e-ISSN: 2657-1064 Rancang Bangun Alat Pemantauan Infus Berbasis Arduino Dengan Pendeteksian Berat Infus. Jumlah Tetesan dan Penanda Darah Naik Pada Selang Infus I Kadek Agus Riki Gunawan* Program Studi Teknik Elektromedik. Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan. Universitas Bali Internasional Jl. Seroja. Gang Jeruk No. KelurahanTonja. Denpasar-Bali 2Ni Putu Rahayu Artini Program Studi Teknologi Laboratorium Medis. Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan. Universitas Bali Internasional Jl. Seroja. Gang Jeruk No. KelurahanTonja. Denpasar-Bali 3GT. Gede Kresna Aditya Program Studi Teknik Elektromedik. Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan. Universitas Bali Internasional Jl. Seroja. Gang Jeruk No. KelurahanTonja. Denpasar-Bali rikigunawan@iikmpbali. 2artinirahayu@gmail. 3 gedekresnaaditya@gmail. Abstrak Infus intravena diberikan kepada pasien karena komposisi tubuh, kadar air, dan elektrolit perlu seimbang untuk mempertahankan volume cairan yang konstan dan stabil. Ketidakseimbangan elektrolit dapat menyebabkan gagal ginjal, syok, dan kematian. Darah di jalur infus membentuk bekuan darah . lood clot. Hal ini dapat mempengaruhi kelancaran aliran cairan jika tidak segera Alat pemantauan infus ini bertujuan agar dapat meminimalkan masalah yang diakibatkan oleh kelalaian perawat pada pasien. Menggunakan metode eksperimen dengan pengembangan atau research and development (R&D). Adapun hasil Pengukuran dengan sensor berat yaitu saat berat mencapai 10 mg, alarm akan dipicu dan ditampilkan di Liquid Crystal Display (LCD). Saat mengukur tetesan infus, toleransi tetesan untuk menyalakan alarm berkisar dari -3 tetes per menit hingga 3 tetes per menit. Ketika infus dalam keadaan ini, alarm akan berbunyi. Saat mengukur darah yang naik, alarm peringatan dengan tampilan LED diaktifkan ketika layar LCD menunjukkan "BAHAYA: DARAH NAIK". Hasil baca sensor 100% berhasil mendeteksi habisnya infus, meghitung tetesan infus serta adanya darah naik pada selang infus. Keywords: darah naik, infus, sensor berat, tetesan infus. Abstract Intravenous infusions are given to patients because body composition, water content, and electrolytes need to be balanced to maintain a constant and stable fluid volume. Electrolyte imbalance can lead to kidney failure, shock, and death. Blood in the infusion line forms a blood clot . lood clot. This can affect the smooth flow of fluids if not treated immediately. This infusion monitoring tool aims to minimize problems caused by nurse negligence in patients. Using experimental methods with development or research and development (R&D). The measurement results with the weight sensor are when the weight reaches 10 mg, an alarm will be triggered and displayed on the Liquid Crystal Display (LCD). When measuring drip drips, the droplet tolerance for setting the alarm ranges from -3 drops per minute to 3 drops per minute. When the infusion is in this state, an alarm will sound. When measuring rising blood, a warning alarm with LED display is activated when the LCD screen shows "DANGER: BLOOD UP". The sensor reading results were 100% successful in detecting the end of the infusion, counting the infusion drops and the presence of rising blood in the infusion tube. Keywords: blood rise. , drip