Jurnal Ilman: Jurnal Ilmu Manajemen, 12 . 31-36 https://journals. id/index. php/ilman Jurnal Ilman: Jurnal Ilmu Manajemen Volume 12. Issue 1. Februari, pages 31-36 p-ISSN 2355-1488, e-ISSN 2615-2932 Willingnes To Pay Masyarakat Terhadap Sayuran Organik Di Kota Medan NiAomal Hamdi BM1. Salmiah2. Faisal Azhari Baldan Panjaitan Universitas Al Washliyah1. Universitas Sumatera Utara2. Universitas Al Washliyah3 nimalhamdibm@gmail. ABSTRAK Pola hidup sehat kini telah melembaga secara internasional dan mensyaratkan jaminan bahwa produk pertanian harus beratribut aman dikonsumsi, kandungan nutrisi tinggi dan ramah lingkungan. Hal ini menjadi motivasi dengan tingginya kesadaran masyarakat atas pola hidup yang sehat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan membayar sayuran organik di Kota Medan. Dengan analisis regresi logistik bersumber data primer dan di analisa dengan software SPSS. Hasil menunjukkan faktor-faktor yang berpengaruh pada kesediaan membayar (WTP) sayuran organik di Kota Medan secara signifikan pada selang kepercayaan 95% . -value < ) adalah pendapatan dan pendidikan. Kata Kunci: Sayuran,Organik. Willingness To Pay Pendahuluan Menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Indonesia . menyebutkan bahwa pertanian organik sebagai teknik budidaya pertanian yang menggunakan bahan-bahan alami, tanpa bahan kimia sintetis yang bertujuan untuk menyediakan produk pangan pertanian yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumen serta tidak merusak lingkungan. Subroto . mendefinisikan bahan baku alami adalah bahan-bahan yang dibudidayakan secara alami tanpa pupuk kimia, tanpa pestisida kimia, atau . ntuk hewa. tanpa penggunaan antibiotik dan suntikan Berdasarkan hasil penelitian dari Virginia Worthington yang dipublikasikan dalam AuThe Journal of Alternative and Complementary MedicineAy tahun 2001 dalam Subroto . menunujukkan bahwa makanan dari tanaman organik mengandung lebih banyak vitamin C, besi, magnesium, dan fosfor, serta lebih rendah senyawa toksik nitrat. Berbeda dengan 2 tanaman anorganik yang dibudidayakan secara konvensional dengan menggunakan pupuk dan pestisida kimia. Selain itu, tanaman organik mengandung protein yang setara dengan tanaman konvensional, tetapi dengan kualitas yang lebih baik karena kandungan mineral pentingnya lebih rendah dan kadar logam beratnya lebih rendah. Kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit degeneratif tersebut meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan saat ini (Kwak dan Junes 2001. Siro et al 2. Masyarakat mulai percaya bahwa makanan yang dikonsumsi berkontribusi terhadap kesehatan (Siro et al 2. Hal ini ditunjukkan dengan adanya perubahan pola konsumsi dimana kecenderungan mengkonsumsi makanan yang tinggi lemak, garam, karbohidrat, kolesterol, bahan tambahan pangan (BTP) dan rendah serat telah berubah menjadi kecenderungan konsumen memilih makanan alami dan sehat yang berfungsi untuk mencegah penyakit-penyakit yang mungkin muncul (Winarno dan Kartawidjajaputra 2. Saat ini tren utama industri pangan mengarah kepada suatu konsep AuHealthy. Functional, and Satisfied FoodsAy dalam menghasilkan suatu produk. Jurnal Ilman: Jurnal Ilmu Manajemen, 12 . 31-36 https://journals. id/index. php/ilman Jurnal Ilman: Jurnal Ilmu Manajemen Volume 12. Issue 1. Februari, pages 31-36 p-ISSN 2355-1488, e-ISSN 2615-2932 Permintaan pangan organik (PO) mengalami peningkatan yang sangat pesat di seluruh dunia yakni meningkat sekitar 20% per tahun sehingga permintaan tersebut mampu menciptakan pasar potensial bagi produk-produk organik (Deliana Pasar organik Indonesia juga menunjukkan peningkatan sekitar 5 persen per tahun dengan nilai penjualan sekitar 10 miliar. Pengembangan pertanian organik di Indonesia terlihat dengan adanya peningkatan luasan lahan setiap tahunnya. Pengembangan pangan organik di