SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2024. Hal. 36 - 42 Pengaplikasian Pupuk Cair JADAM Di Lahan Pertanian Gambut Sebagai Salah Satu Upaya Mitigasi Perubahan Iklim Sri Dewi Murni 1*. Evi Gusmayanti2,3 Cico J. Simamora2. Gusti Z. Anshari1,3 1Program Studi Ilmu Tanah. Fakultas Pertanian. Universitas Tanjungpura. Pontianak. Indonesia 2Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Tanjungpura. Pontianak. Indonesia 3Program Studi Magister Ilmu Lingkungan. Program Pascasarjana. Universitas Tanjungpura. Pontianak. Indonesia e-mail: sri. dewi@faperta. id 1, evi. gusmayanti@faperta. id2,3, chicosimamora@gmail. com 2, gzanshari@live. *Penulis Korespondensi: E-mail: sri. dewi@faperta. Abstract Community Service Activities were conducted for the Maju Makmur Farmers Group in Limbung Village in Sungai Raya District. Kubu Raya. West Kalimantan. This service activity aims to reduce the impact of greenhouse gas emissions on agricultural land, one of which is due to increasing temperatures, which can cause changes in seasons and rainfall patterns that impact plant growth and production. Reducing the use of chemical fertilizers is useful for reducing GHG emissions, one effort to reduce this is by using JADAM liquid organik fertilizer. The service activities carried out include education about climate change, and socialization and practice of making JADAM fertilizer. Assistance was carried out for 2 weeks until JADAM fertilizer could be applied to the farmer group's Providing JADAM fertilizer can increase microorganisms which will help in providing nutrients so that it can increase plant growth and production. PKM activities received a positive response from members of farmer groups. After the activity, it was found that farmer groups' knowledge of climate change and making environmentally friendly fertilizers increased by 50% and farmers had the motivation to try new knowledge, which has the potential to help reduce GHG emissions. Keyword: Climate change. GHG. JADAM Fertilizer. Abstrak Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan kepada Kelompok Tani Maju Makmur di Desa Limbung. Kecamatan Sungai Raya. Kab. Kubu Raya. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan kesadaran petani terhadap perubahan iklim. Selain itu kegiatan ini memberikan contoh sederhana untuk mengurangi emisi gas rumah kaca pada lahan pertanian di lahan gambut melalui penggunaan pupuk organik cair JADAM. Kegiatan pengabdian terdiri dari penyuluhan tentang perubahan iklim, sosialisasi pembuatan pupuk JADAM, dan pendampingan pembuatan pupuk JADAM selama 2 minggu sampai pupuk JADAM dapat diaplikasikan ke lahan kelompok tani. Pemberian pupuk JADAM dapat menambah mikroorganisme yang akan membantu dalam penyediaan unsur hara sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. Kegiatan PKM mendapatkan respons positif oleh anggota kelompok tani. Setelah kegiatan terjadi peningkatan pengetahuan kelompok tani terhadap perubahan iklim dan pembuatan pupuk yang ramah lingkungan sebanyak 50% dan petani memiliki motivasi untuk mencoba pengetahuan baru, yang berpotensi untuk membantu pengurangan emisi GRK. Kata kunci: GRK. Perubahan Iklim. Pupuk JADAM PENDAHULUAN Perubahan iklim yang terjadi pada saat ini menimbulkan berbagai dampak yang merugikan terhadap sektor pertanian. Beberapa dampak yang sering dilaporkan adalah DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2024. Hal. 36 - 42 kejadian ekstrem berupa hujan yang intensitas tinggi yang merusak tanaman budidaya, menggenangi lahan pertanian, kejadian kekeringan, serta peningkatan suhu yang melebihi batas toleransi tanaman Salah satu sumber yang mempercepat terjadinya pemanasan atmosfer adalah kegiatan pertanian, seperti pemakaian pupuk nitrogen . rea dan ammoniu. yang melepaskan gas rumah kaca (GRK). Dampak dari penerapan pupuk kimia tersebut terhadap peningkatan suhu atmosfer umumnya tidak dipahami oleh masyarakat petani. Penggunaan lahan gambut untuk