Jurnal Teknologi Kedirgantaraan. Vol. IV No. Juli 2019. P-ISSN 2528-2778. E-ISSN 2684-9704 DOI : https://doi. org/10. 35894/jtk. ANALISIS PERFORMA ENGINE MARCHETTI SF 260 Bismil Rabeta Prodi Teknik Aeronautika. Fakultas Teknologi Kedirgantaraan. Universitas Suryadarma Komplek Bandara Halim Perdanakusuma. Jakarta 13610. Indonesia Corresponding Author : bismilrabeta@yahoo. Abstrak Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsury. adalah Universitas yang bergerak dibidang teknologi dirgantara yang berupaya untuk memberikan kontribusi dan informasi terkait dengan teknologi penerbangan. Adapun fasilitas yang dimiliki Unsurya salah satunya adalah pesawat marchetti SF-260 yang digunakan sebagai fasilitas praktek untuk pelaksanaan ground run-up engine test. Selama pesawat ini ada di Unsurya, belum pernah ada yang mencoba untuk menganalisi performa engine pesawat tersebut. Oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan analisis performa engine pesawat marchetti SF-260 dengan menggunakan engine Lycoming O-540 E4A5 untuk mengetahui torsi engine, daya mesin dan efisiensi mekanik yang divariasikan dengan ketinggian 10. 000 ft, 15. 000 ft dan 000 ft pada saat terbang jelajah. Dari hasil analisis didapatkan bahwasanya nilai tertinggi pada torsi yaitu 480,24 Nm, daya mesin 182 BHP dan efisiensi mekanik 42,83 % yang didapat pada ketinggian 10. 000 ft. Kata Kunci: Pesawat Marchetti SF-260. Engine Lycoming SF-260. Torsi. Daya mesin dan efisiensi mekanik Abstract AeThe Aerospace Air Marshal Surydarma University (Unsury. is a college of movement in aerospace technology that attempts to contribute and information related to aviation technology. One of the facilities owned by Unsurya is the Marchetti SF-260 aircraft which is used as a practice facility for implementing ground run-up engine tests. As long as this aircraft is in Unsurya, no one has ever tried to analyze the engine's performance. Therefore in this study do an analysis of the performance of the marchetti aircraft SF-260 was carried out using the Lycoming O-540 E4A5 engine to determine engine torque, engine power and mechanical efficiency varied by cruising altitude. From the results of the analysis it was found that the highest value at torque was 480. 24 Nm, engine power 182 BHP and mechanical efficiency 42. 83% obtained at an altitude of 10,000 ft. Keywords: Marchetti mechanical efficiency SF-260. Lycoming SF-260. Torque. Power I. PENDAHULUAN Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma merupakan Universitas yang komitmen untuk memberikan kontribusi dan informasi didunia penerbangan. Adapun fasilitas yang ada di Unsurya untuk kegiatan pelaksanakan pendidikan yaitu pesawat CASA-212 yang digunakan untuk praktek aircraft structure, aircraft system dan gas turbine engine, sedangkan untuk praktek ground run-up engine menggunakan pesawat marchetti SF-260 dimana pesawat ini masih dapat beroperasi saat didarat . dan dapat beroperasi pada putaran penuh atau maksimum RPM namun statusnya sudah tidak layak terbang . Data-data umum yang pada pesawat yang ada di Unsurya tersedia melalui aircraft maintenance manual (AMM) ataupun EMM (Engine Maintenance Manua. dan EOM (Engine Overhaul Manua. Namun data-data spesifik seperti performa pesawat dan performa engine secara detil memang tidak ada di AMM. EMM maupun EOM. Sehingga pada penelitian ini dilakukan analisis performa engine Lycoming O-540 E4A5 dengan variasi ketinggian yaitu 10. 