Education Achievment: Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Journal Homepage: http://pusdikra-publishing. com/index. php/jsr Pengaruh Strategi Pembelajaran Reading KWL (Know. Want to Know. Learne. Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Wacana Narasi Siswa Kelas IV Jheni Yusuf Saragih1. Winny Sunfriska br Limbong2. Dian Conita Telaumbanua3 1,2,3 Universitas Sari Mutiara. Indonesia Corresponding Author: jheniyusufsaragih11146@gmail. ABSTRACT Key Word Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran Reading KWL (Know. Want To Know. Learne. terhadap kemampuan membaca pemahaman wacana narasi pada siswa kelas IV SD Swasta Valentine Diski T. A 2023/2024. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian pretest-posttest kontrol grup. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Swasta Valentine Diski yang berjumlah 34 Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampling jenuh. Kelas eksperimen berjumlah 17 siswa dan kelas kontrol berjumlah 17 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah tes, lembar observasi dan Dari hasil analisis data diperoleh nilai rata-rata posttest pada kelas eksperimen adalah 86. 76 sedangkan nilai rata-rata posttest pada kelompok kontrol adalah 62. Hasil uji Independent Samples Test yang menggunakan data posttest pada kelas eksperimen dan kontrol, menunjukkan nilai sig. -taile. 000 < 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran Reading KWL (Know. Want To Know. Learne. berpengaruh terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV Sekolah Dasar. Strategi KWL. Kemampuan Membaca Pemahaman. How to cite https://pusdikra-publishing. com/index. php/jsr ARTICLE INFO Article history: Received 10 November 2024 Revised 21 December 2024 Accepted 10 January 2025 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License PENDAHULUAN Membaca merupakan salah satu dari keempat keterampilan berbahasa yang harus dikuasai oleh anak. Menurut Puspa Ayu Angraini . alam Dalman 2013:. bahwa membaca merupakan suatu proses berpikir yang bertujuan untuk mendapat berbagai informasi dan memahami isi dari suatu bacaan. Membaca merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan dan peningkatan potensi diri, sehingga anak dapat memiliki kemampuan berpikir secara logis dan memiliki prestasi akademik. Selain bertujuan untuk memperoleh informasi dan memahami isi bacaan, kegiatan membaca merupakan suatu hal yang penting dilakukan oleh siapapun baik anak-anak hingga orang dewasa, mengingat wawasan bagi setiap orang perlu untuk Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 339-346 dikembangkan dan salah satunya adalah melalui membaca. Namun sayangnya, membaca menjadi kegiatan yang jarang dilakukan sebab fungsi serta perannya mudah tergantikan oleh perkembangan alat komunikasi, sehingga anak cenderung menyukai kegiatan seperti bermain game online di gadget dari pada melakukan kegiatan membaca. Padahal di masa sekarang masyarakat khususnya generasi muda dituntut agar memiliki pemahaman yang analistis, reflektif, dan kritis. Sebenarnya dari ketiga hal tersebut dapat dimiliki ketika anak memulai untuk membudayakan kegiatan membaca sejak dini terutama saat duduk di bangku Sekolah Dasar (Annasyah Kamila & Rudi Ritonga. Untuk membudayakan kegiatan membaca tentu bukan hanya orang tua saja yang memiliki peranan penting, melainkan guru juga memiliki tanggung jawab yang sama dalam memperkenalkan dan membudayakan kegiatan membaca di sekolah. Guru memiliki tugas penting dalam memilih sebuah strategi pembelajaran yang tepat dan menarik perhatian siswa dalam proses pembelajaran di kelas, sehingga siswa menyukai kegiatan membaca dan mampu meningkatkan kemampuan membaca pemahamannya (Kurniati et al. , 2019:. Menurut Febi Inggriyani . alam Ahmad, dkk 2019:. yang menjelaskan bahwa kemampuan membaca pemahaman mencakup menggali dan mencari informasi, menjawab pertanyaan dalam bacaan, menganalisis makna bacaan, menemukan gagasan utama atau ide pokok, membuat kesimpulan, menalar, menentukan hubungan bacaan dengan kehidupan sehari-hari dan menemukan persamaan pengetahuan awal dengan informasi dalam bacaan. Dalam hal ini guru memiliki peranan yang besar dalam kemampuan siswa untuk memahami suatu bacaan. Salah satu cara yang dapat digunakan guru yaitu dengan menerapkan strategi pembelajaran. Menurut Moore . alam Yamin, 2014:. dikatakan bahwa strategi pembelajaran adalah keseluruhan rencana pembelajaran yang memuat metode serta langkah-langkah dalam melaksanakan proses