Journal Physical Health Recreation Volume 3 Nomor 1 . Desember 2022 https://doi. org/10. 55081/jphr. e-ISSN : 2747- 013X JOURNAL PHYSICAL HEALTH RECREATION Volume 3 Nomor 1 . Desember 2022 PORDA DIY BOXING ATHLETE TRAINING OBSTACLES SURVEY BANTUL DISTRICT SURVEI KENDALA LATIHAN ATLET TINJU PORDA DIY KABUPATEN BANTUL Moh Kholil 1. Ardhika Falaahudin2 Universitas Mercu Buana Yogyakarta Email: kholilsilvi13@gmail. Abstract This study aims to improve the boxing retention of the Bantul District Porda who will compete in the DIY Porda event which will be held in September 2022 in the special area of Yogyakarta. This type of research is a descriptive quantitative research consisting of 2 factors, namely external factors and internal factors. The subject used for data collection in this study was a questionnaire that was submitted to all athletes. Analysis of the data used is descriptive quantitative analysis. The results showed that most of the athlete's training problems that were reviewed from Bantul district came from external factors where the athletes were constrained by their training from their surroundings and lifestyle. Meanwhile, the obstacles in the athlete's training that came from internal factors were relatively few because the boxing athlete from the Bantul district had motivated him to become a professional boxing athlete. Thus it can be said that the athlete's training constraints come from external factors or from the environment and habits. Keywords: Exercise constraints and DIY Porda Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan retasi atlet tinju Porda Kabupaten Bantul yang akan berlaga di ajang Porda DIY yang akan dilaksanakan Pada Bulan September 2022 di daerah istimewa Yogyakarta. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif terdiri dari 2 faktor, yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Subjek yang digunakan untuk pengambilan data pada penelitian ini adalah kuesioner yang diserahkan kepada seluruh atlet. Analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebanyakan kendala latihan atlet tinju porda kabupaten bantul datang dari faktor eksternal dimana para atlet terkrndala latihannya dari linkungan sekitar dan pola hidup. Sedangkan kendala latihan atlet yang datang dari faktor internal terbilang sedikit dikarenkan atlet tinju porda kabupaten bantul sudah momotivasi dirinya Journal Physical Health Recreation Volume 3 Nomor 1 . Desember 2022 e-ISSN : 2747- 013X https://doi. org/10. 55081/jphr. untuk menjadi atlet tinju profesional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwasanya kendala latihan atlet yaitu datang dari fator ekternalnya atau dari lingkungan dan kebiasaan. Kata kunci: Kendala latihan dan Porda DIY PENDAHULUAN Olahraga tinju adalah salah satu cabang olahraga yang membutuhkan akurasi pukulan dan koordinasi yang baik antara mata dan tangan sehingga atlet wajib menjaga dan mengatur ritme setiap serangan dan perthanan untuk mencapai prestasi terbaiknya. Tinju juga merupakan salah satu jenis olahraga kombat yang membutuhkan benturan fisik yang keras antara sesama atlet untuk saling menjatuhkan dan mendapatkan point dengan kaidah-kaidah yang telah di tetapkan dalam peraturan pertandingan. Prestasi olahraga ini ditentukan oleh tindakan kuat, di terapkan dalam konteks tidak terduga (Andreas J. Lumba, 2018: Tinju adalah olahraga dan seni bela diri yang menampilkan dua orang atlet dengan berat yang serupa bertanding satu sama lain dengan menggunakan tinju pertandingan berinterval satua atau tiga menit yang biasa di sebut ronde (Muarif Arhas Putra, 2020 : . Menurut (Abdurrojak dan imamuddin, 2. ada empat jenis pukulan tinju seperti jab, straight, hook, uppercut sebanyakbanyaknya. Jab adalah pukulan pembuka dalam olahraga tinju. Pukulan tersebut berupa pukulan kedepan lurus bisa