Jurnal Surya Beton JURNAL ILMU TEKNIK SIPIL Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 p-ISSN : 0216-938x, e-ISSN : 2776-1606 SURYA BETON https://jurnal. id/index. php/suryabeton Analisis Neraca Air Daerah Irigasi Loning-Kragilan Danang Dwi Kristanto1,*. Agung Setiawan1. Muhammad Taufik1 Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Muhammadiyah Purworejo 1 danangdkristanto@gmail. Abstrak. Lokasi penelitian dilakukan di Bendung Kedungglagah, stasiun klimatologi Kradenan dan tiga stasiun hujan yaitu stasiun Loning. Gebang, dan Kutoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui ketersediaan air DI Loning-Kragilan, mendapatkan kebutuhan air irigasi DI Loning-Kragilan untuk kebutuhan padi dan palawija, mendapatkan neraca air DI Loning-Kragilan, dan mendapatkan pola tanam untuk mencapai Indeks Pertanaman 300% di DI Loning-Kragilan. Analisis ketersediaan air menggunakan data debit dari BPSDA Probolo dengan rerata 11 tahun menggunakan metode basic month, analisis kebutuhan air yang meliputi perhitungan evapotranspirasi dengan metode Penman-Monteith dibantu Cropwat 8. 0, analisis curah hujan dengan rentang waktu 10 tahun, serta analisis neraca air dengan membandingkan ketersediaan dan kebutuhan air. Ketersediaan air DI Loning-Kragilan terbesar pada periode Maret I yaitu 7,07 m3/detik dan terkecil pada periode Oktober II yaitu 0,43 m3/detik. Kebutuhan air DI Loning-Kragilan dengan pola tanam padi-padi-palawija didapatkan nilai tertinggi yaitu 2,79 m3/detik di bulan Mei periode I, terendah yaitu 0,00 m3/detik di bulan Februari periode II, sedangkan dengan pola tanam alternatif padiAepadi . 290,86 h. dan jagung . ,68 h. Aekedelai didapatkan nilai tertinggi yaitu 2,44 m3/detik di bulan Mei periode I, terendah yaitu 0,00 m3/detik di bulan Februari periode II. Berdasarkan neraca air DI Loning-Kragilan persentase faktor k 0,75 Ae 1,00 sebelum alternatif sebesar 91,67% dan sesudah alternatif sebesar 83,33 %. Persentase faktor k 0,50 Ae 0,75 sebelum alternatif sebesar 8,33 % dan sesudah alternatif sebesar 16,67%. Kesimpulan Indeks Pertanaman sebelum alternatif sebesar 254,63% dan sesudah alternatif sebesar 300%. Kata Kunci : ketersediaan air, kebutuhan air, neraca air, indeks pertanaman Abstrack. The research locations were at Kedungglagah Bend. Kradenan climatology station and three rain stations, namely Loning. Gebang and Kutoarjo stations. This research aims to: determine the water availability of DI Loning-Kragilan, obtain the irrigation water needs of DI Loning-Kragilan for rice and secondary crops, obtain the water balance of DI Loning-Kragilan, and obtain planting patterns to achieve a Cropping Index of 300% in DI Loning-Kragilan. Analysis of water availability using discharge data from BPSDA Probolo with an average of 11 years using the basic month method, analysis of water needs which includes calculating evapotranspiration using the Penman-Monteith method assisted by Cropwat 8. 0, analysis of rainfall over a period of 10 years, and analysis of water balance by comparing availability and water needs. Water availability in DI Loning-Kragilan was greatest in the March period I, namely 7. 07 m3/second and the smallest in the October period II, namely 0. 43 m3/second. The water requirement of DI Loning-Kragilan with the paddy-paddy-palawija planting pattern obtained the highest value, namely 2. 79 m3/second in May period I, the lowest was 0. 00 m3/second in February period II, while with the alternative paddy planting pattern Ae paddy . ,290. 86 h. and corn . 68 h. Ae soybeans obtained the highest value, namely 2. 44 m3/second in May period I, the lowest was 0. 00 m3/second in February period II. Based on the water balance of DI Loning-Kragilan, the k factor percentage is 0. 75 Ae 1. 00 before the alternative is 91. 67% and after the alternative is 83. The percentage of k factor 0. 50 Ae 0. 75 before the alternative is 8. 33% and after the alternative is 16. Conclusion: The Planting Index before the alternative was 254. 