81 GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS HASANUDDIN The Characteristics Of Patients With Chronic Kidney Disease (CKD) Undergoing Hemodialysis at Hasanuddin University Hospital Oleh: Anastasia A. Basir. Herlina. Andi Nailah Amirullah STIKES YAPIKA Makassar ABSTRAK: Penyakit gagal ginjal merupakan masalah kesehatan dunia dilihat dari peningkatan insidensi, prevalensi, dan tingkat morbiditas. Menurut hasil survey yang dilakukan oleh Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) ada 25-30 juta orang mengalami penurunan fungsi ginjal. Pada tahun 2013, penyakit gagal ginjal menempati penyebab kematian ke 4 dengan pravalensi 32%. Pada tahun 2014 Rumah Sakit Universitas Hasanuddin memiliki 2358 pasien penderita gagal ginjal kronis, tahun 2015 ada 4066 pasien, yang menjalani hemodialisa baik dari rawat inap maupun rawat jalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi adalah pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa dalam kurang lebih selama 4 bulan dengan frekuensi 2 Ae 3 kali seminggu dengan hemodialisa teratur yang berjumlah 50 orang. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 50 responden dengan teknik pengambilan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan analisa Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi tertinggi dari pasien penderita CKD berusia 45 Ae 65 tahun sebanyak 24 responden . ,3%), berjenis kelamin laki Ae laki 30 responden . %). Diet dengan pisang 25 responden . ,3%), riwayat penyakit hipertensi 25 responden . %), kebiasaan meminum minuman instan dan alcohol ada 35 responden . %). Berdasarkan penelitian ini, maka perlu diperhatikan tentang faktor-faktor penyebab gagal ginjal kronis yang memerlukan tindakan hemodialisa. Kata kunci : Gagal Ginjal Kronis. Karakteristik Pasien ABSTRACT Kidney disease is a global health problem seen from the increase in incidence, prevalence and morbidity rates. According to the results of a survey conducted by the Association of Nephrology Indonesia (PERNEFRI,) there are approximately 25-30 million people experience a decline in kidney function. In 2013, patients with chronic kidney disease (CKD) was the fourth cause of death with prevalence 32%. In 2014. Hasanuddin University Hospital has 2358 patients with chronic kidney disease (CKD), in 2015 there are 4066 patients undergoing hemodialysis both inpatient and outpatient. The purpose of this study is to describe the characteristics of patients with chronic kidney disease (CKD) undergoing hemodialysis at Hasanuddin University Hospital of Makassar. This study uses a quantitative method with descriptive approach. The population was patients with chronic kidney disease (CKD) undergoing hemodialysis within 4 months with frequency 2 Ae 3 times a week totaling 50 This study used a sample of 50 respondents by taking technique total sampling. The instrument used was a questionnaire. Data of the research was analyzed by using univariate Jurnal Mitrasehat. Volume Vi Nomor 1. Mei 2018 ISSN 2089-2551 82 ___ Gambaran Karakteristik Pasien. Anastasia A. Basir. Herlina. Andi Nailah Amirullah The results showed that the highest proportion of chronic kidney disease (CKD) patients aged 45 Ae 65 years old were 24 respondents . ,3%), male sex 30 respondents . %), diet with bananas 25 respondents . ,3 %), disease history of hypertension of 25 respondents . %), the habbit of drinking instant drink and alcohol 35 respondent . %). Based on this study, it should be noted about the factors that cause chronic kidney disease was requiring hemodialysis action. Keywords : Chronic Kidney Disease (CKD), the characteristic of patients PENDAHULUAN Ginjal merupakan organ tubuh yang mempunyai