Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Penerapan Media Proyeksi dalam Pembelajaran PAI Parulian Sibuea1. Dewi Aryanti2. Habibie Ramadhan3. Khoridatunnida4. Muhammad Akbar Thoha5. Nabila Humairah6. Sriwahyuni Pasaribu7 e-mail : paruliansibuea@uinsu. id1, ariyantidewi903@gmail. Habibiramadhan2710@gmail. com3, ktunida@gmail. com4, thohaakbar90@gmail. Nabilahumairaheer@gmail. Sriwahyuni88997@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan menerapkan media pembelajaran proyeksi. Media proyeksi, yang merupakan media visual, diharapkan dapat membantu guru dalam menyampaikan materi dengan lebih efektif dan memudahkan pemahaman siswa. Melalui metode deskriptif kualitatif, aktivitas siswa diamati menggunakan metode observasi, sementara hasil belajar diukur dengan metode tanya Hasil temuan menunjukkan bahwa media proyeksi dapat memvisualisasikan materi dengan nyata, meningkatkan keterlibatan siswa, dan memberikan dukungan kepada guru untuk lebih kreatif dalam mendesain pembelajaran. Diharapkan, penerapan media proyeksi ini dapat membawa dampak positif terhadap efisiensi dan efektivitas proses pembelajaran PAI, serta menciptakan kondisi belajar yang lebih menarik dan interaktif bagi siswa. Kata kunci : Media proyeksi, pembelajaran PAI, aktifitas belajar siswa. Abstrak This research aims to improve student activity and learning outcomes in Islamic Religious Education (PAI) subjects by implementing projection learning media. Projection media, which is a visual media, is expected to help teachers convey material more effectively and make it easier for students to Through the qualitative descriptive method, student activities are observed using the observation method, while learning outcomes are measured using the question and answer method. The findings show that projection media can visualize material in a realistic way, increase student involvement, and provide support for teachers to be more creative in designing learning. It is hoped that the application of this projection media can have a positive impact on the efficiency and effectiveness of the PAI learning process, as well as creating more interesting and interactive learning conditions for Keywords : projection media. PAI learning, student learning activities. Pendahuluan Sumber belajar merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran. Ini dapat mencakup berbagai jenis materi, alat, atau sumber daya yang bertujuan untuk menyampaikan informasi atau pesan kepada peserta didik. Sumber belajar dapat bersifat formal atau informal, dan dapat digunakan baik secara mandiri maupun dalam konteks pembelajaran kelompok. Sumber belajar merupakan segala elemen yang dapat digunakan peserta didik untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan. Ini melibatkan beragam jenis sumber, termasuk 205 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin data, individu, dan materi fisik yang memiliki potensi untuk mendukung proses pembelajaran. Sumber belajar tidak terbatas pada bahan tertulis atau media elektronik saja, melainkan mencakup interaksi dengan instruktur, kolaborasi dengan sesama peserta didik, serta pengalaman langsung melalui eksplorasi atau praktikum. Media, yang berasal dari bahasa Latin dan secara harfiah berarti "perantara atau pengantar," telah menjadi bagian integral dari proses komunikasi dan pembelajaran. Definisi media mencakup segala sesuatu yang berfungsi sebagai perantara untuk menyampaikan pesan dari pengirim ke penerima. Dalam konteks pembelajaran, media tidak hanya memfasilitasi transfer informasi, tetapi juga berperan dalam merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat peserta didik. Media dapat mengambil berbagai bentuk, termasuk buku, audio, video, gambar, dan teknologi digital. (Sadiman dkk. , 1990:6. Arsyad,2005:. Media pembelajaran dapat juga disebut sebagai 'mediatasi pendidikan' ketika mengandung pesan yang dirancang khusus untuk tujuan pembelajaran. Mediatasi pendidikan adalah sarana atau alat yang berfungsi sebagai