Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol. Nomor 02. April 2026 DOI http://dx. org/10. 36722/jpm. p-ISSN: 2655-6227 e-ISSN: 2656-8144 Peningkatan Literasi Bahasa Inggris Siswa Sekolah Dasar melalui Kegiatan English Day berbasis Media Pembelajaran Inovatif Heppy Mutammimah1*. Hairul Anwar2. Inayatul Ulya Ahyati2. Sandy Finanda2. Ihsan Alif Zakaria2. M Arthoriq Anwar3 Administrasi Bisnis. Administrasi Bisnis. Politeknik Negeri Banjarmasin Jl. Brig Jend. Hasan Basri. Kota Banjarmasin. Kalimantan Selatan 70124 Administrasi Bisnis. Bisnis Digital. Politeknik Negeri Banjarmasin Jl. Brig Jend. Hasan Basri. Kota Banjarmasin. Kalimantan Selatan 70124 Administrasi Bisnis. Sistem Informasi. Politeknik Negeri Banjarmasin Jl. Brig Jend. Hasan Basri. Kota Banjarmasin. Kalimantan Selatan 70124 Email Penulis Korespondensi: heppy@poliban. Abstract English literacy in elementary schools remains a challenge, including at SD Muhammadiyah 1 Banjarmasin, where students experience difficulties with vocabulary mastery, basic grammar, and limited opportunities to practice speaking. This community service program (PKM) offers a solution through training teachers in innovative learning media and implementing a technology-based English Day program to enhance studentsAo learning experiences. The program utilized digital media such as Genially and Quizizz, integrated into English Day activities with teacher support and facilitation. The program involved 10 teachers and 32 fifth- and sixth-grade students. The implementation methods included needs analysis, program socialization, training, implementation of digital mediaAebased English Day activities, mentoring, and evaluation using pre-tests and post-tests to measure program The results showed an average improvement of 27. 9% among fifth-grade students in descriptive vocabulary mastery and 29. 0% among sixth-grade students in past-tense use. These findings indicate that integrating interactive media into English Day activities can be an effective strategy for improving English literacy among elementary school students while also providing a sustainable learning model relevant to 21st-century educational needs. Keywords: English Literacy. Genially. Innovative Learning Media Abstrak Permasalahan literasi bahasa Inggris di sekolah dasar masih menjadi tantangan, termasuk di SD Muhammadiyah 1 Banjarmasin, di mana siswa mengalami kesulitan dalam penguasaan kosakata, pemahaman tata bahasa sederhana, serta kurangnya kesempatan praktik berbahasa. Program PKM ini menawarkan solusi melalui pelatihan media pembelajaran inovatif bagi guru serta penerapan kegiatan English Day berbasis teknologi untuk meningkatkan pengalaman belajar siswa. Program dilaksanakan dengan memanfaatkan media digital seperti Genially dan Quizizz yang diintegrasikan dalam aktivitas English Day dengan pendampingan guru. Kegiatan diikuti oleh 10 guru dan 32 siswa kelas V dan VI. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, implementasi kegiatan English Day berbasis media digital, pendampingan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur dampak program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 27,9% pada siswa kelas V dalam penguasaan kosakata deskriptif dan 29,0% pada siswa kelas VI dalam penggunaan past tense. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi media interaktif dalam kegiatan English Day dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan literasi bahasa Inggris siswa sekolah dasar sekaligus memberikan model pembelajaran berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21. Heppy Mutammimah. Hairul Anwar. Inayatul Ulya Ahyati. Sandy Finanda. Ihsan Alif Zakaria. M Arthoriq Anwar Kata kunci: English Literacy. Genially. Media Pembelajaran Inovatif PENDAHULUAN permasalahan rendahnya literasi bahasa Inggris siswa di sekolah dasar. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan Inggris Muhammadiyah 1 Banjarmasin melalui pelaksanaan pelatihan media pembelajaran inovatif untuk guru dan English Day berbasis media pembelajaran interaktif Genially dan Quizizz bagi siswa. Program ini dirancang untuk memberikan ruang praktik berbahasa yang komunikatif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar, sehingga mereka termotivasi untuk lebih aktif dalam memperkaya kosakata, melatih keterampilan berbicara, serta membangun kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Inggris. Kondisi literasi bahasa Inggris di sekolah dasar Indonesia masih menghadapi tantangan serius, terutama terkait keterbatasan media pembelajaran, metode pengajaran yang masih konvensional, dan minimnya kesempatan praktik berbahasa (Dewi et al. , 2. Muhammadiyah 1 Banjarmasin, yang beralamat di Jalan S. Parman No. Belitung Utara. Kecamatan Banjarmasin Barat. Kota Banjarmasin. Kalimantan Selatan, hasil observasi menunjukkan bahwa kemampuan literasi siswa masih rendah, terlihat dari kesulitan memahami teks sederhana, menyusun kalimat, hingga melafalkan kosakata dengan Observasi juga memperlihatkan bahwa pembelajaran bahasa Inggris masih didominasi oleh metode ceramah dan penggunaan buku teks sebagai sumber utama, sementara media pembelajaran digital seperti proyektor dan jaringan internet belum dimanfaatkan secara Hal ini berdampak pada rendahnya menunjukkan antusiasme tinggi ketika diberikan metode belajar yang menarik. Kondisi serupa juga dilaporkan oleh Asroriyah et al. bahwa rendahnya literasi bahasa Inggris di SD pembelajaran kreatif dan kesempatan praktik yang komunikatif. Meskipun menghadapi keterbatasan. SD Muhammadiyah 1 Banjarmasin memiliki potensi besar untuk peningkatan literasi bahasa Inggris. Sekolah ini menerapkan Kurikulum Merdeka yang memungkinkan fleksibilitas dalam pengajaran, dan guru menunjukkan kesiapan untuk mengadopsi pendekatan berbasis Program English Day berbasis media pembelajaran inovatif menjadi salah satu solusi yang potensial untuk memberikan ruang praktik berbahasa yang lebih interaktif. Pemanfaatan media digital seperti Genially dan Quizizz terbukti dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran (Mujadidi et al. , 2. Dengan integrasi teknologi pembelajaran inovatif, kegiatan English Day diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus efektif, sehingga dapat menjawab METODE Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 19, 23, dan 30 Agustus 2025 di SD Muhammadiyah 1 Banjarmasin, yang beralamat di Jalan S. Parman No. Belitung Utara. Kecamatan Banjarmasin Barat. Kota Banjarmasin. Kalimantan Selatan. Kegiatan pelatihan diikuti oleh 10 guru dan English Day dipusatkan di ruang kelas siswa kelas V dan VI dengan jumlah peserta sebanyak 32 siswa. Pemilihan sekolah ini didasarkan pada hasil observasi awal pada tanggal 19 Maret 2025 yang menunjukkan adanya kebutuhan peningkatan literasi bahasa Inggris dan dukungan pihak sekolah untuk pelaksanaan program English Day berbasis media inovatif dan interaktif. Indikator Keberhasilan Tabel 1 menunjukkan indikator keberhasilan program, baik dari siswa maupun guru. Tabel 1. Indikator Keberhasilan Program No Indikator Penguasaan siswa kelas V Sebelum Sesudah Tidak mampu deskriptif dasar Nilai post-test minimal 20% dari pre-test Peningkatan Literasi Bahasa Inggris Siswa Sekolah Dasar melalui Kegiatan English Day berbasis Media Pembelajaran Inovatif No Indikator Pemahaman simple past tense pada siswa kelas Sebelum Sesudah Tidak mampu kalimat bentuk lampau dengan Nilai post-test minimal 20% dari pre-test Kemampuan guru dalam Genially Tidak pembuatan dan Pemanfaatan media yang Media tidak sekolah, dan guru bahasa Inggris untuk menyampaikan tujuan dan bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2025 di SD Muhammadiyah 1 Banjarmasin. Pelatihan Media Pembelajaran Inovatif Pelatihan media pembelajaran inovatif diikuti oleh seluruh guru SD Muhammadiyah 1 Banjarmasin sebagai bagian dari strategi penguatan kapasitas pendidik. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 2025 dan dirancang untuk memberikan pemahaman praktis mengenai penggunaan teknologi pembelajaran berbasis Genially. Pelatihan tidak hanya berfokus pada pengenalan fitur dasar, tetapi juga cara mengintegrasikannya secara efektif dalam desain pembelajaran tematik untuk siswa sekolah dasar. Pelatihan dilaksanakan melalui pendekatan ceramah interaktif, demonstrasi langsung, dan diskusi terarah . uided discussio. Guru dapat media secara mandiri dalam Guru media dalam Alat dan Bahan Alat utama yang digunakan dalam kegiatan ini adalah perangkat proyektor, laptop, dan jaringan internet sekolah untuk mengakses media pembelajaran digital. Sementara itu, bahan utama yang digunakan berupa aplikasi Genially untuk penyajian materi interaktif dan roleplay visual, serta aplikasi Quizizz untuk permainan kuis berbasis digital dalam sesi pretest dan post-test. Kedua media ini dipilih karena terbukti efektif meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran bahasa asing melalui pendekatan gamifikasi dan visualisasi interaktif (Made et al. , 2024. Mujadidi et al. , 2. Penerapan Teknologi (Intervensi Program English Da. English Day dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 2025 dengan berbagai aktivitas yang menekankan penggunaan bahasa Inggris secara aktif, seperti pre-test dan post-test, vocabulary game, sing and dance an English song, dan Dalam pelaksanannya, pre-test dan post-test menggunakan aplikasi Quizizz, dimana dengan penggunaan aplikasi berbasis gamifikasi anakanak tetap bisa merasa nyaman dan senang meski mereka sedang dievaluasi (Mogavi et al. Temel & Cesur, 2. Vocabulary game berbasis Genially untuk memperkenalkan kosakata baru dengan menggunakan fitur flashcard digital (Pratiwi et al. , 2. Sing and dance an English song, yaitu menyayi dan meniru gerakan video bahasa Inggris (Karabulatova et al. , 2. Roleplay sederhana dengan tema keseharian untuk melatih keberanian siswa berbicara (Cornillie et al. Harahap, 2. Langkah Pelaksanaan Pelaksanaan masyarakat ini dilakukan melalui beberapa tahapan kegiatan. Adapun penjelasan setiap tahapan adalah sebagai berikut: Analisis Kebutuhan dan Sosialisasi Sebelum kegiatan English Day dilaksanakan, tim terlebih dahulu melakukan analisis kebutuhan di SD Muhammadiyah 1 Banjarmasin melalui diskusi dengan kepala sekolah dan guru bahasa Inggris. Sebelum kegiatan berlangsung, dilakukan pembekalan internal bagi dosen dan mahasiswa pendamping agar peran sebagai fasilitator, operator media, dan pendamping siswa dapat dijalankan dengan Sosialisasi kepada mitra dilaksanakan setelah tahap persiapan selesai. Tim pelaksana berkoordinasi dengan pihak sekolah, kepala Pendampingan dan Evaluasi Selama English Day berlangsung, tim dosen dan mahasiswa mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Selanjutnya, evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan kosakata dan pemahaman siswa, serta melalui observasi partisipasi aktif dalam aktivitas. Item pertanyaan Heppy Mutammimah. Hairul Anwar. Inayatul Ulya Ahyati. Sandy Finanda. Ihsan Alif Zakaria. M Arthoriq Anwar pre-test dan post-test terdapat pada Tabel 2 dan Tabel 3. Selain itu juga, di akhir kegiatan English Day, kepala sekolah, guru, siswa, dan tim pelaksana mengadakan pendampingan berupa diskusi secara langsung terkait kritik dan saran serta kekurangan dari kegiatan yang telah HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Kebutuhan dan Sosialisasi Sebelum pelaksanaan English Day, analisis kebutuhan di SD Muhammadiyah 1 Banjarmasin menunjukkan bahwa mayoritas siswa masih