p-ISSN 2548-8716 Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 9 No. 1 Jan 2025 e-ISSN 2599-2791 Halaman 111 Ae 116 https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/513 DOI: 10. 33660/jfrwhs. Pengaruh Pursed Lip Breathing Terhadap Peningkatan Toleransi Aktivitas Pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) The Effect Of Pursed Lip Breathing On Improvement Tolerance Of Activities In Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) *Ririn Andasari. Saleha Salihun. Ayu Rizki Prabaningtyas STIKes RS Dustira Andasarirrin@gmail. com, salihunsaleha345@gmail. com, ayud3fisioterapi@gmail. Diterima: 03 Jan 2025 Ditinjau: 06 Jan 2025 Disetujui: 09 Jan 2025 Publikasi Online: 16 Jan 2025 ABSTRAK Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) adalah gangguan saluran pernafasan kronis yang tidak reversibel penuh yang disebabkan oleh obstruksi saluran nafas. Keluhan utama pasien PPOK adalah sesak nafas yang bersifat progresif, irreversible dan intoleransi aktivitas. Pasien PPOK aktivitas fisik bisa menjadi tantangan, terutama karena saluran napas yang menyempit. Namun, teknik Pursed lips breathing dapat membantu dalam meningkatkan toleransi Pursed lips breathing adalah teknik pernapasan yang digunakan untuk membantu meningkatkan kapasitas paru dan mempermudah pernapasan pada orang yang mengalami kesulitan bernapas, seperti pada penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Penelitian ini termasuk Pra Eksperimentaldenganpre test-post test one-group design yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pursed Lip Breathing terhadap peningkatan toleransi aktivitas pada pasien PPOK di BBKPM Makassar. Sampel penelitian adalah pasien PPOKyang dipilih sesuai dengan kriteria inklusi, dan diperoleh sampel sebanyak 11 orang yangdiberikan latihanPursed Lip Breathing. Alat ukur yang digunakan untuk pengumpulan data adalah Modified Borg dengan mengukur derajat sesak. Dilihat dari nilai rerata menunjukkan adanya perubahan untuk tingkat toleransi aktivitas yaitu dari 4,00 sebelum diberikanPursed Lip Breathing menjadi 2,09 setelah diberikan Pursed Lip Breathing, yang berarti bahwa terjadi penurunan tingkat derajat sesak sehingga terjadi peningkatan toleransi aktivitas. Berdasarkan analisis uji Wilcoxon, diperoleh hasil p= 0,003 . <0,. yang berarti bahwa intervensi Pursed Lip Breathing dapat meningkatkan toleransi aktivitas pada penderita PPOK. Dapat disimpulkan bahwa Pemberian Pursed Lip Breathing dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadappeningkatan toleransi aktivitas pada pasien PPOK Kata kunci : Pursed Lip Breathing. PPOK. Penyakit Paru Obstruktif Kronik ABSTRACT Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a chronic non-reversible respiratory tract disorder caused by airway obstruction. The main complaint of COPD patients is progressive shortness of breath, irreversible and activity Physical activity for COPD patients can be a challenge, especially due to the narrowed airways. However, the pursed lips breathing technique can help improve activity tolerance. Pursed lips breathing is a breathing technique used to help increase lung capacity and ease breathing for people experiencing difficulty breathing, such as in chronic obstructive pulmonary disease (COPD). This study included Pre-Experimental with pre-post-test onegroup design which aimed to determine the effect of Pursed Lip Breathing on increasing activity tolerance in COPD patients at BBKPM Makassar. The study of sample was COPD patients who were selected according to the inclusion criteria, and obtained a sample of 11 people who were given the Pursed Lip Breathing training. The measuring