fungsi utama mengeluarkan sisa akhir metabolik dari dalam darah, mengatur tekanan darah, mengatur cairan serta elektrolit dan komposisi asam basah cairan tubuh (Smeltzer. Bare. Hinkle & Cheever. Ginjal adalah organ vital yang terdiri dari korteks dan medulla. Korteks adalah bagian luar berwarna gelap yang mengelilingi medulla yang berwarna lebih terang. Korteks berisi glomerulus, tubulus proksimal dan tubulus distal dari nefron, sedangkan medulla terdiri ansa Henle dan duktus kolektivus. Glomerulus memproduksi ultrafiltrat dari Tubulus proksimal funsgi utamanya Tubulus distal berperan untuk asam-basa. Ansa penting untuk produksi urin yang pekat. Dan duktus kolektivus berperan penting dalam homeostatis air. Ginjal memiliki sekitar 1 juta Ginjal merupakan penghasil tiga hormonpenting yaitu eritropoetin, renin, dan kalsitriol (Sherwood, 2. Penurunan dan kerusakan fungsi nefron mengakibatkan gagal ginjal yang bersifat akut dimana penurunan fungsi ginjal secara mendadak dan gagal ginjal yang bersifat kronik dimana penurunan ginjal yang progresif (Tao & Kendall, 2. Chronic Kidney Disease (CKD) adalah suatu keadaan klinis yang ditandai dengan perkembangan gagal ginjal yang progresif dan lambat sehingga terjadi akumulasi bahan toksik uremi serta penurunan fungsi hormonal (Price & Wilson. CKD mengarah pada penghancuran massa nefron yang sifatnya progresif dimana terjadi penurunan Laju Filtrasi Glomerulus (LFG) dibawah kurang 20 sampai 25 persen dari normal 100 ml/menit/ 1,73 mA (Roesli, 2. Beberapa gejala CKD meliputiedema perifer, hipertensi, hiperkalemia, mual, muntah, malnutrisi, kulit pucat, pruritus, kelemahan otot, enselopati, gangguan metabolik glukosa, anemia dan gangguan hemostatis (Tanto, 2. Hemodialisa merupakan salah satu terapi pengganti fungsi ginjal yang paling banyak digunakan oleh pasien ESRD dan juga merupakan tindakan medis untuk pasien gagal ginjal dengan kondisi tertentu. Ada yang menjalani hemodialisa seumur hidup namun ada juga yang hanya beberapa kali saja dan pasien akan kembali normal. Peluang perbaikan melalui hemodialisa tergantung dari tingkat keparahan penyakit pasien yang disebabkan karena lambatnya pengobatan, keengganan pasien dan keluarga pasien untuk dilakukan cuci darah Dari 1 juta orang dengan penyakit gagal ginjal terdapat 400 orang yang membutuhkan terapi hemodialisa (Saleh. Prevalensi CKD berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) . bahwa terjadi peningkatan pasien CKD dari tahun ke tahun, dimana terdapat lebih dari 500 juta orang mengalami penyakit CKD pada seluruh populasi di dunia sampai Pada tahun 2012 di Amerika terdapat 26 juta orang dewasa mengalami CKD dan jutaan lainnya berisiko meningkat (National Kidney Foundation, 2. Sementara menurut Perhimpunan Nefrologi Indonesia . melaporkan sebanyak 12,5% dari jumlah total penduduk Indonesia mengalami penurunan fungsi ginjal. Prevalensi pasien CKD sebanyak 0,1%-0,5% pada seluruh populasi di Indonesia 956 jiwa berarti 124. 478 jiwa yang mengalami CKD, sementara di Sulawesi Selatan sendiri Prevalensi penyakit CKD ditemukan pada usiaOu 15 tahun sebesar 0,3% dari 8. 154 populasi provinsi berarti ada 2. 546jiwa mengalami CKD setelah Sulawesi tengah sebanyak 0,5% (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2. Berdasarkan dijelaskan juga bahwa penyakit gagal ginjal menempati penyakit penyebab utama kematian ke 4 di kota Makassar setelah asma, hipertensi dan jantung bahwa (Dinas kesehatan kota Makassar, 2. Hal ini juga sesuai dengan laporan bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) menuliskan bahwa penyebab kematian tertinggi penyakit tidak menular berbasis rumah sakit di rawat inap yaitu CKD dengan prevalensi sebanyak 32% dari kasus yang terjadi di Makassar (Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, 2. Data dari Rumah sakit Pendidikan Unhas di Unit hemodialisa mengalami peningkatan setiap tahunnya. Dimana pada tahun 2014 terdapat 2. 