EDUMANDIRI: JURNAL ILMU PENDIDIKAN DASAR Vol 01. No. Juli-Desember 2025 ISSN 3089-9575 https://ojs. id/index. php/edumandiri Analisis Penggunaan Media Gambar Pada Pembelajaran Ppkn Di Kelas IV SDN 13 Popai Nevi1Aprima Tirsa2 Rindah Permatasari,3 1 Mahasiswa Program Studi PGSD STKIP Melawi 2,3 Dosen STKIP Melawi A E-mail: nevi01c. @gmail. Abstract This research seeks to explain how image media are utilized in PPKn learning Grade IV of SDN 13 Popai. This study employs a qualitative method with a descriptive qualitative research design. The research participants were teachers/homeroom teachers of grade IV and The sample consisted of 10 students, comprising 6 girls and 4 boys. The data for this study were collected using three techniques: observation, interviews, and documentation. The analysis involved data reduction, data display, and conclusion drawing. To ensure the validity of the data, triangulation methods were applied. The results of the study showed that the clarity of material delivery using image media makes learning more effective. Through image media, teaching methods become more interactive. The use of image media has a positive impact on increasing interest and motivation to learn. Teachers choose appropriate images to help students understand the material. The conclusion is that the use of image media can increase interest and motivation to learn in students, attract students' attention, and make students active in class. The use of image media has been implemented quite well and the results are quite good. Keywords: Use of Image Media. PPKn Learning Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penggunaan media gambar dalam pembelajaran PPKn di kelas IV SDN 13 Popai. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari guru atau wali kelas IV serta 10 siswa, yang terdiri dari 6 perempuan dan 4 laki-laki. Data dikumpulkan menggunakan tiga teknik, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data meliputi tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Validitas data diuji melalui teknik triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kejelasan Penerapan media gambar dalam pembelajaran mampu menunjang penyampaian materi secara lebih efektif. Melalui media gambar metode mengajar menjadi lebih interaktif. Penggunaan media gambar berdampak positif terhadap peningkatan minat dan motivasi Guru memilih gambar yang sesuai untuk membantu siswa memahami materi. Kesimpulan penggunaan media gambar mampu meningkatkan minat dan motivasi belajar pada siswa, menarik perhatian siswa, dan membuat siswa aktif di kelas. Penggunaan media gambar sudah diterapkan dengan cukup baik dan hasilnya cukup baik. Kata Kunci: Penggunaan Media Gambar. Pembelajaran PPKn Nevi,Aprima Tirsa dan Rindah Permatasari/ Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 65 - 73 PENDAHULUAN Menurut Azwar Septiani et al. , . Analisis merupakan suatu proses berpikir yang bertujuan untuk memecah suatu kesatuan menjadi bagian-bagian penyusunnya, agar setiap bagian dapat dikenali, dipahami hubungannya satu sama lain, serta diketahui peran dan fungsinya dalam keseluruhan yang utuh. Penggunaan media gambar dianggap sebagai salah satu cara yang paling sederhana dan sering digunakan, karena tidak memerlukan proyektor maupun layar dalam penggunaannya. Suparman et al. , . Media gambar merupakan sarana yang menyatukan fakta dan ide secara jelas dan efektif melalui perpaduan antara elemen visual dan verbal. Menurut Usman . media gambar merupakan gambar yang memiliki keterkaitan dengan materi pembelajaran dan berfungsi sebagai sarana penyampaian pesan dari guru kepada siswa. Khotimah et al. , . AuMedia gambar dapat diartikan sebagai kumpulan gambar yang berdiri sendiri namun saling berkaitan, yang masing-masing merepresentasikan bagian dari sebuah alur cerita secara berurutan. Ay Media visual seperti gambar dapat menunjang kelancaran, pemahaman, dan memperkuat ingatan. Gambar dapat pula menumbuhkan minat siswa dan dapat memberikan hubungan antara isi