63% and after the alternative it was 300%. Danang Dwi Kristanto dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . Keyword : water availability, water needs, water balance, crop index Pendahuluan Daerah Irigasi (DI) Loning-Kragilan merupakan Daerah Irigasi yang terletak di Kabupaten Purworejo. Luas DI Loning-Kragilan meliputi 3 Kecamatan yaitu Kecamatan Kemiri. Kecamatan Gebang, dan Kecamatan Kutoarjo. Bendung Kedungglagah merupakan sumber DI Loning-Kragilan yang dibangun pada tahun 1982. DI LoningKragilan memiliki panjang saluran 46,42 km, dengan luas areal 2. 532 Ha. DI Loning-Kragilan dikelola oleh Dinas PUSADATARU Provinsi Jawa Tengah di wilayah kerja Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Progo Bogowonto Luk Ulo (Balai PSDA Probolo, 2. Pengelolaan sumber daya air di Kabupaten Purworejo, khususnya di Daerah Irigasi Loning-Kragilan seperti pengendalian air, pemanfaatan air, pengendalian pencemaran atau pengelolaan mutu air merupakan kegiatan yang sangat penting untuk mengetahui kebutuhan air yang diperlukan. Daerah Irigasi Kragilan memiliki efisiensi saluran sekunder 83,16% dengan terdapat beberapa lining saluran yang rusak (Setiaji, 2. Berdasarkan data yang didapatkan dari Balai PSDA Progo Bogowonto Luk Ulo pada tahun 2022. DI LoningKragilan memiliki permasalahan dimana Indeks Pertanaman tidak mencapai 300% yaitu sebesar 243%, hal ini dikarenakan kondisi neraca air yang kurang optimal, dimana ketersediaan air belum mencukupi kebutuhan air setiap Salah satu upaya untuk menaikkan Indeks Pertanaman di Daerah Irigasi Loning-Kragilan yaitu dengan menggeser pola tanam sesuai ketersediaan air. Pola tanam yang digeser diharapkan dapat memberikan hasil yang optimal . endapatkan Indeks Pertanaman 300%), untuk itu perlu dilakukan penelitian dengan judul AuAnalisis Neraca Air Daerah Irigasi Loning-KragilanAy. Metode Penelitian Lokasi penelitian di DI Loning-Kragilan yang terletak di tiga Kecamatan di Kabupaten Purworejo, yaitu Kecamatan Kemiri. Kecamatan Gebang dan Kecamatan Kutoarjo. Penelitian dilakukan pada bulan April Ae Juli Data pada penelitian ini meliputi data debit Bendung Kedungglagah, data curah hujan dari 3 stasiun curah hujan yaitu stasiun Sawangan. Stasiun Gebang dan Stasiun Kutoarjo, serta data klimatologi yang didapatkan dari Balai PSDA Progo Bogowonto Luk Ulo. Analisis ketersediaan air menggunakan data debit setengah bulanan basic month, dari BPSDA Probolo dengan rerata 11 tahun menggunakan metode Weibull. Analisis kebutuhan air yang meliputi perhitungan evapotranspirasi dengan metode Penman-Monteith dibantu Cropwat 8. analisis curah hujan dengan rentang waktu 10 tahun, serta analisis neraca air dengan membandingkan ketersediaan dan kebutuhan air. Hasil Penelitian 1 Analisis Ketersediaan Air Rekapitulasi data debit setengah bulanan dengan rentang waktu 11 tahun terakhir diurutkan dari yang terbesar ke terkecil untuk menentukan debit andalan. Probabilitas yang mendekati 80% yaitu 75,00% dan 83,30%. Perhitungan Q80% yaitu dengan menginterpolasi batas atas dan batas bawah data debit. Hasil perhitungan analisis ketersediaan air dapat dilihat pada Tabel 1. Berikut contoh perhitungan interpolasi pada periode Januari 1: Danang Dwi Kristanto dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . ,71-4,. ,30-. = 0,33 . ,30 Oe 75,. 83,30% 80,00% Q80% = 4,89 0,33 Q80% = 5,22 m3/detik 75,00% Tabel 1. Hasil Debit Setengah Bulanan (Q. Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Tahun Jan-1 Jan-2 Peb-1 Peb-2 Mar-1 Mar-2 Apr-1 Apr-2 10,93 11,25 15,64 10,17 12,74 11,07 10,31 12,18 9,05 7,48 7,92 9,50 9,35 9,87 11,83 9,03 10,22 10,71 9,80 8,89 8,67 6,98 6,59 5,89 9,68 9,43 11,28 8,88 10,21 10,58 7,35 8,67 7,36 6,87 6,10 9,47 8,65 10,09 7,87 9,50 8,87 7,35 8,24 7,25 5,90 4,84 8,34 8,30 9,98 7,85 8,63 7,90 7,31 7,79 6,85 4,71 8,24 8,29 7,01 7,84 8,10 7,34 7,28 6,92 5,69 7,25 7,49 6,87 7,67 7,61 6,86 7,04 6,82 6,44 7,23 6,46 7,03 7,41 6,47 6,73 5,71 6,74 5,45 6,90 7,07 6,10 4,89 6,12 5,25 6,03 7,07 3,93 5,24 5,16 5,66 Q80% 5,22 6,37 5,33 6,38 Mei-1 Mei-2 Jun-1 Jun-2 Jul-1 Probabilitas (%) Jul-2 Ags-1 