sosial ekonomi nasional (Susena. yang dilakukan oleh BPS di Tahun Persentase Pengeluaran per Kapita Sebulan Makanan masyarakat Indonesia adalah sebesar 46. atau sebesar Rp 603. Melihat data tersebut menjadi dasar pemerintah untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat khususnya masyarakat miskin dan rentan dengan memberikan bantuan sosial (Banso. Bansos pangan di Indonesia sudah beberapa kali bertransformasi. Diawali oleh Beras Miskin (Raski. yang dimulai sejak tahun 1998 dan bertransformasi menjadi Beras Sejahtera (Rastr. di Tahun 2018. Rastra adalah bantuan sosial yang diberikan kepada Masyarkat dalam bentuk beras sejumlah 10 kg setiap bulan tanpa biaya tebus. Setelah Rastra. Tahun mentransformasikan kembali program bansos pangan menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). BPNT adalah bantuan sosial pangan yang diberikan kepada masyarakat setiap bulan dalam bentuk uang elektronik melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang digunakan untuk membeli bahan pangan beras dan atau telur melalui e-Warong. Selanjutnya pada tahun 2020 BPNT kembali bertrasnformasi menjadi Pogram Sembako. Program Sembako pengembangan bantuan sosial pangan BPNT dengan penambahan nilai bantuan yang diikuti penambahan jenis bahan pangan. Sejalan dengan BPNT program Sembako diberikan secara non tunai melalui KKS yang digunakan untuk pembelian bahan pangan komiditi program sembako yaitu karbohidrat, protein hewani, protein nabati, vitamin dan mineral melalui e-Warong. Transformasi Rastra menjadi BPNT tidak serentak dilanksanakan di semua wilayah di Indonesia. Hal tersebut karena pelaksanaan BPNT harus mempersiapkan e-Warong dan sarana prasarananya sebagai tempat pencairan dan penyaluran bantuan. Ketersediaan eWarong dan Mesin EDC yang belum merata menjadi kendala dalam transformasi program Rastra menjadi BPNT (Nasution & Zahara. Hal tersebut dikarenakan banyak wilayah di Indonesia yang memiliki katerbatasan dalam hal infrastruktur jaringan internet khususnya di wilayah Indonesia bagian Timur. Kota Metro menjadi salah satu daerah pilot project perluasan kedua dalam implementasi BPNT yang dilaksanakan pada bulan April 2018 dan diikuti seluruh wilayah di Indonesia pada akhir tahun 2019. Kesiapan Kota Metro dalam pelaksanaan implementasi BPNT didukung oleh Pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Sosial Kota Metro sebagai Leading Sector dalam pelaksanaan BPNT di Kota Metro. Pada awal tahun 2019 Dinas Sosial Kota Metro telah menyiapkan sembilan eWarong sebagai tempat pencairan dan penyaluran BPNT. Sembilan e-Warong tersebut telah dibentuk pada akhir tahun 2018 yang memang di persiapkan untuk pelaksanaan BPNT. E-Warong adalah pedagang atau pihak lain yang menjadi agen bank yang bekerja sama dengan Bank Penyalur dari unsur usaha mikro, kecil, dan koperasi, pasar tradisional, warung, toko kelontong, e-Warong KUBE. Warung Desa. Rumah Pangan Kita (RPK). Agen Laku Pandai. Agen Layanan Keuangan Digital (LKD) yang menjual bahan pangan khususnya yang ditetapkan sebagai komoditi program sembako. E-Warong di Kota Metro berbentuk eWarong Kube. E-Warong Kube adalah e-Warong yang dibentuk dari Kelompok Usaha Bersama (KUBE) beranggotakan 10 orang yang berasal dari keluarga miskin dan rentan juga sebagai penerima bantuan. Dengan adanya program bansos pangan yang menunjuk e-Warong sebagai tempat pencairan dan penyaluran, secara langsung juga adanya pemberdayaan masyarakat miskin dan rentan khususnya di Kota Metro. Sebelum pelaksanaan BPNT di Kota Metro, dinas sosial bersama dengan Bank BRI cabang Metro (Himbara yang ditetapkan Kota Metr. e-Warong sebanyak 5886 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam pencairan dan penyaluran JPAP 3 . 