Jurnal Sinergitas PkM dan CSR. Vol. No. April 2025 DOI: http://dx. org/10. 19166/jspc. p-ISSN: 2528-7052 | e-ISSN:2528-7184 PELATIHAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DAN PENDEKATAN INTERDISIPLINER DALAM PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P. DI KOMUNITAS GURU BELAJAR SMAN 86 JAKARTA Debora Pratiwi Sibarani 1. Wiputra Cendana 2. Juliana Tirza 3. Adventina Situngkir 4 Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Pelita Harapan e-Mail: wiputra. cendana@uph. Abstrak Tujuan utama penelitian ini adalah untuk membahas dan menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka dalam konteks penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. melalui pelatihan pembelajaran berdiferensiasi dan pendekatan interdisipliner bagi para guru. Pelatihan tersebut dilakukan dengan mendalami konsep dan prinsip dasar Kurikulum Merdeka, serta bagaimana strategi pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar beragam siswa. Selain itu, penelitian ini membahas pentingnya pendekatan interdisipliner dalam menciptakan pengalaman pembelajaran yang holistik dan kontekstual di kelas. Instrumen penelitian yang digunakan mencakup observasi di sekolah, kuesioner yang disebarkan kepada guru, serta wawancara mendalam dengan guru dan ahli kurikulum untuk mengumpulkan data tentang implementasi pembelajaran berdiferensiasi dan pendekatan interdisipliner di sekolah. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pembelajaran berdiferensiasi dan pendekatan interdisipliner terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa, serta penguatan Profil Pelajar Pancasila. Namun metode dan pendekatan pembelajaran ini belum dapat diimplementasikan oleh guru secara maksimal sehingga penelitian ini dapat menjadi rekomendasi dalam meningkatkan efektivitas implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya dalam pelaksanaan P5. Kata kunci: pelatihan P5. pembelajaran berdiferensiasi. pendekatan interdisipliner. Kurikulum Merdeka PENDAHULUAN Pandemi Covid-19 yang tiba-tiba menyerang seluruh bagian dunia telah memaksa sekolah untuk mengubah metode pembelajaran dari tatap muka menjadi tatap maya secara drastis dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Guru dan murid dipaksa untuk menguasai dan memanfaatkan teknologi secara maksimal secara cepat dan tepat guna. Akibatnya setelah pandemi mereda pun, banyak masalah pembelajaran jarak jauh yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi sekolah untuk dibereskan berkenaan dengan kualitas pembelajaran murid, sistem penilaian yang tidak menyeluruh, dan hasil lulusan sekolah yang terbiasa dengan pembelajaran jarak jauh (Fajar, dkk. , 2. Selain itu, berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilaksanakan terhadap Kurikulum 2013, terdapat beberapa hambatan lain yang belum terakomodasi oleh implementasi kurikulum darurat yang digunakan selama pandemi Covid-19 menyerang, di antaranya (Aditomo, 2. kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum 2013 terlalu luas sehingga sulit dipahami dan diimplementasikan oleh guru, . pendekatan tematik dan mata pelajaran membatasi guru dan siswa dalam merancang pembelajaran, . mata pelajaran informatika bersifat pilihan dan struktur kurikulum membatasi murid dalam memilih pelajaran di luar peminatannya. Jurnal Sinergitas PkM dan CSR. Vol. No. April 2025 DOI: http://dx. org/10. 