perantara untuk menyampaikan pesan atau gagasan dengan tujuan merangsang pikiran, perasaan, dan perhatian peserta didik sehingga terjadi proses belajar mengajar. Dalam konteks media pembelajaran, dua unsur utama terdapat di dalamnya, yaitu . pesan atau materi pengajaran yang akan disampaikan, bisa berupa konten pembelajaran atau perangkat lunak, dan . alat presentasi atau perangkat keras yang digunakan untuk menyampaikan pesan tersebut. Media pembelajaran juga dapat diartikan sebagai sumber belajar, di mana peserta didik memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Sumber belajar ini bisa berasal dari berbagai peristiwa, manusia, atau benda yang berkontribusi pada proses pembelajaran. Dalam konteks pendidikan, media memiliki pengertian yang khusus, mengacu pada segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai alat atau sarana untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Dilansir oleh Arsyad . Media pendidikan dapat disebut sebagai 'medium pembelajaran' atau 'sarana instruksional. ' Istilah ini merujuk pada media yang diisi dengan pesan, informasi, atau tujuan pembelajaran untuk menyampaikan maksud tertentu kepada peserta didik. Dalam konteks proses komunikasi, media pembelajaran memainkan peran penting sebagai perantara dalam mentransfer pesan-pesan pembelajaran kepada penerima. Media proyeksi, atau sering disebut sebagai alat proyeksi, adalah salah satu bentuk media audio dan visual yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. Media ini menggunakan proyektor untuk memproyeksikan gambar atau informasi pada layar, memberikan dimensi visual yang lebih kaya pada materi pembelajaran. Dalam konteks penggunaannya sebagai sarana 206 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin pembelajaran, penggunaan media proyeksi bukan hanya sekadar penyajian informasi, tetapi juga menciptakan kesempatan bagi peserta didik untuk terlibat secara lebih aktif dan berinteraksi dengan materi. Media proyeksi adalah bentuk media yang memerlukan bantuan proyektor untuk penyajian informasinya. Proyektor LCD, sebagai salah satu perangkat bantu utama, memiliki kemampuan untuk menampilkan gambar dengan ukuran yang besar. Pada umumnya, proyektor LCD banyak digunakan untuk keperluan media presentasi. Konsep ini ditegaskan oleh Sanaky . , yang menjelaskan bahwa proyektor LCD merupakan alat optik dan elektronik. Teori Relevan Pengertian Media Proyeksi Media proyeksi atau yang sering disebut sebagai media digital proyeksi merupakan suatu alat bantu yang sangat efektif dalam penyampaian materi. Proyektor LCD, atau dikenal juga sebagai digital proyeksi, adalah perangkat optik yang terintegrasi dengan teknologi elektronik, seperti dijelaskan oleh Munadi . 3: . Sistem optiknya memiliki efisiensi tinggi dan mampu menghasilkan cahaya yang cukup terang, memungkinkan tampilan gambar, video, dan teks dengan sangat jelas (Sulistiyani, 2020: 22-. Keunggulan lain dari proyektor LCD adalah resolusinya, yang menunjukkan jumlah pixel yang dihasilkan oleh perangkat tersebut. Resolusi yang tinggi dapat meningkatkan kualitas tampilan, memastikan bahwa detail gambar dan teks dapat disampaikan dengan jelas. Selain itu, ukuran luminasi, yang mencerminkan kecerahan proyektor LCD, juga menjadi faktor penting. Semakin tinggi luminasi, semakin baik proyektor LCD dapat menghasilkan proyeksi yang terang dan jelas (Sanaky, 2011: . Dalam proses belajar mengajar guru dapat menggunakan komputer dan proyektor LCD dalam penyampaian materi kepada pembelajar. Program yang dikembangkan harus memberikan pembelajaran yang diinginkan oleh pembelajar, sehingga pada waktu guru selesai menjalankan sebuah program dia akan merasa telah belajar sesuatu. Menurut Lee seperti yang diungkapkan oleh Sanaky . , terdapat delapan alasan penggunaan komputer sebagai media pembelajaran. Pertama, penggunaan komputer dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih kaya. Kedua, komputer dapat menjadi sumber motivasi yang efektif bagi peserta didik. Ketiga, penggunaan