mengarah ke muka atau badan lawan (Dought Warner and Alan Lachia 2. Disamping teknik yang baik persiapan kondisi fisik sangat penting untuk meningkatkan dan memantapkan kualitas teknik setiap individu atlet dalam olahraga tinju (Sukadiyanto 2. Menurut (Joni Muis 2. tujuan utama keterampilan olahraga atlet dan level penampilan olahraganya, latihan yang teratur dapat mengakibatkan tubuh ditimbulkan oleh latihan. Pembinaan olahraga merupakan bagian dan upaya peningkatan kualitas manusia Indonesia yang di tujukan pada peningkatan kesehatan jasmani dan pengembangan prestasi olahraga yang dapat membangkitkan rasa kebanggaan (Khotibul Umam 2012: . prestasi olahraga merupakan hal yang kabupaten bantul yogyakarta. (Ridwan sinurat , 2020: . Menurut (Kunjung Ashadi 2014: . Olahraga prestasi ditunjung oleh beragam ilmu penegtahuan yang saling mendukung dan melengkapi satu sama lain. Menurut (Hasibun 2. peningkatan pengetahuan umum dan pemahaman terhadap lingkungan sekitar secara menyeluruh. Anak-anak yang status sosial ekonominyakuat atau tinggi Journal Physical Health Recreation Volume 3 Nomor 1 . Desember 2022 e-ISSN : 2747- 013X https://doi. org/10. 55081/jphr. (Anggadiredja efisien, sehingga harapannya bisa mencapai target yang telah ditetapkan. Dalam olahraga prestasi banyak hal yang Penelitian harus diperhatikan dan dipahami oleh memberikan dampak positif terhadap setiap pelatih. Hal ini tentunya terkait anak muda yang menyukai olahraga dan dengan tugas dan fungsi atau peran bercita-cita menjadi atlet profesional, agar seorang pelatih (Dikdik, 2010: . semangat berlatih dan menekuni passion olahraganya, terutama untuk atlet tinju Ditengah merosotnya prestasi olahraga di kabupaten bantul akhir-akhir ini di tingkat yang akan segera bertanding di ajang kejuaraan antara daerah dan Nasional. pekan olahraga daerah (PORDA) DIY. Maka dari itu, sangat perlu diadakan Dengan banyaknya hambatan atau kendala yang di hadapi saat latihan tidak pembinaan dan pengembangan olahrag dapat mematahkan semangat untuk yang nyata dan terbukti khususnya menjadi juara. olahraga tinju. Besar harapan kita dengan undang-undang keolahragaan nasional yang dapat METODE PENELITIAN dibanggakan dalam mengangkat harkat. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas martabat dan kehormatan Bangsa dan Mercu Buana Yogyakarta pada tanngal 28 Negara. (Jumadin IP. Rendra Syahputra. Juni 2022 yang berlokasi di kecamatan Sedayu kabupaten Bantul Yogyakarta. Butir Jawaban Penelitian ini dilakukan terhadap 12 atlet Nomo Tidak Persen Kadang Persen yang terdiri dari 11 atlet laki-laki dan 1 atlet perempuan. Tujuan penelitian ini 83,33 16,66 yaitu untuk mengetahui apa saja kendala yang dialami atlet saat latihan tinju. 91,66 8,33% Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner . untuk 12 atlet 83,33 16,66 tinju porda DIY kabupaten bantul, analisis Jumla yang digunakan adalah kuantitatif Persen 86,10% 13,88% Total HASIL DAN PEMBAHASAN 2019: 9-. Kekuatan merupakan kemampuan otot Diagram 1. Tidak mengkonsumsi apapun sebelum latihan membangkitkan tegangan terhadap suatu (Yuyun Yudiana, 2019 :. Menurut Yudik Prasetya . 9: . program latihan merupakan cara untuk melaksanakan latihan dengan efektif dan Journal Physical Health Recreation Volume 3 Nomor 1 . Desember 2022 https://doi. org/10. 55081/jphr. Melihat diagram diatas dari 12 responden sebanyak 8,30% mengatakan tidak pernah tidak mengkonsumsi apapun sebelum latihan, kemudian sebanyak 83,30% mengaku kadang-kadang tidak mengkonsumsi apapun sebelum latihan, dan sebanyak 8,30% mengaku sering tidak mengkumsi apapun sebelum latihan. e-ISSN : 2747- 013X krang tidur, dan sebanyak 91,70% mengaku kadang-kadang sering kurang Diagram 3. Alat-alat latihan disasana sudah lengkap Melihat diagram diatas sebanyak 58,30% mengaku kadang-kadang alat-alat di sasan sudah lengkap, kemudian sebanyak 16,70% mengaku sering alatalat di sasana sudah lengkap, dan sebanyak 25% mengaku selalu alat-alat di sasana sudah lengkap. Diagram 2. Sering krang tidur/begadang? Dari 12 responden sebanyak 8,30% mengaku tidak penah begadang atau Diagram 4. Alat di sasana sudah Journal Physical Health Recreation Volume 3 Nomor 1 . Desember 2022 https://doi. org/10. 