Alvina. Ngadiman. Jap: Pengaruh Capital Intensity. Liquidity. Leverage terhadap Tax Avoidance dengan Pertumbuhan Penjualan sebagai Variabel Moderasi 2012-2019 CAPITAL INTENSITY. LIQUIDITY. LEVERAGE TERHADAP TAX AVOIDANCE DENGAN PERTUMBUHAN PENJUALAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI PERIODE 2012-2019 Alvina1. Ngadiman2. Yustina Peniyanti Jap3 Program Studi Magister Akuntansi. Universitas Tarumanagara Jakarta Email: alvina_vin_97@yahoo. Program Studi Magister Akuntansi. Universitas Tarumanagara Jakarta Email: ngadiman@fe. Program Studi Magister Akuntansi. Universitas Tarumanagara Jakarta Email: yustinaj@fe. Abstrak Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang berkembang, dimana salah satu sumber penghasilan terbesar negara Indonesia berasal dari penghasilan pajaknya. Dengan adanya peraturan pemerintah untuk memberikan insentif penurunan tarif pajak pada badan, namun masih tetap terdapat perbedaan pendapat antara pemerintah sehingga menyebabkan para wajib pajak badan melakukan pengurangan pembayaran pajak secara illegal maupun Dalam penelitian ini metode pengurangan pajak secara legal. Dilakukan penelitian terhadap capital intensity, liquidity, dan leverage terhadap tax avoidance dengan pertumbuhan penjualan sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar dalam BEI periode 2012-2019. Hipotesis penelitian capital intensity dan leverage dapat berpengaruhi signifikan dan positif terhadap tax avoidance, liquidity tidak berpengaruh terhadap tax avoidance, dan pertumbuhan penjualan memperlemah pengaruh capital intensity, liquidity, dan leverage terhadap tax avoidance. Metode pemilihan sampel purposive sampling dan 8 perusahaan yang terpilih sebagai sampel. Teknik untuk memproses data metode analisis regresi berganda dengan bantuan program SPSS dan Microsoft Office 2013. Hasil penelitian menunjukkan capital intensity, liquidity, dan leverage tidak berpengaruh signifikan sedangkan pertumbuhan penjualan tidak memengaruhi hubungan antar capital intensity, liquidity, dan leverage terhadap tax Kata Kunci: Capital Intensity. Liquidity. Leverage. Tax Avoidance. Pertumbuhan Penjualan. Abstract Indonesia is a developing country, where one of the largest sources of income for the Indonesian state comes from its tax income. With the existence of government regulations to provide incentives to reduce tax rates on entities, there are still differences of opinion between the government, which causes corporate taxpayers to reduce tax payments illegally or legally. In this study, the method of legal tax reduction. A research was conducted on capital intensity, liquidity, and leverage on tax avoidance with sales growth as a moderating variable in mining sector companies listed on the IDX for the period 2012 - 2019. The research hypothesis is that capital intensity and leverage can have a significant and positive effect on tax avoidance, liquidity has no effect. against tax avoidance, and sales growth weakens the influence of Capital Intensity. Liquidity, and Leverage on Tax Avoidance. The sample selection method was purposive sampling and 8 companies were selected as samples. Techniques for processing data with multiple regression analysis methods with the help of SPSS and Microsoft Office 2013 programs. The results showed that capital intensity, liquidity, and leverage had no significant effect, while sales growth did not affect the relationship between capital intensity, liquidity and leverage on tax avoidance. Keywords: Capital Intensity. Liquidity. Leverage. Tax Avoidance. Sales Growth. Jurnal Kontemporer Akuntansi Vol. No. September Alvina. Ngadiman. Jap: Pengaruh Capital Intensity. Liquidity. Leverage terhadap Tax Avoidance dengan Pertumbuhan Penjualan sebagai Variabel Moderasi 2012-2019 PENDAHULUAN Latar Belakang Seiring dengan berjalannya waktu. Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang berkembang, dimana salah satu sumber penghasilan terbesar negara Indonesia berasal dari penghasilan pajaknya. Sektor pajak merupakan salah satu sektor penerimaan kas negara yang berkontribusi paling besar dalam hal untuk melakukan membiayai pembangunan negara, pembayaran utang negara, dan pengeluaran-pengeluaran kas negara lainnya. Pelaksanaan pemungutan pajak yang berlaku di Indonesia menggunakan Self Assessment System, sistem pemungutan pajak ini telah diberlakukan di Indonesia sejak tahun 1984. Seluruh proses penghitungan pajaknya dilakukan sendiri oleh para wajib pajaknya, mulai dari menghitung, membayar, dan melaporkan pajaknya sendiri yang kini dapat dilakukan secara online . -filin. tanpa perlu pergi ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Perusahaan Google pada CNBC Indonesia . yang merupakan raksasa teknologi yang berasal dari Amerika Serikat. Google dilaporkan telah melakukan penghindaran pajak 9 miliar euro (US$ 22. 7 miliar atau setara dengan Rp 327 triliu. Perusahaan PT. Adaro Energy Tbk. pada Detik Finance . mengenal soal penghindaran pajak yang dituduhkan ke Adaro AuBerdasarkan pengamatan dari Yustinus kasus PT. Adaro Energy Tbk. Perusahaan ini memanfaatkan celah yang ada dengan cara menjual batu baranya ke perusahaan anaknya coaltrade service international dengan harga yang lebih murah kemudian baru bara tersebut dijual ke negara lain dengan harga yang lebih tinggi agar perusahaan dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar namum penghasilan untuk pembayaran pajaknya di Indonesia dapat lebih murahAy. Para perusahaan-perusahaan yang berada di Indonesia membayarkan pajak karena sifat pajak yang memaksa, jika para perusahaan tersebut tidak melakukan pembayaran pajaknya maka perusahaan tersebut akan dikenakan sanksi yang dapat merugikan perusahaannya. Dalam kasus pemungutan pajak, pemerintah dan wajib pajak atau badan mempunyai kepentingan yang Dimana pemerintah ingin mengoptimalkan dan terus meningkatkan penerimaan kas negara melalui perpajakan, guna untuk membiayai penyelenggaraan negara, sedangkan walaupun para wajib pajak badan telah memperoleh keringanan dalam pembayaran pajaknya berdasarkan undang-undang yang telah dikeluarkan oleh pemerintah, para wajib pajak badan belum merasa puas dan terus berusaha mencari cara agar mereka melakukan pembayaran pajak seminimal mungkin karena untuk wajib pajak badan pembayaran pajak tersebut dapat mengurangi pendapatan ataupun keuntungan bagi perusahaannya. Agar pendapatan ataupun keuntungan wajib pajak badan dapat tercapai sesuai dengan target yang diinginkannya maka para wajib pajak badan akan memanfaatkan celah dari kelemahan-kelemahan peraturan perpajakan yang dapat meminimalisir pembayaran pajaknya. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang yang disampaikan di atas maka rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah. Apakah capital intensity berpengaruh positif dan signifikan terhadap tax avoidance? Apakah liquidity tidak berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance? Apakah leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadapt tax avoidance? Apakah pertumbuhan penjualan sebagai variabel moderasi dapat memperlemah pengaruh capital intensity terhadap tax avoidance? Apakah pertumbuhan penjualan sebagai variabel moderasi dapat memperlemah pengaruh liquidity terhadap tax avoidance? Jurnal Kontemporer Akuntansi Vol. No. September Alvina. Ngadiman. Jap: Pengaruh Capital Intensity. Liquidity. Leverage terhadap Tax Avoidance dengan Pertumbuhan Penjualan sebagai Variabel Moderasi 2012-2019 Apakah pertumbuhan penjualan sebagai variabel moderasi dapat memperlemah pengaruh leverage terhadap tax avoidance? KAJIAN PUSTAKA dan PENGEMBANGAN HIPOTESIS Teori keagenan (Agency Theor. pertama kali diperkenalkan oleh Jensen dan Meckling pada tahun 1976. Teori agensi merupakan suatu model desain yang digunakan oleh principal dan agent untuk menyelesaikan masalah kepentingan antar kedua pihak. Dimana setiap hasil pekerjaan agent akan disampaikan pada principal dalam bentuk laporan keuangan. Adanya pendelegasian