JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/jp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. September 2025 Page 1189-1198 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah MENGURANGI PERILAKU AGRESIF MENGGUNAKAN TEKNIK MODIFIKASI PERILAKU RESPONSE COST PADA ANAK DENGAN ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER Qorry Khairal NisAoati1. Marlina2. Rahmahtrisilvia3. Arisul Mahdi4 1,2,3,4 Universitas Negeri Padang. Indonesia Email: qorrykhairalnisati@gmail. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 23 June 2025 Final Revised: 11 July 2025 Accepted: 16 August 2025 Published: 25 September 2025 Keywords: Response Cost Technique Aggressive Behavior Attention Deficit Hyperactivity Disorder ABSTRACT Aggressive behavior is a common issue observed in children with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), particularly in the hyperactive-impulsive type. Such behavior often disrupts the learning process and creates an unconducive classroom This study aimed to reduce aggressive behavior in children with ADHD by applying the response cost behavior modification technique. The research employed a quantitative approach using a Single Subject Research (SSR) experimental design with an AB model, consisting of baseline (A) and intervention (B) phases. The subject was identified using the Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-IV), supported by observation sheets of aggressive behavior frequency and documentation. Data were analyzed through visual graph analysis, including both within-condition and between-condition analysis. The results indicated a significant decrease in the frequency of aggressive behaviors after the application of the response cost technique. These findings demonstrate that response cost is an effective intervention for reducing aggressive behavior in children with ADHD, and it can be considered a practical strategy for teachers and practitioners in managing classroom behavior. ABSTRAK Perilaku agresif merupakan salah satu bentuk gangguan yang sering muncul pada anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), khususnya pada tipe hiperaktifimpulsif. Perilaku ini dapat mengganggu proses pembelajaran dan menciptakan lingkungan kelas yang tidak kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi perilaku agresif anak Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) melalui penerapan teknik modifikasi perilaku response cost. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen Single Subject Research (SSR) desain AB, yaitu perbandingan antara kondisi baseline (A) dan kondisi intervensi (B). Pemilihan subjek penelitian menggunakan instrument Diagnostic and statistical Manual of Mental Disorder (DSM IV), lembar observasi frekuensi perilaku agresif, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang di gunakan teknik analisis visual grafik yang terdiri dari analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah penerapan teknik response cost, terjadi penurunan frekuensi perilaku agresif pada subjek. Hal ini membuktikan bahwa response cost efektif digunakan sebagai intervensi untuk mengurangi perilaku agresif pada anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Kata kunci: Teknik Response Cost. Perilaku Agresif. Attention Deficit Hyperactivity Disorder Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Mengurangi Perilaku Agresif Menggunakan Teknik Perilaku Response Cost Pada Anak Dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder PENDAHULUAN Pendidikan merupakan hubungan antara guru dan siswa ketika belajar, pendidikan berjalan dengan lancer jika dilihat dari tercapainya tujuan pembelajaran. Tercapainya tujuan pembelajaran dapat dilihat dari kemampuan anak yeng berkembang. Pendidikan dasar adalah awal pelaksanaan dijenjang pendidikan dan berbagai macam keterampilan dasar untuk menguasai keterampilan berikutnya (Marlina, 2. Salah satu faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran yaitu perilaku yang bermasalah anak tampak ketika belajar. Menurut (Hasanah et al. , 2. Perilaku bermasalah merupakan seringnya muncul perilaku tersebut lebih lama dan kuat terjadinya dan merupakan perilaku yang khas terjadi. Sedangkan menurut (Ekanita & Khosidah, 2. Perilaku merupakan respon seseorang terhadap rangsangan yang memiliki dua