materi pembelajaran dengan dunia nyata agar menjadi efektif Nurmiati . Media pembelajaran berkontribusi secara signifikan dalam memperkaya pengalaman belajar, karena membantu pendidik menyampaikan materi kepada siswa dengan cara yang lebih bermakna. Media sendiri digunakan sebagai perantaraan agar penyampaian materi pembelajaran bisa berjalan dengan Nurfadillah et al. , . Media pembelajaran berfungsi sebagai alat bantu yang menghubungkan guru dan siswa dalam proses pemahaman materi, sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik dan efektif. Pendidikan Kewarganegaraan merupakan salah satu program pendidikan yang mempunyai ruang lingkup yang relatif luas dan mencakup sedikitnya tiga domain pada proses pembangunan karakter Lisnawati et al. , . Masalah yang diteliti pada dalam penelitian ini, dibahas AuBagaimanakah penggunaan media gambar dalam proses pembelajaran PPKn di Kelas IV SDN 13 PopaiAy?. Tujuan pada penelitian ini berdasarkan rumusan masalah tersebut adalah untuk menjelaskan bagaimana media digunakan gambar pada pembelajaran PPKn di Kelas IV SDN 13 Popai. METODE PENELITIAN Penelitian ini menerapkan metode kualitatif sebagai pendekatannya. yang bertujuan untuk mengumpulkan data guna mencapai maksud dan tujuan yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2022:. Nevi,Aprima Tirsa dan Rindah Permatasari/ Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 65 - 73 Metode penelitian kualitatif adalah pendekatan yang didasarkan pada paradigma postpositivis dan digunakan untuk mempelajari objek dalam keadaan alami. dalam lingkungan yang dibuat-buat melainkan lingkungan eksperimen. Dalam pendekatan ini, peneliti berperan sebagai instrumen utama. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik triangulasi, yaitu dengan mengombinasikan berbagai Analisis data dilakukan secara induktif atau kualitatif, dengan fokus pada pemahaman makna secara mendalam, bukan pada penyimpulan yang bersifat umum (Sugiyono, 2022:. Rusandi & Rusli, . mengungkapkan bahwa penelitian deskriptif kualitatif merupakan salah satu bentuk dari penelitian Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana media gambar digunakan dalam pembelajaran PPKn di kelas IV SDN 13 PopaiAy. Teknik pengumpulan data pada Penelitian ini memanfaatkan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Menurut Alhamid & Anufia, . Observasi sistematis merupakan jenis pengamatan yang dilakukan berdasarkan pedoman atau instrumen tertentu sebagai alat bantu dalam proses pengamatan. Sementara itu, observasi non sistematis merupakan pengamatan yang dilakukan secara bebas tanpa menggunakan panduan atau alat khusus. Menurut Susanty et al. , . Wawancara merupakan suatu bentuk komunikasi verbal antara dua orang, yaitu pewawancara dan narasumber, yang berlangsung dalam bentuk interaksi dua arah dengan tujuan memperoleh informasi terkait topik tertentu yang sedang dibahas. Menurut Saputra . Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data dan informasi yang berbentuk buku, arsip, dokumen, tulisan, angka, atau gambar, yang berisi laporan maupun keterangan yang dapat memperkuat dan mendukung proses pelaksanaan penelitian. Menurut Sugiyono . Teknik analisis data merupakan suatu proses menyusun dan mengelola data secara terstruktur yang diperoleh melalui wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Proses ini dilakukan dengan mengelompokkan data ke dalam kategori, unit, membuat sintesis, menyusun pola, serta menentukan informasi yang relevan dan layak dikaji, hingga akhirnya menarik kesimpulan agar data tersebut dapat dipahami dengan mudah baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Pada penelitian ini teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan untuk membuktikan apakah Penelitian ini dilakukan dengan cermat sekaligus untuk memastikan keabsahan data yang diperoleh (Sugiyono, 2022:. Triangulasi dalam menguji kredibilitas data merupakan proses verifikasi data dengan memanfaatkan beragam sumber, metode. Nevi,Aprima Tirsa dan Rindah