ISSN: 2850-7994 Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Volume 4, nomor 1. Juli 2020, hal 1-16 PERMINTAAN AYAM BROILER OLEH RUMAH TANGGA STUDI KASUS PASAR JEPANG TELUKDALAM Jhon Firman Fau. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi rumah tangga (X. dan pendapatan rumah tangga (X. terhadap permintaan ayam potong (Y) di pasar Jepang Telukdalam. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Data dalam penelitian ini yaitu data sekunder dan data primer. Data sekuner berupa jumlah penduduk dan pendapatan per kapita yang bersumber dari Badan Pusat Statistik kabupaten Nias Selatan dan data primer diperoleh dari responden melalui penyebaran kuesioner. Jumlah responden dalam penelitian ini berjumlah 60 orang dengan bervariasi pendapatan dan merupakan pelanggan tetap dari penjual ayam potong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel bebas bahwa variabel signifikan terhadap variabel terikat. Konsumsi rumah tangga (X. dan pendapatan rumah tangga (X. terhadap variabel permintaan ayam potong (Y) di Pasar Jepang Telukdalam. Berdasarkan hasil penelitian, maka kebijakan yang direkomendasikan yaitu Pemerintah ikut campur dalam penyediaan ayam potong karena pola konsumsi masyarakat secara bertahap cenderung mengonsumsi daging ayam, dengan tersedia ayam potong maka mengimbangi jumla permintaan di pasar sehingga selalu terjadi keseimbangan. Kata Kunci : Permintaan ayam Potong, pendapatan rumah tangga dan konsumsi rumah tangga serta kebijakan pemerintah PENDAHULUAN Kebutuhan akan gizi dan protein bermutu merupakan hal dasar paling esensial bagi manusia dalam mempertahankan dan meningkatkan taraf hidup. Gizi dan protein yang bermutu akan diperoleh dari berbagai jenis makanan termasuk daging ayam. Peningkatan konsumsi masyarakat juga perlahan mengalami perubahan kearah konsumsi protein hewani termasuk produk peternakan unggas. Daging ayam broiler lebih disukai oleh berbagai kalangan masyarakat karena memiliki berbagai keistimewaan jika dibandingkan dengan sumber pangan asal hewani lainnya sehingga dijadikan sebagai salah satu pilihan untuk memperoleh sumber Dosen Tetap Program Studi Manajemen STIE Nias Selatan . hontelda@gmail. Peningkatan permintaan masyarakat terhadap daging ayam dipengaruhi dengan tingkat kesadaran perbaikan taraf hidup dan perubahan jumlah penduduk kabupaten Nias selatan pada umumnya dan kecamatan Telukdalam pada khususnya, sehingga tingkat daya beli masyarakat mengalami kenaikan. Jumlah permintaan daging ayam broiler tidak hanya dipengaruhi oleh harga daging ayam broiler itu sendiri, tetapi dipengaruhi oleh harga barang barang lain seperti harga telur ayam, ikan lele, ikan, minyak goreng, jumlah penduduk, tingkat pendapatan konsumen yang mencerminkan daya beli secara bersama-sama mempengaruhi perilaku Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nias Selatan jumlah penduduk kecamatan Telukdalam serta pendapatan perkapita seperti pada Tabel Tahun Tabel 1 Jumlah Penduduk dan pendapatan Per kapita Kecamatan Telukdalam Jumlah Penduduk Kec Pendapatan Per Telukdalam . /per tahun Kapita Sumber : BPS Kab. Nias Selatan Berdasarkan data pada tabel 1 selama tiga tahun dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2019 jumlah penduduk kecamatan Telukdalam mengalami peningkatan atau penambahan jumlah penduduk sedangkan pendapatan perkapita selama tiga tahun dari tahun 2017 sampai tahun 2019 juga mengalami peningkatan pendapatan. Semakin meningkatnya pendapatan masyarakat menyebabkan permintaan akan produkproduk yang bermutu tinggi semakin meningkat. Seiring dengan meningkatnya penghasilan masyarakat menyebabkan peningkatan pembelian terhadap suatu barang atau produk yang lebih Menurut Mankiw et all . 