bentuk respon aktif dan respon fasisn yang dimaksud dengan respon aktif yaitu respon yang secara langsung dapat diobservasi dan tindakan ini sudah termasuk dengan tindakan nyata, sedangkan bentuk fasif terjadi dalam diri manusia dan tidak di amati secara langsung oleh orang lain, seperti pikran, tanggapan, sikap batin, dan Secara umum anak yang mengalami gangguan perilaku ini tingkat kecerdasannya sama dengan anak normal pada biasanya, tetapi karena adanya gangguan tersebut mereka menunjukkan prestasi yang dicapai berada dibawah kemampuan yang sebenarnya dimiliki (Marlina, 2. Anak ADHD dengan istilah Attention Deficit Hyperactivity Disorder merupakan suatu kondisi ketika seseorang memperlihatkan gejala- gejala seperti gangguan pemusatan perhatian, perilaku yang bergerak secara berlebihan atau hiperaktif, impulsif/kecenderungan untuk bertindak spontas seperti memukul, kesulitan menahan dorongan, tidak mempertimbangkan konsekuensi tindakan yang dapat menyebabkan ketidak seimbangan sebagian besar aktivitas hidup mereka (M. Marlina, 2. Menurut klasifiksi dari American Pschyatric assosiactioan (APA) ADHD digolongkan menjadi tiga tipe perilaku dalam DSM IV yaitu, innatentive, hiperaktif-implusif, dan tipe kombinasi. Anak dengan hiperktif-implusif memiliki gejala seperti anak sangat aktif, sulit diam . , dan sering bertindak tanpa berfikir (Marlina, 2. ADHD merupakan ganggauan peusatan perhatian pada anak dimana anak kesulitan mengendalikan impuls sehingga menyebabkan berbagai kesulitan seperti kesulitan belajar, kesulitan sosial, dan kesulitan berperilaku (Mirnawati, 2. Kesulitan berperilaku ini kemudian dapat menyebabkan perilaku-perilaku menyimpang seperti perilaku agresif (Sari, 2. Perilaku agresif yaitu perilaku atau kecenderungan perilaku yang dimaksudkan untuk menyakiti orang lain dengan secara fisik, verbal atau psikologis (Syahputra et al. , 2. Perilaku agresif memiliki unsur kesengajaan dan mengarah mencederai fisik maupun psikis seseorang (Effendy & Indrawati, 2. Perilaku agresif termasuk ke dalam salah satu perilaku anak ADHD tipe hiperaktif-impulsif. Menurut (Setiawan, 2. munculnya perilaku agresif melibatkan banyak faktor, adapun beberapa penyebab faktor munculnya perilaku agresif yaitu, faktor biologis, faktor situasional, dan faktor Socio-ecological. Lingkungan anak, seperti orang tua dan masyarakat sebagai agent of change atau Aagen pengubahA bagi terbentuknya pengembangan perilaku anak secara positif diharapkan bisa benar-benar memahami bahwa dalam perkembangan anak, anak sangat penting mendapatkan contoh-contoh nyata atas sikap positif sehingga anak-anak dapat meniru dan mencontoh sikap positif tersebut dari lingkungan tumbuh kembangnya (Tentama, 2. Adapun bentuk-bentuk kecenderungan perilaku agresif menurut Buss & Perry (Fitri et al. , 2. merumuskan menjadi empat bentuk yaitu. Physical Aggression (Agresif Fisi. Verbal Aggression (Agresif Verba. Anger (Kemaraha. Hostility (Permusuha. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Mengurangi Perilaku Agresif Menggunakan Teknik Perilaku Response Cost Pada Anak Dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder Beberapa strategi dalam mengurangi perilaku agresif seperti pada proses pembelajaran yaitu mengajarkan anak untuk mengekspresikan kemarahan dalam bentuk verbal hal ini lebih mengeluarkan amarahnya secara lisan, pelatihan asertivitas juga dapat membantu anak dalam memahami diri sendiri dan mampu mengekspresikan perasaannya secara terbuka, memiliki respon yang tegas tidak agresif . tetapi ungkapan secara jujur dan terbuka, dengan menciptakan suasana humor dapat membantu anak dalam meredakan emosinya, humor dapat dilakukan kapan saja. Pada proses pembelajaran dapat diselingi dengan humor sehingga anak jadi santai dan tertarik dalam mengikuti pelajaran (M. Marlina, 2. umum strategi memiliki arti sebagai suatu garis besar haluan untuk bertindak sebagai usaha dalam mencapai sasaran yang telah ditentukan dihubungkan dengan belajar mengajar, strategi juga dapat diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan seorang guru atau dan anak didik sebagai perwujudan kegiatan belajar mengajar dalam mencapai tujuan yang tela digariskan (Karim et al. , 2. Sedangkan Pratiwi . menjelaskan bahwa strategi peembelajaran dapat diartikan sebagai setiap kegiatan yag dipilih, yaitu