2023 Edisi Mei bantuan. Sembilan e-Warong yang ada dinilai tidak mencukupi untuk melayani KPM dengan jumlah tersebut. Selanjutnya ditunjuk 10 KUBE yang kemudian dijadikan e-Warong dalam pelaksanaan BPNT di Kota Metro, sehingga pada awal pelaksaan BPNT di Kota Metro telah siap dengan 19 e-Warong yang tersebar di 22 Kelurahan. Adapun alur pencairan dan penyaluran bansos pangan BPNT/Sembako adalah sebagai berikut: Gambar 1. Alur Pemanfaatan Dana Bantuan Sumber: Pedoman Umum Program sembako Perubahan I Tahun 2020 Gambar 1 di atas menunjukan alur bagaimana KPM melakukan pemanfaatan BPNT/Sembako di e-Warong. Setelah dana di top up Kementerian Sosial melalui KKS oleh Bank BRI. KPM datang ke e-Warong dan mentrasaksikan dana BPNT/Sembako untuk mendapatkan komoditas pangan sesuai Empat tahun berjalan sejak awal tahun 2018 sampai akhir 2021, e-Warong di Kota Metro telah berhasil dalam pelaksanaan pencairan dan penyaluran BPNT sampai program Sembako. Kajian penelitian yang dilakukan oleh Ratnawati et al . yang menemukan bahwa Tingkat kepuasan Pelanggan Penerima Bansos Pangan Program Sembako dalah hal ini adalah KPM di e-Warong Metro Pusat adalah sebesar 89,29. Hal tersebut menunjukan KPM merasa puas dengan pelayanan yang di berikan e-Warong. Sejalan dengan kajian yang dilakukan oleh Risnandar & Broto . yang menyatakan bahwa secara umum program penyaluran BPNT/Sembako melalui e-Warong sudah cukup progresif, efektif dan efisien serta sangat potensial dalam memberdayakan KPM secara berkelanjutan. Dua kajian penilaian tersebut menunjukan bahwa penyaluran bansos pangan BPNT/Sembako melalui eWarong telah dapat berjalan dengan baik khususnya di Kota Metro. Selain itu e-Warong di Kota Metro menjadi e-Warong percontohan nasional karena dinilai pengelolaan e-Warong perangkat kasir yang membuat transaksi pencairan dan penyaluran Program Sembako menjadi lebih transparan dan akuntable. Namun pada tahun 2022 berdasarkan Kepdirjen PFM nomor 29 tahun 2022 Program disalurkan secara tunai melalui PT Pos Indonesia. Dengan merujuk Kepdirjen tersebut maka KPM mendapatkan uang tunai untuk kemudian dibelanjakan komoditi sembako secara bebas deangan alur penyaluran sebagai Gambar 2. Alur Pembayaran Dana Sembako melalui PT Pos Sumber: Hasil Penelitian Setelah mendapatkan bantuan program sembako berupa uang tunai. KPM bebas berbelanja komoditi dengan jumlah dan tempat sesuai kebutuhan/keinginan KPM. KPM tidak lagi diwajibkan untuk belanja komoditi di e-Warong. Dari uraian diatas maka perbandingan atau komparasi implementasi penyaluran Program Sembako melalui Bank JPAP 3 . 2023 Edisi Mei BRI dengan e-Warong sebagai tempat pencairan dan penyaluran . bantuan dengan PT Pos sebagai penyalur Program sembako dalam bentuk uang tunai di Kota Metro. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan implementasi penyaluran Program sembako melalui Bank BRI dan PT Pos khususnya di Kota Metro. II. METODE Penelitian ini merupakan penelitian Komparatif. Metode Komparatif diterapkan dalam rangka melakukan perbandingan dua pemikiran dalam bidang ilmu interdisipliner, bidang sosial, budaya, filsafat maupun keagamaan dll (Kaelan, 2. Komparasi dalam penelitian ini yaitu membandingkan implementasi penyaluran program sembako melalui Bank BRI dengan e-Warong sebagai tempat pencairan dan penyaluran bantuan dengan penyaluran program sembako melalui PT Pos sebagai tempat pencairan bantuan. Tujuan dari komparasi ini adalah untuk menemukan persamaan dan perbedaan sehingga dapat mengetahui implementasi mana yang lebih baik. Lokasi penelitian ini adalah Kota Metro. Alasan pemilihan Kota Metro adalah Kota Metro salah satu kota yang lebih awal mengimplementasikan program BPNT / Sembako karena menjadi daerah pilot project kedua untuk program BPNT/Sembako. Selain itu juga e-Warong di Kota Metro menjadi eWarong Nasional penyalur program sembako. Dalam penelitian ini peneliti sebagai instrumen kunci, dimana peneliti sebagai salah satu implementor Peneliti melakukan mengamatan dan berinteraksi langsung dengan subjek penelitian dalam pengumpulan data. Fokus penelitian komparasi ini menggunakan indikator 6 T yaitu tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, tepat harga, tepat kualitas, tepat Indikator tersebut sesuai dengan Program Sembako perubahan I Tahun 2020. PEMBAHASAN Program Sembako merupakan program bantuan sosial pangan yang diberikan kepada KPM dalam bentuk uang elektronik melalui KKS yang disalurkan oleh Himbara yaitu Bank BRI untuk Kota Metro. Jumlah bantuan yang diberikan adalah sebesar Rp 200. 000/KPM/ bulan untuk dibelanjakan bahan pangan yang telah ditentukan yaitu Karbohidrat, protein hewani, protein nabati, vitamin dan mineral. Sedangkan untuk Program BPNT Jumlah bantuan yang diberikan adalah sebesar Rp 000/KPM/bulan untuk dibelanjakan bahan pangan yaitu Beras dan atau Telur. Dalam menerangkan bahwa tujuan dari perogram sembako antara lain mengurangi beban KPM kebutuhan pangan dengan gizi yang lebih seimbang dengan memberikan pilihan dan kendali kepada masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pangannya dan meningkatkan ketepatan sasaran, waktu, jumlah, harga, kualitas, dan administrasi dalam pemanfaatan dan penyaluran bantuan. BPNT Program Sembako dimanfaatkan melalui e-Warong. Dalam hal ini e-Warong komoditas yang telah ditetapkan, selanjutnya e-Warong penyaluran dana bantuan kepada KPM. Pemanfaatan Program BPNT/Sembako melalui e-Warong telah dilaksanakan mulai tahun 2018 Selanjutnya pada awal tahun 2022 Kementerian Sosial mengubah alur penyaluran program Sembako melalui PT Pos. Pemanfaatan program sembako melalui himbara melalui e-Warong dan PT Pos secara singkat dapat terlihat dari tabel berikut: Tabel 1. Perbedaan Pemanfaatan Program Sembako melalui e-Warong dan PT Pos Mekanisme Himbara PT Pos Penyaluran Rek KKS KPM Rek Giro Dana Pos KPM Bentuk Dana e-Money Uang Tunai Tempat e-Warong Kantor Pos Pencairan JPAP 3 . 2023 Edisi Mei Tempat Pemanfaatan Komoditas e-Warong Sesuai Pedum disediakan eWarong Harga Beli Sesuai Harga Komoditas Resmi yang Dinas Perdagangan Sumber: Hasil Penelitian Bebas Sesuai Pedum tapi Tidak Terkontrol Implementasi Penyaluran Program Sembako melalui Himbara di Kota Metro. Salah satu manfaat dari transformasi Bansos pangan rastra menjadi BPNT adalah Meningkatnya transaksi nontunai dalam agenda Gerakan Nasional Nontunai (GNNT). Dengan transaksi nontunai diharapkan bansos pangan dapat tepat sasaran, dimana penerima adalah KPM yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat program BPNT/Sembako oleh kementerian sosial atas dasar verifikasi dan validasi . data yang dilakukan oleh Penyaluran Program BPNT/Sembako melalui Himbara di Kota Metro sudah dimulai sejak awal transformasi