JTKM . : 110-116 ISOLASI BAKTERI TANAH TERCEMAR MINYAK GORENG BEKAS SEBAGAI AGEN BIODEGRADASI Dinda Almasah Bariyyaha,*. Jilan Fairuza. Evi Roviatia Jurusan Tadris Biologi. Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi. Kota Cirebon *E-mail: dindaab02@gmail. Masuk Tanggal: 3 Juli, revisi tanggal: 7 September, diterima untuk diterbitkan tanggal: 20 Desember 2025 Abstrak Minyak goreng bekas . merupakan limbah rumah tangga yang umum dihasilkan akibat penggunaan berulang dalam proses penggorengan. Pembuangannya secara langsung ke lingkungan, terutama ke tanah, dapat menyebabkan pencemaran yang mengganggu struktur tanah dan keseimbangan mikroorganisme di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri dari tanah tercemar minyak jelantah serta menguji potensi biodegradasinya dalam media garam mineral (MSM) yang mengandung minyak sebagai sumber karbon tunggal. Metode yang digunakan meliputi isolasi bakteri dengan teknik pengenceran bertingkat, identifikasi morfologi koloni dan karakteristik mikroskopis melalui pewarnaan gram, serta uji biodegradasi berdasarkan indikator visual seperti kekeruhan media dan penyebaran minyak selama 14 hari inkubasi. Hasil menunjukkan dua isolat bakteri Gram positif dengan morfologi sel basil (Isolat A) dan coccus (Isolat B), yang keduanya mampu tumbuh dalam media MSM. Isolat A menunjukkan aktivitas degradasi yang lebih tinggi dibandingkan Isolat B, ditunjukkan oleh media yang lebih keruh dan fragmentasi minyak yang lebih merata. Hasil ini mengindikasikan bahwa bakteri lokal dari tanah tercemar minyak memiliki potensi sebagai agen bioremediasi yang ramah lingkungan dalam penanganan limbah minyak goreng bekas secara berkelanjutan. Kata Kunci: Biodegradasi. Minyak goreng bekas. Isolasi bakteri. Gram positif. Bioremediasi Abstract Used cooking oil is a common household waste that is produced due to repeated use in the frying process. Disposal directly into the environment, especially into the soil, can cause contamination that disrupts the soil structure and the balance of microorganisms in it. This study aims to isolate and identify bacteria from soil contaminated with used cooking oil and test their biodegradation potential in mineral salt media (MSM) containing oil as a sole carbon The methods used include bacterial isolation using a multi-stage dilution technique, identification of colony morphology and microscopic characteristics through gram staining, and biodegradation tests based on visual indicators such as media turbidity and oil distribution during 14 days of incubation. The results showed two isolates of Gram-positive bacteria with bacillus cell morphology (Isolate A) and coccus (Isolate B), both of which were able to grow in MSM media. Isolate A showed higher degradation activity than Isolate B, indicated by more turbid media and more even oil fragmentation. These results indicate that local bacteria from oil-contaminated soil have the potential as environmentally friendly bioremediation agents in the sustainable handling of used cooking oil waste. Keywords: Biodegradation. Used cooking oil. Bacterial isolation. Gram positive. Bioremediation PENDAHULUAN Minyak goreng merupakan bahan pangan utama yang digunakan dalam proses memasak, terutama untuk menggoreng. Di Indonesia, sebagian besar minyak goreng bersumber dari minyak kelapa sawit. Masyarakat Indonesia lebih menyukai makanan yang dimasak dengan cara digoreng, hal ini berakibat terhadap penggunaan minyak goreng kelapa sawit terus meningkat setiap tahunnya seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk di Indonesia . Menurut data BPS tahun 2019, dapat diketahui bahwa konsumsi minyak goreng sawit di Indonesia sekitar 10,79 liter/orang dalam kurun waktu satu tahun pada tahun 