ISLAMISASI NUSANTARA DAN SEJARAH SOSIAL PENDIDIKAN ISLAM Miftah Alfiani. Samiha Suweleh dan Lilis Kholifatul Jannah Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Choirul Mahfud Institut Teknologi Sepuluh Nopember Email: choirulmahfud@gmail. Abstract The process of entering Islam in Indonesia and to do with the development of Islamic education in the days before the arrival of Islam. The role of the muballigh and trader from Saudi who make trade relations with the Indonesian people really help the process of the entry of Islam in Indonesia. Apart from trade then followed up by the religious teacher and sufi travelers. The history of Islamic education had come to very pertaining to Islamic history so there is periodhistory among them a period of classic. Islamic education a middle period and modern period. The process of Islamic education at first goes on not just limited to one place and time it, but wherever and whenever when there was contact between muballigh, merchants and natives, then at that moment also was also Islamic education system at first raged on in a family environment, but is expanding in surau, the mosque, and eventually go on home the nobles. Keywords: Islamisation, a social history, and Islamic education Abstrak Proses masuknya Islam di Indonesia dan hubungannya dengan perkembangan pendidikan Islam pada masa sebelum kedatangan Islam. Peran para muballigh dan pedangan dari Arab yang mengadakan hubungan dagang dengan masyarakat Indonesia sangat membantu proses masuknya Islam di Indonesia. Selain perdagangan, pengembara sufi dan tokoh agama juga ikut andil dalam proses masuknya Islam di Indonesia. Ada beberapa periode sejarah pendidikan Islam diantaranya periode klasik, periode pertengahan dan periode modern. Proses pendidikan Islam pada awalnya tidak hanya ada pada satu tempat dan waktu tertentu, tetapi dimanapun dan kapanpun ketika bertemunya antara muballigh, pedagang, dan penduduk pribumi, maka pada saat itu pula pendidikan Islam berlangsung. Sistem pendidikan Islam pada awalnya berlangsung di lingkungan keluarga, kemudian berkembang di surau, masjid, dan akhirnya masuk di rumah para Kata kunci:Islamisasi. Sejarah Sosial, dan Pendidikan Islam FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. Nomor. Juli 2019. P-ISSN 24412401. e-ISSN 2477-5622 M. Miftah Alfiani dkk. Islamisasi Nusantara dan Sejarah Sosial Pendidikan Islam Pendahuluan Indonesia wilayah Barat dan sekitar Malaka sejak dulu merupakan wilayah yang cukup strategis dalam hasil bumi yang melimpah dan menjadi daya tarik para pedagang. Wilayah itu menjadi daerah perlintasan yang cukup penting antara China dan India. Akibatnya di wilayah Sumatera dan Jawa antara abad ke 1 dan ke 7 M seringkali menjadi persinggahan para pedagang asing serta menjadi titik awal penyebaran Agama Islam. Hadirnya Islam ke Indonesia merupakan anugerah tersendiri khususnya bagi masyarakat Indonesia dan bagi umat manusia seluruhnya, sehingga dapat membangun peradaban yang jauh lebih baik bagi masyarakat Indonesia pada saat itu. 1Islam membawa kemajuan dan kecerdasan serta dapat merubah kehidupan sosial budaya dan tradisi keagamaan masyarakat Indonesia. Kedatangan Islam menjadi titik terang bagi kawasan Asia Tenggara terutama bagi Indonesia, karena Islam membuka cakrawala intelektualisme masyarakat Indinesia pada masa itu yang tidak terdapat pada masa Hindu-Budha. Kedatangan Islam pada masa itu membawa banyak kemajuan termasuk dalam bidang pendidikan. Sejarah sosial Pendidikan Islam merupakan rangkaian kata yang masing-masing mempunyai makna atau arti tersendiri, namun secara keseluruhan rangkaian kata tersebut mempunyai makna yang saling berhubungan tentang apa yang dimaksud. Kata sejarah secara umum bisa berarti suatu peristiwa atau kejadian. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sejarah artinya sebuah kejadian yang benar terjadi di masa Tidak jauh berbeda dengan pengertian ilmu sejarah dengan artian sebagai pengetahuan dari uraian tentang peristiwa ataupun kejadian yang terjadi pada masa Sedangkan pengertian sosial menurut KBBI yaitu hal-hal yang berkenaan dengan hubungan masyarakat. Pendidikan menurut kamus besar bahasa Indonesia yaitu cara mengubah tingkah laku atau sikap seorang maupun kelompok dengan pengajaran. Dari segi etimologi, pendidikan berasal dari bahasa Inggris yaitu education, yang disusun dari dua kata yakni Au EAy dan AuDucoAy artinya sesuatu yang sedang mengalami proses perkembangan. Sedangkan AuEAy mempunyai arti perkembangan yang terjadi dari Jadi dari dua kata tersebut dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan sebuah proses yang dilakukan manusia untuk mengembangkan dirinya sebaik mungkin AzyumardiAzra. Historiografi Islam Kontemporer: Wacana. Aktualitas dan Aktor Sejarah, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. Nomor. Juli 2019 dari dalam. Sejarah pendidikan Islam yang diungkapkan oleh Hasbulahyaitu sebuah perjalanan atau peristiwa Islam yang berkembang sejak lahirnya Nabi hingga sampai saat ini yang merupakan sebuah pendidikan agama Islam baik dari segi konsep, lembaga dan organsasi. Islam masuk ke Indonesia, tidak dilakukan dengan cara peperangan maupun Sebaliknya penyebaran Islam di Indonesia justru dengan cara damai. Berbagai cara perkembangan Islam di Indonesia diantaranya melalui jalur perdagangan, perkawinan, pendidikan, politik, kesenian, tasawuf, yang kesemua cara tersebut banyak Islam. Menurut Uka Tjandrasasmita, saluran-saluran persebaran Islam ke Indonesia salah satunya ialah Proses penyebaran Islam di Indonesia salah satunya melalui pendidikan, seperti pendidikan Pondok Pesantren yaitu tempat pembelajaran Agama bagi para santri, yang dilaksanakan oleh para guru agama, para kyai, (Nurhayati Djama. dan para ulama. pesantren, para santri mendapat pendidikan agama yang cukup memadai. Setelah sekian lama belajar ilmu agama dari pesantren, kemudian mereka memanfaatkan apa yang mereka peroleh dari pesantren. Misalnya saja dalam hal berdakwah. Mereka kembali ke kampongnya sendiri-sendiri dan berdakwah sesuai apa yang didapatkan dari pesantren. Semakin terkenal kyai yang mengajarkan semakin terkenal pesantrennya, dan pengaruhnya akan semakin luas. Perkembangan Islam di Nusantara dalam berbagai bidang. Pertama, bidang Perkembangan Islam dalam bidang politik dapat dibedakan dalam 5 masa, yakni masa penjajahan, masa kemerdekaan, masa pemerintahan di orde baru dan masa pemerintahan di orde lama dan masa reformasi. Kedua. Bidang Seni dan Budaya. Indonesia memiliki kesenian Islam. Namun dibandingkan dengan Negara lain. Indonesia cukup tertinggal dalam hal bidang kesenian Islam. Misalnya di kerajaan Mughal ada Taj Mahal yang merupakan salah satu seni arsitektur. Masyarakat Islam di Indonesia, memang menjadi pengikut bukan pemimpin. Namun demikian. Islam di Indonesia membawa perubahan yang berkemajuan. Di Indonesia, peradaban banyak dipengaruh kebudayaan dari agaama Hindu dan Budha sangatlah kuat terutama di Jawa. Mayoritas masyarakat Islam yang datang ke Badri Yatim. Sejarah Islam di Indonesia,(Jakarta: Depag, 1. Miftah Alfiani dkk. Islamisasi Nusantara dan Sejarah Sosial Pendidikan Islam Indonesia yakni dari pedagang. 3Setelah Islam sudah masuk ke masyarakat pribumi baru kemudian kebudayaan Islam berkembang. Dan yang menjadi raja Islam di Indonesia waktu itu kebanyakan dari pedagang dan sufi. Di Indonesia agama Islam yang datang adalah dari Islam tasawuf. Penduduk Indonesia lebih mengutamakan perdagangan Indonesia Masuknya Islam ke Indonesia dilakukan secara damai, sehingga Islam bisa menyesuaikan dengan lingkungan sekitar. Berbagai macam kesenianIslam di Indonesia diantaranya:Batu Nisan. Di Indonesia salah satu bentuk keseniannya islah batu nisan. Seperti ditemukannya di Aceh tahun 1292 yaitu makam Sultan malik Al Saleh. Pada batu tersebut tertulis hari dan tahun wafatnya serta ada tulisan Arab yang berisi tentang Al-QurAoan. Lalu, arsitektur (Seni Bangu. Terdapat dua model atau corak seni bangunan Islam di Indonesia yaitu Corak asli dan baru. Sebagai contoh bentuk dan model masjid di Indonesia berbeda dengan model masjid di negara-negara Islam lainnya. Karena model masjid di Indonesia banyak dipengaruhi seni bangunan Hindu dan Budha. Adapun ciri khasnya. Atapnya ber tumpang, yaitu atapnya dibuat secara bersusun. Tidak