19166/jspc. p-ISSN: 2528-7052 | e-ISSN:2528-7184 Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD, 2. melakukan kajian terhadap proses perubahan rancangan . kurikulum di beberapa negara dan mensintesiskan prinsip-prinsip perancangan kurikulum yang dinilai efektif dan mendorong proses yang sistematis dan akuntabel. Prinsip-prinsip tersebut terbagi dalam empat kelompok sesuai ruang lingkup dimana prinsip-prinsip tersebut perlu diaplikasikan: . menekankan pada fokus, keajegan, dan koherensi dalam standar capaian dalam setiap disiplin ilmu, . kemampuan untuk transfer kompetensi, interdisipliner, dan pilihan pada seluruh disiplin ilmu, . mempertahankan keaslian atau otentisitas, fleksibilitas, dan keselarasan dalam membuat kebijakan kurikulum, dan . melakukan pelibatan . , keberdayaan atau kemerdekaan siswa, dan keberdayaan atau kemerdekaan guru dalam proses kerja perancangan kurikulum. Dalam meresponi dan mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan tersebut, pemerintah merancang Kurikulum Merdeka untuk mendorong perubahan paradigma yang menguatkan kemerdekaan guru sebagai pemegang kendali dalam proses pembelajaran, melepaskan kontrol standarstandar yang terlalu mengikat dan menuntut proses pembelajaran yang homogen di seluruh satuan pendidikan di Indonesia, dan menguatkan student agency, yaitu hak dan kemampuan peserta didik untuk menentukan proses pembelajarannya melalui penetapan tujuan belajarnya, merefleksikan kemampuannya, serta mengambil langkah secara proaktif dan bertanggung jawab untuk kesuksesan dirinya (Aditomo, 2. Lebih lanjut lagi dijelaskan oleh (Alimmudin, 2. bahwa melalui kurikulum ini diharapkan dapat mengatasi kemunduran belajar dengan cara memberikan kebebasan bagi siswa dalam pelaksanaan pembelajaran dan bagi guru untuk menemukan dan menguatkan potensi siswa melalui fokus pada nilai-nilai esensial. Kebijakan implementasi Kurikulum Merdeka yang diatur oleh pemerintah tentunya memunculkan tantangan bagi para guru yang menjadi ujung tombak keberhasilan pendidikan di Indonesia. Para guru harus selalu meningkatkan empat kompetensi inti sebagai pendidik sesuai Undang Undang nomor 14 tahun 2015, yaitu: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Peningkatan kompetensi inti tersebut membuat guru menjadi lebih peka terhadap perubahan zaman sehingga mampu beradaptasi dalam dengan perubahan dan mampu menciptakan peluang positif yang mendukung pembelajaran bagi peserta didik. Implementasi konsep merdeka belajar dalam Kurikulum Merdeka mendorong peran guru dalam mengembangkan kurikulum dan proses pembelajaran yang berlaku sehingga sesuai dengan kebutuhan siswa di masyarakat yang hal ini juga dipertegas kembali oleh (Arpianti. Jusmawati. Iskandar , & Supardi, 2. Guru sebagai sumber belajar perlu dapat memahami psikologi siswa, menerapkan metode dan strategi pembelajaran yang efektif, serta menyusun konten pembelajaran secara kolaboratif bersama rekan guru lainnya (Hehakaya & Pollatu, 2. Namun dalam penelitian sebelumnya (Hehakaya & Pollatu, 2. , terdapat beberapa problematika yang dihadapi para guru dalam mengimplentasikan Kurikulum Merdeka di antaranya, yaitu: guru kurang menguasai dan belum mampu mengikuti perkembangan teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran, guru belum mampu membimbing pembelajaran yang sesuai dengan bakat minat siswa, serta guru belum mampu melakukan diferensiasi konten, proses, dan produk pembelajaran untuk memfasilitasi heterogenitas kemampuan belajar siswa di dalam kelas. Basri dan Rusdiana . 5: . mengemukakan bahwa In-House Training adalah program pelatihan yang diselenggarakan di tempat peserta pelatihan atau di sekolah dengan Jurnal Sinergitas PkM dan CSR. Vol. No. April 2025 DOI: http://dx. org/10. 