LISTRA Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. https://e-jurnal. id/index. php/LISTRA/index || Resepsi Masyarakat Terhadap Legenda Gentong Emas Kajian Sastra Lisan dan Nilai Budaya Ahmad Zainil Milahi 1,*. Mustofa 2. Nisaul Barokati Selirowangi 3 *1-3Universitas Islam Darul AoUlum Lamongan. Indonesia 1ahmadzainilmilahi@gmail. 2 tofa09@unisda. 3 nisa@unisda. ARTICLE INFO Article history Received: 02-01-2025 Revised: 20-01-2025 Accepted: 02-02-2025 ABSTRAK Legenda Gentong Emas di Dusun Gedong. Desa Rejotengah. Kecamatan Deket. Kabupaten Lamongan, merupakan bagian dari sastra lisan yang masih dilestarikan oleh masyarakat setempat. Legenda ini berkisah tentang gentong yang dipercaya memiliki air yang tidak pernah habis dan membawa berkah bagi kehidupan. Air dari gentong tersebut digunakan sebagai media pengobatan serta sarana untuk memperoleh keberuntungan dalam usaha. Kepercayaan ini mencerminkan adanya keterkaitan erat antara mitos, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur naratif, nilai budaya, dan resepsi masyarakat terhadap legenda Gentong Emas. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, perekaman, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur naratif legenda ini terdiri dari lima episode yang menggambarkan pertarungan antara kebaikan dan keburukan, dengan tokoh protagonis Ki Sapu Jagat dan tokoh antagonis Ki Joko Tuo. Selain itu, legenda ini mengandung tiga nilai budaya utama, yaitu hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan sesama, dan hubungan manusia dengan alam. Kepercayaan terhadap air gentong sebagai sumber berkah mencerminkan nilai spiritual, sedangkan tradisi berbagi air menunjukkan nilai gotong royong dalam masyarakat. Mitos ini juga menjadi bagian dari identitas budaya lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Resepsi masyarakat terhadap legenda ini sangat positif. Selain mempercayai keberkahan air gentong, mereka juga menjadikannya sebagai bagian dari tradisi yang harus dijaga dan dilestarikan. Keberadaan legenda ini tidak hanya berfungsi sebagai cerita rakyat, tetapi juga sebagai pedoman moral dan sosial bagi masyarakat setempat. Oleh karena itu, pelestarian legenda Gentong Emas menjadi penting agar nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya tetap hidup di tengah arus modernisasi. Kata kunci : Resepsi masyarakat, legenda Gentong Emas, nilai budaya. ABSTRACT Abstract The Legend of the Golden Jar in Gedong Hamlet. Rejotengah Village. Deket District. Lamongan Regency, is part of the oral literature that is still preserved by the local community. This legend tells of a jar that is believed to have water that never runs out and brings blessings to life. The water from the jar is used as a medium for treatment and a means to obtain good luck in business. This belief reflects the close relationship between myth, culture, and the social life of the community in the area. This study aims to examine the narrative structure, cultural values, and public reception of the Gentong Emas legend. Using descriptive qualitative methods, data were collected through observation, in-depth interviews, recording, and document analysis. The results of the study indicate that the narrative structure of this legend consists of five episodes depicting the struggle between good and evil, with the protagonist Ki Sapu Jagat and the antagonist Ki Joko Tuo In addition, this legend contains three main cultural values, namely the relationship between humans and God, the relationship between humans and others, and the relationship between https://e-jurnal. id/index. php/LISTRA/index listra@unisda. Listra : Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. humans and nature. Belief in water from a jug as a source of blessings reflects spiritual values, while the tradition of sharing water shows the value of mutual cooperation in society. This myth is also part of the local cultural identity that is passed down from generation to generation as a form of respect for ancestors. The public's reception of this legend is very positive. In addition to believing in the blessings of the water from the jar, they also make it a part of the tradition that must be maintained and preserved. The existence of this legend not only functions as a folklore, but also as a moral and social guideline for the local community. Therefore, the preservation of the legend of the Golden Gentong is important so that the cultural values contained in it remain alive amidst the current of Kata Kunci: Project Based Learning. Reading Literacy. Writing Descriptive Text. This is an open-access article under the CCAeBY-SA license. Pendahuluan Sastra merupakan kata serapan dari bahasa Sansekerta Sastra, yang berarti teks yang mengandung instruksi atau pedoman, dari kata dasar sas yang berarti intruksi atau ajaran, sedangkan tra