99 E-ISSN 2686-2042 Destinesia : Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol . No. Maret 2023, pp. Analisa SWOT sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Perencanaan Pariwisata melalui Pendekatan 5A Potensi Wisata di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Kurniawan Gilang Widagdyoa Politeknik Multimedia Nusantara. Tangerang. Indonesia 1 kurniawan. gilang@mnp. * corresponding author ARTICLE INFO Article history Received : 31-03-2023 Revised : 12-04-2023 Accepted : 30-04-2023 Keywords Tourism Planning. Community assistance. Triangulation. ABSTRACT The purpose of this study is to describe the direction of tourism planning through a SWOT analysis which is constructed from the 5A approach to tourism potential in the Setu Babakan Betawi Cultural Village. Primary data was obtained through direct observation and in-depth interviews with visitors, tourism business actors and managers of tourist attractions regarding responses to the 5A elements of tourism potential. The results obtained are 5A potential consisting of Accommodations. Attractions. Activities. Access, and Amenities have been fulfilled and descriptions of tourism planning are analyzed using the SWOT matrix including the SO strategy: focus and optimization of areas as cultural heritage. The WO strategy directs the focus on regional management. Meanwhile the ST strategy focuses on maintaining the area as a source of water catchment and preventing excessive exploitation of water resources. The WT strategy is focused on supervising and educating local residents to always maintain cleanliness and manage household waste. PENDAHULUAN Situ atau setu, merupakan suatu wadah genangan air di atas permukaan tanah yang terbentuk secara alami atau buatan, sumber airnya berasal dari mata air, air hujan, dan/atau limpasan air permukaan. Di Indonesia situ memiliki banyak manfaat yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat baik secara ekologis maupun secara ekonomis. Selain manfaat ekologis dan ekonomi, banyak situ di Indonesia dijadikan objek wisata tirta yang salah satunya adalah Setu Babakan yang terletak di Jagakarsa. Jakarta Selatan. Setu Babakan memiliki potensi wisata yang merupakan perpaduan antara wisata alam dan wisata Di perkampungan ini, masyarakat Setu Babakan masih mempertahankan budaya dan cara hidup khas masyarakat Betawi, seperti memancing, bercocok tanam, berdagang, membuat kerajinan tangan, dan membuat kuliner khas Betawi. Ditambah lagi sejak tahun 2004 oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta daerah ini, dijadikan Kawasan Cagar Budaya Betawi yang menyimpan keistimewaan khusus bagi warga Jakarta untuk melihat dari dekat berbagai kesenian dan budaya Betawi yang ada hingga saat ini. Berdasarkan pengamatan di lapangan pada saat akhir pekan, terjadi beberapa penumpukan sampah di beberapa titik di sekitar Setu Babakan, baik sampah dari wisatawan maupun sampah rumah tangga. Selain itu penataan pedagang dan lokasi parkir kendaraan khususnya roda 2 di sekeliling kawasan Setu tidak tertata dengan rapih sehingga terkesan penataan lahan parkir tidak diatur dengan baik. Atas dasar tersebut maka diperlukan Perencanaan Pengelolaan Setu Babakan yang berkesinambungan serta berorientasi kepada kesejahteraan penduduk dan kelestarian lingkungan. Guna mewujudkan hal tersebut maka diperlukan kajian mengenai identifikasi karakteristik dan potensi wisata Setu Babakan sehingga dapat dirumuskan menjadi beberapa alternatif perencanaan pariwisata. Oleh sebab itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali lebih dalam unsur 5A potensi wisata yang kemudian diolah menjadi arahan rencana pengembangan melalui analisa SWOT sehingga penelitian ini dapat memberikan gambaran lengkap terkait perencanaan pariwisata pada perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan. http://ojs. journaldestinesia@gmail. Destinesia : Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol . No. Maret 2023, pp. E-ISSN 2686-2042 Sejarah Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Setu Babakan atau Danau Babakan berlokasi di Srengseng Sawah, kecamatan Jagakarsa. Kotamadya Jakarta Selatan. Indonesia dan berada di perbatasan antara wilayah DKI Jakarta dengan Depok. Jawa Barat. Wilayah ini juga dikenal sebagai pusat Perkampungan Budaya Betawi (PBB), suatu area yang diperuntukkan untuk pelestarian warisan budaya Jakarta, yaitu budaya asli Betawi. Situ Babakan merupakan danau buatan dengan luas 30 hektare dengan kedalaman 1-5 meter dimana airnya berasal dari Sungai Ciliwung dan saat ini digunakan sebagai tempat wisata baik wisata budaya maupun wisata tirta bagi warga sekitar