wewenang pada agent akan menyebebkan informasi yang diterima agent akan lebih banyak dibangingkan principal, sehingga hal tersebut dapat mendorong principal untuk lebih mengawasi segala tindakan yang dilakukan oleh agent agar agent tidak mengambil keputusan yang hanya menguntungkan dirinya sendiri. Tax avoidance merupakan cara yang dilakukan oleh wajib pajak atau badan dalam melakukan penghematan dalam pembayaran pajaknya yang dilakukan secara legal dimana wajib pajak atau badan melakukan penhindaran pajak dalam taraf wajar dan tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang telah ada. Capital intensity merupakan kegiatan investasi yang dilakukan oleh perusahaan dalam bentuk aset yang diinvestasikan menjadi aset tetap, yang dimana sebagian besar dari aset tetap tersebut dapat mengalami depresiasi atau pengurangan nilai manfaat. Sehingga dengan adanya depresiasi tersebut menyebabkan pengurangan nilai yang berdampak pada penurunan nilai aset pada laporan keuangan perusahaan. Liquidity merupakan utang jangka pendek perusahaan yang dapat menentukan kelancaran kas pada perusahaan tersebut yang dimana jika utang jangka pendek tersebut dapat dibayarkan secara lancar, maka dapat diketahui bahwa arus kas perusahaan tersebut lancar. Dapat dinyatakan bahwa perusahaan yang memiliki tingkat liquidity yang tinggi dapat melakukan pembayaran utang jangka pendeknya dengan lancar tanpa adanya kendala pada aset perusahaannya sehingga perusahaan tersebut dapat melakukan pembayaran pajaknya sesuai dengan aturan yang berlaku. Leverage merupakan suatu rasio yang digunakan untuk menunjukkan utang jangka panjang dan pendek perusahaan yang dibandingkan dengan total asset perusahaan, dimana jika diketahaui leverage suatu perusahaan besar, maka beban bunga pada perusahaan tersebut pun akan semakin besar karena adanya bunga utang yang harus dibayarkan oleh perusahaan tersebut yang menyebabkan income perusahaan tersebut menjadi lebih sedikit. Dengan tingkat income perusahaan yang kecil maka perusahaan tersebut secara otomatis akan membayarkan pajak yang rendah karena perusahaan tersebut dianggap tidak efektif dalam melakukan pembayaran terhadap utang jangka panjang dan pendeknya. Pertumbuhan penjualan merupakan suatu rasio yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk mengukur tingkat penjualannya dengan cara membandingkan jumlah total penjualan pada suatu periode dengan periode lainnya untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam melakukan penjualannya, dimana jika suatu perusahaan mampu meningkatkan penjualannya maka perusahaan tersebut dianggap mampu untuk memperoleh laba yang lebih baik. Berdasarkan pemaparan sebelumnya, dapat dirumuskan hipotesis-hipotesis yang akan digunakan dalam penelitian ini. Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: H1: Capital intensity berpengaruh positif dan signifikan terhadap tax avoidance H2: Liquidity tidak berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance H3: Leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap tax avoidance Jurnal Kontemporer Akuntansi Vol. No. September Alvina. Ngadiman. Jap: Pengaruh Capital Intensity. Liquidity. Leverage terhadap Tax Avoidance dengan Pertumbuhan Penjualan sebagai Variabel Moderasi 2012-2019 H4: Pertumbuhan penjualan sebagai variabel moderasi dapat memperlemah pengaruh capital intensity terhadap tax avoidance H5: Pertumbuhan penjualan sebagai variabel moderasi dapat memperlemah pengaruh liquidity terhadap tax avoidance H6: Pertumbuhan penjualan sebagai variabel moderasi dapat memperlemah pengaruh leverage terhadap tax avoidance METODE PENELITIAN Objek Penelitian Penelitian ini difokuskan pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2019. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria-kriteria pengambilan sampel sebagai berikut: Perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2012 dan tetap terdaftar hingga tahun 2019 Perusahaan pertambangan yang tidak listing pada pertengahan tahun 2012-2019 Perusahaan pertambangan yang menerbitkan laporan keuangan dan laporan tahunannya secara berturut-turut dari tahun 2012-2019 Perusahaan pertambangan yang memiliki laporan keuangan yang berakhir pada 31 Desember pada setiap periodenya Perusahaan pertambangan yang memperoleh laba pada setiap periodenya Perusahaan pertambangan yang tidak delisting pada tahun penelitian Perusahaan pertambangan yang melakukan penjualan setiap tahunnya Variabel independen dalam penelitian ini terdiri dari capital intensity, likuidity, dan leverage sedangkan, variabel dependen dalam penelitian ini adalah tax avoidance. Variabel moderasi dalam penelitian ini adalah pertumbuhan penjualan. Dalam penelitian ini, tax avoidance diproksikan dengan Cash Effective Tax Rate (CETR) dengan rumus sebagai berikut: Sedangkan variabel capital intensity, dalam penelitian ini diproksikan dengan Capital Intensity. Capital Intensity dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: Sedangkan variabel liquidity, dalam penelitian ini diproksikan dengan Current Ratio (CR). Current Ratio (CR) dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: Variabel leverage, dalam penelitian ini diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER). Debt to Equity Ratio (DER) dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: Variabel pertumbuhan penjualan, dalam penelitian ini diproksikan dengan Sales Growth. Sales Growth dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: Jurnal Kontemporer Akuntansi Vol. No. September Alvina. Ngadiman. Jap: Pengaruh Capital Intensity. Liquidity. Leverage terhadap Tax Avoidance dengan Pertumbuhan Penjualan sebagai Variabel Moderasi 2012-2019 Dalam penelitian ini, pengujian data sampel dilakukan dengan penggunaan analisis statistik deskriptif untuk memperoleh gambaran data penelitian. Selanjutnya dilakukan pengujian asumsi klasik yang terdiri dari pengujian normalitas, pengujian multikolinearitas, pengujian heteroskedastisitas, dan pengujian autokorelasi. Pengujian analisi data MRA (Moderated Regression Analysi. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji F (ANOVA), uji t, dan uji koefisien determinasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Statistik Analisis statistik deskriptif dilakukan untuk memperoleh gambaran atas data yang digunakan dalam penelitian. Analisis statistik deskriptif dilakukan dengan menggunakan 64 data. Data tersebut merupakan data setelah 19 data outlier dikeluarkan. Data tersebut yang kemudian akan digunakan untuk melakukan pengujian Ae pengujian selanjutnya. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukan bahwa variabel tax avoidance memiliki nilai minimum sebesar 0. 00450, nilai maximu. 54744, nilai mean . ata Ae rat. sebesar 2936356, dan standar deviasi sebesar 0. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukan bahwa variabel capital intensity memiliki nilai minimum sebesar 0. 10225, nilai maximum sebesar 0. 48099, nilai mean . ata Ae rat. 2494291, dan standar deviasi yang dimiliki sebesar 0. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukan bahwa variabel liquidity memiliki nilai minimum sebesar 0. 82896, nilai maximum sebesar 4. 05092, nilai mean . ata-rat. 0867121, dan standar deviasi yang dimiliki sebesar 0. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukan bahwa variabel leverage memiliki nilai minimum sebesar 17, nilai maximum sebesar 1. 89, nilai mean . ata-rat. 6362, dan standar deviasi yang dimiliki sebesar 0. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukan bahwa variabel capital intensity yang dimoderasi pertumbuhan penjualan memiliki nilai minimum sebesar 0. 30922, nilai maximum sebesar 12. 12484, nilai mean . ata-rat. 3327818, dan standar deviasi yang dimiliki sebesar 2. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukan bahwa variabel liquidity yang dimoderasi pertumbuhan penjualan memiliki nilai minimum sebesar 1. 75172, nilai maximum sebesar 93. 88474, nilai mean . ata-rat. 1399957, dan standar deviasi yang dimiliki sebesar 21. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukan bahwa variabel leverage yang dimoderasi pertumbuhan penjualan memiliki nilai minimum sebesar 0. 35349, nilai maximum sebesar 44. 75302, nilai mean . ata-rat. 0536325, dan standar deviasi yang dimiliki sebesar 10. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukan bahwa variabel profitability memiliki nilai minimum sebesar 0. 84, nilai maximum sebesar 43. 10, nilai mean . ata-rat. 4687, dan standar deviasi yang dimiliki sebesar 9. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukan bahwa variabel ukuran perusahaan memiliki nilai minimum 07128, nilai maximum sebesar 12. 59349, nilai mean . ata-rat. 4637719, dan standar deviasi yang dimiliki sebesar 1. Sebelum melakukan pengujian atas MRA dan hipotesis, dilakukan pengujian asumsi klasik yang terdiri dari pengujian uji normalitas, uji multikolinearitas, uji autokorelasi, dan uji Pengujian normalitas dilakukan dengan menggunakan uji non-parametrik one sample Kolmogorov-Smirnov test. Hasil pengujian tersebut menunjukan nilai asymptotic significance . -taile. 200 > 0. 05 yang berarti variabel residual atas data yang digunakan dalam penelitian ini telah terdistribusi secara normal. Pengujian selanjutnya adalah uji Jurnal Kontemporer Akuntansi Vol. No. September Alvina. Ngadiman. Jap: Pengaruh Capital Intensity. Liquidity. Leverage terhadap Tax Avoidance dengan Pertumbuhan Penjualan sebagai Variabel Moderasi 2012-2019 Suatu persamaan regresi dapat dikatakan bebas dari multikolinearitas jika memiliki nilai tolerance > 0. 10 dan nilai variance inflation factor (VIF) < 10. Hasil pengujian multikolinearitas menunjukan bahwa seluruh variabel memiliki nilai tolerance lebih besar dari 10 dan variance inflation factor (VIF) lebih kecil dari 10, namun hal ini dapat diabaikan bagi pengujian yang menggunakan variabel moderasi. Pengujian berikutnya adalah uji autokorelasi. Pengujian autokorelasi dilakukan dengan menggunakan uji Run Test. Uji run test mempunyai kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut: H0: Data yang digunakan dalam penelitian bersifat random dan Ha: Data yang digunakan dalam penelitian bersifat tidak random. Pengujian asumsi klasik yang terakhir adalah pengujian heteroskedastisitias. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan uji White. Uji White suatu persamaan regresi, suatu data dapat dikatakan bebas dari gejala heteroskedastisitas apabila nilai chi square hitung lebih kecil dari chi square table begitu pula sebaliknya, apabila nilai chi square hitung lebih besar dari chi square table maka dapat disimpulkan bahwa data tersebut mengalami gejala heterokedastisitas. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil analisis regresi berganda yang dinyatakan dalam persamaan regresi berikut: Dari persamaan diatas, nilai konstanta yang dihasilkan adalah sebesar 0. nilai pada konstanta tersebut menunjukkan bahwa variabel capital intensity, variabel liquidity, variabel leverage, variabel pertumbuhan penjualan, variabel capital intensity yang dimoderasi oleh variabel pertumbuhan penjualan, variabel liquidity yang dimoderasi oleh variabel pertumbuhan penjualan, variabel leverage yang dimoderasi oleh variabel pertumbuhan penjualan, variabel profitability, dan variabel ukuran perusahaan bersifat konstan atau memiliki nilai nol, sehingga nilai terhadap variabel tax avoidance yang diperoleh adalah sebesar 0. Uji F (ANOVA) dilakukan untuk mengetahui apakah variabel independen secara simultan berpengaruh terhadap variabel dependen. Uji F dilakukan dengan membandingkan F hitung dengan F tabel serta dengan membandingkan probabilitas signifikansi dengan tingkat singifikansi yang digunakan. Jika nilai F hitung lebih besar dari F tabel dan probabilitas signifikansi lebih rendah dari tingkat signifikansi yang digunakan, maka dapat disimpulkan bahwa variabel independen secara simultan berpengaruh terhadap variabel dependen. Hasil Uji F dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 1 Hasil Uji Statistik F ANOVAa Model Regression Residual Sum of Squares Mean Square Sig. Total Dependent Variable: TAXAVOIDANCE Predictors: (Constan. SIZE. LIQUIDITY. PROFITROE. SG. CAPINT. LEVERAGEDER. LIQUIDITY_SG. CAPINT_SG. LEVERAGE_SG Hasil uji Statistik F (ANOVA) pada p value . memperoleh angka signifikansi sebesar 006 . 