ada menara masjid-masjid tua. Selain itu, ada pula seni sastra. Seni sastra Indonesia dipengaruhi dari Persia. Diantaranya adalah buku Kalilah wa Dimmah. Abu Nawas dan lain-lain yang sudah diterjemakan ke dalam bahasa Indonesia. Sedangkan di bidang seni kaligrafi Indonesia tidak begitu menonjol. Juga Seni Mengukir. Di Indonesia seni ukir tidak banyak berkembang karena hal itu dilarang oleh Islam sebagaimana dalam hadis yang melarang melukis mahluk hidup. Pendidikan pada masa Kerajaan Islam di Nusantara Proses Pendidikan Islam di Nusantara telah diselenggarakan pada masa kerajaan Islam pertama di Nusantara yaitu di Perlak pada tahun . Ae1292 M), dan kerajaan samudra pasai pada tahun . 7-1521 M). Hal ini diungkapkan oleh seorang ilmuwan dari maroko yang berkelana ke berbagai negeri termasuk ke Indonesia yaitu Ibnu Batutah. Dalam buku Rihlah Ibn Batutah mengungkapkan, saat beliau pergi mengunjungi kerajaan Samudra Pasai, ia mengikuti raja Malik Az- Zahir sedang Zubaidi. Pendidikan Berbasis Masyarakat. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005. Choirul Mahfud,Politik Pendidikan Islam di Indonesia. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2. Juga. Choirul Mahfud. Chinese Muslim Community Development in Contemporary Indonesia: Experiences of PITI in East Java. Studia Islamika. Vol. No. 3, 2018. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. Nomor. Juli 2019 memberikan kajian agama Islam dengan metode halaqoh selepas sholat jumAoat hingga menjelang sholat ashar. Menurut Ibnu batutah. Samudera Pasai merupakan pusat pengembagan agama Islam dan sering dijadikan tempat bagi para ulama dari daerah lain untuk bermusyawarah tentang persoalan keagamaan dan hal-hal yang bersifat Proses Pendidikan pada masa kerajaan Islam di nusantara selain dilaksanakan di Pulau Sumatra juga diselenggaara di pulau Jawa. Pendidikan Islam di Jawa dilaksanakan oleh para wali songo, seperti Syeh Maulana Malik Ibrahim yang menyampaikan dakwah Islam melalui perdagangan dan pengobatan gratis dan memberikan pendidikan tentang bertani. Selain itu ada juga Sunan Ampel di Surabaya pada tahun1443 M dengan dakwahnya soal aqidah dan ibadah. Beliau berdakwah dengan metode pendekatan ke masyarakat. Dalam pengembangan proses pendidikan Islam Sunan Ampel mendirikan pondok pesantren. Dan masih ada lagi para tokoh atau ulama wali songo lainya seperti sunan Kudus, sunan Bonang, sunan Kalijaga dan lainlain yang menyebarkan Islam di pulau Jawa. Pada masa penjajahan Belanda hegemoni politik dipegang oleh kekuatan Belanda dengan VOC nya yang didirikan pada tahaun 1755. Dengan semakin kuatnya kekuasaan kolonial Belanda, maka raja Jawa kehilangan kekuasaan politiknya. Sehingga beberapa ulama keraton sebagai penasihat raja tersingkirkan dari lingkungan Rakyat kehilangan kepemimpinan. Eksploitasi kekayaan dan hasil bumi untuk kepentingan pemerintah kolonal Belanda dan raja-raja tradisonal jarang membantu rakyat sehingga lengkaplah penderitaan rakyat pada masa itu. Dalam kondisi yang demikian rakyat menjadi pemimpin non formal yang masih memperhatikan Dalam situasi yang demikian itu pendidikan di Indonesia pada zaman penjajahan mengalami kemunduran bila dibandingkan ketika Islam masuk ke Nusantara. Pada era masuknya Islam ke Indonesia, masyarakat Indonesia sudah menjalani proses pendidikan, terutama pendidikan Islam. Namun tatkala penjajah Belanda menancapkan kukunya di bumi pertiwi. Belanda tidak lagi peduli dengan perkembangan pendidikan bangsa Indonesia khususnya pendidikan Islam. Hal ini di sebabkan oleh ketakutan Belanda tehadap Islam dan semboyan penjajahan belanda Gold. Gospel. Glory yang menjadi latar belakang sistem kolonialisme dan imperialisme. Gold berarti kekayaan. Miftah Alfiani dkk. Islamisasi Nusantara dan Sejarah Sosial Pendidikan Islam dalam hal ini ingin menguasai kekayaan negeri yang dijajahnya. Gospel mempunyai makna agama, yang berarti penjajahan Belanda mempunyai misi kristenisasi di Indonesia. Glory bermakna kejayaan yang bertujuan ingin mengembalikan kejayaan bangsa Eropa di masa lampau, dengan cara menguasai negeri pertiwi dengan Politik penjajahan belanda dalam memnghambat