Ags-2 Sep-1 Sep-2 Okt-1 Okt-2 Nop-1 Nop-2 Des-1 Des-2 6,82 6,91 3,45 3,16 7,03 14,75 13,22 7,70 10,89 12,37 11,30 28,94 5,76 4,58 2,22 1,84 3,27 9,96 7,54 7,44 7,15 8,70 11,14 13,78 5,83 5,07 4,14 2,21 1,48 2,01 1,32 1,33 3,46 6,66 8,52 9,25 9,12 4,69 2,60 1,61 1,97 1,47 1,29 0,93 0,89 2,97 5,20 7,16 8,10 7,98 3,13 2,67 1,98 1,55 1,26 0,91 1,04 0,88 0,85 1,95 4,24 6,12 5,89 7,80 4,33 2,94 2,36 1,90 1,29 1,10 0,84 0,80 0,86 0,75 1,35 2,90 5,61 5,74 7,39 5,64 3,22 2,53 2,34 1,45 1,27 0,93 0,82 0,79 0,73 0,71 0,92 1,34 3,60 5,54 6,81 6,29 4,76 3,15 2,27 2,04 1,39 1,19 0,93 0,79 0,77 0,65 0,61 0,85 1,24 3,12 5,40 6,47 6,01 6,08 4,18 3,15 2,21 1,93 1,37 1,15 0,91 0,78 0,76 0,61 0,53 0,48 1,14 2,03 4,81 6,24 5,77 5,17 4,53 3,19 3,11 2,08 1,69 1,22 1,13 0,75 0,72 0,58 0,46 0,46 0,40 1,04 1,83 3,72 5,90 5,74 4,46 5,04 4,48 3,08 2,95 1,24 1,46 1,21 1,03 0,68 0,70 0,52 0,45 0,40 0,29 0,95 0,59 1,69 3,04 7,07 5,91 5,51 5,15 3,59 3,13 2,13 1,79 1,28 1,13 0,82 0,75 0,65 0,52 0,49 0,43 1,08 1,91 4,16 6,03 80,00 Sumber : hasil perhitungan Berdasarkan hasil perhitungan Tabel 1. di atas didapatkan debit andalan 80% terbesar yaitu 7,07 m3/detik pada periode Maret I dan terkecil yaitu 0,43 m3/detik pada periode Oktober II. 2 Analisis Kebutuhan Air Evapotranspirasi Potensial Perhitungan evapotranspirasi potensial menggunakan metode Penman-Monteith dibantu dengan menggunakan software Cropwat 8. DI Loning-Kragilan memiliki tinggi 60 mdpl sedangkan stasiun klimatologi Kradenan memiliki tinggi 15 mdpl, sehingga perhitungan evapotranspirasi potensial dibutuhkan koreksi data untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Data yang dikoreksi yaitu suhu, kecepatan angin, dan lama penyinaran. Hasil koreksi data klimatologi satu bulanan Stasiun Kradenan tahun 2013 dapat dilihat pada Tabel 2. Berikut contoh koreksi data pada bulan Januari: Koreksi terhadap suhu: Tc = T Ae 0,006 x E Tc = 25,20 Ae 0,006 x . = 24,93 AC Koreksi terhadap kecepatan angin: U2c = U2 (Li/L. 1/7 U2c = 67,27 . 1/7 = 82,00 km/hari Koreksi terhadap lama penyinaran: n/Nc = n/N Ae 0,01 (Li Ae L. n/Nc = 4,97 Ae 0,01 x . = 4,52 jam Danang Dwi Kristanto dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . Tabel 2. Hasil Koreksi Data Klimatologi Stasiun Kradenan Tahun 2013 Data Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember T (AC) 25,20 24,62 25,60 25,44 25,32 24,41 23,55 23,00 24,70 25,19 24,98 24,60 RH (%) m/har. 84,65 67,27 80,52 54,33 86,19 52,50 86,93 52,53 84,84 57,89 90,47 51,73 85,68 76,35 84,48 93,19 90,17 104,95 84,16 108,82 87,87 74,78 89,77 66,34 4,97 5,59 6,12 6,11 5,82 4,73 6,32 8,65 7,33 7,47 5,08 3,49 Koreksi Data U2c n/Nc Tc (AC) . m/har. 24,93 82,00 4,52 24,35 66,23 5,14 25,33 63,99 5,67 25,17 64,03 5,66 25,05 70,57 5,37 24,14 63,06 4,28 23,28 93,08 5,87 22,73 113,60 8,20 24,43 127,93 6,88 24,92 132,66 7,02 24,71 91,16 4,63 24,33 80,86 3,04 Sumber : hasil perhitungan Rekapitulasi evapotranspirasi potensial tahun 2013 Ae 2022 dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Hasil Perhitungan Evapotranspirasi . m/har. Tahun Kradenan Rerata Tahun Eto . m/har. Stasiun Januari Februari Maret April Mei Juni 3,42 3,08 3,24 3,55 2,74 2,67 3,18 3,44 2,84 3,09 3,13 3,56 3,16 3,55 3,19 3,10 3,22 3,49 3,34 3,14 2,86 3,26 3,63 3,58 3,42 3,55 3,20 3,35 3,23 3,18 3,41 3,17 3,37 3,37 3,57 3,16 3,34 3,02 3,33 3,52 3,44 3,27 3,44 3,35 3,03 3,43 3,41 3,10 3,01 3,14 3,48 3,06 3,26 2,43 3,14 2,52 2,98 3,22 3,06 2,75 2,81 3,08 3,17 2,66 2,46 2,87 Eto . m/har. Stasiun Kradenan Rerata Juli Agustus September Oktober November Desember 2,89 2,97 3,36 3,09 2,53 2,90 2,98 2,95 2,90 2,68 2,93 3,54 3,63 3,53 3,53 2,91 2,96 3,58 3,38 3,13 2,74 3,29 3,60 3,97 3,87 3,25 3,06 3,08 3,62 3,24 3,03 3,26 3,40 4,02 4,09 4,00 2,97 3,13 3,46 3,80 3,13 3,05 2,58 3,42 3,36 3,26 3,62 2,79 2,57 3,20 3,79 3,20 3,08 2,92 3,18 2,87 2,87 3,37 2,69 3,10 2,82 3,54 2,93 3,28 2,83 3,03 Sumber : hasil perhitungan Berdasarkan Tabel 3. hasil perhitungan evapotranspirasi rerata tahun 2013 Ae 2022 didapatkan nilai terbesar yaitu 3,42 mm/hari pada bulan