55081/jphr. memenuhi standart Dari 12 responden sebanyak 8,30% mengaku alat-alat di sasana tidak pernah memenuhi standart, sebanyak 50% mengaku kadang-kadang alat di sasana memenuhi standart, kemudian sebanyak 16,70% mengaku sering alat di sasana sudah memenuhi standart, dan sebanyak 25% alat di sasana selalu memenuhi e-ISSN : 2747- 013X Diagram 6. Memaksakan diri melakukan Dari 12 responden sebanyak 41,70% atlet tidak pernah memaksakan diri melakukan latihan ketika tubuh dalam kondisi tidak bugar, dan sebanyak 58,30% atlet kadang-kadang memaksakan diri melakukan latihan ketika tubuh dalam kondisi tidak bugar. Diagram 5. Bercita-cita menjadi atlet tinju Dari 12 responden sebanyak 16,70% atlet tidak pernah bercita-cita menjadi atlet tinju profesional, sebanyak 41,70% atlet kadang-kadang bercita-cita menjadi atlet tinju profesional, kemudian sebanyak 16,70% atlet sering bercita-cita menjadi atlet tinju profesional, dan sebanyak 25% responden selalu bercita-cita menjadi atlet tinju profesional. Diagram 7. Kram otot pada bagian tubuh Dari 12 responden sebanyak 33,30 atlet tidak pernah merasakan kram otot pada bagian tubuh tertentu ketika latihan. Journal Physical Health Recreation Volume 3 Nomor 1 . Desember 2022 e-ISSN : 2747- 013X https://doi. org/10. 55081/jphr. dan sebanyak 66,70% atlet kadangkendala eksternal ada beberapa kendala, kadang merasakan kram otot pada bagian kendala pertama tidak mengkonsumsi tubuh tertentu ketika latihan. apapun sebelum latihan dapat dilihat di diagram 22 sebanyak 83,30% atlet kadang-kadang tidak mengkonsumsi apapun sebelum latihan, sedangkan sebelum latihan sangat penting untuk mengkonsumsi makanan kecil atau buahbuahan untuk memnunjang stammina atlet saat melakukan latihan dan yang sangat penting adalah minum sebelum dan sesudah pertandingan. Kendala eksternal yang ke 2 adalah sering kurang tidur atau begadang sebanyak 91,70% atlet kadangkadang mengaku sering kurang tidur atau begadang, kurang tidur atau begadang Diagram 8. Mudah terpancing emosi dapat menurunkan performa atlet saat Dari 12 responden sebanyak 41, 70% tidak pernah mudah terpancing kurangnya istirahat dari atlet itu sendiri. emosi, dan sebanyak 58,30% kadangKendala yang ke 3 yaitu belum lengkapnya kadang mudah terpancing emosi. alat-alat yang tersedia di sasana melihat dari diagram 24 sebanyak 58,30% mengaku kadan-kadang alat-alat latihan di PEMBAHASAN sasana sudah lengkap hal tersebut Pembahsan di sini akan membahas hasil menandakan alat-alt disasana belum penelitian tentang survei kendala latihan terlalu lengkap untuk latihan atlet tinju atlet tinju porda DIY kabupaten bantul. porda DIY kabupaten bantul. Dan kendala Kendala yang dialami atlet tinju saat yang ke 4 adalah kendala yang berkaitan latihan, dalam melakukan latihan sering dengan kendala yang 3 yaitu alat-alat kali terdapat kendala kecil maupun besar latihan di sasana belum memenuhi seperti halnya yang dialami oleh atlet tinju standart dari 12 atlet sebanyak 50% atlet kabupaten bantul saat latihan seharimengaku kadang-kadang alat di sasana Sebelumnya penulis sudah memenuhi standart, hal tersebut dapat memaparkan hasil penelitian di lapangan, tahapan selanjutnya yaitu menguraikan berprestasi di Porda DIY kabupaten dan menganalisis data dari hasil pengisian Bantul. oleh para atlet tinju Dari faktor internal juga terdapat kabupaten bantul mengenai kendala apa beberapa kendala yang sanagat mencuri saja yang dialami saat latihan tinju. perhatian penulis sehingga perlu dibahas Adapun kendala yang petama yaitu kendala tersebut. Kendala internal yang Journal Physical Health Recreation Volume 3 Nomor 1 . Desember 2022 e-ISSN : 2747- 013X https://doi. org/10. 