rastra menjadi BPNT yaitu pada Bulan April 2018 sampai akhir Adapun alur penyaluran Program BPNT/Sembako melalui Himbara adalah sebagai berikut: Gambar 3. Alur Penyaluran Program BPNT/Sembako melalui Himbara Sumber: Pedoman Umum Program Sembako Dari gambar 3, dapat dilihat bagaimana alur penyaluran Program BPNT/Sembako melalui himbara dimana proses distribusi Bantuan Pangan dari Kementerian Sosial (Kemenso. sampai pada KPM melalui top up dana bantuan melalui KKS masing-masing KPM. Setelah dana masuk dalam KKS KPM maka KPM dapat memanfaatkan bantuan melalui e-Warong yang telah ditetapkan sebagaimana terlihat pada gambar 1. Di Kota Metro tersedia 19 e-Warong pada awal implementasi program BPNT dan seiring adanya penambahan jumlah KPM dan perluasan program sembako, di tahun 2020 Dinas Sosial Kota Metro mengajukan 4 KUBE kepada Bank BRI cabang Metro untuk e-Warong Penambahan e-Warong didasarkan pada ketentuan dalam Pedoman Umum Program sembako bahwa satu e-Warong untuk melayani sekitar 250 KPM. Sampai saat ini terdapat 23 e-Warong di Kota Metro sebagai tempat pemanfaatan dana program Sembako. Implementasi program sembako dilihat dari indikator 6T yaitu tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, tepat harga, tepat kualitas, tepat . Tepat sasaran. Sasaran penerima program Sembako adalah KPM yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial dan ditetapkan sebagai penerima manfaat sesuai Dalam Himbara. KPM yang telah ditetapkan oleh Kemensos dibukakan rekening secara kolektif dan di buatkan Wallet dalam KKS untuk kemudian dana bantuan di top up ke masingmasing KKS KPM. Pembukaan rekening kolektif KPM pada prinsipnya sama dengan pembukaan rekening nasabah. Jadi KPM program sembako Kota Metro secara otomatis menjadi nasabah Bank BRI. Dalam hal distribusi KKS diberlakukan juga sama hal nya pengambilan KKS harus orang yang bersangkutan yang telah ditetapkan. Proses distibusi KKS dapat terlihat dalam gambar 4. JPAP 3 . 2023 Edisi Mei Gambar 4. Alur Distribusi KKS Sumber: Pedoman Umum Program Sembako Dari gambar 4 terlihat bahwa dalam proses distribusi KKS akan dicek kesesuaian data penerima dengan data KPM yang datang untuk pengambilan KKS. Apabila data sesuai KKS akan diserahkan, dan apabila data tidak sesuai KKS tidak akan diserahkan. Dalam ketentuan kepemilikan KKS sama halnya dengan kepemilikan ATM nasabah, dimana otoritas kepemilikan dan kebermanfaatan KKS ada pada penerima yang tercatat dalam data penerima dan KKS. Selanjutnya KPM dapat memanfaatkan dana bantuan melalui e-Warong yang alurnya dapat terlihat pada gambar 1. Dengan mekanisme yang telah dijabarkan dapat terlihat bahwa dalam penyaluran program sembako melalui Bank BRI di Kota Metro dapat tepat sasaran dalam hal pencairan sampai pemanfaatan bantuan. Selain itu ada sasaran pemberdayaan dalam penyaluran program sembako yaitu pemberdayaan pada e-Warong sebagai tempat pemanfaatan dana bantuan. E-Warong di Kota Metro e-warong KUBE beranggotakan 10 orang yang juga sebagai peneriman bantuan. Artinya bahwa anggota eWarong merupakan masyarakat miskin dan atau rentan yang dapat berdaya dengan menjadi pengelola e-Warong. Anggota eWarong mendapatkan pemasukan tambahan dengan mengelola e-Warong yang harapannya adalah ketika e-Warong maju maka akan dapat mensejahterakan para anggota e-Warong yang kemudian bisa mandiri dan tidak tergantung pada bantuan sosial dari pemerintah. Tepat waktu. Dalam Pedoman umum Program BPNT Penyaluran dana BPNT ke