Oktober dan nilai terkecil yaitu 2,87 mm/hari pada bulan Juni. Danang Dwi Kristanto dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . Curah Hujan Andalan Rekapitulasi curah hujan setengah bulanan dengan rentang waktu 10 tahun terakhir diurutkan dari yang terbesar ke terkecil untuk menentukan debit andalan. Probabilitas yang mendekati 80% yaitu 72,73% dan 81,82%. Perhitungan R80 yaitu dengan menginterpolasi batas atas dan batas bawah data debit. Hasil perhitungan curah hujan andalan dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Rekapitulasi Curah Hujan Andalan (R. basic month Setengah Bulanan . Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember 332,33 338,67 508,67 200,67 421,00 464,00 198,00 232,00 234,67 231,33 226,33 333,33 134,33 59,67 72,00 46,67 94,00 338,67 353,00 261,00 282,67 457,33 349,67 509,67 9,09 324,33 278,33 281,33 196,33 296,00 273,33 183,00 181,00 131,67 186,33 191,00 160,00 131,00 26,00 60,33 5,00 60,67 57,00 333,67 211,00 279,67 351,67 319,00 494,67 18,18 316,67 254,33 269,67 182,33 254,33 269,00 162,67 154,67 126,67 163,00 142,33 151,00 48,67 19,00 13,33 3,00 34,67 32,00 56,00 172,33 247,00 340,33 299,67 453,67 27,27 311,67 250,00 265,67 174,67 180,33 232,33 146,67 150,00 71,67 118,00 39,00 76,67 37,00 13,00 9,67 1,67 13,00 21,00 54,67 138,00 218,33 334,67 266,33 293,00 36,36 294,67 248,00 261,00 163,67 170,33 202,67 140,00 134,67 65,00 44,67 14,67 74,33 24,67 9,67 4,67 1,00 4,00 15,00 4,67 115,33 217,00 190,33 214,33 243,67 45,45 220,33 238,67 195,00 145,67 137,33 159,00 137,67 127,67 56,00 41,00 8,67 59,00 8,00 9,00 3,67 1,00 1,00 4,00 3,67 90,67 171,33 184,33 198,67 220,33 54,55 215,67 172,33 178,00 121,00 132,33 157,67 136,33 104,33 45,67 21,33 1,67 9,00 3,33 0,33 0,00 0,00 1,00 0,33 0,00 15,00 167,00 119,67 176,67 176,00 63,64 173,33 157,67 177,00 112,00 129,33 131,00 122,00 90,00 36,00 10,00 1,33 1,33 2,33 0,00 0,00 0,00 0,00 0,33 0,00 6,33 158,33 95,00 158,00 149,33 72,73 150,67 155,67 114,67 99,33 124,00 117,67 95,00 59,00 0,00 9,00 0,33 0,00 2,33 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,33 139,67 66,67 157,33 135,67 81,82 123,67 154,00 102,00 48,33 17,33 0,67 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 138,67 40,67 132,00 R80 155,20 156,07 127,13 101,87 125,07 120,33 100,40 65,20 7,20 9,20 0,53 0,27 2,33 0,00 0,00 0,00 0,00 0,07 0,00 1,53 72,33 57,00 51,33 143,40 94,33 157,47 138,40 90,91 80,00 Sumber : hasil perhitungan Berdasarkan Tabel 4. curah hujan andalan (R. setengah bulanan didapatkan nilai curah hujan terbesar pada bulan Januari periode II yaitu sebesar 156,07 mm dan nilai curah hujan terkecil yaitu 0,00 mm pada bulan Juli periode II. Agustus periode I dan II. September periode I, dan Oktober periode I. Curah Hujan Efektif Curah hujan efektif untuk padi dihitung sebesar 70% dari curah hujan andalan dalam satu periode. Hasil perhitungan curah hujan efektif untuk padi dapat dilihat pada Tabel 5. sebagai berikut: Tabel 5. Hasil Perhitungan Curah Hujan Efektif Padi . m/har. Bulan R80 Januari I Januari II Februari I Februari II Maret I Maret II April I April II Mei I Mei II Juni I Juni II Juli I Juli II Agustus I Agustus II September I September II Oktober I Oktober II November I November II Desember I Desember II 155,20 156,07 127,13 101,87 125,07 120,33 100,40 65,20 7,20 9,20 0,53 0,27 2,33 0,00 0,00 0,00 0,00 0,07 0,00 1,53 143,40 72,33 157,47 138,40 Re Padi 70% R80 mm / hari 108,64 7,24 109,25 6,83 88,99 5,93 71,31 5,49 87,55 5,84 84,23 5,26 70,28 4,69 45,64 3,04 5,04 0,34 6,44 0,40 0,37 0,02 0,19 0,01 1,63 0,11 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,05 0,00 0,00 0,00 1,07 0,07 100,38 6,69 50,63 3,38 110,23 7,35 96,88 6,06 Danang Dwi Kristanto dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . Berikut contoh perhitungan curah hujan efektif untuk padi: R80 = 155,20 mm Re Padi = ((R80 x 0,. ) / . eriode pengamata. = (. ,20 x 0,. )/15 = 7,24 mm/hari Berdasarkan hasil perhitungan Re padi tertinggi terdapat pada bulan Desember periode I yaitu sebesar 7,35 mm/hari, sedangkan Re padi terendah terdapat pada bulan Juli periode II. Agustus periode I dan II. September periode I dan II, dan Oktober periode I yaitu 0,00 mm/hari. Curah hujan efektif untuk palawija dihitung sebesar 50% dari curah hujan andalan dalam satu periode. Perhitungan curah hujan efektif palawija dengan Cropwat 8. 