pembelajaran. Strategi Reading KWL (Know. Want To Know. Learne. merupakan strategi yang dikembangkan oleh ogle pada tahun 1986 untuk membantu guru menghidupkan latar belakang pengetahuan dan minat baca siswa pada suatu topik. KWL (Know. Want To Know. Learne. adalah salah satu strategi dalam pembelajaran membaca untuk memperoleh informasi serta mampu meningkatkan keefektifan peserta didik dalam memahami bacaan. Dalam pembelajaran di sekolah, ada berbagai sumber bacaan yang dapat digunakan sebagai bahan ajar dalam penyampaian informasi kepada siswa salah satunya yaitu berupa wacana narasi. Menurut Keraf . bahwa narasi merupakan salah satu bentuk wacana yang memiliki tujuan untuk memaparkan dengan jelas suatu peristiwa yang membuat pembaca seolahAeolah melihat dan mengalami peritiwa yang telah terjadi pada suatu rangkaian waktu. Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 339-346 Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh United Nations Educational. Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada tahun 2011, bahwa hasil survei mengatakan indeks tingkat membaca masyarakat Indonesia sebesar 0,001 persen. Artinya, diantara 1000 penduduk Indonesia hanya ada satu orang yang membaca buku secara serius. Hal ini menempatkan Indonesia pada posisi 124 dari 187 negara dalam penilaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) (El-Fikri, 2. Melihat kondisi tersebut, rendahnya keseriusan membaca masyarakat di indonesia merupakan fenomena yang tidak baru Dan hal tersebut sering terjadi di pendidikan indonesia khususnya di tingkat sekolah dasar (SD). Berdasarkan observasi yang dilakukan di SD Swasta Valentine Diski, peneliti telah melakukan wawancara dengan guru bidang studi Bahasa Indonesia yang mengajar di kelas IV, bahwa terdapat permasalahan terkait dengan rendahnya keseriusan membaca siswa sehingga mempengaruhi kemampuan membaca pemahaman siswa khususnya di kelas IV. Adapun data yang diperoleh dari hasil tes membaca pemahaman siswa mengenai materi wacana narasi bahwa terdapat 59% siswa kelas IV SD Swasta Valentine Diski belum sepenuhnya bisa memahami bacaan yang dibacanya. Hal ini disebabkan karena siswa belum bisa mencari ide pokok dan informasi dengan tepat didalam sebuah bacaan wacana narasi. Selain itu, kemampuan siswa dalam memahami sebuah bacaan wacana narasi masih rendah, dilihat dari rendahnya kemampuan siswa dalam menjawab setiap pertayaan dari bacaan tersebut. Selain itu berdasarkan observasi yang telah dilakukan oleh peneliti, diketahui bahwa strategi Reading KWL masih belum diterapkan di sekolah tersebut, dan saat mengajar guru bidang studi Bahasa Indonesia kelas IV masih menggunakan strategi pembelajaran konvesional serta pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas masih sangat monoton dan hanya berfokus pada guru. Sehingga banyak siswa yang merasa bosan saat melakukan aktivitas membaca dan ketika membaca siswa hanya membaca sekilas sehingga kerap mengabaikan isi bacaan wacana narasi secara keseluruhan. Maka dari itu, diperlukan strategi pembelajaran yang menarik dan aktif seperti strategi Reading KWL. Rahmi . berpendapat bahwa strategi KWL (Know. Want To Know. Learne. sangat berperan aktif untuk membantu peserta didik dalam memperkuat kemampuan memahami makna dan isi dalam bacaan dengan tiga langkah efektif sebelum, saat dan sesudah membaca sehingga nantinya peserta didik dapat dengan mudah menjawab pertanyaan dan mencari informasi yang terdapat dalam bacaan. Penelitian yang dilakukan oleh Ezra Claudia Aruan, . dengan judul AuPengaruh Strategi KWL (Know. Want To Know. Learne. Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Wacana Narasi Siswa Kelas IV SDN 065045 Medan Helvetia Tahun Ajaran 2021/2022Ay, hasil penelitian menjelaskan bahwa strategi pembelajaran Reading KWL berpengaruh terhadap kemampuan membaca pemahaman wacana narasi siswa daripada menggunakan strategi pembelajaran konvensional. Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 339-346 METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan jenis penelitian quasi eksperimen (Percobaan sem. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 20 sampai 24 Mei tahun 2024. Tempat penelitian ini berlokasi di Sekolah Dasar Swasta Valentine Diski yang beralamat di Jl. Perintis Kemerdekaan No. 105 Sei Semayang. Kec Sunggal. Kab Deli Serdang Prov Sumatera Utara. Adapun populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Swasta Valentine Diski yang berjumlah 34 siswa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berjumlah 34 siswa kelas IV A dan kelas IV B SD Swasta Valentine Diski. Kelas IV A terdiri atas 17 siswa yang menjadi kelompok eksperimen dan kelas IV B terdiri atas 17 siswa yang menjadi kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah tes berupa pretest dan posttest. Dokumentasi juga menjadi salah satu teknik pengumpulan data yang dipakai oleh peneliti. Dokumentasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah berupa dokumentasi tulisan dan gambar. Setelah hasil data pretest dan posttest diperoleh, maka selanjutnya data tersebut dianalisis melalui dua tahapan, yakni melalui, tahap uji normalitas dan tahap uji HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam penelitian ini peneliti melaksanakan pretest kepada siswa di kelas eksperimen dan kontrol untuk mengetahui kemampuan membaca pemahaman awal siswa sebelum diberikan perlakuan. Selanjutnya peneliti melaksanakan posttest di kelas eksperimen dan kelas kontrol untuk melihat nilai akhir kemampuan membaca pemahaman siswa. Adapun hasil analisis deskripsi data pretest dan posttest pada kelas eksperimen dan kontrol dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 1. Nilai Deskripsi Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen dan Kontrol Mean Kelas Modus Minimum Maksimum Pretest Eksperimen Posttest Eksperimen Pretest Kontrol Posttest Kontrol Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 339-346 Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, peneliti telah melakukan pengujian normalitas dengan menggunakan teknik Kolmogorov-Smirnov. Diperoleh nilai signifikansi pretest eksperimen 0. 200 dan posttest eksperimen 0. 100 yang artinya lebih besar dari 0,05. Kemudian diperoleh nilai signifikansi pada data pretest dan posttest kelompok kontrol adalah 0. 126 dan 0. 200 yang lebih besar dari alpha 0,05. Sehingga hasil data dari kedua kelas dinyatakan berdistribusi normal. Maka langkah selanjutnya peneliti melakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji beda yaitu dengan teknik uji independent samples t-test. Hasil pengujian data dengan teknik uji independent samples test tersebut dijabarkan sebagai berikut: Tabel 2. Uji Independent Samples T-Test Sig. N Lower Upper Data Pretest Kelas Eksperimen dan Kontrol Data Posttest Kelas Ekseperimen dan Kontrol Dari hasil analisis pada tabel di atas, diketahui bahwa hasil data nilai pretest diperoleh nilai sig. -taile. 000 yang artinya lebih kecil dari = 0. , maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Ho ditolak yang artinya adanya terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata pretest di kelas eksperimen dengan nilai rata-rata pretest di kelas kontrol. Selanjutnya merupakan tahapan pengujian hipotesis dan berdasarkan tabel Uji Independent Samples Test pada bagian posttest, diperoleh nilai sig. -taile. < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata kelas eksperimen yang menggunakan strategi pembelajaran Reading KWL dengan kelas kontrol yang menggunakan strategi konvensional. Karena terdapat perbedaan nilai rata-rata yang signifikan maka dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh penggunan strategi pembelajaran Reading KWL terhadap kemampuan membaca pemahaman wacana narasi pada siswa kelas IV SD Swasta Valentine Diski. KESIMPULAN Nilai rata-rata pretest pada kelompok eksperimen sebelum diberikan perlakuan 53 dan hasil nilai rata-rata posttest sesudah diberi perlakuan meningkat menjadi 76 sehingga pada kelas ekseprimen mengalami peningkatan sebanyak 38. Sedangkan nilai rata-rata hasil pretest pada kelompok kontrol yaitu 55. 00 dan nilai rata- Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 339-346 rata hasil posttest menjadi 62. 35 maka pada kelas kontrol mengalami peningkatan sebanyak 7,35 dengan begitu dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata pada kelas eksperimen mengalami peningkatan yang signifikan dalam menerapkan strategi pembelajaram Reading KWL dibangdingkan dengan peningkatan nilai rata-rata pada kelas kontrol. Berdasarkan hasil perhitungan teknik uji independent samples test yang menggunakan data posttest pada kelas eksperimen dan kontrol diperoleh nilai sig. 000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran Reading KWL lebih baik dibandingkan dengan strategi konvesional sehingga terdapat pengaruh strategi pembelajaran Reading KWL (Know. Want To Know. Learne. Terhadap kemampuan membaca pemahaman wacana narasi siswa kelas IV SD Swasta Valentine Diski T. A 2023/2024. DAFTAR PUSTAKA