n AGRIFLORA. Vol. No. November 2025 : 93-103 ISSN 2549 - 757X (Onlin. Available online at w. id/agriflora ISSN 2549-757X (Onlin. Universitas Abulyatama Jurnal Agriflora KARAKTERISTIK KUANTITATIF SAPI LIMOUSIN DAN SIMMENTAL BERDASARKAN KELOMPOK UMUR DI RUMAH POTONG HEWAN LAMBARO Andi Firdaus1. Dedhi Yustendi*2. Mulyadi3 Mahasiswa Program Studi Peternakan. Fakultas Pertanian. Universitas Abulyatama. Aceh Besar, 23372. Indonesia. Dosen Program Studi Peternakan. Fakultas Pertanian. Universitas Abulyatama. Aceh Besar, 23372. Indonesia. *Email korespondensi: dedhiyustendi_ternak@abulyatama. Diterima 10 November 2025. Disetujui 20 November 2025. Dipublikasi 30 November 2025 Abstract: This study aims to analyse the quantitative characteristics of Limousin and Simmental cattle based on age groups at the Lambaro Slaughterhouse. Aceh Besar Regency. The study used a comparative quantitative survey method with a 2 y 2 factorial design consisting of two breeds (Limousin and Simmenta. and two age groups . Ae3 years and 3Ae4 The parameters observed included body weight, chest circumference, body length, and Data were obtained through direct measurement, while body weight was calculated using the Winter Indonesia formula. Data analysis was performed using the ShapiroAeWilk test. Levene's test, and two-way analysis of variance (Two-Way ANOVA) at a significance level of The results showed that breed had a significant effect on body weight, chest circumference, and body length, but no significant effect on height. Age had a significant effect on all parameters observed. Simmental cattle had greater body weight, chest circumference, and height than Limousin cattle, while Limousin cattle had greater body length. There was no significant interaction between breed and age on all observed variables. It was concluded that the quantitative characteristics of beef cattle at the Lambaro Slaughterhouse were independently influenced by breed and age factors. Keywords: Quantitative characteristics, beef cattle, breed, age, slaughterhouse. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik kuantitatif sapi Limousin dan Simmental berdasarkan kelompok umur di Rumah Potong Hewan (RPH) Lambaro. Kabupaten Aceh Besar. Penelitian menggunakan metode survei kuantitatif komparatif dengan rancangan faktorial 2 y 2 yang terdiri atas dua bangsa (Limousin dan Simmenta. dan dua kelompok umur . Ae3 tahun dan 3Ae4 tahu. Parameter yang diamati meliputi bobot badan, lingkar dada, panjang badan, dan tinggi badan. Data diperoleh melalui pengukuran langsung, sedangkan bobot badan menggunakan rumus Winter Indonesia. Analisis data dilakukan dengan uji ShapiroAeWilk, uji Levene, dan analisis ragam dua arah (Two-Way ANOVA) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor bangsa berpengaruh nyata terhadap bobot badan, lingkar dada, dan panjang badan, namun tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi badan. Faktor umur berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter yang Sapi Simmental memiliki bobot badan, lingkar dada, dan tinggi badan lebih besar dibandingkan sapi Limousin, sedangkan sapi Limousin memiliki panjang badan lebih besar. Tidak terdapat interaksi nyata antara bangsa dan umur pada seluruh variabel pengamatan. Disimpulkan bahwa karakteristik kuantitatif sapi potong di RPH Lambaro dipengaruhi secara independen oleh faktor bangsa dan umur. Kata Kunci : Karakteristik kuantitatif, sapi potong, bangsa, umur. RPH. Karakteristik kuantitatif