Al-Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : 70-77 Available online at https://journal. an-nur. id/index. php/alwildan PEMBINAAN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI PRINSIP DASAR MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Wahyu Sugiarto1. Yuhan Anendi2. Farid Setiawan3 1, 2, 3 Universitas Ahmad Dahlan Email : wahyu2000331012@webmail. id1, yuhan2011331018@webmail. setiawan@pai. Received: November 21, 2022 DOI: 10. 57146/alwildan. Accepted: November 29, 2022 Published: December 1, 2022 Abstract : The purpose of this research is to find out how to foster students' character through the basic principles of Islamic education management. In this day and age, there are still many children or adolescents, especially among students whose good character has begun to degrade, this is evident from the many cases that have befallen them such as bullying, drug abuse, free sex, brawls, rape, bullying and many more. Therefore, through the basic principles of Islamic education management it is hoped that it will be a solution in fostering the character of students in accordance with Islamic values. The type of research used is library research through a qualitative approach. The research data sources were obtained through journals, books, articles, theses, and various previous studies. Then the data collection was critically analyzed and presented as a systematic research on the character building of students through the basic principles of Islamic education management. The result of this research is that if you want to foster better student character according to Islamic teachings, educational institutions can apply the basic principles of Islamic management in various educational systems. Keywords : Character building, students, basic principles of Islamic management Abstrak : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana membinaa karakter peserta didik melalui prinsip dasar manajemen pendidikan Islam. Di zaman sekarang ini, masih banyak ditemukan anak-anak ataupun remaja terlebih dari kalangan pelajar yang mulai terdegradasi karakter baiknya, hal tersebut terbukti dari banyaknya kasuskasus yang menimpa mereka seperti bullying, penyalahan gunaan narkoba, seks bebas, tawuran, pemerkosaan, pemalakan dan masih banyak lagi. Oleh sebab itu, melalui prinsip dasar manajemen pendidikan Islam diharapkan menjadi solusi dalam membina karakter peserta didik yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam. Jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian library research melalui pendekatan kualitatif. Adapun sumber data penelitian diperoleh melalui jurnal, buku, artikel, tesis, maupun berbagai penelitian terdahulu. Lalu kumpulan data tersebut dianalisis secara kritis dan disajikan menjadi penelitian yang tersistematis mengenai pembinaan karakter peserta didik melalui prinsip dasar manajemen pendidikan Islam. Hasil dari penlitian ini adalah jika ingin membina karekter peserta didik menjadi lebih baik sesuai ajaran Islam, lembaga pendidikan dapat menerapkan prinsip-prinsip dasar manajemen Islam di berbagai sistem pendidikan. Kata Kunci: Pembinaan karakter. Peserta didik, prinsip dasar manajemen Islam PENDAHULUAN Kondisi dekadensi moral di lingkungan keluarga, sekolah, dan Indonesia. Al-Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : 70-77 Hal itu, ditandai dengan banykanya pelajar yang melakukan bullying, penyalah gunaan narkoba, tidak menghormati guru ataupun orang tua, tawuran, trek-trekan motor, pacaran, dan mencoret coret seragam sekolah setelah lulus sekolah dan masih banyak lagi. Penyebab terbesar terjadinya krisis moral peserta didik, pasti disebabkan oleh terabaikannya penanaman akhlak atau moral dalam lembaga pendidikan (Fadilah, 2. Dalam upaya memperbaiki karakter peserta didik, sekolah dapat menanamkan prinsip dasar manajemen pendidikan Islam kepada peserta