JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Pelaksanaan Ekstrakurikuler Tari di SD Muhammadiyah Plus Salatiga Mahmudatul Lathifa1. Tegar SyifaAoi Renjananta2. Fi Wulan Aseh3. Yogi Kuncoro Adi4 1, 2, 4 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Universitas Islam Negeri Salatiga. Indonesia Pendidikan Bahasa Arab. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Universitas Islam Negeri Salatiga. Indonesia Email: kuncoro@uinsalatiga. ABSTRACT This study was motivated by the importance of extracurricular activities in developing studentsAo potential, interests, and character, including dance activities that are popular among students. The study aimed to determine studentsAo satisfaction with the dance extracurricular program at SD Muhammadiyah Plus Salatiga. A survey method with a quantitative descriptive approach was employed over one month. Data were collected from 20 students participating in the dance extracurricular program using a questionnaire consisting of 15 indicators across three aspects: service quality, emotional satisfaction, and social satisfaction. The results indicated an overall satisfaction level in the Very Satisfied category . verall mean = 3. The mean scores for each aspect were 3. ervice qualit. , 3. motional satisfactio. , and 3. ocial satisfactio. , with responses predominantly falling into the Satisfied and Very Satisfied categories. StudentsAo satisfaction was reflected in effective time management, positive feelings during practice sessions, and cooperative and respectful peer interactions. Nevertheless, several indicators require improvement, including more adaptive program management through enhancing instructorsAo competence, providing adequate spaces and facilities to support studentsAo potential development, and strengthening studentsAo discipline and responsibility to continuously improve satisfaction and learning experiences. Keywords: Dance Extracurricular. Service Quality. Emotional Satisfaction. Social Satisfaction Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kegiatan ekstrakurikuler sebagai sarana mengembangkan potensi, minat, dan karakter siswa, termasuk melalui seni tari yang banyak diminati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa terhadap pelaksanaan ekstrakurikuler tari di SD Muhammadiyah Plus Salatiga. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif selama satu bulan. Data diperoleh dari 20 siswa peserta ekstrakurikuler tari melalui kuesioner tertutup skala Likert 4 poin yang terdiri dari 15 indikator pada tiga aspek, yaitu kualitas layanan, kepuasan emosional, dan kepuasan sosial. Hasil menunjukkan tingkat kepuasan siswa secara umum berada pada kategori Sangat Puas dengan nilai rata-rata 3,28, dengan nilai rata-rata kualitas layanan 3,36, kepuasan emosional 3,15 . ategori Pua. , dan kepuasan sosial 3,33. Kepuasan terlihat dari pengelolaan waktu yang baik, perasaan senang saat latihan, serta kemampuan bekerja sama dan saling menghargai. Namun, beberapa indikator perlu ditingkatkan, terutama kompetensi pelatih dalam menjelaskan teknik. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. dukungan ruang/fasilitas, serta penguatan disiplin dan tanggung jawab siswa untuk meningkatkan pengalaman belajar secara berkelanjutan. Kata kunci: Ekstrakurikuler Tari. Kualitas Layanan. Kepuasan Emosional. Kepuasan Sosial *** PENDAHULUAN Kegiatan ekstrakurikuler merupakan bagian integral dari proses pendidikan yang berfungsi sebagai sarana pengembangan potensi, minat, dan kepribadian siswa di luar pembelajaran formal (Saputri & SaAoadah, 2. Perdebatan tentang makna "kegiatan ekstrakurikuler" sudah dimulai