dalam rekening wallet KPM dilakukan paling lambat tanggal 10 . bulan berjalan, namun dalam pejalanannya Penyaluran dana BPNT ke dalam rekening wallet KPM tidak ditentukan lagi setiap tanggal 10 . setiap Penyaluran dana BPNT ke dalam rekening wallet KPM menjadi tidak menentu sesuai kesiapan direktorat yang membidangi di kemensos. Dalam hal pemanfaatan dana bantuan dapat dilakukan tidak melebihi waktu 90 . embilan pulu. hari sejak jadwal penyaluran dana ke rekening KPM, untuk menghindari terjadinya kegagalan dalam penarikan manfaat. Sejak dana masuk KKS KPM e-Warong komoditi untuk penyaluran program sembako. Biasanya sekitar 2 sampai 3 hari setelah dana masuk e-Warong di Kota Metro sudah siap melakukan penyaluran. Tidak sampai 90 hari penyaluran program sembako di Kota Metro telah selesai, hal ini menunjukan bahwa penyaluran program sembako melalui eWarong tepat waktu. Tepat jumlah. Jumlah besaran manfaat Program Sembako Rp. 000/KPM/Bulan. Bantuan tersebut berupa e-Money yang dapat dimanfaatkan untuk membeli komoditas pangan yang telah ditentukan di e-Warong. Harga komoditas pangan untuk program sembako mengacu pada daftar harga yang dikeluarkan oleh Dinas Perdagangan Kota Metro pada periode Jadi dapat dipastikan bahwa KPM mendapatkan komoditas pangan Program Sembako senilai Rp. 000 dan tepat jumlah. Tepat harga. Dalam Pedoman Umum Program Sembako menyebutkan bahwa eWarong tidak boleh membedakan harga bahan pangan antara untuk KPM program Sembako dan non-KPM program Sembako, selain itu eWarong juga harus menjual komoditi pangan program sembako sesuai harga pasar. Untuk JPAP 3 . 2023 Edisi Mei menentukan harga komoditi pangan program sembako, e-Warong di Kota Metro berpedoman pada daftar harga yang dikeluarkan oleh Dinas Perdagangan Kota Metro pada periode berjalan sehingga harga jual komoditi dapat dipastikan tepat harga sesuai harga pasar. Selain itu juga e-Warong di Kota Metro tidak melakukan pemaketan komoditas pangan program sembako, sehingga harga semua komoditas program sembako di Kota Metro jelas untuk setiap jenis komoditas. Tepat kualitas. Dalam Pedoman Umum Program Sembako menyebutkan bahwa eWarong dapat membeli pasokan komoiditi dari berbagai sumber dengan memperhatikan berkelanjutan dengan kualitas dan harga yang kompetitif, selanjutnya KPM juga dapat menentukan jenis, jumlah dan kualitas bahan pangan yang dibutuhkan dan membeli dengan dana bantuan program Sembako di e-Warong. Hasil kegiatan monev dinas sosial Kota Metro dalam Penyaluran Program sembako melalui e-Warong menunjukan bahwa e-Warong di Kota Metro dapat menyediakan komoditas pangan program sembako dengan tepat kualitas. Tepat kualitas disini artinya harga jual komoditas pangan sesuai dengan kualitas barang. Sejalan dengan Ratnawati . yang mengatakan bahwa Pengurus e-warong di Kecamatan Metro Pusat siap mengganti komoditas bantuan apabila berkualitas tidak baik. Hal tersebut menunjukan bagaimana keseriusan pengurus e-Warong dalam menjaga kualitas komiditas pangan program sembako di Kota Metro. Tepat administrasi. Tepat administrasi KKS sebagaimana terlihat pada gambar 3 untuk memastikan KKS terdistribusikan kepada orang yang tepat. Terkait penyaluran di eWarong beberapa administrasi yang dilakukan e-Warong antara lain: adanya form pemesanan komoditi, struk/nota belanja KPM dan Laporan keuangan e-Warong. Berdasarkan hal tersebut maka penyaluran program sembako di Kota Metro melalui Bank BRI telah tepat Implementasi Penyaluran Program Sembako