0 menggunakan metode USDA soil conservation Hasil perhitungan curah hujan efektif untuk palawija dapat dilihat pada Gambar 1. dan Tabel 6. Gambar 1. Hasil Perhitungan Re Palawija dengan Cropwat 8. Tabel 6. Hasil Perhitungan Curah Hujan Efektif Padi . m/har. Re Palawija Bulan R80 mm/bulan mm/hari Januari 311,27 155,64 116,90 3,77 Februari 229,00 114,50 93,50 3,34 Maret 245,40 122,70 98,60 3,18 April 165,60 82,80 71,80 2,39 Mei 16,40 8,20 8,10 0,26 Juni 0,80 0,40 0,40 0,01 Juli 2,33 1,17 1,20 0,04 Agustus 0,00 0,00 0,00 0,00 September 0,07 0,04 0,00 0,00 Oktober 1,53 0,77 0,80 0,03 November 215,73 107,87 89,30 2,98 Desember 295,87 147,94 113,00 3,65 Sumber : hasil perhitungan Danang Dwi Kristanto dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . Berdasarkan hasil perhitungan Re palawija tertinggi terdapat pada bulan Januari yaitu sebesar 3,77 mm/hari, sedangkan Re palawija terendah terdapat pada bulan Agustus dan September yaitu 0,00 mm/hari. Perhitungan Kebutuhan Air Konsumtif Kebutuhan air komsumtif dengan memasukan faktor koefisien tanaman . untuk padi dan palawija. Tanaman di Daerah Irigasi Loning-Kragilan ditetapkan sebagai komoditas padi, jagung, dan kedelai. Koefisien tanaman padi, jagung, dan kedelai dapat dilihat pada Tabel 7. Contoh perhitungan kebutuhan air konsumtif bulan November Etc= Eto x kc Etc= 3,18 x 1,1 Etc= 3,50 mm/hari Tabel 7. Koefisien Tanaman Padi. Jagung, dan Kedelai Bulan Padi Varietas Unggul (FAO) Jagung Kedelai 1,10 0,50 0,50 1,10 0,59 0,75 1,05 0,96 1,00 1,05 1,05 1,00 0,95 1,02 0,82 0,95 Sumber: Dirjen SDA 2013 0,95 0,45 Perhitungan Kebutuhan Air untuk Pengolahan Lahan Evaporasi air terbuka (E. Eo = 1,10 x Eto Eo = 1,10 x 3,18 = 3,50 mm/hari . Perkolasi Nilai perkolasi ditentukan oleh kriteria jenis tanah. Harga perkolasi menurut jenis tanah dapat dilihat pada Tabel 8. Tabel 8. Harga Perkolasi Menurut Jenis Tanah Perkolasi . m/har. Macam Tanah Sandy Loam Loam Clay Sumber: Soemarto, 1987 Daerah Irigasi Loning-Kragilan memiliki karakteristik tanah lempung (Loa. , maka harga perkolasi 2 mm/hari. Perhitungan kebutuhan air untuk mengganti kehilangan air akibat evaporasi dan perkolasi di sawah yang telah M = Eo P M = 3,50 2,00 Danang Dwi Kristanto dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . M = 5,50 mm/hari Jangka waktu penyiapan lahan untuk padi dan palawija T padi = 45 hari T palawija = 30 hari Kebutuhan air untuk penjenuhan ditambah dengan lapisan air 50 mm S padi = 250 50 S padi = 300 mm S palawija = 50 sampai 100 mm Konstanta k padi = M x T/S k padi = 5,50 x 45/300 k padi = 0,82 k palawija = M x T/S k palawija = 5,50 x 30/100 k palawija = 1,65 Kebutuhan air irigasi untuk penyiapan lahan padi IR = M ( k e Oe1 2,71830,82 IR = 5,50 ( 2,71830,82 Oe 1 IR = 9,79 mm/hari Tabel 9. Rekapitulasi Perhitungan Kebutuhan Air untuk Persiapan Lahan Padi . m/har. Parameter Eto Parameter Eto Satuan mm/hari mm/hari mm/hari mm/hari mm/hari mm/hari Satuan mm/hari mm/hari mm/hari mm/hari mm/hari mm/hari Januari 3,13 3,44 2,00 5,44 45,00 300,00 0,82 9,75 Juli 2,93 3,22 2,00 5,22 45,00 300,00 0,78 9,61 Februari Maret 3,26 3,37 3,59 3,71 2,00 2,00 5,59 5,71 45,00 45,00 300,00 300,00 0,84 0,86 9,85 9,92 Agustus September 3,29 3,40 3,62 3,74 2,00 2,00 5,62 5,74 45,00 45,00 300,00 300,00 0,84 0,86 9,87 9,94 April 3,35 3,68 2,00 5,68 45,00 300,00 0,85 9,91 Oktober 3,42 3,77 2,00 5,77 45,00 300,00 0,86 9,96 Mei Juni 3,14 2,87 3,45 3,16 2,00 2,00 5,45 5,16 45,00 45,00 300,00 300,00 0,82 0,77 9,76 9,57 November Desember 3,18 3,03 3,50 3,33 2,00 2,00 5,50 5,33 45,00 45,00 300,00 300,00 0,82 0,80 9,79 9,68 Sumber : hasil perhitungan Berdasarkan hasil perhitungan pada Tabel 9. didapatkan nilai IR padi terbesar pada bulan Oktober yaitu 9,96 mm/hari, sedangkan nilai IR