p-ISSN: 2089-2551 e-ISSN: 2615-143X https://journal. Volume 15. Nomor 3. Agustus 2025 FORMULASI DAN EVALUASI SABUN TRANSPARAN EKSTRAK BIJI KOPI HIJAU ROBUSTA SEBAGAI TERAPI ULKUS DIABETIK Nur Zalzabila Ramli1*. Uswatun Hasanah1. Amelia Triwardhani1. Rusman1 Farmasi/MIPA. Universitas Islam Makassar Alamat Korespondensi: nurzalzabila7@gmail. ABSTRAK Latar belakang: Kopi biji hijau robusta terdapat kafein selain itu juga terdapat asam klorogenat yang dimana dapat menstabilkan kadar gula di dalam darah dan dapat mengurangi penyerapan kadar glukosa serta meningkatkan sensitivitas insulin. Kami berinovasi untuk membuat sabun transparan dengan ekstrak biji kopi hijau robusta. Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik dari sabun transparan. Metode: Jenis metode yang digunakan yaitu metode analisis kualitatif dengan menggunakan pendekatan grounded theory. Hasil: Berdasarkan dari hasil yang diperoleh sabun transparan memiliki wangi bunga lily, tekstur sedikit keset dan berwarna hijau dari ektark biji kopi hijau robusta sehingga transparasi tidak terlihat sangat jelas, busa yang di dapatkan telah sesuai dengan standar SNI begitupun dengan pH. Kesimpulan: Sabun tersebut berpotensi menjadi inovasi dalam mengembangkan sabun transparan dengan menggunakan pewarna alami dari ekstrak biji kopi hijau robusta dengan memperhatikan transparasi dari sabun tersebut. Kata Kunci: Diabetes Melitus. Sabun Transparan. Biji Kopi PENDAHULUAN Kasus diabetes melitus cenderung lebih negara-negara berkembang dibandingkan dengan negara Jumlah penderita diabetes di setiap tahunnya mengalami peningkatan, dimana pada wilayah Asia Tenggara berada pada posisi ke tiga secara global. Di Indonesia, angka diabetes menempatkan pada urutan ke-6 dari 10 dengan jumlah penderita diabetes melitus terbanyak di wilayah Asia (Astutisari et al. , 2. Menurut perkiraan World Health Organization (WHO), jumlah penderita diabetes melitus (DM) di Indonesia pada tahun 2000 mencapai sekitar 8,4 juta orang dan diprediksi meningkat menjadi kurang lebih 21,3 juta pada tahun 2030. Selain itu. WHO juga mencatat adanya peningkatan prevalensi DM dari 9,1 juta kasus pada tahun 2014 pada tahun 2035 (Resti & Cahyati, 2. Jumlah kasus diabetes melitus tersebut mengalami peningkatan disetiap tahunnya, rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat mengenai penyakit tersebut serta keterbatasan terhadap informasi kesehatan. Rendahnya pemahaman pasien mengenai diabetes melitus dapat menimbulkan masalah dalam pemeliharaan kesehatan, yang ditandai dengan tidak efektifnya perawatan. Hal ini sering terjadi karena pasien tidak mematuhi pola makan maupun gaya hidup penderita diabetes (Alfreyzal et al. , 2. Diabetes melitus adalah gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah akibat gangguan pada hormon Hormon ini berperan dalam menjaga keseimbangan . tubuh dengan dalam aliran darah (Astutisari et al. , 2. Diabetes melitus tipe 1 disebabkan oleh kerusakan oleh sel pancreas yang Jurnal Mitrasehat Volume 15 Nomor 3. Agustus 2025 menimbulkan terganggunya produksi hormon Kondisi tersebut umumnya dapat dipicu oleh respon autoimun yang menyerang sel pankreas akibat proses peradangan. Respon tersebut memicu pembentukan antibody yang biasa dikenal sebagai Islet Cell Antibody (ICA), antibody selanjutnya akan bereaksi dengan sel pankreas sehingga mengakibatkan kerusakan atau hancurnya sel sel tersebut. Pada diabtes tipe II, terjadi karena adanya gangguan atau kerusakan pada respetor insulin pada permukaan sel. Kondisi ini menyebabkan insulin tidak dapat bekerja secara optimal meskipun jumlah hormon inslin dalam tubuh normal atau bahkan meningkat. Akibat gangguan pada reseptor tersebut, glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel dalam jumlah yang cukup dan tetap berada dalam aliran darah, mengakibatkan kadar glukosa tetap tinggi alam aliran darah (Sagita et al. , 2. Kopi mengandung beragam senyawa antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan, termasuk membantu melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Perlindungan ini mencakup pencegahan kerusakan pada jaringan perangkat lunak yang dapat dipicu oleh invasi bakteri, virus, antigen, dan faktor lainnya. Beberapa senyawa antioksidan utama dalam kopi antara asam klorogenat (Nurhayati et al. , 2. Asam klorogenat berperan dalam meningkatkan produksi Glukagon-Like Peptida 1 (GLP-. , yaitu hormon yang dihasilkan oleh memperbaiki fungsi sel pancreas melalui peningkatan sekresi insulin. Asam klorogenat merupakan antioksidan yang kuat dan berperan efektif dalam membantu mengatur kadar gula Senyawa ini dapat menurunkan risiko terjadinya diabetes melalui mekanisme pengurangan penyerapan glukosa serta peningkatan sensitivitas tubuh terhadap insulin (Sofyanita et al. , 2. Sabun transparan