Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. No. April 2026: hlm 799 Ae 808 ISSN 2657-0025 (Versi Elektroni. PENGARUH FINANCIAL LITERACY DAN FINANCIAL ATTITUDE TERHADAP SAVING BEHAVIOR DENGAN SELF CONTROL SEBAGAI VARIABEL MODERASI Kelvin Asjarie1. Hendra Wiyanto2* Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Tarumanagara Jakarta Email: kelvin. 115220365@stu. Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Tarumanagara Jakarta Email: hendraw@fe. *Penulis Korespondensi Masuk: 10-01-2026, revisi: 14-01-2026, diterima untuk diterbitkan: 30-04-2026 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh financial literacy dan financial attitude terhadap saving behavior mahasiswa wilayah Jakarta Barat dengan self control sebagai variabel moderasi. Metode yang digunakan adalah dengan penyebaran kuesioner dengan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa/i perguruan tinggi wilayah Jakarta Barat yang terkumpul sebanyak 157 data valid. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan aplikasi software SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial literacy, financial attitude, dan self control berpengaruh positif dan signifikan terhadap saving behavior mahasiswa/i wilayah Jakarta Barat. Financial literacy berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap saving behavior mahasiswa/i Wilayah Jakarta Barat dengan dimoderasi oleh self control. Financial attitude berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap saving behavior mahasiswa/i wilayah Jakarta Barat dengan dimoderasi oleh self control. Kata Kunci: financial literacy, financial attitude, self control, saving behavior ABSTRACT This study aims to analyze the effect of financial literacy and financial attitude on the saving behavior of college students in the West Jakarta Area, with self-control as the moderating variable. The method used was the distribution of questionnaires with a purposive sampling technique. The sample in this study consisted of college students in the West Jakarta Area, with a total of 157 valid data collected. The collected data were analyzed using the SmartPLS 4. software application. The results show that financial literacy, financial attitude, and self-control have a positive and significant effect on the saving behavior of students in the West Jakarta Area. Furthermore, financial literacy has a negative and non-significant effect on student saving behavior when moderated by self-control. Financial attitude also has a negative and nonsignificant effect on student saving behavior when moderated by self-control. Keywords: financial literacy, financial attitude, self control, saving behavior PENDAHULUAN Latar belakang Kondisi perekonomian nasional mengalami ketidakpastian sejak pandemi. Sebagian besar sektor bisnis menghadapi ketidakpastian yang diikuti dengan pengurangan inventaris dan perekrutan untuk mempertahankan operasional. Hal ini menyebabkan tabungan rumah tangga mengalami penurunan terutama rumah tangga berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah. Konsumsi rumah tangga kelas menengah juga mengalami penurunan sejak inflasi di era pandemi dengan peningkatan hanya 1,3% setiap tahun, sementara konsumsi rumah tangga berpenghasilan rendah dan tinggi yang peningkatan 23% per tahun (World Bank Group, 2025. Menurut World Bank Group . Indonesia telah menjadi negara berpenghasilan menengah ke atas sejak tahun 2023 dan sedang mengejar target sebagai negara berpenghasilan atas pada Pengaruh Financial Literacy dan Financial Attitude terhadap Saving Behavior dengan Self Control sebagai Variabel Moderasi Kelvin Asjarie et al. Bank dunia menetapkan bahwa ambang batas kemiskinan suatu negara berpenghasilan menegah ke atas adalah dengan pengeluaran sebesar 6,85 US dollar setiap harinya dengan catatan kurs yang digunakan oleh bank dunia merupakan kurs Purchasing Power Parity . dengan 993 rupiah