4 : . jumlah permintaan . uantity demande. untuk setiap produk adalah jumlah barang yang ingin dibeli oleh pembeli dan ia mampu untuk membelinya. Berdasarakan urain masalah diatas maka peneliti mencoba menganalisis permintaan daging ayam broiler di Pasar Jepang kelurahan Pasar Telukdalam. TINJAUAN LITERATUR Permintaan Permintaan adalah barang dan jasa yang siap dibeli oleh konsumen . umah tangg. dengan harga murah dan asumsi cateris paribus. Semakin tinggi harga barang dan jasa maka semakin rendah pula tingkat atau daya beli konsumen . dengan asumsi cateris paribus akan tetapi jika harga barang dan jasa semakin rendah maka semakin tinggi pula daya beli masyarakat atau konsumen dengan asumsi cateris paribus. Permintaan dan penawaran adalah kekuatan yang bekerja di pasar, tetapi tidak terlihat oleh mata kita. Namun, kekuatan yang tidak tampak ini lah yang menentukan harga dan jumlah barang di pasar. Menurut Mankiw . 4 : . hukum permintaan . aw of deman. jika hal Ae hal lain tetap ketika harga suatu barang naik jumlah permintaan untuk barang tersebut akan turun. Sebaliknya, ketika harga harga turun, jumlah permintaan akan naik. Variabel Ae variabel yang Mempengaruhi Pembeli Perubahan permintaan suatu barang terjadi disebabkan oleh perubahan beberapa faktor, apakah sebagai faktor utama . arga barang itu sendir. , maupun faktor lainnya sebagai pendukung. Dengan fungsi sebagai berikut : Qd = f (Px. Yd. Pxy. Eks. T) Dimana : : Harga barang itu sendiri. : Pendapatan konsumen yang siap untuk dibelanjakan : Harga barang . yang dapat mensubtitusikan barang . Eks : Expected . arapan konsume. : Jumlah konsumsi : Taste . elera konsume. Konsumsi Menurut Mankiw . konsumsi terdiri dari barang dan jasa yang dibeli rumah Konsumsi dibagi menjadi tiga subkelompok : barang tidak tahan lama, barang tahan lama dan jasa. Barang tidak tahan lama ialah barang- barang yang habis dipakai dalam jangka pendek dan barang tahan lama yaitu barang Ae barang yang memiliki usia panjang sedangkan jasa meliputi pekerjaan yang dilakukan untuk konsumen oleh individu dan perusahaan. Selanjutnya Menurut sukirno . pendapatan perkapita mencerminkan yang dimiliki oleh tiap masyarakat per individu sehingga menjelaskan daya beli untuk konsumsi. Semakin tinngi pendapatan individu suatu negara maka mencerminkan bahwa tingkat kesejahteran penduduknya semakin bagus dan tingkat daya beli atau konsumsi juga semakin tinggi. Pendapatan Menurut sukirno . pendapatan perkapita mencerminkan yang dimiliki oleh tiap masyarakat per individu sehingga menjelaskan daya beli untuk konsumsi. Semakin tinngi pendapatan individu suatu negara maka mencerminkan bahwa tingkat kesejahteran penduduknya semakin bagus dan tingkat daya beli atau konsumsi juga semakin tinggi. Untuk memudahkan mengingat hubungan di antara . pendapatan disposebel (Y. dan pendapatan pribadi (Y. , dan . pendapatan disposebel (Y. dengan konsumsi dan tabungan, dibawah ini dinyatakan formula . dari hubungan tersebut (Sukirno, 2015 :. = Yp Ae T =C I Penelitian Terdahulu Beberapa penelitian terdahulu telah mampu memberi jawaban dan gambaran atas faktor Ae faktor yang mempengaruhi permintaan terhadap beberapa kebutuhan rumah tangga di berbagai daerah. