JURNAL JIHAPENMAS Jurnal Hilirisasi Penelitian Masyarakat Vol. No. 2 - Agustus 2024. Hal. DOI: x Membangun Minat Belajar Matematika Melalui Bimbel Untuk Siswa Dusun Karangpilang Lamongan Qosim1. Rita Nataliawati2. Siti Musyarofah3. Dwi Prayogo4. Silvi Asrulyana5 Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Lamongan Email: qosim@ahmaddahlan. id, rita12natalia@gmail. com, sitImusarofah254@gmail. com, yogo21@gmail. silvi_as11@gmail. Received: Revised: Accepted: Available online: Abstract: Quality education is the main key to producing an intelligent and competitive generation. addition to formal education, non-formal and informal education are also vital in improving the quality of human resources. In rural areas such as Karangpilang Hamlet. Lamongan, obstacles to access to tutoring, especially in Mathematics, often hinder students' academic development. This community service aims to evaluate the impact of the free Mathematics tutoring program implemented in Karangpilang Hamlet. This program is designed to help elementary school students understand Mathematics material and increase their motivation to learn. The implementation method involves teaching by lecturers and students of the Ahmad Dahlan Institute of Technology and Business Lamongan for free, conducted five times a week at the KKN Post. The results showed a significant positive impact, with increased motivation and understanding of students, although there were limitations such as implementation time and specific student needs. This program has the potential to reduce the educational gap between rural and urban areas and improve the quality of education in the region. Keywords: interest, mathematics, tutoring Abstrak: Pendidikan berkualitas adalah kunci utama dalam mencetak generasi yang cerdas dan kompetitif. Di samping pendidikan formal, pendidikan nonformal dan informal juga vital dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Di daerah pedesaan seperti Dusun Karangpilang. Lamongan, kendala akses bimbingan belajar, terutama dalam Matematika, sering menjadi penghambat perkembangan akademik siswa. Pengabdian masyarakat ini bertujuan mengevaluasi dampak dari program bimbingan belajar Matematika gratis yang dilaksanakan di Dusun Karangpilang. Program ini dirancang untuk membantu siswa SD/MI memahami materi Matematika dan meningkatkan motivasi belajar mereka. Metode pelaksanaan melibatkan pengajaran oleh dosen dan mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Lamongan secara gratis, dilakukan lima kali seminggu di Posko KKN. Hasil menunjukkan dampak positif yang signifikan, dengan peningkatan motivasi dan pemahaman siswa, meskipun terdapat keterbatasan seperti waktu pelaksanaan dan kebutuhan spesifik siswa. Program ini berpotensi mengurangi kesenjangan pendidikan antara daerah pedesaan dan perkotaan serta meningkatkan kualitas pendidikan di kawasan tersebut. Kata kunci: minat, matematika, bimbingan belajar PENDAHULUAN Purwanto . mengatakan bahwa Pendidikan merupakan pilar utama dalam menciptakan generasi yang berkualitas dan berdaya saing. Pendidikan berkualitas menjadi harapan masyarakat dan pemerintah untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia. Sejak diterapkannya otonomi daerah pada tahun 2001, terbuka peluang besar bagi setiap daerah untuk mengelola sumber daya lokal demi meningkatkan mutu pendidikan dan daya saing sumber daya manusia. Dinamika kehidupan masyarakat menuntut adanya respons yang tepat melalui pengelolaan pendidikan yang berkualitas. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, pendidikan di Indonesia dibagi menjadi tiga jalur utama, yaitu pendidikan formal, nonformal, dan informal. Penting untuk disadari bahwa proses pendidikan tidak semestinya hanya terfokus di sekolah atau terbatas pada jalur pendidikan formal. E-ISSN: 3046-7578 JURNAL JIHAPENMAS Jurnal Hilirisasi Penelitian Masyarakat Vol. No. 2 - Agustus 2024. Hal. DOI: x Pendidikan nonformal dan informal juga memegang peran penting dalam mendukung peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Pendidikan nonformal ditujukan bagi masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan sebagai pengganti, pelengkap, atau tambahan dari pendidikan Di sisi lain, pendidikan informal dapat dilaksanakan oleh keluarga dan lingkungan sekitar melalui kegiatan-kegiatan mandiri. Berbagai bentuk pendidikan di luar jalur formal, seperti lembaga pelatihan, kelompok belajar, dan majelis taklim, dapat diselenggarakan oleh masyarakat untuk mengembangkan pengetahuan serta kecakapan hidup yang lebih luas. Dengan adanya berbagai jalur pendidikan ini, diharapkan seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, sehingga kualitas sumber daya manusia di Indonesia terus meningkat. Menurut Sormin . , bimbingan belajar merupakan salah satu metode efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Namun, belakangan ini, bimbingan belajar sering kali dimanfaatkan sebagai ladang bisnis yang lebih berorientasi pada keuntungan finansial. Akibatnya, tujuan utama bimbingan belajar, yaitu menciptakan generasi yang cerdas dan kompetitif, sering kali diabaikan. Hal ini menyebabkan hanya anak-anak dari keluarga yang mampu secara finansial yang bisa mengikuti bimbingan belajar. Sayangnya, anak-anak dengan potensi besar tetapi kurang mampu secara ekonomi harus puas dengan materi yang mereka terima di sekolah. Padahal, jika mereka memiliki akses ke pengetahuan tambahan di luar sekolah, wawasan mereka bisa berkembang lebih luas dan mendalam. Sardiman . menyatakan bahwa makna, tujuan, dan fungsi bimbingan belajar berakar dari pengalaman praktis di lapangan yang menunjukkan berbagai kesulitan, tantangan, bahkan kegagalan yang dialami siswa dalam proses belajar. Kegagalan ini sering kali bukan disebabkan oleh rendahnya kecerdasan atau ketidakmampuan siswa, melainkan kurangnya akses terhadap layanan bimbingan yang memadai, seperti yang diungkapkan oleh Purwanto . Oleh karena itu, layanan bimbingan belajar menjadi sangat penting sebagai bentuk intervensi untuk menciptakan keselarasan dalam proses pembelajaran siswa. Makna dari layanan bimbingan belajar atau layanan pembelajaran menunjukkan bahwa tujuan utamanya adalah memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi siswa untuk mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang positif (Parulian et al. , 2. Selain itu, layanan ini juga bertujuan untuk membantu siswa menguasai keterampilan dan materi belajar yang sesuai dengan tingkat kemampuan, kesulitan belajar, potensi, serta perkembangan pribadi mereka (Fakhrurrazi, 2. Salah satu disiplin ilmu yang memiliki peran fundamental dalam proses pendidikan adalah Matematika. Kemampuan dalam Matematika tidak hanya penting untuk keberhasilan akademik siswa tetapi juga berkontribusi pada kemampuan mereka dalam berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan secara logis. Namun tantangan besar masih dihadapi oleh siswa di daerah pedesaan seperti Dusun Karangpilang Lamongan, di mana akses terhadap pendidikan berkualitas khususnya dalam bimbingan belajar Matematika masih sangat terbatas. Hal ini berdampak pada rendahnya kemampuan siswa dalam menguasai konsep-konsep dasar Matematika yang pada akhirnya dapat menghambat perkembangan akademik mereka. Keterbatasan fasilitas pendidikan dan kurangnya sumber daya pengajar yang kompeten di Dusun Karangpilang menjadi faktor utama yang menyebabkan rendahnya prestasi akademik siswa dalam Matematika. Kurangnya akses terhadap bimbingan belajar yang memadai membuat siswa sulit untuk memahami pelajaran Matematika secara Sebagai mata pelajaran yang memerlukan pendekatan pengajaran yang interaktif dan pemahaman yang mendasar, ketidakmampuan siswa untuk menguasai Matematika akan berdampak jangka panjang pada kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan pendidikan lanjutan