per US dollar atau dengan angka keseluruhan mencapai Rp 41. Bank dunia mencatat bahwa 60,3% penduduk Indonesia hidup dengan pengeluaran kurang dari 6,85 US dollar per hari, sehingga garis kemiskinan di Indonesia mencapai 60,3% dari populasi. Walaupun sudah menjadi negara berpenghasilan menengah, nyatanya sebagian besar masyarakat Indonesia hidup dalam keadaan krisis keuangan. Survei OJK pada tahun 2016 mencatat bahwa sebanyak 42,5% populasi masyarakat pernah hidup dalam kondisi di mana penghasilan yang dimiliki tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dalam satu tahun terakhir. Sekitar 26,5% masyarakat melakukan berbagai hal untuk bertahan hidup. 33,6% menarik tabungan, 20,9% meminjam kepada keluarga, kerabat, atau teman, pinjaman terhadap lembaga jasa keuangan formal sebanyak 5,5% dan 3,8% memutuskan untuk menggadai aset. Salah satu penyebab utama terjadinya hal di atas adalah kurang bijaknya penggunaan dan pengelolaan keuangan oleh masyarakat Indonesia. Pengelolaan keuangan yang efisien sangat penting dalam mengatur kehidupan dan masa depan. Menurut OJK . , 54,9% masyarakat Indonesia menyusun anggaran keuangan bulanan. Dari 54,9% tersebut, 27,5% membuat rencana keuangan bulanan secara rinci dan 72,5% lainnya hanya menyusun secara besaran saja. Namun, dari 54,9% masyarakat yang menyusun anggaran tersebut, hanya 30,7% yang memiliki komitmen untuk melaksanakan perencanaan keuangan yang telah disusun. Hal ini tentunya menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan. Kurang bijaknya pengelolaan finansial yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia membuat hampir sebagian besar tidak memiliki tabungan. Berdasarkan survei Otoritas Jasa keuangan (OJK) pada tahun 2024, hanya 30% masyarakat Indonesia yang memiliki tabungan dan 70% sisanya hidup tanpa adanya dana darurat dan hanya mengandalkan pemasukan bulanan. Dari total 30% masyarakat Indonesia yang memiliki tabungan, sebanyak 23,4% mengaku masih belum konsisten menabung. Kemudian sebanyak 55,5% mayoritas masyarakat Indonesia menyisihkan kurang dari 10% pendapatan bulanannya untuk ditabung, sedangkan 33,5% menyisihkan sekitar 10Ae20% pendapatan bulanannya untuk ditabung. Mayoritas masyarakat Indonesia merasa bahwa adanya kebutuhan yang lebih mendesak menjadi alasan mengapa seseorang jarang menyisihkan pendapatannya untuk ditabung. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya pengelolaan keuangan terutama dalam hal menabung masih rendah. Di Indonesia, terdapat beberapa fasilitas yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk menabung, seperti bank, dompet digital, celengan, koperasi, dan lain-lain. Bank masih menjadi mayoritas pilihan utama masyarakat sebagai tempat menabung yang paling umum. Terdapat banyak sekali bank swasta dan bank milik pemerintah di Indonesia, seperti Bank BCA. Bank Danamon. Bank Mandiri. Bank BNI, dan Bank BRI. Banyaknya pilihan perbankan di Indonesia menawarkan berbagai layanan produk tabungan dengan besaran jumlah nominal suku bunga yang berbeda. Hal ini tentunya menunjukkan bagaimana pemilihan reputasi suatu bank dan suku bunga yang ditawarkan oleh suatu bank akan mempengaruhi kebiasaan menabung seseorang. Namun, dalam beberapa tahun ini, sering ditemukannya berbagai kasus mengenai raupnya uang tabungan di bank yang menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan di Indonesia. Rendahnya kesadaran menabung yang terdapat pada sebagian besar Masyarakat Indonesia disebabkan oleh kurangnya pemahaman Masyarakat Indonesia terhadap literasi keuangan. Hal ini Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. No. April 2026: hlm 799 Ae 808 ISSN 2657-0025 (Versi Elektroni. tidak hanya menjadi permasalahan nasional. Lusardi dan Mitchell . mengungkapkan bahwa kemampuan literasi keuangan yang dimiliki oleh para anak muda di dunia masih tergolong rendah. Literasi keuangan generasi muda masih tergolong