berada pada bahasa Inggris tingkat dasar dan pembelajaran bahasa Inggris masih terpusat pada buku teks, menghafal kosakata dan tenses, sehingga siswa memiliki keterbatasan dalam penguasaan kosakata tematik dan penyusunan kalimat sederhana. Kondisi ini sejalan dengan temuan bahwa penggunaan media pembelajaran tradisional menyebabkan rendahnya retensi kosakata dan sedikitnya motivasi siswa dalam pembelajaran bahasa (Rohmatilahi, 2. Tabel 2. Pertanyaan pretest & postetst kelas V Indikator/Soal Pilih kalimat Inggris yang benar untuk AuSebuah mobil biru besarAy Urutkan kata-kata menjadi frasa yang benar . ig red bal. Identifikasi kata sifat dalam kalimat AuThe tired boy sat downAy Lengkapi dengan kata sifat yang tepat: AuAnya . Ay Pilih kalimat yang benar untuk menggambarkan Ketik lawan kata dari kalimat: AuThe girl is tallAy Pilih kalimat singkat yang benar dari kata yang Pilih jawaban benar dari dua kalimat . eading Pertanyaan sederhana: Are bananas yellow? Sebutkan dua kata sifat yang kamu ketahui Tabel 3. Pertanyaan Pre-test dan Post-test kelas VI Indikator/Soal Kata kerja past tense . Kalimat kegiatan masa lampau Past tense dari kata cook Isian kalimat dengan visit Isian kalimat dengan play Kalimat AuAku main sepeda kemarinAy Kalimat AuAku makan pizza tadi malamAy Kalimat AuAku ke rumah nenek minggu laluAy Kalimat AuAku makan es krim dua hari yang laluAy Kalimat AuLina menyanyi kemarinAy Gambar 1. Kegiatan Sosialisasi Sosialisasi yang ditunjukkan pada Gambar 1 dan pelibatan guru serta kepala sekolah sebelum pelaksanaan memastikan bahwa pelaksanaan English Day bukan sekadar kegiatan tambahan, tetapi sebuah kolaborasi institusional yang mendasarkan kegiatan ini pada kebutuhan nyata. Pendekatan ini menciptakan rasa kepemilikan bersama . hared ownershi. antara tim pelaksana dan mitra, yang menurut literatur implementasi program berbasis digital, menjadi faktor kunci keberlanjutan serta efektivitas penerapan media inovatif (Supasa et al. , 2. Keberlanjutan Program Sebagai tindak lanjut, pihak sekolah didorong untuk menjadikan English Day sebagai kegiatan rutin bulanan. Media interaktif yang dikembangkan selama kegiatan diserahkan kepada sekolah agar dapat digunakan secara mandiri oleh guru dalam pembelajaran Pelatihan Media Pembelajaran Inovatif Pelatihan media pembelajaran inovatif untuk guru di SD Muhammadiyah 1 Banjarmasin menghasilkan dua temuan penting. Pertama, pelatihan tersebut berhasil meningkatkan kompetensi digital dan pedagogis guru, dimana guru dapat membuat 3 media pembelajaran inovatif berbasis gamifikasi dari Genially. Hal ini sejalan dengan penelitian yang menunjukkan bahwa pelatihan profesional berbasis digital Peningkatan Literasi Bahasa Inggris Siswa Sekolah Dasar melalui Kegiatan English Day berbasis Media Pembelajaran Inovatif . igital professional developmen. secara signifikan memperkuat kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam kelas (Haarala-Muhonen et al. , 2. pertanyaan dalam suasana kompetitif yang menyenangkan (Pratiwi et al. , 2. Gambar 3. Penggunaan Flashcard digital Genially Pada sesi berikutnya, siswa terlibat dalam roleplay dengan tema sederhana, seperti menanyakan kegiatan sehari-hari dan pada waktu lampau (Dewani Harhap, 2. Aktivitas ini difasilitasi dengan media visual dari Genially sebagai panduan dialog. Melalui roleplay, siswa didorong untuk berani berbicara di depan teman-teman mereka, sekaligus berlatih ekspresi komunikatif dasar. Antusiasme siswa terlihat dari keberanian mereka mencoba berbicara meskipun dengan kosakata terbatas sebagaimana terlihat pada Gambar 4. Gambar 2. Sesi diskusi peserta pelatihan Kedua, pelatihan yang mengombinasikan ceramah interaktif, demonstrasi langsung, dan diskusi terarah sebagaimana yang ditunjukkan pada Gambar 2 menanamkan sikap positif terhadap pedagogi digital dan memperkuat