komputer dapat meningkatkan proses pembelajaran secara keseluruhan. Keempat, komputer memungkinkan penggunaan materi yang lebih autentik dan relevan. Kelima, interaksi dalam pembelajaran dapat menjadi lebih luas dengan melibatkan komputer. Keenam, penggunaan komputer dapat memberikan pengalaman 207 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin pembelajaran yang lebih personal. Ketujuh, pembelajaran dengan komputer tidak terpaku pada sumber tunggal, memungkinkan akses ke berbagai materi pembelajaran. Dan yang terakhir, penggunaan komputer dapat mempromosikan pemahaman global. Selain itu, menurut Musfiqon . , kelebihan media proyeksi dapat dikelompokkan dalam dua dimensi. Dari segi proses penggunaan, media proyeksi memiliki kelebihan karena mudah dioperasikan oleh guru, praktis dalam penggunaannya, dan tidak memerlukan prosedur teknik yang sulit. Dari segi hasil, media proyeksi memiliki kelebihan karena pesan dapat tersampaikan dengan mudah, peserta didik dapat dengan cepat memahami materi, dan tidak menimbulkan bias media. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam bertujuan untuk memberikan pemahaman, kebutuhan, dorongan, keinginan, dan ketertarikan kepada peserta didik agar mau belajar dan terus menerus mempelajari agama Islam. Fokusnya tidak hanya pada aspek pengetahuan tentang cara beragama yang benar, tetapi juga mengajarkan Islam sebagai suatu pengetahuan yang melibatkan aspek spiritual dan nilai-nilai kehidupan. Seperti halnya setiap mata pelajaran. Pendidikan Agama Islam memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari mata pelajaran lainnya. Panduan pengembangan silabus Pendidikan Agama Islam (Deppendiknas RI, 2006: . mencantumkan beberapa karakteristik yang melekat pada mata pelajaran ini. Beberapa karakteristik tersebut mungkin mencakup: Pendidikan Agama Islam ditempatkan sebagai mata pelajaran yang tidak terpisahkan dari ajaran Islam. Ini berarti bahwa muatan Pendidikan Agama Islam berasal langsung dari ajaran-ajaran pokok dalam agama Islam, memastikan keterkaitan erat antara materi pelajaran dan nilai-nilai fundamental Islam. Dari segi muatan. Pendidikan Agama Islam dianggap sebagai mata pelajaran pokok yang tidak dapat dipisahkan dari mata pelajaran lain. Artinya, ia merupakan komponen penting dalam kurikulum karena bertujuan untuk mengembangkan moral dan kepribadian peserta didik, memberikan dimensi spiritual dan nilai-nilai moral yang mendalam. Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam bertujuan untuk membentuk peserta didik yang memiliki budi pekerti luhur, akhlak mulia, dan pengetahuan yang memadai tentang keyakinan dan ketaqwaan kepada Allah. Tujuan ini memberikan bekal bagi peserta didik untuk mengejar bidang ilmu atau mata pelajaran lainnya tanpa terpengaruh oleh dampak negatif yang mungkin muncul dari mata pelajaran tersebut. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Prinsip dasar Pendidikan Agama Islam terkait dengan tiga aspek kerangka dasar ajaran Islam, yaitu aqidah . , syariAoah . ukum Isla. , dan akhlak . Ini menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam mencakup dimensi keyakinan, hukum, dan moral sebagai bagian integral dari pembelajarannya. Tujuan akhir dari pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah membentuk peserta didik yang memiliki akhlak mulia. Ini menekankan pentingnya karakter dan moralitas dalam pengembangan pribadi peserta didik. Pendidikan Agama Islam ditekankan sebagai mata pelajaran wajib yang harus diikuti oleh semua peserta didik yang beragama Islam. Hal ini mencerminkan pentingnya pemahaman dan penghayatan ajaran Islam sebagai bagian integral dari identitas keislaman peserta didik. Dari pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Agama Islam memiliki tujuan utama dalam mengembangkan potensi individu warga negara dengan fokus pada orientasi Guru Pendidikan Agama Islam memainkan peran penting dalam mencapai tujuan Guru tidak hanya menjadi penyampai ilmu atau pengajar, tetapi juga harus menjadi contoh dan menginternalisasikan nilai-nilai Islam ke dalam diri peserta didik. Kualitas dan profesionalisme guru sangat krusial dalam konteks Pendidikan Agama Islam. Guru harus mampu memilih metode, kurikulum, dan media pembelajaran yang sesuai dengan situasi dan tujuan pembelajaran. Selain itu, guru dituntut untuk mengaktualisasikan nilainilai agama Islam dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Untuk mencapai proses pembelajaran yang efektif, kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam sebaiknya memiliki ciri-ciri sebagai berikut, sebagaimana disebutkan oleh Tohirin . 