000 ft, 000 ft dan 20. 000 ft pada saat terbang jelajah dengan menggunakan metode Adapun hasil analisis yang ingin didapatkan adalah torsi mesin, daya mesin dan efisiensi mekanik dari mesin Lycoming O-540 E4A5. II. METODE PENELITIAN 1 Landasan Teori Untuk melakukan analisis performa engine Lycoming O-540 E4A5, maka digunakan literature atau referensi yang valid sebelum dilakukan perhitungan secara bertahap. Adapun persamaan yang digunakan untuk mencari performa engine Lycoming O-540 E4A5 sebagai 1 Volume Langkah & Volume ruang Volume . iston displacemen. adalah jumlah volume dari TMA dan TMB . ntuk mesin yang memiliki cylinder lebih dari satu, dipakai istilah total displacement ). Volume ruang bakar adalah volume yang berada tepat diatas piston pada saat posisi piston di TMA yang berfungsi sebagai tempat pembakaran bahan bakar yang telah di kompresi oleh piston. Untuk satu silinder : yuU ycOycc = ( ) yaA2 . Untuk volume langkah dengan jumlah silinder lebih dari satu yuU ycOycc = ( ) yaA2 . ycI . ycAyca Volume ruang bakar : ycOyc = ycOycc ycOyca 2 Perbandingan Kompresi Perbandingan kompresi . c ) adalah perbandingan volume ruang bakar saat piston berada pada titik mati bawah (TMB) dengan volume ruang bakar pada saat piston berada pada titik mati atas (TMA) . Kompresi rasio : ycyca = . cOyca ycOycc ) ycOyca 3 Perhitungan Siklus Ideal Otto (Siklus Volume Konsta. Siklus Otto ideal adalah siklus ideal untuk engine spark ignition, nama itu diberikan setelah Nikolaus A. Otto berhasil membuat mesin 4 langkah di Jerman pada tahun 1876. Untuk menggambar siklus ideal ini di buatkan lah diagram P-V dan T-S. Agar lebih mudah memahami diagram P-V dan T-S, maka dilakukan terlebih dahulu idealisasi. Proses yang terjadi sebenarnya berbeda dengan proses ideal. Beberapa idealisasi pada siklus ideal antara lain : - Fluida kerja dalam silinder adalah udara, dianggap gas ideal dengan konstanta kalor tetap. - Proses berlansung secara isentropic. - Proses pembakaran dianggap sebagai proses pemanasan fluida kerja. - Pada akhir proses ekspansi, yaitu pada saat torak mencapai TMB, fluida kerja didinginkan sehingga tekanan dan temperatur turun mencapai tekanan dan temperatur atmosfer. Gambar 2. 1 Diagram P Ae v. Siklus Otto (GasIdea. Prose siklusnya sebagai berikut. Proses 0 Ae 1 (Langkah Hisa. menghisap udara tekanan konstan, dimana katup masuk terbuka dan katup buang tertutup, piston menghisap udara dan bahan bakar yang telah tercampur kedalam silinder. ycE0 = ycE1 Proses 1 Ae 2 (Kompresi Isentopi. kedua katup tertutup, piston begerak dari TMB ke TMA sehingga meningkat tekanan dan temperatur menjadi P2 dan T2 : V1 = Vs V2=Vc . ycN1 ycO ycoOe1 yc ycoOe1 =( 2 ) Ae( 1 ) =ycyca ycoOe1 ycN2 ycO1 yc2 ycN2 = ycN1 . ycyca ycoOe1 ycE1 ycO2 yco yc1 yco =( ) Ae( ) =ycyca yco ycE2 ycO1 yc2 ycE2 = ycE. ycyca yco yco . cN Oe ycN ) ycO1Oe2 = yco yc 2 1 1Oeyco Proses 2 Ae 3 . penambahan panas volume konstan. V2 = V3 ycEycnycu = ycoyco yayc . cN3 - ycN2 ) = ycoyce . ycEyaycO . Dimana: ycEycu ycOyc ycoyco = . ycIycuycN Dengan adanya rasio kompresi massa udara dan massa fuel dapat dicari seperti persamaan berikut : ycoyce = ycoyca = ycu ycoycaycycycu ycu ycoyco ycu ycoycaycycycu ycu ycoyco isa hasil pembakaran kisaran 3% - 7%, pada tugas akhir ini sisa pembakaran di asumsikan 4%) ycE3 = ( . ycE2 ycN2 ycN3 ycE3 = ycE2 ( ) ycN2 T3 = Tmax dan P2 = Pmax Proses 3 Ae 4 : Expansi isentropik Tekanan yang membuat piston bergerak ke TMB dan semua katup tertutup. V1 = V4 V2 = V3 ycO ycoOe1 1 ycoOe1 1 ycoOe1 = ( . = ( ) NeycN4 = ycN3 ( ) ycN3 ycO yco 1 yco = ( . = ( ) ycE3 ycO4 ycyca 1 yco ycyca NeycE4 = ycE3 ( ) . Kerja expansi dari titik 3 ke titik 4 dari siklus otto juga merupakan proses sebagai berikut : ycI . cN Oe ycN ) ycO3Oe4 = yco 3 4 1Oeyco Proses 4 Ae 1 : proses pembuangan sisa pembakaran volume konstan, katup buang terbuka dan katup hisap tertutup. ycEycuycyc = ycoyco ycI . cN1 - ycN4 ) . Untuk memperoleh kerja netto dalam satu siklus menggunakan persamaan berikut. ycOycuyceyc = yc1Oe2 yc3Oe4 Dan termalnya menggunakan persamaan berikut. ycuycEa = ycuyceyc ycEycnycu Konstanta Ae konstanta yang berlaku. : Konstanta rasio panas spesifik: CP /CV = 1,4 : Konstanta panas spesifik pada tekanan konstan : 1,005kJ/kg. : Konstanta panas spesifik pada volume konstan : 0,718 kJ/kg. : Konstanta udara : 0,287 kPa. m3 /kg. K : 0,287 kJ/kg. : Rasio kompresi : yc1 /yc2 = yc4 /yc3 ycoNyce = 3 Analisis Perhitungan Performa Mesin Torsi ycON T = 2yuU . ycAyca . Daya Indikator . cONycn ) ycO . ycONycn = ( ycuyceyc )x Nc Tekanan Indikator (IMEP) yaycAyaycE = 60,000 ycu ycONycn ycOycc ycu ycu ycu ycAyca Pemakaian Bahan Bakar Efektif (BSFC) yaAycIyaya = ycoNyce yaAyaycE HASIL DAN PEMBAHASAN Daya Efektif . cONyca ) ycONyca = 2yuU . ycN ycoyce . Pembahasan kinerja mesin piston empat tak Lycoming O-540-E4A5 ini akan ditinjau dari beberapa variasi . ltittude variatio. dan termasuk di dalamnya variasi kondisi tekanan udara sekitar . mbient air preassur. , kecepatan udara . mbient air densit. dan temprature udara . mbient air tempratur. Tekanan Efektif (BMEP) yaAycAyaycE = 60,000 ycu ycONyca ycOycc ycu ycu ycu ycAyca Daya Gesek . cONyce ) ycONyce = ycONycn Oe ycONyca 1 Perhitungan Geometri Silinder Volume Langkah Volume langkah adalah volume pada ketika piston bergerak dari TMA ke TMB. B = 5. 125 in = 0. S = 4. 375 in = 0. yuU ycOycc = ( ) yaA2 . ycI ) 0. 4 Efisiensi Mesin ycOycc = ( Efisiensi Termal Indikator ycOycc = 0. 001478 m3 Dan Vd untuk 6 piston adalah Vd = ycON yuCycn = ycEN ycn ycu 100% . ycnycu Efisiensi Termal Efektif ycON yuCyce = ycEN yca ycu 100% . ycnycu Efisiensi Mekanik ycON yuCyco = ycONyca ycu 100 % . ycn Efisiensi volumetrik ycE yuUyca = ycI . ycAyc = ycoyca yuUyca. ycOycc 5 Pemakaian Bahan Bakar Spesifik Pemakaian Bahan Bakar Indikator (ISFC) yaycIyaya = ycoNyce yayaycE Dimana : 001478 x 6 = 0. 008869 m3 Volume Clearance ( ycyeE ) Mencari volume pada kondisi piston TMA atau disebut juga Volume Clearance ( ycOyca ). Pada data spesifikasi mesin yang dimiliki maka diketahui : ycOycc = 0. 