dan kehidupan sehari-hari. Melihat permasalahan tersebut, diperlukan sebuah intervensi yang tepat dan berkelanjutan untuk mengatasi kesenjangan ini. Program bimbingan belajar Matematika yang terstruktur dan sesuai dengan konteks lokal diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa di Dusun Karangpilang terhadap Matematika. Melalui program ini diharapkan tidak hanya terjadi peningkatan kualitas pendidikan tetapi juga terwujud pemberdayaan masyarakat setempat dalam mendukung proses belajar mengajar. Dengan demikian, program ini berpotensi untuk mengurangi E-ISSN: 3046-7578 JURNAL JIHAPENMAS Jurnal Hilirisasi Penelitian Masyarakat Vol. No. 2 - Agustus 2024. Hal. DOI: x kesenjangan pendidikan antara daerah pedesaan dan perkotaan, serta menciptakan generasi muda yang lebih kompeten dan siap bersaing di masa depan. Pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu elemen penting dalam kegiatan akademik yang termasuk dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, bersama dengan pendidikan dan penelitian. Melalui pelaksanaan dharma pengabdian kepada masyarakat yang berjalan seiring dengan dua dharma lainnya, diharapkan dapat tercipta hubungan timbal balik yang kuat antara perguruan tinggi dan masyarakat di sekitarnya. Keterlibatan ini memungkinkan perguruan tinggi untuk memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan masyarakat serta tetap memperkaya kualitas pendidikan dan penelitian yang dilakukan. Pengabdian kepada masyarakat ini diwujudkan melalui layanan pendidikan berupa bimbingan belajar gratis untuk mata pelajaran Matematika bagi anak-anak di Dusun Karangpilang. Kota Lamongan. Bimbingan belajar ini bertujuan untuk membantu siswa dalam mengembangkan diri, membentuk sikap dan kebiasaan belajar yang baik, serta menguasai pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan sebagai persiapan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sebagaimana dikemukakan oleh Setiani & Rasto . Program bimbingan ini memiliki tujuan untuk mendukung anak didik dalam mengatasi berbagai permasalahan belajar yang mereka hadapi sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar mereka. Dengan adanya bimbingan belajar diharapkan siswa mampu mengatasi kesulitan-kesulitan dalam proses belajar secara lebih METODE Program bimbingan belajar ini dirancang khusus untuk anak-anak tingkat SD/MI di Dusun Karangpilang dan dilaksanakan di Posko KKN. Pengumpulan data dilakukan melalui beberapa tahapan: Pertama, survei dilakukan untuk menentukan lokasi dan jumlah peserta anak-anak SD/MI. Kedua, perekrutan peserta dilakukan dengan target anak-anak SD/MI yang tinggal di Dusun Karangpilang. Desa Jatirejo. Program ini terbuka untuk semua anak SD/MI yang memenuhi syarat seperti memiliki motivasi belajar, disiplin, dan membawa perlengkapan belajar, sementara kebutuhan lainnya akan disediakan oleh pelaksana PkM. Kegiatan bimbingan belajar ini berlangsung lima kali seminggu, dari Senin hingga Jumat, pukul 18. 00 hingga 19. 30 WIB, dan sepenuhnya gratis. Dalam pelaksanaannya, para tutor adalah dosen dan mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Lamongan yang memiliki waktu luang pada malam hari. Tujuan dari keterlibatan akademisi ini adalah untuk memberikan kontribusi nyata dengan mengajar langsung kepada siswa di daerah ini. Setelah program PkM berakhir, diharapkan bimbingan belajar gratis ini dapat terus berjalan dengan bimbingan para mahasiswa dan lulusan yang tinggal di Desa Jatirejo. Lamongan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan pengabdian Masyarakat melalui kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) ini dilaksanakan di Posko KKN yang berada di Dusun Karangpilang. Desa Jatirejo. Kota Lamongan. Hasil dari kegiatan Bimbingan Belajar (BIMBEL) yang telah dilaksanakan memberikan dampak positif yang signifikan bagi para siswa. Melalui bimbingan ini, siswa mendapatkan dorongan dan motivasi yang