Hilirisasi (Journal Of Economic & Managemen. Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2025 Analisis Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Meningkatkan Peran Dokter Gigi Dalam Penurunan Prevalensi Stunting Di Kabupaten Nganjuk Ronny Chen Indra Nata Kesuma Magister Manajemen. Universitas Islam Kadiri Email: natakesuma@gmail. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah: . Untuk menganalisis peran dokter gigi dalam penurunan pravalensi stunting di Kabupaten Nganjuk. Untuk menganalisis faktor pendorong dan faktor penghambat manajemen sumber daya manusia untuk meningkatkan peran dokter gigi dalam penurunan pravalensi stunting di Kabupaten Nganjuk. Untuk menganalisis manajemen sumber daya manusia untuk untuk meningkatkan peran dokter gigi dalam penurunan pravalensi stunting di Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti sebagai pengamat berperan serta berpatisipasi, artinya dalam proses pengumpulan data peneliti mengadakan pengamatan dan mendengarkan secermat mungkin sampai pada sekecilkecilnya. Sumber data ada dua data primer yang meliputi : observasi, wawancara dan sumber data sekunder : membaca, meneliti, memahami, membaca buku-buku managemen sumber daya manusia. Dalam penelitian ini prosedur pengumpulan data melakukan pengamatan . Hasil penelitian menunjukkan Manajemen sumber daya manusia berperan dalam meningkatkan peran dokter gigi dengan fokus pada kerjasama lintas sektor, membangun komitmen, dan meningkatkan kapasitas dokter gigi melalui pelatihan dan edukasi multidisipliner. Ketiga faktor ini berkontribusi signifikan terhadap penurunan prevalensi stunting. Latar Belakang Teoritis Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan sistem formal yang bertujuan untuk mengelola bakat manusia secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan organisasi. SDM juga harus berkembang seiring dengan perubahan tantangan di lingkungan kerja, hukum, dan kebutuhan pemberi kerja. Selain itu. SDM sangat berperan dalam meningkatkan produktivitas organisasi dengan mengelola keterampilan, motivasi, dan pengembangan tenaga kerja. Stunting adalah masalah kesehatan yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai, mengakibatkan anak memiliki tinggi badan lebih rendah dari standar usia. Prevalensi stunting di Indonesia masih tinggi, meskipun sudah ada Penyebab utama stunting terkait dengan pola makan, kesehatan rongga mulut, dan faktor sosial ekonomi keluarga. Pemerintah Indonesia menargetkan penurunan angka stunting melalui sinergi lintas sektor antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Dokter gigi, dengan peran penting dalam mencegah masalah kesehatan gigi dan mendukung pola makan sehat sejak masa kehamilan, memiliki kontribusi besar dalam penurunan prevalensi stunting, seperti yang terlihat di Kabupaten Nganjuk. Pencapaian dalam penurunan stunting sangat bergantung pada kualitas pelayanan kesehatan, peran serta masyarakat, dan sinergi antara berbagai sektor. Angka prevalensi stunting di Kabupaten Nganjuk mengalami penurunan dari 2018 hingga 2023, namun masih menjadi masalah serius. Penurunan stunting mencapai 20% pada awal 2023, dengan penyebab utama terkait pola asuh orangtua. Selain itu, program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi bayi dan balita belum berjalan optimal (Ali Imron, 2. Pada September 2023, 3. 038 anak di Nganjuk menderita stunting . ,76%), dengan kecamatan Tanjunganom mencatat angka tertinggi. Kolaborasi dokter gigi dan masyarakat penting dalam intervensi, seperti edukasi gizi, akses kesehatan, dan pemberian makanan tambahan. Manajemen SDM yang strategis juga diperlukan, dengan PDGI berperan dalam penurunan Penelitian ini bertujuan menganalisis peran dokter gigi dalam upaya tersebut. Hilirisasi (Journal Of Economic & Managemen. Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2025 Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti sebagai pengamat berperan serta berpatisipasi, artinya dalam proses pengumpulan data peneliti mengadakan pengamatan dan mendengarkan secermat mungkin sampai pada sekecil-kecilnya. Sumber data ada dua data primer yang meliputi : observasi, wawancara dan sumber data sekunder : membaca, meneliti, memahami, membaca buku-buku managemen sumber daya manusia. Dalam penelitian ini prosedur pengumpulan data melakukan pengamatan . , wawancara dengan anggota dokter gigi, dan dokumentasi. Analisis data interaktif menurut teori Sugiyono 2018 menganalisis data kondensasi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan tringulasi sumber, teknik pengumpulan data, menarik kesimpulan. Tahap-tahap penelitian