padi terkecil bulan Juni yaitu 9,57 mm/hari. Danang Dwi Kristanto dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . Kebutuhan air irigasi untuk penyiapan lahan palawija bulan Maret IR = M ( k e Oe1 2,71831,71 IR = 5,71 ( 2,71831,71 Oe 1 IR = 6,97 mm/hari Tabel 10. Rekapitulasi Perhitungan Kebutuhan Air untuk Persiapan Lahan Palawija . m/har. Parameter Satuan Januari Februari Maret April Mei Juni Eto mm/hari 3,13 3,26 3,37 3,35 3,14 2,87 mm/hari 3,44 3,59 3,71 3,68 3,45 3,16 mm/hari 2,00 2,00 2,00 2,00 2,00 2,00 mm/hari 5,44 5,59 5,71 5,68 5,45 5,16 30,00 30,00 30,00 30,00 30,00 30,00 mm/hari 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 1,63 1,68 1,71 1,70 1,63 1,55 mm/hari 6,76 6,87 6,97 6,94 6,77 6,55 Parameter Satuan Juli Agustus September Oktober November Desember Eto mm/hari 2,93 3,29 3,40 3,42 3,18 3,03 mm/hari 3,22 3,62 3,74 3,77 3,50 3,33 mm/hari 2,00 2,00 2,00 2,00 2,00 2,00 mm/hari 5,22 5,62 5,74 5,77 5,50 5,33 30,00 30,00 30,00 30,00 30,00 30,00 mm/hari 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 1,57 1,69 1,72 1,73 1,65 1,60 mm/hari 6,60 6,90 6,99 7,01 6,81 6,68 Sumber : hasil perhitungan Berdasarkan Tabel 10. didapatkan nilai IR palawija terbesar berada di bulan Oktober yaitu 7,01 mm/hari, sedangkan nilai IR palawija terkecil berada di bulan Juni yaitu 6,55 mm/hari. Perhitungan Kebutuhan Air Irigasi Kebutuhan air irigasi yang diambil untuk Daerah Irigasi Loning-Kragilan adalah periode tengah bulanan dengan luas areal 1. 895,5 Ha . erdasarkan data verifikasi updating peta Balai PSDA Probol. Contoh perhitungan kebutuhan air irigasi padi pada bulan Desember periode I, sebagai berikut: Etc = Eto x kc Etc = 3,03 x 1,10 Etc = 3,33 mm/hari = 2 mm/hari WLR = 3,30 mm/hari Re padi = 7,35 mm/hari NFRpadi = Etc - Re P W NFRpadi = 3,33 Ae 7,35 2 3,3 NFRpadi = 1,28 mm/hari NFRpadi = 1,28 x 0,116 NFRpadi = 0,15 lt/detik/ha = NFR/e x A = 0,15/0,65 x 1. 895,54 = 434,54 liter/detik Danang Dwi Kristanto dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . = 0,43 m3/detik Hasil perhitungan kebutuhan air dengan pola tanam padi-padi-palawija dapat dilihat pada Tabel 11. Tabel 11 Rekapitulasi Kebutuhan Air Irigasi Pola Tanam Padi Ae Padi Ae Palawija MUSIM TANAM I URAIAN MUSIM TANAM II NOVEMBER DESEMBER JANUARI FEBRUARI Jenis Tanaman MT-I MT-II MT-i Padi 1895,54 1895,54 1035,54 Padi Kedelai 0,36 PADI MARET APRIL PANEN 0,00 0,47 MUSIM TANAM i MEI JUNI PADI JULI PANEN AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER KEDELAI Jagung Kebutuhan air di sawah 0,74 0,15 0,30 0,16 0,20 0,29 0,54 0,50 0,69 0,96 0,95 0,93 0,61 0,76 0,76 0,42 0,52 0,63 0,63 0,55 0,41 0,76 0,76 0,42 0,52 0,63 0,63 0,55 0,41 Total Kebutuhan . t/dt/h. 0,36 Kebutuhan DI . t/d. 680,88 1410,11 282,45 566,86 294,33 385,53 542,02 0,00 898,73 1024,47 944,45 1305,65 1815,30 1800,67 1759,62 1162,64 787,72 787,72 438,03 536,92 648,42 648,42 574,31 422,18 3 Kebutuhan Air di Saluran Tersier . t/d. 851,10 1762,64 353,06 708,57 367,91 481,91 677,53 0,00 1123,41 1280,59 1180,57 1632,06 2269,12 2250,84 2199,53 1453,30 984,65 984,65 547,53 671,15 810,53 810,53 717,89 527,72 4 Kebutuhan Air di Saluran Sekunder . t/d. 945,67 1958,48 392,29 787,30 408,79 535,45 752,81 0,00 1248,24 1422,88 1311,74 1813,40 2521,24 2500,94 2443,92 1614,78 1094,06 1094,06 608,37 745,72 900,59 900,59 797,66 586,36 5 Kebutuhan Air di Saluran Primer . t/d. 1047,51 2169,40 434,54 872,09 452,82 593,12 833,88 0,00 1382,66 1576,11 1453,01 2008,69 2792,76 2770,27 2707,11 1788,68 1211,88 1211,88 673,89 826,03 997,57 997,57 883,56 649,50 6 Kebutuhan Air Total . 