AHMAR METAKARYA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Available online at: http://journal. id/index. php/AMJPM Vol. No. Februari 2023. Halaman 81-85. p-ISSN 2807-3797 e-ISSN 2807-3576 Peningkatan Pengetahuan Ibu Dalam Merawat Gigi Selama Kehamilan Dan Cara Merawat Gigi Anak Pawarti*1. Sri Rezki1. Jojok H. Susatyo 1Program Studi Diploma i Kesehatan Gigi. Jurusan Kesehatan Gigi. Poltekkes Kemenkes Pontianak. Pontianak. Kalimantan Barat. Indonesia * E-mail: pawartisudigdo@gmail. Received: 26 Oktober 2022 Accepted: 15 Februari 2023 Published: 28 Februari 2023 Abstract Pregnant women and mothers of children under five are vulnerable groups who are attacked by dental caries. Mothers who went to the Telaga Biru Health Center 100% experienced dental caries and had suffered from Factors that cause dental caries are knowledge, attitudes and actions of mothers about dental health are still low, there are still many mothers who assume that toothache is not dangerous and has nothing to do with pregnancy and child growth, so mothers consider tooth decay during pregnancy and tooth decay in children the child is not a problem because it will be replaced with new teeth. The aim of the community service is to increase mothers' knowledge about how to care for their teeth and the importance of maintaining healthy teeth as early as possible. The target of community service is pregnant women and mothers of toddlers who come to the Telaga Biru Health Center. North Pontianak. West Kalimantan during July 2022, totaling 45 people. The method used is a promotive approach by conducting counseling using the dental health module. The results of community service were able to increase mother's knowledge about how to care for teeth during pregnancy and care for toddler teeth. Mother's knowledge rose 14. 5 points after being given counseling. The results of the statistical test (T tes. showed the average difference before and after counseling with a value of p = 0. With increased knowledge of mothers, it is hoped that it will have a positive impact on the oral health of the community, especially pregnant women and toddlers, considering that tooth decay can affect mastication and result in disruption of mastication and nutritional intake. Therefore, it is necessary to intensify community service related to dental and oral health by providing education on brushing teeth, nutrition related to dental health, habits that damage teeth. Keywords: Knowledge of Dental Health. Dental Care. Pregnancy. Toddler Mother. Abstrak Ibu hamil dan ibu balita adalah kelompok rentan yang terserang karies gigi. Ibu yang memeriksakan diri ke Puskesmas Telaga Biru 100% mengalami karies gigi dan pernah menderita sakit gigi. Faktor penyebab terjadianya karies gigi adalah pengetahuan, sikap dan tindakan ibu tentang kesehatan gigi masih rendah. Ibu belum mengetahui cara merawat gigi selama kehamilan dan merawat gigi anak balita. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat yaitu untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang cara merawat gigi selama kehamilan dan merawat gigi anak balita. Sasaran pengabdian kepada masyarakat adalah ibu hamil dan ibu balita yang datang ke Puskesmas Telaga Biru Pontianak Utara Kalimantan Barat selama bulan Juli 2022 berjumlah 45 Metode yang digunakan adalah pendekatan promotif dengan melakukan menyuluhan menggunakan modul kesehatan gigi. Hasil pengabdian masyarakat mampu meningkatkan pengetahuan ibu tentang cara merawat gigi selama kehamilan dan merawat gigi anak balita. Pengetahuan ibu naik 14,5 poin sesudah diberikan penyuluhan. Hasil uji statistik (T tes. menunjukkan perbedaan rata rata sebelum dan sesudah penyuluhan dengan nilai p=0,00. Dengan meningkatnya pengetahuan ibu diharapkan memberikan dampak yang positif terhadap kesehatan gigi mulut masyarakat khususnya ibu hamil dan balita, mengingat kerusakan gigi dapat mempengaruhi pengunyahan dan berakibat terganggunya pengunyahan dan asupan gizi. Oleh karena itu perlu digencarkan pengabdian masyarakat terkait kesehatan gigi dan mulut dengan memberikan pendidikan cara menggosok gigi, gizi yang berkaitan dengan kesehatan gigi, kebiasaan yang merusak gigi. Kata Kunci: Pengetahuan Kesehatan Gigi. Perawatan Gigi. Kehamilan. Ibu Balita. PENDAHULUAN Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan peristiwa menyebarnya penyakit akibat virus corona-19 (Covid-. sebagai pandemi Covid-19 pada tanggal 11 Maret 2020. Penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 menyebar dengan cepat ke berbagai negara termasuk Indonesia. Indonesia mengumumkan kasus positif Covid-19 pertamanya pada tanggal 2 Maret 2020 dan semenjak itu hingga bulan Mei 2021 jumlah kasus positif Covid-19 terus menunjukkan Adanya pandemi Covid-19, pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar dan kebijakan bekerja dari rumah berdampak pada masyarakat baik secara ekonomi maupun kesehatan, termasuk kesehatan gigi. Dampak adanya pandemi covid 19 adalah rasa takut masyarakat untuk berkunjung ke klinik gigi maupun tempat pelanyanan kesehatan gigi. Selain itu sulitnya mendapatkan pelayan kesehatan gigi karena banyak klinik gigi maupun praktek dokter gigi yang membatasi tindakan pelayanan, menyebabkan masyarakat lebih memilih menahan rasa sakit dan mengobati sendiri penyakitnya sehingga menjadi semakin parah (Wijaksana. Bargowo, & Supandi, 2. , (Mariati, 2. Penyakit gigi dan mulut yang banyak diderita oleh ibu hamil dan anak balita adalah karies gigi. Salah satu faktor penyebabnya adalah kebersihan mulut yang buruk dan diet yang mengandung Kondisi ini berkaitan dengan pengetahuan dan perilaku masyarakat yang masih rendah tentang kesehatan gigi dan cara merawat gigi yang benar. Ibu yang mempunyai pengetahuan rendah tentang cara merawat gigi mempunyai resiko 4,04 kali anaknya terserang karies dibanding ibu yang mempunyai pengetahuan tinggi (Cahyaningrum, 2. Ibu berasumsi bahwa penyakit gigi tidak ada hubungannya terhadap kehamilan dan pertumbuhan anak sehingga ibu menganggap kerusakan gigi dianggap hal yang biasa (Rompis & Gunawan, 2. Karies gigi yang tidak dirawat dapat menyebabkan rasa sakit, gangguan tidur, dan mengganggu fungsi pengunyahan sehingga berpengaruh terhadap asupan gizi. Jika hal ini tidak segera diatasi maka proses pertumbuhan pada anak menjadi terganggu, keterlambatan erupsi gigi dan terjadinya stunting. Jika gangguan pengunyahan yang diakibatkan oleh karies gigi dan penyakit periodontal terjadi pada masa kehamilan akan beakibat bayi lahir premature dan terjadinya BBLR (Abdat, 2. , (Alkhtib & Morawala, 2. Berdasarkan analisis situasi dan laporan bulanan Puskesmas Telaga Biru bulan Maret 2021 menunjukan bahwa penyakit gigi menempati urutan keempat dari 10 besar penyakit, dan 100% ibu yang memeriksakan diri ke Puskesmas mengalami karies gigi. Selama masa pandemi covid 19 penyuluhan tidak bisa dilakukan secara tatap muka sehingga kegiatan penyuluhan kesehatan gigi terpaksa tidak dilakukan. Pola asuh yang kurang baik pada balita meliputi pemberian makanan kariogenik, pemberian susu botol dan pembersihhan gigi yang belum benar. serta pengetahuan ibu tentang cara merawat gigi masih rendah menyebabkan ibu dan balita rentan terserang karies gigi dan penyakit periodontal. Oleh karena itu perlu upaya peningkatan pengetahuan ibu tentang cara merawat gigi meliputi perawatan gigi selama kehamilan dan perawatan gigi balita. Perawatan gigi hendaknya dilakukan sejak ibu hamil hingga anak usia balita serta melibatkan keluarga dalam pola asuh anak dan perilaku kesehatan sehari hari. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan ibu tentang perawatan gigi selama kehamilan, cara pemberian susu pada balita, gizi yang berkaitan dengan kesehatan gigi, cara membersihkan gigi pada balita , menghindari makanan yang kariogenik. METODE DAN PELAKSANAAN Pengabdian kepada masyarakat dilakukan 3 tahap yaitu studi pendahuluan meliputi perijinan, analisis situasi dan kalibrasi dengan team Pengabdian kepada masyarakat dan pihak puskesmas. Pada tahap ini didapatkan data jumlah ibu balita dan ibu hamil yang memeriksakan diri di KIA Puskesmas Telaga Biru melalui data sekunder selama bulan Juli 2022 berjumlah 45 orang. Kalibrasi dengan tim pengabdian kepada masyarakat dan pihak Puskesmas agar mempunyai persepsi yang Pawarti. Rezki. , & Susatyo. Peningkatan Pengetahuan Ibu Dalam Merawat Gigi Selama Kehamilan Dan Cara Merawat Gigi Anak. Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2 . , 81-85. sama tentang kegiatan yang akan dilakukan selama pengabdian kepada masyarakat berlangsung. Tahap kedua adalah tahap pelaksanaan yaitu mengambil data pengetahuan ibu menggunakan kuisioner sebelum penyuluhan. ret tes. yang berisi tentang pengetahuan merawat gigi selama kehamilan dan merawat gigi anak balita, memberikan penyuluhan menggunakan modul berisi perawatan gigi selama kehamilan dan merawat gigi anak balita dan alat peraga berupa phantom untuk menjelaskan cara menggosok gigi, diskusi dan tanya jawab, simulasi cara menggosok gigi yang benar, cara membuat larutan kumur untuk ibu hamil. Tahap ketiga adalah monitoring kegiatan, apakah ibu mengalami kesulitan dalam mempraktekan materi yang ada dalam modul. Pada kegiatan monitoring dilakukan tanya jawab dengan ibu apakah ada kendala dalam mempraktekan perawatan gigi selama kehamilan dan perawatan gigi pada balita Monitoring dilakukan setelah 2 bulan dilakukan penyuluhan. Kemudian dilakukan evaluasi pengetahuan ibu . ost-tes. menggunakan kuisioner yang sama pada pre-test pada bulan ke tiga. Sasaran dalam Pengabdian Masyarakat ini adalah ibu yang datang ke KIA ke Puskesmas Telaga Biru. Keberhasilan dari pengabdian masyarakat dinilai menggunakan indiator peningkatan pengetahuan melalui evalusi pengetahuan yang dilaksanakan melalui pengisian kuisioner sebelum dan sesudah penyuluhan. Analisis data menggunakan uji T test dengan tingkat kepercayaan 95%. HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi ibu hamil yang sering mual dan muntah, merasa lemah membuat ibu malas membersihkan giginya sehingga rentan terserang karies gigi. Karies gigi yang tidak dirawat mengakibatkan rasa sakit, mengganggu pengunyahan dan asupan gizi sehingga ibu maupun balita yang terserang karies gigi mengalami malnutrisi. Jika kondisi ini terjadi terus menerus pada masa kehamilan dan pertumbuhan balita akan terjadi gangguan pertumbuhan pada janin dan anak balita yang berakibat stunting (Abdat, 2. Sasaran pengabdian masyarakat adalah ibu yang datang ke Puskesmas Telaga Biru berjumlah 45 orang dengan karakteristik umur,pendidikan dan pekerjaan sebagai berikut: Tabel 1. Karakteristik Sasaran Menurut Umur,pendidikan ,Pekerjaan Variabel Umur 17 Ae 25 tahun 26 Ae 35 tahun 36 Ae 45 tahun Pendidikan SMP SMA Pekerjaan Ibu Rumah Tangga Swasta PNS Data diatas menunjukkan umur sasaran sebagian besar berumur dibawah 36 tahun, pendidikan SMP dan SMA, dan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga. Pengetahuan ibu tentang perawatan gigi selama kehamilan dan merawat gigi balita masih tergolong rendah sebelum dilakukan penyuluhan yaitu hanya 13. 