358 kunjungan pasien 066 kunjungan pada tahun 2015 pada bulan januari sampai bulan agustus. Terdapat lebih dari 30 pasien tetap dari bulan September sampai bulan Oktober. Hasil observasi awal serta wawancara singkat dengan seorang perawat yang dinas siang mengatakan bahwa monitoring hemodinamik telah dilakukan oleh perawat di Ruangan hemodialisa setiap 1 jam ketika pasien di Jika hemodinamik seperti hipertensi maka kecepatan dialiserakan dikurangi. Jika terjadi sumbatan di selang output maka dihentikan. penelitian bersifat deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Makassar pada bulan Mei 2017. Populasi pada penelitian ini adalah pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa selama 4 bulan dengan frekuensi 2 Ae 3 kali seminggu yang berjumlah 50 orang. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Sampel berjumlah 50 responden. Analisa data menggunakan analisa univariat dengan metode statistik deskriptif dari setiap variabel METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan rancangan HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN Usia Berdasarkan diketahui bahwa proporsi usia tertinggi pada kelompok usia 45 Ae 65 tahun dengan jumlah 24 responden . ,3%) dan paling rendah pada kelompok usia 17 Ae 25 tahun dengan jumlah 6 responden . ,7 %). Penurunan fungsi ginjal dalam skala kecil merupakan proses normal bagi setiap manusia seiring dengan bertambahnya usia. Usia merupakan faktor resiko terjadinya gagal ginjal kronis. Semakin bertambah usia seseorang maka semakin berkurang fungsi ginjal. Secara normal penurunan fungsi ginjal ini telah terjadi pada usia diatas 40 tahun (Sidharta. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang menyebutkan bahwa usia responden tertinggi berada pada rentang usia 41-60 tahun sebanyak 32 orang . ,3%) (Dewi, 2. Jenis Kelamin Berdasarkan diketahui bahwa proporsi jenis kelamin terbanyak pria dengan jumlah 30 responden . %), sedangkan jenis kelamin wanita berjumlah 20 responden . %). Jenis kelamin merupakan salah satu variabel yang dapat memberikan perbedaan angka kejadian pada pria dan wanita. Insiden gagal ginjal pria dua kali lebih besar dari pada wanita, dikarenakan secara dominan pria Jurnal Mitrasehat. Volume Vi Nomor 1. Mei 2018 ISSN 2089-2551 84 ___ Gambaran Karakteristik Pasien. Anastasia A. Basir. Herlina. Andi Nailah Amirullah sering mengalami penyakit sistemik . iabetes glomerulonefriti, polikistik ginjal dan lupu. , serta riwayat penyakit keluarga yang diturunkan (Levey, dkk, 2. Pria lebih rentan terkena gangguan ginjal daripada wanita, seperti penyakit batu Hal ini disebabkan karena kurangnya volume pada urin atau kelebihan senyawa . enyawa alami yang mengandung kalsium terdiri dari oxalate atau fosfat dan senyawa lain seperti uric acid dan amino acid cystin. , pengaruh hormon, keadaan fisik dan intensitas aktivitas. Dimana saluran kemih pria yang lebih sempit membuat batu ginjal menjadi lebih sering tersumbat dan menyebabkan masalah. Pola gaya hidup laki-laki lebih beresiko terkena GGK karena kebiasaan merokok dan minum alkohol yang dapat menyebabkan ketegangan pada ginjal sehingga ginjal bekerja keras. Karsinogen alkohol yang disaring keluar dari tubuh melalui ginjal mengubah DNA dan merusak sel-sel ginjal sehingga berpengaruh pada fungsi ginjal (Agustini, 2. Hasil ini sesuai dengan penelitian Rukmaliza . yang mengatakakan bahwa frekuensi pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di