lebih tinggi untuk berpartisipasi dalam pembelajaran daring yang diselenggarakan oleh sekolah. Selain itu. BIMBEL menyediakan platform bagi siswa untuk bertanya dan mendalami materi yang diajarkan, serta membantu mereka dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah yang diberikan oleh guru. Antusiasme siswa dalam mengikuti BIMBEL sangat tinggi, terlihat dari partisipasi mereka yang konsisten dari awal hingga akhir kegiatan. Kegiatan bimbingan ini diselenggarakan di Posko KKN, dengan total 24 pertemuan. Materi yang diajarkan disesuaikan dengan kebutuhan siswa, baik dari tingkat SD maupun MI, sehingga lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan belajar mereka. Kegiatan BIMBEL berlangsung dari hari Senin hingga Jumat, dimulai pukul 18. 00 WIB hingga 19. 30 WIB. Selama sesi bimbingan, para tutor tidak hanya membantu siswa menyelesaikan pekerjaan rumah, tetapi juga memperjelas materi-materi yang mungkin belum dipahami dengan baik di sekolah. Setelah mengikuti bimbingan belajar, siswa menjadi lebih bersemangat dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah dengan baik, tanpa ada yang terbengkalai E-ISSN: 3046-7578 JURNAL JIHAPENMAS Jurnal Hilirisasi Penelitian Masyarakat Vol. No. 2 - Agustus 2024. Hal. DOI: x karena adanya bimbingan dari tutor. Selain itu, pemahaman siswa terhadap materi pelajaran di sekolah juga meningkat berkat pengulangan materi yang diberikan oleh para tutor pada sore hari setelah pulang sekolah. Dengan demikian, kami dapat mengevaluasi sejauh mana mereka mampu menyerap materi yang kami berikan, sehingga kami bisa melakukan introspeksi diri. Gambar 1. Kegiatan Pelaksanaan Bimbel Dari hasil pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diadakan di Dusun Karangpilang Desa Jatirejo Kecamatan Lamongan, memberikan dampak positif yang signifikan bagi penduduk Di antaranya : Program Bimbingan Belajar (BIMBEL) gratis memberikan manfaat besar bagi masyarakat kurang mampu, dengan menyediakan kesempatan bagi anak-anak mereka untuk mendapatkan pelajaran tambahan di luar jam sekolah. Program ini juga memberikan peluang bagi anak-anak di kawasan Desa Jatirejo Khususnya Dusun Karangpilang untuk tetap aktif dalam kegiatan belajar. Selain itu, program ini mempermudah anak-anak dalam berkonsultasi mengenai materi pelajaran yang mereka pelajari di sekolah, sehingga mereka lebih siap dan paham dalam menghadapi pelajaran. Sedangkan kelemahannya diantaranya : BIMBEL hanya berlangsung dari pukul 18. 00 WIB hingga 19. 30 WIB, yang mungkin tidak cukup waktu untuk mendalami semua materi atau untuk siswa yang memiliki kegiatan atau pekerjaan lain di luar jam tersebut. Hal ini bisa menjadi batasan bagi siswa yang memerlukan waktu lebih banyak untuk memahami materi. Meskipun materi diajarkan sesuai dengan tingkat pendidikan, setiap siswa mungkin memiliki kebutuhan yang berbeda. Ada kemungkinan bahwa program BIMBEL tidak dapat memenuhi semua kebutuhan individu secara spesifik, terutama jika terdapat variasi besar dalam tingkat pemahaman di antara siswa. KESIMPULAN Berdasarkan hasil kegiatan bimbingan belajar yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Kegiatan bimbingan belajar di Dusun Karangpilang. Desa Jatirejo. Kota Lamongan, telah meningkatkan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran di sekolah. Program bimbingan memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan mendalami materi pelajaran, membantu mereka menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Respon siswa terhadap program bimbingan belajar sangat positif, dengan antusiasme yang tinggi sepanjang periode pelaksanaan. Pengembangan selanjutnya mencakup penyediaan pelatihan tambahan bagi pengajar bimbingan untuk meningkatkan metode pengajaran dan menyesuaikan materi dengan kebutuhan siswa. E-ISSN: 3046-7578 JURNAL JIHAPENMAS Jurnal Hilirisasi Penelitian Masyarakat Vol. No. 2 - Agustus 2024. Hal. DOI: x DAFTAR PUSTAKA