dan para pengunjung. Peresmian Setu Babakan sebagai kawasan Cagar Budaya Betawi dilakukan pada tahun 2004, yakni bersamaan dengan peringatan HUT DKI Jakarta ke474. Perkampungan ini dianggap masih mempertahankan dan melestarikan budaya khas Betawi, seperti bangunan, dialek bahasa, seni tari, seni musik, dan seni drama. Dalam sejarahnya, penetapan Situ Babakan sebagai kawasan Cagar Budaya Betawi sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun 1996 (Romdonih, 2. Melalui SK Gubernur DKI Jakarta No. 9 tahun 2000 dipilihlah perkampungan Setu Babakan sebagai kawasan Cagar Budaya Betawi. Sejak tahun penetapan ini, pemerintah dan masyarakat mulai berusaha merintis dan mengembangkan perkampungan tersebut sebagai kawasan cagar budaya yang layak didatangi oleh para wisatawan. Diresmikan pada tahun 2004 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu yaitu Sutiyoso atau yang dikenal dengan Bang Yos. Situ Babakan menjelma menjadi kawasan Cagar Budaya sekaligus pusat kajian dan pembelajaran Budaya Betawi bahkan sebelumnya perkampungan Situ Babakan juga merupakan salah satu objek yang dipilih Pacific Asia Travel Association (PATA) sebagai tempat kunjungan wisata bagi peserta konferensi PATA di Jakarta pada bulan Oktober 2002 (Muchtar, 2. Teori Analisis 5A Pengelolaan Pariwisata Wisatawan yang berkunjung ke suatu destinasi wisata tentunya memerlukan adanya berbagai layanan untuk memenuhi kebutuhan berwisatanya seperti layanan makan dan minum, penginapan, toilet, tempat ibadah dan lain sebagainya. Menurut Roday (Parawansah. Tyawardani, & Ramadanti, 2. , mengatakan bahwa tidak ada pariwisata tanpa tujuan. Saat orang bepergian, mereka pergi ke suatu tempat tertentu untuk sebuah tujuan yang dapat mengembangkan dan menopang dirinya sendiri. Sunaryo menjelaskan bahwa komponen-komponen utama dalam sebuah destinasi adalah atraksi, amenitas, aksesibilitas, infrastruktur pendukung, ancillary services, kelembagaan sedangkan Tourism Western Australia, 2008 mengemukakan 5A yaitu Attractions. Accessibility. Amenities. Accommodation. Activities. Penerapan prinsip 5A sebagai pendekatan untuk perencanaan pengembangan wisata mampu menjadi solusi bagi permasalahan yang ada pada sebuah destinasi wisata. Berikut ini adalah kelima A dimensi komponen Pariwisata: Attraction (Atraks. Attaction atau atraksi adalah produk utama dalam sebuah destinasi wisata. Karyono . alam Parawansah et al, 2. menguraikan atraksi atau daya tarik wisata sebagai segala hal berkaitan dengan konsep what to see dan what to do. Apa yang bisa dilihat dan dilakukan oleh wisatawan di destinasi tersebut. Atraksi bisa berupa keindahan dan keunikan alam, budaya masyarakat setempat, serta atraksi buatan seperti taman rekreasi dan hiburan. Accessibility (Aksesibilita. Sunaryo . alam Parawansah et al, 2. mengemukakan bahwa aksesibilitas adalah segenap fasilitas dan moda angkutan yang memungkinkan dan memudahkan serta membuat nyaman wisatawan untuk mengunjungi suatu destinasi. Amenity (Amenita. Warang et al . alam Parawansah et al, 2. menjelaskan amenitas sebagai fasilitas penunjang seperti rumah makan, warung, parkir. MCK. Jasa angkutan umum, jasa komunikasi, dan jasa pemandu, jasa keuangan, keamanan, keselamatan dll. Accomodation (Akomodas. Menurut Pratama . alam Parawansah et al, 2. akomodasi berkaitan dengan fasilitas dan sarana penunjang yang dapat dimanfaatkan oleh wisatawan di tempat wisata . estoran, hotel, dan jaringan interne. khususnya untuk bermalam di sebuah destinasi wisata. Activities (Aktifita. Warang et al . alam Parawansah et al, 2. menyatakan segala kegiatan yang dapat dilakukan oleh wisatawan ditempat wisata sehingga apabila banyak kegiatan yang dapat dilakukan wisatawan maka akan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi setempat seperti bermain olah raga air atau beraktivitas layaknya warga setempat di desa wisata. Kurniawan Gilang Widagdyoa (Analisa Swot Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Perencanaan Pariwisata . E-ISSN 2686-2042 Destinesia : Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol . No. Maret 2023, pp. Analisis SWOT Dalam membangun suatu kawasan menjadi sebuah destinasi pariwisata dibutuhkan perencanaan pariwisata yang bersifat holistik sehingga destinasi wisata tersebut akan menarik untuk di kunjungi dan Perencanaan pariwisata mengaplikasikan konsep-konsep dasar perencanaan pada umumnya dengan penyesuaian terhadap karakteristik sistem pariwisata untuk mencapai tujuan pembangunan pariwisata. Perencanaan pariwisata yang baik membutuhkan metode / teknik analisa yang tepat sehingga dapat merumuskan usulan perencanaan yang komprehensif serta implementatif dalam berbagai tingkat, dari tingkat makro sampai lokal atau lebih detil. Analisis SWOT adalah salah satu metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan . , kelemahan . , peluang . , dan ancaman . dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis yang dibuat dalam suatu kertas besar, sehingga pengambil keputusan dapat melihat secara komprehensif hubungan dari setiap aspek untuk kemudian dianalisis guna melahirkan beberapa pilihan perencanaan. Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, di mana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan . mampu mengambil keuntungan . dari peluang . yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan . yang mencegah keuntungan . dari peluang . yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan . mampu menghadapi ancaman . yang ada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan . yang mampu membuat ancaman . menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru (Qodriyah, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan observasi langsung di Kampung Budaya Betawi. Setu Babakan. Jagakarsa. Jakarta Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena yang bersifat alamiah ataupun rekayasa manusia. Fokus dari penelitian adalah untuk mengidentifikasi elemen 5A potensi wisata yang ada di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, data primer didapat melalui proses observasi langsung dan wawancara mendalam dengan beberapa narasumber yaitu. pengunjung baik yang berpasangan maupun keluarga mewakili wisatawan, pelaku usaha . emilik warung dan pedagang keci. dan pengelola / pemilik homestay mewakili masyarakat setempat, serta petugas penyewaan wahana permainan air dan petugas parkir mewakili pengelola destinasi wisata Setu Babakan. Sementara itu data sekunder didapat dari beberapa penelitian serupa sebelumnya serta kajian Data sekunder berupa kajian pustaka serta penelitian terdahulu menjadi acuan dasar guna menguji keabsahan dan validitas data melalui metode triangulasi. Teknik triangulasi yang diterapkan pada penelitian ini meliputi dua hal yaitu triangulasi sumber data, dan triangulasi teori. Namun pada penelitian ini teknik triangulasi yang digunakan adalah Triangulasi sumber data dengan cara menggali kebenaran informasi tertentu dengan menggunakan berbagai sumber data seperti dokumen, arsip, hasil wawancara, hasil observasi atau juga dengan mewawancarai lebih dari satu subjek yang dianggap memiliki sudut pandang yang berbeda. Informasi tersebut selanjutnya dibandingkan dengan perspektif teori yang relevan untuk menghindari bias individual peneliti atas temuan atau kesimpulan yang dihasilkan (Fauziah, 2. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Identifikasi elemen 5A potensi wisata Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan didapat dari hasil pengamatan yang telah dilakukan selama beberapa kali kunjungan serta wawancara dengan beberapa pemangku kepentingan yang terdiri dari wisatawan, penduduk setempat sebagai pemilik usaha serta pengelola kawasan. Menariknya para wisatawan yang datang berkunjung ke Perkampungan Wisata Budaya Betawi Setu Babakan tidak dikenakan biaya tiket untuk masuk dan menikmati berbagai Kurniawan Gilang Widagdyoa (Analisa Swot Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Perencanaan Pariwisata . Destinesia : Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol . No. Maret 2023, pp. E-ISSN 2686-2042 fasilitas yang tersedia, menurut salah satu petugas pengatur parkir kendaraan yang diwawancarai hal ini dikarenakan Perkampungan Wisata Budaya Betawi Setu Babakan berada di bawah Suku Dinas Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Selatan yang setiap bulannya mendapatkan dana untuk biaya operasional pengelolaan kawasan, selain itu terdapat beberapa petugas kebersihan dan pertamanan . ikenal dengan nama pasukan orany. yang diangkat menjadi tenaga kerja harian yang digaji setiap bulannya oleh Pemda DKI Jakarta. Akan tetapi walau di gratiskan para wisatawan yang datang menggunakan kendaraan pribadi dikenakan retribusi parkir sebesar Rp. 000 untuk kendaraan roda 4 dan Rp. 2000 untuk roda 2, dan juga semua wahana wisata air seperti sepeda air serta perahu yang terdapat di sekeliling setu ini bisa dinikmati dengan harga sewa mulai dari Rp. Adapun hasil pengamatan tertuang sebagai berikut. Akomodasi (Accommondatio. Sebagai tujuan wisata budaya. Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan juga menawarkan akomodasi berupa homestay yang nyaman sebagai pendukung pemenuhan kebutuhan wisatawan yang datang berkunjung dan ingin merasakan bagaimana menjadi masyarakat Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan. Hasil wawancara dengan salah satu warga setempat seringkali pada saat akhir pekan atau masa liburan sekolah dan tanggal merah pemilik rumah menyewakan kamar-kamarnya kepada wisatawan yang ingin bermalam di Kawasan Setu Babakan. Wisatawan yang menginap dapat berinteraksi dan merasakan langsung keramahan masyarakat Betawi serta merasakan pengalaman menjadi Orang Betawi Asli dengan menginap di rumah warga dan mengikuti aktivitas keseharian warga seperti berlatih kesenian tari maupun pencak silat. Menariknya bagi wisatawan yang ingin menginap di rumah warga tidak ada patokan tarif tertentu, biasanya harga sewa kamar dirumah warga adalah Rp. 000/malam namun harga tersebut tidak baku, tergantung jumlah yang menginap serta pendekatan dengan pemilik rumah. Justru menurut warga setempat mereka mengutamakan nilai-nilai kekeluargaan dan persaudaraan guna mempererat tali silaturahmi antara warga dengan wisatawan dan pada saat observasi dilakukan terdapat beberapa mahasiswa dari salah satu kampus di kota Bogor yang sedang menginap dan melakukan penelitian. Selain menginap di rumah warga pengelola kawasan juga menyediakan akomodasi berupa homestay berbentuk rumah adat Betawi yang terletak di zona Embrio, namun untuk menggunakannya wisatawan harus mengajukan izin terlebih dahulu kepada pengelola kawasan Setu Babakan. Atraksi (Attractio. Daya tarik wisata utama dari Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan adalah menghadirkan berbagai atraksi yang bertemakan kebudayaan betawi seperti adanya proses upacara pernikahan adat betawi yang didalamnya terdapat proses palang pintu yaitu sebuah proses yang terdapat dua orang menampilkan silat betawi sambil berbalas pantun sebelum arak-arakan pengantin pria adat betawi memasuki rumah mempelai wanita untuk melangsungkan proses ijab qobul. Ada pula atraksi budaya Betawi lainnya seperti kesenian tari dan musik Gambang Kromong, prosesi khataman qurAoan, aqiqah, nujuh bulanan, injak tanah, ngaderes, serta pertunjukan silat Betawi. Dikarenakan beberapa atraksi budaya hanya terjadi pada saat-saat tertentu saja pihak pengelola menawarkan alternatif lain bagi para wisatawan yang datang berkunjung seperti diadakannya pagelaran seni musik betawi . arawis, gambang kromong, tanjido. , pagelaran seni tari, dan pagelaran teater tradisional seperti lenong. Selain wisata budaya ditempat ini juga terdapat daya tarik agrowisata berupa kebun buah-buahan yang berlokasi di pekarangan masing-masing rumah warga yang ditumbuhi berbagai jenis pohon buahbuahan seperti. melinjo, rambutan, mangga, jambu klutuk, jambu air, jambu mede, buni, kecapi, krendang, jamblang, nangka, cempedak, nam-nam, alpukat, kwini, bacang, jengkol, pete dan lainnya yang sebagian dari buah-buah tersebut sudah sangat langka bahan tidak dapat ditemui lagi di pasarpasar tradisional. Aktivitas (Activitie. Para wisatawan yang datang berkunjung ke Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan dapat mengikuti beberapa aktivitas yang di adakan oleh pengelola, misalnya bagi wisatawan muslim dapat mengikuti kegiatan ngaderes yaitu suatu kegiatan melancarkan bacaan Al-Quran yang dilakukan setiap sore hari sesudah sholat Ashar di masjid atau masyarakat betawi lebih mengenalnya dengan sebutan Wisatawan yang berkunjung juga dapat ikut serta dalam latihan silat betawi di setiap malam Kurniawan Gilang Widagdyoa (Analisa Swot Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Perencanaan Pariwisata . E-ISSN 2686-2042 Destinesia : Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol . No. Maret 2023, pp. jumAoat bertempat di zona dinamis. Selain itu beberapa aktivitas yang dapat dilakukan di sekitar area danau diataranya mengelilingi area Setu Babakan dengan menyewa perahu atau sepeda air, memancing di setu secara gratis, maupun menaiki perahu naga bersama rombongan. Selain itu terdapat juga aktivitas wisata kuliner yang cukup menarik yaitu workshop membuat produk kuliner khas betawi seperti bir pletok, selendang mayang dan juga kerak telor. Salah satu aktivitas wisata menarik lainnya yang bisa dilakukan wisatawan adalah mengelilingi kawasan perkampungan Budaya Betawi dan menikmati suasana perkampungan Betawi yang masih asri dengan menyewa delman salah satu sarana transportasi tradisional yang masih digunakan hingga saat ini. Akses (Accessibilit. Karena letaknya yang strategis, di dekat perbatasan antara Kota Depok dan Kota Administrasi Jakarta Selatan membuat Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan dapat di akses melalui beberapa pintu masuk yang tersedia yaitu yang ada di Jl. Srengseng Sawah dan di Jl. Mochammad Kahfi II. Para pengunjung yang datang dari wilayah JABODETABEK dapat menggunakan commuter line lalu turun di Stasiun Lenteng Agung kemudian disambung ojek online untuk turun di gerbang utama atau naik angkot warna biru nomor 83 dari pasar lenteng agung seharga Rp 5. 