RITORNERA: JURNAL TEOLOGI PENTAKOSTA INDONESIA Vol 05. No 01. April 2025. Hal: 115-129 ISSN (Online: 2797-717X) (Print:2797-7. Available at: pspindonesia. Peranan Wahyu Illahi dalam Kanonisasi Alkitab bagi Kehidupan Orang Percaya di Era Millenial Yunike Angelina sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup. Karanganyar yunikeruth@gmail. Suhadi sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup. Karanganyar dnlsuhadi@gmail. Abstract The discussion of the canonization of the Bible is an interesting and relevant topic to discuss. There are pros and cons but also not a few parties who are against it according to their respective proofs. Despite the many theories circulating so far, the main factor that has led to the discussion of the canonization of the Bible has become an interesting topic to talk about even today is the question of whether the source of the writing of the Bible and the process of the canon itself is true from divine revelation or is it just a story of human experience. However, more than just a discussion of the canonization of the Bible, it is also necessary to know the role of the divine revelation in the canonization of the Bible for the lives of believers in the millennial era. The purpose of this article is to emphasize that in addition to being useful for the canonization of the Bible, divine revelation also has a role in the lives of believers in the millennial era. This research uses qualitative methods, especially literature studies. By looking at the events that are happening in society, especially the community of young people, about the role and what the real meaning of the canonization of the Bible has for their lives in this Millennial Era, researchers try to research this matter by finding out the truth from accurate and reliable reference sources so that they can produce a correct understanding of this topic. The purpose or result of this study is to inform that divine revelation also has a role in the lives of believers, especially in this Millennial Era. Believers in this Millennial Era can receive and experience divine revelation when they read and meditate on God's word . he Bibl. Keywords: Canonization Of The Bible. Divine Revelation. Believers In The Millennial Era. Abstrak Pembahasan mengenai kanonisasi Alkitab menjadi topik yang menarik dan relevan untuk Ada pihak-pihak yang pro tapi juga tak sedikit pihak yang kontra dengan hal tersebut sesuai dengan pembuktian mereka masing-masing. Terlepas dari banyaknya teori yang beredar selama ini, faktor utama yang menyebabkan pembahasan mengenai kanonisasi Alkitab menjadi topik yang menarik untuk dibicarakan bahkan pada masa kini adalah karena pertanyaan mengenai sumber penulisan Alkitab dan proses kanon itu sendiri apakah benar dari wahyu Ilahi atau hanya sebatas cerita pengalaman dari manusia semata. Namun, lebih dari sekedar pembahasan mengenai kanonisasi Alkitab, perlu mengetahui juga peranan dari wahyu Illahi tersebut dalam kanonisasi Alkitab bagi kehidupan orang percaya di era milenial. Tujuan dari penulisan ini untuk menekankan bahwa selain berguna untuk kanonisasi Alkitab, wahyu Illahi juga memiliki peranan CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia bagi kehidupan orang percaya di era milenial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif khususnya studi pustaka. Dengan melihat peristiwa yang terjadi di masyarakat terutama komunitas anak-anak muda tentang peran dan apa makna sesungguhnya dari kanonisasi Alkitab bagi kehidupan mereka di Era Milenial ini, peneliti mencoba untuk meneliti hal ini dengan mencari tahu kebenarannya dari sumber referensi yang akurat dan terpercaya sehingga mampu menghasilkan sebuah pemahaman yang benar mengenai topik ini. Tujuan atau hasil dari penelitian ini adalah untuk memberitahukan bahwa wahyu Illahi juga memiliki peranan bagi kehidupan orang percaya terutama di Era Milenial ini. Orang percaya di Era Milenial ini dapat menerima dan mengalami wahyu Illahi ketika mereka membaca dan merenungkan firman Tuhan (Alkita. Kata kunci: Kanonisasi Alkitab. Wahyu Ilahi. Orang Percaya Di Era Milenial. PENDAHULUAN Perdebatan mengenai kanonisasi Alkitab telah menjadi topik yang menarik dan relevan untuk dibahas sepanjang zaman, tak terkecuali di era milenial ini. Di tengah kemajuan teknologi dan budaya yang semakin berkembang, banyak orang yang mulai meragukan otoritas dan keaslian kebenaran Alkitab sebagai firman Allah. Tidak sedikit yang mempertanyakan apakah Alkitab benar-benar berasal dari wahyu Ilahi atau sekadar hasil pemikiran manusia. Hal ini tidak hanya muncul dari kalangan skeptis, tetapi juga dalam kehidupan orang percaya yang semakin terpapar oleh berbagai informasi dan pandangan yang bertentangan. Oleh karena itu, memahami peranan wahyu Ilahi dalam kanonisasi Alkitab menjadi semakin penting, terutama untuk memberikan perspektif yang jelas dan kokoh bagi orang percaya, khususnya di kalangan generasi milenial. Ada sebuah pertanyaan yang tidak pernah absen ditanyakan oleh kebanyakan orang Kristen. Mereka bertanya, bagaimana kanon Alkitab dapat terjadi? Ada juga orang yang sudah memiliki pemahaman sendiri tentang kanon. Bila berbicara tentang kanon sebenarnya terkait dengan wahyu Ilahi dan itu merupakan dasar untuk proses kanonisasi alkitabiah, karena melibatkan membedakan teks-teks mana yang diilhami oleh Tuhan dan harus dimasukkan dalam Proses ini memastikan bahwa ajaran dan pesan yang dianggap penting untuk iman dan praktik dilestarikan dan ditransmisikan ke generasi masa depan. 1 Walaupun saat ini tidak sedikit juga orang yang menyimpulkan bahwa Alkitab sama seperti dokumen sejarah lainnya, yang hanya berisi cerita pengalaman manusia yang dibukukan. Melalui tulisan ini akan diketahui apa itu kanon? Siapa yang berhak mengkanonkan Alkitab? Bagaimana proses kanon terjadi? Kemudian akan membahas tentang peranan wahyu Ilahi dalam proses kanonisasi Alkitab bagi hidup orang percaya di era milenial. Di era milenial ini, ditengah-tengah kemajuan dan perkembangan teknologi dan informasi, menyebabkan lunturnya nilai-nilai firman Tuhan dalam hidup orang Ada juga yang meragukan firman Tuhan dan tidak lagi mempercayai Alkitab sebagai otoritas tertinggi dalam hidup mereka. Selain itu, bagaimana cara orang percaya menerima wahyu Allah di masa kini. Pembahasan ini penting dilakukan untuk menjawab semua pertanyaan yang meragukan Alkitab, meluruskan pemahaman yang salah tentang kanon Alkitab, dan mengembalikan ke posisi yang benar serta mengetahui peran wahyu Allah dalam hidup orang percaya di era milenial. Pembahasan dalam penelitian ini adalah tentang kanon Alkitab, wahyu Tobias Nicklas. AoRevelation and the New Testament CanonAo, in The Oxford Handbook of the Book of Revelation. Craig Koester (Oxford University Press, 360Ae75 . Pontus Sitorus. AoMembumikan Injil: Menjangkau Generasi Milenial Dengan Pesan Injil Yang RelevanAo. Jurnal Teologi Gracia Deo, 6. , 257Ae66