ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 2. No 2. April 2022 e-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENERAPKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI PEMANASAN GLOBAL KELAS VII SMP SWASTA DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO MEDAN RAFIQA NURHIDAYAH HASIBUAN. SYARIFAH SHEILA AZMI. HERNI SAVANA Jurusan Biologi-FMIPA Universitas Negeri Medan Email : rafiqahasibuan1@gmail. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi karena hasil belajar siswa kelas VII di SMP Swasta Dr. Wahidin Sudirohusodo Medan Tahun Ajaran 2021/2022 dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) menunjukkan hasil yang kurang memuaskan. Hal ini disebabkan pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sering dianggap pelajaran yang sulit dan rumit, untuk itu perlu menggunakan metode dan model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar IPA dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi pemanasan global kelas VII di SMP Swasta Dr. Wahidin Sudirohusodo Tahun Ajaran 2021/2022. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang modelnya dikembangkan oleh Kemmis dan McTaggart. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes pretest dan postest dengan sampel berjumlah 35 siswa. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dilakukan dengan analisis interaktif. Penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) memberikan pengaruh baik tehadap peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan siklus I ketuntasan belajar yang mencapai KKM hanya 17,1% . tidak tuntas 82,8% . Siklus II ketuntasan belajar yang mencapai KKM juga mengalami peningkatan sebesar 91,4% . tidak tuntas 8,50% . Kata Kunci: Problem Based Learning (PBL). Hasil Belajar. Pemanasan Global. ABSTRACT This research is motivated because the learning outcomes of class VII students at the Dr. Private Junior High School. Wahidin Sudirohusodo Medan for the 2021/2022 Academic Year in the Natural Sciences (IPA) subject showed unsatisfactory results. This is because Natural Science (IPA) lessons are often considered difficult and complicated lessons, so it is necessary to use learning methods and models that can improve student learning outcomes. This study aims to determine the learning outcomes of science by applying the Problem Based Learning (PBL) learning model to the seventh grade global warming material at Dr. Private Junior High School. Wahidin Sudirohusodo for the 2021/2022 Academic Year. This research uses classroom action research (CAR) whose model was developed by Kemmis and McTaggart. Data collection in this study used pretest and posttest test instruments with a sample of 35 students. Data analysis using descriptive analysis was carried out with interactive analysis. The use of the Problem Based Learning (PBL) learning model has a good influence on improving student learning The research was conducted in two cycles. The results showed that the first cycle of learning completeness that reached the KKM was only 17. 1% . 8% . Cycle II learning completeness that reached the KKM also increased by 4% . 50% . Keywords: Problem Based Learning (PBL). Learning Outcomes. Global Warming. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan satu hal penting yang dapat menentukan perkembangan suatu bangsa, maka untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas diperlukan sistem pendidikan yang baik. Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar seseorang secara aktif mengembangkan potensi ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 2. No 2. April 2022 e-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 dirinya dan merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan taraf hidup ke arah yang lebih Menurut Kurniaman et al. , . prinsip utama yang paling mendasar pada Kurikulum 2013 adalah menerapkan proses pembelajaran yang otentik, menantang, dan bermakna bagi siswa sehingga dengan demikian potensi siswa berkembang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh tujuan pendidikan nasional. Implementasi kurikulum 2013 memerlukan persiapan dari berbagai komponen, salah satunya adalah persiapan tenaga guru dan tenaga kependidikan lainnya sebagai pelaksana kurikulum di lapangan. Hal penting yang perlu disiapkan dari seorang guru dalam mengimplementasikan kurikulum di kelas adalah dengan membuat rancangan pembelajaran di kelas dengan mengacu pada kurikulum yang berlaku. Rancangan pembelajaran di kelas atau perangkat pembelajaran di kelas, misalnya silabus. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajara. dan LKPP (Lembar Kerja Peserta Didi. Mata pelajaran IPA merupakan salah satu mata pelajaran kurikulum 2013 yang diajarkan di SMP. Tujuan pembelajaran IPA pada Kurikulum 2013 menurut Permendikbud Nomor 58 . yaitu siswa memiliki berbagai kemampuan, salah satunya dapat mengusai konsep dan prinsip IPA serta mempunyai keterampilan mengembangkan pengetahuan dan sikap percaya diri. Pembelajaran IPA yang sebaiknya dilakukan yaitu pembelajaran yang dapat mempersiapkan siswa untuk dapat melek IPA dan teknologi, kritis, kreatif dan juga mampu berpikir logis. Pada proses pembelajaran IPA harus berorientasi pada siswa, dimana siswa tidak lagi berperan pasif yaitu belajar hanya dengan mendengarkan dan mencatat penjelasan guru, namun menekankan pengalaman belajar langsung (Dewi et al. , 2. Salah satu konsep sains yang terdapat pada PISA yaitu gejala dan dampak pemanasan global. Dimana dikonsep itu ada pada materi pemanasan global. Konsep pemanasan global menuntut siswa dapat menganalisis gejala dan efek samping bagi kehidupan sehingga siswa dapat mengajukan ide atau gagasan sebagai solusi masalah tersebut (Kemendikbud, 2. Namun siswa masih sulit mencapai hal tersebut, sebab konsep pemanasan global bersifat abstrak (Setianita. Liliawati, & Muslim. Permasalahan pembelajaran IPA materi pemanasan global juga terjadi di SMP Swasta Dr. Wahidin Sudirohusodo. Berdasarkan hasil refleksi mengatakan bahwa siswa cenderung tidak dapat menjelaskan dan menghubungkan konsep pemanasan global ke kehidupan seharihari. Hal ini menunjukkan rendahnya pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai konsep pemanasan global dan mengakibatkan tujuan mempelajari gejala pemanasan global di sekolah kurang maksimal. Faktanya motivasi belajar IPA siswa masih terbilang rendah. Hal tersebut didukung dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh Sholekah . mengungkapkan bahwa motivasi belajar siswa rendah dan bisa dilihat ketika saat guru menjelaskan materi, siswa melamun sehingga terkesan pembelajaran yang monoton. Motivasi belajar siswa rendah dikarenakan kurangnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran tersebut sehingga siswa perberan pasif dan membuat mereka jenuh dalam mengikuti pembelajaran. Guru terbiasa mengutamakan untuk mengisi pikiran siswa dengan materi-materi yang sudah tersedia. Keadaan tersebut berpengaruh dengan hasil belajar IPA pada siswa kelas VII di SMP Swasta Dr. Wahidin Sudirohusodo. Hasil belajar IPA di kelas VII masih rendah dan masih di bawah KKM. Untuk itu, dalam pembelajaran IPA pada materi pemansan global perlu diadakan perbaikan dengan menerapkan model pembelajaran inovatif dan penggunaan media agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara optimal. Berbagai inovasi terkait rendahnya motivasi belajar telah dilakukan baik terkait dengan media, modul, bahan ajar, dan penggunaan model pembelajaran. Model PBL (Problem Based Learnin. dimungkinkan dapat dijadikan sebagai salah satu inovasi model pembelajaran yang Model PBL . roblem based learnin. adalah model pembelajaran yang memiliki ciri khas yaitu selalu dimulai dari