19166/jspc. p-ISSN: 2528-7052 | e-ISSN:2528-7184 mengoptimalkan potensi-potensi yang ada di sekolah dengan menggunakan peralatan kerja peserta pelatihan dan materi yang relevan dengan permasalahan yang sedang dihadapi, sehingga peserta diharapkan dapat lebih mudah menyerap dan mengaplikasikan materi untuk menyelesaikan dan mengatasi permasalahan yang dialami dan mampu secara langsung meningkatkan kualitas dan kinerjanya. Tidak hanya bagi siswa, namun metode ini juga memiliki dampak signifikan terhadap guru yaitu meningkatkan dan melatih kemampuan guru dalam menciptakan peningkatan siswa yang lebih kompeten dan efektif (Astuti. Slameto, & Dwikurnaningsih, 2. Keterlibatan aktif siswa dalam pembelajran merupakan hal yang sangat penting sehingga guru harus siap mendampingi siswa dalam aspek-aspek seperti dukungan emosional dan akademik sebagai inspirator atau motivator siswa untuk mencapai kondisi tersebut (Mokoagow, 2. Program pelatihan dan pendampingan In-House Training Implementasi Kurikulum Merdeka ini diharapkan dapat menjawab permasalahan yang dihadapi para guru dalam meningkatkan kompetensi inti sebagai pendidik sehingga dapat mempersiapkan diri dalam melaksanakan Kurikulum Merdeka di kelas sehingga dapat mendorong kemampuan siswa dalam pembelajaran mandiri, memaksimalkan potensi dan minat siswa, serta mewujudkan profil pelajar Pancasila yang mampu bersaing dalam menghadapi perubahan zaman. Gambar 1. Audiensi ke SMAN 86 Jakarta SMAN 86 Jakarta terletak di Jl. Bintaro Permai IV No. RT. 8/RW. Bintaro. Kec. Pesanggrahan. Kota Jakarta Selatan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12330 yang merupakan sekolah negeri yang berdiri sejak tahun 1986 dengan akreditasi terakhir AuAAy. Sekolah ini memiliki 38 tenaga pendidik berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan honorer. Setiap kelas berisi 35-36 murid dengan 6 kelas 3paralel 33di setiap level kelas 10, 11, dan 12. Dengan jumlah peserta didik yang mencapai lebih dari 650 murid. SMAN 86 Jakarta memiliki potensi besar dalam mendidik generasi muda yang mampu memadukan kemampuan kognitif . , kecerdasan 3 emosional . , kemauan untuk belajar, bersikap, dan mengambil tindakan 333. isposisi atau afekti. untuk melakukan perubahan. Walaupun SMAN 86 Jakarta adalah sekolah penggerak yang sudah lebih dulu mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, namun SMAN 86 Jakarta masih belum familiar dengan pembelajaran berdifirensiasi dan pendekatan interdisciplinary untuk pembelajaran di kelas-kelasnya. SMAN 86 Jakarta juga memiliki komunitas belajar yang beranggotakan SMA Kartika X-1 yang baru mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di tahun kedua. SMA Charitas yang baru akan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di tahun ini, dan Jurnal Sinergitas PkM dan CSR. Vol. No. April 2025 DOI: http://dx. org/10. 19166/jspc. p-ISSN: 2528-7052 | e-ISSN:2528-7184 Singapore Intercultural School Bona Vista yang juga baru tahun ini akan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di tiga mata Pelajaran wajib pemerintah, yaitu Pendidikan Kewarganegaraan. Bahasa Indonesia, dan Agama. Melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan implementasi Kurikulum Merdeka di komunitas sekolah SMAN 86 Jakarta. Tim PkM berharap guru-guru di sana mendapatkan pembekalan yang cukup untuk memahami konsep dan teknis pelaksanaan Kurikulum Merdeka yang sesuai dengan kebutuhan siswa, 4 menyusun 4 4 program dan perangkat pembelajaran sesuai Kurikulum Merdeka, serta memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar yang disediakan oleh pemerintah. Sebagai sekolah pilot dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. SMAN 86 Jakarta harus dapat menjadi contoh bagi komunitas sekolah lainnya dalam memberikan inovasi pembelajaran yang lebih menantang dan bervariasi kepada peserta didik. Hal ini tentunya memberikan tantangan yang besar bagi guru-guru di SMAN 86 Jakarta untuk dapat mengimpelemtasikan pembelajaran berdiferensiasi dan pendekatan interdisipliner dalam pembelajaran di kelas sehingga dapat memenuhi kebutuhan setiap peserta didik sesuai dengan tujuan Kurikulum Merdeka. Dalam