000 dan turun di depan gerbang belakang Jl. Srengseng Sawah. Jika menggunakan kendaraan pribadi baik roda 2 maupun roda 4 dapat melalui akses terdekat adalah dari jalan Lenteng Agung Raya. Fasilitas (Amenitie. Sebagai tujuan wisata budaya, pengelola Perkampungan Wisata Budaya Betawi Setu Babakan memberikan fasilitas yang lengkap sebagai penunjang para wisatawan yang berkunjung ke Perkambungan Wisata Budaya Betawi Setu Babakan misalnya seperti adanya fasilitas teater terbuka yang berkapasitas kurang lebih 100 orang pengunjung, ada pula masjid dan toilet yang mudah ditemui oleh wisatawa, lapangan parkir yang juga luas, dan ada pula fasilitas seperti tempat sampah sebagai penunjang untuk terciptanya lingkungan yang bersih dan nyaman. Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan para pengunjung pengelola menyediakan petugas keamanan yang berkeliling wilayah Perkampungan Wisata Budaya Betawi Setu Babakan. Selain itu sebagai salah satu wisata bertemakan budaya betawi yang berada di wilayah DKI Jakarta, pengelolaan membangun beberapa sanggar budaya yang digunakan sebagai tempat berlatih maupun pertunjukan kesenian budaya betawi yang ada di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan. Pengelola juga memiliki jadwal pertunjukan dan pelatihan kesenian melalui calendar of events pagelaran-pagelaran yang ada seperti misalnya pagelaran seni musik, tari, dan teater tradisional disetiap weekend yang ditampilkan setiap pukul 13. 00 hingga Analisis SWOT dari Potensi Wisata Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Analisis SWOT pada Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan dilakukan dengan cara membandingkan antara faktor eksternal . eluang dan ancama. dengan faktor internal . ekuatan dan Kekuatan (Strengh. adalah unsur yang dimiliki kawasan wisata Setu Babakan yang bisa membantu pengelola mencapai keberhasilan. Kelemahan (Weaknes. adalah unsur dari dalam yang dimiliki oleh kawasan wisata Setu Babakan yang bisa menghambat kinerja pengelola atau menjadi penghambat untuk mencapai keberhasilan. Peluang (Opportunit. adalah unsur lingkungan luar yang berada di luar kendali pengelola dan bersifat menguntungkan pengelola. Ancaman (Threa. adalah unsur lingkungan luar yang berada di luar kendali pengelola yang tidak menguntungkan dan dapat mengganggu atau menghalangi suatu kegiatan atau usaha di kawasan wisata. Penentuan Kekuatan. Kelemahan. Ancaman, dan Peluang dari Perkampungan BudayA Betawi Setu Babakan Guna menentukan posisi kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang maka dilakukan sintesis analisa dengan mengelompokkan dari hasil wawancara dan observasi berdasarkan kepentingannya dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang mendukung didalamnya. Kekuatan . Edukasi dari Segi Sosial Budaya. Keberadaan perkampungan budaya betawi sangat bermanfaat dan menjadi edukasi yang baik mengenai Budaya Betawi bagi masyarakat dan wisatawan. Kurniawan Gilang Widagdyoa (Analisa Swot Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Perencanaan Pariwisata . Destinesia : Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol . No. Maret 2023, pp. E-ISSN 2686-2042 Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan menjadi kawasan wisata yang mendukung kegiatan kebudayaan dan kepariwisataan berwawasan lingkungan dan pelestarian seni budaya betawi. kawasan tersebut banyak sekali objek yang menjadi sarana edukasi, seperti keberadaan beberapa kesenian khas Betawi, rumah adat, hingga kuliner khas. Beberapa cara pembuatan kuliner khas Betawi dapat langsung dilihat dan di praktikan langsung oleh wisatawan, seperti pembuatan dodol betawi, kue kembang goyang, dan kerak telur. Sumber daya Alam yang Mendukung. Keadaan alam di sekitar kawasan wisata tersebut sangat cocok dikembangkan menjadi objek wisata. Adanya setu dan banyak pepohonan di setiap sisi setu menjadikan kawasan tersebut memiliki udara yang cukup sejuk dan menarik bagi wisatawan. Setu yang terbentang cukup luas selain dapat dinikmati keindahannya juga dapat dijadikan aktifitas bersepeda air dan memancing. Lokasi yang Strategis. Lokasi yang strategis membuat kawasan wisata Setu Babakan mudah dijangkau oleh wisatawan dari berbagai daerah. Seperti pengguna commuter line, akses yang dilalui cukup mudah, yaitu dari stasiun Lenteng Agung cukup menggunakan angkutan kota langsung atau menggunakan jasa kendaraan online. Biaya wisata