sapi limousin. Andi firdaus. Dedhi yustendi. Mulyadi, 2. - 93 - Sapi potong merupakan salah satu komoditas peternakan yang memiliki peranan penting dalam kemampuan produksi yang berbeda. Sementara itu, faktor lingkungan meliputi manajemen Daging sapi merupakan bahan pangan pemeliharaan, kualitas pakan, kondisi kesehatan yang memiliki nilai gizi tinggi karena mengandung ternak, serta umur ternak. Umur merupakan salah protein, lemak, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain berperan dalam perkembangan ukuran tubuh ternak karena proses pemenuhan kebutuhan gizi, usaha peternakan sapi pertumbuhan tulang, otot, dan jaringan tubuh potong juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi lainnya berlangsung seiring dengan bertambahnya umur ternak. Pertambahan umur umumnya diikuti pendapatan peternak dan pengembangan sektor oleh peningkatan ukuran tubuh seperti bobot agribisnis peternakan. Oleh karena itu, peningkatan badan, lingkar dada, panjang badan, dan tinggi produktivitas dan performa ternak sapi potong Sapi Limousin dan Simmental merupakan dua bangsa sapi potong unggul yang banyak dikembangkan di Indonesia. Kedua bangsa sapi ini Produktivitas sapi potong dapat dievaluasi dikenal memiliki pertumbuhan yang relatif cepat, melalui karakteristik kuantitatif tubuh ternak. ukuran tubuh yang besar, serta potensi produksi Karakteristik kuantitatif merupakan sifat-sifat yang daging yang tinggi. Sapi Limousin berasal dari dapat diukur secara numerik dan menggambarkan Perancis dan memiliki karakteristik tubuh yang ukuran serta performa pertumbuhan ternak. kompak dengan perkembangan otot yang baik. Parameter yang umum digunakan dalam penilaian sedangkan sapi Simmental dikenal memiliki karakteristik kuantitatif sapi potong antara lain ukuran tubuh yang besar dengan pertumbuhan bobot badan, panjang badan, lingkar dada, dan yang relatif cepat serta kemampuan adaptasi yang tinggi badan (Gushairiyanto & Depison, 2. cukup baik terhadap sistem pemeliharaan di Ukuran-ukuran tubuh tersebut memiliki hubungan berbagai wilayah (Adi Pratama et al. , 2018. yang erat dengan pertumbuhan dan perkembangan Munawaroh et al. , 2. Perbedaan karakteristik jaringan tubuh ternak, sehingga dapat digunakan genetik antara kedua bangsa sapi tersebut dapat sebagai indikator dalam mengevaluasi performa mempengaruhi ukuran tubuh dan performa produksi dan potensi karkas ternak. (Adelia et al. kuantitatif ternak. Karakteristik Rumah Potong Hewan (RPH) merupakan salah satu unit pelayanan masyarakat yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor memiliki peran penting dalam penyediaan daging genetik maupun faktor lingkungan. Faktor genetik yang aman, sehat, utuh, dan halal. Selain berfungsi salah satunya tercermin dari perbedaan bangsa sebagai tempat pemotongan ternak. RPH juga ternak, di mana setiap bangsa sapi memiliki dapat menjadi sumber data yang penting untuk - 94 - ISSN 2549 - 757X (Onlin. mengamati karakteristik ternak sapi potong yang informasi ilmiah yang bermanfaat bagi peternak, dipotong, seperti bobot badan, ukuran tubuh, serta pedagang ternak, serta pengelola rumah potong umur ternak. Informasi tersebut dapat memberikan hewan dalam menentukan strategi pemeliharaan, gambaran mengenai performa ternak yang beredar penentuan umur pemotongan yang optimal, serta di masyarakat dan dapat digunakan sebagai dasar pengembangan sapi potong yang lebih produktif di dalam pengambilan keputusan terkait manajemen wilayah Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk pemeliharaan, penentuan umur potong, serta menganalisis pengaruh bangsa dan umur terhadap pengembangan sapi potong di suatu wilayah. RPH Lambaro Kabupaten Aceh Besar merupakan salah Simmental di RPH Lambaro. satu rumah potong hewan yang aktif melakukan Provinsi Aceh, pada tanggal 27 Mei Ae 27 Juni Beberapa penelitian sebelumnya melaporkan Lambaro yaitu sekitar pukul 16. 