Sebelum kita membahas lebih jauh terkait hal tersebut, alangkan baiknya kita ketahui terlebih dulu pengertian manajemen pendidikan Islam dalam presfektif Al-QurAoan. Dalam firman Allah Q. As-Sajdah ayat 5 AuDia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian . itu naik kepadanya dalam satu hari yang keadanya adalah seribu tahun menurut perhitunganmuAy Dari kandungan ayat diatas dapat kita pahami bahwa Allah Swt merupakan tuhan pengatur . alam raya ini. Namun, dengan diciptannya manusia sebagai khalifah . akil Alla. dimuka bumi ini. Dia ditugaskan untuk menglola dan mengatur bumi dengan sebaik-baiknya sebagaimana Allah mengatur alam ini (Hidayat & Wijaya, 2. Sedangkan pengertian pendidikan Islam adalah proses internalisasi nilai-nilai Islam terhadap peserta didik agar hidup bahagia didunia dan Selanjutnya kalau kata manajemen dan pendidikan Islam digabungkan akan bermakana proses pemanfaatan sumber daya yang dimiliki umat Islam, melalui kerjasama secara efektif dan efisien sehingga menciptakaan kebahagian di dunia ataupun di akhirat. Sedangkan menurut Mujammil Qomar manajemen pendidikan Islam merupakan penglolaan suatu lembaga pendidikan secara Islami dengan menyiasati sumber belajar untuk mencapai tujuan pendidikan Islam secara efektif dan efisien (Hidayat & Wijaya, 2. Dari pemaparan diatas dapat peneliti simpulkan bahwa manajemen pendidikan Islam dalam presfektif Al-QurAoan adalah suatu proses pendayagunaan SDM umat muslim melalui manajemen pendidikan yang dilakukan secara efektif dan efisien agar tercapainnya kebahagian di dunia maupun di akhirat kelak. Setelah kita mengetahui pengertian dari manajemen pendidikan Islam, kali ini penulis akan memaparkan peran pendidikan Islam dalam pembinaan karakter peserta didik. Di dalam ajaran Islam, karakter atau dalam bahasa agama lebih dikenal dengan akhlak, banyak dijelaskan di dalam Al-QurAoan dan Hadis. Salah satunya pada Q. Al-Ahzab ayat 21, yaitu: AuSesungguhnya telah ada pada diri (Rasululla. itu suri tauladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. Ay Ayat diatas mengambarkan bahwa Rasulullah adalah suri tauladan bagi umat manusia dalam banyak hal, karena Nabi SAW memiliki perangai, watak, sifat, dan moralitas yang pantas dijadikan model dan contoh dalam bersikap, berpikir, dan bertindak (Yaumi, 2. Al-Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : 70-77 Available online at http://journal. com/index. php/alwildan Berikut ini Hadis Nabi yang juga membahas tentang kedudukan akhlak atau karakter, yaitu: AuSesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak Ay (H. Mali. Hadis diatas menjelaskan bahwa diutusnya Nabi Muhammad SAW adalah untuk menumbuhkan, memperbaiki, dan mengembangkan akhlak yang Hadis tersebut mendeskripsikan bahwa sosok Rasulullah SAW, merupakan rujukan umat Islam dalam membina akhlak atau karakter seseorang (Yaumi, 2. Dari kandungan ayat dan hadis diatas dapat dipahami bahwa tujuan dari pendidikan Islam atau ajaran Islam adalah untuk membentuk akhlak Sebagaimana diutusnya Nabi Muhammad SAW di muka bumi ini adalah sebagai suri tauladan bagi umat manusia, karana beliau merupakan manusia mulia yang tugasnya mengajarkan dan mananamkan nilai akhlak kepada umatnya. Sebab dengan akhlaklah manusia dapat dikatakan sebagai makhluk ciptaan yang sempurna (Anggi, 2. Begitu pentingnya pendidikan karakter bagi generasi saat ini, maka lembaga pendidikan perlu membuat manajemen pendidikan yang dapat menanamkan karakter kepada peserta didikanya. Dapat kita ambil contoh penanaman karakter di SMK Muhammadiyah 1 Prambanan Klaten salah satu program manajemennya yaitu membentuk peserta didiknya berakhlak mulia. Hal itu diimplementasikan dengan mengintegrasikan pendidikan karakter disetiap mata pelajaran (Rusmayanti & Mardiyah, 2. Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa pembinaan karakter peserta didik tidak dapat dipisahkan dari peran penting lembaga pendidikan. Sebab dengan adanya lembaga pendidikan, karakter mulia dapat ditanamkan melalui manajemen pendidikan. Salah satu manajemen pendidikan yang dapat membina karakter peserta didik adalah manajemen pendidikan Islam. Di dalam manajemen pendidikan Islam, terdapat berbagai prinsip dasar yang dapat dijadikan patokan untuk membina karakter peserta didik. Prinsip dasar manajemen pendidikan Islam sekurang-kurangnya ada empat yaitu jujur, amanah, adil, dan ikhlas. Dalam penelitian ini yang akan menjadi pokok bahasan adalah pembinaan karakter peserta didik melalui prinsip dasar manajemen pendidikan islam Metodologi Penelitian Metode penelitian ini adalah library research . enelitian kepustakaa. melalui pendekatan kualitatif. Adapun sumber dari penelitian diperoleh melalui jurnal, buku, artikel, tesis, maupun berbagai penelitian terdahulu (Warsono et al. , 2. Setelah data terkumpul peneliti menganalisis secara kritis selanjutnya di klasifikasikan sesuai tema, kemudian penelitian disajikan secara sistematis mengenai pembinaan karakter peserta didik melalui prinsip dasar manajemen pendidikan Islam. Al-Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : 70-77 Available online at http://journal. com/index. php/alwildan HASIL DAN PEMBAHASAN Manajemen Pendidikan Islam Secara bahasa manajemen berasal dari kata management yang mengandung arti ketatalaksanaan ataupun pengelolaan. Managemen akar kata dari to manage yang diartikan mengatur, melaksanaakan, mengurus, serta Secara umum manajemen mengandung arti suatu proses dalam pemanfaatan dan pengaturan sumber daya organisasi/lembaga yang miliki dengan melalui kerjasama bersamaa, agar tercapainnya tujuan secara efektif dan efisien (Yusuf, 2. Pengertian lain mengemukakaan bahwa hakikat dari manajemen adalah Al-Tadbir yang mengandung arti pengaturan. Kata al-Tadbir berasal dari dabbara yang mengandung arti mengatur, kata ini dapat ditemukan didalam S As-Sajdah ayat 5: AuDia mengatur urusan dari langit ke bumi kemudian urusan itu naik kepadanya dalam satu hari yang kadar lamanya adalah 1000 tahun menurut perhitungan muAy (Mujahidin et al. , 2. Didalam ayat QurAoan yang lain juga ditemukan, pengertian yang semakana dengan ayat diatas, yaitu dalam QS. Yunus ayat 31: Aukatakanlah siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi atau Siapakah yang kuasa menciptakan pendengaran dan Dan siapakah mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?. Maka mereka akan menjawab: Allah. Maka katakanlah Mengapa kamu tidak bertakwa kepadanyaAy. Dari pengalan dua firman Allah diatas yang menjelaskan tentang yudabbiru al amra atau pengatur urusan. Menurut tafsiran Ahmad al-syawi tentang kedua Ayat tersebut di atas, menjelaskan bahwa Allah Swt pengatur alam semesta ini. Keraturan alam semesta ini adalah bukti kebesara-Nya dalam memanajemen alam semesta ini dengan sebaik-baiknya. Manusia diciptakan menjadi khalifah didunia ini, tentu menjadi tanggung jawab umat manusia dalam mengatur dan menglola bumi sebaik-baiknya, sebagaimana Tuhan mengatur alam semesta (Sari & Hanafiah, 2. Menurut para ahli manajemen merupakan proses yang dijalankan oleh perseorangan/lebih, guna menkondisikan berbagai pekerjaan yang dilakukan orang lain untuk menggapai suatu tujuan tertentu, dimana tujuan tersebut tidak dapat atau tidak mungkin bisa dikerjakan satu orang saja (Sumampouw & Roebijoso, 2. Hasibuan . juga menerangkan bahwa manajemen merupakan suatu ilmu atau seni dalam mengatur sumber daya manusia (SDM) dan sumber lain seefektif dan seefisien mungkin (Banjarnahor et al. , 2. Dari pemaparan diatas dapat kita pahami bahwa manajemen adalah pemanfaatan sumber daya dari orang lain untuk mengapai tujuan yang sudah direncanakan sebelumnya, sedangkan pendidikan islam adalah penanaman nilai atau ajaran islam kepada anak didik agar menjadi manusia yang bahagia dan sejahtera di dunia ataupun di akhirat kelak (Arjuni & Fatmawati, 2. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa, manajemen pendidikan islam adalah pemanfaatan segala sumber daya yang dimiliki umat muslim dari segi ajaran dan nilai-nilai islam itu sendiri untuk mencapai tujuan pendidikan islam yang Al-Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : 70-77 Available online at http://journal. com/index. php/alwildan sesungguhnya pengembangan wilayah berwirausaha kesehatan. Pembinaan Karakter Karakter adalah suatu hal yang mendasar dan sangat penting, dengan karakter pula yang membedakan antara manusia dengan hewan. Sebab manusia yang tidak berkarakter adalah manusia yang membinatang. Manusia yang berkarakter adalah mereka yang individu dan sosialnya berakhlak, bermoral, dan berbudi pekerti baik (Karolina, 2. Menurut Muchlas Samani karakter adalah suatu nilai unik dan baik yang tergambar melalui perilaku (Solehah et al. , 2. Sekarang di negara yang tercinta ini, anak-anak dan para remaja mulai terdegdrasi aspek karakter baiknya, hal tersebut ditandai dengan banyak sekali kasus-kasus seperti bullying, penyalahan gunaan narkoba, seks bebas, tawuran, pemerkosaan, pemalakan dan masih banyak lagi. Hal tersebut tentu salah satunya dipengaruhi oleh kurang maksimalanya pembinaan karakter pada anak-anak dan remaja (Karolina, 2. Oleh sebab itu perlunya kerjasama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk bersama-sama menanamkan hal positif dalam diri anak-anak dan remaja terutama yang masih duduk dijenjang pendidikan sekolah agar menjadi seseorang yang berkarakter baik. Langkah awal yang perlu dilakukan adalah membina karakter anak di lingkungan keluarga dengan menanamkan dan membiasakan hal-hal positif dalam kehidupanya. Lalu membina karakter anak di sekolahan, melalui figur seorang guru untuk mendidik moral dan kualitas peserta didiknya. Dan yang terakhir pembinaan karakter dilingkungan masyarakat mereka berada, sebab bila di keluarga dan sekolah sudah ditanamkan karakter baik namun lingkungan masyarakatnya buruk tentu dia akan juga terpengaruh hal buruk pula (Salsabila et al. , 2. Pembinaan karakter peserta didik salah satunya dapat melalui pendekatan ajaran Islam dengan menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam. Sebab inti dari ajaran islam adalah membentuk diri manusia yang baik, seperti kejujuran, kesopanan, keberadaban, serta keimanan dan ketakwaan terhadap Allah Swt . ahmadayanti dewi, 2. Hal tersebut diperkuat dengan sabdah Rasulullah Saw AuSesungguhnya, aku (Muhamma. diutus untuk menyempurnakan akhlak yang muliaAy HR. Baihaqi (Arifin, 2. Dari pengalan ayat tersebut jelas, bahwa ajaran dari Rasulullah Saw adalah untuk memperbaiki akhlak/karakter baik manusia. Prinsip Dasar Manajeman Pendidikan Islam dalam Membina Karakter Peserta Didik Manajemen pendidikan Islam bersifat fleksibel terhadap prinsip-prinsip manajemen pada umumnya, oleh karena itu manajemen pendidikan Islam dapat berkembang dan maju sesuai perkembangan zaman. Itulah perbedaan mendasar antara manajemen pendidikan Islam dengan manajemen pendidikan pada umumnya . yat-ayat al qura. Berkaitan dengan prinsip-prinsip Manajemen Pendidikan Islam, maka dalam penelitian ini akan dijelaskan beberapa prinsip dasar Manajemen Pendidikan Islam yang di implementasikan di sekolah, madrasah, dan pesantren dalam membina karakter peserta didik (Ahyani et al. , 2. Al-Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : 70-77 Available online at http://journal. com/index. php/alwildan Prinsip Ikhlas dalam Manajemen Pendidikan Islam Dalam menglola suatu sekolah/madrasah sering kali dihadapkan oleh suatu tanggung jawab atau tugas yang tidak sebanding dengan apa yang Jika prinsip awal kita menglola lembaga tersebut untuk mencari materialistik, tentu akan berimpek terhadap keoptimalan kita dalam bekerja, sebab tugas yang kita lakukan tidak sesuai dengan