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Adi et al . yang menganilis tentang permintaan rumah tangga terhadap daging ayam broiler di Kabupaten Mempawah . Penelitian ini menyimpulkan bahwa permintaan rumah tangga terhadap daging ayam broiler dipengaruhi oleh harga daging ayam broiler, pendapatan rumah tangga dan jumlah anggota rumah tangga. Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Rahayu, et al . yang menganalisis Faktor Ae Faktor yang Berpengaruh Terhadap Keputusan Pemilihan Daging Ayam Broiler Sebagai Konsumsi Rumah Tangga di Surakarta. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengaruh pendapatan, pola makan dan pengetahuan terhadap gizi berpengaruh terhadap permintaan sedangan kekayaan keluarga tidak memberikan pengaruh terhadap keputusan pembelian. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian ini, maka penelitian ini di golongkan penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk melihat adanya hubungan antar variabel bebas terhadap varibael terikat. Jenis dan Sumber Data Penelitian ini dilakukan di Pasar Jepang Kelurahan Pasar Telukdalam Kecamatan Telukdalam Kabupaten Nias Selatan, sumber data yaitu data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statitik (BPS) Kabupaten Nias Selatan yaitu Produk Domestik Bruto Regional (PDRB) dan jumlah penduduk sedangkan data Primer yaitu data yang di peroleh langsung dari Responden yang berjumlah 60 orang dengan variasi pendapatan. Teknik pengumpulan data yaitu memberikan kuesioner kepada responden (Sugiyono, 2014: . Teknik analisis Data Uji Reliabilitas Pengujian reliabilitas instrumen dapat dilakukan secara eksternal dan internal. Tujuan pengujian reliabilitas untuk melihat tingkat AukebaikanAy setiap item Ae item pada instrumen sehingga pengukuran yang dilakukan bebas dari kesalahan atau tanpa bias dan konsisten dari waktu ke waktu (Latan, 2014 :. pengujian reliabilitas dengan konsistensi internal . nternal consistenc. , digunakan koefisien Cronbach Alpha yang direkomendasikan harus > 60 dengan menggunakan rumus Spearman Brown Rumus Spearman Brown Keterangan: = reliabilitas internal seluruh instrumen = reliabilitas product moment Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak, jika berdistribusi normal maka dianggap bisa mewakili suatu populasi. Model regresi dikatakan berdistribus normal jika data . itik Ae titi. mengikuti garis diagonal yang mengambarkan data Uji Mulikolinearitas Menurur Umar . Auuji multikolinieritas dilakukan untuk mengetahui apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independenAy. Jika terjadi korelasi, berarti terdapat masalah multikolinieritas yang harus di atasi. Untuk mendetaksi ada atau tidaknya multikolinieritas di dalam model regresi dapat dilihat dari nilai VIF (Variance Inflation Facto. dan nilai Tolerance (To. dengan formula sebagai berikut : Keterangan : VIF : Variance Inflation Factor TOL : Tolerance : Koefisien determinasi Untuk itu apabila nilai VIF lebih besar dari 10, maka variabel tersebut mempunyai persoalan multikolinearitas dengan variabel bebas lainya. Begitu sebaliknya apabila nilai VIF kecil dari 10, maka variabel tersebut tidak mempunyai persoalan multikolinearitas dengan variabel bebas lainnya. Uji Heterokedastisitas Menurut Umar . Auuji heterokedastisitas dilakukan untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lainAy. Jika varians dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lain tetap, disebut Homoskedastisitas, sementara itu, untuk varians yang berbeda disebut heterokedastisitas. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heterokedastisitas. Untuk mendeteksi ada atau tidak heterokedastisitas dapat dilakukan dengan mengamati pola scatter plot. Jika sumbu horijontal mengambarkan nilai prediksi sedangkan jika sumbu vertikal mengambarkan nilai residual kuadrat. Uji Hipotesis Uji T (Uji Parsia. Uji t pada dasarnya digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas pengaruh signifikan atau tidak terhadap variabel terikat secara individual. Menurut Widarjono . Auuji t digunakan untuk menguji secara parsial . er variabe. terhadap variabel terikatAy. Rumus yang digunakan dalam Menghitung besarnya nilai t hitung adalah : ( ) Keterangan : : Nilai thitung : Konstanta : Koefisien regresi : Kesalahan baku Koefisien regresi Hipotesis yang digunakan dalam pengujian ini adalah : Ho : = 0 (Artinya variabel independen secara parsial tidak berpengaruh terhadap variabel H1 : O 0 (Artinya variabel independen secara parsial berpengaruh terhadap variabel Uji F (Uji Simulta. Uji F digunakan untuk mengetahui tingkat pengaruh variabel independen secara bersama-sama . terhadap variabel dependen. Menurut Widarjono . Uji F ini sering disebut sebagai uji simultan, yang digunakan untuk mengevaluasi pengaruh semua variabel independen terhadap variabel dependen dengan uji F2, kita harus membandikan nilai Fhitung dengan nilai Ftabel dengan derajat kebebasan : df : . -k-. Rumus yang digunakan dalam digunakan untuk menghitung besarnya nilai F hitung adalah sebagai berikut. /( Oe . 1 Oe /( Oe ) Keterangan : Nilai Fhitung : Keofisien determinasi : Jumlah variabel : Jumlah pengamatan . kuran sampe. Hipotesis yang digunakan adalah : Mencari nilai F hitung dengan menggunkan persamaan dan nilai F kritis dari tabel distribusi F. Nilai F kritis berdasarkan besarnya dan df dimana besarnya ditentukan oleh k-1 dan n-k Keputusan menolak atau tidak menolak Ho . jika F hitung > F kritis, maka menolak Ho dan sebaliknya jika F hitung < F kritis maka gagal menolak Ho Uji Koefisien Determinasi (R2 ) Koefisien determinasi (R. digunakan untuk mengetahui presentase variabel independen secara simultan menjelaskan variabel dependen. Semakin tinggi koefisien determinasi semakin tinggi kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat. Perhitungan nilai (R. berada pada interval 0 < R2 < 1. Widarjono . mengemukakan Rumus perhitungan koefisien determinasi adalah sebagai berikut : Oe ( Oe ) ( Oe Keterangan : : Koefisien determinasi A. -)2 : Kuadrat selisih nilai riil dengan nilai prediksi A. -)2 : Kuadrat selisih nilai dengan nilai Y rata-rata. Uji Regresi Linear Berganda Analisa ini untuk mengetahui hubungan antara permintaan daging ayam broiler dengan faktorfaktor yang mempengaruhinya dan dengan menggunakan alat bantu perangkat lunak program SPSS 21. 0 for windows. Hubungan ini dirumuskan dengan bentuk persamaan regresi linier berganda sebagai berikut Y= a b1X1 b2X2 e Keterangan : : Permintaan Daging ayam : Konstanta : Konsumsi Rumat Tangga : Pendapatan Rumah Tangga HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Karakteristik responden pada penelitian ini ialah mengenai beberapa informasi yang berkaitan denga tema penelitian, yaitu : permintaan ayam broiler oleh rumah tangga studi kasus pasar jepang Telukdalam. Beberapa informasi yang diperoleh yaitu Jenis Kelamin, umur. Pendidikan. Pekerjaan. Jumlah