3/d. 1,05 0,74 2,17 0,15 0,43 0,30 0,87 0,16 0,45 0,20 0,59 0,29 0,83 0,00 0,00 0,47 1,38 0,54 1,58 0,50 1,45 0,69 2,01 0,96 2,79 0,95 2,77 0,93 2,71 0,61 1,79 1,21 1,21 0,67 0,83 1,00 1,00 0,88 0,65 Sumber : hasil perhitungan Berdasarkan Tabel 11. didapatkan nilai kebutuhan air tertinggi yaitu 2,79 m3/detik di bulan Mei periode I, terendah yaitu 0,00 m3/detik di bulan Februari periode II. 3 Analisis Neraca Air Hasil neraca air DI Loning-Kragilan menunjukkan di musim kemarau mengalami defisit air. Ketersediaan air di intake Bendung Kedungglagah tidak dapat memenuhi kebutuhan air pada petak tersier. Pengurangan luas areal tanam pada MT i diperlukan untuk mendapatkan faktor k > 0,50. Grafik dan hasil neraca air dapat dilihat pada Tabel 12. dan Gambar 2. Gambar 2. Neraca Air DI Loning-Kragilan Danang Dwi Kristanto dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . Tabel 11. Rekapitulasi Neraca Air dan Faktor k DI Loning-Kragilan Periode Ketersediaan Air 3/dt. Kebutuhan Air 3/dt. Neraca Air (Surplus/Defisi. Faktor k Januari I Januari II Februari I Februari II Maret I Maret II April I April II Mei I Mei II Juni I Juni II Juli I Juli II Agustus I Agustus II September I September II Oktober I Oktober II November I November II Desember I Desember II 5,22 6,37 5,33 6,38 7,07 5,91 5,51 5,15 3,59 3,13 2,13 1,79 1,28 1,13 0,92 0,89 0,81 0,68 0,49 0,43 1,08 1,91 4,16 6,03 0,45 0,59 0,83 0,00 1,38 1,58 1,45 2,01 2,79 2,77 2,71 1,79 1,21 1,21 0,67 0,83 1,00 1,00 0,88 0,65 1,05 2,17 0,43 0,87 4,76 5,77 4,50 6,38 5,69 4,33 4,05 3,14 0,79 0,35 -0,58 0,00 0,07 -0,08 0,25 0,06 -0,19 -0,32 -0,40 -0,21 0,03 -0,26 3,72 5,16 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 0,79 1,00 1,00 0,94 1,00 1,00 0,81 0,68 0,55 0,67 1,00 0,88 1,00 1,00 Sumber : hasil perhitungan Berdasarkan pada Tabel 12. dan Gambar 2. , kondisi faktor k terendah di bulan Oktober periode I yaitu 0,55. Alternatif pola tanam untuk mendapatkan indeks pertanaman 300%. Berikut hasil dari alternatif pola tanan tersebut. Tabel 13 Rekapitulasi Kebutuhan Air Alternatif Pola Tanam Padi Ae Padi . 290,86 h. dan Jagung . ,68 h. Ae Kedelai URAIAN Jenis Tanaman MT-I MUSIM TANAM I DESEMBER JANUARI FEBRUARI MARET APRIL Padi 1895,54 1290,86 JAGUNG 604,68 PANEN PADI JUNI MUSIM TANAM i AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER PANEN JAGUNG 1895,54 0,36 0,74 0,15 0,30 0,16 0,20 0,29 0,00 0,47 0,54 0,50 0,69 0,96 0,95 0,93 0,44 0,06 0,18 0,33 0,58 0,57 0,55 1,02 1,54 1,52 1,48 Kedelai Kebutuhan air di sawah JULI PADI Padi Jagung 0,40 0,48 0,61 0,61 0,56 0,40 0,48 0,61 0,61 0,56 0,41 0,00 0,00 733,11 754,06 1086,87 1589,07 1572,51 1528,96 1250,43 752,83 913,62 1163,84 1163,84 1052,44 775,99 0,00 0,00 916,39 942,57 1358,58 1986,33 1965,64 1911,21 1563,03 941,04 1142,03 1454,80 1454,80 1315,55 969,98 0,00 0,00 0,00 1218,78 1018,21 1047,30 1509,54 2207,04 2184,04 2123,56 1736,70 1045,60 1268,92 1616,44 1616,44 1461,72 1077,76 0,00 0,00 0,00 1350,03 1127,87 1160,09 1672,10 2444,72 2419,25 2352,25 1923,73 1158,20 1405,57 1790,52 1790,52 1619,13 1193,83 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,74 0,15 0,30 0,16 0,20 0,29 0,00 0,91 0,60 0,68 Kebutuhan luas areal . t/d. 680,88 1410,11 282,45 566,86 294,33 385,53 542,02 0,00 877,52 3 Kebutuhan Air di Saluran Tersier . t/d. 851,10 1762,64 353,06 708,57 367,91 481,91 677,53 0,00 1096,90 4 Kebutuhan Air di Saluran Sekunder . t/d. 945,67 1958,48 392,29 787,30 408,79 535,45 752,81 5 Kebutuhan Air di Saluran Primer . t/d. 1047,51 2169,40 434,54 872,09 452,82 593,12 833,88 0,43 0,87 0,45 0,59 0,83 2,17 BERA 1,37 0,36 1,05 KEDELAI 0,61 0,76 Total Kebutuhan . t/dt/h. 6 Kebutuhan Air Total . 3/d. MEI MT-II MT-i KEDELAI MUSIM TANAM II NOVEMBER 1,35 1,13 1,16 1,67 2,44 2,42 2,35 1,92 1,16 1,41 1,79 1,79 1,62 0,41 1,19 Sumber : hasil perhitungan Berdasarkan Tabel 13. pola tanam alternatif masa tanam I padi Ae masa tanam II padi . 290,86 h. dan jagung . ,68 h. Ae masa tanam i kedelai. Nilai kebutuhan air tertinggi yaitu 2,44 m3/detik di bulan Mei periode I, terendah yaitu 0,00 m3/detik di bulan Februari periode II. Hasil perhitungan neraca air alternatif pola tanam dan grafik neraca air dapat dilihat pada Gambar 3. dan Tabel 14. Danang Dwi Kristanto dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . Gambar 3. Neraca Air DI Loning-Kragilan setelah Optimasi Tabel 14. Rekapitulasi Neraca Air dan Faktor k DI Loning-Kragilan setelah Optimasi Periode Ketersediaan Air 3/dt. Kebutuhan Air 3/dt. Neraca Air (Surplus/Defisi. Faktor k Januari I Januari II Februari