00 - 17. 30 WIB. yang erat dengan bobot badan serta potensi Limousin Materi Penelitian ini menggunakan sapi limousin Namun dan sapi simmental dibagi dalam dua kelompok dengan umur yang berbeda, yaitu umur . -3 Simmental tahu. , dan . -4 tahu. Pemotongan pada umur berdasarkan kelompok umur pada ternak yang tersebut sudah banyak dilakukan untuk dijual dipotong di rumah potong hewan, khususnya di belikan dan dikonsumsi oleh masyarakat. Alat RPH Lambaro Kabupaten Aceh Besar, masih yang di gunakan adalah pita ukur untuk mengukur relatif terbatas. Oleh karena itu, diperlukan ternak, tali untuk mengikat ternak dan tongkat penelitian yang dapat memberikan gambaran Data penelitian yang diperoleh ditabulasikan mengenai karakteristik kuantitatif sapi potong dalam deskripsi ukuran tubuh dianalisis secara berdasarkan faktor bangsa dan kelompok umur pada kondisi lapangan di rumah potong hewan. Limousin Simmental Nilai rataan ycuI = Oc ycuycn ycu Keterangan : ycuI = Rataan ukuran tubuh . atau bobot badan . Oc ycuycn = Jumlah keseluruhan ukuran tubuh . atau bobot badan . ycu = Jumlah ternak yang diamati . antan/betin. berdasarkan kelompok umur di Rumah Potong Hewan (RPH) Lambaro Kabupaten Aceh Besar. Parameter yang diamati meliputi bobot badan, lingkar dada, panjang badan, dan tinggi badan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan Karakteristik kuantitatif sapi limousin. Andi firdaus. Dedhi yustendi. Mulyadi, 2. menggunakan rumus: Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini Pengambilan data dilakukan setiap hari pada saat sebelum pemotongan ternak di RPH bahwa ukuran tubuh ternak memiliki hubungan Hewan (RPH) Lambaro Kabupaten Aceh Besar, dan Simmental dengan kelompok umur yang Limousin Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Potong yang dipotong berasal dari bangsa sapi Limousin METODE PENELITIAN pemotongan sapi, di mana sebagian besar ternak standar deviasi . menggunakan rumus: - 95 - Yijk = Ai Bj (AB)ij Aijk Oc. cuycn Oe xI)A ycycc = Oo ycuOe1 Keterangan: Yijk = nilai pengamatan yuN= rataan umum yaycn = pengaruh bangsa sapi ke-i yaAyc = pengaruh umur ke-j Keterangan: sd = Standar deviasi Oc ycuycn = Jumlah keseluruhan ukuran tubuh . atau bobot badan . ycu = Jumlah sampel ternak yang diukur n-1 = derajat bebas . egree of freedo. ayaA)ycnyc = interaksi antara bangsa dan umur yuAycnycyco =galat percobaan Penelitian ini menggunakan metode survei Apabila kuantitatif komparatif dengan rancangan faktorial rata-rata 2 y 2, terdiri atas dua bangsa sapi (Limousin dan dengan perbandingan rata-rata dan standar deviasi. Simmenta. dan dua kelompok umur . Ae3 tahun dan 3Ae4 tahu. Jumlah total sampel 16 ekor sapi. Parameter yang diamati meliputi panjang badan HASIL DAN PEMBAHASAN Berat Badan . , lingkar dada . , tinggi badan . dan Hasil penelitian rata-rata berat badan sapi berat badan . Pengukuran berat badan menggunakan rumus winter indonesia : pengaruh umur di bawah ini: Berat Badan . = LD2 y PB 10815,15 Keterangan : LD=Lingkar dada . PB=Panjang badan . 