menjadi lahan budidaya yang bisa dimanfaatkan oleh petani. Pemanfaatan lahan gambut yang alami menjadi areal budidaya, mengakibatkan terjadinya penurunan cadangan karbon dan pelepasan gas-gas rumah kaca ke atmosfer. Emisi dan penambatan karbon di lahan gambut berlangsung secara simultan tergantung kondisi alam dan campur tangan manusia. Emisi CO2 jauh lebih tinggi dibandingkan emisi metana (CH4 ) dari lahan pertanian di lahan gambut karena rendahnya pasokan bahan organik segar yang siap terdekomposisi secara anaerob. Hooijer et al. melaporkan bahwa kehilangan karbon rata-rata dari oksidasi gambut secara hayati adalah sebesar 4,5 t C/ha/tahun dari kebakaran gambut dan 7,9 t C/ha/tahun dari pembukaan hutan. Peningkatan suhu juga menyebabkan perubahan musim dan pola curah hujan yang berdampak pada pertumbuhan dan produksi tanaman. Berbagai kegiatan sektor pertanian seperti pemupukan, mekanisasi dan pengolahan lahan gambut berpotensi untuk mitigasi perubahan iklim (Malhi et al, 2. Pengurangan penggunaan pupuk kimia bermanfaat untuk mengurangi emisi GRK, dan salah satu upaya untuk pengurangan pupuk kimia adalah dengan menggunakan pupuk organik cair yang dibuat berasal dari sisa-sisa biomasa Petani menggunakan pupuk organik karena mempunyai berbagai manfaat. Menurut (Roidah, 2. Manfaat dari pertanian organik dapat meningkatkan pendapatan Mengurangi semua bentuk pencemaran yang dihasilkan dari berbagai kegiatan Pupuk JADAM (Jayonul Damun Saramdu. merupakan pemanfaatan bahan-bahan alami untuk penambah nutrisi bagi tanaman. Pupuk Jadam berfungsi untuk menyeimbangkan tanah sebagai media tanam, pupuk JADAM memiliki empat prinsip : Sederhana. Mudah Ilmiah dan Efektif. Sehingga petani bisa menerapkan dimanapun dengan biaya rendah (Huda, 2. Aplikasi JADAM dapat diibaratkan sebagai tubuh manusia yang berasal dari saripati tanah yang bersumber dari alam. Tubuh yang sehat akan berdampak pada produktivitas. Demikian pula dengan tanaman yang pertumbuhannya berasal dari Untuk menghasilkan produktivitas tanaman, maka tanah dan lingkungan di mana tanaman tersebut tumbuh harus subur dan sehat (Cho, 2. JADAM merupakan salah satu jenis pupuk cair yang menggunakan sisa-sisa tanaman dan rumput liar. Bahan-bahan ini memiliki komponen unsur hara seperti N. Ca. Mg dan B, hal ini dibutuhkan oleh tanaman, metode ini murah dan mudah serta dapat dipraktikkan oleh siapa saja (Cho, 2. Dengan metode ini mitra atau kelompok tani mendapatkan pengalaman baru serta dapat mengetahuo beberapa manfaat dari JADAM ini. Pelatihan ini diharapkan dapat membantu petani dalam meningkatkan kesuburan tanah sehingga meningkatkan hasi panen dan mengurangi dampak negatif akibat pemakaian pupuk sintetis (Santoso. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) untuk menjelaskan kepada kelompok Tani Maju Makmur di Desa Limbung. Kecamatan Sungai Raya. Kabupaten Kubu Raya. Provinsi Kalimantan Barat tentang masalah perubahan iklim, dan salah satu upaya mengurangi emisi GRK dengan aplikasi pupuk JADAM. Kelompok Tani di Desa Limbung salah satunya kelompok Tani Maju Makmur beranggotakan 22 orang, kelompok tani ini dibentuk dari tahun 2012 yang bergerak dibidang usaha pertanian dan perternakan. Tanaman yang umumnya ditanam oleh kelompok tani ini adalah cabe, tomat, terung. DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2024. Hal. 36 - 42 mentimun, kemangi, dan jahe. Lokasi kelompok tani merupakan bagian dari program restorasi gambut. Namun pemahaman kelompok tani belum memadai tentang perubahan iklim serta pupuk hayati JADAM. METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Desa Limbung Kecamatan Sungai Raya. Kabupaten Kubu Raya pada bulan Oktober 2023. Mitra sasaran kegiatan ini adalah Kelompok Tani Maju Makmur. Adapun pelaksanaan kegiatan PkM pembuatan pupuk JADAM ini dilakukan dengan beberapa metode dengan tahapan yaitu persiapan kegiatan, penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan evaluasi kegiatan. Persiapan Kegiatan