pendidikan Islam di Indonesia dilakukan dengan membuat kebijaka-kebijkan yang merugikan pendidikan Islam dengan membentuk suatu lembaga khusus yang bertujuan mengawasi dan membuat peraturan yang sangat ketat terhadap proses pendidikan Islam. Yang pertama Kebijakan tersebut adalah membatasi para ulama atau kyai dalam pengajaran Islam dengan cara harus memperoleh izin dari pemerintah belanda. Peraturan tersebut dibuat pada tahun 1925 M. Kedua , pada tahun 1932 mengeluarkan peraturan serupa yang isinya tentang penutupan sekolah atau madrasah yang tidak mempunyai izin atau memberikan pendidikan atau pengajaran yang disenangi pemerintah belanda dan diberi lebel Ordanansi Sekolah Liar. Ketiga mengeluarkan peraturan dengan nama Netral Agama yang isinya bahwa belanda bersikap tidak memihak terhadap agama apapun dengan cara melarang adanya pendidikan agama di lembaga pendidikan atau sekolah. Sekolahsekolah gereja dijadikan sekolah pemerintah. dan di setiap karesidenan didirikan satu sekolah kristen. hal ini merupakan bagian dari upaya belanda untuk menghambat perkembangan pendidikan Islam di Indonesia. Berbeda lagi ketika zaman penjajahan Jepang yang mempunyai kebijakan untuk menarik simpati bangsa Indonesia dengan cara membuka kembali sekolah-sekolah yang sudah ditutup oleh Belanda. Dalam proses pengajarannya menggunakan bahasa Indonesia. Sistem pendidikan baru yang diterapkan penjajah Jepang meliputi pendidikan dasar selama 6 tahun (Gokumin Gakk. , pendidikan lanjutan (Shoto Chu Gakk. dilaksanakan selama 3 tahun atau setingkat SMP seperti saat ini. Berlajut ke sekolah menengah (Chu Gakk. 3 tahun atau Sekolah menengah atas. Sekolah Kejuruan (Gogyo Gakk. serta Sekolah Tinggi. Kebijakan ini sangat menguntungkan rakyat Indonesia karena memberikan kesempatan yang sama pada semua golongan masyarakat untuk memperoleh pendidikan. Kebijakan lain dari penjajah jepang untuk menarik simpati umat Islam antara lain: yang pertama dengan cara memberkan bantuan ke pondok Tilaar. Multikulturalisme: Tantangan-tantangan Global Masa Depan dalam Transformasi Pendidikan Nasional. (Jakarta: Grasindo, 2. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. Nomor. Juli 2019 pesantren. Kantor Urusan Agama selama penjajahan belahan dibawah pimpinan orangorang orientalis oleh penjajah jepang dialihkan kepada rakyat khususnya umat Islam yaitu dibuatlah kebijaksanaan antara lain: memberikan dana KH. Hasyim AsyAoari, pelajaran budi pekerti diajarkan di sekolah negeri, pemuda-pemuda Islam diberikan latihan dasar kemiliteran dan memberi izin mendirikan barisan Hisbullah, pembentukan PETA, memberi izin berdirinya Sekolah Tinggi Agama Islam. Semua kebijakan Jepang tersebut sepertinya menguntungkan bangsa Indonesia, namun dibalik semua itu demi kepentingan jepang sendiri untuk menghadapi sekutu. Ketika terjadi perang dunia II sikap jepang mulai sewenang-wenang. Hal ini ditunjukkan dengan menghukum rakyat indonesia yang tidak patuh dengan penjajah jepang, banyak guru dijadikan pejabat sehingga berdampak pada mundurnya standar pendidikan serta dampak negatif lainnya dibidang sosial, ekonomi dan politik. Setelah kemerdekaan diraih oleh bangsa Indonesia, maka pemerintah Indonesia mulai berjuang untuk menata segala aspek kehidupan masyarakat Indonesia dalam segala bidang, termasuk bidang pendidikan. 6 Upaya pemerintah Indonesia pada masa kemerdekaan untukmembenahi pendidikan yang telah mengalami kemunduran di zaman penjajahan, bertujuan untuk menata kembali kehidupan masyarakat dan membangun negara Indonesia menuju masa depan yang lebih maju. Pemerintah Indonesia berupaya untuk merumuskan pola pendidikan nasioanal yang diperuntukkan kepada seluruh bangsa Indonesia tanpa memandang golongan apapun. Karena pada zaman penjajahan rakyat Indonesia mengalami diskriminasi untuk mendapatkan pendidikan yang hanya diperbolehkan bagi kalangan elit saja pada masa itu. Usaha pemerintah Indonesia dalam bidang pendidikan pada awal zaman kemerdekaan . yaitu perbaikan fisik gedung-gedung sekolah, tenaga pengajar, sistem pengajaran atau kurukulum dan Untuk mewujudkan cita-cita tersebut terbentuklah keputusan dari gabungan dua departemen yaitu departemen pendidikan dan departemen agama yang berwenang dalam mengatur penyelenggaraan pendidikan agama untuk sekolah umum dan Melalui keputusan bersama dua mentri dalam hal ini mentri pendidikan dan mentri Agama menetapkan bahwa penyelengaraan pendidikan Agama di sekolah umum baik negeri maupun swasta dikelola oleh depaartemen pendidikan dan kebudayaan. Heru Juabdin Sada. Kebutuhan Dasar Manusia dalam Perspektif Pendidikan Islam. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam. Vol 8. No 2 . Miftah Alfiani dkk. Islamisasi Nusantara dan Sejarah Sosial Pendidikan Islam pendidikan agama untuk madrasah penyelenggaraannya dikelola oleh departemen Setelah satu tahun merdeka . ,pemerintah Indonesia menetapkan keputusan bahwa pendidikan Agama Islam diatur dengan resmi oleh pemerintah. Setelah kondisi kemerdekaan Indonesia mulai berjalan normal pada tahun 1950, upaya perbaikan dibidang pendidikan terus dilakukan untuk mencapai kesempurnaan. Maka dibentuklahpanitia bersama yang pada tahun 1951, mengeluarkan keputusan antara mentri Agama pada waktu itu Prof. Mahmud dan mentri pendidikan dan kebudayaan,Pak Hadi. Melalui musyawarah dua mentri tersebut telah ditetapkan Surat Keputusan Bersama dua mentri yang di dalam berisi tentang: Pendidikan Agama disamapaikan sejak kelas IV sekolah Rakyat Bagi daerah-daerah Sumatra,kalimantan, pendidikan Agama dimulai kelas 1 Sekolah Rakyat dengan tidak mengurangi pendidikan umum sebagaimana yang diperoleh sekolah yang menerima pendidikan agama sejak kelas IV. Bagi sekolah menengah pertama dan atas serta kejuruan memperoleh pendidikan Agama dengan beban jam belajar selama 2 jam Pendidikan Agama yang disampaikan pada siswa minimal 10 siswa dalam kelas dan memperoleh izin dari wali siswa /orang tua. Pengangkatan guru agama, biaya penedidikan agama dan materi pendidikan agama ditanggung oleh departemen Setelah selang beberapa tahun keluar kembali keputusan yang ditetapkan oleh MPRS yang menghasilkan keputusan pada tahun 1966 dengan menetapkan bahwa pendidikan agama menjadi mata pelajaran wajib bagi siswa sekolah dasar sampai Bila ada sebuah pertanyaan, sejak kapan dan bagaimana awal mula terbentuknya sebuah lembaga pendidikan Islam? Maka terlebih dahulu yang perlu diketahui adalah pendidikan Islam terbentuk sejak masa klasik. Awal mula Islam mengenal lembaga pendidikan atau pusat pendidikan yaitu sejak Nabi Muhammad menyampaikan risalah Islam yang pada awalnya di lingkungan keluarganya dan di rumah sahabat Arqom bin Abil Arqom. Nabi Muhammad SAW merupakan guru Agung yang mengajarkan Islam dengan berpedoman pada Kitab suci Al-QurAoanul Karim untuk membentuk aqidah atau idiologi yang sesuai dengan ajaran-ajaran Islam. Maka untuk menyampaikan ayat-ayat tersebut dipilihlah rumah Al Arqom bin Abil Arqom yang bersedia rumahnya dijadikan tempat untuk mengumpulkan pengikut-pengikut yang percaya kepada Nabi saw yang FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. Nomor. Juli 2019 masih terbilang sedikit secara sembunyi-sembunyi. Rumah Al Arqom bin Abil Arqom yang menjadi tempat pertama pusat pendidikan para sahabat pada masa awal Islam. Berkat bimbingan langsung Rasullullah dan pertolongan dari Allah SWT, rumah Arqom telah menghasilkan orang-orang besar yang dikenal sejarah. Di rumah AlArqom tersebut Nabi Muhammad Saw mengajarakan Islam kepada para sahabat, membacakan Al-QurAoan,menyuruh untuk menghafalkan dan memahami Al-QurAoan, membangkitkan keruhanian Islam dengan sholat,. menanamkan aqidah Islam, akhlak budi pekerti membangkitkan semangat dan sabar dalam menghadapi segala rintangan dan hambatan dalam menjalankan dan menyebarkan SyiAoar Islam dengan ikhlas untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Darul Arqom merupakan markas pertama bagi pengkaderan kaum muslimin pada generasi awal. Mengapa rumah Al -Arqom diplih menjadi pusat dakwah Nabi? Ada beberapa alasan yang sangat mendukung mengapa rumah Al-Arqom menjadi yang teristimewah sebagai pusat dakwah Nabi saw. Alasan pertama ketika Al-Arqom masuk Islam tidak ada kaum musyrikin yang tahu. Kedua Al-Arqom berasal dari Bani Makhzum yang pada masa jahiliyah Bani Makhzum merupakan