melalui PT Pos di Kota Metro. Tahun Diretorat Jenderal PFM mengeluarkan Kepdirjen PFM nomor 29 tahun 2022 yang menetapkan bahwa Program sembako disalurkan secara tunai melalui PT Pos Indonesia. Program Sembako yang telah berjalan disalurkan melalui PT Pos untuk Bulan Januari. Februari. Maret. Mei. Agustus. Oktober. November dan Desember 2022. Melalui PT Pos Program Sembako disalurkan secara Tunai sehingga KPM menerima Uang tunai yang kemudian dialokasikan untuk Komoditas Sembako kebutuhan dan bebas membelanjakan di mana Alur penyaluran program sembako melalui PT Pos dapat terlihat dalam gambar 2. Pada dasarnya prinsip penyaluran Program Sembako melalui PT Pos sama dengan penyaluran Program Sembako melalui Himbara dengan e-Warong sebagai tempat pemanfaatan bantuan yaitu 6T: tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, tepat harga, tepat kualitas, tepat administrasi. Tepat sasaran. Ketepatan sasaran penyaluran program sembako melalui PT Pos pada dasaranya sama dengan penyaluran Program sembako melalui himbara yaitu KPM Data Terpadu Kesejahteraan Sosial dan ditetapkan sebagai penerima manfaat sesuai ketentuan program Dalam hal penyaluran dana program sembako PT Pos membuat Surat Pemberitahun (SP) berdasarkan nama dan NIK seluruh penerima manfaat. SP kemudian akan dibagikan sebelum penyaluran dan harus di bawa pada saat penyaluran dana bantuan. Dengan mekanisme tersebut maka kesalahan penerima tidak akan terjadi karena dana akan disalurkan apabila identitas penerima sama dengan SP yang telah dibuat. Jadi terlihat bahwa penyaluran program sembako melalui PT Pos tepat sasaran. Tepat waktu. Sama prinsipnya dengan penyaluran program sembako melalui Bank JPAP 3 . 2023 Edisi Mei BRI. Ketika dana telah masuk ke Rekening Giro Pos KPM. PT Pos langsung membuat jadwal penyaluran dana bantuan. DiKota Metro waktu yang dibutuhkan untuk menyalurkan dana Bantuan Program Sembako kurang lebih selama 7 Hari. Jadi penyaluran program sembako melalui PT Pos dapat tepat . Tepat jumlah. Jumlah bantuan 000/KPM/bulan juga berlaku dalam penyaluran program sembako melalui PT Pos. Melalui PT Pos dana bantuan disalurkan secara tunai dan tepat jumlah. Tepat harga. Penyaluran program sembako melalui PT Pos disalurkan secara tunai kepada KPM. Setelah mendapatkan dana bantuan KPM bebas untuk membelanjakan sesuai kebutuhan dan dapat dibelanjakan secara bebas. Hal tersebut menyebabkan jenis komoditi dan harga komoditi tidak dapat terkontrol, sehingga ketepatan harga dalam penyaluran program sembako melalui PT Pos tidak dapat disimpulkan. Tepat kualitas. Sama halnya dengan indikator tepat harga, kualitas dalam penyaluran program sembako juga tidak dapat terkontrol karena KPM memanfaatkan dana secara bebas. Jadi ketepatan kualitas dalam penyaluran program sembako melalui PT Pos tidak dapat disimpulkan. Tepat administrasi. Dalam mekanisme penyaluran Program Sembako melalui PT Pos. PT Pos membuat SP sebelum penyaluran dan mendokomentasikan setiap KPM pada saat Hal tersebut dilakukan untuk ketertiban administrasi dalam penyaluran Jadi disimpulkan bahwa penyaluran program sembako melalui PT Pos tepat administrasi. Analisis Komparasi. Berdasarkan penjabaran Implementasi Penyaluran Program Sembako di Kota Metro baik melalui PT Pos maupun Bank BRI, dapat di Komparasi sebagaimana terlihat pada Tabel berikut: Tabel 2. Penyaluran Program Sembako di Kota Metro melalui Bank BRI dan PT Pos Sumber: Hasil Penelitian Dari tabel 2, dapat terlihat implementasi