Permatasari/ Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 65 - 73 dan waktu yang berbeda. Pendekatan ini menghasilkan tiga bentuk triangulasi, yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu HASIL DAN PEMBAHASAN Kejelasan penyampaian materi menggunakan media gambar. Berdasarkan pengamatan observasi yang diperoleh peneliti temukan, kejelasan penyampaian materi di kelas adalah fondasi bagi proses pembelajaran yang efektif. Guru yang mampu menyajikan materi dengan jelas akan mengurangi kebingungan pada siswa, meningkatkan partisipasi siswa, dan pada akhirnya membantu siswa mencapai hasil belajar yang lebih baik. Kejelasan dalam penyampaian materi sangat penting dalam komunikasi yang efektif. Tanpa kejelasan, siswa mungkin kesulitan memahami pesan yang ingin disampaikan, bahkan bisa menimbulkan kesalahpahaman. Dilihat dari sisi siswa, mereka sangat senang jika dalam pembelajaran guru menggunakan media gambar karena menurut mereka pembelajaran menjadi lebih Peneliti menemukan bahwa pada indikator kejelasan penyampaian materi menggunakan media gambar, membuat siswa-siswi senang dalam proses pembelajaran, pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, lebih efektif dan tidak membosankan bagi mereka, guru juga memilih gambar yang relavan dan sesuai dengan meteri yang diajarkan supaya siswa-siswi mampu menerima informasi dengan jelas. Metode mengajar yang interaktif. Berdasarkan hasil observasi. Metode mengajar interaktif adalah sebuah pendekatan pengajaran yang menitikberatkan pada keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar. Peneliti mengamati tentang metode mengajar interaktif yang digunakan dalam Tanti Widiyasari pada saat pembelajaran. Dilihat dari sisi siswa, mereka kelihatan aktif bertanya maupun menjawab pertanyaan ketika guru memberikan kesempatan untuk bertanya dan menjawab soal. Hasil wawancara pada indikator metode mengajar yang interaktif, membuktikan bahwa siswa-siswi tersebut sudah mulai berani untuk bertanya maupun menjawab soal ketika proses pembelajaran berlangsung. Dengan begitu, dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan media gambar membuat metode pembelajaran menjadi lebih interaktif. Meningkatkan minat dan motivasi belajar melalui media gambar Dari hasil pengamatan observasi yang dilakukan oleh peneliti, ditemukan meningkatkan minat dan motivasi belajar adalah upaya untuk menumbuhkan dan memperkuat keinginan, ketertarikan, serta semangat seseorang dalam proses belajar. Minat belajar dapat diartikan sebagai perasaan senang, ketertarikan, dan perhatian individu terhadap suatu aktivitas belajar tanpa adanya Nevi,Aprima Tirsa dan Rindah Permatasari/ Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 65 - 73 Motivasi belajar adalah kekuatan pendorong dari dalam diri individu atau dari luar yang memberikan semangat, arah, dan kegigihan perilaku dalam belajar. Dilihat dari sisi siswa, ketertarikan dan semangat dalam proses belajar pada siswa sudah mulai meningkat, apabila mereka fokus mendengarkan guru menjelaskan peserta didik akan lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Hasil wawancara pada indikator meningkatkan minat dan motivasi belajar melalui media gambar, membuktikan bahwa ketika siswa-siswi memiliki minat dan motivasi untuk belajar dan fokus mendengarkan saat guru menjelaskan mereka akan memahami materi dengan lebih lancar dan efektif. Guru juga menggunakan gambargambar yang berkaitan dengan materi yang diajarkan, gambar tersebut memiliki warna dan desain yang efektif dalam meningkatkan ketertarikan dan dorongan belajar siswa. Penggunaan media gambar bisa menjadi alat yang sangat efektif yang bisa menarik perhatian, dan mempermudah pemahaman siswa. Kemampuan gambar untuk menarik perhatian siswa Berdasarkan hasil pengamatan yang sudah dilakukan, peneliti mendapatkan bahwa kemampuan gambar untuk menarik perhatian siswa sangat penting dalam pembelajaran karena dapat meningkatkan keterlibatan, pemahaman, dan daya ingat siswa, menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif dan Dari hasil pengamatan observasi yang dilakukan oleh peneliti, tampak bahwa Ibu Tanti Widiyasari memanfaatkan media gambar guna memikat perhatian siswa. Dilihat dari sisi siswa, pada kemampuan gambar untuk menarik perhatian siswa, mereka tidak menemukan kesulitan saat guru menggunakan media Hasil wawancara pada indikator kemampuan gambar untuk menarik perhatian siswa, membuktikan bahwa semua siswa mengakatan, mereka tidak menemukan kesulitan ketika guru menggunakan media gambar saat pembelajaran. Guru sudah Memilih gambar yang sesuai untuk membantu siswa memahami materi dengan mempertimbangkan beberapa hal penting agar gambar tersebut benar-benar efektif dalam mendukung proses pembelajaran. Pembahasan Kejelasan penyampaian materi menggunakan media gambar Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti di kelas IV SD Negeri 13 Popai, terlihat bahwa guru menggunakan media gambar selama proses belajar mengajar pada pembelajaran PPKn. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung guru secara aktif menggunakan gambar yang relavan untuk mendukung penyampaian materi, gambar yang digunakan memiliki kualitas baik, berwarna dan sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik. Dari hasil wawancara dengan guru dan siswa, diketahui bahwa semua siswa sangat antusias ketika guru menggunakan media gambar dalam proses Nevi,Aprima Tirsa dan Rindah Permatasari/ Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 65 - 73 Guru memilih gambar yang relavan dan sederhana untuk membantu dalam penyampaian materi, dan menghubungkan gambar dengan penjelasan lisan. Peneliti melihat guru menyampaikan materi dengan memanfaatkan media gambar. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sirait & Sukendro . menunjukkan bahwa dengan adanya penggunaan media pada pembelajaran, ini akan lebih efektif dan dapat meningkatkan minat belajar siswa pada proses Berdasarkan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara guru dan siswa, serta dokumentasi, maka dapat disimpulkan bahwa kejelasan penyampaian materi menggunakan media gambar sangat penting diterapkan karena dengan bantuan media gambar siswa-siswi mampu memahami materi yang disampaikan oleh guru. Penelitian ini dapat diperkuat melalui lampiran modul yang peneliti lampirkan, terbukti bahwa guru memilih gambar-gambar yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Metode mengajar yang interaktif Pada indikator ini. Berdasarkan observasi dan wawancara guru, dapat dibuktikan bahwa cara mengajar yang diterapkan oleh guru gunakan menjadi lebih interaktif, karena pengajaran yang menitikberatkan keterlibatan aktif siswa dalam proses Berdasarkan hasil wawancara siswa terlihat bahwa mereka mempunyai kemampuan dalam bertanya maupun menjawab pertanyaan ketika pembelajaran Guru mengajak siswa mengamati dan mendeskripsikan gambar, kemudian menampilkan gambar lalu menanyakan kepada siswa apa yang mereka lihat dari gambar tersebut, tujuannya adalah untuk melatih kemampuan berpikir kritis pada siswa. Metode yang digunakan adalah metode pembelajaran berbasis gambar. Maksud dari menggunakan metode pembelajaran berbasis gambar untuk meningkatkan keterlibatan siswa adalah strategi, dimana guru secara aktif memanfaatkan media visual . eperti fot. sebagai alat utama dalam proses belajar Metode mengajar interaktif mampu mendorong siswa untuk bertanya, dan Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang dinamis, menarik, dan berpusat pada siswa, sehingga mereka tidak hanya menerima informasi, tetapi juga Keterlibatan siswa bukan hanya tentang partisipasi aktif, tetapi juga tentang bagaimana siswa merasa terhubung, termotivasi, dan memiliki peran dalam proses belajar mereka. Meningkatkan minat dan motivasi belajar melalui media gambar Siswa di SD Negeri 13 Popai, mampu memahami materi yang disampaikan melalui penggunaan media gambar. Penggunaan media gambar adalah strategi pengajaran yang efektif untuk membuat pembelajaran lebih jelas, menarik, dan Nevi,Aprima Tirsa dan