2018. Angka ini diprediksi terus seiring berjalannya waktu yaitu sebesar 11,09 liter/penduduk selama 1 tahun dan 11,38 liter/tahun di tahun 2019 dan juga tahun 2020 . Seiring dengan peningkatan konsumsi minyak goreng berpotensi menghasilkan minyak goreng bekas . yang semakin banyak. Minyak jelantah merupakan minyak yang telah digunakan berulang kali dalam penggorengan yang umumnya lebih dari dua atau tiga kali . Pembuangan minyak jelantah secara langsung ke tanah masih banyak dijumpai dan menjadi salah satu sumber pencemaran lingkungan. Aktivitas ini dapat mengganggu keseimbangan ekosistem tanah, serta merusak struktur fisik dan komposisi kimia tanah yang dibutuhkan oleh mikroorganisme dan Tanah tidak memiliki kemampuan alami untuk menguraikan minyak jelantah secara efisien, sehingga menyebabkan penyumbatan pori-pori dan pengerasan permukaan tanah . Rumah produksi tahu menjadi salah satu penyumbang limbah minyak jelantah karena menggunakan minyak goreng dalam jumlah besar untuk menggoreng tahu. Umumnya minyak jelantah dibuang langsung ke tanah atau saluran air tanpa pengolahan. Minyak jelantah mengandung senyawa seperti asam lemak bebas, aldehida, dan senyawa peroksida sehingga menyebabkan bau tidak sedap . Salah satu metode penanganan ramah dalam menangani pencemaran adalah bioremediasi. Proses utama dalam teknik bioremediasi yaitu biodegradasi. Biodegradasi merupakan proses alami yang melibatkan menguraikan senyawa organik kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga dapat terurai secara alami di lingkungan tercemar . Penelitian terbaru menunjukkan bahwa bakteri indigenos dari lingkungan tercemar memiliki potensi tinggi dalam proses biodegradasi. Ahmed et al. , . menemukan bahwa isolat Burkholderia dari limbah rumah tangga efektif mendegradasi minyak goreng bekas . Sementara itu. Gao et al. membuktikan bahwa Pseudomonas aeruginosa yang dikultur dengan jelantah sebagai substrat utama mampu memproduksi rhamnolipid, biosurfaktan alami yang mempercepat proses emulsifikasi minyak dalam medium . Beberapa kemampuan adaptasi serta mekanisme khusus untuk menguraikan senyawa hidrokarbon dalam Misalnya hasil isolasi dari lingkungan bengkel menunjukkan bahwa Pseudomonas dan Bacillus merupakan bakteri dominan dengan kemampuan tinggi dalam mendegradasi oli mesin bekas . Proses degradasi hidrokarbon dilakukan melalui reaksi biokimia yang dikatalisis oleh enzim yang dihasilkan oleh mikroorganisme . Sebagai mikroorganisme, bakteri memiliki hidrokarbon dan dikenal sebagai bakteri hidrokarbonoklastik karena memiliki kemampuan mentranspor, dan mendegradasi hidrokarbon dengan cara memotong rantai hidrokarbon menjadi bagian yang lebih sederhana. Jenis bakteri pendegradasi hidrokarbon umumnya berasal dari genus Bacillus. Brevibacillus. Brevibacterium. Arthrobacter. Pseudomonas, dan Alcaligenes . Bakteri hidrokarbonoklastik dapat diisolasi dari lingkungan yang tercemar hidrokarbon . Pemanfaatan bakteri indigenos yakni bakteri yang berasal dari lingkungan tercemar dalam proses biodegradasi hidrokarbon dapat mempersingkat waktu bioremediasi. Keberadaan bakteri pemecah hidrokarbon tersebar luas di berbagai ekosistem terutama pada lingkungan yang telah lama tercemar limbah minyak . Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri dari tanah yang tercemar minyak goreng bekas serta mengamati potensi kemampuan biodegradasinya secara kualitatif melalui indikator visual seperti kekeruhan media dan penyebaran minyak. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan agen hayati untuk bioremediasi limbah minyak goreng di lingkungan secara lebih efisien dan berkelanjutan. PROSEDUR PERCOBAAN Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi cawan petri, labu Erlenmeyer 250 mL, spuit 1 cc, gelas kimia, tabung reaksi, ose kawat, mikroskop, laminar air flow, oven, autoklaf, inkubator, hote plate, vorteks dan bunsen. Bahan yang digunakan terdiri atas sampel tanah tercemar minyak goreng bekas, minyak goreng bekas dari penggorengan berbagai macam makanan di rumah sebanyak 3 kali penggunaan, aquades steril, minyak goreng bekas, media Nutrient Agar (NA), serta media Mineral Salt Medium (MSM) dengan penambahan minyak bekas sebesar 1% sebagai sumber karbon. Pewarnaan Gram dilakukan menggunakan reagen kristal violet, iodine, alkohol 96%, dan safranin. Sterilisasi Alat Alat-alat laboratorium dicuci terlebih dahulu, menggunakan kertas, serta pada bagian mulut wadah ditutup menggunakan sumbat. Selanjutnya dimasukkan ke dalam autoklaf untuk disterilisasi pada suhu 121AC, selama 15 menit. HASIL DAN PEMBAHASAN Identifikasi Bakteri Berdasarkan Morfologi Isolasi bakteri dari tanah yang tercemar minyak goreng menghasilkan berbagai koloni pada media Nutrient Agar (Gambar . Pengambilan Sampel Tanah Sampel tanah diambil dari Halaman Rumah Produksi Tahu di Desa Cipeujeh. Kabupaten Cirebon. Selanjutnya sampel dimasukkan ke dalam botol steril. Pembuatan Media Media Nutrient Agar (NA) sebanyak 2 g dilarutkan dengan 100 mL aquades. Kemudian dituangkan pada cawan petri dan dibiarkan Isolasi Bakteri Isolasi bakteri dari tanah yang terkontaminasi minyak dilakukan dengan pengenceran serial yang ditanam kultur dalam media Nutrient Agar (NA). satu gram tanah dilarutkan dalam 9 mL air suling dan diaduk. Berbagai pengenceran bertingkat 10-1, 10-2A10-10 suspensi disiapkan dan pengenceran 10-10 diaplikasikan ke media NA dan diinkubasi pada suhu 37AC selama 2x24 jam. Identifikasi Bakteri Identifikasi isolat bakteri meliputi . Pengamatan morfologi dilakukan dengan mengamati koloni bakteri yang tumbuh pada media NA (Nutrient Aga. setelah diinkubasi. Bagian yang diamati meliputi bentuk koloni, permukaan, tepi, warna koloni dan elevasi koloni. Pengamatan mikroskopis dilakukan dengan mengambil koloni dari media NA (Nutrient Aga. sebanyak 1 ose, kemudian dilakukan pewarnaan Uji Biodegradasi Media garam mineral (MSM) dibuat dengan melarutkan 1,8 g K2HPO4, 4,0 g NH4Cl, 0,2 g MgSO4. 7H2O, 0,1 g NaCl, 0,01 g FeSO4. 7H2O dalam 1 L Aquades yang ditambahkan 1,0% . minyak goreng bekas . yang bertindak sebagai satu-satunya sumber karbon. Isolat bakteri di ambil 1-2 ose kemudian di inokulum ke dalam media MSM pada labu erlenmeyer 250 mL. Kultur diinkubasi pada suhu 37AC selama 14x24 Jam. Perubahan kekeruhan dan penyebaran minyak diamati sebagai indikator degradasi. Gambar 1. Koloni bakteri hasil isolasi tanah tercemar minyak goreng bekas Hasil pengamatan pada cawan petri menunjukkan bahwa terdapat dua jenis koloni bakteri yang berbeda berdasarkan morfologi makroskopisnya (Gambar . Koloni A memiliki warna putih dengan bentuk tak beraturan . , tepi bergelombang . , permukaan timbul . dan ukuran besar . Koloni B berwarna putih dengan bentuk bulat . , tepi rata . , permukaan timbul . Morfologi yang berbeda menunjukkan bahwa koloni bakteri berasal dari spesies yang berbeda. Identifikasi Mikroskopis Identifikasi mikroskopis dilakukan dengan metode pewarnaan gram untuk mengetahui karakteristik dinding sel dan bentuk morfologi Gambar 2. Isolat A Hasil Pewarnaan Gram Gambar 4. Media MSM inkubasi selama 1x24 jam. Ket: A (Isolat A). B (Isolat B) Gambar 3. Isolat B Hasil Pewarnaan Gram Tabel 1. Hasil Identifikasi Isolat Bakteri Isolat Warna Hasil Klasifikasi Pewarnaan Gram Gram Bentuk Sel Basil Coccus Ungu Ungu Positif Positif Hasil pengamatan menunjukkan bahwa isolat A berwarna ungu dan berbentuk basil . , sedangkan isolat B juga berwarna ungu tetapi berbentuk coccus . Warna ungu menunjukkan bahwa kedua isolat merupakan bakteri gram positif, yang