001478 yco3 ycyca = 8. Maka perhitungan ycOyca sebagai berikut, . cOyca ycOycc ) ycyca = ycOyca . cOyca 0. ycOyca 5ycOyca Oe ycOyca = 0. ycOyca = ycOyca =0. 000197095 yco3 Dan Vc untuk 6 piston adalah Vc = 0. 000197095 ycu 6 = 0. 001183 yco3 Volume cyllinder ( ycyei ) Mencari volume total atau disebut juga Volume Cyllinder( ycOyc ) didapatkan dari manual engine dengan nilai ycOyca sebesar 000174 yco3 dan ycOycc sebesar 0. Maka perhitungan Volume Cyllinder . cOyc ) sebagai berikut : ycOyc = ycOycc ycOyca = 0. = 0. 001675 m3 Dan Vc untuk 6 piston adalah Vs = 0. 001675 x 6 = 0. 01005 m 3 2 Perhitungan Pada Ketinggian 10000 ft Kecepatan maksimumm di 2700 RPM Perhitungan kondisi terbang ini dimaksudkan sebagai perhitungan awal yang nanti nya akan dilanjutkan dengan tabel hasil perhitungan disetiap variasi Mass of Fuel 3 Parameter Kondisi Udara Ketinggian Terbang 10000 ft Parameter kondisi udara pada ketinggian terbang . light altitud. 10000 ft Temperature - ycN : 268. 34 AK Pressure - ycE : 69. 7 kPa Heat Flow Added ycENycnycu = ycoNyce . ycEyaycO . ycuyca = 0. 0125 ycu 43500ycu 1 = 544. 445 ycoya/ yc 4 Analisis Bahan Bakar Sebelum melanjutkan ke perhitungan prestasi mesin, akan dianalisis bahan bakar yang akan digunakan terlebih dahulu dan jenis bahan bakar yang dipakai yaitu AVGAS (Aviation Gasolin. AVGAS memiliki nilai sebagai berikut : C Heating Value of Fuel - ycEyaycO : 43500 kJ/kg (Conoco Philip. C Air Fuel Ratio Ae AF: 14. ilai standar AF untuk mesin pisto. C Combustion efficiencyc . uCyca ) yaitu 100% Mass of gass mixture. eayea ) ycE1 ycu ycOyc 7 ycu 0. ycoyco = = 0. 001516 ycoyci ycI ycu ycN1 287 ycu 268. Mass of air . eayeC ) yaya ycoyca = ycu ycoycaycycycu ycu ycoyco = yaya 1 ycu 0. 96 ycu 0. 001516 = 0. 001362 yco ycoyce = ycu ycoycaycycycu ycu ycoyco yaya 1 ycu 0. 96 ycu 0. = 0. 0000927 ycoyci/ycycnycoycoycyc Mass of exhaust . eayeIyeo ) ycoyceycu = 0. 04 ycu 0. 001516 = 0. 00006064 ycoyci Heat Added ycEycnycu = ycoyce . ycEyaycO . yuCyca = 0. 0000927 ycu 43500 ycu 1 = 4. 03 ycoya Fuel Flow ycoyce . ycAyca . ycA 0000927 ycu 6 ycu 2700 ycoNyce = ycu 60 ycu 2 ycoyci = 45. 0575 ycoyci/Eayc ycyceyca 5 Perhitungan Siklus Ideal Otto 4 Tak Perhitungan dari proses siklus otto diperoleh besaran sebagai berikut : Eo Pada proses . langkah hisap Jika dilihat pada siklus 4 Tak ycE0 = ycE1 , ycN0 = ycN1 , ycO1 = ycOyc Jadi, ycE1 = 69. 7 ycoycEyca ycN1 = 268. 34 AK ycO1 = 0. 001675 yco3 Eo Pada proses . proses kompresi Jika dilihat pada siklus 4 Tak ycO2 = ycOyca Jadi, ycO2 = 0. 000197 yco3 Menentukan ycya ycN2 ycO ycoOe1 = ( 1 ) NeycN2 ycN1 ycO2 = ycN1 . cyca )ycoOe1 = 268. 4Oe1 = 631. 61 Aya Menentukan ycya ycE2 = ycE. ycyca ycoOe1 NeycE2 = ycE1 . ycyca yco ycE1 = 69. = 1394. 5024 ycoycEyca Eo Pada proses . proses panas masuk pada volume konstan Jika dilihat pada siklus 4 Tak ycO3 = ycO2 Jadi, ycO3 = 0. 000197 yco3 Menentukan ycyc ycEycnycu = ycoyco ycayc . cN3 Oe ycN2 ) 001516 ycu 0. 61 Oe 268. 1 Oe 1. = -0. 395 kJ Maka : ycOycuyceyc = ycO1Oe2 ycO3Oe4 = (Oe0. = 2. 31 ycoya Menentukan efisiensi termal dari efisiensi 03 . 001516 ycu 0. 