instrument used for data collection is the Modified Borg by measuring the degree of tightness. Seen from the average value incicates change in the level of tolerance of activity which is from 4,00 before Pursed Lip Breathing to 2,09 after Pursed Lip Breathing, which means that there is a decrease in degree of tightness resulting in an increase in activity tolerance. Based on the Wilcoxon test analysis, the results obtained p = 0. <0. which means that the intervention of Pursed Lip Breathing can increase activity tolerance in COPD patients. It can be concluded that the administration of Pursed Lip Breathing can provide significant effect to increase activity tolerance in COPD patients Keyword : Pursed Lip Breathing. Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) PENDAHULUAN Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) adalah gangguan saluran pernafasan kronis yang tidak reversibel penuh yang disebabkan oleh obstruksi saluran nafas . Penyakit Paru Obstruktif Kronik merupakan suatu istilah yang sering digunakan untuk sekelompok penyakit paru yang berlangsung lama dan ditandai oleh peningkatan resistensi terhadap aliran udara sebagai gambaran Pengaruh Pursed Lip Breathing Terhadap Peningkatan Toleransi AktivitasA | Ririn Andasari p-ISSN 2548-8716 Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 9 No. 1 Jan 2025 e-ISSN 2599-2791 Halaman 111 Ae 116 https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/513 DOI: 10. 33660/jfrwhs. patofisiologi utamanya. Gejala gangguan pernapasan paling umum adalah dyspnea, batuk dan produksi sputum. Gejala ini perlu dilaporkan oleh pasien . Pada tahun 2015, terdapat 600 juta orang menderita PPOK di dunia dengan 65 juta orang menderita PPOK derajat sedang hingga berat. Lebih dari 3 juta orang meninggal karena PPOK pada tahun 2005, yang setara dengan 5% dari semua kematian secara global . Di Indonesia terdapat 4,8 juta pasien PPOK dengan prevalensi sebesar 5,6% dan Sulawesi Selatan menduduki peringkat ketiga dengan prevalensi 6,7% . Keluhan sesak nafas yang bersifat progresif, irreversible dan intoleransi aktivitas merupakan keluhan utama pada pasien PPOK. Hal tersebut akan menurunkan tingkat kemandirian dan berdampak terhadap kualitas fisik dan hidup pasien PPOK . PPOK merupakan penyakit yang dapat dicegah dan diringankan baik dengan pengobatan maupun dengan program latihan. Pencegahan dan upaya untuk menangani keluhan PPOK baik secara farmakologis maupun Salah satu penanganan non farmakologi yang dapat diberikan pada pasien dengan PPOK yang mengalami penurunan toleransi aktivitas adalah latihan pernafasan dengan teknik Pursed Lip Breathing . Pursed Lip Breathing adalah latihan pernapasan dengan menghirup udara melalui hidung dan mengeluarkan udara dengan cara bibir lebih dirapatkan atau dimonyongkan dengan waktu ekshalasi lebih di perpanjang . Kendala utama latihan fisik pada pasien PPOK adalah sesak nafas yang terjadi karena air-trapping atau terperangkapnya udara di saluran pernafasan. Salah satu latihan pernafasan paling efektif dalam menurunkan air-trapping adalah melalui latihan Pursed-Lip Breathing. Latihan ini mencegah kolaps bronkiolus-bronkiolus kecil serta mengurangi jumlah udara yang terperangkap . Hasil penelitian yang dilakukan Sjattar. Wijaya, dan Burhanuddin pada 20 sampel menggunakan Pursed Lip Breathing diperoleh informasi bahwa terdapat pengaruh pemberian Pursed Lip Breathing exercise terhadap peningkatan toleransi fisik yang diukur dengan six minute walking test pada pasien PPOK setelah dilakukan intervensi pada kelompok intervensi . Menurut penelitian yang dilakukan di ruang perawatan Rumah Sakit AIIMS di India yang menggunakan desain crossover acak dengan 30 pasien PPOK diatas usia 40 tahun menunjukkan hasil bahwa Pursed Lip Breathingmeningkatkan arus puncak ekspirasi dan saturasi oksigen pada pasien PPOK serta menurunkan frekuensi pernafasan dan secara signifikan meningkatkan toleransi fisik pasien yang menderita PPOK . Penelitian yang dilakukan oleh Reherison di Prancis terhadap 400 penderita PPOK yang berusia lebih dari 40 tahun. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa PPOK mempengaruhi penurunan kualitas hidup. Penurunan kualitas hidup pada pasien PPOK tersebut paling banyak dipengaruhi oleh penurunan toleransi beraktivitas . Peningkatan toleransi aktivitas diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien PPOK melalui peningkatan kemandirian pasien. Peningkatan toleransi aktivitas dapat dilakukan melalui rehabilitasi seperti latihan fisik dan latihan pernapasan . Prevlensi penyakit PPOK di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Makassar pada 3 bulan terahkir (Oktober-Desember 2. terdapat 53 kasus yang dirujuk ke Poli Fisioterapi BBKPM, 25 diantaranya adalah pasien PPOK dengan penurunan toleransi aktivitas. Berdasarkan uraian diatas, maka rumusan masalahnya, yaitu AuApakah ada pengaruh Pursed Lip Breathing terhadap peningkatan toleransi aktivitas pada pasien PPOK?Ay. Dengan demikian tujuan peneitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Pursed Lip Breathing terhadap peningkatan toleransi aktivitas pada pasien PPOK. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian Pre Eksperimental pendekatan one-group pre testpost test design. Tujuan untuk mengetahui pengaruh Pursed Lip Breathing terhadap peningkatan toleransi aktivitas pada pasien PPOK di BBKPM Makassar. Pengaruh Pursed Lip Breathing Terhadap Peningkatan Toleransi AktivitasA | Ririn Andasari p-ISSN 2548-8716 Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 9 No. 1 Jan 2025 e-ISSN 2599-2791 Halaman 111 Ae 116 https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/513 DOI: 10. 33660/jfrwhs. Populasi dan Sampel Populasi penelitian ini adalah pasien PPOK poli fisioterapi Balai Besar KesehatanParu Masyarakat Makassar. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien PPOK poli fisioterapi Balai Besar KesehatanParu Masyarakat Makassar yang sesuai dengan kriteria inklusi dalam pengambilan sampel. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling dengan jenis purposive sampling Kriteria inklusi Pasien yang terdiagnosa medis PPOK Pasien dengan tekanan darah tidak lebih dari 130/80 mmHg Pasien yang mengalami penurunan toleransi aktivitas Pasien PPOK derajat II dan i Pasien berumur 50-75 tahun Kriteria ekslusi Responden yang mengalami gagal nafas Responden yang mengalami nyeri dada Responden yang menjalani rawat inap Besar Sampel Berdasarkan rumus pengambilan sampel yaitu : ycA ycu= 1 ycAyce 2 Maka diperoleh sampel sebanyak 13,04 sehingga dibulatkan menjadi 13 orang. Namun yang memenuhi kriteria inklusi hanya 11 orang, jadi sampel yang digunakan adalah 11 orang. Prosedur Pengumpulan Data Pada tahap awal, peneliti melakukan pemeriksaan fisioterapi berupa pemeriksaan derajat sesak nafas dan hasil spirometri pasien untuk menyeleksi populasi pasien yang ada di Poliklinik Fisioterapi BBKPM Makassar sesuai dengan kriteria inklusi. Setelah diperoleh sampel sebanyak 11 orang, pengumpulan data dilakukan pada awal penelitian dan akhir penelitian sebagai data pre test dan post test. Adapun prosedur pengukuran yang digunakan sebagai pre test dan post test Alat yang digunakan: Scala Modified Borg dan Stopwatch Pelaksanaan : Jelaskan ke pasien bahwa tes ini adalah mengukur kemampuan fungsional pernapasan dengan menilai toleransi