menjawab tantangan-tantangan tersebut, pihak SMAN 86 Jakarta meminta dosendosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pelita Harapan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada guru-guru yang tergabung dalam komunitas belajar bersama 44SMAN 86 Jakarta yang berjumlah 25 guru untuk mengimplemtasikan Kurikulum Merdeka. Pelatihan yang akan diberikan oleh tim pengabdian kepada masyararakat 4444(PKM) akan mencakup materi tentang . Pemahaman Konsep dan Teknis Pelaksanaan Kurikulum Merdeka dan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP), . Penyusunan Program Implementasi Kurikulum Merdeka, . Penyusunan Rencana Pembelajaran (RPP) dan Modul Ajar, dan . Penyusunan Perangkat Pembelajaran serta Memandu Praktek Penggunaan Platform Merdeka Mengajar (PMM). Sedangkan pendampingan yang akan diberikan akan berlangsung selama satu semester kepada guru-guru di SMAN 86 Jakarta untuk memastikan mereka dapat dengan mudah memahami implementasi Kurikulum Merdeka yang berfokus pada kompetensi dan karakter semua peserta didik secara fleksibel, selaras, dan bergotong royong (Alanur. Jamaludin, & Amus, 2. Sehingga pada akhir semester dapat dilakukan evaluasi terhadap implementasi Kurikulum Merdeka di kelas-kelas dengan memperhatikan hasil kajian dan umpan balik pada saat implementasi di kelas. Setelah memberikan sesi pelatihan dan melakukan pendampingan. Tim PKM mengobservasi kurangnya pemahaman guru-guru di komunitas belajar sekolah-sekolah 4bersama 4SMAN 86 Jakarta akan pembelajaran berdiferensiasi di kelas dengan peserta didik dengan level pengetahuan dan keterampilan yang berbeda-beda. Selain itu. Tim PkM juga mengobservasi bahwa guru-guru tidak terbiasa menggunakan serta pendekatan interdisipliner yang dapat digunakan dalam membimbing peserta didik membuat Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. sebagai asesmen summative pada tiap semester. Oleh karena itu. Tim PkM membuat webinar 4besama 4ahli Kurikulum Merdeka dan ahli Platform Merdeka Mengajar untuk memberikan pemahaman tentang konsep tersebut dan keterampilan dalam merancang pembelajaran berdiferensiasi dan mengimplementasikan pendekatan interdisipliner dalam P5 Kurikulum Merdeka. METODE Jurnal Sinergitas PkM dan CSR. Vol. No. April 2025 DOI: http://dx. org/10. 19166/jspc. p-ISSN: 2528-7052 | e-ISSN:2528-7184 Setelah berdiskusi dengan mitra, metode pelaksanaan pelatihan untuk mengatasi permasalahan implementasi Kurikulum Merdeka di SMAN 86 Jakarta melibatkan 5langkah5langkah berikut: Perencanaan Program Pelatihan: Tim PkM merancang program pelatihan yang komprehensif berdasarkan analisis kebutuhan dan tujuan yang telah ditetapkan. Program pelatihan mencakup pemahaman materi tentang: . Pemahaman Konsep dan Teknis Pelaksanaan Kurikulum Merdeka dan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP), . Penyusunan Program Implementasi Kurikulum Merdeka, . Penyusunan Rencana Pembelajaran (RPP) dan Modul Ajar, dan . Penyusunan Perangkat Pembelajaran serta Memandu Praktek Penggunaan Platform Merdeka Mengajar (PMM). Pembelajaran Interaktif: Pelatihan diselenggarakan dalam dua sesi pertemuan interaktif yang melibatkan para peserta secara aktif. Ini termasuk presentasi, diskusi kelompok, dan studi kasus untuk mendalamkan pemahaman mereka tentang prinsipprinsip Kurikulum Merdeka dan aplikasinya dalam pengajaran. Pelatihan dihadiri oleh 25 guru-guru dari komunitas belajar 5 bersama 5 SMAN 86 Jakarta yang beranggotakan SMA Kartika X-1 Jakarta Barat. SMA Charitas Jakarta Selatan, dan Singapore International School Bona Vista Jakarta Selatan. Seminar Guru dan Siswa: Seminar digunakan untuk memberikan pengalaman langsung dalam menerapkan metode pembelajaran yang efektif. Para peserta yang terlibat tidak hanya guru tetapi