3% yang berpengetahuan baik, 11% berpengetahuan buruk. Oleh karena itu perlu diberikan penyuluhan agar ibu memahami bagaimana cara merawat gigi yang benar serta memiliki ketrampilan dalam merawat gigi balitanya. Hasil analisis pengetahuan ibu sebelum dan sesudah penyuluhan dapat diliha pada tabel berikut: Tabel 2. Distribusi Frekwensi Pengetahuan Ibu Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Menggunakan Modul Pengetahuan Sebelum Penyuluhan Sesudah Penyuluhan Baik Sedang Buruk Tabel 2 diatas menunjukkan ada peningkatan pengetahuan ibu sesudah penyuluhan menggunakan modul. Sesudah penyuluhan tidak ada ibu yang mempunyai pengetahuan buruk. Hasil pengumpulan data sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu tentang perawatan gigi selama kehamilan dan perawatan gigi balita . Analisis data menggunakan Uji T test dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3. Uji Beda rata rata sebelum dan sesudah Penyuluhan Pengetahuan Rata rata Selisih p-value Sebelum Penyuluhan Sesudah Penyuluhan Tabel 3 diatas terdapat perbedaan rata rata sebelum dan sesudah penyuluhan, terjadi kenaikan pengetahuan 14. 5 point sesudah diberikan penyuluhan, hasil uji T test didapatkan nilai p =0. 00 artinya secara statistik ada perbedaan rata rata pengetahuan sebelum dan sesudah Perubahan pengetahuan yang lebih baik diharapkan merubah perilaku ibu dalam perawatan giginya, ibu menjadi sadar pentingnya merawat gigi dan akibat yang ditimbulkan. Penyuluhan kesehatan sebagai upaya mempersiapkan generasi emas Indonesia, diharapkan setiap calon generasi penerus bangsa mendapatkan kesehatan optimal sejak dalam masa Sinergi antar tenaga kesehatan terkait kehamilan dan kesehatan rongga mulut diperlukan untuk dapat memberikan kesehatan yang menyeluruh baik bagi ibu hamil maupun sang buah hati. Program-program pengabdian masyarakat terkait kesehatan gigi dan mulut perlu digencarkan dengan melibatkan lebih banyak pihak terkait seperti puskesmas, bidan, dokter gigi, dokter kandungan serta kader-kader kesehatan yang ada di masyarakat (Wijaksana. Bargowo, & Supandi, 2. Gambar 1. Dokumentasi Kegiatan Penyuluhan Pawarti. Rezki. , & Susatyo. Peningkatan Pengetahuan Ibu Dalam Merawat Gigi Selama Kehamilan Dan Cara Merawat Gigi Anak. Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2 . , 81-85. KESIMPULAN Disimpulkan bahwa Pengetahuan ibu tentang merawat gigi selama kehamilan dan merawat gigi balita meningkat 14. dan Ibu dapat memperagakan cara menggosok gigi yang benar dan membersihkan gigi balitanya serta mengetahuai perawatan gigi pada masa kehamilan dan perawatan gigi anak balita. Disarankan kepada sasaran penyuluhan diharapkan mampu mempraktekkan materi yang telah disampaikan sehingga terjadi peningkatan kesehatan gigi dan Perlu juga diadakan Program-program pengabdian masyarakat terkait kesehatan gigi dan mulut perlu digencarkan dengan melibatkan lebih banyak pihak terkait seperti puskesmas, bidan, dokter gigi, dokter kandungan serta kader-kader kesehatan yang ada di masyarakat. UCAPAN TERIMA KASIH Terimakasih kepada Direktur Poltekkes Kemenkes Pontianak atas dukungan dana. Terimakasih kepada Team Poli Gigi. KIA dan Kepala Puskesmas Telaga Biru atas kerja sama yang baik, juga kepada ibu ibu yang bersedia mengikuti penyuluhan, semoga penyuluhan ini bermanfaat untuk meningkatkan derajat kesehatan gigi dan melahirkan generasi sehat dan berkualitas. DAFTAR PUSTAKA