berarti alat atau sasaran. Pengertian tersebut juga sependapat dengan pendapat (Sutardi & Ernaningsih, 2. sastra merupakan sebuah perkataan yang mengacu pada Horace, yakni dulce et utile yang memberikan penegasan bahwa sastra sebagai karya yang indah dan bermanfaat. Sesungguhnya, memahami sastra tidak hanya dilakukan secara universal, juga perlu melihat elemen terkecil yang ada di dalam karya sastra (Sukowati, 2. Sastra lisan merupakan salah satu bentuk warisan budaya yang diwariskan secara turuntemurun dalam suatu masyarakat. Keberadaannya tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga mengandung nilai-nilai sosial, moral, dan spiritual yang menjadi bagian dari identitas budaya (WAFIQUL HIDAYAT & Bisarul Ihsan, 2. Salah satu bentuk sastra lisan yang masih bertahan dalam kehidupan masyarakat adalah legenda. Legenda mengandung unsur sejarah, kepercayaan, dan tradisi yang tetap dijaga oleh komunitasnya (Ihsan et al. Salah satu legenda yang masih hidup dalam masyarakat Lamongan adalah Legenda Gentong Emas di Dusun Gedong. Desa Rejotengah. Kecamatan Deket. Legenda Gentong Emas berkisah tentang sebuah gentong yang konon berisi air yang tidak pernah habis dan dipercaya membawa berkah bagi masyarakat setempat. Air dari gentong ini sering digunakan sebagai sarana pengobatan alternatif dan diyakini dapat memberikan kelancaran dalam usaha. Kepercayaan masyarakat terhadap gentong ini tidak hanya menunjukkan aspek mitologis dalam budaya mereka, tetapi juga mencerminkan hubungan spiritual dengan leluhur dan alam. Ritual yang terkait dengan gentong ini masih dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya (Ratna, 2. Mitos atau legenda sering kali memiliki dampak sosial yang signifikan bagi masyarakat yang meyakininya (Ihsan et al. , 2024. Kepercayaan terhadap Legenda Gentong Emas telah membentuk praktik budaya tertentu, seperti kebiasaan mengambil air untuk berbagai keperluan dan menjaga keberadaan gentong sebagai simbol kesejahteraan. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji bagaimana masyarakat menafsirkan dan menerima legenda ini dalam kehidupan sehari-hari. Resepsi masyarakat terhadap legenda ini dapat menunjukkan bagaimana mitos berfungsi dalam menjaga identitas budaya serta membentuk norma sosial di tengah perubahan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur naratif, nilai budaya, dan resepsi masyarakat terhadap Legenda Gentong Emas. Struktur naratif akan dikaji untuk melihat bagaimana unsur cerita disusun dan dikembangkan dalam tradisi lisan. Analisis nilai budaya akan mengungkap hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam dalam konteks legenda ini. Sementara itu, resepsi masyarakat akan diteliti untuk memahami bagaimana legenda ini diterima, dimaknai, dan dipertahankan oleh masyarakat setempat. Resepsi Masyarakat Terhadap Legenda AuGentong EmasAy Kajian Sastra Lisan dan Nilai Budaya Listra : Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. Melalui kajian ini, diharapkan penelitian dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai peran sastra lisan dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi upaya pelestarian warisan budaya agar tetap bertahan di tengah arus modernisasi. Dengan menjaga keberadaan legenda seperti Gentong Emas, masyarakat dapat terus mempertahankan identitas dan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para leluhur. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengkaji struktur naratif, nilai budaya, dan resepsi masyarakat terhadap Legenda Gentong Emas di Dusun Gedong. Desa Rejotengah. Kecamatan Deket. Kabupaten Lamongan. Pendekatan ini dipilih karena penelitian sastra lisan memerlukan eksplorasi mendalam terhadap teks, konteks budaya, serta persepsi masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun. Menurut (Sugiyono, 2. Metode deskriptif merupakan metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian, tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas (Ratna, 2. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. cData primer diperoleh langsung dari masyarakat setempat yang memahami dan mewarisi legenda ini, termasuk tokoh adat, sesepuh desa, dan warga yang terlibat dalam tradisi terkait Gentong Emas. Data sekunder berasal dari buku, jurnal, dan penelitian terdahulu yang membahas sastra lisan, mitos, dan kearifan lokal di Indonesia. Hasil dan Pembahasan Struktur Naratif Mitos Gentong Emas Mitos Gentong Emas di Dusun Gedong. Desa Rejotengah, memiliki struktur naratif yang terdiri dari lima episode utama. Cerita ini mengisahkan seorang tokoh sakti bernama Ki Sapu Jagat, yang memiliki gentong ajaib berisi air yang tidak pernah habis. Air dari gentong ini dipercaya dapat memberikan berkah dan kesembuhan bagi masyarakat. Konflik muncul ketika Ki Joko Tuo, tokoh antagonis dalam cerita ini, merasa iri dan berusaha merebut kekuasaan