Indonesia masih terbatas pada sayuran organik mengingat fase hidupnya yang lebih singkat sehingga lebih cepat menghasilkan (Zulkarnain 2. Rumusan Masalah: Berapa nilai kesediaan membayar atau Willingness to Pay (WTP) konsumen terhadap sayuran organik . ayam, kangkung, sawi, pakco. di Kota Medan? Apakah factor-faktor . endapatan, pendidikan, tanggungan, usia, dan harg. berpengaruh terhadap kesediaan membayar (WTP) sayuran organik di Kota Medan? Metode Penelitian Metode Pengumpulan Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder sumber data di peroleh dari Badan Pusat Statistik serta Dinas dan Instansi terkait lainnya dan juga diambil dari buku buku dan jurnal ilmiah yang berkaitan dengan Willingness to Pay sayuran organik di kota Medan. Metode Analisis Data Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kesediaan membayar (Willingness to Pa. sayuran organik di Kota Medan menggunakan analisis regresi logistik. Regresi logistik (Logistik Regression Mode. adalah bagian analisis yang mengkaji hubungan pengaruh peubah-peubah penjelas (X) terhadap peubah respon (Y) melalui model persamaan sistematis tertentu. Secara umum, analisis regresi logistik menggunakan peubah penjelasnya berupa peubah kategorik ataupun peubah numerik untuk menduga besarnya peluang kejadian tertentu dari kategori peubah respon (Firdaus et al. Regresi logisik tidak mengaumsikan hubungan antara variabel independen dan dependen secara linier tetapi secara non linier sehingga tidak memerlukan asumsi-asumsi klasik sebagaimana pada regresi linier. Variabel independen (X) meliputi usia konsumen,jumlah tanggungan dan pendapatan, sedangkan variabel dependen adalah kebersediaan responden untuk membayar lebih. Persamaan regresinya dinyatakan dalam bentuk : ycEycn ] = 0 1X1 2X2 3X3 4X4 5X5 6X6 1Oeycy 7 X7. Keterangan: P = Kesediaan konsumen untuk membayar 0 = Konstanta regresi 1,2,3, = Koefisien regresi X1 = Usia ycoycu [ Jurnal Ilman: Jurnal Ilmu Manajemen, 12 . 31-36 https://journals. id/index. php/ilman Jurnal Ilman: Jurnal Ilmu Manajemen Volume 12. Issue 1. Februari, pages 31-36 p-ISSN 2355-1488, e-ISSN 2615-2932 X2 = Pendapatan X3 = Jumlah tanggungan e = Error Hasil dan Pembahasan Pendapatan Berikut ini dapat dilihat persentase responden berdasarkan pendapatan perbulan pada tabel 3. 1 di bawah ini. Tabel 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapatan Perbulan Pendapatan per Bulan Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent <3. 9,04 9,04 9,04 21,42 21,42 30,46 39,04 39,04 69,50 >7. 30,50 30,50 100,00 Total 100,00 100,00 Data diolah . Tabel 3. 1 diatas menunjukkan dari 100% responden dengan jumlah total 210 responden, responden yang paling banyak belanja sayur organik di pasar modern adalah responden dengan pendapatan perbulan sebesar Rp 5. 001 hingga Rp 000 yaitu sebanyak 82 responden, dengan pesentase sebesar 39,04%, dan yang terkecil adalah responden dengan penghasilan perbulan sebesar 45 6,67 6,67 100,00 Total 100,00 100,00 Data diolah . Tabel 3. 4 diatas menunjukkan dari 100% responden dengan jumlah total 210 responden, responden yang paling banyak belanja sayur organik di pasar modern adalah responden yang berumur 25-35 tahun dengan frequency sebesar 84 responden dan persentasenya sebanyak 40%, selanjutnya responden yang paling sedikit belanja sayuran organic di pasar modern Kota Medan adalah yang berumur >45 tahun dengan frequency sebesar 14 responden dan persentasenya sebanyak 6,67%. Agregasi WTP Agregasi dari total WTP tiap komoditas sayur organic adalah nilai keseluruhan dari nilai yang bersedia dibayarkan oleh seluruh responden dalam Nilai agregasi WTP sayur organic diperoleh dari perkalian rata-rata antara nilai rata-rata WTP tiap komoditas sayur dengan populasi responden pada nilai WTP Nilai agregasi WTP perlu diketahui agar pemasar mendapatkan informasi mengenai nilai penjualan dengan nilai maksimum yang bersedia dibayarkan konsumen dari penjualan masing-masing jenis sayur. Hasil perhitungan agregasi WTP dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Agregasi WTP Sayur Organik di Kota Medan Jenis Sayur Agregasi WTP (R. Bayam Kangkung Jurnal Ilman: Jurnal Ilmu Manajemen, 12 . 