718 ycu 631. siklus ideal otto 4 Tak, ycN3 = ycOycuyceyc 001516 ycu 0. ycuycEa = ycu 100 % = 4336. 1737 Aya = Tmax ycEycnycu Menentukan ycyc ycu 100 % ycE3 ycN3 ycN3 = ( )NeycE3 = ycE2 ( ) ycE2 ycN2 ycN2 = 0,5747 ycu 100 % = 57. = 1394. = 9573. 549 ycoycEyca 6 Perhitungan Daya Mesin Eo Indicated Horse Power . cONycn ) Eo Pada proses . proses ekspansi ycO ycA ycONycn = ( ycuyceyc ) ycAyca ycu 31ycu2700 Jika dilihat pada siklus 4 Tak ycO4 = ycOyc )ycu 6 Jadi, ycO4 = 0. 001675 yco 60 ycu 2 = 312. 9214 ycoycO Ie 425. 4547 yaycE Menentukan ycye Brake Horse Power . cN yeE ) ycN4 ycO3 ycoOe1 1 ycoOe1 =( ) =( ) Untuk mencari nilai Brake Horse Power ycN3 ycO4 ycyca dapat menggunakan grafik hubungan 1 ycoOe1 ycN4 = ycN3 ( ) antara BHP dan Pressure Altitude ycyca sehingga didapat nilai sebesar 182 BHP 4Oe1 182 BHP = 135717. 385 Nm/s = 4336. 1737 ( ) 182 BHP = 135. 717 kW = 1842. 2098 Aya Eo Torsi (T) Menentukan ycye ycNyeE = yayyI . ycA . ycO3 yco 1 yco 385 = 2yuU ycu =( ) =( ) ycE3 ycO4 ycyca ycN 1 yco 2 yuU 60 ycE4 = ycE3 ( ) ycyca = 480. 24 ycAyco Eo Indicated Mean Effective Pressure = 9573. 549 ( ) (IMEP) = 478. 504 ycoycEyca 000 ycu ycONycn yaycAyaycE = ycOycc . ycAyca Eo Parameter Siklus Ideal 000 ycu 312. Menentukan kerja siklus, ycu6 C Kerja yang di hasilkan pada saat ycA daya expansi = 1568068. cN4 Oe ycN3 ) yco ycO3Oe4 = Ie 227. 4294 ycyycycn 1Oeyco 001516 ycu 0. 2098 Oe 4336. Eo Break Mean Effective Pressure (BMEP) 1 Oe 1. 000 ycu ycONycn = 2. 71 ycoya yaAycAyaycE = ycOycc . ycAyca C Kerja yang diserap selama langkah 000 ycu 133. kompresi isentropic ycoyco . cN2 Oe ycN1 ) ycu6 ycO1Oe2 = 1Oeyco ycA Ie 97. 289 ycyycycn yco2 Friction Horse Power . cONyce ) ycONyce = ycONycn Oe ycONyca = 670784. Eo = 425. 4547 Oe 182 = 243. 4547 yaycE Eo Indicated Speciefic Fuel Consumption (ISFC) yaycIyaya = ycoNyce ycONycn = 0. 105 ycoyci/Eayc/yaycE Eo Break Speciefic Fuel Consmption (BSFC) ycoNyce yaAycIyaya = ycONyca = 0. 24 ycoyci/Eayc/yaycE 7 Perhitungan Efisiensi Mesin Eo Efisiensi Termal Indikator ycONycn yuCycn = ycu 100% = ycu 100% ycEycnycu = 0. 5747 ycu 100 % = 57. Eo Efisiensi Termal Efektif ycONyca yuCyce = ycu 100% ycENycnycu Eo ycu 100% = 0. 2458 ycu 100 % = 24. Efisiensi Mekanik ycONyca yuCyco = ycu 100 % ycONycn Eo ycu 100 % = 0. 4277 ycu 100 % = 42. Efisiensi volumetrik yuUyca= ycy1 ycI. ycN1 287 ycu 268. = 0. 9050 ycoyci/yco3 Maka dapat dicari Efisiensi volumetrik sebagai berikut : ycAyc = ycoyca x 100 % = 101% 9050 ycu 0. Dengan cara dan perhitungan yang sama maka juga dilakuan untuk ketinggian terbang 15. 000 ft dan 20. Berikut adalah hasil perhitungan kondisi gas ideal dari siklus otto : Tabel Hasil Perhitungan Temperature. Pressure, dan Volume udara pada Ketinggian 10000 ft Proses T AK P . Pa V . Titik 1 Titik 2 Titik 3 4336. Titik 4 1842. Tabel Hasil Perhitungan Temperature. Pressure, dan Volume udara pada Ketinggian 15000 ft Proses T AK P . Pa V . Titik 1 Titik 2 Titik 3 4312. Titik 4 1832. Tabel Hasil Perhitungan Temperature. Pressure, dan Volume udara pada Ketinggian 20000 ft Proses T AK P . Pa V . Titik 1 Titik 2 Titik 3 Titik 4 Pada Tabel 4. Tabel 4. 2 dan Tabel 4. 