10815,15 = Konstanta winter Tabel 1. Rata-rata berat badan sapi limousin dan simmental berdasarkan faktor bangsa dan Faktor Berat Badan Umur . Sapi Limousin 2-3 tahun 440,75 A 33,74 Data yang diperoleh di uji asumsi normalitas Sapi Limousin 3-4 tahun 544,25 A 19,50 menggunakan uji ShapiroAeWilk dan homogenitas Sapi Simmental 2-3 tahun 516,75 A 32,38 varians menggunakan uji Levene. Apabila data Sapi Simmental 3-4 tahun 602,50 A 33,93 Faktor Bangsa berdistribusi normal dan homogen, maka analisis dilanjutkan menggunakan analisis ragam dua arah Berdasarkan hasil analisis sidik ragam dua (Two-way ANOVA) untuk menguji pengaruh bangsa (A), umur (B), serta interaksi bangsa dan berpengaruh sangat nyata terhadap bobot badan umur (A x B) terhadap variabel berat badan, sapi limousin dan sapi simmental (P<0,. Begitu panjang badan, tinggi badan dan lingkar dada. juga dengan faktor umur menunjukkan pengaruh Karena setiap faktor hanya memiliki 2 taraf, uji terhadap berat badan, tetapi pengaruh bangsa lanjut tidak dilakukan (Steel et al. , 1. (Douglas terhadap berat badan tidak tergantung pada umur. Montgomery, 2. Model statistik yang dan begitu juga sebaliknya pengaruh umur terhadap berat badan tidak ditergantung pada (Two-way ANOVA), (P>0,. Bangsa ternak ditentukan oleh - 96 - ISSN 2549 - 757X (Onlin. faktor genetik dan bersifat tetap. Bangsa ternak sedangkan berat badan itu sendiri dipengaruhi sifat pemanfaatan nutrien yang dikendalikan oleh perdagingan, perlemakan, perototan, karkas, isi genetik, sehingga perbedaan bobot badan antar perut dan besarnya pertulangan kepala, kaki dan bangsa akan tetap terlihat pada berbagai umur. Umur dan jenis kelamin turut mempengaruhi umur hanya menentukan fase pertumbuhan, bukan bobot badan dan ukuran ternak. Berat badan sapi mengubah genetik bangsa. merupakan salah satu indikator produktivitas Berat badan ternak berhubungan dengan Umur mempengaruhi bobot badan secara ternak yang dapat diduga berdasarkan ukuran fisiologis, bukan spesifik bangsa, karena umur linear tubuh sapi. Ukuran-ukuran linear tubuh berpengaruh melalui pertambahan jaringan otot merupakan suatu ukuran dari bagian tubuh ternak dan lemak, perubahan hormon pertumbuhan dan yang pertambahannya satu sama lain saling laju pertumbuhan. Pola pertambahan bobot badan berhubungan secara linear. Ukuran linear tubuh akibat umur terjadi pada semua bangsa, mesikipun yang dapat dipakai dalam memprediksi berat badan sapi antara lain panjang badan, tinggi badan menyebabkan tidak terjadi interaksi. Tidak adanya dan lingkar dada (Hariyanto, 2. Lingkar Dada menunjukkan bahwa perbedaan bobot badan antar Hasil penelitian rata-rata lingkar dada bangsa bersifat konsisten pada setiap kelompok pada penelitian di rumah potong hewan hal ini mengindikasikan bahwa pengaruh lambaro sebagai berikut : genetik bangsa terhadap bobot badan tidak Tabel 2 Rata-rata lingkar dada pada sapi limousin dan simmental dipengaruhi oleh umur ternak, melainkan umur pertumbuhan yang dialami oleh ternak secara Faktor bangsa Berat badan sapi berbeda-beda tergantung umur dan bangsanya. Faktor lingkungan dan Faktor Lingkar dada Limousin (A. 2-3 tahun (B. 175,75 A 4,34 Limousin (A. 3-4 tahun (B. 187,50 A 2,08 Rata-rata 181,63 A 7,02 Simmental (A. 2-3 tahun (B. 192,25 A 3,86 mempengaruhi besarnya berat badan ternak sapi Simmental (A. 3-4 tahun (B. 200,25 A 4,57 sesuai dengan laju pertambahan bobot badan Rata-rata 196,25 A 5,80 dipengaruhi oleh umur, lingkungan, genetik, dan Sebelum dilakukan analisis sidik ragam, data faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan lingkar dada telah memenuhi asumsi anova. Uji adalah sistem manajemen atau pengelolaan shapiro-wilk menunjukkan bahwa seluruh kelompok data tersedia, kesehatan dan iklim (Meidina et al. berdistribusi normal (P>0,. , baik pada faktor Karakteristik kuantitatif sapi limousin. Andi firdaus. Dedhi yustendi. Mulyadi, 2. - 97 - bangsa maupun faktor umur. Selain itu, hasil uji homogenitas varians . eveneAos tes. menunjukkan Faktor umur juga menunjukan pengaruh yang nilai signifikansi sebesar 0,220 (P>0,. , yang sangat nyata terhadap lingkar dada (F=26,408. =0,. Ternak pada kelompok umur B2 perlakuan bersifat homogen. Dengan demikian, memiliki rataan lingkar dada yang lebih besar analisis sidik ragam layak digunakan. ,88 A 7,57 c. dibandingkan kelompok umur Pengaruh faktor bangsa terhadap lingkar Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa faktor bangsa memberikan pengaruh sangat nyata terhadap lingkar dada (F=57,992. P = 0,. Rataan lingkar dada ternak bangsa sapi simmental (A. ,25 A 5,80 c. lebih besar dibandingkan bangsa sapi limousin A1 . ,63 A 7,03 c. perbedaan rataan sebesar 14,63 cm ini juga diperkuat oleh uji lanjut LSD yang menunjukkan perbedaan yang signifikan (P<0,. Perbedaan lingkar dada antar bangsa ini mencerminkan adanya perbedaan potensi genetik dan karakteristik morfologi tubuh. Lingkar dada merupakan indikator penting yang berkaitan erat dengan kapasitas rongga dada, perkembangan otot, serta bobot badan ternak. hal ini didukung oleh. Bali menunjukan bahwa ukuran morfometrik seperti lingkar dada memiliki korelasi dan kontribusi yang signifikan terhadap bobot badan karkas ternak, serta dapat digunakan sebagai parameter estimasi pertumbuhan dan seleksi genetik. (Azis et al. Bangsa pertumbuhan rangka dan otot yang lebih baik, sehingga menghasilkan ukuran lingkar dada yang lebih besar dibandingkan A1. Pengaruh faktor umur terhadap lingkar B1 . ,00 A 9,61 c. Hasil uji lanjut LSD menunjukan bahwa perbedaan tersebut signifikan (P<0,. dengan selisih ratan sebesar 9,88 cm. Peningkatan bertambahnya umur berkaitan dengan proses pertumbuhan dan perkembangan jaringan otot serta rangka tubuh. Semakin bertambah umur ternak, pertumbuhan tulang rusuk dan otot dada semakin berkembang, sehingga ukuran lingkar dada meningkat. Hal ini menunjukan bahwa umur merupakan faktor penting dalam menentukan ukuran tubuh ternak, khususnya lingkar dada. Interaksi faktor bangsa dan umur terhadap lingkar dada Hasil analisis menunjukan bahwa interaksi antara faktor bangsa dan faktor umur tidak (F=0,952. P0,. Hal ini menunjukan bahwa pengaruh bangsa terhadap lingkar dada bersifat konsisten pada setiap kelompok umur, dan sebaliknya pengaruh umur relatif sama pada masing-masing bangsa. Meskipun secara deskriptif sapi kelompok A2B2 menghasilkan nilai lingkar dada tertinggi yaitu 200,25 A 4,57 cm, perbedaan antar kombinasi perlakuan tidak cukup besar untuk menghasilkan interaksi yang signifikan secara statistik. Dengan dipengaruhi oleh masing-masing faktor bangsa dan umur dibandingkan kombinasi keduanya. - 98 - ISSN 2549 - 757X (Onlin. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ternak bibit sapi yang unggul berasal dari induk dan bangsa A2 dan ternak pada umur yang lebih tua pejantan yang memiliki faktor genetik yang baik, (B. memiliki ukuran lingkar dada yang lebih sehingga tidak mengganggu pertumbuhannya besar, sehingga berpotensi memiliki bobot badan (Saptayanti et al. , 2. dan kapasitas produksi yang lebih tinggi, oleh (Haryanti et al. , 2. menyatakan bahwa karena itu, pemilihan bangsa dan pengelompokan apabila penimbangan ternak tidak dapat dilakukan, umur menjadi aspek penting dalam manajemen maka pendugaan bobot badan ternak dapat pemeliharaan dan seleksi ternak. dilakukan menggunakan ukuran tubuh ternak. Berdasarkan pengukuran lingkar dada ukuran-ukuran tubuh dapat digunakan untuk mendapatkan hasil pada sapi limousin yaitu 175,75 menduga bobot badan. lingkar dada mempunyai cm, dengan standar deviasi sebesar 4,34 cm, peranan yang sangat penting untuk menduga bobot sehingga dapat diketahui rataan panjang badan badan dengan nilai koefisien determinasi terhadap Sapi limousin 175,75A4,34 cm. lebih rendah perubahan bobot badan sebesar 90,97%. dibandingkan dengan sapi simmental . ,25 A Panjang Badan 3,86 c. pada kelompok umur 2-3 tahun begitu Hasil penelitian rata-rata panjang badan Sapi juga dengan kelompok umur 3-4 tahun . ,5 A Simmental dan Limousin berdasarkan faktor 2,08 c. pada sapi limousin yang lebih rendah di bangsa, dan umur pada penelitian di rumah potong bandingkan sapi simmental . ,25 A 4,57 c. hewan lambaro sebagai berikut : Hasil uji statistik analisis sidik ragam (ANOVA) dengan sapi simmental 2-3 tahun dan 3-4 tahun. Tabel 3 Rata-rata panjang badan pada sapi limousin dan simmental Panjang Badan Faktor Bangsa Faktor Umur . namun pada sapi simmental 2-3 tahun dengan sapi Limousin (A. 2-3 tahun (B. 154,25 A 4,35 limousin 3-4 tahun tidak berbeda signifikan (P> Limousin (A. 3-4 tahun (B. 167,55 A 2,38 0,. Hal ini sejalan dengan penelitian Kusuma et Rata-rata . yang menunjukkan hasil ukuran rata-rata Simmental (A. 2-3 tahun (B. 151,25 A 3,50 lingkar dada sapi pada umur 2-4 tahun adalah sapi Simmental (A. 3-4 tahun (B. 162,5 A 2,52 Simmental 193,50 cm. sedangkan hasil ukuran Rata-rata menunjukkan bahwa lingkar dada sapi limousin 23 tahun dan umur 3-4 tahun berbeda signifikan 160,88 A 7,791 156,88 A 6,64 rata-rata lingkar dada sapi Limousin 184,66 cm. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa Nilai tersebut menunjukkan ukuran tubuh sapi model berpengaruh sangat nyata terhadap panjang Simmental. (Muada et al. , 2. juga sependapat badan ternak (P < 0,. dengan nilai RA = 0,838, bahwa sapi Limousin memiliki karakteristik yang berarti sekitar 83,8% variasi panjang badan ukuran tubuh yang padat dan lebih kompak. dapat dijelaskan oleh faktor bangsa, umur, dan Limousin Variasi dalam ukuran tubuh sapi juga dipengaruhi Faktor bangsa berpengaruh nyata terhadap oleh faktor genetik. Karena untuk mendapatkan Karakteristik kuantitatif sapi limousin. Andi firdaus. Dedhi yustendi. Mulyadi, 2. - 99 - panjang badan ternak (P = 0,031 < 0,. dengan kerangka tubuh besar mampu mengkonsumsi nilai F = 5,931. Hal ini menunjukkan bahwa pakan dengan jumlah lebih banyak, sehingga dapat terdapat perbedaan panjang badan antara bangsa menyebabkan pertambahan bobot badan yang ternak yang diamati. Secara biologis, perbedaan ini lebih besar pula (Firdaus et al. , 2. Panjang berkaitan dengan potensi genetik dan karakteristik badan juga mempunyai hubungan dengan bobot morfologi tubuh ternak, di mana setiap bangsa panjang badan menunjukkan adanya memiliki pola pertumbuhan yang berbeda. pertumbuhan tulang belakang yang meliputi tulang Faktor umur berpengaruh sangat nyata punggung dan tulang pinggang. Arah pertumbuhan terhadap panjang badan (P < 0,. dengan nilai F = ternak diawali dengan pertumbuhan meninggi 55,622. kemudian memanjang dan kemudian melingkar Ini bertambah umur ternak, maka panjang badan pada dada (Hariyanto, 2. cenderung meningkat. Hal ini terjadi karena Interaksi antara bangsa dan umur tidak pertumbuhan tulang dan jaringan tubuh masih berpengaruh nyata terhadap panjang badan (P = berlangsung seiring pertambahan umur ternak. 