komitmen institusional untuk transformasi Pola pelatihan seperti ini yang kontekstual sesuai dengan karakteristik program pengembangan guru yang efektif menurut kajian terkini (Amemasor et al. , 2. Implementasi media interaktif diharapkan tidak hanya bersifat temporer, melainkan membentuk budaya pembelajaran berkelanjutan di sekolah dalam upaya meningkatkan motivasi dan literasi bahasa Inggris siswa sehingga potensi digital learning benar-benar terealisasi dalam jangka Gambar 4. Roleplay oleh Siswa Penerapan Teknologi (Pelaksanaan English Da. Kegiatan English Day dilaksanakan sebagai program inti untuk meningkatkan literasi bahasa Inggris siswa kelas V dan VI di SD Muhammadiyah 1 Banjarmasin. Kegiatan ini diikuti oleh 32 siswa dan dirancang dengan pendekatan pembelajaran interaktif berbasis teknologi menggunakan aplikasi Genially dan Quizizz (Mujadidi et al. , 2. Pada sesi awal, nampak pada Gambar 3, siswa mengikuti vocabulary game melalui platform Genially dalam bentuk flashcard digital untuk memperkenalkan kosakata dasar yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, seperti kata sifat yang digunakan sehari-hari, benda-benda di kelas, dan aktivitas harian. Sesi ini mendorong siswa untuk aktif menjawab Selain itu di sela-sela pembelajaran, tim pelaksana memberikan ice breaking kepada Siswa diajak untuk menyanyi dan menirukan gerakan dalam video bahasa Inggris yang diputar. Pada Gambar 5, siswa terlihat sangat antusias dalam mengikuti ice breaking ini. Disamping agar mereka tidak bosan dengan materi pembelajaran, kegiatan ice breaking ini Inggris menggerakkan anggota badan yang diyakini memudahkan siswa dalam mengingat kosakata yang disampaikan (Syajida et al. , 2. Heppy Mutammimah. Hairul Anwar. Inayatul Ulya Ahyati. Sandy Finanda. Ihsan Alif Zakaria. M Arthoriq Anwar indikator yang menurun (Ae2% pada konstruksi kalimat singka. , sebagian besar indikator menunjukkan perbaikan yang konsisten, terutama pada penguasaan kosakata deskriptif dan pemahaman bacaan sederhana. Gambar 5. Ice breaking siswa Pendampingan dan Evaluasi Pendampingan guru selama pelaksanaan program ini memperlihatkan peningkatan kesiapan pendidik dalam mengoperasikan media Genially secara mandiri. Pada sesi pembelajaran sebagaimana terlihat pada Gambar 6, guru yang sebelumnya terbiasa menggunakan metode konvensional mulai memanfaatkan tombol navigasi, animasi visual, dan template kuis Penerapan ini membuat proses penyajian materi lebih terstruktur dan menarik, terutama ketika guru memperkenalkan kosakata Perubahan ini memberikan dampak ditunjukkan melalui peningkatan respons verbal dan keberanian menjawab pertanyaan secara spontan (Alsawaier, 2018. Celasun & Kaya. Gambar 7. Perbandingan pre-test & post-test siswa Sementara itu, siswa kelas VI yang berfokus pada penggunaan past tense juga mengalami peningkatan rata-rata sebesar 29,0%, dari 30,8% menjadi 59,8%. Gambar 8 terlihat bahwa indikator dengan peningkatan tertinggi adalah soal nomer 3, penggunaan bentuk lampau kata kerja cook ( 48%) dan konstruksi kalimat sederhana dengan kata kerja umum ( 38%). Hasil ini menegaskan bahwa media interaktif berbasis permainan digital efektif membantu siswa memahami pola tata bahasa lampau dalam konteks yang lebih bermakna (Thuan, 2. Gambar 6. Pendampingan Guru Gambar 8. Perbandingan pre-test & post-test siswa kelas VI Selanjutnya, hasil evaluasi kegiatan English Day siswa melalui pre-test dan post-test memperlihatkan adanya peningkatan signifikan pada kedua kelas. Untuk siswa kelas V yang berfokus pada adjectives. Gambar 7 menunjukkan bahwa rata-rata nilai meningkat dari 49,9% menjadi 77,8% dengan kenaikan 27,9%. Peningkatan tertinggi terjadi pada kemampuan menyusun frasa kata sifat sebesar 59% dan mengidentifikasi kata sifat dalam kalimat sebesar 48%. Meskipun ada satu Hasil kegiatan English Day menunjukkan kemampuan literasi bahasa Inggris siswa sekolah dasar, baik di kelas V ( 27,9%) maupun kelas VI ( 29,0%) sebagaimana terlihat pada Gambar 9. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa penggunaan media interaktif berbasis teknologi, seperti Genially dan Quizizz, mampu Peningkatan Literasi Bahasa Inggris Siswa Sekolah Dasar melalui Kegiatan English Day berbasis Media Pembelajaran Inovatif mendukung penguasaan kosakata dan struktur tata bahasa sederhana. Hal ini sejalan dengan penelitian Puspitaloka et al. yang menekankan pentingnya pemanfaatan teks kemampuan membaca bahasa Inggris anak, karena media berbasis teknologi mampu pembelajaran lebih kontekstual. keseluruhan kegiatan English Day berbasis media interaktif Genially dan Quizizz berhasil meningkatkan literasi bahasa Inggris siswa dalam dua aspek utama: kosakata deskriptif . elas V) dan tata bahasa lampau . elas VI). Hasil ini konsisten dengan literatur terdahulu yang menekankan pentingnya motivasi, penggunaan metode interaktif berbasis teknologi, dan suasana pembelajaran yang menyenangkan (Safitri et al. , 2. Dengan demikian, kegiatan ini berpotensi menjadi model keberlanjutan untuk pengembangan literasi bahasa Inggris di sekolah dasar. Keberlanjutan Program Pada tahap akhir kegiatan, keberlanjutan program belum dapat berjalan secara optimal karena pihak sekolah belum menetapkan jadwal atau mekanisme khusus untuk melaksanakan English Day secara berkala. Hal ini bukan disebabkan oleh kurangnya penerimaan terhadap program, tetapi lebih pada belum adanya integrasi kegiatan ke dalam perencanaan tahunan sekolah dan struktur pembelajaran yang sudah berjalan. Meskipun berbentuk kegiatan rutin, pengalaman selama English Day gambaran bagi sekolah bahwa pendekatan berbasis media interaktif memiliki potensi meningkatkan keterlibatan siswa. Guru menyampaikan bahwa materi dan media yang sudah diterima dapat dijadikan alternatif pembelajaran di waktu tertentu, terutama pada kegiatan tematik atau kelas pengayaan. Gambar 9. Rata-rata pre-test dan post-test kelas V dan VI Jika dibandingkan dengan program sejenis, seperti Fun English di Panti Asuhan Ciangsana Bogor yang menekankan aspek kosakata, konsentrasi, dan motivasi siswa (Simorangkir et , 2. , kegiatan English Day ini memiliki kesamaan dalam penggunaan pendekatan menyenangkan untuk mengurangi hambatan belajar bahasa asing. Bedanya. English Day di SD Muhammadiyah 1 Banjarmasin lebih terfokus pada integrasi teknologi interaktif, yang terbukti mempercepat pencapaian literasi. Hal ini juga diperkuat oleh penelitian Made et al. yang menunjukkan bahwa gamifikasi dalam pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar dapat meningkatkan motivasi dan penguasaan kosakata siswa secara signifikan (Temel & Cesur, 2. Di sisi lain, keterbatasan tetap terlihat, misalnya pada indikator yang peningkatannya kecil atau bahkan menurun (Ae2% di kelas V untuk konstruksi kalimat singka. Fenomena ini sejalan dengan temuan Salsabila & Megawati . yang menyoroti rendahnya kemampuan literasi dasar pada siswa SD akibat kurangnya motivasi, media pembelajaran yang tepat, dan hambatan pengucapan. Artinya, meskipun media interaktif efektif, perlu adanya penyesuaian desain instruksional yang lebih mendukung latihan kalimat mandiri dan penguatan fonologi. Meskipun demikian, secara SIMPULAN DAN SARAN Kegiatan English Day berbasis media interaktif Genially dan Quizizz di SD Muhammadiyah 1 Banjarmasin berhasil menjawab permasalahan rendahnya literasi bahasa Inggris siswa sekolah dasar. Melalui pendekatan pembelajaran yang menyenangkan, menunjukkan peningkatan kemampuan baik pada aspek kosakata deskriptif . elas V) maupun tata bahasa sederhana past tense . elas VI). Dengan demikian, solusi ini terbukti efektif sebagai model pembelajaran yang dapat mendukung peningkatan