yang sangat murah dan terjangkau bagi semua kalangan. Biaya untuk masuk ke kawasan wisata tersebut adalah gratis. Wisatawan yang membawa kendaraan hanya cukup membayar biaya parkir saja. Biaya akomodasi juga terjangkau dan harga kekeluargaan. Hal ini menjadikan kawasan wisata tersebut menarik bagi semua kalangan. Kelemahan . Kebersihan Lingkungan. Minimnya kesadaran wisatawan dalam menjaga kebersihan lingkungan menjadikan kawasan wisata tersebut masih ditemukan sampah yang berserakan di beberapa titik. Pengelolaan dan Penataan Kawasan. Penataan kawasan wisata kurang begitu diperhatikan. Hal ini dapat terlihat dari rusaknya jalur khusus kendaraan dan pejalan kaki. Peluang . Potensi Citra Budaya. Perkampungan Budaya Betawi tidak bersifat statis tetapi juga dinamis yang akan memberikan kesempatan untuk menciptakan citra yang kuat bahwa jika ingin mengetahui mengenai kebudayaan Betawi silahkan datang ke Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan. Di tempat ini wisatawan bisa belajar sekaligus menikmati langsung atmosfir kehidupan yang unik mulai bentang alam, arsitektur bangunan dan juga pola kehidupan masyarakat yang kental dengan nuansa Betawi. Banyak wisatawan yang tidak mengenal bahkan tidak mengetahui beberapa jenis buah khas Betawi yang sulit ditemui di pasar-pasar tradisional. Sebagian besar penduduk Betawi yang tinggal di Setu Babakan menanam berbagai jenis tanaman buah yang sudah langka di pekarangan rumahnya dan ini menjadi salah satu bentuk potensi agrowisata yang dapat dikembangkan. Dengan menanami berbagai tanaman buah seperti belimbing, rambutan, salak dan tanaman buah lainnya di pekarangan rumah atau kebun milik penduduk wisatawan yang datang dapat melakukan kegiatan wisata memetik buah dan menikmatinya langsung di kediamannya dengan lanskap budaya Betawi yang masih kental seperti bangku dan lampu taman sehingga pengunjung dapat dengan nyaman berwisata. Ancaman . Eksploitasi Sumberdaya Lingkungan. Apabila pengembangan wisata tidak mempertimbangkan sumberdaya lingkungan dan hanya mementingkan ekonomi saja, maka akan terjadi eksploitasi dan berdampak terhadap kelestarian lingkungan. Pembuangan Limbah Rumah Tangga. Letak Setu Babakan yang berada di kawasan pemukiman penduduk dapat berpotensi menurunnya kualitas air. Perubahan kondisi kualitas air Situ Babakan sangat tergantung pada kebiasaan hidup penduduk yang tercakup dalam daerah aliran Situ Babakan. Kurniawan Gilang Widagdyoa (Analisa Swot Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Perencanaan Pariwisata . E-ISSN 2686-2042 Destinesia : Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol . No. Maret 2023, pp. Penilaian dan Analisis Faktor Internal dan Eksternal Identifikasi unsur-unsur SWOT selanjutnya di bobotkan sesuai dengan tingkat kepentigannya, untuk mendapatkan gambaran yang lebih actual maka informasi dari narasumber di bandingkan dengan hasil observasi langsung di lapangan dan di urutkan sesuai tabel dibawah. Tabel 1. Tingkat kepentingan faktor internal kawasa perkampungan budaya betawi Simbol Simbol Kekuatan Edukasi dari segi sosial budaya Sumber daya alam yang mendukung Lokasi yang strategis Akomodasi yang terjangkau Kelemahan Kebersihan lingkungan Pengelolaan dan penataan kawasan Tingkat Kepentingan Kekuatan yang sangat besar Kekuatan yang sangat besar Kekuatan besar Kekuatanbesar Tingkat Kepentingan Kelemahan yang sangat berarti Kelemahan yang cukup berarti Tabel 2. Tingkat kepentingan faktor eksternal kawasan perkampungan budaya betawi Simbol Simbol Peluang Potensi citra budaya Sebagai agrowisata Ancaman Eksploitasi sumberdaya lingkungan Pembuangan limbah rumah tangga Tingkat Kepentingan Peluang yang sangat tinggi Peluang yang tinggi Tingkat Kepentingan Ancamansedang Ancamansangatbesar Sumber: Data Olahan Pembuatan Matrix SWOT Hasil identifikasi unsur SWOT yang ada di kawasan Setu Babakan kemudian saling dihubungkan dan di analisa dalam sebuah matrix untuk memperoleh gambaran beberapa alternatif strategi pengelolaan kawasan Setu Babakan. Matriks ini menghubungkan empat kemungkinan strategi, yaitu menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk mengambil peluang yang ada . trategi S-O), menggunakan peluang yang dimiliki untuk mengatasi ancaman yang dihadapi . trategi S-T), mendapatkan keuntungan dari peluang dengan mengatasi kelemahan . trategi W-O), meminimalkan kelemahan untuk menghindari ancaman . trategi W-T). Internal Eksternal Peluang (O) Potensi citra budaya Sebagai argo wisata Ancaman (T) Eksploitasi sumber daya Pembuangan rumah tangga Kekuatan (S) Edukasi dari segi sosial budaya Sumber Daya Alam yang mendukung Lokasi yang strategis Akomodasi