merupakan sabun yang memiliki Tingkat transparansi lebih tinggi dibandingkan dengan sabun pada umumnya. Sabun jenis ini memancarkan cahaya yang menyebar dalam partikel-partikel kecil, sehingga objek yang berada diluar sabun akan terlihat jelas . embus pandan. (Sukeksi et al. METODE Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, penelitian ini bertujuan jelaskan tentang nilai dengan melakukan pendekatan grounded Penelitian Laboratorium fitokimia. Laboratorium kimia, dan Laboratorium Teknologi Sediaan Cair, fakultas MIPA. Universitas Islam Makassar. Waktu pelaksanaan penelitian dimulai dari Maret hingga Juni 2024. Dilakukan pengujian parameter uji mutu fisik diantaranya meliputi pH, tinggi busa, dan organoleptik seperti warna, bau dan juga tekstur. HASIL Penelitian ini menunjukkan pada hasil uji mutu fisik meliputi, tekstur sedikit keset, bau dari fragrance oil yaitu wangi bunga lily, warna hijau transparan dari ekstrak biji kopi hijau robusta dan transparasi tidak terlihat. Ketidaktransparanan tersebut disebabkan oleh penambahan ekstrak berwarna hijau dengan tekstur yang kental. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang digunakan, warna pada sabun menjadi semakin pekat, sehingga sifat transparannya hilang (Imelda Dewi Suryati & Ardini, 2. Pada saat diberi Pencahayaan yang diarahkan secara fokus dan terang membuat formula dengan tambahan ekstrak tampak sedikit transparan, meskipun tertutup oleh warna dari ekstrak biji kopi hijau robusta (Coffea canephora L. ) yang digunakan. Warna hijau pada biji kopi hijau Robusta berasal dari kandungan senyawa flavonoid di dalamnya. Jurnal Mitrasehat Volume 15 Nomor 3. Agustus 2025 Organoleptik diantaranya ada warna dengan hasil hijau transparan, bau dengan hasil harum bunga lily dan tekstur dengan hasil sedikit keset. Tinggi busa yang dihasilkan pada sabun transparan yaitu 5,5cm dan pH pada sabun yang didapatkan telah memenuhi persyaratan pH sabun yaitu 10,6 dimana range pH sabun berdasrkan SNI 3532 tahun 2021 yaitu 8-11 (Viani et al. , 2. PEMBAHASAN Sabun transparan merupakan salah satu inovasi produk sabun dimasa kini. Keunggulan sabun transparan ialah penampakannya yang lebih jernih dibandingkan dengan sabun opaque, permukaan yang mengkilap dan menghasilkan busa yang lebih lembut di kulit (Turangan et al. , 2. Hasil yang didapatkan dari pengujian karakteristik fisik sabun yang pertama itu tekstur dari sabun yaitu sedikit keset dapat diketahui bahwa tekstur dari sabun ini dapat mempengaruhi seberapa lama sabun akan Hasil yang kedua yaitu warna dimana sabun tersebut memberikan warna hijau transparasi disebabkan oleh tinginya ekstrak yang di pakai sehinga transparasi pada sabun tidak terlihat. Hasil yang ketiga yaitu wangi dari sabun tersebut mendapatkan hasil dengan wangi bunga lily yang disebabkan oleh fragrance oil yang di pakai. Tinggi Busa Pengujian tinggi busa dilakukan untuk menambah daya tarik bagi pengguna. Semakin banyak busa yang terbentuk, umumnya menggunakan sabun transparan. Banyak orang beranggapan bahwa sabun yang berkualitas adalah sabun yang menghasilkan busa melimpah, meskipun kenyataannya jumlah busa tidak selalu berbanding lurus dengan kemampuan membersihkan. Karakteristik busa dipengaruhi oleh kandungan bahan aktif dalam sabun, seperti surfaktan dan agen penstabil Surfaktan sendiri adalah molekul yang memiliki gugus hidrofilik dan lipofilik, sehingga mampu menyatukan campuran udara dan minyak. (Wati et al. , 2. Tinggi busa yang dihasilkan pada sabuntransparan dari ekstrak biji kopi hijau robusta ini yaitu 5,5 cm dapat diketahui bahwa tinggi busa yang ideal berada pada range 1,3-22 cm yang telah sesuai dengan standar SNI 1994 (Mopangga et al. Nilai pH digunakan sebagai parameter untuk menentukan tingkat keasaman, dan menjadi salah satu indikator penting pada produk sabun. Sabun dengan pH yang penyerapan pada kulit, yang berpotensi memicu iritasi seperti kulit mengelupas, gatal, timbul luka, atau menjadi kering (Lestari et al. , 2. Hasil yang didapatkan pada pH sabun transparan yaitu 10,6 yang dimana telah termasuk dalam standar SNI yaitu pada range 8-11 dan dimana akan memberikan kenyamanan dan keamanan pada kulit (Mopangga et al. , 2. Penelitian ini telah menunjukkan potensi pengembangan sabun transparan dengan memanfaatkan biji kopi hijau robusta sebagai pewarna alami, meski demikian sabun tersebut tidak tertransparasi secara sempurna. KESIMPULAN Berdasrkan hasil evaluasi terhadap sabun padat transparan ekstrak biji kopi hijau robusta (Coffea canephora L. ) dapat disimpulkan bahwa sabun transparan diperoleh hasil berwarna hijau transparan, wangi dari fragrance oil, tekstur sedikit keset, tinggi busa yang dihasilkan 5,5 dan pH pada sabun telah memenuhi persyaratan. Jurnal Mitrasehat Volume 15 Nomor 3. Agustus 2025 DAFTAR PUSTAKA