WIDHARMA JURNAL ABDIMAS WIDYA DHARMA E ISSN 2962-3758 Volume 03 No. 02 Agustus 2024 PRAKTIK ECO-GREEN PROJECT MAHASISWA PROGRAM IISMA UGM DAN MAHASISWA UNWIDHA PEDULI TERHADAP LINGKUNGAN Annisa Fajrina Rachim1. Sukasih Ratna Widayanti2. Gunawan Budi Santoso3. Hersulastuti4. Titik Purwanti5. Sigit Adhi Pratomo6. Setiyadi7. Hartanto8. Tasari9 Fakultas Psikologi. Universitas Gadjah Mada Yogyakarta annisafrachim @gmail. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Widya Dharma Klaten ratna@unwidha. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Widya Dharma Klaten gunawan@unwidha. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Widya Dharma Klaten hersulastuti@gmail. Fakultas Ekonomi dan Psikologi. Universitas Widya Dharma Klaten titik@unwidha. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Widya Dharma Klaten ipsigit@gmail. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Widya Dharma Klaten dbputut@gmail. Fakultas Ekonomi dan Psikologi. Universitas Widya Dharma Klaten hartanto@unwidha. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Widya Dharma Klaten tasari_lutfi@yahoo. Article Info ARTICLE HISTORY Received: 19/04/2024 Reviewed: 06/07/2024 Revised: 12/08/2024 Accepted: 12/08/2024 DOI: 54840/widharma. Abstract This community service program is a series of activities that involves students and the academic community within the Faculty of Psychology. Gadjah Mada University, and some faculties in Widya Dharma Klaten University through an eco-green program for environmental care. The methods for implementing activities include as follows: . collecting data profiles on students and the academic community within Gadjah Mada University and Widya Dharma Klaten University and . empowering students through eco-green training on student empathy for the environment. The results of the activity obtained positive results where there was a change in student behavior before and after the activity. Developing a leadership spirit and cultivating students' sense of empathy for the environment through eco-green programs is not enough to be done in a short time, but requires a long and continuous period. Future activities need to continue to be carried out through several improvements in implementation methods. Keywords: eco-green, students, academic community, environmental PENDAHULUAN Masalah anomali iklim, pemanasan suhu bumi, mencairnya es di area kutub utara maupun kutub selatan, banjir, angin tornado, angin puting beliung, tanah longsor, erosi, meluapnya permukaan air laut, kebakaran hutan, dan kerusakan hutan akibat penebangan dan polusi lingkungan saat ini menjadi isu krusial bagi umat manusia. Kesemuanya disebabkan oleh menipisnya kesadaran eco-green Annisa Fajrina Rachim. Sukasih Ratna Widayanti, et. al /WIDHARMA Vol 03 No 02 Tahun 2024 penduduk terhadap bumi, air, tanaman, dan udara. Anugerah kekayaan alam bumi seisinya ini sebenarnya memiliki pemahaman bukan merupakan warisan dari nenek moyang terhadap kita, tetapi merupakan hutang dimana kelestariannya harus tetap dijaga serta merupakan tanggung jawab bagi anak cucu di masa mendatang (Harinawati et. al, 2. Setiap warga negara harus memiliki mimpi sama untuk meletakkan kepedulian terhadap persoalan lingkungan. Setiap individu dapat melihat sampah bukan untuk dibuang melainkan untuk Saat sampah terus menumpuk di bumi, kehidupan manusia di masa mendatang dibayangi kerapuhan. Banyak masyarakat menanyakan adanya konsep pertobatan ekologis. Ini merupakan suatu konsep sederhana. Budaya konsumtif di masyarakat harus diperangi sebab budaya ini terbukti berdampak merusak lingkungan (Binawan, 2. Dibutuhkan anak muda yang inovatif dan aktif dalam kegiatan eco-green project. Mereka bisa menjadi gerakan untuk memotong rantai