0,554 > 0,. Hal ini menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukan panjang badan pengaruh bangsa terhadap panjang badan bersifat sapi limousin . ,25 A 4,35 c. lebih besar konsisten pada setiap kelompok umur, dan dibandingkan dengan sapi simmental di Rumah pengaruh umur terjadi relatif sama pada kedua Potong Hewan . ,25 A 3,. pada kelompok umur 2-3 tahun begitu juga dengan kelompok umur 3-4 tahun . ,7A2,38 c. pada sapi independen dalam mempengaruhi panjang badan limousin yang lebih besar di bandingkan sapi ternak kondisi ini sesuai dengan prinsip analisis simmental . ,5A2,51 c. Pada penelitian ragam faktorial yang menyatakan bahwa interaksi Kusuma et al. menunjukkan hasil ukuran terjadi apabila respon suatu faktor berbeda pada rata-rata panjang badan sapi pada umur 2-4 Tahun adalah sapi Simmental 155,66 cm. sedangkan hasil Montgomery, 2. Steel and Torrie, 1. ukuran rata-rata panjang badan sapi Limousin Selain itu. Pertumbuhan dimensi tubuh ternak 149,50 cm dan. Nilai tersebut menunjukkan terutama dipengaruhi oleh umur, sedangkan ukuran panjang badan sapi Limousin lebih kecil dibandingkan sapi Simmental. Perbedaan hasil pertumbuhan, dan keduanya bereaksi secara penelitian ini dengan penelitian Kusuma et al. diduga disebabkan oleh perbedaan sistem pemeliharaan, kualitas pakan, serta kondisi genetik ternak yang diamati. Panjang badan adalah ukuran tubuh yang dapat menggambarkan ukuran kerangka rangkaian Tidak (Douglas Tinggi badan Hasil penelitian rata-rata tinggi badan pada penelitian di rumah potong hewan lambaro sebagai tulang dan juga otot hewan. Sapi yang memiliki - 100 - ISSN 2549 - 757X (Onlin. pada bangsa. Demikian pula, perbedaan bangsa Tabel 4. Rata-rata tinggi badan pada sapi limousin dan simmental tidak berubah secara signifikan pada setiap Tinggi Badan Faktor Bangsa Faktor Umur Limousin (A. 2-3 tahun (B. 128,25 A 2,36 Limousin (A. 3-4 tahun (B. 137,25 A 2,22 Rata-rata . ujiSecara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan tinggi badan sapi limousin 132,75 A 5,25 Simmental (A. 2-3 tahun (B. 134 A 3,37 Simmental (A. 3-4 tahun (B. 141,25 A 7,89 Rata-rata kelompok umur. 137,63 A 6,82 ,25A2,36 c. lebih kecil dengan sapi simmental . A3,37 c. pada kelompok umur 23 tahun. Pada kelompok umur 3-4 tahun mendapatkan hasil . ,25A2,21 c. pada sapi limousin lebih kecil dengan sapi simmental . ,24A7,88 c. Hasil penelitian Nurcholis et al. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa . menujukkan Tinggi badan sapi SIMPO model berpengaruh nyata terhadap tinggi badan . ,43A4,65 c. dan LIMPO . ,00A2,59 c. ternak (P = 0,011 < 0,. dengan nilai RA = 0,589, dengan rataan umur A3 tahun. yang berarti sekitar 58,9% variasi tinggi badan Tinggi badan merupakan salah satu ukuran dapat dijelaskan oleh faktor bangsa, umur, dan tubuh yang dapat digunakan sebagai data pendukung dalam penentuan performan ternak. Faktor bangsa tidak berpengaruh nyata Tinggi badan dapat diukur dengan cara diukur terhadap tinggi badan (P = 0,055 > 0,. dengan lurus dengan tongkat ukur dari atas tanah tempat nilai F = 4,522. Artinya, tinggi badan ternak dari sapi berdiri sampai dengan titik tertinggi pada