6%) yang artinya memiliki tingkat signifikansi lebih besar dari 0. %) sehingga dapat dilihat bahwa hipotesis nol ditolak dan hipotesis a diterima yang artinya secara keseluruhan data yang digunakan dalam penelitian ini berpengaruh secara simultan terhadap variabel dependen. Jurnal Kontemporer Akuntansi Vol. No. September Alvina. Ngadiman. Jap: Pengaruh Capital Intensity. Liquidity. Leverage terhadap Tax Avoidance dengan Pertumbuhan Penjualan sebagai Variabel Moderasi 2012-2019 Uji t dilakukan untuk menguji pengaruh masing Ae masing variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Uji t dilakukan dengan membandingkan t hitung dengan t Untuk nilai koefisien regresi positif, jika nilai t hitung lebih besar daripada t kritis, maka dapat disimpulkan bahwa variabel independen secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Untuk nilai koefisien regresi negatif, jika nilai t hitung lebih kecil dari Aet kritis, maka dapat disimpulkan bahwa variabel independen secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Selain itu, pengujian statistik t juga dapat dilakukan membandingkan probabilitas signifikansi hasil perhitungan dengan tingkat signifikansi yang Jika probabilitas signifikansi hasil pengujian setiap variabel yang menunjukan probabilitas signifikansi lebih kecil dari 0. %), maka variabel independen secara parsial berpengaruh signfikan terhadap variabel dependen. Hasil uji t dapat dilihat pada tabel dibawah Tabel 2 Hasil Pengujian Statistik t Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. CAPINT LIQUIDITY LEVERAGEDER CAPINT_SG LIQUIDITY_SG LEVERAGE_SG PROFITROE SIZE Dependent Variable: TAXAVOIDANCE Standardized Coefficients Beta Sig. Berdasarkan hasil pengujian statistik t, dapat dilihat bahwa variabel capital intensity, variabel liquidity, variabel leverage, variabel pertumbuhan penjualan, variabel capital intensity yang dimoderasi oleh variabel pertumbuhan penjualan, variabel liquidity yang dimoderasi oleh variabel pertumbuhan penjualan, variabel leverage yang dimoderasi oleh variabel pertumbuhan penjualan, dan variabel ukuran perusahaan memiliki probabilitas signifikansi yang lebih tinggi dari tingkat signifikansi yang digunakan . sehingga ketujuh variabel tersebut dapat disimpulkan berpengaruh tidak signifikan terhadap variabel tax avoidance. Selain itu, dapat dilihat bahwa variabel profitability memiliki probabilitas signifikansi yang lebih kecil dari tingkat signifikansi yang digunakan . sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel tingkat suku bunga berpengaruh signifikan terhadap variabel tax avoidance. Pengujian koefisien determinasi dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi dilihat dari nilai adjusted R square. Hasil pengujian koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 3 Hasil Pengujian Koefisien Determinasi Tanpa Moderasi (Adjusted R Squar. Model Summaryb Model Adjusted R Square Jurnal Kontemporer Akuntansi Vol. No. September Alvina. Ngadiman. Jap: Pengaruh Capital Intensity. Liquidity. Leverage terhadap Tax Avoidance dengan Pertumbuhan Penjualan sebagai Variabel Moderasi 2012-2019 Predictors: (Constan. SIZE. LIQUIDITY. PROFITROE. SG. CAPINT. LEVERAGEDER Dependent Variable: TAXAVOIDANCE Tabel 4 Hasil Pengujian Koefisien Determinasi Dengan Moderasi (Adjusted R Squar. Model Summary Adjusted R Model Square Predictors: (Constan. SIZE. LIQUIDITY. PROFITROE. SG. CAPINT. LEVERAGEDER. LIQUIDITY_SG. CAPINT_SG. LEVERAGE_SG Berdasarkan hasil pengujian koefisien determinasi, diperoleh hasil adjusted R square tanpa moderasi diperoleh angka sebesar 0. 