juga para peserta didik yang belajar menggunakan Kurikulum Merdeka. Hal ini dilakukan supaya guru-guru dapat melihat praktik mengimplementasikan Kurikulum M5erdeka 5di kelas. Para peserta didik turut hadir dalam sesi pembelajaran 5 bersama 5 Tim PkM untuk mempersiapkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. dengan topik Bhinneka Tunggal Ika dan Pemimpin yang Berkualitas. Konsultasi dan Pembimbingan: Para peserta guru juga diberikan kesempatan untuk berkonsultasi dan mendapatkan pembimbingan dari Tim PkM serta fasilitator pelatihan untuk memecahkan masalah yang mereka hadapi dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran berdasarkan Kurikulum Merdeka. Hal ini membantu mereka mengatasi hambatan praktis yang mungkin mereka hadapi di kelas secara Dalam sesi ini. Tim PkM mengundang Bapak Kalvin Sandabunga. Pd. Ed. sebagai Fasilitator Calon Guru Penggerak dan Bapak Muhammad Zamrud Al Firdaus. Pd. dari Tim Ahli Teknologi. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Kemendikbudristek untuk memberikan konsultasi dan pembimbingan, khususnya mengenai topik pembelajaran berdiferensiasi dan pendekatan interdisipliner dalam membimbing murid membuat Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Evaluasi dan Umpan Balik: Setiap sesi pelatihan diikuti oleh sesi evaluasi dan umpan balik, di mana para peserta akan memberikan masukan tentang keberhasilan pelatihan, area yang perlu diperbaiki, dan dukungan apa yang mereka butuhkan selanjutnya. Hal ini juga memastikan bahwa program pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik para guru melalui survei, wawancara, dan observasi di kelas. Dengan menggunakan metode ini, diharapkan pelatihan akan memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi para guru di SMA Kristen Tunas Muda, memungkinkan mereka Jurnal Sinergitas PkM dan CSR. Vol. No. April 2025 DOI: http://dx. org/10. 19166/jspc. p-ISSN: 2528-7052 | e-ISSN:2528-7184 untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam menerapkan metode pembelajaran yang efektif sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Tabel 1. Jadwal Kegiatan PkM bersama SMAN 86 Jakarta No. Kegiatan Penerimaan proposal Persiapan kegiatan Pelatihan awal guru Pelatihan lanjutan guru Pendampingan guru Pendampingan guru dan Konsultasi 6dengan 6ahli Evaluasi kegiatan Pembuatan LPJ HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Sesi Pelatihan Guru Pada Rabu, 20 September 2023, telah dilaksanakan satu sesi penting terkait implementasi Kurikulum Merdeka yang dihadiri oleh 38 guru. Topik pertama pel6atihan pada pemahaman konsep dan teknis pelaksanaan Kurikulum Merdeka, di mana para peserta mendapatkan pelatihan dan latihan 66terbimbing selama 4 jam 6pelajaran 66(JP). Topik kedua membahas penyusunan program implementasi Kurikulum Merdeka, yang juga dilaksanakan dengan pelatihan dan 6latihan 6terbimbing oleh Tim PkM. Kegiatan ini dilakukan secara onsite untuk memastikan interaksi langsung dan pembimbingan intensif bagi para peserta guru di SMAN 86 Jakarta. Sesi pelatihan awal ini dilakukan untuk melihat pemahaman guru akan Kurikulum Merdeka dan bagaimana implementasi yang sudah dilakukan oleh para guru di kelas. Selanjutnya di hari Selasa, 10 Oktober 2023, sesi pelatihan dilanjutkan dengan topik penyusunan Rencana Pembelajaran (RPP) dan Modul Ajar, serta penyusunan perangkat pembelajaran dan praktek penggunaan Platform Merdeka Mengajar (PMM). Sesi ini dilaksanakan dengan pelatihan dan latihan 66terbimbing selama 8 JP secara onsite. Fokus utama dari sesi ini adalah memberikan pemahaman mendalam tentang penyusunan materi ajar yang efektif dan penggunaan platform digital dalam mendukung pembelajaran guru di Peserta yang hadir tidak hanya datang 6dari SMAN 86 Jakarta, tetapi