5: 177-. menunjukkan bahwa pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan, minat, dan kemampuan Interaksi edukatif antara guru dan siswa membangun hubungan yang positif dan mendukung pertumbuhan intelektual serta emosional. menciptakan ruang untuk partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran, memberikan mereka rasa memiliki terhadap pengalaman belajar mereka. memberikan kesempatan untuk eksplorasi dan pemahaman konsep secara menyeluruh. Keberadaan guru yang profesional menjamin kualitas pengajaran dan pembimbingan yang baik. Bahan yang sesuai dan mendukung pemahaman materi pelajaran dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Lingkungan yang kondusif Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin mencakup keamanan, keterbukaan, dan dukungan dalam membentuk karakter positif siswa. Sarana belajar yang menunjang melibatkan penggunaan teknologi, perpustakaan, dan fasilitas lainnya yang memfasilitasi proses belajar mengajar secara efektif. Metode Penelitian Penelitian merupakan serangkaian kegiatan ilmiah yang dilakukan untuk memecahkan suatu permasalahan. Penting untuk diingat bahwa hasil penelitian tidak selalu dimaksudkan sebagai solusi langsung untuk permasalahan yang dihadapi, tetapi lebih sebagai bagian dari usaha pemecahan masalah yang lebih besar. Fungsi utama penelitian adalah memberikan penjelasan dan jawaban terhadap permasalahan serta menyajikan alternatif untuk pemecahan masalah tersebut. Metode penelitian merupakan suatu pendekatan ilmiah yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan tujuan tertentu. Penelitian dilakukan dengan cara yang ilmiah, yang berarti bahwa kegiatan penelitian didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, seperti rasional, empiris, dan Dalam penelitian yang dijelaskan, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka atau library research. Jenis penelitian ini menggunakan data pustaka, seperti buku-buku, sebagai sumber utama informasi. Penelitian dilakukan dengan membaca, menelaah, dan menganalisis berbagai literatur yang relevan dengan permasalahan yang diteliti. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari sumber lain, bukan diperoleh langsung oleh peneliti dari subjek penelitian. Untuk mendapatkan data sekunder, penelitian ini dilakukan melalui studi kepustakaan, yang mencakup bahan pustaka seperti buku, jurnal, dan sumber informasi dari Hasil dan Pembahasan Jenis-Jenis Media Proyeksi Pada dasarnya, ada dua jenis utama pada media proyeksi, yaitu proyeksi diam dan proyektor gerak. Berikut adalah pembahasannya: Media Proyeksi Diam Media proyeksi diam adalah media yang menyampaikan informasi melalui tulisan, gambar, ataupun grafis. Penyampaian informasi ini cenderung diam dan tidak Adapun beberapa jenis media proyeksi diam di antaranya: Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Film bingkai Film bingkai adalah film transparan yang memiliki dimensi 35 mm dengan warna dan panjang yang bervariasi tergantung tujuan pengaplikasiannya . alaupun pada umumnya memiliki panjang 2 x 2 inch. Slide Pada dasarnya, slide hampir sama dengan film bingkai. Keduanya merupakan film yang berdimensi 35 mm. Perbedaan keduanya terletak pada pengaplikasian Film bingkai menggunakan strip yang bingkainya tidak terpisah . enyambung dari bingkai satu dengan bingkai lainny. dan digulung di belakang lensa satu per satu sehingga ketika dipresentasikan harus