210 atau 21%. Hal tersebut berarti variabel-variabel independen dalam penelitian ini mampu menjelaskan variabel dependen sebesar 21% dan sisanya sebesar 79% dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian Sedangkan hasil pengujian koefisien determinasi, diperoleh hasil adjusted R square dengan moderasi diperoleh angka sebesar 0. 312 atau 31. Hal tersebut berarti variabel-variabel independen dalam penelitian ini mampu menjelaskan variabel dependen sebesar 31. 2% dan sisanya sebesar 68. 8% dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian Diskusi Hipotesis Unstandardized Coefficient Sig. Kesimpulan Capital intensity berpengaruh signifikan dan positif terhadap tax avoidance. Ha1 tidak dapat diterima Ha2 diterima Ha3 tidak dapat diterima Ha4 tidak dapat diterima Ha5 tidak dapat diterima Ha6 tidak dapat diterima Likuidity tidak berpengaruh Leverage signifikan dan positif terhadap tax avoidance. Capital Likuidity yang dimoderasi terhadap tax avoidance. Leverage yang dimoderasi terhadap tax avoidance. Profitability Ukuran perusahaan Jurnal Kontemporer Akuntansi Vol. No. September Alvina. Ngadiman. Jap: Pengaruh Capital Intensity. Liquidity. Leverage terhadap Tax Avoidance dengan Pertumbuhan Penjualan sebagai Variabel Moderasi 2012-2019 KESIMPULAN DAN SARAN Dalam melakukan penelitian ini, langkah awal yang dilakukan adalah pengujian asumsi klasik yang meliputi pengujian normalitas, pengujian multikolinearitas, pengujian heteroskedastisitas, dan pengujian autokorelasi Hasil pengujian asumsi klasik menunjukan bahwa persamaan regresi yang digunakan dalam penelitian ini telah memiliki variabel residual yang terdistribusi normal, tidak terjadi korelasi antar variabel independen . , tidak mengandung autokorelasi, dan tidak terjadi masalah heteroskedastisitas sehingga, dapat disimpulkan bahwa persamaan regresi yang akan digunakan untuk menganalisis hubungan variabel independen terhadap variabel dependen dalam penelitian ini layak untuk diuji. Setelah pengujian asumsi klasik selesai dilakukan, pengujian yang dilakukan selanjutnya adalah analisis regresi berganda, pengujian statistik F (ANOVA), pengujian statistik t, dan pengujian koefisien determinasi . djusted R squar. Hasil pengujian statistik F menunjukan variabel capital intensity, variabel liquidity, variabel leverage, variabel pertumbuhan penjualan, variabel capital intensity yang dimoderasi oleh variabel pertumbuhan penjualan, variabel liquidity yang dimoderasi oleh variabel pertumbuhan penjualan, variabel leverage yang dimoderasi oleh variabel pertumbuhan penjualan, variabel profitability, dan variabel ukuran perushaan memiliki hubungan simultan dengan variabel dependen tax avoidance. Berdasarkan hasil pengujian statistik t yang telah dilakukan dalam penelitian ini, variabel capital intensity, variabel liquidity, variabel leverage, variabel pertumbuhan penjualan, variabel capital intensity yang dimoderasi oleh variabel pertumbuhan penjualan, variabel liquidity yang dimoderasi oleh variabel pertumbuhan penjualan, variabel leverage yang dimoderasi oleh variabel pertumbuhan penjualan, dan variabel ukuran perusahaan berpengaruh tidak signifikan terhadap tax avoidance pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di BEI periode 2012-2019 sedangkan, variabel profitability berpengaruh signifikan dan negatif terhadap tax avoidance pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di BEI periode 2012 Ae 2019. Hasil pengujian koefisien determinasi . djusted R squar. tanpa variabel moderasi menunjukan bahwa variabel capital intensity, variabel liquidity, dan variabel leverage memiliki keterbatasan dalam menjelaskan variabel tax avoidance. Hal ini terlihat pada hasil pengujian yang menunjukan bahwa, variabel-variabel independen dalam penelitian ini mampu menjelaskan variabel dependen sebesar 21% dan sisanya sebesar 79% dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Sedangkan hasil pengujian koefisien determinasi . djusted R squar. dengan variabel moderasi menunjukan bahwa variabel capital intensity, variabel liquidity, variabel leverage, variabel pertumbuhan penjualan, variabel capital intensity yang dimoderasi oleh variabel pertumbuhan penjualan, variabel liquidity yang dimoderasi oleh variabel pertumbuhan penjualan, variabel leverage yang dimoderasi oleh variabel pertumbuhan penjualan, variabel profitability dan variabel ukuran perusahaan memiliki keterbatasan dalam menjelaskan variabel tax avoidance. Hal ini terlihat pada hasil pengujian yang menunjukan bahwa, variabel-variabel independen dalam penelitian ini mampu menjelaskan variabel dependen sebesar 31. 