literasi bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar. Ke depannya, kegiatan ini berpotensi dikembangkan menjadi program berkelanjutan di sekolah dengan integrasi Heppy Mutammimah. Hairul Anwar. Inayatul Ulya Ahyati. Sandy Finanda. Ihsan Alif Zakaria. M Arthoriq Anwar kurikulum serta perluasan penggunaan media interaktif untuk topik pembelajaran lainnya. Untuk menjaga keberlanjutan hasil kegiatan, pihak sekolah disarankan menjadikan English Day sebagai agenda rutin, minimal satu kali dalam sebulan, agar siswa memperoleh kesempatan praktik bahasa Inggris secara Guru dapat terus memanfaatkan media digital interaktif yang telah diperkenalkan, sekaligus mengadaptasi dan mengembangkan materi sesuai kebutuhan siswa. Selain itu, dukungan dari orang tua dan komunitas sekolah diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi penggunaan bahasa Inggris, misalnya melalui lomba kecil, pojok literasi bahasa Inggris, atau kolaborasi dengan sekolah Bagi pelaksana dan pendidik, kegiatan serupa dapat direplikasi di sekolah dasar lain dengan menyesuaikan konteks lokal, sehingga dampak positif pada literasi bahasa Inggris anak dapat tersebar lebih luas. 56Ae. Emerald Group Publishing Ltd. https://doi. org/10. 1108/IJILT-02-2017-0009 Amemasor. Oppong. Ghansah. Benuwa. -B. , & Essel. systematic review on the impact of teacher professional development on digital instructional integration and teaching Frontiers in Education, 10. https://doi. org/10. 3389/feduc. Asroriyah. Nabila. , & Mitsalina. Peningkatan Literasi Bahasa Inggris pada Siswa Sekolah Dasar melalui English Camp di Desa Mblengor Kulon. Abdibaraya: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3. , 113Ae https://doi. org/10. 53863/abdibaraya. Celasun. , & Kaya. Gamification in Education: Unlocking Engagement and Enhancing Learning Outcomes. TOJET: The Turkish Online Journal of Educational Technology, 24. , 59Ae63. Cornillie. Clarebout. , & Desmet. The role of feedback in foreign language learning through digital role playing games. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 49Ae53. https://doi. org/https://doi. org/10. 1016/j. Dewani Harhap. Penerapan Metode Roleplay pada Siswa Sekolah Dasar Sebagai Upaya Peningkatan Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian Dan Inovasi, 4. , 1Ae6. https://doi. org/10. 59818/jpi. Dewi. Abidah. Riwibowo. Rizki, , & Sari. Pelatihan Pembelajaran Literasi Bahasa Asing Melalui Aktivitas Mentoring untuk Siswa Sekolah Dasar di Desa Sukorejo. Lamongan. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia, 5. , https://doi. org/10. 36722/jpm. Haarala-Muhonen. Myyry. Pyyryly. Kallunki. Anttila. Katajavuori. Kinnunen. , & Tuononen. The impact of pedagogical and ICT training in teachersAo approaches to online teaching and use of digital tools. Frontiers in Education, 8. https://doi. org/10. 3389/feduc. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih terutama kami tujukan kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM). Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan. Kementerian Pendidikan Tinggi. Sains, dan Teknologi, yang telah memberikan pendanaan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2025 sehingga kegiatan PKM dengan skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat. Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, dapat terlaksana dengan baik. Pelaksana juga menyampaikan apresiasi kepada SD Muhammadiyah 1 Banjarmasin selaku mitra yang telah memberikan dukungan penuh, mulai dari penyediaan fasilitas, koordinasi, hingga partisipasi aktif guru dan siswa dalam seluruh rangkaian kegiatan. Tidak lupa, kami mengucapkan terima kasih kepada Direktur Politeknik Negeri Banjarmasin. LP3M Poliban dan seluruh pihak yang turut membantu dalam pelaksanaan kegiatan English Day dan pendampingan siswa. DAFTAR PUSTAKA