Pendapatan, dan jumlah anggota keluarga. Tabel. Statistics Jenis Kelamin Umur Pendidikan Pekerjaan Pendapatan RT Jlh Anggota RT Valid Missing Mean 1,7000 3,1333 4,2000 2,3167 4,1333 3,1167 Std. Error of Mean ,05966 ,10214 ,12532 ,14747 ,12457 ,10916 Median 2,0000 3,0000 5,0000 2,0000 4,0000 3,0000 Std. Deviation ,46212 ,79119 ,97076 1,14228 ,96492 ,84556 Variance ,214 ,626 ,942 1,305 ,931 ,715 Range 1,00 2,00 3,00 3,00 3,00 2,00 Minimum 1,00 2,00 2,00 1,00 2,00 2,00 Maximum 2,00 4,00 5,00 4,00 5,00 4,00 Sumber : Olahan Sendiri Tabel. Jenis Kelamin Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent laki - laki Perempuan Total Sumber : Olahan Sendiri Jenis kelamin responden pada penelitian ini yaitu laki Ae laki berjumlah 18 orang atau sebesar 30 % dari total keseluruhan responden sedangkan responden yang berjenis kelamin perempuan berjumlah 42 orang atau sebesar 70%. Menunjukkan bahwa perempuan merupakan mayoritas pada penelitian ini dan menunjukan perempuan lebih dominan dalam hal membelanjakan kebutuhan rumah tangga Tabel. Umur Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent 21 - 25 Tahun 26 - 30 Tahun > 31 Tahun Total Sumber : Olahan Sendiri. Responden pada penelitian ini yaitu umur 21 Ae 25 tahun berjumlah 25% dari total keseluruhan responden kemudian 36,7 % yang berumur antara 26-30 Tahun sedangkan responden yang berumur >31 berjumlah 38,3% artinya bahwa yang sering ke Pasar untuk membeli kebutuhan rumah tangga lebih dominan oleh orang tua yang berpengalaman dalam berbelanja. Tabel 5 Pendidikan Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent SMP SMA Diploma S-1 Total Sumber : Olahan Sendiri Pada tabel 5 tentang pendidikan responden, menunjukkan Diploma sebesar 23% dan S-1 sebesar 51,7% hal ini menujukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang atau ibu rumah tangga dan kepala rumah tangga maka akan semakin tinggi pengaruh pembelian terhadap pemenuhan asupan Gizi keluarga Tabel 6 Pendapatan RT Cumulative Frequency Valid Rp. 000,- - Rp. Percent Valid Percent Percent >Rp. Total 999,Rp. 000,- - Rp. 999,Rp. 000,- - Rp. Sumber : Olahan Sendiri Pendapatan seseorang atau rumah tangga mempengaruhi tingkat daya beli masyarakat, pada Tabel 6 menunjukkan rumah tangga yang memiliki pendapatan berkisar 3-4 Juta/bulan berjumlah 16 orang atau sebesar 26,7 % sedangkan rumah tangga yang memiliki pendapatan berkisar lebih dari 4 juta/perbulan sebesar 46,7% membeli daging ayam. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi pendapatan seseorang atau rumah tangga maka pembelian terhadap daging ayam mengalami peningkatan. Tabel 7 Jlh Anggota RT Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent 3 - 4 orang 5 - 6 orang > 6 orang Total Sumber : Olahan Sendiri Pembelian rumah tangga atau seseorang terhadap beberapa komoditi tidak hanya dipengaruhi oleh pemahaman tentang asupan gizi keluarga, pendidikan atau pendapatan tetapi jumlah anggota keluarga ikut mempengaruhi tingkat pembelian masyarakat atau keluarga, pada tabel 8 menunjukkan bahwa semakin bertambah/banyak jumlah anggota keluarga akan mempengaruhi tingkat daya beli seseorang atau keluarga Pengujian Instrumen Penelitian Uji Reliability Tabel. Hasil Uji Reliability Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items ,897 Berdasarkan Tabel 9,menunjukkan nilai cronbachAos alpha sebesar 0. 897, > 0,60. Karena nilainya lebih dari 0. 