rendah di dunia menyebabkan mahasiswa menjadi salah satu kelompok masyarakat yang terdampak akibat hal ini. Menurut Aprea et al. , financial literacy dapat diartikan sebagai bentuk kompetensi multidimensional yang mencakup aspek kognitif . engetahuan dan pemahaman konsep keuanga. , keterampilan berpikir kritis dan reflektif, serta pola sikap dan perilaku seseorang dalam konteks pengelolaan keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Financial literacy adalah pengetahuan dan kecakapan untuk mengaplikasikan pemahaman tentang konsep dan risiko, keterampilan agar dapat membuat keputusan yang efektif dalam konteks finansial keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan finansial, baik secara individu maupun sosial, dan dapat berpartisipasi dalam lingkungan Konsep pemahaman masyarakat terhadap financial literacy yang masih tergolong rendah di Indonesia menyebabkan pengambilan keputusan finansial yang kurang bijak, seperti penggunaan aplikasi pinjaman online tanpa memahami risiko bunga tinggi atau kurangnya kebiasaan menabung dan berinvestasi sejak dini. Menurut Morgan & Long . , individu dengan tingkat financial literacy yang tinggi memiliki kebiasaan dalam menabung baik secara formal maupun informal dan juga sebaliknya. Kemudian menurut Angela & Pamungkas . , semakin baik kemampuan financial literacy seorang individu, maka ketersediaan individu tersebut terhadap menabung akan lebih besar dikarenakan tingginya kesadaran seseorang terhadap pengelolaan keuangan untuk masa depan. Hal ini tentu berdampak pada financial attitude masyarakat dalam mengelola tabungan, menyusun anggaran, dan mengatur pengeluaran. Survei OJK pada tahun 2016 mencatat bahwa ada sebanyak 42,5% populasi masyarakat pernah hidup dalam kondisi di mana penghasilan yang dimiliki mereka tidak dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dalam satu tahun terakhir. Sekitar 26,5% masyarakat melakukan berbagai hal untuk bertahan hidup. 33,6% menarik tabungan, 20,9% meminjam kepada keluarga, kerabat, ataupun teman, pinjaman terhadap lembaga jasa keuangan formal sebanyak 5,5% dan 3,8% memutuskan untuk menggadai aset atau barang berharga milik mereka. Menurut Parrotta & Johnson . , financial attitude didefinisikan sebagai kecenderungan seseorang dalam menilai praktik-praktik pengelolaan keuangan yang sudah mapan dalam berbagai tingkat penerimaan atau penolakan terhadap praktik-praktik tersebut. Financial attitude merupakan salah satu kunci penting dalam mengidentifikasi pilihan dan risiko seorang individu dikarenakan dapat mempengaruhi keputusan seseorang dalam menabung, berinvestasi, dan mengelola finansial secara keseluruhan (Yuliarto et al. , 2. Financial attitude menunjukkan rasa optimisme, kebutuhan akan keamanan finansial, ketakutan pada masalah finansial jangka panjang, dan kebutuhan serta tujuan dalam melakukan minat menabung yang melekat dalam pemikiran seorang individu (Talwar et al. , 2. Dalam financial attitude, 54,9% masyarakat Indonesia menyusun anggaran keuangan bulanan. Dari 54,9% tersebut 27,5% diantaranya menyatakan membuat rencana keuangan bulanan secara rinci dan 72,5% lainnya hanya menyusun secara besaran saja. Namun, dari 54,9% masyarakat yang menyusun anggaran tersebut, hanya 30,7% saja yang memiliki komitmen untuk melaksanakan perencanaan keuangan yang telah disusun (OJK, 2. Gaya hidup mahasiswa mengalami perubahan pesat dan terbawa oleh arus perubahan seiring dengan perkembangan zaman. Secara umum, mahasiswa merupakan sebutan untuk seseorang yang sedang menempuh jenjang pendidikan di tingkat universitas atau sekolah tinggi. Mahasiswa pada umumnya memilik kebebasan yang lebih besar dalam membuat keputusan pribadi dalam keuangannya yang akan mempengaruhi gaya hidup mereka. Gaya hidup mahasiswa dapat dilihat dari cara pengelolaan keuangan mereka dalam berbelanja barang, memilih kebutuhan konsumsi. Pengaruh Financial Literacy