menyusun proposal penelitian, menentukan fokus, konsul pembimbing dan mempersiapkan seminar proposal. Hasil Dan Pembahasan Peran Dokter Gigi dalam Penurunan Prevalensi Stunting di Kabupaten Nganjuk Adanya program checkup (Pemeriksaan Kesehata. Dokter gigi memiliki peran penting dalam memeriksa kesehatan mulut dan gigi anak-anak, yang berdampak langsung pada kemampuan mereka mengonsumsi makanan sehat. Pemeriksaan mencakup deteksi dini masalah seperti gigi berlubang dan infeksi, jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan rasa sakit dan mengganggu nafsu makan anak, serta memengaruhi asupan nutrisi mereka. Pemeriksaan rutin juga membantu dokter gigi memantau perkembangan gigi anak, terutama pada masa balita, untuk mencegah gangguan yang dapat memengaruhi kemampuan makan dan status gizi anak. Hal ini dapat berkontribusi pada masalah stunting. Perlu juga yang tak kalah penting program edukasi dokter gigi memiliki peran penting dalam penurunan prevalensi stunting dengan memberikan informasi tentang kesehatan gigi dan kaitannya dengan asupan gizi. Dokter gigi mengedukasi anak-anak dan orang tua tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi, memilih makanan yang bergizi untuk tubuh dan gigi, serta menjaga kebersihan mulut. Hal ini membantu mencegah masalah gigi yang dapat mengganggu nafsu makan dan penyerapan nutrisi, sehingga mendukung pertumbuhan yang optimal dan mencegah stunting. Tidak hanya itu, namun juga ada program bantuan Sosial (Banso. Dokter gigi berperan penting dalam menurunkan prevalensi stunting melalui pemeriksaan gigi, edukasi, dan bantuan sosial. Dalam kegiatan bantuan sosial, dokter gigi memberikan pemeriksaan gigi gratis, membagikan peralatan kebersihan gigi, dan memberikan edukasi tentang pentingnya kesehatan Selain itu, dokter gigi juga memberikan rujukan untuk perawatan lanjutan jika diperlukan. Dengan peran ini, dokter gigi membantu mencegah masalah gigi yang dapat mengganggu pola makan anak, mendukung asupan gizi yang baik, dan berkontribusi pada pertumbuhan anak yang Faktor Pendorong Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) Untuk Meningkatkan Peran Dokter Gigi Dalam Penurunan Pravalensi Stunting di Kabupaten Nganjuk Bekerjasama Persatuan dokter gigi aktif bekerja sama dengan berbagai sektor untuk mengatasi masalah Kerjasama ini memungkinkan pendekatan yang komprehensif dalam mendeteksi, mencegah, dan menangani stunting, terutama yang berkaitan dengan kesehatan gigi dan mulut anakanak, di mana dokter gigi memegang peran penting. Dokter gigi juga memiliki peran dalam memberikan penyuluhan tentang pola makan yang baik dan pentingnya perawatan gigi bagi pertumbuhan anak. upaya penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Nganjuk sangat bergantung pada keterlibatan aktif berbagai pihak, terutama dokter gigi, dalam edukasi nutrisi, kesehatan mulut, dan deteksi dini. Kerjasama lintas sektor yang melibatkan profesi seperti bidan, perawat, dan instansi lain memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan stunting. Melalui kolaborasi ini. Persatuan Dokter Gigi Kabupaten Nganjuk juga memberikan bantuan sosial untuk memastikan setiap lapisan masyarakat mendapatkan intervensi yang tepat. kolaborasi lintas sektor yang melibatkan dokter gigi, instansi keamanan, dan institusi lain sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan anak dan mengatasi masalah stunting. Dokter gigi berperan Hilirisasi (Journal Of Economic & Managemen. Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2025 dalam mengidentifikasi masalah kesehatan mulut yang memengaruhi pola makan dan status gizi anak, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perawatan gigi. Membangun Komitmen Kolaborasi antara dokter gigi dengan berbagai tenaga kesehatan lainnya, termasuk Dinas PPKB dan bupati setempat, menjadi salah satu bentuk komitmen bersama untuk mengatasi masalah Para dokter gigi sudah aktif bekerja sama dengan berbagai pihak, antara lain dengan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi, memberikan informasi tentang pola makan yang bergizi, serta menggalakkan kebiasaan hidup sehat. Ini membuktikan bahwa komitmen penurunan stunting akan lebih mudah tercapai jika dokter gigi dilibatkan dalam kebijakan kesehatan yang bersifat kolaboratif, melibatkan sektor-sektor terkait, dan dilaksanakan secara Membangun Kapasitas Membangun kapasitas dokter gigi sangat penting dalam upaya penurunan prevalensi Peningkatan kapasitas ini mencakup pengembangan keterampilan teknis dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai hubungan antara kesehatan gigi dan status gizi