yang terjangkau Kelemahan (W) Kebersihan lingkungan Pengelolaan Strategi S-O Mengoptimalkan dan meningkatkan kawasan wisata tersebut sebagai cagar budaya dan selalu menjaga kerja sama dengan berbagai pihak untuk mewujudkannya Strategi S-T Mengoptimalkan fungsi kawasan sebagaimana mestinya dan mencegah terjadinya eksploitasi sumber daya secara berlebihan. Tetap menjaga kawasan tersebut sebagai resapan air dan melakukan pengawasan dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pembuangan limbah Strategi W-O Melakukan penataan kawasan dengan baik Meningkatkan upaya mewujudkan kebersihan Strategi W-T Melakukan pengawasan dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pembuangan limbah. Melakukan pemanfaatkan kawasan wisata secara bijaksana dan tetap memperhatikan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat sekitar Kurniawan Gilang Widagdyoa (Analisa Swot Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Perencanaan Pariwisata . Destinesia : Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol . No. Maret 2023, pp. E-ISSN 2686-2042 Studi Kasus Perencanaan Wisata Perkampungan Budaya Betawi Terkait Penataan Ruang Area Parkir Kegiatan pariwisata yang terjadi di Perkampungan Budaya Betawi walaupun membawa dampak yang positif baik dari segi ekonomi, sosial budaya, namun beberapa dampak negatif juga ditemukan yang salah satunya adalah kasus atau permasalahan social yang terjadi di Perkampungan Budaya Betawi yang tidak lain berasal dari perilaku wisatawan itu sendiri, yaitu perilaku wisatawan yang enggan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan pihak pengelola, yaitu area parkir. Pihak pengelola dari lokasi wisata di perkampungan budaya betawi sudah menyediakan area parkir yang seharusnya dapat dimanfaatkan oleh wisatawan selama mengunjungi lokasi wisata ini. Area parkir yang disediakan sebenarnya sangat bermanfaat bagi berlangsungnya kegiatan pariwisata. Dengan disediakannya area parkir, wisatawan dapat memarkirkan kendaraan mereka dengan rasa aman dan tanpa rasa takut akan terjadinya kriminalitas seperti pencurian. Selain itu juga area parkir yang disediakan dapat menambah nilai positif untuk seluruh wisatawan, karena dengan memarkirkan kendaraan mereka pada lokasi yang sudah disediakan, wisatawan dapat lebih menikmati kegiatan berpariwisata di perkampungan budaya betawi ini. Tapi yang terjadi pada kenyataannya, banyak sekali wisatawan yang enggan memanfaatkan fasilitas area parkir yang telah disediakan oleh pihak pengelola sehingga menimbulkan dampak negatif di lokasi wisata perkampungan budaya betawi . etu babaka. Banyak wisatawan yang memilih untuk mengelilingi lokasi wisata dengan menggunakan kendaraan mereka, sampai menimbulkan kemacetan yang seharusnya tidak pernah terjadi. Selain itu, banyak pula wisatawan yang membawa kendaraan beroda dua, memilih untuk memarkirkan kendaraannya dipinggir jalan yang membuat kemacetan semakin tidak bisa terhindari. Perilaku wisatawan yang seperti ini sebenarnya sangat salah dan seharusnya dapat ditekan oleh pihak pengelola. Pihak pengelola seharusnya mengambil tindakan tegas atas terjadinya ketidaknyamanan yang dirasakan oleh wisatawan pejalan kaki. Dilihat dari dampak yang ditimbulkan atas perilaku wisatawan, sebenarnya ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh pihak pengelola guna menghentikan permasalahan kemacetan yang sangat terlihat nyata di lokasi ini. Sebelum mengambil tindakan, pihak pengelola harus tahu alasan para wisatawan yang enggan untuk memarkirkan Perilaku wisatawan yang enggan memanfaatkan fasilitas parkir bisa disebabkan beberapa faktor, diantaranya yaitu . jauhnya area parkir dari lokasi wisata . tidak adanya keterangan seperti petunjuk jalan menuju area parkir, sehingga wisatawan banyak yang tidak tahu letak lokasi parkir yang disediakan . ataupun bisa juga disebabkan karena pihak pengelola sendiri yang terkesan tidak perduli dengan lingkungan. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa beberapa point kritis yang perlu segera dilakukan optimalisasi diataranya terkait kelestarian lingkungan sumber daya air, kebersihan lingkungan serta penanganan dampak sosial akibat penataan parkir kendaraan yang belum Berbagai upaya optimalisasi yang dilakukan tentunya juga diimbangi dengan pertimbangan terhadap dampak positif dan negatif yang ditimbulkan. Berdasarkan analisis SWOT yang telah dibuat, beberapa langkah strategis berkaitan dengan perencanaan pariwisata yang dapat diaplikasikan untuk meningkatkan potensi wisata Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan diantaranya: Sosialisasi kepada wisatawan dan pedagang untuk selalu menjaga