aktivitas Pasien melakukan six minute walking test. Kemudian mengisi blanko evalusi skala Borg sesuai tingkat derajat sesak yang dirasakanoleh pasien. Evaluasi : Kriteria penilaian Scala Modified Borg adalah nilai derajat sesak, nilai 0-3 derajat sesak ringan sedangkan 4-10 derajat sesak berat. Prosedur Pelaksanaan Intervensi Intervensi yang diberikan adalah Pursed Lip Breathing. Prosedur pelaksanaan yaitu : Posisikan pasien duduk dalam keadaan serileks mungkin Letakkan telapak tangan di atas otot abdominalis untuk mendeteksi adanya kontraksi otot Instruksikan pasien menarik nafas perlahan kemudian hembuskan nafas dengan rileks melalui bibir seperti meniup lilin. Dosis : Pursed Lip Breathing dilakukan selama 5-10 menit per sesi. Pursed Lip Breathing dilakukan setiap kali pasien merasakan sesak napas, baik itu saat beraktivitas ringan atau saat beristirahat. Hipotesis Penelitian Ada pengaruh Pursed Lip Breathing terhadap peningkatan toleransi aktivitas pada pasienPPOK. Analisis Data Pengaruh Pursed Lip Breathing Terhadap Peningkatan Toleransi AktivitasA | Ririn Andasari p-ISSN 2548-8716 Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 9 No. 1 Jan 2025 e-ISSN 2599-2791 Halaman 111 Ae 116 https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/513 DOI: 10. 33660/jfrwhs. Dalam mengelola data penelitian yang telah diperoleh maka peneliti menggunakan beberapa uji statistik sebagai berikut : Analisis deskriptif meliputi . mean, range, standar deviasi, dan persentase. Uji hipotesis, yaitu uji Wilcoxon. Uji Wilcoxon digunakan untuk mengetahui perubahan toleransi aktivitas pre test dan post test pada masing-masing perlakuan. HASIL Tabel 1. Distribusi Tingkat Toleransi Aktivitas Sebelum Melakukan Pursed Lip Breathing pada Pasien PPOK Pre Test Sedang Sedikit Berat Total Persen (%) Berdasarkan tabel 1 di atas menunjukkan hasil dari 11 orang sampel. Terdapat 3 orang . ,3%) yang memiliki sesak nafas sedang, 5 orang . ,5%) dengan sesak nafas sedikit berat dan 3 orang . ,3%) dengan sesak nafas berat. Hal ini menunjukkan adanya penurunan toleransi aktivitas pada pasien PPOK. Tabel 2. Distribusi Tingkat Toleransi Aktivitas Setelah Melakukan Pursed Lip Breathing pada Pasien PPOK Post Test Sangat ringan Ringan Sedang Total Persen (%) Berdasarkan tabel 2 hasil nilai skala Borg yang menunjukkan tingkat toleransi aktivitas dari 11 orang sampel setelah dilakukan intervensi Pursed Lip Breathing. Terdapat 1 orang . ,1%) dengan sesak nafas sangat ringan, 8 orang . ,7%) dengan sesak nafas ringan dan 2 orang . ,2%) dengan sesak nafas sedang. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan toleransi aktivitas pada pasien PPOK setelah pemberian Pursed Lip Breathing. Tabel 3. Rerata Selisih Tingkat Toleransi AktivitasSebelum dan Setelah Melakukan Pursed Lip Breathing pada Pasien PPOK Rerata pre test Rerata post test Rerata selisih Rerata 4,00 2,09 1,91 0,775 0,539 0,701 Berdasarkan tabel 3 di atas menunjukkan nilai rerata perubahan tingkat toleransi aktivitas sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Adapun rerata tingkat toleransi aktivitas sebelum diberikan perlakuan adalah 4,00 sedangkan rerata untuk tingkat toleransi aktivitas setelah diberikan perlakuan adalah 2,09. Rerata selisih untuk tingkat toleransi aktivitas adalah 1,91. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian Pursed Lip Breathing dapat memberikan perubahan untuk meningkatkan toleransi aktivitas. Pengaruh Pursed Lip Breathing Terhadap Peningkatan Toleransi AktivitasA | Ririn Andasari p-ISSN 2548-8716 Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 9 No. 1 Jan 2025 e-ISSN 2599-2791 Halaman 111 Ae 116 https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/513 DOI: 10. 