kedua bangsa yang diamati relatif sama secara gumba, pada tulang rusuk ketiga dan keempat. statistik, walaupun mungkin terdapat perbedaan Hubungan antara tinggi badan dengan bobot akan rata-rata secara numerik. Sedangkan pada faktor semakin erat seiring dengan bertambahnya waktu umur, berpengaruh nyata terhadap tinggi badan (P (Hariyanto, 2. Pengaruh umur dan bangsa = 0,004 < 0,. dengan nilai F = 12,562. Ini terhadap tinggi badan sapi simmental dan limousin berdasarkan kelompok umur. KESIMPULAN DAN SARAN pertumbuhan tulang masih berlangsung. Umur ternak berpengaruh nyata terhadap tinggi badan Kesimpulan karena pertumbuhan kerangka tubuh berlangsung Berdasarkan seiring bertambahnya umur ternak. disimpulkan bahwa faktor bangsa dan umur Interaksi antara bangsa dan umur tidak berpengaruh terhadap karakteristik kuantitatif sapi berpengaruh nyata terhadap tinggi badan (P = potong di RPH Lambaro. Sapi Simmental 0,709 > 0,. Hal ini menunjukkan bahwa memiliki bobot badan, lingkar dada, dan tinggi peningkatan tinggi badan akibat pertambahan badan lebih besar dibandingkan sapi Limousin, umur terjadi secara relatif sama pada kedua bangsa sedangkan sapi Limousin memiliki panjang badan ternak, sehingga pengaruh umur tidak bergantung lebih besar. Faktor umur berpengaruh nyata Karakteristik kuantitatif sapi limousin. Andi firdaus. Dedhi yustendi. Mulyadi, 2. - 101 - terhadap peningkatan ukuran tubuh dan bobot Analysis Experiments. In Mycological badan ternak, di mana kelompok umur 3Ae4 tahun Research menunjukkan performa kuantitatif yang lebih baik https://lccn. gov/2017002355 dibandingkan kelompok umur 2Ae3 tahun. (Vol. Issue Firdaus. Dudi, & Siwi. Interaksi antara bangsa dan umur tidak Penyimpangan berpengaruh nyata terhadap bobot badan, lingkar menggunakan rumus Winter dan rumus dada, panjang badan, dan tinggi badan, yang Arjodarmoko menunjukkan bahwa pengaruh bangsa dan umur aktual sapi pasundan di Kabupaten Garut . asus karakteristik kuantitatif sapi potong. Kecamatan Cibalong, 6. , 1Ae13. Gushairiyanto, lanjutan dengan jumlah sampel yang lebih besar dan mempertimbangkan faktor lain seperti jenis Kunatitatif Menggunakan Analisis Sapi Bali Komponen Sain Peternakan Indonesia, 16. , 74Ae79. Sapi Adelia. Depison, & Wiyanto. Karakteristik Fenotipe Sapi Simbal Di Kabupaten Merangin Provinsi Jambi. Journal of Livestock and Animal Health, 54Ae60. Simmental Kecamatan Tanjunganom. Menggunakan Betina Kabupaten Ukuran-Ukuran Tubuh pada Domba Wonosobo. Jurnal Sain Peternakan, 10. , 1Ae6. Kusuma. Novianingsih. Rukmi, , & Respati. Rasio Measurements in Bali Cattle of Indonesia ketepatan pendugaan bobot badan sapi Using Regression Analysis. Advances in Simmental dan Limousin berdasarkan Animal and Veterinary Sciences, 11. , rumus terhadap bobot badan aktual. 36Ae 1486Ae1491. Bali Cattle. Body weight. Correlation, https://doi. org/10. 25047/animpro. Regressionreceived Douglas C. Montgomery. Desgin and Peranakan Dan . Pendugaan Bobot Badan Hariyono. Tribudi. , & Prediction of Body Weight from Body Limousin Haryanti. Kurniantoro. , & Lestari. Azis. Ciptadi. Wahjuningsih. Nurgiartiningsih. Peranakan Nganjuk. https://doi. org/10. 32530/jlah. Karakteristik . Hariyanto. Performans Produksi DAFTAR PUSTAKA Depison. Muaro Jambil,Provinsi Jambi. Jurnal kondisi fisiologis . ehat/saki. untuk memperkaya data dan memperkuat kesimpulan. Utama di Kabupaten Merangin dan kelamin, kondisi pakan sebelum pemotongan, serta Body Kabupaten Garu. Students E-Journal. Saran