Ki Sapu Jagat serta menguasai gentong tersebut. Alur cerita mencerminkan pertarungan antara kebaikan dan kejahatan, yang akhirnya dimenangkan oleh kebajikan. Levi-Starus mengatakan bahwa struktur mite bersifat dialektif. Artinya, dari sana ditampilkan oposisi dan kontradiksi tertentu Ae laki-laki: wanita. kakak: adik. langit: bumi, dan Dan selanjutnya ada semacam penengahan atau pemecahan. Jka dipandang dalam hubungan dengan fungsi- fungsinya, mite membantu melukiskan kontradiksi tertenu dalam kehiupan, dan kemudian memecahkan memecahkan kontradksi tersebut. Bentuk Formula Levi-Straus: Fx : . fy : . :fa-1 . Katereangan: = TP yang menunjukkan unsur dinamik . = TK . fx= fungsi yang memberikan kekhususan pada TP fy= fungsi yang bertentangan dengan fngsi pertama dan memberi kekhususan kepada TK dalam pemunculanya yang pertama. Tanda : dan :: dalam analisis menunjukkan hubungan sebab akibat. Maranda menafsirkan formula sebagai berikut: tiga anggota pertama yang menyatakan proses dinamik anggota terakhir: fa . , sebagai hasil penyelesaian hasil ini merupakan hasil atau keadaan sebagai akhir dari poroses pengantaran. Dalam penganan lisisan cerita rakyat di Indonesia, formula tersebut dapat ditulis sebagai Resepsi Masyarakat Terhadap Legenda AuGentong EmasAy Kajian Sastra Lisan dan Nilai Budaya Listra : Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. A . : b . : : b. : . a-1 Fx . Fy . Keterangan: A dan b = X fungsi dan Y Terem a = Ki Sapu Jagat B = Ki Joko Tuo x = kejahatan y = kebaikan maks konflik antara x dan y dimenangkan oleh x keterangn tambahan: A = adat istiadat B = asal usul munculnya gentong emas C = asal usul terbentuk telaga gentong. Nilai Budaya dalam Mitos Gentong Emas Penelitian ini menemukan bahwa Mitos Gentong Emas mengandung tiga nilai budaya utama, yaitu: Relasi Manusia dengan Tuhan Ie Kepercayaan masyarakat terhadap gentong sebagai sumber keberkahan mencerminkan hubungan spiritual mereka dengan kekuatan yang lebih tinggi. Relasi Manusia dengan Sesama Ie Tradisi berbagi air gentong untuk kesembuhan dan kemudahan usaha menunjukkan nilai gotong royong serta solidaritas sosial yang kuat. Relasi Manusia dengan Alam Ie Keyakinan bahwa air gentong membawa berkah memperlihatkan cara masyarakat menghormati dan menjaga keseimbangan alam. Resepsi Masyarakat terhadap Mitos Gentong Emas Masyarakat Dusun Gedong memiliki pandangan positif terhadap Mitos Gentong Emas. Mereka meyakini bahwa air dari gentong tersebut memiliki kekuatan mistis yang dapat membantu dalam berbagai aspek kehidupan. Selain itu, mitos ini berperan dalam memperkuat identitas budaya lokal dan menjadi sarana pelestarian tradisi. Ritual mengambil air dari gentong tidak hanya dianggap sebagai kepercayaan turun-temurun, tetapi juga sebagai simbol penghormatan terhadap leluhur. Berdasarkan penelitian ini. Mitos Gentong Emas bukan hanya sekadar cerita rakyat, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk kesadaran budaya dan nilai-nilai kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, pelestarian mitos ini menjadi hal yang perlu diperhatikan agar warisan budaya lokal tetap lestari di tengah arus modernisasi. Simpulan Mitos Gentong Emas di Dusun Gedong. Desa Rejotengah. Kecamatan Deket. Kabupaten Lamongan, merupakan bagian dari tradisi lisan yang masih hidup dan dijaga oleh masyarakat Penelitian ini menunjukkan bahwa mitos tersebut memiliki struktur naratif yang kuat, terdiri dari lima episode utama yang menggambarkan pertarungan antara kebaikan dan Tokoh protagonis. Ki Sapu Jagat, melambangkan kebajikan, sementara Ki Joko Tuo merepresentasikan sifat iri dan ambisi kekuasaan. Selain dari segi naratif. Mitos Gentong Emas juga mengandung nilai budaya yang Terdapat tiga hubungan utama yang tergambar dalam mitos ini, yaitu hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan sesama, dan hubungan manusia dengan Kepercayaan terhadap air gentong sebagai sumber keberkahan dan pengobatan mencerminkan sistem kepercayaan masyarakat, memperkuat solidaritas sosial, serta mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan alam. Resepsi masyarakat terhadap mitos ini sangat positif. Mereka tidak hanya memahami mitos sebagai warisan cerita turun-temurun, tetapi juga sebagai pedoman moral dan nilai Resepsi Masyarakat Terhadap Legenda AuGentong EmasAy Kajian Sastra Lisan dan Nilai Budaya Listra : Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. budaya dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat memandang tradisi ini sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur serta sarana pelestarian budaya lokal. Oleh karena itu. Mitos Gentong Emas memiliki peran penting dalam membentuk identitas dan nilai-nilai sosial masyarakat Rejotengah. Pelestarian mitos ini sangat diperlukan agar warisan budaya lokal tetap terjaga di tengah pesatnya arus modernisasi. Daftar Pustaka