tergantung penggerak yang bertugas di belakang lensa . Sementara slide menggunakan bingkai yang terpisah yang dipotong dan pada umumnya diletakkan pada sebuah karton atau plastik. Film rangkai Film rangkai tidak jauh berbeda dengan film bingkai dan slide. Tapi pengaplikasian film rangkai tidak memerlukan bingkai sama sekali sehingga film yang ditampilkan merupakan hasil dari rangkaian berurutan dari sebuah gambar. Proyektor Transparan (OHP) OHP adalah media yang diproyeksikan secara transparan menggunakan pulpen khusus di atasnya. Pada dasarnya, penggunaan OHP sama seperti papan tulis, namun bersifat lebih unik karena medianya yang transparan. Opaque Projector (Proyektor tak tembus pandan. Opaque Projector merupakan alat yang memproyeksikan secara tidak transparan. Karena sifatnya yang tidak transparan proyektor ini, bahan cetak berupa buku atau majalah yang ingin ditampilkan bisa diproyeksikan secara langsung tanpa dipindahkan ke dalam alat transparan terlebih dahulu (Idriana: 2011, 80-. Mikrofis Mikrofis adalah lembaran film transparan yang memiliki dimensi berbedabeda . ada dasarnya keci. dan tidak dapat dibaca secara langsung karena ukurannya yang normatif kecil. Media Proyeksi Gerak Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Media proyeksi gerak adalah media yang menampilkan informasi melalui perantara sebuah alat. Adapun media proyeksi gerak terbagi ke dalam beberapa macam, yaitu: LCD LCD adalah sebuah alat elektronik yang biasa disebut sebagai layar proyektor serta berfungsi menampilkan gambar visual. Film Gelang Film Gerang merupakan media yang dalam pelaksanaannya menampilkan suatu Gerakan atau audiovisual. Film gelang memerlukan operator yang bertugas khusus menghentikan atau memulai media karena ujung dari film gelang yang saling berhubungan. Dalam pengaplikasiannya, film gelang tidak membutuhkan penggelapan ruangan karena cukup terang. Televisi Televisi merupakan media yang menampilkan gambar diam dan gambar hidup melalui kabel. Komputer Komputer merupakan media yang memanipulasi informasi atau data dengan mudah, cepat dan efisien. Komputer banyak digunakan untuk membantu masalah dan pengurusan admisintrasi Lembaga pendidikan (Arsyad: 2009, . Kelebihan dan Kekurangan Media Proyeksi Media proyeksi memiliki sejumlah keunggulan yang menjadikannya pilihan yang efektif dalam konteks pembelajaran. Kemampuannya untuk digunakan di berbagai ukuran ruangan kelas membuatnya fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kondisi fisik yang berbeda. Keindahan penyajian visual dengan variasi warna yang menarik, dapat memperkaya pengalaman Selain itu, tatap muka dengan siswa tetap terjaga, memungkinkan interaksi langsung dan pencatatan informasi penting oleh siswa. Keunggulan lainnya meliputi kemampuan penggunaan berulang-ulang , kemudahan revisi program sesuai kebutuhan, dan sifat mobile yang memungkinkan perpindahan tempat dengan mudah. Media ini juga memiliki potensi untuk merangsang minat, perhatian, dan imajinasi siswa serta dapat digunakan secara luas untuk pengajaran bahasa. Namun, seperti halnya setiap media, media proyeksi juga memiliki sejumlah kelemahan yang perlu diperhatikan. Distorsi gambar dan warna akibat kerusakan atau gangguan magnetik dapat menjadi kendala teknis. Proses pembuatan yang memakan waktu dan tenaga Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin kebutuhan operator khusus menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan. Selain itu, penggelapan ruangan diperlukan untuk memproyeksikan gambar dengan baik, yang dapat mempengaruhi kenyamanan siswa. Kelemahan lainnya termasuk potensi kebosanan siswa jika siaran monoton, biaya produksi yang cukup besar, keterbatasan dalam menyajikan gambar bergerak, dan perlunya perencanaan matang dalam pembuatan serta penyajian. Meskipun demikian, dengan pemahaman yang cermat tentang kelebihan dan kelemahan, penggunaan media proyeksi tetap dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif. Penggunaan Media Proyeksi dalam Pembelajaran PAI