anak. Dokter gigi perlu aktif dalam program penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perawatan gigi bagi tumbuh kembang anak. Pelatihan berkelanjutan dan dukungan fasilitas yang memadai, serta kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain, akan memperkuat peran dokter gigi dalam mendukung perkembangan anak secara optimal. Dengan manajemen sumber daya manusia yang efektif, kapasitas dokter gigi dapat ditingkatkan, memberikan kontribusi signifikan dalam penurunan stunting di masyarakat. Faktor Penghambat Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) Untuk Meningkatkan Peran Dokter Gigi Dalam Penurunan Pravalensi Stunting di Kabupaten Nganjuk 1Sumber Daya Manusia Sumber daya manusia membutuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perawatan gigi yang baik, karena kesehatan gigi memiliki dampak langsung terhadap status gizi dan tumbuh kembang anak. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah rendahnya kesadaran masyarakat dan keterbatasan sumber daya di daerah-daerah terpencil, yang menghambat akses terhadap layanan kesehatan gigi yang memadai. Oleh karena itu, untuk mengoptimalkan peran dokter gigi dalam penurunan stunting, diperlukan upaya peningkatan pendidikan kesehatan gigi, pelatihan SDM, serta pemerataan fasilitas dan anggaran di seluruh wilayah, khususnya di daerah dengan prevalensi stunting tinggi. Kerja sama antara pemerintah dan pihak terkait sangat penting agar tujuan ini dapat tercapai. Kondisi Sosial Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) yang responsif terhadap kondisi sosial masyarakat sangat penting dalam penurunan stunting. Pemahaman tenaga kesehatan, termasuk dokter gigi, terhadap faktor sosial yang memengaruhi prevalensi stunting dapat meningkatkan efektivitas program kesehatan, terutama dalam edukasi dan intervensi yang tepat sasaran. Namun, tantangan yang dihadapi adalah rendahnya kesadaran masyarakat, terutama di daerah terpencil, tentang pentingnya perawatan gigi yang dapat berdampak pada status gizi dan pertumbuhan anak. Untuk itu, perlu adanya pendekatan komunikasi yang sesuai dengan latar belakang sosial masyarakat agar program pencegahan stunting dapat dijalankan dengan lebih efektif dan berkelanjutan. Tenaga kesehatan, terutama dokter gigi, harus berperan aktif dalam edukasi masyarakat mengenai pentingnya kesehatan gigi sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting. Analisis Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) Untuk Meningkatkan Peran Dokter Gigi Dalam Penurunan Pravalensi Stunting di Kabupaten Nganjuk Planning (Perencanaa. Perencanaan yang melibatkan berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan dan sektor terkait lainnya, memastikan bahwa program pencegahan stunting dapat berjalan efektif. Dokter gigi tidak hanya berperan dalam memberikan layanan kesehatan gigi, tetapi juga dalam edukasi masyarakat mengenai pentingnya perawatan kesehatan gigi sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting. Dengan kolaborasi lintas sektor dan kompetensi manajerial yang baik, dokter gigi dapat merancang Hilirisasi (Journal Of Economic & Managemen. Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2025 dan melaksanakan program yang berdampak pada penurunan prevalensi stunting. Oleh karena itu, perencanaan yang baik, pengorganisasian yang tepat, dan alokasi sumber daya yang optimal sangat diperlukan untuk mengurangi angka stunting di Kabupaten Nganjuk. Organizing (Pengorganisasia. Pengorganisasian dalam manajemen sumber daya manusia (SDM) memainkan peran penting dalam memastikan efektivitas program penurunan stunting, khususnya melalui kolaborasi lintas profesi. Dokter gigi berperan signifikan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan lainnya, serta dalam membentuk tim kesehatan yang terkoordinasi dengan baik. Melalui pembagian tugas yang jelas dan kolaborasi yang erat antara dokter gigi, ahli gizi, dokter anak, dan bidan, program penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif. Pengorganisasian yang baik memastikan setiap tenaga medis dapat menjalankan peran dan tanggung jawabnya dengan efisien, serta memberikan edukasi yang tepat sasaran kepada masyarakat, terutama orang tua dan anak-anak, mengenai pentingnya menjaga kesehatan mulut dan pola makan yang sehat. Dengan demikian, pengorganisasian yang efektif dalam SDM sangat berpengaruh pada keberhasilan program penurunan stunting dan perbaikan kesehatan anak secara keseluruhan. Motivating (Motivas. Motivasi dalam manajemen sumber daya manusia memiliki peran yang penting dalam penurunan stunting, terutama melalui kontribusi