31-36 https://journals. id/index. php/ilman Jurnal Ilman: Jurnal Ilmu Manajemen Volume 12. Issue 1. Februari, pages 31-36 p-ISSN 2355-1488, e-ISSN 2615-2932 Sawi Pakcoy Sumber : Data diolah . Tabel 3. 5 menunjukkan urutan jenis sayur dengan nilai agregasi WTP tertinggi sampai terendah, yaitu pakcoy, bayam, sawi dan kangkung. Pakcoy organik memiliki nilai agregasi tertinggi sementara jenis sayur organik dengan nilai agregasi terendah adalah kangkung. Tingginya nilai agregasi sayur pakcoy organik disebabkan oleh harga produk sayur organik pakcoy yang tinggi serta frekuensi respondennya juga tinggi. Sayur pakcoy organic sedang diminati banyak lapisan masyarakat karena dianggap sayur pendatang baru untuk kalangan restoran terkemuka dan mudah Sedangkan sayur kangkung organik memiliki harga awal yang rendah serta frekuensi pembelian oleh responden juga rendah, karena untuk sayur kangkung nonorganik beredar umum di masyarakat. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesediaan Membayar (WTP) Analisis regresi logistik digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan membayar sayuran organik. Berikut hasil perhitungan analisis regresi logistik menggunakan program SPSS dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Hasil pengolahan regresi logistik Omnibus Test of Model Coefficients (Mode. Chi-square Sig. Model Summary 2 Log likehood Cox & Snell R square Nagelkerke R square Hosmer and Lemeshow Test Chi-square Sig. Classification Table Overall Precentage (%) Sumber: Data Primer diolah . 7 Tabel 4. Uji Wald Variabel Koef (B) Wald P-value . Pendapatan (X. Pendidikan (X. Tanggungan (X. Usia (X. Sumber : Data Primer diolah . Odds Ratio (Exp(B)) Kesimpulan Berpengaruh Berpengaruh Tidak Berpengaruh Tidak Berpengaruh Kesimpulan Kesimpulan Nilai Kesediaan membayar (Willingness to Pa. konsumen untuk sayuran organic . ayam, kangkung, sawi dan pakco. di pasar modern Kota Medan lebih tinggi sebesar 10,40% Ae 12,89 % dari harga yang ditawarkan pada saat penelitian. Jurnal Ilman: Jurnal Ilmu Manajemen, 12 . 31-36 https://journals. id/index. php/ilman Jurnal Ilman: Jurnal Ilmu Manajemen Volume 12. Issue 1. Februari, pages 31-36 p-ISSN 2355-1488, e-ISSN 2615-2932 Persentase peningkatan WTP konsumen produk sayuran organik tertinggi yaitu pada komoditas sayur bayam dan yang terendah adalah sayur sawi. Faktor-faktor yang berpengaruh pada kesediaan membayar (WTP) sayuran organic di Kota Medan secara signifikan pada selang kepercayaan 95% . -value < ) adalah pendapatan dan pendidikan. Sedangkan untuk factor tanggungan dan usia tidak berpengaruh secara signifikan. Daftar Pustaka Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Prospek Pertanian Organik di Indonesia [Interne. Jakarta (ID): Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. iunduh 2012 April . Tersedia pada: http://w. Prospek Pertanian Organik di Indonesia - Info Aktual - Berita - Litbang Pertanian. Deliana Y. Market segmentation for organic products in Bandung West Java. Indonesia [Interne. iunduh 2013 Des . Research Journal of Recent Sciences ISSN 2277-2502 Vol. , 48-56. March . Res. Recent Sci. Tersedia pada: http ://7. ISCA-RJRS-2012-063_Done. Kwak NS. Junes DJ. Functional foods. Part 2: the impact on current regulatory Journal of Food Control. 12: 109-117. Siro I. Kapolna E. Kapolna B. Lugasi A. Functional food. Product development, marketing and consumer acceptance - A review. Journal of Appetite. : 456467. DOI:10. 1016/j. Subroto MA. Real Food True Healthy Cetakan I. Jakarta (ID): PT. Agromedia Pustaka.