dan Financial Attitude terhadap Saving Behavior dengan Self Control sebagai Variabel Moderasi Kelvin Asjarie et al. serta mengelola waktu dan keuangan sehari-hari. Hal ini tentunya menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki tingkat pengendalian diri . elf contro. yang rendah. Menurut DAoZurilla dan Goldfried . , self control merupakan sebuah kemampuan untuk merencanakan, mengarahkan, dan menuntun suatu perilaku menuju arah yang positif. Kemudian, menurut Anastasya dan Pamungkas . , self control didefinisikan sebagai kemampuan seorang individu dalam mengatur emosi dan keinginan, serta mempertimbangkan dahulu sebelum melakukan pembelian, dengan tujuan untuk mengesampingkan atau mengubah tanggapan batin agar tidak terjadi pengeluaran yang tidak terkendali dalam melakukan pembelian, sehingga dapat disimpulkan bahwa self control merupakan suatu kondisi psikologis yang merujuk pada kemampuan seorang individu untuk mengatur pikiran, emosi, dan perilaku untuk mengatur sikap finansial seorang individu agar tidak menimbulkan pengeluaran yang tidak terkendali dalam melakukan pembelian dalam upaya mencapai tujuan finansial. Self control merupakan salah satu kondisi psikologis yang mengatur teknik dan tingkat emosional seseorang dalam mengatur tingkah laku kebiasaan seseorang dalam pengambilan keputusan dan tingkah laku dalam kegiatan sehari-hari. Self control berperan penting dalam mengatur kebiasaan seseorang termaksud dalam hal kebiasaan mengatur keuangan baik perilaku kebiasaan konsumtif dan perilaku menabung. Maraknya fenomena seperti makan di luar secara rutin, berbelanja secara daring, hingga penggunaan layanan berbasis digital menjadi bagian dari pola hidup yang semakin konsumtif sehingga menimbulkan perilaku mahasiswa yang cenderung konsumtif yang menimbulkan sikap pengelolaan keuangan yang kurang baik seperti kurang menabung, investasi, hingga tidak adanya perencanaan pendanaan keadaan darurat untuk situasi mendesak. Rumusan masalah Perumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Apakah terdapat pengaruh financial literacy terhadap saving behavior? Apakah terdapat pengaruh financial attitude terhadap saving behavior? Apakah terdapat pengaruh self control terhadap saving behavior? Apakah terdapat pengaruh financial literacy terhadap saving behavior yang dimoderasi oleh self control? Apakah terdapat pengaruh financial attitude terhadap saving behavior yang dimoderasi oleh self control? Berdasarkan pendahuluan dan rumusan masalah di atas, dikembangkan model penelitian yang ditunjukkan pada Gambar 1. Gambar 1. Model penelitian Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. No. April 2026: hlm 799 Ae 808 ISSN 2657-0025 (Versi Elektroni. METODE PENELITIAN Desain penilitian terdiri dari metode penelitian, pengumpulan data, analisis data, serta pembuatan Metode penelitian dan pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan analisis data kuantitatif dengan cara penyebaran kuesioner yang telah dibuat di dalam Google Forms dan kemudian disebarkan kepada mahasiswa/i wilayah Jakarta Barat melalui media sosial seperti Instagram. Whatsapp. Line, dan lain-lain. Setelah data telah terkumpul, analisis data pada penelitian ini menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4. Pada penelitian ini, sampel dipilih secara purposive sampling, yaitu memilih sampel berdasarkan kriteria yang telah dirumuskan supaya data dapat terkumupul dengan cepat dan efisien. Penelitian ini menggunakan sampel berupa mahasiswa-mahasiswi di wilayah Jakarta Barat. Jumlah sampel terkumpul sebanyak 159 jawaban responden, tetapi terdapat 2 jawaban yang tidak valid karena merupakan mahasiswa/i di luar wilayah Jakarta Barat, sehingga jumlah sampel sebanyak 157. Tabel 1. Operasionalisasi variabel Financial Literacy Indikator Saya memiliki pemahaman yang baik dalam pengelolaan keuangan. Saya memahami dengan baik instrumen keuangan . bligasi, saham, dan sebagainy. Saya memahami perbedaan antara tabungan dan investasi. Saya memahami bagaimana cara bekerja bunga majemuk. Saya dapat menghitung keuntungan dan resiko dari produk keuangan yang dipilih. Saya mengetahui bagaimana cara menyusun anggaran bulanan. Financial Attitude Indikator Saya mengikuti rencana pengeluaran setiap bulan. Saya dapat mengontrol pengeluaran setiap bulan. Saya mengelola keuangan saya untuk masa depan. Saya menetapkan tujuan keuangan saya untuk masa depan. Saya melakukan investasi atau menabung secara rutin. Self Control Indikator Saya menabung karena menurut saya, menabung itu tidak sulit. Saya tidak mudah tergoda oleh diskon atau potongan belanja. Saya menyiapkan daftar barang yang diperlukan sebelum melakukan pembelian. Saya tidak membeli barang karena pengaruh suatu tren. Saya berpikir dua kali sebelum melakukan pembelian mahal. Saya memikirkan dampak jangka panjang atas pengeluaran yang saya lakukan. Saya lebih memilih menabung dibandingkan menghabiskan uang untuk kesenangan sesaat. Saving Behavior Indikator Saya memiliki rekening tabungan pribadi. Saya cenderung menabung sebagian pendapatan saya. Saya selalu membandingkan beberapa harga sebelum membeli suatu barang atas dasar menghemat pengeluaran. Saya selalu secara rutin mencatat jumlah uang yang sudah ditabung. Saya selalu melihat pertumbuhan tabungan saya secara berkala. Saya jarang mengambil uang tabungan saya kecuali untuk keperluan mendesak. Skala Referensi Mpaata et al. Anastasya dan Pamungkas . Yuliarto et al. Angela dan Pamungkas . Skala Referensi Anastasya dan Pamungkas . Skala Referensi Anastasya dan Pamungkas . Mpaata et al. Angela dan Pamungkas . Anastasya dan Pamungkas . Dahal . Skala Referensi Yuliarto et al. Mpaata et al. Alshebami dan Aldhyani . Yuliarto et al. Pengaruh Financial Literacy dan Financial Attitude terhadap Saving Behavior dengan Self Control sebagai Variabel Moderasi Kelvin Asjarie et al. HASIL DAN PEMBAHASAN Outer model analysis Analisis outer model terdiri dari uji validitas dan reliabilitas yang ditunjukkan pada Tabel 2 sampai dengan Tabel 7. Tabel 2. Hasil uji outer loading Sumber: Hasil pengolahan data dengan SmartPLS 4. Indikator FL1 FL2 FL3 FL4 FL5 FL6 FA1 FA2 FA3 FA4 FA5 SC1 SC2 SC3 SC4 SC5 SC6 SC7 SB1 SB2 SB3 SB4 SB5 SB6 Financial Literacy 0,744 0,744 0,788 0,755 0,759 0,812 Financial Attitude Self Control Saving Behavior 0,765 0,722 0,787 0,755 0,671 0,710 0,678 0,747 0,768 0,738 0,753 0,856 0,676 0,750 0,791 0,752 0,877 0,827 Tabel 3. Hasil uji Average Variance Extracted (AVE) Sumber: Hasil pengolahan data dengan SmartPLS 4. Variabel Financial Literacy Financial Attitude Self Control Saving Behavior Average Variance Extracted (AVE) 0,588 0,555 0,565 0,611 Berdasarkan Tabel 2 dan Tabel 3, seluruh variabel telah memenuhi kriteria nilai outer loading dan nilai AVE, sehingga pengujian validitas konvergen telah dinyatakan valid. Selanjutnya, berdasarkan Tabel 4. Tabel 5, dan Tabel 6, seluruh kriteria pengujian nilai Fornell-Larcker, nilai HTMT, dan nilai cross loading telah memenuhi syarat, sehingga pengujian validitas diskriminan telah dinyatakan valid. Tabel 4. Hasil uji Fornell-Larcker Sumber: Hasil pengolahan data dengan SmartPLS 4. Variabel Financial Attitude Financial Literacy Saving Behavior Self Control Financial Attitude 0,745 0,594 0,729 0,626 Financial Literacy Saving Behavior Self Control 0,767 0,653 0,577 0,782 0,720 0,752 Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. No. April 2026: hlm 799 Ae 808 ISSN 2657-0025 (Versi Elektroni. Tabel 5. Hasil uji HTMT Sumber: Hasil pengolahan data dengan SmartPLS 4. Variabel Financial Literacy NE Financial Attitude Saving Behavior NE Financial Attitude Saving Behavior NE Financial Literacy Self Control NE Financial Attitude Self Control NE Financial Literacy Self Control NE Saving Behavior HTMT 0,705 0,858 0,730 0,750 0,670 0,817 