memiliki lapisan peptidoglikan tebal pada dinding selnya, sehingga mampu mempertahankan pewarna kristal violet setelah proses dekolorisasi dengan alkohol. Menurut Hamidah et al. , . Bakteri gram positif memiliki dinding sel berwarna ungu karena mempertahankan warna ungu dari kristal violet. Hal ini disebabkan oleh terbentuknya protein ribonukleat yang dapat mempertahankan warna dasar setelah dilakukan proses pelunturan. Selain itu, bakteri gram positif memiliki dinding sel yang terdiri dari dua lapisan yaitu peptidoglikan yang tebal dan Lapisan peptidoglikan yang tebal inilah yang berperan penting dalam mengikat pewarna kristal violet. Uji Biodegradasi Uji dilakukan dengan menumbuhkan isolat bakteri dalam media MSM yang hanya mengandung minyak goreng bekas sebagai sumber karbon. Gambar 5. Media MSM inkubasi selama 7x24 jam. Ket: A (Isolat A). B (Isolat B) Gambar 6. Media MSM inkubasi selama 14x24 jam. Ket: A (Isolat A). B (Isolat B) Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kemampuan bakteri memanfaatkan minyak goreng bekas sebagai satu-satunya sumber karbon, diamati melalui perubahan visual pada media, penyebaran minyak. Gambar 4 menunjukkan media MSM setelah 1x24 jam inkubasi. Kedua isolat masih tampak bening dengan lapisan minyak utuh di permukaan, menandakan aktivitas degradasi masih rendah. Gambar 5 memperlihatkan kondisi media pada 7x24 jam. Isolat A mulai menunjukkan kekeruhan dan fragmentasi minyak, sedangkan isolat B hanya sedikit berubah dengan minyak masih membentuk lapisan. Tabel 2. Hasil Uji Biodegradasi Waktu Inkubasi IIsolat Kekeruhan Media Fragmentasi/ Penyebaran Minyak Indikasi Biodegradasi 1x24 Jam Bening Lapisan Utuh di Permukaan (Renda. 1x24 Jam Bening Lapisan Utuh di Permukaan (Renda. 7x24 Jam Keruh ringan Minyak terfragmentasi (Sedan. 7x24 Jam Bening-keruh Minyak masih membentuk lapisan (Renda. 14x24 Jam Keruh Minyak lebih terfragmentasi menjadi butiran kecil (Tingg. 14x24 Jam Keruh sedang Minyak terfragmentasi tapi relatif utuh (Sedan. Gambar 6 menampilkan media setelah 14x24 Isolat A menunjukkan kekeruhan tinggi dan minyak terfragmentasi halus, sedangkan isolat B hanya keruh sedang dengan fragmentasi tidak Selama inkubasi, perubahan visual pada media menunjukkan perbedaan aktivitas antara isolat A dan B. Pada hari pertama . x24 ja. , kedua media masih tampak bening dengan sedikit lapisan minyak di permukaan, menandakan bahwa aktivitas degradasi belum signifikan. Setelah 7x24 jam, media dengan isolat A mulai menunjukkan peningkatan kekeruhan dan penyebaran minyak yang lebih merata ke dalam media, sedangkan isolat B hanya menunjukkan sedikit perubahan kekeruhan dan minyak masih cenderung membentuk lapisan di permukaan. Pada akhir inkubasi . x24 ja. , media isolat A tampak jauh lebih keruh dan minyak terlihat lebih terfragmentasi menjadi butiran kecil yang tersebar. Sebaliknya, isolat B menunjukkan kekeruhan yang lebih ringan dan lapisan minyak terfragmentasi tapi masih relatif utuh. Isolat A menunjukkan indikasi aktivitas biodegradasi yang lebih tinggi dari isolat B berdasarkan visualisasi penyebaran minyak dan peningkatan kekeruhan. Menurut Varjani, . Peningkatan kekeruhan tersebut mengindikasikan pertumbuhan biomassa bakteri sebagai hasil dari pemanfaatan minyak sebagai sumber karbon . Penyebaran minyak yang merata disebabkan oleh produksi biosurfaktan. Biosurfaktan merupakan biomolekul kompleks yang dihasilkan oleh mikroorganisme seperti bakteri . Biosurfaktan dapat mengurangi tegangan permukaan antara air dan hidrokarbon, sehingga meningkatkan kelarutan dan dispersi minyak dalam medium. Biosurfaktan umumnya terdiri atas molekul kompleks seperti glikolipid, lipopeptida, fosfolipid, lipoprotein, dan senyawa surfaktan polimerik . Studi oleh Zhou et al. menunjukkan