Kehadiran media dalam proses pembelajaran memiliki fungsi dan tujuan utama, yaitu mempermudah peserta didik dalam menangkap dan memahami materi suatu pelajaran. Salah satu media yang efektif digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah media Media proyeksi merupakan salah satu hasil dari sistem pendidikan yang menggunakan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknolog. dalam pelaksanaannya. Seiring berkembangnya zaman, teknologi memiliki kedudukan tinggi di mata dunia sehingga ia tidak bisa lepas dari kehidupan bermasyarakat. Pendidikan merupakan salah satu aspek yang terus berkembang secara beriringan dengan kecanggihan teknologi. Itu sebabnya media peroyeksi menjadi salah satu media yang tidak ketinggalan zaman dan harus terus dikembangkan dalam proses pembelajaran (Elihami: 2018, 70-. Seperti yang telah diuraikan di atas, media proyeksi terdiri dari berbagai macam jenis yang berbeda-beda. Di Indonesia sendiri, salah satu jenis media proyeksi yang sangat mengglobal dan banyak diproduksi adalah LCD, yaitu alat proyektor yang menghubungkan materi di laptop ke layar proyeksi. LCD juga banyak digunakan pada Lembaga pendidikan, baik pada Lembaga pendidikan Islam maupun non-Islam. Pada dasarnya. Lembaga pendidikan yang berbasis pada Islam memiliki kebijakan dengan menjadikan pelajaran PAI sebagai salah satu mata pelajaran Dalam proses penyampaian materi pembelajaran PAI, guru bisa menggunakan media proyeksi sebagai perantara. Seperti yang kita ketahui, pelajaran PAI memiliki banyak materi dan terkadang memerlukan praktik dalam pembelajarannya. Guru yang mengajarkan materi PAI secara monoton akan menimbulkan kebosanan pada jiwa peserta didik sehingga peserta didik menjadi malas dan tidak bersemangat dalam belajar. Menurunnya minat peserta didik dalam pembelajaran PAI merupakan akibat nyata yang timbul dari permasalahan ini. Maka dari itu, media proyeksi Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin dapat menjadi sebuah solusi bagi guru untuk menyalurkan ilmu kepada peserta didik dengan jalan yang seru dan inovatif (Apriyani: 2017, . Melalui media proyeksi, guru dapat membangkitkan semangat peserta didik. Selain itu, materi yang disampaikan akan menjadi lebih mudah dicerna dan diterima oleh peserta didik. Salah satu materi PAI yang digunakan sebagai contoh nyata dari pelaksanaan media proyeksi dalam pembelajaran PAI ialah materi Haji dan Umroh. Pada bab ini, peserta didik akan mendapat materi umum mengenai pelaksanaan haji dan umroh. Materi haji dan umroh tergolong banyak dan bersifat verbal untuk dijelaskan sehingga dapat membuat peserta didik mudah bosan. Penyampaian materi haji dan umroh menggunakan media proyeksi bisa mengusir kebosanan dengan menampilkan slide berisi materi yang sudah dirancang dengan kreatif. Selain itu, guru juga bisa menampilkan video tentang tata cara pelaksanaan rukun-rukun umroh dan haji seperti tawaf, saAoi, tahallul, dan sebagainya. Cara ini dapat meningkatkan daya ingat peserta didik dan membuat peserta didik seakan-akan ikut sedang melaksanakan umroh ataupun haji. Untuk membuatnya menjadi lebih menarik, guru juga bisa memutar sebuah video mengenai lagu tentang pelaksanaan haji dan umroh. Begitu juga dengan materi akhlak terpuji. Pada bab ini, ada lebih dari satu akhlak terpuji yang harus dikuasai oleh peserta didik. Guru bisa menyampaikan satu per satu penjelasan mengenai akhlak terpuji dengan menggunakan slide yang menarik dan dipenuhi gambar sesuai dengan tema akhlak terpuji tersebut. Pelaksanaan media proyeksi pada pembelajaran PAI juga berperan di luar dari dua materi yang disebutkan di atas. Seperti hal nya pada materi tata cara berwudhu, shalat, makanan halalharam, dan sebagainya. Selain mudah dan menyenangkan, media proyeksi termasuk salah satu media yang minim biaya. Guru tidak perlu mengeluarkan biaya besar secara kontan dalam membuat materi untuk pembelajaran PAI, tapi cukup dengan mengeluarkan kreatifitasnya dalam merancang materi untuk peserta didik (Hasibuan: 2016, 