kemiskinan, masalah sosial, dan ketimpangan pendapatan Virus untuk melahirkan sebanyak mungkin socio-entrepeneur pelaku eco-green harus semakin ditingkatkan, anak muda ini mitra sejati negara dan masyarakat untuk mengatasi berbagai problem lingkungan bangsa Indonesia pada saat ini semakin kompleks pasca bencana pandemi. Era perguruan tinggi di Indonesia di masa mendatang yang memiliki daya saing secara global saat ini merupakan kebutuhan mendesak. Perguruan Tinggi harus melakukan perbaikan serius terhadap seluruh elemen pembelajaran. Supaya pembelajaran yang diselenggarakan di perguruan tinggi memiliki kelas unggul dengan menghasilkan lulusan mandiri dan mampu berinovasi, perlu bagi dosen menyajikan pembelajaran relevan dengan tantangan kontemporer di masa sekarang. Pembelajaran yang dilakukan oleh dosen terhadap pembelajar harus bersifat in-context bukan outcontext (Nicholls, 2. Kampanye lingkungan memiliki masa depan ketika generasi muda mulai terlibat. Pada masa sekarang banyak anak muda menyuarakan berbagai isu lingkungan sehingga menjadi optimisme kesuksesan ekonomi bagi bangsa Indonesia di masa mendatang. Dalang cilik Madjid Panjalu memainkan lakon kontemporer dengan isu lingkungan menjadi harapan untuk perubahan kebijakan sampah di Indonesia. Remaja Aeshina Azzahra Aqilani menginisiasi berdirinya lembaga swadaya River Warrior, wadah bagi anak muda di Jawa Timur melakukan aksi pro-lingkungan. Era digital pada saat ini menguntungkan anak muda dan remaja untuk mampu tampil dan lantang bersuara menyuarakan isu lingkungan (Tempo, 2. Anak muda pada masa sekarang tidak hanya cakap menampilkan ekspresi tetapi mereka juga pintar menargetkan perubahan kebijakan melalui aksi Konsep socio-entrepreneurship dan commercial-entrepreneurship memiliki perbedaan. Perlu suatu pendekatan baru dalam menginisiasi model pembelajaran kewirausahaan sosial. Menumbuhkan keyakinan bagi anak muda sukses menjadi seorang wirausaha sosial berbasis nilai-nilai kearifan lokal dapat dipakai sebagai teori mini untuk membentuk model pembelajaran wirausaha sosial. Kegiatan eco-green ini bagi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan Universitas Widya Dharma Klaten sebagai bentuk aktivitas organisasi yang mengandung nilai strategis dalam melakukan regenerasi kepemimpinan dan mengawal keutuhan visi misi serta perjuangan organisasi peduli terhadap permasalahan lingkungan. Kegiatan ini merupakan sebuah momentum yang tepat bagi organisasi mahasiswa (ORMAWA) di lingkungan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan berbagai fakultas di lingkungan Universitas Widya Dharma Klaten untuk mengaktualisasikan fungsi dan peran kader guna merealisasi maksud dan tujuan organisasi. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kepedulian mahasiswa peduli lingkungan secara optimal. Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan Universitas Widya Dharma Klaten sebagai lembaga pendidikan tinggi diharapkan mampu melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi terutama Dharma ketiga yaitu pengabdian kepada masyarakat. Kepedulian terhadap lingkungan dilakukan oleh Fakultas Psikologi. Universitas Gadjah Mada Yogyakarta melalui program eco-green dengan mengirim mahasiswi dalam Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) untuk membersihkan Pantai Takapuna di Auckland. Selandia Baru. Universitas Widya Dharma Klaten khususnya tim dosen dan mahasiswa berkiprah di masyarakat melalui pelatihan mahasiswa pada momentum Hari Bumi. Kegiatan ini bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Annisa Fajrina Rachim. Sukasih Ratna Widayanti, et. al /WIDHARMA Vol 03 No 02 Tahun 2024 Klaten dilaksanakan di TPA Desa Troketon. Kecamatan Pedan. Kabupaten Klaten. Kegiatan menumbuhkan rasa