bahwa penambahan biosurfaktan secara berkala dapat meningkatkan aktivitas mikroba dalam degradasi hidrokarbon secara signifikan, sementara penghentian aplikasi justru menurunkan laju degradasi secara drastis . Menurut Al-Tahhan et al. , . , terdapat dua mekanisme utama yang dilakukan biosurfaktan dalam meningkatkan proses biodegradasi minyak. Pertama, biosurfaktan dapat melarutkan senyawa meningkatkan daya larut antara minyak dengan media, sehingga dapat dipergunakan oleh sel. Kedua, biosurfaktan dapat menyebabkan permukaan sel lebih bersifat hidrofobik yang dapat meningkatkan interaksi antara sel dengan minyak sehingga akan menurunkan tegangan permukaan pada minyak . Gautam et al. , . juga menjelaskan bahwa biosurfaktan dapat membantu melepaskan senyawa hidrokarbon dalam senyawa organik dan meningkatkan konsentrasi senyawa hidrokarbon dalam media degradasi melalui pelarutan ataupun emulsifikasi . Minyak yang semula menyatu dan membentuk lapisan tersendiri dipermukaan larutan media lama kelamaan terpecah menjadi butiran-butiran yang lebih kecil. Terbentuknya butiran-butiran kecil ini disebabkan adanya biosurfaktan yang diproduksi oleh isolat bakteri . Selain itu, perubahan kekeruhan terjadi karena populasi bakteri pada media tersebut semakin Kekeruhan metabolitAemetabolit sekunder hasil perombakan hidrokarbon minyak bumi dan melimpahnya jumlah total sel bakteri . Batas antara lapisan minyak dan air disebut biofilm, merupakan tempat bakteri biasa hidup. Perombakan yang terjadi, secara visual pada media buatan di laboraturium akan terjadi perubahan warna larutan medium. Warna yang terbentuk pada medium minyak yaitu antara kuning hingga jingga tua . Bakteri yang terlibat dalam proses ini merupakan bakteri lipopitik, yakni bakteri yang membutuhkan konsentrasi lemak atau lipid. Bakteri ini memproduksi lipase yaitu enzim yang menghidrolisis lemak menjadi asam-asam lemak dan gliserol. Bakteri yang dikelompokan ke dalam bakteri Pseudomonas. Alcaligenesis. Serratia, dan Micrococcus . Adanya enzim lipase merupakan hal penting bagi bakteri dalam melakukan biodegradasi lahan tercemar minyak. Enzim lipase digunakan bakteri agar dapat kontak langsung dengan substrat yang mengandung lipid, minyak inilah yang akan digunakan bagi bakteri sebagai sumber karbon untuk pertumbuhannya . Uji biodegradasi dalam penelitian ini masih bersifat kualitatif berdasarkan indikator visual. Pengukuran konsentrasi residu minyak atau OD bakteri diperlukan untuk mendukung hasil secara Penelitian ini juga belum dilakukan perbandingan antara bakteri indigenos dan nonindigenos. Sehingga dapat diperlukan penelitian lanjutan untuk mengetahui perbedaan efektivitas KESIMPULAN Penelitian ini berhasil mengisolasi dua jenis bakteri dari tanah yang tercemar minyak goreng bekas, yaitu isolat A . Gram positi. dan isolat B . Gram positi. Kedua isolat mendegradasi minyak goreng bekas dalam media Mineral Salt Medium (MSM), dengan indikator berupa peningkatan kekeruhan dan penyebaran Isolat A menunjukkan aktivitas biodegradasi yang lebih tinggi dibandingkan isolat B, ditunjukkan oleh media yang lebih keruh dan fragmentasi minyak yang lebih merata setelah Hasil ini menunjukkan bahwa isolat A berpotensi untuk diteliti lebih lanjut dalam pengelolaan limbah minyak goreng secara Untuk penelitian selanjutnya, disarankan dilakukan identifikasi spesies bakteri secara molekuler, pengukuran aktivitas biodegradasi secara kuantitatif, dan analisis produksi UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih sebesarbesarnya kepada para asisten laboran di Laboratorium Biologi Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon atas bantuan teknis, dukungan, serta kerja sama selama pelaksanaan penelitian dan pengambilan data. DAFTAR PUSTAKA