sejak tahun 1981. Para ahli pendidikan mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melengkapi pelajaran di kelas biasa. Makna kegiatan ekstrakurikuler itu luas, tetapi umumnya merujuk pada kegiatan yang dilakukan di luar ruang kelas, namun tetap berlangsung di lingkungan sekolah, seperti ikut serta dalam organisasi sekolah, lomba olahraga, dan acara musik (Xiao et al. , 2. Melalui kegiatan ekstrakurikuler, siswa memperoleh pengalaman belajar non-akademik, seperti belajar bekerja sama, melatih tanggung jawab, serta mengembangkan kreativitas dan kepercayaan diri. Salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang banyak diminati adalah seni tari, karena kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada keterampilan gerak, tetapi juga menjadi media ekspresi diri dan pembentukan karakter positif siswa melalui proses latihan dan penampilan bersama (Hendrawan & Yuliasma, 2025. Wulan. Husni, et al. Ekstrakurikuler tari umumnya diikuti oleh siswa yang memiliki ketertarikan pada bidang seni dan keinginan untuk mengembangkan bakat di luar jam pelajaran (Dolly & Susmiarti, 2. Kegiatan ini memberi ruang bagi siswa untuk menyalurkan minat, memperluas interaksi sosial, serta memperoleh pengalaman tampil di depan umum yang dapat memperkuat rasa percaya diri. Proses latihan yang dilakukan secara berkelompok juga mendorong siswa untuk belajar bekerja sama, saling menghargai, dan menyesuaikan diri dengan dinamika kelompok (Putri & Desyandri, 2. Namun, keberhasilan pelaksanaan ekstrakurikuler tari tidak hanya ditentukan oleh minat siswa, melainkan sangat dipengaruhi oleh kualitas pelaksanaan kegiatan, mulai dari peran pelatih, metode JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. latihan, pengelolaan waktu, hingga dukungan sarana dan prasarana yang tersedia (Butt & Rehman, 2. Kepuasan siswa menjadi indikator penting dalam menilai keberhasilan suatu kegiatan ekstrakurikuler, karena kepuasan mencerminkan sejauh mana pengalaman yang diperoleh sesuai dengan harapan siswa. Dalam konteks ekstrakurikuler tari, kepuasan siswa dapat dilihat dari kenyamanan selama latihan, suasana kegiatan, kejelasan penyampaian materi oleh pelatih, serta manfaat yang dirasakan baik secara emosional maupun sosial (Kotler & Keller, 2016. Parasuraman. Zeithaml, & Berry, 1. Kegiatan yang dirancang secara menarik dan terencana berpotensi meningkatkan motivasi, rasa percaya diri, serta interaksi sosial siswa, sehingga mendorong partisipasi yang lebih aktif dan berkelanjutan (Feraco et al. , 2021. Hendrawan & Yuliasma, 2. Sejumlah penelitian terdahulu menunjukkan bahwa pelaksanaan ekstrakurikuler tari di berbagai jenjang pendidikan masih menghadapi beragam tantangan. Penelitian di SMP Negeri 27 Padang menemukan bahwa keterbatasan kemampuan dasar tari siswa menjadi kendala dalam memahami gerakan, sehingga pelatih perlu menerapkan metode latihan berulang untuk mengatasi kesenjangan tersebut (Setia Ulfa & Hadi, 2. Penelitian lain di SMA Negeri 1 Ranto Peureulak Aceh Timur menunjukkan bahwa keterbatasan sarana dan prasarana serta kompleksitas gerak dan syair lagu berdampak pada efektivitas pelaksanaan kegiatan tari (Alvionita et al. , 2. Sementara itu, penelitian di TK Sani Ashila Padang mengungkapkan bahwa keterbatasan ruang latihan dan kondisi emosional anak usia dini menyebabkan kegiatan ekstrakurikuler tari belum berjalan secara optimal (Utami et al. , 2. Selain itu, penelitian di SDN Tlogomulyo Semarang menekankan peran ekstrakurikuler seni tari dalam membentuk nilai karakter bersahabat siswa melalui interaksi sosial dan kerja sama antarpeserta, namun penelitian tersebut lebih berfokus pada