masalah dan berpusat dari masalah. Model PBL mempunyai langkahlangkah yang harus dilaksanakan yaitu. indentifikasi masalah, . diskusi kelompok, . memperoleh data, . mengkomunikasikan kesimpulan, . mengintegra sikan, memonitor, dan ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 2. No 2. April 2022 e-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 memperhalus strategi untuk mengatasi kembali masalah (Fakhriyah, 2. Proses pembelajaran memiliki dua unsur penting yaitu metode mengajar dan media pembelajaran. Menurut Purnama & Simatupang . beberapa kelebihan dari model PBL yaitu: . Teknik atau cara yang cukup bagus untuk memahami isi pelajaran, . Dapat menguji kemampuan siswa serta memberi kepuasan untuk menemukan pengetahuan . Meningkatkan kegiatan pembelajaran siswa, . Dapat menanggulangi pengetahuan siswa untuk memahami permasalahan dalam kehidupan . Dapat melatih siswa dalam mengembangkan pengetahuan serta tanggung jawab dalam pembelajaran yang mereka lakukan. Model Problem Based Learning merupakan penerapan model pembelajaran yang menuntun siswa untuk belajar berdasarkan permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, kemudian siswa diarahkan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut melalui serangkaian pembelajaran yang sistematis agar siswa mampu menemukan solusi dari permasalahan tersebut dan membuat siswa menjadi mahir dalam memecahkan masalah-masalah kemudian mengambil kesimpulan dari pemahaman mereka sendiri (Sajiwo et al. , 2019. Hadiyanti et al. , 2. Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti ingin melakukan perbaikan pembelajaran dengan melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) diharapkan dengan penerapan model pembelajaran PBL (Problem Based Learnin. dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA pada Materi pemanasan global di SMP Swasta Dr. Wahidin Sudirohusodo Tahun Ajaran 2021/2022Ay. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR). Subjek penelitian ini ialah siswa kelas VII-2 SMP Swasta Dr. Wahidin Sudirohusodo Tahun Ajaran 2021/2022 yang berjumlah 35 orang siswa. Lokasi pelaksanaan penelitian di SMP Swasta Dr. Wahidin Sudirohusodo Alamat Jalan Kol. Yos Sudarso No. Martubung. Kecamatan Medan Labuhan. Kota Medan. Sumatera Utara 20252. Adapun waktu penelitian yang digunakan ialah semester genap kurang lebih satu bulan dimulai dari bulan April - Mei 2022. Metode pengumpulan data dilakukan melalui Teknik tes, dan Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: . Tes Kognitif . Metode tes digunakan untuk memperoleh data tentang hasil belajar IPA siswa dalam materi Pemanasan Gloal sebelum penelitian dan setelah penelitian dilaksanakan. Tes digunakan untuk melihat seberapa besar penguasaan konsep IPA siswa terhadap materi yang Hasil tes dianalisis guna mengetahui penguasaan materi IPA setelah dilakukan model pembelajaran Problem Based Learning. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah apabila nilai rata-rata tes siswa sekurang-kurangnya 80,0 dan banyak siswa dengan nilai di atas batas KKM yaitu Ou75,0 mencapai Ou 90%. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan sesuai dengan siklus dan masing-masing siklus terdiri dari beberapa tahapan yaitu, tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi, tahap pengamatan dan tahap refleksi. Suatu siklus akan dilanjutkan jika suatu kriteria keberhasilan yang diharapkan belum tercapai dan siklus akan berhenti jika suatu kriteria yang diharapkan sudah tercapai. Adapun model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian yaitu Problem Based Learning pada materi Pemanasan Global. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Hasil Penelitian Hasil penelitian diperoleh berdasarkan hasil pelaksanaan dua siklus tindakan kelas dimana siklus I dilaksanakan 1 kali pertemuan dan siklus II dilaksanakan 1 kali pertemuan adapun data yang diperoleh yaitu dua jenis data diantaranya data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh berdasarkan pengamatan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran yang dilakukan siswa dalam kelompok, sedangkan data kuantitatif berdasarkan hasil tes . retest dan postes. siswa pada setiap siklus. Tes pada setiap siklus bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menguasai materi pemanasan global yang telah disampaikan selama mengikuti pembelajaran IPA adapun hasil dari penelitian ini akan dijabarkan dibawah ini. ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 2. No 2. April 2022 e-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 Siklus I Pelaksanaan pembelajaran pada materi Pemanasan Global dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning di Kelas VII-2 SMP Swasta Dr. Wahidin Sudirohusodo 2021/2022, adapun hasil pelaksanaan pembelajaran pada siklus satu tersebut dapat dilihat pada gambar 1 dibawah ini. Kriteria 100,00% 82,80% 80,00% 60,00% 40,00% 20,00% 17,10% 0,00% Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Gambar 1 Hasil Belajar IPA materiPemanasan Global Siklus I Dari gambar 4. 1 diatas diperoleh hasil belajar IPA kelas VII-2 SMP Swasta Dr. Wahidin Sudirohusodo T. 2021/2022, dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Problem based Learning masih ditemukan beberapa kendala karena jika dilihat dari hasil belajar yang telah dilaksanakan, dari total 35 orang siswa hanya terdapat 6 orang Siswa yang tuntas atau sekitar 17,1% dan 29 orang yang tidak tuntas atau sekitar 82,9%. Hasil belajar ini tergolong sangat rendah jika di ukur dari ketuntasan klasikal siswa, temuan pembelajaran yang peroleh ialah guru maupun siswa tidak terbiasa menerapkan model pembelajaran Problem based Learning dan dalam kegiatan belajar siswa belum maksimal dan kurang aktif dalam belajar sehingga nilai yang diperoleh Sebagian besal oleh Siswa rendah/tidak tuntas. Dalam kegiatan proses belajar mengajar ini terlihat dari lembar aktivitas dibawah ini Tabel 2. Hasil Observasi Aktivitas Siswa Pada Siklus I Indikator Skor Butir yang diamati Rasa ingin Antusian memperhatikan dan mengikuti proses pembelajaran dengan baik Senang mengikuti pembelajaran dengan Problem based Learning Membentuk kelompok yang terdiri dari 45 orang Bekerja keras dan Siswa menemukan masalah, melakukan diskusi, bertukar pendapat, mencari literature untuk memahami materi Oo Oo Oo Oo ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 2. No 2. April 2022 e-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 Disiplin Bekerja sama dengan anggota kelompok menyelesaikan masalah Oo Percaya diri, sikap terbuka dan Berani menghargai pendapat orang lain serta membantu menyelesaikan tugas yang Oo Jujur Siswa memberikan kesimpulan pelajaran yang telah diterima Melaksanakan tes tertulis Oo Siswa Oo Oo Jumlah Nilai 66,6 (Bai. Keterangan : = kurang = cukup = baik = sangat baik Dari table 4. 2 tentang hasil observasi aktivitas siswa dalam pembelajaran IPA pada materi Pemanasan Global dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning di Kelas VII-2 SMP Swasta Dr. Wahidin Sudirohusodo T. 2021/2022, diperoleh aktivitas siswa yang dapat diamati dari 5 aspek yaitu. Rasa ingin tahu memperoleh nilai cukup. Bekerja keras dan tekun memperoleh nilai kurang. Disiplin memperoleh nilai baik. Percaya diri, sikap berpikir terbuka dan kerjasama memperoleh nilai memperoleh nilai kurang dan . Jujur memperoleh nilai cukup, sehingga dapat disimpulkan aktivitas belajar siswa pada siklus I masih masuk kategori Cukup. Dari pengeolahan data hasil belajar dan aktivitas siswa pada siklus I ditemukan bahwa proses pembelajaran yang menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning di Kelas VII-2 SMP Swasta Dr. Wahidin Sudirohusodo T. 2021/2022 pada materi Pemanasan Global belum tuntas secara klasikal, untuk itu perlu dilanjutkan pada siklus II. Siklus II Perbaikan Pembelajaran pada siklus II dilihat dari kekurangan pada pembelajaran siklus I, sehingga pada siklus II peran guru sebagai fasilitator yang meningkatkan motivasi siswa dalam belajar diitngkatkan hasil tes kemampuan diperoleh hasil belajar siswa tertera pada 3 dibawah ini. ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 2. No 2. April 2022 e-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 100,00% KRITERIA 91,40% 80,00% 60,00% 40,00% 20,00% 8,50% 0,00% TUNTAS TUNTAS TIDAK TUNTAS TIDAK TUNTAS Gambar 3 Hasil Belajar IPA Siklus II Dari gambar 4. 3 di atas tentang hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA pada materi Pemanasan Global dengan menerapkan model pembelajaran PROBLEM BASED LEARNING (PBL) di Kelas VII SMP SWASTA DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO MEDAN T. 2021/2022, diperoleh bahwa ketuntasan siswa mencapai 32 orang atau sekitar 91,4% dan yang tidak tuntas sebanyak 3 orang atau sekitar 8,5%. Dari temuan tersebut bisa disimpulkan bahwa implementasi penggunaan model pembelajaran dengan Problem Based Learning ini pada materi Pemanasan Global telah tuntas secara klasikal. Menurut Depdikbud (Trianto, 2. menyebutkan setiap siswa dikatakan tuntas belajarnya . etuntasan individ. jika proporsi jawaban benar siswa Ou 65% dan suatu kelas dikatakan tuntas belajarnya . etuntasan klasika. jika dalam kelas tersebut terdapat Ou 85% siswa yang telah tuntas Hasil ini juga sejalan dengan hasil observasi keterampilan berbasis proyek yang hasil observasi dapat dilihat pada tabel 4 dibawah ini: Tabel 4 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Pada Siklus II Skor Indikator Butir yang diamati Rasa ingin tahu Antusian memperhatikan dan Oo mengikuti proses pembelajaran dengan baik Senang Oo pembelajaran Problem based Learning Membentuk kelompok yang Oo terdiri dari 4-5 orang Bekerja keras Siswa menemukan masalah. Oo dan tekun melakukan diskusi, bertukar pendapat, mencari literature Disiplin Bekerja sama dengan anggota Oo ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 2. No 2. April 2022 e-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 Percaya diri. Berani Oo sikap berpikir pendapat, terbuka dan pendapat orang lain serta tugas yang diberikan Jujur Siswa memberikan kesimpulan Oo pelajaran yang telah diterima Melaksanakan tes tertulis Oo Siswa menilai Oo Jumlah Nilai 91,6 (Sangat Bai. Keterangan : = kurang = cukup = baik = sangat baik Dari table 4. 4 tentang hasil dari tabel observasi aktivitas belajar siswa pada siklus II ditemukan pengaruh siklus II yang diawali dengan meninjau hasil refleksidari siklus I dengan perencanaan lebih matang, tindakan dan observasi pada dapat dilihat dari peningkatan setelah dilakukan tindakan pada siklus I. Aspek rasa ingin tahu, percaya diri, bekerja keras dan tekun, disiplin, jujur masuk dalam kategori baik sedangkan aspek percaya diri, sikap berpikir terbuka dan kerjasama masuk kedalam kategori sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa keaktifan siswa kelas VII meningkat dan mampu memperoleh nilai yang ditargetkan. Pembahasan Hasil Penelitian Temuan penelitian tindakan kelas dalam pembelajaran IPA pada materi Proses dan Produk Teknologi Ramah Lingkungan dengan menerapkan model proses pembelajaran yang menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning di Kelas VII-2 SMP Swasta Dr. Wahidin Sudirohusodo T. 2021/2022 pada materi Pemanasan Global belum tuntas secara klasikal yaitu hasil belajar dan aktivitas siswa dapat dirincikan pada grafik di bawah ini: Kriteria 94,00% 92,00% 91,40% 90,00% 88,00% 86,00% 84,00% 82,00% 82,80% 80,00% 78,00% Siklus I Siklus II Kriteria Gambar 3 Perbandingan Hasil Belajar Siklus I dan Siklus II ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 2. No 2. April 2022 e-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 Dari gambar 4. 