infusion. , infusion. , weight sensor E-Jurnal Widya Kesehatan Vol. No. Bulan: Oktober Tahun 2022 e-ISSN: 2657-1064 Pendahuluan Perkembangan teknologi di era sekarang ini begitu pesat sehingga banyak mengembangkan atau menciptakan teknikteknik yang memudahkan pekerjaan manusia, baik itu software maupun hardware yang tentunya bermanfaat bagi Cairan Intravena . adalah suatu piranti kesehatan yang dalam kondisi tertentu digunakan untuk menggantikan cairan yang hilang dan menyeimbangkan elektrolit tubuh (Zainuri dkk, 2. Keterlambatan dalam pergantian cairan infus akan mengakibatkan komplikasi pada pasien seperti naiknya darah ke selang infus dan dapat membeku pada selang infus, sehingga mengganggu kelancaran aliran infus (Maharani dkk, 2. Pemantauan intravena sering dilakukan secara manual oleh perawat yang memeriksa status pasien satu per satu selama 24 jam, seringkali pemasangan selang yang mengakibatkan terbentuknya pembekuan darah . lood clot. (Umar & Sujud, 2. Hal ini dapat mempengaruhi kelancaran aliran cairan jika tidak segera ditangani. Gumpalan darah dapat masuk ke dalam pembuluh darah dan menyebabkan penyumbatan atau kematian, sehingga diperlukan tindakan segera (Syauqi dkk, 2. Darah yang menggumpal beredar ke seluruh tubuh dan dapat menyumbat kapiler paru-paru sehingga menyebabkan emboliparu. Dalam hal ini, tempat suntikan perlu direlokasi dan vena lain dibuat. Hal ini tidak menutup kemungkinan berbagai komplikasi yang jauh lebih berbahaya jika dibuat secara tidak Dengan pemikiran ini, penelitian ini akan mengembangkan sistem bagi untuk memantau status infus secara realtime. Dengan menggunakan arduino sebagai pemroses data yang diberikan oleh sensor. Adapun sensor yang digunakan pada alat ini yaitu sensor berat sebagai penghitung berat Sensor TCRT5000 digunakan sebagai penghitung tetesan infus dan sensor LDR sebagai pendeteksi adanya darah naik pada selang infus. Rancang bangun alat ini bertujuan untuk dapat meminimalkan masalah yang diakibatkan oleh kelalaian staf pada infus pasien. Adapun beberapa literatur yang berhubungan dengan monitoring infus serta naiknya darah keselang infus yaitu: Muhammad dkk. Pada tahun 2022 jurnalnya "Implementasi mikrokontroler Arduino dalam desain yang mendeteksi peningkatan darah dalam tabung infus". Dalam penelitiannya, sensor warna TCS3200 dipasang pada tabung injeksi sebagai pendeteksi warna terpisah, sehingga ketika sensor mendeteksi warna merah tabung injeksi, maka akan mengeluarkan sinyal analog ke LED dan buzzer (Syauqi dkk, 2. Hartina dkk. Pada tahun 2021, jurnal mereka berjudul "Prototipe Sederhana Perangkat untuk Memantau Aliran Darah ke Tabung Infus. " Dalam penelitiannya, peneliti LDR pendeteksi darah yang naik ke dalam tabung Pembacaan sensor dari alat ini berupa tanda peringatan dengan bunyi alarm dan lampu LED berwarna merah. Karena sensor LDR membaca status infus, dibutuhkan 0,77 detik untuk mendeteksi adanya darah yang meningkat oleh infus. (Ulfa dkk. Gigih Priyandoko dkk. Pada tahun 2021, diterbitkan dalam jurnal mereka "Merancang Sistem Pemantauan Infus Portabel Berbasis Internet of Things". Dalam studinya, peneliti menggunakan Internet of Things (IoT) menggunakan dua platform: platform server web yang memantau semua informasi infus terbaru di seluruh rumah sakit dan platform aplikasi obrolan Telegram gratis yang memberi tahu data infus. Merancang perangkat pemantauan infus Setiap pasien. Hasil tes menggunakan 3 infus yang mengandung 1. 