60, maka disimpulkan bahwa butir-butir instrumen penelitian tersebut adalah baik. Uji Asumsi Klasik Tabel 9 Uji Normalitas Gambar 1 Berdasarkan gambar diatas, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi digunakan dalam penelitian ini tidak melanggar asumsi klasik, karena data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal yang menunjukan pola distribusi norma Uji Multikokolinearitas Tabel. Hasil Uji Multikokolinearitas Coefficientsa Unstandardized Standardized Collinearity Coefficients Coefficients Statistics Toleranc Model Std. Error (Constan. 2,877 1,278 KONSUMSI RUMAH ,443 ,104 ,426 ,106 Beta Sig. VIF 2,251 ,028 ,470 4,278 ,000 ,367 2,723 ,442 4,027 ,000 ,367 2,723 TANGGA PENDAPATAN RUMAH TANGGA Dependent Variable: PERMINTAAN AYAM POTONG Sumber : Olahan Sendiri Untuk mendetaksi ada atau tidaknya multikolinieritas di dalam model regresi dapat dilihat dari nilai VIF (Variance Inflation Facto. dan nilai Tolerance (To. Persamaan yang tidak mengandung multikolinearitas akan terjadi jika VIF (Variance Inflation Facto. tidak lebih dari 10 atau nilai Tolerance (To. tidak kurang dari 0,1. Adapun hasil pengujian yang telah Sesuai hasil olahan data di atas, di peroleh nil VIF (Variance Inflation Facto. sebesar X1 . X2 . serta nilai Tolerance (To. sebesar X1 . X2 . dan X2 . untuk variabel bebas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat masalah multikolinearitas antara variabel bebas dalam model regrasi yang digunakan. Uji Heteroskedastitas Gambar 2 Hasil uji Heteroskedastitas Melalui metode grafik maka dapat disimpulkan apabila membentuk suatu pola tertentu maka akan terjadi heterokedastisitas dan apabila tidak ada terbentuk pola tertentu maka dapat disimpulkan bahwa terajdi homokedastisitas. Sumber : Olahan Sendiri Berdasarkan hasil olahan data pada gambar 2, menunjukkan bahwa tidak membentuk pola yang jelas tidak bergelombang, melebar kemudian menyempit pada gambar Scatterplot, serta titik Ae titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y sehingga disimpulkan tidak terjadi heterokedastisitas. Uji Hipotesis Uji T Tabel. Hasil Uji T (Parsia. Sumber : Olahan Sendiri Berdasarkan hasil olahan data diatas dapat dijelas pengaruh secara parsial pada bagian dibawah ini Varibel Konsumsi Rumah Tangga (X. Pada tabel diatas, diperoleh t-hitung untuk variabel Konsumsi Rumah Tangga (X. 278 dan tingkat signifikan 0. sedangkan nilai t-tabel pada c =0. 05, df = . Karena nilai t-hitung . > t-tabel . dan tingkat signifikan sebesar 0,000 < 0,05, maka keputusannya adalah bahwa Konsumsi Rumah Tangga (X. berpengaruh terhadap variabel Permintaan Ayam potong (Y). Jika konsumsi rumah tangga terhadap daging ayam mengalami peningkatan maka permintaan ayam potong mengalami peningkatan sebaliknya jika konsumsi rumah tangga terhadap daging ayam maka mempengaruhi penurunan permintaan ayam potong di pasar Jepang. Varibel Pendapatan Rumah Tangga (X. Pada tabel diatas, diperoleh t-hitung untuk variabel Pendapatan Rumah Tangga (X. 027 dan tingkat signifikan 0. sedangkan nilai t-tabel pada c =0. 05, df = . Karena nilai t-hitung . > t-tabel . dan tingkat signifikan sebesar 0,000 < 0,05, maka keputusannya adalah bahwa Pendapatan Rumah Tangga (X. berpengaruh terhadap variabel Permintaan Ayam potong (Y). Jika Pendapatan Rumah Tangga tmeningkat mengalami maka permintaan ayam potong mengalami peningkatan sebaliknya jika Pendapatan Rumah Tangga menurun maka mempengaruhi penurunan permintaan ayam potong di pasar Jepang. Uji F Tabel 11 Hasil uji F (Anov. ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression 366,352 183,176 Residual 123,831 2,172 Total 490,183 Sig. 84,317 ,000b Dependent Variable: PERMINTAAN AYAM POTONG Predictors: (Constan. PENDAPATAN RUMAH TANGGA. KONSUMSI RUMAH TANGGA Sumber : Olahan Sendiri Pada tabel diatas, diperoleh F-hitung sebesar 84,317 dan tingkat signifikan 0. sedangkan nilai F-tabel pada c =0. 05, df = . Karena nilai F-hitung . > t-tabel . dan tingkat signifikan sebesar 0,000 < 0,05, maka keputusannya adalah bahwa secara bersama-sama atau secara simultan Konsumsi Rumah Tangga (X. dan Pendapatan Rumah Tangga (X. berpengaruh terhadap permintaan ayam potong di pasar Jepang. Uji Determinasi Tabel. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R Square ,865a ,747 Adjusted R Std. Error of the Square Estimate ,739 1,474 Predictors: (Constan. PENDAPATAN RUMAH TANGGA. KONSUMSI RUMAH TANGGA Dependent Variable: PERMINTAAN AYAM POTONG Sumber : Olahan Sendiri Dari hasil pengolahan data diperoleh koefisien determinasi (R. sebesar 0,747 . ,7%) sehingga dapat ditunjukan bahwa 74,7% variabel terikat (Permintaan Ayam poton. dapat dijelaskan variabel bebas (Pendapatan rumah tangga dan konsumsi rumah tangg. sedangkan sisanya 25,3% dipengaruhi oleh varibel lain. Hasil dan pembahasan Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda dengan metode Ordinary Last Square (OLS) yang berfungsi untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat. Hasil pengaruh Pendapatan Rumah Tangga dan konsumsi Rumah tangga terhadap permintaan ayam potong dapat diamati lewat persamaan regresi yang = 2. 443X1 0. Keterangan : = variabel yang diprediksikan = 2. = 0. = 0. X1. X2 = variabel bebas Berdasarkan persamaan regresi di atas, maka dapat simpulkan bahwa konsumsi Rumah Tanga (X. dan Pendapatan Rumah Tangga (X. berpengaruh terhadap Permintaan Ayam Potong (Y) di Pasar Jepang. Nilai Constanta sebesar . , nilai koefisien variabel konsumsi Rumah Tanga (X. 443 menjelaskan bahwa jika koefisien variabel konsumsi Rumah mengalami kenaikan 1 satuan maka Permintaan Ayam Potong mengalami peningkatan sebesar 0,381 satuan dengan asumsi cateris paribus atau jika konsumsi rumah tangga mengalami penurunan sebesar 1 satuan maka Permintaan Ayam Potong mengalami penurunan sebesar 0,381 satuan dengan asumsi cateris paribus. Sedangkan nilai koefisien variabel Pendapatan Rumah Tangga (X. 426 arti bahwa jika variabel Pendapatan Rumah Tangga mengalami kenaikan 1 satuan maka Permintaan Ayam Potong mengalami meningkat sebesar 0,426 satuan dengan asumsi cateris paribus atau sebaliknya jika Pendapatan Rumah Tangga mengalami penurunan sebesar 1 satuan maka Permintaan Ayam Potong mengalami penurunan sebesar 0,426 satuan dengan asumsi cateris paribus KESIMPULAN Penelitian ini merupakan penelitian yang menguji pengaruh konsumsi rumah tangga dan pendapatan rumah tangga terhadap permintaan ayam potong di pasar Jepang dengan menggunakan metode OLS, hasil estimasi penelitian ini di tarik kesimpulan bahwa variabel konsumsi rumah tangga dan pendapatan rumah tangga mempengaruhi permintaan ayam potong di Pasar Jepang. Melalui penelitian ini direkomendasikan kepada pemerintah untuk memberi kebijakan tentang penyediaan ayam potong berhubung pola konsumsi masyarakat kabupaten nias selatan yang berada di lingkungan Pasar Telukdalam dan sekitarnya secara bertahap tertarik pada daging ayam potong. Sehingga keseimbangan permintaan dan penawaran terhadap komoditi ayam potong selalu terjadi. DAFTAR PUSTAKA