I Februari II Maret I Maret II April I April II Mei I Mei II Juni I Juni II Juli I Juli II Agustus I Agustus II September I September II Oktober I Oktober II November I November II Desember I Desember II 5,22 6,37 5,33 6,38 7,07 5,91 5,51 5,15 3,59 3,13 2,13 1,79 1,28 1,13 0,92 0,89 0,81 0,68 0,49 0,43 1,08 1,91 4,16 6,03 0,45 0,59 0,83 0,00 1,35 1,13 1,16 1,67 2,44 2,42 2,35 1,92 1,16 1,41 1,79 1,79 1,62 1,19 0,00 0,00 1,05 2,17 0,43 0,87 4,76 5,77 4,50 6,38 5,72 4,78 4,35 3,48 1,14 0,71 -0,22 -0,14 0,13 -0,27 -0,87 -0,90 -0,81 -0,52 0,49 0,43 0,03 -0,26 3,72 5,16 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 0,90 0,93 1,00 0,81 0,51 0,50 0,50 0,57 1,00 1,00 1,00 0,88 1,00 1,00 Sumber : hasil perhitungan Berdasarkan pada Tabel 14. dan Gambar 3. kondisi faktor k terendah di bulan Agustus periode II dan September periode I yaitu 0,50 diharapkan cukup untuk MT i palawija. Kriteria pemberian air berdasarkan faktor k sebesar 0,50 Ae 0,75 dengan sistem gilir air di saluran tersier. Persentase faktor k sebelum dan sesudah alternatif dapat dilihat pada Tabel 15. Danang Dwi Kristanto dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . Faktor k Tabel 15. Persentase faktor k Persentase sebelum Persentase sesudah alternatif (%) alternatif (%) Keterangan 1 0,75 - 1,00 91,67 83,33 Terus - menerus 2 0,50 - 0,75 8,33 16,67 Giliran di saluran tersier 3 0,25 - 0,50 0,00 0,00 Giliran di saluran sekunder 4 < 0,25 0,00 0,00 Giliran di saluran primer 100,00 254,63 100,00 300,00 Dalam 1 Tahun Total Indeks Pertanaman Sumber : hasil perhitungan Berdasarkan Tabel 15. kondisi faktor k sebelum alternatif lebih besar dibandingkan dengan kondisi faktor k sesudah alternatif, hal ini dikarenakan pengurangan luas area tanam pada MT i sehingga Indeks Pertanaman 4 Analisis Indeks Pertanaman Pengaturan pola tanam dan rencana tata tanam mampu menjadi solusi untuk mendapatkan Indeks Pertanaman 300%. Berdasarkan Tabel 15. poin 6, perhitungan Indeks Pertanaman (IP) sebelum alternatif dan sesudah alternatif sebagai berikut: Indeks pertanaman sebelum alternatif Lt MH I Lt MH II Lt MK IP = X 100 Lt Baku 1895,54 1895,54 1035,54 IP = X 100 1895,54 IP = 254,63% Indeks pertanaman sesudah alternatif Lt MH I Lt MH II Lt MK IP = X 100 Lt Baku 1895,54 1895,54 1895,54 IP = X 100 1895,54 IP = 300,00% Kesimpulan dan Saran 1 Kesimpulan Ketersediaan air di DI Loning-Kragilan berdasarkan hasil perhitungan debit andalan 80% terbesar yaitu 7,07 m3/detik pada periode Maret I dan terkecil yaitu 0,43 m3/detik pada periode Oktober II. Kebutuhan air di DI Loning-Kragilan dengan pola tanam padi-padi-palawija didapatkan nilai kebutuhan air tertinggi yaitu 2,79 m3/detik di bulan Mei periode I, terendah yaitu 0,00 m3/detik di bulan Februari periode II. Kebutuhan air di DI Loning-Kragilan dengan pola tanam alternatif masa tanam I padi Ae masa tanam II padi . 290,86 h. dan jagung . ,68 h. Ae masa tanam i kedelai didapatkan nilai kebutuhan air tertinggi yaitu 2,44 m3/detik di bulan Mei periode I, terendah yaitu 0,00 m3/detik di bulan Februari periode II. Kondisi neraca air di DI Loning-Kragilan berdasarkan perhitungan persentase faktor k yaitu persentase dengan kriteria faktor k 0,75 Ae 1,00 sebelum alternatif sebesar 91,67% dan sesudah alternatif sebesar 83,33 %, sedangkan persentase dengan kriteria faktor k 0,50 Ae 0,75 sebelum alternatif sebesar 8,33 % dan sesudah alternatif sebesar 16,67%. Danang Dwi Kristanto dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . Indeks pertanaman dengan pola tanam padi-padi-palawija yaitu sebesar 254,63%, sedangkan indeks pertanaman dengan pola tanam alternatif padi Ae padi . 290,86 h. dan jagung . ,68 h. Ae kedelai yaitu sebesar 300,00%. 2 Saran Melakukan penelitian efisiensi saluran irigasi pada ruas primer, sekunder dan tersier. Menambahkan hasil perhitungan kebutuhan air untuk cabai, kacang Panjang, tembakau dan lainnya sesuai kebutuhan masyarakat. Melakukan optimasi pola tanam dengan menghitung keuntungan hasil produksi tanaman berdasarkan luas tanam dan ketersediaan air. Daftar Pustaka