Penyaluran Program Sembako di Kota Metro melalui Bank BRI dengan e-Warong sebagai tempat penyalur memenuhi Indikator 6T. Sedangkan penyaluran Program Sembako melalui PT POS hanya memenuhi empat indikator yaitu Tepat Sasaran, tepat waktu, tepat jumlah dan tepat administrasi. Dua indikator lainnya yaitu tepat harga dan tepat kualitas tidak dapat terpenuhi dalam penyaluran program sembako melalui PT. POS. Padahal transformasi program BPNT Presiden menginginkan perbaikan program Beras Miskin (Raski. dengan kualitas baik dan harga terjangkau. Lebih jauh Anwar et al e-Warong diluncurkan untuk mencegah distribusi bantuan pemerintah yang tidak tepat kualitas, kuantitas dan sasaran. Melihat hal tersebut maka penyaluran program sembako melalui Bank BRI di Kota Metro dengan e-Warong sebagai tempat pemanfaatan lebih efektif dalam Pencapaian tujuan program sembako. Afringgo et al . mendapatkan bahwa efektifitas e-Warong Kube dalam penyaluran program sembako cukup baik dalam aspek ketepatan waktu dan tujuan program. Disamping itu dalam penyaluran Program Sembako melalui Bank BRI melibatkan eWarong Kube sebagai tempat penyaluran dan tempat pemanfaatan bantuan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa e-Warong Kube merupakan e-Warong yang dibentuk dari JPAP 3 . 2023 Edisi Mei Kelompok Usaha Bersama (KUBE) beranggotakan 10 orang yang berasal dari keluarga miskin dan rentan yang juga sebagai penerima bantuan. Dengan mengelola eWarong sebagai tempat penyaluran dan Program Sembako menambah pemasukan bagi anggota e-Warong dari keuntungan penjualan komoditi program Anwar et al . mengatakan bahwa dengan mengelola e-Warong penerima manfaat dapat berperan aktif dalam pengelolaan bantuan dan tidak hanya sebagai Dengan Himbara Program Sembako mempunyai sasaran pemberdayaan yaitu para anggota yang mengelola e-Warong. Pemberdayaan masyarakat terjadi karena kondisi sosial ekonomi dan produktivitas masyarakat yang rendahnya taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat (Sabarisman, 2. E-Warong diharapkan menjadi tempat usaha yang keadaan sosial ekonomi dan kesejahteraan para anggotanya. Sehingga para anggota eWarong dapa mandiri secara ekonomi dan tidak lagi berharap atau bergantung pada bantuan sosial pemerintah. IV. KESIMPULAN Tujuan utama program sembako adalah mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin dan rentan melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan dengan gizi yang lebih seimbang dengan prinsip ketepatan sasaran, waktu jumlah, harga, kualitas dan administrasi . T). Penyaluran Program Sembako lebih efektif apabila disalurkan melalui Himbara dengan e-Warong sebagai Dengan e-Warong. Program Sembako di Kota Metro dapat memenuhi prinsip 6T. Sedangkan apabila disalurkan melalui PT Pos. Program sembako di Kota Metro hanya bisa memenuhi 4 Indikator yaitu ketepatan sasaran, waktu, jumlah dan Dua indikator lainnya yaitu tepat harga dan kualitas tidak dapat dipenuhi. Selain itu dengan disalurkan secara tunai kepada KPM, tidak dapat dipastikan bahwa bantuan tersebut akan dimanfaatkan secara maksimal oleh KPM untuk kebutuhan pangan. Sehingga tujuan utama dari program Sembako untuk penenuhan kebutuhan pangan dengan gizi yang seimbang tidak dapat tercapai. sisi lain dengan disalurkan melalui Himbara ada pemberdayaan masyarakat melalui eWarong Kube, yang diharapkan menjadi sarana bagi anggotanya untuk dapat mandiri secara ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan DAFTAR PUSTAKA