Penyuluhan Pelatihan Pendampinga Evaluasi Monitoring Gambar 1. Tahapan Pelaksanaan PkM Pembuatan Pupuk JADAM Persiapan Kegiatan Penyuluhan Pelatihan dan Pendampingan Evaluasi dan Monitoring :Kegiatan persiapan meliputi penyiapan bahan dan alat yang kan di demonstrasikan kepada kelompok :Meliputi kegiatan seminar atau diskusi secara singkat tentang pengenalan pupuk JADAM dan manfaatnya untuk pertumbuhan tanaman serta kesuburan tanah. :Pelatihan dan pendampingan pembuatan pupuk JADAM menggunakan bahan-bahan dari sisa tanaman maupun rumput sekitar :Pelaksanaan evaluasi dan monitoring kegiatan yang telah dilakukan untuk melihat hasil pembuatan pupuk JADAM dan pengaplikasian ke lahan kelompok tani maju makmur HASIL dan PEMBAHASAN Peningkatan suhu yang terjadi karena perubahan musim dan pengaruh pola curah hujan yang tinggi sehingga mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan mengurangi produksi tanaman. Salah satu cara dalam mengatasinya untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi tanaman petani yaitu melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan pengabdian Masyarakat yang dilakukan merupakan kelompok Tani Maju Makmur yang berada di Desa Kecamatan Sungai Raya. Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan ini merupakan kegiatan budidaya pertanian yang ramah lingkungan dalam mengatasi DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2024. Hal. 36 - 42 perubahan iklim yang terjadi, dengan pembuatan pupuk JADAM dengan menggunakan bahan baku yang berada disekitar lahan petani. Kegiatan pengabdian ini menjadi salah satu terobosan dengan menggunakan bahan Ae bahan alami sekitar lahan petani dan memanfaatkan mikroorganisme lokal. Pada kegiatan ini memberikan dampak positif kepada kelompok tani. Kelompok tani maju Makmur sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini pupuk JADAM ini dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik dan pengendali alami sehingga mengurangi petani dalam penggunaan pupuk kimia yang relatif juga mahal. Selain itu, manfaat dari penggunaan pupuk JADAM atau pupuk organik dapat meningkatkan pendapatan petani, serta dapat mengurangi pencemaran yang dapat dihasilkan dari kegiatan pertanian, sehingga dapat menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi petani. Dalam kegiatan pengabdian Masyarakat, tim dosen melakukan pembuatan pupuk JADAM yang nantinya bisa langsung diaplikasikan. Pemberian pupuk ini dapat menambah mikroorganisme yang akan membantu dalam penyediaan unsur hara sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. Kegiatan ini mendapatkan respon positif oleh anggota kelompok tani. Sehingga setelah pelaksanaan didapatkan peningkatan pengetahuan kelompok tani 50%, hal ini dibuktikan dengan kelompok tani telah mempraktikkan pupuk JADAM ke lahan tanamannya sesuai dengan arahan yang telah Tidak Gambar 2. Peningkatan Pengetahuan Kelompok Tani Dalam kemandirian kelompok tani dalam pembuatan pupuk JADAM ini, maka kelompok tani maju Makmur dapat meningkatkan kualitas tanah dan hasil pertanian secara berkelanjutan, dan juga membantu dalam menjaga lingkungan serta mengurangi ketergantungan pada pemberian input yang tidak ramah lingkungan, sehingga kelompok tani maju Makmur menjadi lebih produktif serta memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan kelompok tani maupun Masyarakat lainnya. Dalam kegiatan pengabdian Masyarakat di Desa Limbung. Kecamatan Sungai Raya. Kabupaten Kubu Raya. Sebagai berikut : Persiapan Kegiatan Persiapan kegiatan dilakukan sebelum hari pelaksanan dibantu oleh beberapa Persiapan yang dilakukan meliputi persiapan bahan pembuatan pupuk JADAM, pengandaan modul pelatihan untuk dibagikan kepada petani, memasang spanduk, dan mepersiapakan konsumsi untuk peserta pelatihan. Pelaksanaan kegiatan Pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan pada pelaksanaan kegiatan pengabdian Masyarakat ini meliputi : Penyuluhan Sosialisasi dan edukasi terhadap perubahan