000 ml air mineral biasa. Perangkat ini dapat memonitor data infus dengan akurasi 98,89%. Pemberitahuan Telegram kepada staf perawat berfungsi dengan baik ketika volume infus mencapai tingkat volume tertentu(Priyandoko, 2. Hasil pada tinjauan literatur diatas E-Jurnal Widya Kesehatan Vol. No. Bulan: Oktober Tahun 2022 e-ISSN: 2657-1064 sebelumnya tentang mendeteksi peningkatan darah pada saluran cairan dan memantau Ada beberapa metode pendeteksian, antara lain mendeteksi darah yang naik pada jalur infus dan memonitoring infus menggunakan sensor berat . oad cel. dan sensor TCRT5000 sebagai pendeteksi ujung Cairan Intravena (Infu. Cairan intravena . adalah memasukkan cairan dalam jumlah tertentu melalui vena penderita secara terus menerus dalam jangka waktu tertentu (Susanthi & Liem, 2. Infus berfungsi sebagai pengganti cairan saat diare, mengganti elektrolit dan cairan yang hilang di intravaskuler, menjaga cairan ekstra seluler dan elektrolit serta membuat peningkatan pada metabolit nitrogen berupa ureum dan kreatinin pada penyakit ginjal akut (Nuryanti et al. , 2. yang bekerja berdasarkan prinsip deformasi sebuah material akibat adanya tegangan mekanis yang bekerja, kemudian merubah gaya mekanik menjadi sinyal listrik. Load cell merupakan sensor berat, apabila Load cell diberi beban pada inti besinya maka nilai resintasin di Load cell akan berubah (Unang Achlison & Bambang Suhartono. Gambar 3. Sensor Berat Sensor TCRT5000 Sensor TCRT5000 adalah sensor reflective atau pantulan yang dibuat dengan sebuah Infrared sebagai pemancarnya dan potodiode/trasnsitor sebagai penerimanya. Sering digunakan sebagai sensor untuk membaca benda dengan memanfaatkan pantulan cahaya dan diterima oleh Biasa digunakan pada mouse, robot line follower, dll (Wibowo dkk, 2. Gambar 1. Cairan Intravena (Infu. Arduino nano Arduino Nano adalah salah satu board mikrokontroler yang berukuran kecil, lengkap dan mendukung penggunaan Arduino Nano diciptakan dengan basis microkontroler ATmega328 . ntuk Arduino Nano versi 3. atau Atmega 16. ntuk Arduino versi 2. Arduino Nano kurang lebih memiliki fungsi yang sama dengan Arduino Duemilanove, tetapi dalam paket yang berbeda. Arduino Nano tidak menyertakan colokan DC berjenis Barrel Jack, dan dihubungkan ke komputer menggunakan port USB Mini-B (Iksal & Suherman, 2. Gambar 4. Sensor TCRT5000 Sensor LDR LDR (Light Dependent Resistan. merupakan suatu jenis resistor yang nilai resistansinya berubah-ubah karena adanya intensitas cahaya yang diserap. LDR dibentuk dari Cadium Sulfide (CDS) yang mana Cadium Sulfide dihasilkan dari serbuk Prinsip kerja LDR ini pada saat mendapatkan cahaya maka tahanannya turun, sehingga pada saat LDR mendapatkan kuat cahaya terbesar maka tegangan yang dihasilkan adalah tertinggi (Mirza & Firdaus, 2. Gambar 2. Arduino Nano Sensor Berat Load cell adalah alat electromekanik yang biasa disebut Transducer, yaitu gaya Gambar 5. Simbol dan Bentuk Sensor LDR E-Jurnal Widya Kesehatan Vol. No. Bulan: Oktober Tahun 2022 e-ISSN: 2657-1064 II. Metode Penelitian Metode yang digunakan yaitu eksperimen dengan pengembangan atau (R&D). Penelitian