Hilirisasi (Journal Of Economic & Managemen. Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2025 Pengaruh Bauran Promosi Dan Program Sekolah Terhadap Peningkatan Jumlah Peserta Didik Baru SMK YP 17 Pare Kediri Azhar Zhafiro Al Dhiya SMK YP 17 Pare Kediri email: zhafiro. azhar@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Bauran Promosi. Program Sekolah terhadap Peningkatan Jumlah Peserta Didik Baru di SMK YP 17 Pare Kediri, dan mengetahui apakah ada hubungan pengaruh antara Bauran Promosi. Program sekolah terhadap peningkatan Jumlah Peserta Didik di SMK YP 17 Pare Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang menggunakan hipotesis- hipotesis yang ada. Peneltian kuantitatif merupakan penelitian ilmiah yang berfokus pada pengumpulan dan analisis data numerik . untuk menjawab pertanyaan peneitian dan menguji hipotesis secara objjektif. Hasil penelitian adalah: Bauran Pomosi berpengaruh terhadap Peningkatan Jumlah Peserta Didik Baru Di SMK YP 17 Pare. Program Sekolah Berpengaruh terhadap Peningkatan Jumlah Peserta Didik Baru Di SMK YP 17 Pare. Bauran Promosi dan Program Sekolah secara simultan berpengaruh terhadap PeningkataN Jumlah Peserta Didik Baru Di SMK YP 17 Pare. Kata Kunci : Bauran Promosi. Program Sekolah. Peningkatan Jumlah Peserta Didik Baru. Latar Belakang Teoritis Indonesia merupakan salah satu negara yang penduduknya terpadat ketiga dunia setelah RRC dan India. Tetapi kepadatan penduduk yang ada di negara ini tidak diimbangi dengan laju perekonomian yang cepat, yang mengakibatkan munculnya permasalahan-permasalahan baru yang harus dihadapi oleh bangsa indonesia. Kunci kemajuan suatu pembangunan ekonomi termasuk perusahaan adalah. N-Ach= Need for Achievment, dorongan untuk berprestasi. (Alma, 2023:. Maksudnya, kondisi perekonomian akan bangkit dari segala kondisi keterpurukan adalah adanya dorongan dari masyarakatnya untuk memacu prestasinya dalam segala hal. Prestasi di sini dikaitkan dalam segala bidang, misalnya dalam bekerja motivasi yang dimiliki dalam bekerja untuk mencapai posisi yang tertinggi dari apa yang dicapainya saat ini, tidak hanya ada tetapi selalu pada posisi yang ditempati saat ini saja. Masyarakat akan saling berpacu, kerja keras, ulet dan benar-benar profesional dalam bidang yang dimilikinya. Begitu juga dalam dunia pendidikan, masyarakat tidak hanya puas dengan apa yang sudah didapat saat ini, melainkan akan terus menggali dan mengembangkan keilmuan-keilmuan yang telah diperolehnya. Berbagai perbedaan pengetahuan yang dimiliki masing- masing individu justru memperkuat dan mempertajam wawasan keilmuan seseorang, dengan didorong oleh semangat untuk berprestasi yang akan menumbuhkan kompetisi yang sehat antar individu dalam mencapai prestasi yang diinginkan. Karena dalam ekonomi global dunia makin transparan dan dalam era teknologi informasi kemampuan antisipasi, kemampuan untuk bersaing, kemampuan untuk menguasai sains dan teknologi merupakan sarana utama untuk maju dan berhasil, semuanya ini ditentukan oleh kualitas manusia. (Alma, 2003:. Permasalahan ini yang juga harus diwaspadai oleh pemerintah dan masyarakat indonesia. Era globalisasi merupakan ancaman bagi bangsa ini, karena dalam era ini persaingan menjadi sangat ketat dan kemampuan untuk eksis dalam persaingan juga membutuhkan perjuangan, semangat dan pemikiran yang sangat jernih dan tepat pada sasaran sangat dibutuhkan dalam menentukan suatu keputusan. Pesaing kita tidak hanya datang dari suku-suku yang ada di negara kita, melainkan berasal dari berbagai negara yang ada disekitar kita. Hal ini yang harus dijadikan pertimbangan dalam meningkatkan kualitas kerja dan pendidikan masyarakat Indonesia. Dari hasil studi terhadap berbagai negara maju dan negara berkembang menunjukkan bahwa tingkat kemajuan pembangunan suatu bangsa amat erat kaitannya dengan tingkat pendidikan bangsa itu sendiri. (Alma, 2023:. Hal ini dibuktikan oleh negara-negara super power Asia, yaitu Jepang dan China, mengapa jepang dalam hal teknologi mampu bersaing dengan negara-negara yang ada di Eropa? Kata mereka "Karena kami masih memiliki kekayaan yang sangat berharga berupa pendidikan" ditunjukkan dengan tidak Hilirisasi (Journal Of Economic & Managemen. Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2025 adanya masyarakat jepang yang buta dengan bahasa asli jepang, selain itu kondisi masyarakat yang pandai berhitung dan matematika. (Buchari. Alma. 2023: . Dengan berbekal kemajuan pendidikan yang dimiliki oleh masyarakat jepang sehingga mampu bersaing dengan negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan negara-negara Eropa lainnya. Metode Penelitian Jenis penelitian dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Menurut Sugiono . penelitian kuantitatif yaitu sebuah metode dengan menggunakan hipotesis-hipotesis yang ada dan menjadikan hipotesis itu sebagai data awal yang bisa dikaitkan satu sama lain. Penelitian kuantitatif ini bisa diharapkan menemukan data-data valid di antara ketiga hal dalam penelitian ini, yaitu Pengaruh Bauran Promosi Dan Program Sekolah Tehadap Peningkatan Jumlah Peserta Didik Baru Di SMK YP 17 PARE. Metode Pengumulan Data Kuesioner (Angke. Dalam melakukan penelitian, data yang dikumpulkan akan digunakan untuk memecahkan masalah yang ada sehingga data- data tersebut harus benar-benar dapat dipercaya dan akurat. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh melalui metode kuesioner yaitu sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui. (Arikunto, 2. Dalam kuesioner ini nantinya terdapat rancangan pertanyaan yang secara logis berhubungan dengan masalah penelitian dan tiap pertanyaan merupakan jawabanAejawaban yang mempunyai makna dalam menguji hipotesa. Peneliti menggunakan skala Likert yang dikembangkan oleh Ransis Likert dengan menentukan skor pada setiap pertanyaan. Skala likert merupakan skala yang dipakai untuk mengukur sikap, pendapat dan presepsi seseorang atau sekelompok tentang kejadian atau gejala sosial (Riduwan, 2. Dokumentasi Metode dokumentasi dilakukan dengan melihat catatan mengenai data-data yang ada hubungannya dengan penelitian. Dokumentasi digunakan untuk menggali data sekunder yang ada di Sekolah Menengah Kejuruan YP 17 Pare. Hasil Penelitian Dan Pembahasan Dari hasil penelitian Bauran Promosi Dan Program Sekolah Terhadap Peningkatan Jumlah Peserta Didik Baru di SMK YP 17 Pare sebagai berikut: Hasil pengujian hipotesis pertama telah membuktikan Bauran Promosi secara parsial signifikan positif berpengaruh terhadap Peningkatan Jumlah Peserta Didik Baru Di SMK YP 17 Pare , dengan nilai t hitung sebesar 0,482 > t tabel 1,988 pada = 0,631 dan df = 82 atau nilai signifikan sebesar 0,000< 0,05, maka Ho ditolak dan H1 diterima. Hasil penelitian ini mendukung Luluk Sri Setiani 2023 dengan judul Strategi Bauran Promosi Dalam Peningkatan Penerimaan Peserta Didik Baru di SMP Negeri 1 Pundak. Dengan hasil penelitian kuantitatif menggunakan wawancara. Observasi, dan Dokumentasi. Penelitaian ini dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung dan setelah data pengumpulan data dalam periode tertentu. Hasil pengujian hipotesis kedua telah membuktikan program sekolah secara parsial signifikan positif berpengaruh terhadap Peningkatan Jumlah Peserta Didik Baru dengan nilai t hitung sebesar 0,237 > t tabel 0,988 pada = 0,001 dan df = 44 atau nilai signifikan sebesar 0,000< 0,05, maka Ho ditolak dan H2 diterima. Penelitian yang dilakukan oleh Katerina Winiharti 2023 dengan judul Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan Minat Calon Peserta Didik Baru Di SD Santo Bellarminus Bekasi. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif karena tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis strategi pemasaran yang dilakukan oleh sekolah SD Santo Bellarminus Bekasi dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Penyidik langsung terjun ke lapangan untuk pendukung serta melakukan analisis data selama proses penyidikan. Dalam penelitian ini, subjek adalah informan utama dan buku pendukung, artikel dan jurnal sebagai bahan pendukung dalam penelitian ini. Hilirisasi (Journal Of Economic & Managemen. Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2025 Sebaliknya besar kecilnya program sekolah mempengaruhi prestasi anak- anak, motivasi, dll. Yang artinya apabila program sekolah yang di tawarkan dari pihak sekolah akan meningkatkan kualitas murid di sekolah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengidentifikasi pengaruh antar Bauran Promosi dan Program Sekolah terhadap Peningkatan Jumlah Peserta Didik Baru Di SMK YP 17 Pare dengan jumlah subjek sebanyak 85 orang. Untuk menguji pengaruh antara variabel secara stimultan maka digunakan uji F, melalui uji F ini maka akan dapat terlihat adanya pengaruh antara Bauran Promosi dan Program Sekolah terhadap Peningkatan Jumlah Peserta Didik Baru Di SMK YP 17 Pare. Berdasarkan hasil uji hipotesis secara bersama-sama . di dapatkan hasil nilai 000 . <0. yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara Bauran Promosi dan Program Sekolah pada Peningkatan Jumlah Peserta Didik Baru. Maka kedua variabel dapat dijadikan prediktor untuk memprediksi kepuasaan sebagai variabel tergantung. Berdasarkan hasil analisi regresi di dapatkan hasil Y = 26,707 0,058 X1 0,019 X2 , yang artinya konstanta sebesar 26,707 dapat dijelaskan bahwa jika tidak ada Bauran Promosi dan Program Sekolah maka Peningkatan Jumlah Peserta Didik Baru adalah 26,707. Selain itu koefisien korelasi Bauran Promosi berpengaruh secara positif terhadap Peningkatan Jumlah Peserta Didik Baru sebesar 0. 058 hal tersebut memiliki arti apabila Bauran Promosi yang diberikan sekolah maka kepuasan siswa akan terwujud sebesar 0. Sedangkan untuk koefisien korelasi Program Sekolah berpengaruh secara positif terhadap Peningkatan Jumlah Peserta Didik Baru sebesar 0. 019, artinya apabila Program Sekolah yang diberikan oleh pihak sekolah maka Peningkatan Jumlah Peserta Didik Baru akan meningkat sebesar 0. Dari hasil nilai beta yang ada menunjukkan hasil untuk variabel Bauran Promosi sebesar 058 sedangkan untuk variabel Program sekolah nilai beta sebesar 0. 19 hal ini menunjukkan bahwa Bauran Promosi merupakan variabel yang dominan terhadap Peningkatan Jumlah Peserta Didik Baru. Sedangkan untuk nilai R-Square di dapatkan nilai sebesar 0,003 . ,0%) yang berarti kemampuan variabel indepent dalam menjelaskan variabel indepent sebesar 3,0 % sedangkan 39,9 % dipengaruhi oleh variabel atau faktor lainnya. Berdasarkan penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara Bauran Promosi dan Program Sekolah pengaruh pada Peningkatan Jumlah Peserta Baru . Kesimpulan Berdasarkan analisa data dan pembahasan yang telah diuraikan oleh peneliti pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: . Bauran Promosi berpengaruh terhadap Peningkatan Jumlah Peserta Didik Baru Di SMMK YP 17 Pare. Program Sekolah berpengaruh terhadap Peningkatan Jumlah Peserta Didik Baru Di SMK YP 17 Pare. Bauran Promosi dan Program Sekolah secara simultan berpengaruh terhadap Peningkatan Jumlah Peserta Didik Baru Di SMK YP 17 Pare. Daftar Pustaka