Rindah Permatasari/ Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 65 - 73 mudah diingat. Berdasarkan pernyataan Ibu Tanti Widiyasari dan siswa-siswi kelas IV SD Negeri 13 Popai, beliau mengatakan bahwa penggunaan media gambar adalah salah satu cara paling efektif untuk membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan mudah dipahami bagi siswa. Media gambar berperan penting dalam hal ini karena mampu menarik perhatian siswa, gambar lebih menarik daripada teks semata. Otak manusia memproses informasi visual jauh lebih cepat dan efisien daripada teks, sehingga gambar dapat langsung menangkap perhatian. Memotivasi siswa yang kurang bersemangat dalam belajar melalui penggunaan media gambar adalah tantangan umum bagi guru. Untuk memotivasi siswa yang kurang bersemangat belajar, penggunaan media gambar bisa menjadi alat yang sangat efektif. Berdasarkan data observasi, wawancara guru dan siswa, serta dokumentasi, maka dapat diambil kesimpulan bahwa meningkatkan minat dan motivasi belajar melalui media gambar sangat penting diterapkan karena meningkatkan minat dan motivasi belajar adalah upaya untuk menumbuhkan dan memperkuat keinginan, ketertarikan serta semangat seseorang dalam proses belajar. Kemampuan gambar untuk menarik perhatian siswa. Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa-siswi kelas IV SD Negeri 13 Popai, penggunaan media gambar dalam pembelajaran tidak menimbulkan kesulitan bagi mereka, karena sifatnya yang sederhana, mudah dimengerti, dan menarik. Media ini membantu memperlancar proses belajar mengajar, baik bagi guru maupun siswa. Media gambar mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran terutama dalam menarik perhatian siswa. Guru memilih gambar yang sederhana karena beliau tahu kemampuan siswanya, guru juga mencari gambar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Gambar yang ditampilkan oleh guru pada saat pembelajaran, memiliki warna dan desain yang menarik, sehingga membuat siswa lebih fokus dan tertarik melihatnya, serta membangkitkan rasa ingin tahu. Media gambar sudah diterapkan satu tahun yang lalu oleh Ibu Tanti Widiyasari. Dengan penggunaan media gambar ini. Ibu Tanti mengamati bahwa siswa menjadi lebih fokus ketika guru menjelaskan materi. Gambar membuat siswa fokus karena, mampu menarik perhatian otak secara alami, mengurangi kebosanan, dan menjadikan pelajaran lebih menarik dan interaktif. Hasil observasi, wawancara guru, wawancara siswa dan dokumentasi dapat disimpulkan bahwa kemampuan gambar untuk menarik perhatian siswa sangat penting diterapkan agar siswa lebih fokus dan tertarik untuk melihatnya. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan melalui pengumpulan data dari observasi, wawancara, serta dokumentasi yang dilakukan oleh peneliti mengenai penggunaan media gambar pada pembelajaran PPKn kelas Nevi,Aprima Tirsa dan Rindah Permatasari/ Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 65 - 73 IV di SDN 13 Popai telah berhasil dalam membuat pembelajaran menjadi lebih efektif bagi siswa maupun guru. Penggunaan media gambar mampu meningkatkan minat dan motivasi belajar pada siswa, menarik perhatian siswa, dan membuat siswa aktif di kelas, serta kejelasan dalam penyampaian materi dapat mereka terima dengan jelas. Penggunaan media gambar sudah diterapkan dengan cukup baik dan hasilnya juga cukup baik. Kejelasan dalam penyampaian materi dapat didukung melalui pemanfaatan media gambar. Dengan menggunakan media gambar, metode mengajar menjadi lebih interaktif. Penggunaan media gambar membawa dampak positif terhadap peningkatan minat dan motivasi belajar siswa. Media gambar mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran terutama dalam menarik perhatian siswa. Semua siswa sangat senang jika dalam pembelajaran guru menggunakan media gambar, mereka juga aktif bertanya ketika diberikan kesempatan untuk bertanya, dan mereka memahami materi yang disampaikan serta tidak ada kesulitan yang mereka temui ketika guru menggunakan media gambar. REFERENSI