alat monitoring infus berbasis arduino dengan pendeteksian berat infus, jumlah tetesan infus dan penanda darah naik ini dilakukan melalui berbagai tahapan, yaitu studi literatur, metode pengumpulan data, analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, dan pengujian. Diagram alir penelitian dapat dilihat pada drip chamber untuk menghitung tetesan infus permenit, dan sensor LDR difungsikan sebagai pendeteksi darah naik pada selang infus dengan membandingkan cairan NaCl 9% dan darah. Rangkaian Infus monitor dapat dilihat pada gambar 7. Gambar 7. Rangkaian Infus Monitoring i. Hasil Dan Pembahasan Penelitian ini menghasilkan sebuah alat monitoring infus berbasis arduino yang dapat mengetahui berat pada infus, banyaknya tetesan pada infus serta adanya darah yang naik ke selang infus selama terapi intravena berlangsung. Berikut tampilan alat dapat dilihat dibawah ini. Tampilan pada LCD dapat dilihat pada Gambar 6. Diagram alir penelitian Pada menggunakan mikrokontroler arduino uno sebagai pusat kontrol. Sensor berat sebagai pendeteksi berat infus, sensor TCRT5000 di tempelkan pada drip chamber sebagai pendeteksi tetesan infus, dan sensor LDR sebagai pendeteksi adanya darah naik pada selang infus. Pada sensor berat akan di berikan beban berat infus sebesar 500mg, dengan toleransi batas bawah sebesar 10mg. Pada sensor TCRT5000 akan ditempelkan pada Gambar 8. Tampilan pada LCD Pengujian Berat infus Pada pengujian berat infus pada alat pengambilan data sebanyak 8x pada setingan berat infus awal 500mg dapat dilihat pada Terlebih dahulu infus dipasang pada tiang infus dengan nilai awal 500mg dan berkurang hingga mencapai 10mg. Apabila berat infus telah mencapai 10mg maka buzzer akan berbunyi yang bertujuan untuk E-Jurnal Widya Kesehatan Vol. No. Bulan: Oktober Tahun 2022 e-ISSN: 2657-1064 memperingatkan perawat yang bertugas untuk sesegera mungkin mengganti infus yang telah habis. Per-9 Per-10 Per-11 Tabel 1. Percobaan Berat Infus Per-12 Percobaan Berat Infus . Keluaran Keterangan (Buzze. Non Aktif Non Aktif Non Aktif Non Aktif Non Aktif Non Aktif Non Aktif Aktif Infus Terisi Infus Terisi Infus Terisi Infus Terisi Infus Terisi Infus Terisi Infus Terisi Infus Kosong Pengujian Tetesan Infus Untuk kebenaran tetes per menit pada alat yang dirancang maka dilakukan pengambilan data pada setingan tetes per menit antara 20 tetes, 30 tetes, 60 tetes dan 120 tetes permenit. Terlebih dahulu infus diseting tetes permenit secara manual dengan bantuan alat berupa jam tangan. Pada tabel 3 data ini bertujuan untuk mencari tahu apakah ada selisih jumlah tetes realtime dengan jumlah tetes yang sudah ditetapkan. hasil pengujian tetesan infus per menit dapat dilihat pada Tabel 2. Kebenaran Tetesan Infus per Menit Perhitungan Selisih Keluaran Pengukuran sensor TCRT (Buzze. 