juga dihadiri guru-guru dari komunitas belajar sekolah dari SMA Kartika X-1 Jakarta Barat. SMA Charitas Jakarta Selatan, dan Singapore International School Jakarta Selatan. Sebanyak 25 guru hadir dalam sesi pelatihan ini dan Tim PkM menemukan bahwa para guru belum familiar dengan pembelajaran diferensiasi di dalam kelas dan pendekatan interdisipliner dalam membimbing siswa membuat Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Oleh karena itu. Tim PkM sepakat melakukan pendampingan, meliputi wawancaran dan observasi, untuk melihat bagaimana dua metode ini diimplementasikan dalam pembelajaran di sekolah. Jurnal Sinergitas PkM dan CSR. Vol. No. April 2025 DOI: http://dx. org/10. 19166/jspc. p-ISSN: 2528-7052 | e-ISSN:2528-7184 Gambar 2. Pelatihan Guru dari Komunitas Belajar SMAN 86 Jakarta Pelaksanaan Sesi Pendampingan Guru dan Siswa Pada hari Kamis, 9 November 2023. Tim PkM melakukan kegiatan pendampingan guru dan siswa pada proyek penguatan Profil Pengajar Pancasila (P. dilaksanakan dengan fokus pada praktek mengajar selama 6 JP. Pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam proses pembelajaran sehari-hari, melalui pendekatan langsung di kelas. Tim PkM melakukan observasi terlebih dahulu pada proses pelaksanaan P5 di kelas, kemudian melakukan wawancara mendalam kepada beberapa guru dan siswa berkenaan dengan implementasi Kurikulum Merdeka yang sudah dilakukan sampai akhir semester ini. Tim PkM mencatat kebutuhan selanjutnya yang dapat diakomodasi pada kegiatan-kegiatan pendampingan berikutnya serta memberikan masukan akan implementasi yang sudah dilakukan di SMAN 86 Jakarta. Kegiatan pendampingan lanjutan dilakukan pada hari Selasa, 16 Januari 2024 berfokus pada penguatan topik Bhinneka Tunggal Ika untuk persiapan pembuatan P5 melalui pelatihan dan latihan terbimbing kepada guru dan siswa selama 4 JP. Pendampingan ini dilaksanakan secara onsite dan dirancang untuk meningkatkan kesadaran serta pemahaman guru dan siswa tentang pentingnya keberagaman dalam konteks Pendidikan yang harus dimunculkan pada pembuatan P5 pada semester berjalan. Kegiatan ini diikuti oleh para guru dan siswa kelas 11 dari 6 paralel kelas sebanyak 200 lebih siswa SMAN 86 Jakarta. Gambar 2. Pendampingan Lanjutan Ae Topik Bhinneka Tunggal Ika Selanjutnya pada hari Jumat, 26 April 2024, sesi pendampingan kepada guru dan siswa dilakukan dengan topik Pemimpin yang Berkualitas di DAoSawah Resort. Bogor. Sesi pertama Jurnal Sinergitas PkM dan CSR. Vol. No. April 2025 DOI: http://dx. org/10. 19166/jspc. p-ISSN: 2528-7052 | e-ISSN:2528-7184 mengenai topik Pemimpin yang Berkualitas, di mana kegiatan pendampingan dan latihan terbimbing berlangsung selama 6 JP secara onsite dihadiri oleh para guru dan 40 siswa yang terpilih sebagai bagian dari Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMAN 86 Jakarta. Melalui seminar ini, diharapkan siswa mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang baik tentang pentingnya menjadi pemimpin yang berkualitas sehingga mereka dapat menjadi contoh yang baik bagi siswa lainnya. Selain itu, kegiatan ini juga mendoro para guru untuk dapat mengimplementasikan Kurikulum Merdeka tidak hanya dalam pembelajaran di kelas tetapi juga di luar kelas dalam kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti siswa. Gambar 3. Sesi Tanya Jawab Pelaksanaan Sesi Konsultasi dengan Ahli Kurikulum Merdeka Selanjutnya pada hari Jumat, 26 April 2024 juga diadakan sesi webinar tentang pembelajaran berdiferensiasi dan pendekatan interdisipliner dalam proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. yang dilaksanakan secara online dengan durasi 4 JP. Webinar ini juga mencakup sesi pelatihan dan konsultasi untuk membantu guru dalam menerapkan strategi pembelajaran yang lebih adaptif dan terpadu dipandu oleh para ahli Kurikulum Merdeka. Tim PkM berkolaborasi dengan Bapak Kalvin Sandabunga. Pd. Ed. sebagai Fasilitator Calon Guru Penggerak dan Bapak Muhammad Zamrud Al Firdaus. Pd. dari Tim Ahli Teknologi. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Kemendikbudristek untuk membantu para guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di kelas. Webinar ini didukung penuh oleh SMAN 86 Jakarta dan dihadiri oleh 45 guru dari berbagai sekolah di Indonesia. Pada akhir webinar. Tim PkM membagikan survei untuk diisi oleh peserta untuk mengukur Tingkat keberhasilan kegiatan dan manfaat yang didapatkan oleh peserta webinar. Seluruh kegiatan ini dirancang untuk mendukung dan memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka serta penguatan profil pelajar dan pengajar Pancasila melalui berbagai bentuk pelatihan dan pendampingan yang intensif dan berkelanjutan. Jurnal Sinergitas PkM dan CSR. Vol. No. April 2025 DOI: http://dx. org/10. 19166/jspc. p-ISSN: 2528-7052 | e-ISSN:2528-7184 Diagram 1. Hasil survei mengenai relevansi materi dengan kompetensi guru Diagram 2. Hasil survei mengenai kompetensi pembicara Diagram 3. Hasil survei mengenai materi pembelajaran diferensiasi Jurnal Sinergitas PkM dan CSR. Vol. No. April 2025 DOI: http://dx. org/10. 19166/jspc. p-ISSN: 2528-7052 | e-ISSN:2528-7184 Diagram 4. Hasil survei mengenai materi pendekatan interdisipliner Diagram-diagram di atas menunjukkan hasil survei evaluasi kegiatan webinar pembelajaran diferensiasi dan pendekatan interdisipliner yang diisi oleh sebagian peserta webinar. Hasil survei menunjukkan bahwa materi webinar yang dibawakan oleh pebicara relevan dengan kompetensi peserta sebagai guru dan pembicara yang membawakan materi juga kompeten di Selain itu, materi webinar juga memberikan pemahaman yang lebih baik kepada para peserta dan memperkaya peserta dalam membimbing siswa selama proses pembuatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini secara keseluruhan bermanfaat bagi peserta guru dalam upaya mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dengan lebih baik lagi di sekolah. SIMPULAN DAN IMPLIKASI Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka melalui pembelajaran berdiferensiasi dan pendekatan interdisipliner terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa serta memperkuat Profil Pelajar Pancasila. Namun, implementasi penuh dari metode ini masih menghadapi tantangan, terutama terkait kurangnya pemahaman guru. Oleh karena itu, pelatihan dan pendampingan yang lebih mendalam sangat diperlukan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka, sehingga dapat memaksimalkan potensi dan minat peserta didik. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya dukungan yang berkelanjutan dalam bentuk pelatihan berbasis kebutuhan, terutama dalam pembelajaran berdiferensiasi dan interdisipliner, untuk memastikan kesuksesan implementasi Kurikulum Merdeka di berbagai Sejauh ini, guru hanya melihat proyek-proyek sebagai bagian dari pembelajaran dan perlu pemetaan proyek agar lebih bermakna. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih kepada LPPM UPH yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan pelatihan guru ini dapat berlangsung. Adapun dokumen yang diajukan adalah proposal dengan nomor PM-91-TC/VII/2023. DAFTAR REFERENSI Jurnal Sinergitas PkM dan CSR. Vol. No. April 2025 DOI: http://dx. org/10. 19166/jspc. p-ISSN: 2528-7052 | e-ISSN:2528-7184 Aditomo. , dkk. Kajian Akademik: Kurikulum untuk Pemulihan Pembelajaran. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Pembelajaran. Badan Standar. Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi. Basri. & Rusdiana. Manajemen Pendidikan & Pelatihan. Bandung: CV. Pustaka Setia