kebersihan. Meningkatkan jumlah pasukan oranye dan ditempatkan di titik strategis rawan sampah terutama pada saat akhir pekan. Penetapan zonasi parkir kendaraan serta lahan parkir yang terstandarisasi baik dari sisi pengamanan maupun kenyamanan. Himbauan serta larangan parkir kendaraan di sembarang tempat. Optimalisasi bank sampah untuk seluruh warga di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan agar sampah-sampah baik limbah rumah tangga maupun sampah dari wisatawan dapat di monetisasi dan menjadi pendorong agar masyarakat mau mengumpulkan dan memilah sampah. Kurniawan Gilang Widagdyoa (Analisa Swot Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Perencanaan Pariwisata . E-ISSN 2686-2042 Destinesia : Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol . No. Maret 2023, pp. Penelitian ini menyimpulkan bahwasannya Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan memiliki potensi wisata berbasis masyarakat yang dapat dikembangkan serta kelima elemen 5A potensi wisata telah terpenuhi seluruhnya, namun tantangan terberat adalah menjaga agar kawasan terjaga kebersihannya serta penataan kawasan yang yang lebih baik. Eksploitasi wilayah setu yang terlalu berlebihan telah menyebabkan turunnya debit air serta berkurangnya luasan area danau, beberapa kawasan setu mengalami pendangkalan karena lumpur yang semakin tinggi serta alih fungsi lahan. Selain itu pembuangan limbah rumah tangga juga perlu mendapat perhatian khusus agar tidak menimbulkan pencemaran air. Penduduk setempat perlu mendapat edukasi mengenai daur ulang limbah serta pemahaman terkait kebersihan lingkungan sekitar. Saran Dari beberapa faktor tersebut, penyelesaian masalah enggannya wisatawan menggunakan fasilitas parkir yang disediakan oleh pihak pengelola dapat dilakukan dengan beberapa tindakan. Pertama, pihak pengelola dapat membuat area parkir lebih dari satu lokasi. Cara ini sebenarnya cukup ampuh untuk mengurangi kemacetan yang terjadi. Seperti yang diketahui, lokasi wisata perkampungan budaya betawi dapat dimasuki melalui dua jalur yaitu jalur depan dan jalur belakang, tetapi area parkir yang disediakan hanya berada di jalur depan . edung A). Seharusnya dengan disediakannya dua pintu masuk, pihak pengelola juga menyediakan dua lokasi parkir. Sehingga wisatawan dapat memarkirkan kendaraan mereka meskipun mereka masuk bukan melalui jalur depan. Cara kedua yaitu pihak pengelola seharusnya membuat petunjuk arah disekitar lokasi wisata. Dari hasil observasi belum terlihat adanya petunjuk jalan yang mengarah pada area parkir, sehingga memungkinkan bagi wisatawan yang baru pertama kali berkunjung tidak tahu dimana lokasi parkir dan memilih untuk berkeliling menggunakan kendaraannya masing-masing. Tetapi, hal itu akan berbeda jika saja pihak pengelola menyediakan petunjuk arah menuju lokasi parkir serta menyarankan wisatawan untuk berkeliling perkampungan menggunakan delman atau berjalan kaki. Cara terakhir yang dapat dilakukan yaitu, diberlakukannya peraturan untuk memarkirkan kendaraan di lokasi yang sudah disediakan, dan larangan untuk memarkirkan kendaraan disepanjang jalan lokasi wisata, juga larangan untuk membawa kendaraan berkeliling lokasi wisata. Selain itu, pihak pengelola juga dapat secara tegas untuk memberikan teguran secara langsung pada wisatawan yang terlihat baik menggunakan kendaraannya untuk berkeliling maupun bagi wisatawan yang memarkirkan kendaraannya disepanjang lokasi wisata. Dengan adanya teguran dan pihak pengelola, biasanya wisatawan pada akhirnya akan mengikuti aturan yang telah diberlakukan. Dengan dilakukannya cara-cara tersebut, diharapkan kemacetan, polusi suara dan udara yang terjadi di lokasi wisata perkampungan budaya betawi ini dapat ditekan dan tidak terjadi lagi. Tidak terjadinya penumpukan kendaraan . disepanjang jalan di lokasi wisata ini tentu akan membuat lingkungan lebih baik. Wisatawan akan lebih menikmati kegiatan pariwisata mereka tanpa adanya suara bising dari klakson kendaraan ataupun halangan untuk berjalan karena terjadinya Selain dari wisatawan itu sendiri, dengan tidak adanya kendaraan yang berkeliling di sepanjang lokasi wisata tentu akan berdampak bagi bagi para pedagang karena tidak akan terjadinya polusi yang disebabkan oleh asap kendaraan sehingga tidak akan menimbulkan kontaminasi bagi makanan-makanan yang di jajakan. Jadi dengan diterapkannya cara-cara yang telah dijabarkan, diharapkan perilaku wisatawan yang tidak baik bagi lingkungan juga bagi sosial akan berkurang bahkan dapat dihentikan. Sehingga kegiatan pariwisata yang ada di lokasi wisata perkampungan budaya betawi dapat terjadi dengan baik dan menyenangkan. REFERENSI