empati terhadap lingkungan melalui bakti sosial menanam tanaman keras hijau di lingkungan TPA Desa Troketon. Kecamatan Pedan. Kabupaten Klaten dan kampus Universitas Widya Dharma Klaten. Terselenggaranya dua kegiatan eco-green ini merupakan bentuk kepedulian dan kerja sama yang baik antar individu dan organisasi pemerintah serta antara individu dengan lingkungan hidup dan masyarakat. Adapun identifikasi masalah pada kegiatan ini yaitu: . mahasiswa Fakultas Psikologi Univesitas Gadjah Mada Yogyakarta dan mahasiswa dari beberapa fakultas di Universitas Widya Dharma Klaten masih perlu diberikan pelatihan wirausaha sosial rasa empati peduli terhadap lingkungan, dan . kegiatan bakti sosial tema peduli lingkungan selama ini melalui program IISMA di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan Universitas Widya Dharma Klaten masih belum optimal. Dokumentasi kegiatan tertuang pada gambar 1 dan 2 berikut ini. Gambar 1. Praktek Eco-Green Project Mahasiswa Program IISMA UGM Gambar 2. Praktek Eco-Green Project Mahasiswa Unwidha Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka disusun rumusan masalah sebagai berikut: AuBagaimana meningkatkan kemampuan empati mahasiswa agar peduli lingkungan melalui upaya mengoptimalkan kegiatan eco-green mahasiswa UGM melalui program IISMA dan sivitas akademik Unwidha?Ay Annisa Fajrina Rachim. Sukasih Ratna Widayanti, et. al /WIDHARMA Vol 03 No 02 Tahun 2024 METODE PELAKSANAAN Metode pelaksanaan kegiatan meliputi: . Pengumpulan data profil mahasiswa dan sivitas akademik di lingkungan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan Universitas Widya Dharma Klaten, dan . Program pemberdayaan mahasiswa melalui pelatihan empati terhadap lingkungan melalui program eco-green. Model pelaksanaan kegiatan meliputi (Harjito dan Golda, 2. Model pengembangan kemampuan kepemimpinan mahasiswa dan sivitas akademik Model ini digunakan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan mahasiswa terhadap lingkungan masyarakat melalui program eco-green. Program ini dilaksanakan melalui kegiatan pelatihan klasikal, studi kasus kegiatan volunteer eco-green dan pendampingan. Pelaku dosen sebagai pelatih merupakan pengabdi di lingkungan Universitas Widya Dharma Klaten sebagai pelatih motivasi, inovasi, fasilitator kepemimpinan, dan komunikator bagi pembelajar di wilayah Kabupaten Klaten dan Provinsi Jawa Tengah. Model transfer pengetahuan empati mahasiswa dan sivitas akademik peduli lingkungan Model transfer pengetahuan empati berupa pemaparan pengetahuan, pengembangan kapasitas diri, dan praktik langsung untuk menumbuhkan empati melalui kegiatan bakti sosial eco-green peduli lingkungan (Stella et. , 2. Target dan Luaran Adanya perbaikan motivasi diri dan peningkatan kemampuan kepemimpinan mahasiswa berkiprah di masyarakat. Meningkatnya partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan sosial kemasyarakatan peduli lingkungan melalui program eco-green. Meningkatnya kemampuan empati mahasiswa terhadap lingkungan. HASIL DAN PEMBAHASAN Beberapa kegiatan eco-green project telah dilakukan melalui aktivitas berikut ini. Sosialisasi model kepemimpinan melalui praktik nyata case study dan role playing kepemimpinan mahasiswa peduli lingkungan. Mahasiswa sangat antusias melakukan diskusi kasus, praktik nyata role playing tentang model kepemimpinan dan peduli lingkungan. Praktik nyata menumbuhkan empati melalui kegiatan bakti sosial eco-green dengan pembersihan sampah di Pantai Takapuna. Auckland. Selandia Baru dan penanaman bibit tanaman penghijauan di TPA Desa Troketon. Kecamatan Pedan. Kabupaten Klaten. Sejumlah mahasiswa dilatih untuk membangun konsep pengelolaan kampung ramah lingkungan dengan pelatihan membuat biopori dan mengembangkan hidroponik. Terdapat