2% dan sisanya sebesar 68. 8% dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dalam suatu penelitian, terdapat keterbatasan-keterbatasan dalam proses pelaksanaan Beberapa keterbatasan yang dialami dalam penelitian ini diantaranya: Sampel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan perusahaan-perusahaan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan jumlah sampel yang mengikuti dasar ketentuan kriteria yang telah dijabarkan pada bab sebelumnya, sehingga didapatkan jumlah sample yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sebanyak 45 data perusaahaan. Keterbatasan pengambilan sampel dalam penelitian ini dikarenakan adanya perusahaan yang tidak memenuhi kriteria pengambilan sampel. Jurnal Kontemporer Akuntansi Vol. No. September Alvina. Ngadiman. Jap: Pengaruh Capital Intensity. Liquidity. Leverage terhadap Tax Avoidance dengan Pertumbuhan Penjualan sebagai Variabel Moderasi 2012-2019 Sampel perusahaan yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI). Keterbatasan pengambilan sampel dalam penelitian ini dikarenakan penguji hanya melakukan pengujian pada sektor perusahaan pertambangan sehingga tidak dapat mewakili kondisi di seluruh sektor perusahaan. Periode dalam penelitian ini hanya berjumlah delapan tahun, yaitu selama tahun 2012, 2013, 2014, 2015, 2016, 2017, 2018, dan 2019, sehingga data yang digunakan dalam penelitian ini masih kurang untuk merepresentatifkan kondisi keseluruahn yang sebenarnya. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan tiga variabel independen, satu variabel moderasi, dan dua variabel control untuk meneliti pengaruh terhadap variabel dependen yang Dimana variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel capital intensity, variabel liquidity, dan variabel leverage. Dalam penelitian ini, variabel moderasi yang digunakan adalah variabel pertumbuhan penjualan. Dalam penelitian ini, variabel control yang digunakan adalah variabel profitability dan variabel ukuran Varaiabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tax avoidance. Keterbatasan variabel pengujian dalam peneilitan ini dikarenakan terlalu sedikit variabelvariabel yang digunakan dalam penelitian ini. Saran berguna untuk membantu mengatasi keterbatasan-keterbatasan yang dialami selama proses penelitian ini. Dengan keterbatasan-keterbatasan yang telah disebutkan sebelumnya, saran yang dapat diberikan yaitu: Pada penelitian selanjutnya peneliti diharapkan untuk dapat melakukan menambahkan jumlah sampel yang diuji dengan tujuan untuk lebih dapat membuktikan kondisi yang Pada penelitian selanjutnya peneliti diharapkan untuk dapat melakukan menambahkan pada sektor penelitian yang akan dilakukan, tidak terbatas hanya sampai pada perusahaan sektor pertambangan dengan tujuan untuk hasil penelitian selanjutnya dapat lebih menggambarkan keadaan pasar secara umum dan keseluruhan. Pada penelitian selanjutnya peneliti diharapkan untuk dapat melakukan menambahkan periode penelitian dengan tujuan agar penelitian tersebut dapat menunjukkan keadan sebenarnya yang sedang terjadi saat ini. Pada penelitian selanjutnya peneliti diharapkan untuk dapat mempertimbangkan melakukan menambahan atau melakukan penggantian objek variabel independen, variabel moderasi, dan variabel control yang dianggap dapat menambah atau memengaruhi variabel tax avoidance baik itu variabel yang berasal dari internal perusahaan maupun variabel-variabel yang berasal dari faktor makro ekonomi. REFERENSI