RSU Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh paling banyak berjenis kelamin laki-laki sebanyak 40 orang . ,5%) dibandingkan dengan perempuan sebanyak 23 orang . ,5%). Riwayat Diet Berdasarkan diketahui bahwa riwayat diet yang telah diterapkan oleh pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa tertinggi pada kategori pisang 25 responden . ,3%) dan terendah pada kategori lain Ae lain dengan 8 responden . ,4%). Pisang merupakan sumber kalium terbesar yaitu sekitar 467mg. Pasien gagal ginjal kronik harus diberikan diet rendah kalium karena pada pasien gagal ginjal biasanya terjadi hyperkalemia yang biasanya berkaitan dengan oliguria . erkurangnya volume urin / keadaan metabolic, atau obat Ae obatan yang mengandung kalium (Rustiana, 2. Ketidakseimbangan merupakan salah satu gangguan serius yang dapat terjadi pada pasien gagal ginjal, karena kehidupan hanya dapat berjalan dalam rentang kadar kalium yang sempit yaitu 3,5 Ae 5,5 mEq/L. Sekitar 90% asupan normal yaitu sebesar 50 Ae 150 mEq/L Kalium membantu menjaga tekanan osmosis dan keseimbangan asam basa. Ginjal adalah regulator utama kalium dalam tubuh yang menjaga kadarnya tetap di dalam darah dengan mengontrol ekskresinya (Winarno. Riwayat Penyakit Berdasarkan diketahui bahwa riwayat penyakit yang pernah diderita pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa tertinggi pada kategori hipertensi sejumlah 25 responden . %), dan terendah karena penyakit lain Ae lain 15 responden . %). Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah diatas 140/90 mmHg dan merupakan penyebab gagal ginjal kronis/terminal melalui suatu proses yang melibatkan hilangnya sejumlah besar nefron fungsional yang progresif dan Peningkatan tekanan dan regangan yang kronik pada arteriol dan glomeruli diyakini dapat menyebabkan sklerosis pada pembuluh darah glomeruli atau yang sering disebut glomerulosklerosis. Penurunan meningkatnya aliran darah, peningkatan LFG, dan peningkatan keluaran urin di dalam nefron yang masih bertahan. Perubahan fungsi ginjal dalam waktu yang lama dapat mengakibatkan kerusakan lebih lanjut pada nefron yang ada. Lesi sklerotik yang terbentuk semakin banyak sehingga dapat menimbulkan obliterasi glomerulus yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal lebih lanjut dan berkembang secara lambat, hingga berakhir sebagai penyakit gagal ginjal terminal (Guyton dan Hall, 2. Hasil penelitian yang sama menyatakan bahwa riwayat penyakit yang pernah diderita pasien gagal ginjal kronis di RSU Haji Medan tahun 2012-2013 tertinggi karena hipertensi . ,3%)(Sari, dkk, 2. Gaya Hidup Berdasarkan merupakan kategori tertinggi yaitu sejumlah 35 responden . %), dan terendah karena tidak suka olahraga sejumlah 5 responden . ,1%). Mengkonsumsi alcohol dalam jangka yang lama dan jumlah yang berlebihan dapat merusak berbagai organ tubuh terutama ginjal Alkohol merupakan racun yang menempatkan banyak tekanan pada ginjal. Mengkonsumsi alcohol terlalu tinggi menyebabkan asam urat disimpan dalam tubulus ginjal yang membawa pada obstruksi Hal ini meningkatkan resiko gagal Alcohol dapat mengubah struktur dan fungsi ginjal serta merusak kemampuan ginjal untuk mengatur volume, komposisi cairan dan elektrolit dalam darah KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa tertinggi pada kelompok usia 45 Ae 65 tahun, jenis kelamin pria, riwayat diet pada buah pisang, riwayat penyakit hipertensi, dan gaya hidup yang sering meminum minuman instan dan minum SARAN Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan dalam mengkaji permasalahan tentang karakteristik pasien gagal ginjal kronis dan penyebab gagal ginjal kronis sampai dilakukan terapi hemodialisa. DAFTAR PUSTAKA