iklim serta hubungannya dengan lahan gambut, kelompok tani diberikan penyuluhan dalam pengenalan emisi karbon dan bahayanya terhadap lingkungan. Gambut memiliki ciri yang unik dan DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2024. Hal. 36 - 42 mempunyai fungsi yaitu pengatur tata air, pengendali banjir serta menjadi ekosistem beberapa jenis makhluk hidup dan bermanfaat sebagai gudang penyimpan karbon dan berperan sebagai pengendali kestabilan iklim global (Agus dan Sri, 2. Kelompok tani antusias dalam mendengarkan pengarahan terhadap materi yang diberikan, kelompok Tani Maju Makmur juga telah terlibat dalam pemeliharaan restorasi lahan gambut dengan melakukan pembersihan terhadap lahan disekitar sekat kanal miliknya. Gambar 3. Penyampaian Materi Penyuluhan Memalui Ceramah dan Diskusi Dengan Anggota Kelompok Tani Maju Makmur Pemberian pengetahuan tentang edukasi dalam pembuatan pupuk JADAM juga dilakukan oleh tim dosen, dalam kegiatan ini tim dosen melibatkan kelompok tani untuk mencoba langsung pembuatan pupuk dengan memanfaatkan bahan Ae bahan yang telah disediakan yang berasal dari lahan kelompok tani. Dalam kegiatan ini kelompok tani antusias dalam memahami dan berdiskusi terkait materi. Pelatihan dan Pendampingan Pelatihan dilaksanakan setelah melaukan tahap penyuluhan kepada kelompok Tani Maju Makmur. Pelatihan dilaksanakan terlebih dahuluu alat dan bahan yang digunakan selama pendampingan. Pelatihan dilakukan dengan memberikan praktek keterampilan kepada kelompok tani. Petani memahami dengan pembuatan dan pemberian pupuk JADAM ini merupakan solusi dengan memanfaatkan mikroorganisme lokal sekitar lahan dalam mengurangi dampak kekeringan atau pemberian nutrisi tambahan terhadap tanaman sehingga akan berdampak positif terhadap hasil panen mendatang. Gambar 4. Praktek pembuatan pupuk jadam dari gulma sekitar lahan petani DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2024. Hal. 36 - 42 Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, selain melakukan pendampingan tim dosen juga melakukan monitoring dan evaluasi terhadap rangkaian Pendampingan dilakukan selama 2 minggu sampai pupuk JADAM yang telah dibuat bisa diaplikasikan ke lahan petani. Ketua kelompok Tani Maju Makmur telah menguji coba pada lahan pertanian miliknya, dan mengirimkan video hasil pembuatan pupuk tersebut. Kelompok tani juga diberikan motivasi bahwa pemberian pupuk alami dapat mengurangi pengeluaran dalam pembelian pupuk kimia, serta berpotensi dalam pengurangan emisi gas rumah kaca. Evaluasi dan Monitoring Evaluasi dilakukan setelah pembuatan pupuk selama dua minggu, evaluasi peningkatan pengetahuan dan keterampilan kelompok tani. Pemberian evaluasi terakhir untuk mengetahui pengetahuan dan pemahaman kelompok tani dalam pembuatan pupuk JADAM. Kelompok tani memiliki peningkatan 50% pemahaman terhadap pupuk organik, salah satunya pupuk JADAM yang telah dibuat, dan juga telah dilakukannya pengaplikasian pupuk JADAM pada tanaman yang dibudidayakan oleh kelompok Tani Maju Makmur KESIMPULAN Berdasarkan hasil kegiatan pendampingan pembuatatan pupuk JADAM melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, maka dapat disimpulkan anggota kelompok Tani Maju Makmur berperan aktif dalam mengikuti diskusi dan kegiatan pembuatan pupuk JADAM, yang kemudian diuji coba pada lahan pertanian. Ketua kelompok Tani Maju Makmur telah mengirimkan video hasil pembuatan pupuk tersebut dan selanjutnya melakukan uji coba pemakaian pupuk JADAM. Pada kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan petani sebanyak 50%. Hal ini menunjukkan bahwa petani memiliki motivasi untuk mencoba pengetahuan baru, dan berpotensi untuk membantu pengurangan emisi GRK. UCAPAN TERIMAKASIH Terimakasih disampaikan kepada Universitas Tanjungpura yang telah mendanai kegiatan ini melalui DIPA UNTAN Sesuai Surat Perjanjian Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)Nomor2964/UN22. 3/PM. 01/2023 Tanggal13 April 2023. DAFTAR PUSTAKA