Tabel 6. Hasil uji cross loading Sumber: Hasil pengolahan data dengan SmartPLS 4. Indikator FA1 FA2 FA3 FA4 FA5 FL1 FL2 FL3 FL4 FL5 FL6 SB1 SB2 SB3 SB4 SB5 SB6 SC1 SC2 SC3 SC4 SC5 SC6 SC7 Financial Attitude 0,765 0,722 0,787 0,775 0,671 0,430 0,438 0,425 0,423 0,435 0,557 0,466 0,565 0,561 0,605 0,610 0,591 0,370 0,526 0,479 0,472 0,390 0,495 0,572 Financial Literacy 0,486 0,409 0,411 0,529 0,367 0,744 0,744 0,788 0,755 0,759 0,812 0,408 0,523 0,426 0,637 0,574 0,458 0,419 0,438 0,504 0,457 0,355 0,349 0,524 Saving Behavior 0,473 0,463 0,547 0,629 0,567 0,420 0,434 0,552 0,447 0,447 0,641 0,676 0,750 0,791 0,752 0,877 0,827 0,525 0,440 0,513 0,502 0,600 0,557 0,623 Self Control 0,479 0,434 0,433 0,522 0,450 0,455 0,479 0,422 0,429 0,384 0,486 0,444 0,561 0,581 0,594 0,607 0,567 0,710 0,678 0,747 0,768 0,738 0,753 0,856 Tabel 7. Hasil uji composite reliability dan CronbachAos alpha Sumber: Hasil pengolahan data dengan SmartPLS 4. Variabel Financial Literacy Financial Attitude Self Control Saving Behavior CronbachAos Alpha 0,861 0,800 0,871 0,871 Composite Reliability . 0,875 0,804 0,877 0,877 Composite Reliability . 0,896 0,862 0,901 0,903 Berdasarkan Tabel 7, seluruh kriteria pengujian nilai composite reliability dan cronbachAos alpha dinyatakan valid, sehingga memenuhi kriteria pengujian analisis reliabilitas. Inner model analysis Uji coefficient of determination (R. Berdasarkan Tabel 8, nilai R-Square sebesar 0,701 dan nilai R-Square Adjusted sebesar 0,691. Hal ini menunjukkan bahwa bahwa financial literacy, financial attitude, dan self control memiliki pengaruh sedang terhadap saving behavior dengan besaran persentase pengaruh yang diberikan Pengaruh Financial Literacy dan Financial Attitude terhadap Saving Behavior dengan Self Control sebagai Variabel Moderasi Kelvin Asjarie et al. sebesar 70,1% (R-squar. dan 69,1% (R-Square Adjuste. Sisanya sebesar 20,9% (R-Squar. dan 31,9% (R-Square Adjuste. saving behavior dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Tabel 8. Hasil uji coefficient of determination (R. Sumber: Hasil pengolahan data dengan SmartPLS 4. Variabel Saving Behavior R-Square 0,701 R-Square Adjusted 0,691 Keterangan Pengaruh Sedang Uji effect size . Tabel 9. Hasil uji effect size . Sumber: Hasil pengolahan data dengan SmartPLS 4. Variabel Financial Attitude Ie Saving Behavior Financial Literacy Ie Saving Behavior Self Control Ie Saving Behavior Self Control x Financial Attitude Ie Saving Behavior Self Control x Financial Literacy Ie Saving Behavior Effect Size 0,234 0,094 0,265 0,017 0,008 Keterangan Efek kuat Efek kecil Efek kuat Tidak ada efek Tidak ada efek Berdasarkan Tabel 9, financial attitude Ie saving behavior menunjukkan nilai sebesar 0,234 sehingga memiliki efek kuat, kemudian financial literacy Ie saving behavior menunjukkan nilai sebesar 0,094 sehingga memiliki efek kecil, dan self control Ie saving behavior menunjukkan nilai sebesar 0,265 sehingga memiliki efek kuat. Kemudian financial attitude yang dimoderasi oleh self control Ie saving behavior menunjukkan nilai sebesar 0,017 sehingga tidak memiliki efek, kemudian financial literacy yang dimoderasi oleh self control Ie saving behavior menunjukkan nilai sebesar 0,008 sehingga tidak memiliki efek. Uji predictive relevance (Q. Tabel 10. Hasil uji predictive relevance (Q. Sumber: Hasil pengolahan data dengan SmartPLS 4. Variabel Dependen Saving Behavior Predict Relevance (Q2 ) 0,619 Keterangan Memenuhi kriteria Berdasarkan Tabel 10, dapat dilihat bahwa nilai predictive relevance yang dihasilkan sebesar 0,619 yang berarti hasil pengujian nilai predictive relevance tersebut memiliki hasil yang baik Uji path coefficients Tabel 11. Hasil uji path coefficients Sumber: Hasil pengolahan data dengan SmartPLS 4. Hipotesis H1: Financial Literacy Ie Saving Behavior H2: Financial Attitude Ie Saving Behavior H3: Self Control Ie Saving Behavior H4: Financial