aspek pembentukan karakter dan belum mengkaji tingkat kepuasan siswa terhadap pelaksanaan kegiatan secara sistematis dan kuantitatif (Wulan. Wakhyudin, et al. , 2. Meskipun penelitian-penelitian tersebut memberikan gambaran penting mengenai pelaksanaan ekstrakurikuler tari, sebagian besar kajian masih berfokus pada deskripsi pelaksanaan, kendala teknis, atau sudut pandang pengelola dan pelatih. Selain itu, konteks penelitian didominasi oleh jenjang pendidikan menengah dan pendidikan anak usia dini, dengan pendekatan kualitatif. Hal ini menunjukkan adanya celah penelitian terkait JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. pengukuran tingkat kepuasan siswa sebagai peserta utama kegiatan, khususnya pada jenjang sekolah dasar, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis angket. Celah inilah yang menjadi dasar dilakukannya penelitian ini, yaitu untuk mengkaji secara lebih spesifik tingkat kepuasan siswa terhadap pelaksanaan ekstrakurikuler tari. Urgensi penelitian ini semakin diperkuat oleh kondisi pelaksanaan ekstrakurikuler tari di SD Muhammadiyah Plus Salatiga, di mana berdasarkan observasi awal masih ditemukan metode latihan yang kurang bervariasi sehingga memunculkan rasa bosan pada sebagian siswa, serta keterbatasan fasilitas yang memengaruhi kenyamanan dan kelancaran latihan. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi tingkat kepuasan siswa dan keberlanjutan partisipasi mereka dalam kegiatan ekstrakurikuler, sehingga pengukuran tingkat kepuasan siswa menjadi penting sebagai dasar evaluasi dan pengembangan kegiatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan peserta. METODE Metode penelitian ini adalah survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif yang bertujuan mendeskripsikan tingkat kepuasan siswa terhadap pelaksanaan ekstrakurikuler tari di SD Muhammadiyah Plus Salatiga. Pendekatan deskriptif kuantitatif dipilih karena memungkinkan peneliti menyajikan data sesuai kondisi empiris di lapangan berdasarkan persepsi responden secara terukur (Creswell, 2. Penelitian dilaksanakan selama satu bulan, dengan responden siswa kelas 3, 4, 5, dan 6 yang mengikuti ekstrakurikuler tari secara aktif sebanyak 20 orang, seluruhnya berjenis kelamin perempuan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, karena responden dipilih berdasarkan kriteria tertentu, yaitu keikutsertaan aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler tari sehingga relevan untuk memberikan informasi mengenai kepuasan mereka terhadap layanan kegiatan. Instrumen penelitian berupa angket tertutup skala Likert 4 poin dengan kategori Sangat Puas. Puas. Kurang Puas, dan Tidak Puas, yang terdiri atas 15 pernyataan. Kelima belas pernyataan tersebut dikembangkan dari tiga aspek kepuasan, yaitu kualitas layanan, kepuasan emosional, dan kepuasan sosial, masing-masing mencakup lima indikator (Parasuraman. Zeithaml, & Berry, 1. Validitas instrumen menggunakan validitas isi melalui expert judgement yang melibatkan 1 dosen ahli dan 1 guru, serta dilakukan uji keterbacaan kepada siswa untuk memastikan kejelasan butir pernyataan, dan hasilnya dinyatakan layak digunakan. Penggunaan angket dipilih karena efektif untuk mengukur JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. persepsi responden secara langsung dan menghasilkan data kuantitatif yang mudah dianalisis (Sugiyono, 2. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan teknik analisis mean untuk memperoleh nilai rata-rata pada setiap indikator, setiap aspek, dan nilai rata-rata Nilai rata-rata kemudian diinterpretasikan menggunakan kategori tingkat kepuasan berdasarkan rentang skor: 1,00Ae1,75 (Tidak Pua. , 1,76Ae2,51 (Kurang Pua. , 2,52Ae3,27 (Pua. , dan 3,28Ae4,00 (Sangat Pua. Melalui tahapan analisis tersebut, penelitian ini diharapkan memberikan gambaran yang objektif dan mudah dipahami mengenai kecenderungan tingkat kepuasan siswa terhadap pelaksanaan ekstrakurikuler tari di SD Muhammadiyah Plus Salatiga. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tari di SD Muhammadiyah Plus Salatiga. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket yang mencakup tiga aspek utama, yaitu kualitas layanan kegiatan, kepuasan emosional siswa, dan kepuasan sosial (Parasuraman. Zeithaml, & Berry, 1. Terdapat lima indikator dalam setiap aspek dengan total lima belas pernyataan. Skor rata-rata dari setiap indikator kemudian diolah untuk menggambarkan tingkat kepuasan siswa secara keseluruhan. Tingkat Kepuasan Ekstrakurikuler Tari 3,36 3,15 3,33 Kualitas Layanan Kegiatan Kepuasan Emosional Siswa Kepuasan Sosial Gambar 1. Tingkat Kepuasan Ekstrakurikuler Tari Secara Umum Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan siswa terhadap kegiatan ekstrakurikuler tari dapat dikategorikan Sangat Puas, dengan nilai rata- JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. rata keseluruhan sebesar 3,28. Nilai rata-rata pada masing-masing aspek, yaitu Kualitas Layanan Kegiatan sebesar 3,36. Kepuasan Emosional Siswa sebesar 3,15, dan Kepuasan Sosial sebesar 3,33. Penelitian ini menunjukkan bahwa Sebagian besar siswa merasa kegiatan ekstrakurikuler tari mampu memenuhi harapan dan kebutuhan mereka selama mengikuti Latihan. Tingginya tingkat kepuasan ini menunjukkan bahwa pengelolaan kegiatan, suasana Latihan, serta interaksi sosial yang terbangun telah memberikan pengalaman yang positif bagi siswa di SD Muhammadiyah Plus Salatiga. 3,35 3,35 Kualitas Layanan Kegiatan Penjelasan pelatih Jadwal Organisasi Fasilitas Komunikasi Gambar 2. Tingkat Kepuasan Ekstrakurikuler Tari pada Aspek Kualitas Layanan Kegiatan Pada aspek Kualitas Layanan Kegiatan, hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa secara umum merasa Sangat Puas terhadap pelaksanaan ekstrakurikuler tari dengan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 3,36, yang menunjukkan bahwa kegiatan ini pada dasarnya telah dikelola dengan baik. Hal tersebut terlihat dari indikator penyusunan jadwal latihan yang memperoleh nilai tertinggi sebesar 3,7 dengan kategori Sangat Puas, menandakan bahwa waktu latihan telah diatur secara efektif dan tidak mengganggu kegiatan belajar siswa. Selain itu, indikator fasilitas latihan seperti ruang, musik, dan perlengkapan tari memperoleh nilai rata-rata 3,3, indikator pengelolaan kegiatan yang berjalan sesuai rencana sebesar 3,35, serta indikator hubungan dan komunikasi antara pelatih, pengurus, dan anggota sebesar 3,35, yang seluruhnya berada pada kategori Sangat Puas dan menunjukkan bahwa lingkungan serta sistem pendukung kegiatan telah berjalan dengan baik. Namun demikian, masih terdapat aspek yang perlu mendapat perhatian, khususnya pada indikator kemampuan pelatih dalam menjelaskan gerakan dan teknik tari yang hanya memperoleh nilai rata-rata 3,1 dengan kategori Puas, yang mengindikasikan bahwa sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami materi latihan. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. Kondisi ini kemungkinan dipengaruhi oleh perbedaan kemampuan dasar menari serta variasi kecepatan siswa dalam menangkap instruksi gerak, sehingga penjelasan yang diberikan pelatih belum sepenuhnya dapat dipahami secara merata oleh seluruh peserta 3,05 Kepuasan Emosional Siswa Kegembiraan Kebanggaan Motivasi Penyaluran bakat Kepercayaan diri Gambar 3. Tingkat Kepuasan Ekstrakurikuler Tari pada Aspek Kepuasan Emosional Pada aspek Kepuasan Emosional Siswa, hasil penelitian menunjukkan nilai ratarata keseluruhan sebesar 3,15 yang termasuk dalam kategori Puas, yang menandakan bahwa secara emosional siswa merasa cukup nyaman mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tari meskipun tingkat kepuasan yang dirasakan belum sepenuhnya merata. Indikator perasaan senang setiap kali mengikuti latihan memperoleh nilai 3,4 dengan kategori Sangat Puas, yang menunjukkan bahwa suasana latihan mampu menciptakan pengalaman yang menyenangkan bagi sebagian besar siswa. Namun, indikator rasa bangga menjadi bagian dari ekstrakurikuler tari serta peningkatan rasa percaya diri saat tampil di depan orang banyak masing-masing hanya memperoleh nilai 3 dengan kategori Puas, yang mengindikasikan bahwa tidak semua siswa merasakan kebanggaan dan kepercayaan diri secara optimal, kemungkinan karena perbedaan peran saat latihan, frekuensi tampil, serta tingkat keberanian individu. Selanjutnya, indikator semangat siswa untuk terus berlatih memperoleh nilai 3,3 dengan kategori Sangat Puas, yang menunjukkan adanya motivasi internal untuk meningkatkan kemampuan menari, sementara indikator penyaluran minat dan bakat memperoleh nilai 3,05 dengan kategori Puas, yang mengisyaratkan bahwa kegiatan tari belum sepenuhnya memberikan ruang yang cukup bagi siswa untuk mengeksplorasi potensi dan gaya ekspresi sesuai dengan karakter masing-masing. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler tari telah mampu membangkitkan rasa senang dan motivasi siswa, namun masih perlu penguatan pada JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. aspek pengembangan ekspresi diri dan pemberian kesempatan yang lebih merata agar kepuasan emosional siswa dapat meningkat secara lebih optimal. 3,25 3,05 3,35 Kepuasan Sosial Pertemanan Kerja sama Karakter Manfaat umum Apresiasi Gambar 4. Tingkat Kepuasan Ekstrakurikuler Tari pada Aspek Kepuasan Sosial Pada aspek Kepuasan Sosial, hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 3,33 yang termasuk dalam kategori Sangat Puas, yang menandakan bahwa kegiatan ekstrakurikuler tari secara umum mampu memberikan pengalaman sosial yang positif bagi siswa. Meskipun demikian, tingkat kepuasan pada masing-masing indikator menunjukkan variasi. Indikator rasa keakraban dan memiliki banyak teman memperoleh nilai 3,15 dengan kategori Puas, yang mengindikasikan bahwa kedekatan sosial belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh seluruh siswa, kemungkinan dipengaruhi oleh perbedaan tingkat partisipasi, pola interaksi selama latihan, serta kecenderungan siswa untuk berkelompok dengan teman tertentu. Indikator kegiatan tari dalam mengajarkan kerja sama dan sikap saling menghargai memperoleh nilai tertinggi sebesar 3,6 dengan kategori Sangat Puas, yang menunjukkan bahwa aktivitas latihan yang dilakukan secara berkelompok efektif dalam membangun sikap kolaboratif. Selanjutnya, indikator penghargaan terhadap usaha siswa memperoleh nilai 3,35 dengan kategori Sangat Puas, yang menandakan bahwa siswa merasa keterlibatan dan usaha mereka selama mengikuti kegiatan mendapatkan pengakuan yang positif. Sementara itu, indikator pembentukan sikap disiplin dan tanggung jawab memperoleh nilai 3,05 dengan kategori Puas, yang menunjukkan bahwa penerapan kedisiplinan masih belum konsisten pada seluruh siswa, baik dalam hal ketepatan waktu maupun kepatuhan terhadap aturan Indikator terakhir mengenai manfaat positif kegiatan tari di sekolah maupun di luar sekolah memperoleh nilai 3,35 dengan kategori Sangat Puas, yang menegaskan JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. bahwa siswa merasakan dampak sosial yang cukup luas dari keikutsertaan mereka dalam kegiatan ekstrakurikuler tari. Pembahasan Pembahasan ini mengaskan bahwa pengalaman belajar yang bermakna dalam aspek pelayanan, emosional, dan sosial memengaruhi tingkat kepuasan siswa terhadap kegiatan ekstrakurikuler tari di Sekolah Dasar Muhammadiyah Plus di Salatiga. Meskipun setiap aspek memiliki dinamika yang berbeda, data dari kuesioner menunjukkan bahwa ketiganya berada dalam kategori tinggi, dengan didominasi kategori Puas dan Sangat Puas. Kepuasan yang dirasakan siswa berasal dari pengalaman yang mendekati atau bahkan melampaui harapan mereka sebagai peserta, bukan semata-mata muncul dari kegiatan yang dianggap puas atau sangat memuaskan. Temuan ini sesuai dengan konsep kepuasan, yang menyatakan bahwa ketika suatu peristiwa memenuhi atau melampaui harapan pribadi, maka akan timbul kepuasan (Kotler & Keller, 2. Hal ini terlihat dalam kegiatan ekstrakurikuler ketika siswa merasa nyaman dan mendapatkan sesuatu dari kegiatan tersebut (Parasuraman. Zeithaml & Berry, 1. Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikuler tari memberikan rasa nyaman, keterlibatan emosional, dan kesempatan berinteraksi sosial yang membentuk kepuasan tersebut disamping sebagai sarana mereka dalam mengembangkan minat dan bakat non-akademik. Pada aspek kualitas layanan kegiatan, kepuasan siswa relatif tinggi dengan kategori Sangat Puas. Hal ini terlihat dari manajemen ekstrakurikuler tari yang sudah berjalan dengan terstruktur. Pengaturan jadwal latihan yang diatur dengan baik tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar, sehingga sekolah mampu memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan siswa Sekolah Dasar. Dalam sebuah artikel, disebutkan bahwa manajemen waktu yang efektif sangat berpengaruh dalam meningkatkan kebahagiaan siswa karena mereka yang terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler cenderung tidak merasa tertekan dalam berprestasi akademis (Arifudin. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan dan penjelasan pelatih ketika menjelaskan gerakan dan teknik tari belum maksimal, sehingga terdapat kesenjangan antara metode pengajaran dan beragam kemampuan dasar siswa. Akibatnya, sebagian siswa masih kesulitan memahami materi latihan. Meskipun instruksi umumnya dapat dipahami, ada tantangan dalam pemerataan pemahaman terutama karena perbedaan kemampuan dasar menari dan kecepatan belajar tiap siswa. Kemampuan awal atau dasar JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. peserta didik merupakan potensi dasar yang membantu mereka mencari jalan dan menyelaraskan pengetahuan baru dengan yang sudah dimiliki sebelumnya. Oleh karena itu, beberapa penelitian yang membahas kemampuan pemahaman konsep siswa sering kali mempertimbangkan perbedaan kemampuan awal mereka (Wardah et al. , 2. Dalam kegiatan seni yang berbasis keterampilan motorik seperti tari, pendekatan instruksional yang adaptif menjadi kunci penting agar layanan benar-benar dirasakan adil dan inklusif bagi semua peserta. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa penyampaian materi oleh pelatih dalam kegiatan seni masih memerlukan strategi pembelajaran yang adaptif dan berulang agar setiap siswa bisa ikut berpartisipasi secara optimal (Setia Ulfa & Hadi, 2. Dengan kata lain, kualitas layanan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga bersifat pedagogis. Pada aspek kepuasan emosional, kegiatan ekstrakurikuler tari berhasil memberikan rasa senang dan memenuhi kebutuhan emosional siswa dengan kategori Puas. Hal ini dikarenakan tari berfungsi sebagai media untuk berekspresi yang menyenangkan dan mampu memenuhi kebutuhan afektif siswa, terutama didukung oleh sikap pelatih yang ramah dan suasana latihan yang nyaman (Payne & Costas, 2. Namun, temuan menunjukkan bahwa rasa bangga dan percaya diri siswa masih dalam tahap perkembangan, karena pengalaman emosional mereka dipengaruhi oleh kurangnya kesempatan untuk aktualisasi diri, meskipun tari juga bertujuan untuk meningkatkan prestasi siswa dan meningkatkan citra madrasah/sekolah (Amin, 2. Kegiatan tari telah berfungsi sebagai wadah bagi siswa untuk mengekspresikan potensinya, tetapi belum sepenuhnya mendorong proses penemuan diri secara mendalam (Saputri & SaAoadah, 2. Dalam hal ini, pelatih perlu diberi peringatan agar menawarkan aktivitas yang lebih beragam dan eksploratif yang disesuaikan dengan kepribadian masing-masing siswa (Dolly & Susmiarti, 2. Oleh karena itu, kepuasan emosional siswa tidak hanya tergantung pada kesenangan sesaat, tetapi juga pada sejauh mana kegiatan ekstrakurikuler mampu membangun rasa percaya diri, identitas diri, dan ruang ekspresi diri melalui pendekatan belajar yang lebih reflektif dan eksploratif. Pada aspek kepuasan sosial, penelitian menunjukkan bahwa ekstrakurikuler tari berperan signifikan dalam membangun relasi sosial yang positif dengan kategori Sangat Puas. Temuan bahwa kerja sama dan sikap saling menghargai memperoleh kepuasan tertinggi, menunjukkan bahwa karakter seperti kekompakan gerak dan keselarasan dalam JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. tari secara alami melatih siswa untuk memahami peran diri dan orang lain. Hal ini memiliki implikasi penting bagi perkembangan sosial siswa sekolah dasar, karena pengalaman memiliki banyak teman dan bekerja sama dalam kelompok dapat memperkuat keterampilan sosial, mengurangi rasa canggung, serta meningkatkan kemampuan beradaptasi dalam lingkungan sekolah meskipun belum sepenuhnya optimal. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrakurikuler tari berperan besar dalam membangun hubungan sosial dan rasa kebersamaan siswa (Hendrawan & Yuliasma, 2. , sejalan juga dengan penelitian yang menunjukkan bagaimana kesenian bisa meningkatkan hubungan interpersonal, kerja tim, dan interaksi sosial para peserta (Rachmanto et al. Selain itu, kegiatan ekstrakurikuler juga terbukti dapat mendorong keterlibatan aktif siswa dan guru, sekaligus memperkuat relasi madrasah/sekolah dengan masyarakat sekitar (Amin, 2. Secara teoretis, keterlibatan dalam kelompok seni mendorong terbentuknya modal sosial berupa rasa kebersamaan, empati, dan saling menghargai (Payne & Costas, 2. Di sisi lain, kedisiplinan belum sepenuhnya optimal menunjukkan bahwa pembentukan karakter melalui kegiatan seni memerlukan pembiasaan yang konsisten dan eksplisit. Meskipun kegiatan tari mampu menumbuhkan tanggung jawab secara implisit melalui tuntutan latihan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa internalisasi nilai disiplin pada usia sekolah dasar tetap memerlukan pendampingan yang terstruktur. Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikuler tari memiliki potensi besar sebagai sarana pendidikan karakter, tetapi efektivitasnya sangat bergantung pada bagaimana nilai-nilai tersebut dirancang dan diintegrasikan secara sadar dalam proses latihan (Wulan. Wakhyudin, et al. , 2. Berdasarkan pemaknaan yang komprehensif terhadap ketiga aspek yang diteliti, dapat disimpulkan bahwa program ekstrakurikuler tari di SD Muhammadiyah Plus Salatiga secara umum telah mampu menghadirkan pengalaman belajar yang memuaskan bagi siswa. Meskipun kepuasan emosional berada pada kategori Puas, sementara