yang Namun ketika niat kita ikhlas untuk beribadah dan mencari keridhoan dari Allah semata serta yakin bahwa segala sesuatu pasti akan ada balasan dari Allah Swt. Tentu Sekolah yang dipimpinnya akan mendapat perlakuan manajerial yang terbaik, sehingga akan berdampak pada kualitas sekolah yang semakin baik . yat-ayat al qura. Prinsip Kejujuran dalam Manajemen Pendidikan Islam Kejujuran yaitu keselarasan antara, perkataan, pikiran, dan perbuatan yang dilakukan manusia baik dari norma agama ataupun sosialnya. Dalam khazanah islam, lawan dari kejujuran adalah kebohongan/dusta. Nabi memberikan atensi yang sangat besar terhadap kedua sifat tersebut. Banyak hadits yang memerintahkan untuk manusia untuk berbuat jujur dan menjauhi dusta (Rusdiana & Kodir, 2. Jika dikaitkan dalam dunia persekolahan atau madrasah misalnya, seorang pimpinan sekolah atau madrasah mengurusi berbagai kebijakan, salah satunya kebijakan angaran. Dalam hal ini, peluang untuk memanipulasi data dan melakukan kecurangan akan terbuka lebar. Namun, ketika seorang pemimpin tersebut memiliki sikap kejujuran yang baik peluang sebesar apapun tidak akan dimanfaatkannya untuk berbuat Manajerial yang mengedepankan kejujuran tentu akan berdampak terhadap perkembangan mutu pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik yang dimanajerinya, sebab angaran-angaran yang ada akan digunakan sesuai dengan peruntukannya (Ahyani et al. , 2021. Sari & Hanafiah, 2. Prinsip Amanah dalam Manajemen Pendidikan Islam Dalam ajaran islam amanah adalah segala sesuatu yang harus diperanggung jawabkan. Pertanggung jawaban tersebut tidak hanya kepada manusia di dunia saja, namun juga kepada Allah Swt diakhirat Amanah memiliki arti kepercayaan, jadi orang yang diberi amanah merupakan orang yang diberi kepercayaan untuk membawa tugas tertentu (Nasution, 2. Seorang guru atau pemimpin di lembaga sekolahan tertentu, ketika masih mengedepankan prinsip amanah dia akan bekerja sesuai dengan tugas dan kewenangan yang diembanya. Berbeda dengan sosok guru atau pemimpin yang tidak amanah, dia justru menyalah gunakan tugas dan wewenang untuk kepentingan pribadinya. Oleh karena itu, sekolah yang dimanajeriali oleh orang-orang yang amanah tentu akan berdampak signifikan terhadap kualitas sekolah yang semakin baik, sehingga akan berdampak juga terhadap karakter para peserta didik yang berada disekolahan tersebut (Sormin & Setiawan, 2. Al-Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : 70-77 Available online at http://journal. com/index. php/alwildan Prinsip Adil dalam Manajemen Pendidikan Islam Prinsip adil adalah salah satu prinsip dasar yang penting dalam menajemen pendidikan Islam. Prinsip keadilan digunakan untuk menunjukan sikap persamaan atau tidak memihak salah satu pihak yang terlibat perkara. Sumber rujukan suatu peradilan umumnya bersumber pada agama. Adil juga sering diartikan suatu sikap moderat, dimana dia akan bersikap secara objektif terhadap orang lain untuk memberi hukuman yang setimpal atas perbuatannya (Mahanis, 2. KESIMPULAN Secara bahasa manajemen berasal dari kata management yang mengandung arti ketatalaksanaan ataupun pengelolaan. Managemen akar kata dari to manage yang diartikan mengatur, mengurus, melaksanaakan, serta Secara umum manajemen mengandung arti suatu proses dalam pemanfaatan dan pengaturan sumber daya organisasi/lembaga dengan melalui kerjasama bersamaa, agar tercapainnya tujuan secara efektif dan efisien. Pembinaan karakter peserta didik dapat di lakukan menggunakan pendekatan ajaran islam yang mengandung nilai-nilai yang baik dalam diri manusia, dengan ini manusia bisa berakhlak yang baik seperti jujur, sopan, menentukan peradaban yang baik selalu beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Adapun prinsip-prinsip dasar menejemen yakni prinsip ikhlas, prinsip jujur, prinsip amanah, prinsip adil dalam memenejemen pendidikan. DAFTAR PUSTAKA