22-. Pentingnya Media Proyeksi dalam Pembelajaran PAI Dewasa ini, banyak peserta didik yang menganggap sepele pelajaran PAI. Salah satu penyebabnya ialah karena pelajaran PAI memiliki materi yang banyak tetapi penyampaiannya tidak menarik. Mengutip dari blog SmartSurfaces. uk yang ditulis oleh kumpulan orang berpendidikan dari Inggris, media proyeksi terbukti memiliki peran besar dalam mengubah suasana dan kondisi belajar di kelas. Dengan media proyeksi, kelas yang gelap dan kosong bisa 214 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin berubah menjadi hidup karena pancarannya yang menarik dan dapat meningkatkan semangat serta daya tangkap peserta didik. Seperti yang telah diulas di atas, media proyeksi dapat menjadi alat pengusir kebosanan peserta didik dalam belajar. Di samping itu, layarnya yang memiliki dimensi besar dapat dimanfaatkan sebagai pengganti papan tulis, namun lebih berwarna dan bervariasi daripada papan tulis biasanya. Mengingat pelajaran PAI sangat penting untuk dikuasai setiap individu dalam menjalani kehidupan sehari-hari, maka pelajaran ini harus diminati dan mudah dipahami peserta didik. Keberadaan media proyeksi dalam proses penyampaiannya akan menjadi salah satu faktor naiknya minat belajar peserta didik dalam pembelajaran PAI. Selain berperan besar terhadap peserta didik, media proyeksi juga berperan dalam meningkatkan kreatifitas seorang guru. Guru yang kreatif akan berpengaruh pada seberapa besar perhatian peserta didik terhadap materi yang disampaikannya. Pada kejadian praktik lapangan, banyak guru PAI yang sering dianggap tidak menyenangkan dan membosankan serta ketinggalam zaman. Nah, guru PAI yang menyampaikan materi menggunakan media proyeksi, secara tidak langsung AudipaksaAy untuk terus beradaptasi dengan teknologi dan memanfaatkannya sebaik mungkin untuk membuat materi pembelajaran. Dengan ini, guru bisa berperan dalam mewujudkan generasi Indonesia yang cerdas dan tidak buta teknologi. Media Proyeksi Harus Dikembangkan Media memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan atau informasi dari sumber kepada penerima. Beberapa definisi dari berbagai sumber menggambarkan media sebagai alat atau perantara yang berfungsi untuk mengantarkan pesan. Menurut Bovee, seperti yang disampaikan oleh Sanaky . , media adalah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan. Pendapat lain dari Sadiman, yang dikutip oleh Musfiqon . , menyebutkan bahwa media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Dengan kata lain, media berperan sebagai fasilitas komunikasi yang menghubungkan antara komunikator . engirim pesa. dengan komunikan . enerima pesa. Dalam konteks pembelajaran. Daryanto . mendefinisikan media pembelajaran sebagai segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan dengan tujuan merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan Komponen media dalam lingkungan pembelajaran dapat merangsang motivasi, minat, dan perhatian siswa. Motivasi, minat, dan perhatian yang meningkat dapat memberikan dampak positif pada penerimaan materi pembelajaran oleh peserta didik. Keterkaitan dengan PAI Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Dari penuturan siswa dan guru di Mts Taufiqiyatul Asna, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media, khususnya media LCD, memiliki dampak positif dalam pembelajaran. Siswa menyatakan bahwa pembelajaran menjadi lebih menarik dan pemahaman materi meningkat karena adanya gambar-gambar yang ditampilkan. Hal ini mencerminkan antusiasme siswa terhadap penggunaan media dalam pembelajaran. Penggunaan media LCD juga dipilih karena memiliki kelebihan dalam proses penggunaan dan hasil pembelajaran. Media proyeksi, seperti LCD, dianggap mudah dioperasikan oleh guru, praktis, dan tidak memerlukan prosedur teknik yang sulit. Dari sisi hasil, penggunaan media ini dapat menyampaikan pesan dengan mudah, memudahkan pemahaman materi oleh peserta didik, dan tidak menimbulkan bias media. Langkah-langkah yang disiapkan oleh guru sebelum memulai pembelajaran dengan media mencakup persiapan materi, koordinasi dengan siswa untuk mengamati media, dan menyimpulkan hasil pembelajaran sesuai dengan penjelasan guru melalui media yang digunakan. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media tidak dilakukan secara sembarangan, tetapi melalui persiapan dan koordinasi yang matang. Guru juga menjelaskan bahwa setelah penggunaan media, langkah selanjutnya adalah menindaklanjuti hasil dengan tes lisan atau tulisan. Jika diperlukan, dilakukan remidi atau pengayaan sesuai dengan kebutuhan siswa. Dalam pelaksanaan penggunaan media, guru mengikuti pedoman yang telah ditentukan, yang mencakup pemilihan media yang sesuai dengan materi dan fungsinya. Kesimpulan Media pembelajaran memainkan peran penting sebagai salah satu komponen utama dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Fungsi utama media pembelajaran adalah menjadi perantara atau perantara dalam proses pembelajaran, membantu peserta didik memahami materi yang disampaikan oleh pendidik, serta memberikan dukungan dalam memahami konsep atau keterampilan yang diajarkan. Pemanfaatan media pembelajaran seharusnya menjadi fokus perhatian guru atau fasilitator dalam setiap kegiatan pembelajaran. Pemilihan dan penggunaan media yang tepat dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran dan membantu mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih baik. Guru atau fasilitator perlu mempelajari cara menetapkan dan menggunakan media pembelajaran agar dapat mengoptimalkan pencapaian tujuan pembelajaran dalam proses belajar 216 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Hal ini melibatkan pemahaman tentang jenis media pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan, kebutuhan peserta didik, dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Jenis Media Proyeksi : Media proyeksi diam Film bingkai Slide Film rangkai Proyektor transparan (OHP) Proyektor tak tembus pandang Mikrofis. Media proyeksi gerak LCD Film gelang Televisi Komputer Penggunaan proyektor atau media proyeksi dalam pembelajaran diikuti dengan langkahlangkah penindaklanjutan yang sistematis. Setelah penggunaan media, guru melakukan evaluasi terhadap pemahaman siswa dengan menggunakan tes lisan atau tulisan. Guru kemudian melihat hasil nilai siswa untuk menilai sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi yang disampaikan melalui media proyeksi. Jika hasil evaluasi menunjukkan adanya kebutuhan remidi, guru akan mengadakan sesi remidi untuk memberikan bantuan tambahan kepada siswa yang membutuhkannya. Sebaliknya, jika siswa sudah memahami materi dengan baik, langkah selanjutnya adalah melakukan pengayaan untuk memberikan materi lebih lanjut atau materi yang lebih mendalam kepada siswa yang memiliki pemahaman lebih tinggi. Daftar Pustaka Apriyani. Dwi Dani. AuPengaruh Penggunaan Media Proyeksi,Ay Jurnal Formatif. Arsyad. Azhar. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Press. Apriyani Dwi. PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PROYEKSI TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA, 2017 : 116-118 Cahyadi Ani. Pengembangan media dan sumber belajar teori dan prosedur, 2019 : 3-6 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Departemen Pendidikan Nasional RI. Panduan Penyusunan Silabus. Jakarta: Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Elihimi. AuPembelajaran Kooperatif Model Think Pair Share Dunia Iptek,AyJournal. Uncp. Ac. Id. Hasibuan. AuImplementasi Media Pembelajaran Dalam Pendidikan Agama Islam. Ay DarulAoIlmi: JurnalIlmuKepenedidikan dan Keislaman. Hafid. Abd, sumber dan media pembelajaran, vol. 2 no. 6, 2011 : 70 Indriana. Dina. Ragam Alat Bantu Media Pembelajaran. Yogyakarta: DIVA Press. Mahmud. Metode Penelitian Pendidikan. CV Pustaka Setia. Bandung, 2011, hlm. Munadi. Yudhi. Media Pembelajaran: Sebuah Pendekatan Baru. Jakarta Selatan: GP Press Group Musfiqon. Hm. Panduan Lengkap Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT. Prestasi Pustaka Raya