adanya kolaborasi menggandeng anak muda melalui program eco-green berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini dikemas dengan berbagai cara seperti pelatihan membuat kompos, biopori, dan kerajinan tangan dari bahan Kegiatan ini sifatnya sekunder. Kegiatan ini sesuai dengan kegiatan seorang pastor yang sangat peduli sampah hingga dijuluki pengabdian romo AosampahAo (Binawan, 2019. Harinawati, 2. Hasil akhir diharapkan bukan hasil ekonomis saja melainkan terjadi perubahan pola pikir, sikap, dan perubahan perilaku mahasiswa dan masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan. Kesemuanya diharapkan sebagai perwujudan bagian dari konsep pertobatan ekologis manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa. Eco-green project merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ilmu kewirausahaan sosial. Kewirausahaan sosial menyadarkan pengambil kebijakan untuk mengubah arah berpikir tidak semata menyelesaikan persoalan dari dimensi ekonomi, tetapi bisa menyelesaikan berbagai permasalahan institusi, organisasi, dan praktik dari dimensi sosial. Kewirausahaan sosial menunjukkan besarnya potensi aktivitas ekonomi sosial sebagai mesin pendorong tumbuhnya ekonomi dalam pemerataan Ekonomi sosial adalah aktivitas ekonomi yang didorong oleh pemberdayaan kekuatan masyarakat secara mandiri. Beberapa ciri individu yang memiliki jiwa eco-green sekaligus social entrepeneurship (Pieri, and Teasdale. , 2. meneliti antara lain mau berkorban dan segera bertindak saat melihat Annisa Fajrina Rachim. Sukasih Ratna Widayanti, et. al /WIDHARMA Vol 03 No 02 Tahun 2024 permasalahan lingkungan, berkontribusi langsung dalam memberikan solusi masalah ekonomi, sosial, dan lingkungan serta memiliki sifat praktis dan inovatif untuk mengatasi berbagai persoalan lingkungan dan sosial. Seseorang yang memiliki semangat kewirausahaan sosial mampu menerobos batas ideologi serta tidak mau terbelenggu oleh struktur yang mapan. Individu ini memiliki naluri untuk terus melakukan perubahan. Nilai-nilai kearifan lokal juga merupakan bagian kegiatan eco-green berupa aktualisasi nilainilai kesucian dari Tuhan Yang Maha Esa dan berbagai nilai-nilai yang ada. Kearifan lokal dapat membentuk keunggulan budaya masyarakat lokal maupun berbagai kondisi geografi, budaya, dan psikografi dalam arti lebih luas (Meilono, 2. Kearifan lokal peduli lingkungan berbasis konsep eco-green merupakan produk budaya masa lampau yang terus menerus menjadi landasan hidup karena nilai yang dimiliki dianggap merupakan nilai-nilai universal. KESIMPULAN Kegiatan pemberdayaan masyarakat mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan sivitas akademik di Universitas Widya Dharma Klaten mendapat respons positif dari mahasiswa dan masyarakat. Terjadi penguatan jejaring berupa meningkatnya beragam kegiatan berbasis peningkatan kemampuan kepemimpinan mahasiswa peduli terhadap lingkungan. Semakin menguatnya mutu kegiatan bermuara pada meningkatnya aktivitas promosi terkait branding positif program IISMA Universitas Gadjah Mada dan peduli lingkungan sivitas akademik Universitas Widya Dharma Klaten sehingga menghasilkan output dan outcome terciptanya jiwa kepemimpinan dan empati pada diri mahasiswa peduli terhadap lingkungan. Pengembangan jiwa kepemimpinan dan penumbuhan rasa empati peduli mahasiswa pada lingkungan melalui program eco-green tidak cukup dilakukan dalam waktu singkat, melainkan membutuhkan waktu panjang dan berkesinambungan. Oleh sebab itu, untuk menjamin keberlanjutan program maka harus dilakukan pendampingan bagi mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan sivitas akademik di Universitas Widya Dharma Klaten secara berkelanjutan dan dilakukan secara teratur di masa mendatang. DAFTAR PUSTAKA