yang dapat memberikan fasilitas atau bantuan kepada peserta didik menuju tercapainya tujuan pembelajaran tertentu. Penelitian ini didasarkan dari hasil observasi dan asesmen yang dilakukan di SLB Negeri 1 Pagaruyung, terdapat anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) bernama Kia berjenis kelamin perempuan berumur 11 tahun berada di kelas i yang memiliki bentuk perilaku agresif fisik . Agresif fisik adalah perilaku yang bertujuan untuk menyakiti seseorang dan merupakan salah satu bentuk tindakan fisik, seperti: memukul, mencubit, menendang dan sebagainya (Dwiyanvi, 2. Dari hasil asesesmen perilaku agresif yang telah dilakukan, perilaku agresif fisik yang paling dominan ditunjukkan anak. Perilaku agresif fisik yang sering muncul yaitu,memukul temannya, memukul meja, memukul dinding, memukul-mukulkan barang yang ada di kelas , mendorong, dan mencubit. Diantara perilaku agresif fisik tersebut yang paling dominan dan mengganggu adalah perilaku memukul. Perilaku agresif fisik yang dimiliki anak ini dapat mencakup sejumlah tindakan yang merugikan, mengganggu proses pembelajaran, dan menciptakan lingkungan yang tidak kondusif. Hasil asesmen perilaku agresif pertama dan kedua menunjukkan bahwa, pada aspek agresif fisik anak memiliki skor paling tinggi ini ditunjukkan dengan perilaku anak yang sering memukul temannya dan juga benda disekitarnya. Guru kelas juga menyebutkan bahwa Kia pernah memukul kepala temannya menggunakan kayu sehingga kepala temannya berdarah dan membuat teman-teman lainnya merasa takut untuk bermain dengan anak. Kia juga sering memukul-mukulkan benda kepada teman sebelah bangkunya di kelas saat belajar sehingga temanya terganggu saat pembelajaran. Perilaku agresif yang paling dominan dilakukan oleh Kia yaitu memukul meja dan temannya. Salah satu penanganan pada anak dengan ADHD dengan gangguan perilaku menggunakan teknik modifikasi perilaku untuk membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan belajar lebih mudah ( Marlina & Kusumastuti, 2. Upaya penanganan yang dilakukan guru selama ini yaitu menggunakan pendekatan behavioristik dengan menggunakan metode reinforcement positif dan reinforcement negatif dimana pendekatan ini menekankan pada perilaku yang tampak pada setiap aktivitas dari individu yang dapat diamati. Metode ini memiliki beberapa kelemahan reinforcement positif Overjustification effect . inat intrinsik menuru. , ketergantungan pada hadiah, persepsi materialistik, cemburu sosial, reward tidak relevan, sedangkan kelemahan dari reinforcement negative yaitu Tidak menyenangkan bagi pemberi, habituasi aversif, timbul perilaku yang tidak diharapkan, mencemaskan lingkungan pendidikan, memengaruhi motivasi intrinsik Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Mengurangi Perilaku Agresif Menggunakan Teknik Perilaku Response Cost Pada Anak Dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder secara negatif. Hal ini dapat membuat perubahan yang bersifat sementara tanpa menangani akar masalah. Mempunyai risiko mengembangkan perilaku yang tidak terlihat, karena perilaku yang tidak diinginkan mungkin muncul di tempat lain (Nasuha, 2. Oleh karena itu peneliti memilih teknik response cost untuk diterapkan pada anak dengan perilaku agresif fisik di SLB Negeri 1 Pagaruyung. Dengan harapan dapat mengurangi perilaku agresif fisik pada anak. Response cost merupakan sebuah prosedur reduktif alternatif, melibatkan penarikan segera penguat positif, biasanya dalam bentuk poin atau token, bergantung pada perilaku yang tidak pantas (Reynolds & Kelley, 1. Menurut Farisandy & Hartini, . response cost adalah teknik dalam operant conditioning yang berlandaskan pada prinsip pemberian hukuman dengan cara menghilangkan stimulus positif untuk mengurangi terjadinya perilaku tertentu. Manfaat dari teknik response cost ini yaitu untuk mengajarkan anak konsep sebab dan akibat serta membantu mereka memahami konsekuensi dari tindakan Teknik response cost memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan. Menurut (Marlina & Kusumastuti, 2. terdapat beberapa kelebihan dan kelemahan pada teknik response cost yaitu kelebihannya adalah memperkuat perilaku yang diinginkan, program response cost mudah dikelola dan memberikan hukuman cepat tanpa benar-benar menerapkan Dengan memanfaatkan response cost, bertujuan untuk meningkatkan motivasi untuk berperilaku positif sambil secara bersamaan mengurangi terjadinya perilaku negatif. Teknik response cost juga mengajarkan anak untuk membuat pilihan yang lebih baik dan menunjukkan perilaku yang sesuai. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan menggunakan pendekatan Single Subject Research (SSR) atau penelitian subjek tunggal. SSR merupakan strategi penelitian yang dikembang untuk mendokumentasikan perilaku secara individual (M. Marlina, 2021. Penggunaan pendekatan SSR karena subjek dalam penelitian ini tidak dibandingkan antar kelompok tetapi dibandingkan pada subjek yang sama dalam kondisi yang berbeda. Maksud dari kondisi ini adalah kondisi baseline dan kondisi eksperimen . Baseline adalah kondisi dimana pengukuran target behavior dilakukan dalam keadaan natural sebelum diberikan intervensi apapun. Kondisi eksperimen adalah kondisi dimana suatu baseline telah diberikan dan target behavior diukur di bawah kondisi tersebut (M. Marlina, 2021. Penelitian ini menggunakan desain A-B yang dibagi menjadi dua fase, yakni Fase A-1 . dan B . Dengan membandingkan kondisi awal sebelum dan setelah intervensi, para peneliti berharap dapat memastikan tingkat manfaat pengobatan yang diperoleh subjek. Hubungan sebab akibat antara variabel independen dan dependen diperlihatkan dengan desain A-B (M. Marlina, 2021. Teknik Analisis Data Menurut (M. Marlina, 2021. teknik analisis data adalah langkah yang sangat penting dalam penelitian. Peneliti harus memastikan teknik analisis mana yang akan dipilih. Teknik analisis data seperti yang telah direncanakan di dalam langkah rancangan penelitian harus ditinjau lagi ketepatannya dengan data yang telah terkumpul sesuai dengan tujuannya. Penelitian dengan Single Subject Research (SSR) data dianalisis menggunakan teknik analisis visual grafik yang terdiri dari dua tahap, yaitu analisis dalam kondisi dan analisis antara Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah seorang anak dengan inisial K kelas i di SLB Negeri 1 Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Mengurangi Perilaku Agresif Menggunakan Teknik Perilaku Response Cost Pada Anak Dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder Pagaruyung. Secara fisik K tidak jauh berbeda dengan anak pada umumnya, namun ia memiliki perilaku agresif fisik memukul dimana perilaku tersebut sangat berdampak buruk dan mengganggu saat pembelajaran. Berikut adalah kondisi demografi dari subjek penelitian Inisial Jenis Kelamin Perempuan Usia 11 Tahun Agama Islam Jenis Disabilitas Anak Dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) Karakteristik Dari hasil asesmen awal menggunakan asesmen perilaku agrsif anak memiliki perilaku agresif pada aspek fisical aggression ( agresif fisik ). Berdasarkan indikator perilaku dari asesmen agresif fisik, anak memiliki masalah pada indikator memukul, dimana anak seringkali memukul temannya secara tiba-tiba tanpa sebab menggunakan tangan mapun menggunakan benda-benda yang ada di sekitarnya seperti pena, buku, penggaris, penghapus papan tulis. Anak juga sering memukul tembok tanpa sebab, bendaAebenda lain yang sering dipukul anak seperti meja, kursi, dan papan tulis. Perilaku agresif memukul anak ini memiliki dampak seperti kurangnya konsentrasi saat belajar, dijauhi teman-temannya, dan juga membuat keributan di dalam kelas sehingga terganggunya proses pembelajaran. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode eksperimen berbentuk Single Subject Research (SSR). Penelitian ini memiliki dua variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas yang digunakan adalah teknik response cost, sedangkan variabel terikatnya adalah perilaku agresif. Penelitian ini dilaksanakan saat jam pelajaran berlangsung di dalam kelas dengan subjek penelitiannya yaitu seorang siswa dengan ADHD berusia 11 tahun yang duduk di kelas i di SLB Negeri Pagaruyung. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 11 kali pertemuan dalam dua kondisi, yaitu kondisi baseline (A) dengan 3 kali pertemuan dan diperoleh hasil frekuensi memukul sebanyak 11 kali pada baseline hari pertaman, 11 kali memukul pada hari kedua, dan 11 kali pada hari ketiga. Kondisi intervensi (B) sebanyak 8 kali pertemuan dan diperolah hasil frekuensi agresif memukul 6 kali pada pertemuan pertama, 7 kali pertemuan kedua, 7 kali pertemuan ketiga, 7 kali pertemuan keempat, 7 kali pertemuan kelima, 6 kali pertemuan keenam, 6 kali pertemuan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Mengurangi Perilaku Agresif Menggunakan Teknik Perilaku Response Cost Pada Anak Dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder ketujuh, dan 6 kali perilaku agrsif memukul pada pertemuan kedelapan. Pengumpulan data dilakukan dengan mengamati secara langsung perilaku agresif pada subjek. Kondisi baseline A memperoleh kecenderungan stabilitas mean level pada skor . , batas atas . , batas bawah . , rentang stabilitas . , dan persentase stabilitas 100% . Kondisi intervensi B memperoleh hasil kecenderungan stabilitas mean level . , batas atas . , batas bawah . , rentang stabilitas . , dan persentase stabilitas 100% . tabil Hasil analisis data dalam kondisi dari data perilaku agresif memukul ditunjukkan pada grafik berikut : FREKUENSI PERILAKU AGRESIF MEMUKUL ANALISIS DALAM KONDISI Intervensi BANYAK PERTEMUAN Grafik 1. Analisis Dalam Kondisi Keterangan : Baseline A Intervensi B Trend Split Middle Mean Level Grafik diatas menunjukkan bahwA fase (A) dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan yang mendapatkan hasil yang sama, maka dapat di katakana data pada kondisi tersebut Tahap intervensi dilakukan sebanyak 8 kali pertemuan, pada pertemuan ke 5 hingga pertemuan ke 8 di peroleh skor 7. Berdasarkan estimasi kecendrungan arah penialaian pada fase A cenderung tetap (=), dan pada fase B mengalami penurunan atau cenderung menurun (-). Setelah melakukan analisis dalam kondisi, selanjutnya data dianalisis menggunakan visual grafik antar kondisi. Hasil analisis antar kondisi sebagai berikut: Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Mengurangi Perilaku Agresif Menggunakan Teknik Perilaku Response Cost Pada Anak Dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder FREKUENSI PERILAKU AGRESIF MEMUKUL ANALISIS ANTAR KONDISI Intervensi BANYAK PERTEMUAN Grafik 2. Analisis antar kondisi Keterangan : Baseline A Intervensi B Trend Split Middle Mean Level Berdasarkan grafik analisis antar kondisi akan menganalisis mengenai banyak variable, perubahan kecenderungan arah, perubahan kecenderungan stabilitas, level perubahan, dan overlap data. Berikut penjelasannya. Menentukan banyaknya jumlah variabel yang dirubah Banyaknya variabel yang dirubah dalam penelitian ini berjumlah satu variabel yaitu perilaku agresif. Perubahan kecenderungan arah Menentukan perubahan kecenderungan arah dapat dilakukan dengan mengambil data pada analisis dalam kondisi. Pada kondisi baseline (A) memiliki arah data mendatar (=), selanjutnya subjek diberikan perlakuan berupa teknik modifikasi perilaku response Pada kondisi intervensi (B) sehingga perilaku agresif pada subjek menurun dan memiliki arah menurun (-). Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa perilaku agresif pada subjek menurun sehingga menunjukkan dampak positif setelah diberikan intervensi menggunakan teknik modifikasi perilaku response cost. Perubahan Kecenderungan Stabilitas Menentukan perubahan kecenderungan stabilitas dapat diketahui dengan melihat kondisi baseline (A) dan kondisi intervensi (B). Perubahan kecenderungan stabilitas dari kondisi baseline (A) mengalami kestabilan dalam hal ini terdapat subjek yang memiliki perilaku agresif. Selanjutnya, subjek diberikan perlakuan menggunakan teknik response cost, perilaku agresif pada subjek menurun, data pada kondisi intervensi (B) menjadi stabil. Level Perubahan Menentukan level perubahan pada antar kondisi baseline (A. dan intervensi (B) dapat ditentukan dengan penjelasan berikut : Poin terakhir pada kondisi baseline (A. yaitu 11 dan point pertama kondisi intervensi (B) yaitu 6. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Mengurangi Perilaku Agresif Menggunakan Teknik Perilaku Response Cost Pada Anak Dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder . Selisih antara kondisi baseline (A. dan intervensi (B) tersebut adalah 11 - 6 = 5. Level perubahan pada antar kondisi A dan B yaitu sebanyak 4 sehingga dapat disimpulkan bahwa perilaku agresif pada subjek mengalami penurunan Data Overlap Pada kondisi baseline (A. , tentukan batas atas dan batas bawah, batas atas . dan batas bawah . Selanjutnya tentukan jumlah poin yang ada pada data intervensi yang berada pada rentang baseline (A. , perolehan data dibagi dengan banyaknya data poin pada kondisi intervensi (B) lalu dikalikan dengan 100% Overlap = Jumlah data poin dalam rentang (A) x 100% Jumlah data pada kondisi intervensi (B) = 3x100% = 37,5% Berdasarkan data tersebut dapat diketahui persentase overlap pada kondisi baseline (A) dan pada kondisi intervensi (B) adalah 37,5%. Pembahasan Hasil penerapan teknik modifikasi perilaku response cost untuk mengurangi perilaku agresif memperlihatkan adanya perubahan perilaku dengan berkurangnya perilaku agresif fisik memukul pada anak . Dari data yang telah didapat, menunjukkan bahwa teknik response cost mampu dalam mengurangi perilaku agresif memukul pada anak dengan ADHD. Kia yang awalnya menunjukkan perilaku agresif yang suka memukul temannya, memukul benda di sekitarnya seperti meja, kursi, dinding dan papan tulis muali menunjukkan sikap yang kooperatif setelah diberikan sangsi pengambilan/pengurangan token berupa mainan kesukaannya yang telah di berikan sebelumnya selama proses pembelajaran. Penelitian efektif mengurangi perilaku agresif karena adanya faktor yang mempengaruhi seperti, adanya pendekatan response cost sebagai penguatan negatif dalam modifikasi perilaku. Temuan ini selaras dengan dengan teori operant conditioning dari B. F Skinner (Cassidy et al. , 2. Menurut Skinner suatu respon yang tampak . eperti perilaku tertent. akan mengalami perubahan akibat konsekuensi, seperti penerapan penguatan dan hukuman (Aprilianto & Fatikh, 2. Hasil penelitian ini juga mendukung penelitian oleh (McLaughlin & Scott, 1. bahwa penggunaan teknik modifikasi response cost mampu dalam mengurangi perilaku yang tidak pantas pada anak di lingkungan sekolah seperti perilaku mengganggu, meregek, pindahpindah tempat duduk, dan sikap duduk yang tidak soaan. Penelitian tersebut membuktikan bahwa meskipun anak memiliki kebutuhan khusus, penerapan teknik modifikasi response cost tetap efektif dalam menurunkan intensitas perilaku agesif secara bertahap dan konsisten. Selain itu, hasil penelitian ini juga mendukung penelitian oleh (Sabrina et al. , 2. dimana response cost menjadi salah satu faktor yang sangat signifikan untuk memunculkan motifasi mengurangi perilaku berkata kasar. Teknik response cost terbukti efektif dalam penelitian lain, seperti penelitian yang dilakukan oleh Devi Raissa Rahmawati (Rahmawati, 2. penelitian ini menerapkan modifikasi perilaku dengan teknik response cost dalam menurunkan fekuensi perilaku disruptive. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik response cost efektif dalam menurunkan frekuensi disruptive. Dengan demikian, penggunaan teknik modifikasi perilaku response cost untuk mengurangi perilaku agresif pada anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Mengurangi Perilaku Agresif Menggunakan Teknik Perilaku Response Cost Pada Anak Dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder mampu atau efektif daalam mengurangi perilaku tersebut. KESIMPULAN Sesuai dengan tujuan penelitian untuk mengetahui apakah teknik response cost untuk mengurangi perilaku agresif pada anak ADHD yang dilakukan pada dua kondisi yaitu baseline (A) sebanyak tiga pertemuan, dan Intervensi (B) sebanyak delapan pertemuan. Teknik response cost bekerja sebagai hukuman yang menyebabkan penurunan frekuensi perilaku yang tidak diinginkan. Dalam konteks penelitian ini, subjek kehilangan benda yang disukainya apabila perilaku agresif pada subjek muncul. Penelitian yang telah dilakukan berhasil mendapatkan kemajuan yang positif dimana menunjukkan bahwa teknik response cost dapat mengurangi perilaku agresif pada anak ADHD yang ditandai dengan adanya penurunan perilaku agresif pada saat atau setelah diberikan perlakuan berupa teknik response cost. Selain keberhasilan menerapkan teknik response cost, faktor yang mempengaruhi efektifnya penelitian ini yaitu subjek yang memiliki keinginan yang kuat untuk memperoleh benda yang disukainya sehingga lebih mempermudah penerapannya. Dari hasil analisis data yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa perilaku agresif anak ADHD dapat dikurangi menggunakan teknik response cost. Penelitian ini dapat menjadi sumber referensi bagi pembaca yang tertarik dalam bidang modifikasi perilaku, maupun bagi peneliti selanjutnya. REFERENSI