33660/jfrwhs. Tabel 4. Hasil Uji Wilcoxon Kelompok Data Rerata Simpang Baku Pre 4,00 Post 2,09 0,775 0,539 2,994 0,003 Berdasarkan tabel 4 di atas diperoleh hasil uji Wilcoxon yaitu nilai p < 0,05 yang berarti bahwa intervensi Pursed Lip Breathing dapat menurunkan derajat sesak sehingga memberikan peningkatan toleransi aktivitas yang signifikan pada penderita PPOK. PEMBAHASAN Setelah perlakukan menggunakan Pursed Lip Breathing sebanyak 8x perlakuan pada 11 orang sampel memberikan hasil adanya perubahan perbaikan toleransi aktivitas pada pasien PPOK, dimana dari 11 orang terdapat 8 orang dengan derajat sesak nafas ringan, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu faktor usia, ditambah dengan riwayat perokok berat dalam jangka waktu yang lama . Beberapa faktor penyebab PPOK adalah diantaranya, kebiasaan merokok, polusi udara, paparan debu, faktor usia dan jenis kelamin serta infeksi sistem pernafasan akut . Namun, selain beberapa faktor tersebut 8 orang sampel ini pun rutin melakukan latihan Pursed Lip Breathing di rumah. Pursed Lip Breathing yang dilakukan secara rutin dan benar mampu meningkatkan fungsi mekanis paru-paru, pembatasan peningkatan volume akhir ekspirasi paru dan pencegahan dampak hiperinflasi . Dua orang lainnya dengan derajat sesak nafas sedang setelah pemberian Pursed Lip Breathing. Hal ini disebabkan oleh riwayat merokok, usia, dan pekerjaan sebagai tukang batu. Hal ini memperparah keadaan pasien karena disamping paparan debu, riwayat perokok berat juga sangat mempengaruhi. Proses penuaan menyebabkan penurunan fungsi paru-paru. Keadaan ini juga menyebabkan berkurangnya elastisitas jaringan paru dan dinding dada sehingga terjadi penurunan kekuatan kontraksi otot pernafasan dan menyebabkan sulit bernafas. Kandungan asap rokok dapat merangsang terjadinya peradangan kronik paru-paru . Faktor risiko merokok dan polusi udara menyebabkan proses inflamasi bronkus dan juga menimbulkan kerusakan pada dinding bronkiolus terminalis . Pursed Lip Breathing dapat meningkatkan kemampuan ekshalasi sehingga menurunkan jumlah udara yang tertinggal dalam paru-paru . Dari 11 orang hanya 1 orang dengan derajat sesak nafas sangat ringan setelah pemberian Pursed Lip Breathing. Hal ini disebabkan oleh karena sampel tersebut tidak ada riwayat merokok. Pursed Lip Breathing adalah latihan yang bertujuan memperbaiki efektivitas pernafasan dengan penurunan air trapping sehingga dapat meningkatkan volume tidal dan memperbaiki konrtol pernafasan . SIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan penelitian ini adalah Pursed Lip Breathing dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan toleransi aktivitas pada pasien PPOK. Penggunaan Pursed Lip Breathing sebagai intervensi pernapasan dapat membantu pasien PPOK untuk mengelola gejala napas pendek dan meningkatkan kapasitas fisik mereka dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Disarankan agar pasien PPOK melakukan latihan Pursed Lip Breathing secara rutin untuk meningkatkan toleransi terhadap aktivitas fisik. Selain itu, tenaga kesehatan perlu mengedukasi pasien mengenai teknik Pursed Lip Breathing yang benar dan manfaatnya. Penelitian lebih lanjut juga diperlukan untuk mengeksplorasi efektivitas PLB dalam jangka panjang serta dampaknya terhadap kualitas hidup pasien PPOK. Pengaruh Pursed Lip Breathing Terhadap Peningkatan Toleransi AktivitasA | Ririn Andasari p-ISSN 2548-8716 Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 9 No. 1 Jan 2025 e-ISSN 2599-2791 Halaman 111 Ae 116 https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/513 DOI: 10. 33660/jfrwhs. DAFTAR PUSTAKA