kepuasan sosial dan kualitas layanan mencapai kategori Sangat Puas. Perbedaan capaian tersebut justru memberikan gambaran kritis mengenai kekuatan dan ruang pengembangan Temuan penelitian ini memberikan implikasi konseptual bahwa kepuasan siswa terbentuk dari perpaduan antara kualitas layanan yang terkelola dengan baik, pengalaman emosional yang bermakna, serta relasi sosial yang mendukung perkembangan diri siswa. Kualitas layanan dan kepuasan sosial menjadi aspek yang paling dominan dalam JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. membentuk kepuasan siswa, sementara kepuasan emosional masih memerlukan penguatan melalui ruang eksplorasi dan pengalaman tampil. Kualitas layanan yang menonjol menunjukkan bahwa pengelolaan kegiatan, dukungan fasilitas, serta interaksi antara pelatih dan siswa telah menjadi fondasi utama terciptanya kepuasan. Hal tersebut sejalan dengan temuan penelitian (Alvionita et al. , 2. yang menegaskan bahwa mutu layanan merupakan faktor dominan dalam membentuk kebahagiaan siswa pada kegiatan Namun, capaian kepuasan emosional yang belum maksimal mengindikasikan perlunya penguatan pada aspek internal siswa, seperti pembentukan rasa percaya diri, kebanggaan, dan ruang ekspresi diri yang lebih mendalam. Dengan demikian, tujuan penelitian untuk memetakan tingkat kepuasan siswa di SD Muhammadiyah Plus Salatiga sebagai dasar evaluasi dan peningkatan kualitas program tari dapat dikatakan telah tercapai secara efektif, karena hasil penelitian tidak hanya menegaskan keberhasilan program, tetapi juga memberikan arah perbaikan yang jelas dan berbasis data (Setia Ulfa & Hadi, 2025. Utami et al. , 2. Secara keseluruhan, kegiatan ekstrakurikuler tari ini tidak hanya berjalan pada peningkatan teknis latihan, tetapi juga memberikan kontribusi yang bermakna bagi perkembangan intelektual, emosional, dan sosial siswa, sekaligus menegaskan perannya tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap kegiatan akademik tetapi juga sebagai bagian penting dari pengalaman pendidikan holistik di sekolah dasar. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, tingkat kepuasan siswa terhadap ekstrakurikuler tari di SD Muhammadiyah Plus Salatiga secara umum berada pada kategori Sangat Puas . ean 3,. Pada aspek kualitas layanan, siswa berada pada kategori Sangat Puas . ean 3,. , terutama pada pengelolaan waktu dan keteraturan pelaksanaan kegiatan. Namun, diperlukan peningkatan pada kemampuan pelatih dalam menjelaskan gerakan/teknik agar lebih adaptif terhadap perbedaan kemampuan dasar siswa. Pada aspek kepuasan emosional, siswa berada pada kategori Puas . ean 3,. , ditandai oleh perasaan senang dan semangat berlatih, tetapi masih perlu penguatan melalui variasi aktivitas dan kesempatan eksplorasi untuk mendukung kepercayaan diri serta penyaluran minat-bakat. Pada aspek kepuasan sosial, siswa berada pada kategori Sangat Puas . ean 3,. , terutama pada kerja sama dan sikap saling menghargai, meskipun pembiasaan disiplin dan tanggung jawab masih perlu ditingkatkan secara konsisten. Secara praktis, temuan ini mengindikasikan bahwa penguatan kompetensi pelatih, dukungan sarana, serta integrasi pembiasaan disiplin dapat menjadi fokus evaluasi program. Penelitian ini memiliki keterbatasan JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 2. Juli-Desember 2025 https://jigm. pada jumlah responden yang kecil dan karakteristik responden yang seluruhnya perempuan, sehingga penelitian lanjutan disarankan melibatkan lebih banyak sekolah dan responden yang lebih beragam, serta mempertimbangkan pendekatan kualitatif untuk memperdalam pengalaman siswa dan pelatih. *** REFERENCES