3 di atas dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning di Kelas VII-2 SMP Swasta Dr. Wahidin Sudirohusodo T. 2021/2022 Pelaksanaan pembelajaran pada materi Pemanasan Global dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning di Kelas VII-2 SMP Swasta Dr. Wahidin Sudirohusodo 2021/2022, adapun hasil pelaksanaan pembelajaran pada siklus satu tersebut Dari tabel dan gambar 4. 1 diatas diperoleh hasil belajar IPA kelas VII-2 SMP Swasta Dr. Wahidin Sudirohusodo T. 2021/2022, dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Problem based Learning masih ditemukan beberapa kendala karena jika dilihat dari hasil belajar yang telah dilaksanakan, dari total 35 orang siswa hanya terdapat 6 orang Siswa yang tuntas atau sekitar 17,1% dan 29 orang yang tidak tuntas atau sekitar 82,9%. Hasil belajar ini tergolong sangat rendah jika di ukur dari ketuntasan klasikal siswa, temuan pembelajaran yang peroleh ialah guru maupun siswa tidak terbiasa menerapkan model pembelajaran Problem based Learning dan dalam kegiatan belajar siswa belum maksimal dan kurang aktif dalam belajar sehingga nilai yang diperoleh Sebagian besal oleh Siswa rendah/tidak tuntas. Perbaikan Pembelajaran pada siklus II, ini berdasarkan temuan kelemahan pada pembelajaran siklus I, sehingga pada siklus II peran guru sebagai fasilitator yang meningkatkan motivasi siswa dalam belajar ditingkatkan hasil tes kemampuan tentang hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA pada materi Pemanasan Global dengan menerapkan model pembelajaran PROBLEM BASED LEARNING (PBL) di Kelas VII SMP SWASTA DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO MEDAN T. 2021/2022, diperoleh bahwa ketuntasan siswa mencapai 32 orang atau sekitar 91,4% dan yang tidak tuntas sebanyak 3 orang atau sekitar 8,5%. Dari temuan tersebut bisa disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran dengan Problem Based Learning ini pada materi Pemanasan Global telah tuntas secara klasikal. Menurut Depdikbud (Trianto, 2. menyebutkan setiap siswa dikatakan tuntas belajarnya . etuntasan individ. jika proporsi jawaban benar siswa Ou 65% dan suatu kelas dikatakan tuntas belajarnya . etuntasan klasika. jika dalam kelas tersebut terdapat Ou 85% siswa yang telah tuntas belajarnya. Dari dua temuan penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning di Kelas VII-2 SMP Swasta Dr. Wahidin Sudirohusodo 2021/2022 tentang hasil dari tabel observasi aktivitas belajar siswa pada siklus II ditemukan pengaruh siklus II yang diawali dengan meninjau hasil refleksidari siklus I dengan perencanaan lebih matang, tindakan dan observasi pada dapat dilihat dari peningkatan setelah dilakukan tindakan pada siklus I. Aspek rasa ingin tahu, percaya diri, bekerja keras dan tekun, disiplin, jujur masuk dalam kategori baik sedangkan aspek percaya diri, sikap berpikir terbuka dan kerjasama masuk kedalam kategori sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa keaktifan siswa kelas VII meningkat dan mampu memperoleh nilai yang ditargetkan. KESIMPULAN Berdasarkan temuan hasil penelitian yang dilaksankan dalam 2 Siklus dengan judul AuUpaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menerapkan Model Problem Based Learning (Pb. Pada Materi Pemanasan Global Kelas VII SMP Swasta Dr. Wahidin Sudirohusodo Medan Tahun Ajaran 2021/2022Ay, dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar kognitif berupa pengetahuan mengalami peningkatan yaitu pada siklus I dari 35 orang siswa diperoleh hanya 6 orang yang tuntas atau sekitar 17,10% dan 29 orang yang tidak tuntas atau sekitar 82,80% dan meningkat pada siklus II ketuntasan siswa mencapai 32 orang atau sekitar 91,40% dan yang tidak tuntas sebanyak 3 orang atau sekitar 8,50%. DAFTAR PUSTAKA