55081/jphr. pertama yaitu kurangnya motivasi atlet KESIMPULAN untuk menjadi atlet tinju profesional dari 12 atlet sebanyak 16,70% atlet tidak Berdasarkan pernah bercita-cita menjadi atlet tinju pembahasan yang telah dilakukan penulis profesional dan sebanyak 41,70% atlet melalui pengisian kuesioner . kadang-kadang bercita-cita menjadi atlet tehadap atlet tinju porda DIY kabupaten Kendala internal yang ke 2 Bantul, maka dapat ditarik kesimpulan yaitu sering memaksakan diri melakukan sebagai berikut: latihan ketika tubuh dalam kondisi tidak Pertama faktor eksternal, yang pertama bugar, dari 12 atlet sebanyak 58,30 atlet dari 12 atlet tinju porda DIY kabupaten kadang-kadang memaksakan dirinya Bantul sebanyak 83,30% atlet kadangmelakukan latihan ketika tubuh dalam kadang tidak mengkonsumsi apapun kondisi tidak bugar, kondisi tersebut sebelum latihan, yang ke 2 adalah dapat menurukan performa atlet dan sebanyak 91,70% atlet kadang-kadang dapat berpengaruh terhadap kesehatan mengaku sering kurang tidur atau atlet setelah latihan bisa jadi setelah begadang, yang ke 3 yaitu sebanyak latihan atlet malah menjadi sakit 58,30% mengaku kadang-kadang alat-alat dikarenakan tubuh dalam kondisi tidak latihan di sasana sudah lengkap, yang ke 4 bugar di paksakan untuk melakukan alat-alat latihan di sasana belum Kemudian kendala internal yang memenuhi standart dari 12 atlet sebanyak ke 3 yaitu merasakan kram otot pada 50% atlet mengaku kadang-kadang alat di bagian tubuh tertentu saat menjalankan sasana memenuhi standart. latihan dari 12 responden sebanyak Kedua internal,yang 66,70% atlet mengalami kram otot pada pertama dari 12 atlet sebanyak 16,70% saat menjalankan latihan hal tersebut atlet tidak pernah bercita-cita menjadi atlet tinju profesional dan sebanyak 41,70% atlet kadang-kadang bercita-cita Kendala internal yang ke 4 yaitu menjadi atlet profesional, yang ke 2 dari mudah terpancing emosi, dari 12 atlet 12 atlet sebanyak 58,30 atlet kadangsebanyak 58,30% kadang-kadang mudah kadang memaksakan dirinya melakukan terpancing emosi, sebagai seorang atlet latihan ketika tubuh dalam kondisi tidak harus bisa mengendalikan emosinya saat bugar, yang ke 3 dari 12 responden melakukan latihan atau saat pertandingan sebanyak 66,70% atlet mengalami kram karena ketika atlet tidak bisa mengatur otot pada saat menjalankan latihan hal emosinya atau atlet tersebut emosian tersebut terjadi dikarenakan kurangnya maka performa atlet tersebut akan pemanasan, yang ke 4 dari 12 atlet menurun dan taktik yang di rencanakan sebanyak 58,30% kadang-kadang mudah pelatih tidak akan berjalan dengan terpancing emosi, sebagai seorang atlet harus bisa mengendalikan emosinya saat melakukan latihan atau saat pertandingan. Journal Physical Health Recreation Volume 3 Nomor 1 . Desember 2022 e-ISSN : 2747- 013X https://doi. org/10. 55081/jphr. Pada hasil pengisian kuesioner Dought Warner & Lachia Alan. 2011 AuFighting . survei kendala latihan atlet tinju boxing wokouts techniques and sparing porda DIY kabupaten Bantul, bisa ditarik start up sport. California: Tracks publising kesimpulan kendala latihan pada atlet san diego. tinju porda DIY kabupaten Bantul cukup Muis Joni. 2016 AuInteraksi metode latihan dan sedikit kemungkinan karena atlet tinju kecepatan reaksi terhadap kemampuan tersebut sudah dipesiapkan dari jauh-jauh pukulan atlet tinju kategori youthAy UPP hari untuk mengikuti ajang prda DIY PGSD Parepare fakultas ilmu pendidikan UNM. kabupaten Bantul. Hasibun Melayu S. P AuManajemen sumber daya manusiaAy Jakarta: Bumi aksara 2002. DAFTAR PUSTAKA