Literacy x Self Control Ie Saving Behavior H5: Financial Attitude x Self Control Ie Saving Behavior Original Sample 0,401 0,249 0,386 0,083 0,055 P-value 0,002 0,000 0,001 0,507 0,236 T-statistik 3,135 4,335 3,178 0,663 1,186 Berdasarkan Tabel 11, dapat dilihat bahwa nilai original sample dan nilai p-value yang dihasilkan oleh financial literacy terhadap saving behavior adalah sebesar 0,401 dan 0,002. Hal ini menunjukkan bahwa financial literacy memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap saving Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. No. April 2026: hlm 799 Ae 808 ISSN 2657-0025 (Versi Elektroni. Dengan demikian, hipotesis H1 diterima. Kemudian, nilai nilai original sample dan pvalue yang dihasilkan oleh financial attitude terhadap saving behavior adalah sebesar 0,249 dan 0,000 yang menunjukkan bahwa adanya pengaruh positif dan signifikan yang ditimbulkan oleh financial attitude terhadap saving behavior. Dengan demikian, hipotesis H2 diterima. Nilai path coefficient dan p-value yang dihasilkan oleh self control terhadap saving behavior adalah sebesar 0,386 dan 0,001. Hasil ini menunjukkan bahwa self control berpengaruh positif dan signifikan terhadap saving behavior dan hipotesis H3 diterima. Nilai path coefficient dan p-value yang dihasilkan oleh financial literacy terhadap saving behavior yang dimoderasi oleh self control adalah sebesar 0,083 dan 0,507, sehingga financial literacy terhadap saving behavior yang dimoderasi oleh self control memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan. Hasil uji hipotesis H4 dinyatakan ditolak. Hasil uji pengaruh financial attitude terhadap saving behavior yang dimoderasi oleh self control menghasilkan nilai path coefficient sebesar 0,055 dan nilai p-value sebesar 0,236. Hasil tersebut menunjukkan bahwa adanya pengaruh positif dan tidak signifikan yang ditimbulkan oleh financial attitude terhadap saving behavior yang dimoderasi oleh self control. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil pembahasan yang telah didapat, maka diperoleh kesimpulan bahwa financial literacy memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap saving behavior, financial literacy memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap saving behavior, kemudian self control memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap saving behavior. Kemudian, financial literacy memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap saving behavior dengan dimoderasi oleh self control, dan financial attitude memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap saving behavior dengan dimoderasi oleh self control. Adapun saran yang diberikan yaitu penelitian selanjutnya dapat berfokus pada variabel lain yang dapat mempengaruhi kebiasaan menabung . aving behavio. mahasiswa/i. Disarankan juga untuk penelitian selanjutnya dapat mencakup jangkauan cakupan subjek penelitian yang lebih luas dan menghasilkan jumlah responden yang lebih banyak dan penelitian dilakukan dalam jangka waktu yang lebih panjang guna menghasilkan hasil penelitian yang lebih akurat. Kemudian untuk para generasi muda diharapkan lebih meningkatkan pengetahuan mengenai literasi keuangan, dan kontrol diri guna menghasilkan keputusan keuangan yang lebih tepat dalam mencapai tujuan finansial untuk kemudian hari. Ucapan terima kasih Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Hendra Wiyanto S. selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu, tenaga, bimbingan, motivasi, dalam memberikan ilmu dan dukungan dalam membantu penulis menyelesaikan proses penyusunan artikel ini. Bapak Prof. Dr. Sawidji Widoatmodjo. , selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara. Bapak Dr. Frangky Slamet. , selaku Kepala Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara. dan seluruh teman teman penulis yang telah memberikan dukungan dalam proses penyusunan artikel ini. REFERENSI