3 dapat dilihat pada titik 1 atau proses hisap . udara di atmosfer masuk ke dalam sistem pada temperature dan pressure berdasarkan dari ketinggian terbang yang ada di tabel ISA (International Standard Atmospher. , pada titik 2 atau proses kompresi isentropik, volume silinder dalam sistem mengecil sehingga temperature dan pressure meningkat, pada titik 3 atau proses ekspansi isentropic, terjadi proses pembakaran bahan bakar sehingga temperature dan pressure meningkat secara signifikan dan pada titik 4 atau yuUyca . ycOycc Nilai Torsi pada Tabel 4. merupakan nilai yang didapat dari persamaan Brake Horse Power . cONyca ) melalui grafik hubungan antara BHP vs Pressure Altitude . Torsi (N. Daya mesin . proses pembuangan pada volume konstan terjadi pembuangan gas hasil pembakaran sehingga temperature dan pressure mengalami penurunan. Pola ini memang sama dengan kecenderungan yang didapat oleh persamaan siklus Otto, namun karena ada variasi ketinggian terbang pesawat maka nilai tertinggi dari setiap proses yang diwakilkan dalam fungsi titik yaitu adalah diketinggian 000 ft. Tabel 4. 4 Torsi Ketinggian Torsi 10000 ft 24 Nm 15000 ft 395. 806 Nm 20000 ft 319. 284 Nm 425,45 362,54 307,08 243,45 212,54 186,08 10000 ft 15000 ft 20000 ft Gambar 4. 2 Daya Mesin pada variasi Dari Gambar 4. 2 dapat di lihat daya mesin terbagi atas ycONycn , ycONyca dan ycONyce dari ketiga jenis daya mesin tersebut 000 ft memilki nilai daya mesin tertinggi yaitu 425. 45 watt untuk ycONycn , 182 watt untuk ycONyca dan 243. 45 watt untuk ycONyce . Tabel 4. 6 Efisiensi Mesin 480,24 395,806 319,284 Ketinggian 10000 ft 15000 ft yuyeO yuyeI yuyea yuyc 10000 ft 57. 47% 24. 58% 42. 15000 ft 57. 47% 23. 78% 41. 20000 ft 57. 47% 22. 64% 39. 20000 ft Ketinggian Gambar 4. 1 Grafik torsi pada variasi Dari Gambar 4. 1 dapat dilihat nilai torsi turun seiring kenaikan ketinggian, dari ketinggian 10. 000 ft , 15. 000ft dan 000 ft secara berturut-turut nilainya 28 Nm, 395,806 Nm dan 284 Nm 120,00% Efisiensi (%) Tabel 4. 5 Daya mesin Ketinggian ycNyeO . 10000 ft 15000 ft 20000 ft ycNyeE . ycNyeN. 100,00% 80,00% 57,47% 60,00% 42,77% 41,37% 39,40% 40,00% 24,58% 23,78% 22,64% 20,00% 0,00% Ui 10000 ft Ue 15000 ft Um Uv 20000 ft Gambar 4. 3 Efisiensi Mesin pada variasi Dari Gambar 4. 4 dapat dilihat efisiensi mesin pada termal indikator . cOycnN ) tidak mengalami perubahan untuk setiap variasi ketinggian karena kerja panas yang dimasukkan ada dalam kondisi gas ideal, sedangkan untuk efisiensi thermal efektif dan efisiensi mekanik mengalami penurunan akibat nilai brake horse power makin turun seiring dengan kenaikan ketinggian. Sedangkan volume efficiency yang terjadi pada engine sempurna. IV. KESIMPULAN Berdasarkandari perhitungan dan pembahasan, maka dapat diambil beberapa kesimpulan berikut ini : - Mesin Lycoming O-540-E4A5 mengalami penurunan performa di setiap peningkatan ketinggian di karenakan menurunnya nilai tekanan dan temperatur pada saat proses hisap . pada siklus engine. - Nilai torsi, daya mesin dan efesiensi mesin mekanik tertinggi terjadi pada 000 ft, dengan nilai torsi = 480. 24 Nm, daya mesin = 182 HP dan nilai efesiensi mekanik = 42. 77 %. DAFTAR PUSTAKA