dokter gigi. Dokter gigi dapat memberikan motivasi kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan gigi dan tubuh secara keseluruhan dengan memberikan edukasi tentang hubungan antara kesehatan gigi dan gizi yang baik. Melalui kegiatan seperti bakti sosial, pemeriksaan rutin, dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya, dokter gigi dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mereka. Selain itu, dokter gigi juga berperan dalam meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan melalui pelatihan, yang memperkuat upaya kolektif dalam mengurangi prevalensi stunting. Dengan pendekatan motivasional yang tepat, dokter gigi dapat menciptakan kesadaran yang lebih besar tentang pentingnya kesehatan mulut sebagai bagian dari upaya penurunan stunting. Pengendalian (Controllin. Pengendalian dalam manajemen sumber daya manusia (SDM) memiliki peran yang sangat penting dalam penurunan stunting, terutama melalui kontribusi dokter gigi. Dokter gigi berperan aktif dalam pemantauan kesehatan gigi anak secara berkala, mendeteksi masalah kesehatan mulut seperti gigi berlubang atau infeksi yang dapat memengaruhi pola makan dan asupan gizi anak. Selain itu, dokter gigi juga berfungsi memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kebersihan mulut dan pola makan sehat, yang keduanya sangat berpengaruh pada status gizi dan pencegahan stunting. Dengan melakukan pemeriksaan rutin dan intervensi yang tepat, dokter gigi membantu mengontrol faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan gigi dan asupan gizi anak, yang pada akhirnya mendukung pertumbuhan fisik dan kognitif anak secara optimal. Evaluasi (Evaluatin. Evaluasi dalam manajemen sumber daya manusia (SDM) sangat penting untuk memastikan keberhasilan intervensi dalam penurunan stunting, terutama melalui peran dokter gigi. Evaluasi yang dilakukan oleh dokter gigi tidak hanya mencakup kondisi kesehatan gigi anak, tetapi juga dampaknya terhadap status gizi anak yang berhubungan langsung dengan penurunan prevalensi Melalui pemantauan kesehatan gigi, kolaborasi dengan tenaga medis lain, serta memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat, dokter gigi dapat mengidentifikasi dan mengatasi masalah gigi yang mempengaruhi pola makan dan gizi anak. Dengan evaluasi yang efektif, dokter gigi dapat memastikan bahwa program penurunan stunting berjalan dengan baik, memberikan dampak positif pada kesehatan anak, dan mendukung perbaikan status gizi secara Kesimpulan Dokter gigi memiliki peran penting dalam penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Nganjuk, yang dilakukan melalui pemeriksaan gigi rutin, edukasi tentang kesehatan mulut, dan bantuan sosial seperti pemeriksaan gratis serta distribusi alat kebersihan gigi. Peran ini mendukung tumbuh kembang anak dan mengurangi prevalensi stunting. Hilirisasi (Journal Of Economic & Managemen. Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2025 Manajemen sumber daya manusia berperan dalam meningkatkan peran dokter gigi dengan fokus pada kerjasama lintas sektor, membangun komitmen, dan meningkatkan kapasitas dokter gigi melalui pelatihan dan edukasi multidisipliner. Ketiga faktor ini berkontribusi signifikan terhadap penurunan prevalensi stunting. Namun, ada beberapa faktor penghambat, seperti rendahnya kesadaran masyarakat, kurangnya pendidikan tentang kesehatan gigi, keterbatasan fasilitas, dan kondisi sosial yang kurang mendukung pemeriksaan gigi rutin. Secara keseluruhan, dokter gigi berperan dalam penurunan stunting melalui perencanaan yang matang, pengorganisasian yang baik, motivasi, pengendalian, dan evaluasi, serta kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain dan masyarakat untuk mencapai tujuan bersama dalam mengurangi prevalensi stunting. Adapun saran dari peneliti yang dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk penyempurnaan penelitian ini yaitu sebagai berikut: Perlunya media informasi online maupun cetak yang dapat di akses secara mudah dan agar dapat dijangkau oleh masyarakat Kabupaten Nganjuk. Diharapkan peneliti selanjutnya bisa memberikan inovasi yang lebih baik lagi untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran dokter gigi dalam penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Nganjuk. Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan di desa-desa merujuk pada fasilitas dan infrastruktur yang mendukung layanan kesehatan di tingkat desa. Hal ini penting untuk memastikan aksesibilitas layanan kesehatan bagi masyarakat desa, yang sering kali menghadapi tantangan terkait jarak dan keterbatasan fasilitas. Daftar Pustaka