musuh dari bani Hasyim yang merupakan suku atau keluarga besar Rasulullah SAW, sehingga tidak dicurigai oleh kaum kafir. Ketiga Al-Arqom pada usia yang masih muda belia sekitar usia 16 tahun sudah masuk agama Islam sehingga kaum kafir Quraisy tidak mencurigai tatkala Nabi berkumpul dengan pengikut-pengikutnya untuk menyampaikan dakwahnya di rumah seorang anak muda. Alasan keempat dikarenakan sahabat Ar-qom ini tidak begitu terkenal sehingga dengan ketidakketerkenalnya itu banyak orang-orang Mekkah tidak terlalu memperhatikan setiap kegiatan di rumah Arqom, di bukit Shofa yang berada di pinggiran kota Mekkah jauh dari hiruk-pikuk. Mekkah sebagai kota suci tujuan para peziarah agama samawi dan juga merupakan kota transit perdagangan para kafilah-kafilah dan sangat kecil kemungkinan setiap orang saling peduli dengan apa yang dilakukan masing-masing orang. Dari keempat alasan itu tentu menguntungkan dalam pergerakan dakwah Nabi saw meskipun dengan cara sembunyi-sembunyi, karena masyarakat Mekkah tidak menduga tentang hubungan Nabi saw dengan sabahat Arqom ini. Tetapi dakwah Rasulullah tidak selamanya dilakukan dengan cara sembunyi-sembunyi hingga turunlah Hasbullah. Sejarah Pendidikan Islam Di Indonesia: Lintasan Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1. Miftah Alfiani dkk. Islamisasi Nusantara dan Sejarah Sosial Pendidikan Islam ayat yang memerintahkan kepada nabi Muhammad saw untuk menyiarkan Islam secara terang-terangan. Maka Nabi SAW untuk pertama kalinya menyampaikan risalah Islam dengan terbuka di bukit shafah pada siang hari dengan dihadiri cukup banyak orangorang mekkah pada pada waktu itu. selanjutnya pada waktu dan tempat yang berdada beliau juga mulai memperlihatkan cara beribadahnya dihadapan semua orang di halaman KaAobah. Dakwah yang beliau lakukan itu semakin mendapat sambutan sehingga orang-orang mekkah masuk agama Allah SWT. Namun tidak sedikit pula yang membenci dan menentang dakwah beliau. Namun Pada periode mekkah dakwah beliau masuk pula tokoh yang pada awalnya menentang Islam yaitu Umar bin Khattab. Semakin meluas Nabi Muhammad saw meyampaikan risalah Islam. Rintangan atau hambatanpun mulai menghadang perjuangan beliau, sampai akhirnya beliau memutuskan untuk berhijrah ke kota Madinah. Pergerakan dakwah Nabi tidak berhenti sampai disitu. Bagai gayung bersambut, hijrah Nabi ke Madinah diterima dengan sangat antusias penduduk kota Madinah. Nabi saw mendirikan sebuah negara di kota Madinah. 8 Dakwah yang awalnya dilaksanakan di rumah sahabat dan pengikutnyapun semakin besar maka beralihlah tempat dakwah ke masjid yang dibangun oleh Nabi SAW di Madinah yaitu masjid Nabawi. Masjid dijadikan sebagai pusat dakwah dan merupakan pusat kehidupan masyarakat sejak awal didirikannya. Sejak itulah Masjid menjadi pusat pendidikan atau lembaga pendidikan. Kemudian pengembangan terbentuklah sebuah tempat sebagai pusat pendidikan yang baru lagi yaitu Dibagian sudut masjid yang dinamakan suffah itulah tempat untuk belajar bagi umat Islam waktu Di Suffah selain diajarkan ilmu-ilmu selain ilmu agama juga diajarkan ilmu-ilmu lain seperti ilmu sosial, kemasyarakatan, hukum, pertahanan, keamanan, akhlak, budi pekerti dan lain sebagainya. Pusat-pusat pendidikan pada awal kebangkitan Islam. Di dalam sejarah Islam dijelaskan tentang banyaknya tempat-tempat untuk menuntut ilmu atau pusat-pusat pendidikan dengan berbagai tingkatan dan ciri khasnya masing-masing. Menurut seorang sejarawan Islam yang berasal dari Benghazi,Libya yaitu Prof. Dr Ali Muhammad ash shalabi dalam bukunya at-Tarbiyah al-Islamiyah. Nuzumuha. Falsafatuha. Tarikhuha. Ahmad Shalabi membagi institusi atau lembaga pendidikan Ibid. , 8-9. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. Nomor. Juli 2019 Islam itu dalam dua kelompok yaitu: pendidikan sebelum madrasah dan sesudah Dalam Islam, ada beberapa lembaga pendidikan Islam sebelum madrasah antara lain:Kuttab yaitu tempat-tempat belajar di rumah guru yang memberikan pelajaran menulis dan membaca untuk pendidikan tingkat dasar. Lalu. Rumah. Merupakan tempat dakwah Rasullulah saw dan rumah Arqom bin Abil Arqom di sebut Darul arqom sebagai tempat berkumpulnya para sahabat dan Nabi SAW mengajarkan Islam dalam bentuk halaqoh. Kemudian, ada Masjid. Masjid merupakan lembaga pendidikan Islam pada masa Nabi saw periode Madinah. Masjid menjadi pusat pendidikan dengan materi lanjutan periode mekah dan dikembangkan untuk membentuk tatanan masyarakat Islam yang mampu mengatur aspek kehidupan dibidang ekonomi,politik dan hukum, sosial kemasyarakatan,akhlak dan budi pekerti. Ada pula Suffah. Suffah merupakan sebuah tempat disamping atau sebelah masjid didirikan Rasullulah saw menjadi lembaga pengajaran tentang dasar-dasar berhitung,kedokteran,astronomi,ilmu fonetik. Suffah ini belokasi di samping masjid Nabawi. diperuntukkan untuk orang-orang yang tinggal disuffah ini disebut ahlussuffah. Selain itu, ada Khan. Khan merupakan suatu tempat seperti surau atau musholah atau masjid kecil namun tidak untuk sholat jumAoat tetapi dijadikan asrama bagi siswasiswa yang berasal dari luar daerah yang bertujuan ingin belajar di masjid Tempat ini juga berfungsi juga sebagai tempat belajar privat. Juga salun merupakan tempat untuk belajar khusus tentang kesusastraan dan kesenian. Menurut Harun Nasution tempat ini dijadikan tempat belajar yang muncul zaman pemerintahan dinasti Umayyah dan pada zaman dinasti Abbasiyah berkembang pesat dan megah. Juga Halaqoh. Halaqoh merupakan kegiatan pengajaran dengan sistem duduk dilantai dengan melinngkari gurunya dan dilaksanakan di rumah-rumah atau di masjid. Model pengajaran halaqoh ini tidak mengenal umur,jenjang pendidikan maupun sistem klasikal. murid-murid hanya mendengarkan penjelasan guru. Juga. Majlis. Pada awal abad pertama Islam, istilah majlis sudah digunakan sebagai pusat belajar. Dan dalam perkembangannya yaitu pada masa keemasan Islam, majlis dimaknai dengan kegiatan pengkajian ilmu-ilmu agama Islam, misalnya majlis al Nabawi berarti majlis pengajaran yang dilakukan Nabi saw, majlis al-hadits merupakan forum untuk mengkaji ilmu-ilmu hadits, majlis adab yaitu M. Miftah Alfiani dkk. Islamisasi Nusantara dan Sejarah Sosial Pendidikan Islam majlis untuk belajar sastra. Karakteristik majlis ini merupakan forum untuk berdiskusi, perdebatan antara ulama fikih atau hukum Islam. Kemudian Zawiyah, sebuah pusat pendidikan yang pada mulanya berada di sudut atau pojok bangunan masjid. Di tempat ini berlangsung proses pendidikan antara guru dan murid. Dan pada perkembangannya lembaga pendidikan ini cenderung melakukan kegiatan pendidikan yang mengarah pada faham-faham sufi. Ribath merupakan tempat yang digunakan orang-orang sufi untuk melakukan kegiatan keagaamaan dan meninggalkan hal-hal keduniaan. Kegiatan para sufi ini hanya ingin berkosentrasi pada kegiatan ibadah saja. disamping itu mereka juga sangat perhatian dalam kegiatan keilmuan. Kedai-kedai buku yaitu tempat ini merupakan toko yang menjual buku-buku. Selain menjual tempat ini bisa dijadikan sebagai perpustakaan untuk mengkaji ilmu pengetahuan bagi para ilmuwan,pujangga untuk berdiskusi, tanya jawab terhadap berbagai bidang keilmuan yang berkembang saat itu. Pada masa dinasti Abbasiyah pada tahun 891 masehi banyak sekali toko-toko buku semacam ini ada disepanjang jalanan Fungsi rumah sakit Selain untuk merawat dan mengobati pasien,pada masa klasik juga berfungsi menjadi pusat pendidikan para medis dalam keperawatan dan pengobatan, penelitian dan percobabaan dibidang kedokteran. Pada saat itu ilmu pengobatan dan kedokteran berkembang pesat. Badiah. Badiah merupakan daerah padang pasir yang didiami oleh suku badwi yang masih memegang teguh keaslian bahasa arab. Badiah dijadikan tempat bagi anak-anak khalifah,para ilmuwan bahkan para ulama untuk belajar mendalami bahasa dan kesusastraan Arab. Menurut sejarah Islam lembaga pendidikan madrasah pertama yang didirikan dengan model pembelajaran yang tersistem yaitu pada masa pemerintahan dinasti Abbasiyah. Pada masa dinasti Abbasiyah pendidikan Islam bekembang pesat. Perkembangan dibuktikan dengan berdirinya lembaga pedidikan madarasah formal. Madrasah formal pertama yang didirikan yaitu madarasah Nizhamiyah. Nama Madrasah Nizhamiyah diambil dari nama pendirinya yaitu Nizam Al Mulk, yang merupakan seorang wazir atau perdana menteri pada masa kehalifahan Abu JaAofar Abdullah Al QoAoim bin Amrillah. Madrasah Nizamiyah merupakan Sekolah tinggi Islam yang pertama di kota Baghdad yang berdiri sekitar abad ke 11 masehi. Sejak berdirinya Ainurrafiq Dawam, dan Ahmad T. Manajemen Madrasah Berbasis Pesantren,(Yogyakarta: Listafariska Putra, 2. Juga. Malik A. Fadjar. Reorientasi Pendidikan Islam, (Jakarta: Fajar Dunia, 1. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. Nomor. Juli 2019 madrasah ini berkembang pula madrasah-madrasah di luar kota Baghdad seperti di Basrah,Mausul,Kufah dan kota-kota lainnya. Sejak berdirinya madrasah-madrasah formal ini banyak sekali para pencari ilmu yang berminat untuk belajar tentang agama Islam dan berbagai ilmu pengetahuan yang berkembang pada masa itu. Sehinga pada masa itu dunia Islam telah melahirkan tokohtokoh muslim yang ahli pada bidangnya masing-masing, seperti: Nizam Al Mulk . endiri sekolah tinggi Islam pertam. ,Ibnu Sina . hli dibidang kedoktera. Al-Ghazali . hli ilmu kalam, ahli tasawu. ,MaAomun Ar-Rasyid putra khalifah harun Ar-Rasyid . elopor berdirinya perpustakaan umu. ,Ibnu Khaldun . eorang sejarawan yang ahli dibidang filsafat dan sosiolog. ,Abu WafaAo. hli Matematik. ,Al-Farabi . hli dibidag seni musik dan filsafa. dan beberapa pemikir-pemikir muslim yang lain pada masa itu. Dengan kehadiran tokoh-tokoh muslim tersebut, dunia pendidikan Islam membuktikan bahwa Baghdad sudah mempunyai pusat pendidikan Islam atau lembaga pendidikan madrasah formal yang pertama di dunia. Bercermin dari perjalanan sejarah kota Baghdad dalam pengembangan lembaga pendidikan madrasah yang modern itu, menjadi motivasi bagi perkembangan lembaga pendidikan Islam di indonesia. Bila dilihat pada abad ke 13 sampai 19 masehi. Indonesiapun telah melahirkan tokoh-tokoh muslim dan para ulama yang mampu mewarnai sejarah perkembangan pendidikan Islam di Indonesia sepeti KH. Ahmad Dahlan. KH. Hasyim Ahmad Surkati,Ahmad Hasan dan lain-lainnya. Mereka merupakan ulama dan tokoh agama yang dengan pergerakannya berhasil melahirkan lembaga pendidikan Islam formal yang berkembang pesat sampai sekarang. 10 Seperti Madrasah, pondok pesantren modern. Upaya tersebut bertujuan untuk mencetak generasi penerus Islam yang mempunyai kompetensi dibidang sains dan teknologi. Pada saat ini pengembangan lembaga pendidikan Islam di Indonesia di bawah naungan Kementrian Agama, terus berupaya mengembangkan pendidikan Islam diantaranya melalui upaya pengiriman pelajar ke luar negeri serta berusaha terus memperbaiki dan memantau kualitas lembaga pendidikan Islam di Indonesia dengan cara membangun pola pendidikan Islam Modern yang berbasis pada pengembangan jaringan informasi dan Hal ini bertujuan agar lembaga pendidikan Islam di Indonesia mampu Muhidin Dahlan. Sosialisme Religius. Suatu Jalan Keempat?,(Yogyakarta: Kreasi Wacana, 2. Miftah Alfiani dkk. Islamisasi Nusantara dan Sejarah Sosial Pendidikan Islam melahirkan generasi masa depan yang berilmu pengetahuan dan dilandasi iman dan Penutup Di dalam sejarah Islam dijelaskan tentang banyaknya tempat-tempat untuk menuntut ilmu atau pusat-pusat pendidikan dengan berbagai tingkatan dan ciri khasnya masing-masing. Pada awal kebangkitan Islam, rumah Arqom bin Abil Arqom atau Daar al Arqom adalah cikal bakal lembaga pendidikan Islam yang selanjutnya berkembang dengan menggunakan sarana dan prasarana masjid sebagai tempat belajar ilmu-ilmu agama Islam. Sampai pada perkembangan selanjutnya, berkembang tempat-tempat pendidikan Islam yang beragam dengan model pembelajaran dengan ciri khasnya masing-masing. Hal ini berlanjut pada masa Dinasti Abbasiyah dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang sangat pesat didirikan lembaga pendidikan yang modern yang disebut dengan madrasah. Pada awalnya, madrasah berasal dari transformasi lembaga pendidikan masjid menjadi sebuah inovasi baru dalam pengembangan pendidikan Islammodern sampai sekarang. Hal ini disebabkan madrasah dalam pengelolaannya dilaksanakan dengan sistematis dan dikemas secara profesional. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. Nomor. Juli 2019 Daftar Pustaka