20 tetes 0 tetes / Tidak Per-1 /menit 20 tetes 0 tetes / Tidak Per-2 /menit 20 tetes 0 tetes / Tidak Per-3 /menit 20 tetes 0 tetes / Tidak Per-4 /menit 30 tetes 0 tetes / Tidak Per-5 /menit 30 tetes 0 tetes / Tidak Per-6 /menit 30 tetes 0 tetes / Tidak Per-7 /menit 30 tetes 0 tetes / Tidak Per-8 /menit Per-13 Per-14 Per-15 Per-16 58 tetes /menit 58 tetes /menit 57 tetes /menit 57 tetes /menit 120 tetes /menit 115 tetes /menit 117 tetes /menit 116 tetes /menit 2 tetes / 2 tetes / 3 tetes / 3 tetes / 0 tetes / 5 tetes / 3 tetes / 4 tetes / Tidak Tidak Aktif Aktif Tidak Aktif Aktif Aktif Pada tabel 2. percobaan per-1 hingga per-8 terlihat bahwa tidak ada selisih antara perhitungan alat dengan jumlah tetes yang telah diatur karena itu buzzer berada dalam keadaan tidak aktif. Pengambilan data untuk per-9 hingga per-16, jarum infus diganti dengan jarum yang berdiameter lebih kecil. Hal ini bertujuan sebagai perlakukan seolaholah infus berada dalam keadaan tersumbat. Pada program alat telah ditetapkan toleransi tetes untuk menyalakan alarm . yang berada pada rentang -3 tetes permenit dan 3 tetes permenit. Jika infus berada dalam keadaan tersebut maka buzzer akan menyala. Apabila terjadi penyumbatan pada infus maka alarm akan berbunyi yang bertujuan untuk memperingatkan perawat yang mengambil tindakan. Pengujian Sensor Darah Naik Untuk pengujian sensor darah naik dilakukan dengan menginfus probandus menggunakan cairan infus jernih yaitu cairan NaCl 0,9% dan melakukan uji coba darah yang naik ke selang infus. Adapun tabel hasil pengujian alat yang yang dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Pengujian Sensor Darah Naik Jumlah Tanda Kategori Pengujian Peringatan Cairan Infus Tidak aktif NaCl 0,9% Darah Aktif E-Jurnal Widya Kesehatan Vol. No. Bulan: Oktober Tahun 2022 e-ISSN: 2657-1064 Berdasarkan tabel 3. hasil pengujian alat bahwa alat akan memberi tanda peringatan berupa bunyi alarm, indikator LED dan tampilan pada LCD AuBAHAYA: DARAH NAIKAy saat ada darah yang naik ke selang infus. Tampilan alat saat memberi tanda peringatan adanya darah naik dapat diluhat pada gambar 9 Gambar 9. Tampilan LCD IV. Simpulan dan Saran Simpulan Berdasarkan dilakukan sesuai topik dan tujuan penelitian, diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Rancangan alat monitoring infus berbasis arduino yang digunakan untuk memantau berat infus, tetesan infus serta adanya darah naik secara otomatis dengan indikator tampilan LCD20x4, bunyi alarm dan lampu LED menyala sebagai tanda. Hasil baca pada sensor berat saat infus dipasang didapatkan hasil, pada berat infus telah mencapai batas 10mg maka akan terdapat tampilan pada LCD dan bunyi Pada hasil uji kebenaran tetesan infus yang dimana toleransi tetesan pada rentang 3 tetesan permenit dan 3 tetesan permenit. Pada percobaan 11, 12, 14, 15, dan 16 terdapat keadaan diamana toleransi tetesan lebih atau sama dengan -3 tetesan permenit. Sehingga akan menyalakan alarm untuk memberi informasi kepada perawat bahwa infus tersumbat. Pada hasil uji adanya darah naik pada infus, dilakukan pengujian masing-masing 5x pada Cairan Infus NaCl 0,9% dan darah. Saat sensor mendeteksi adanya darah pada selang infus,maka LCD akan menampilkan informasi AuBAHAYA : DARAH NAIKAy. Sehingga lampu LED akan menyala dan alarm akan berbunyi sebagai penanda adanya darah naik pada selang infus Hasil baca sensor 100% berhasil mendeteksi habisnya infus, meghitung tetesan infus serta adanya darah naik pada selang infus. Saran Berdasarkan hasil penelitian diatas diperoleh saran berupa Penambahan sistem notifikasi kepada perawat berupa SMS atau notifikasi Telegram atau sistem webserver untuk memantau beberapa infus monitor pada setiap kamar pasien serta pendeteksi detak jantung dan SpO2. DAFTAR PUSTAKA