Garba Pembangunan Masyarakat e-ISSN: 3046-5133 Volume 3 No. 2 Tahun 2026 (Hal 6-. Analisis Deskriptif Job Analisis Struktur Organisasi Manajer Divisi Desa Wisata Sidajaya Descriptive Analysis of Job Analysis of Organizational Structure Manager of Sidajaya Tourism Village Division Mutqi Sopiawadi, . Tigin Lugiani . Alie Haq Nur Shofari . Al Fitriani . Sinta Lintang Kinasih Andi Muhammad Fahril Hafidz . Muhammad Fahrul Hirzi . Andrea Ananda Anastasya . Muhamad Naufal Efendy . Alvito Panzi Rahayu . Sabrina Zahra Bilqis . Reni Yulistiawati Fera Indriyani . Clarissa Salma Aqilla Erdini . Sofyatul Latifah Al-Farisi Program Studi Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sutaatmadja Jl. Otto Iskandardinata No 76. Subang. Jawa Barat 41211 *Email korespondensi: fakhrulhirzi29@gmail. No hp: 6285967077859 ABSTRAK Histori Artikel: Diajukan: 12/01/2026 Diterima: 13/01/2026 Diterbitkan: 31/02/2026 Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur organisasi Divisi Desa Wisata Sidajaya Lembur Cigarukgak melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Analisis difokuskan pada job analysis masing-masing jabatan, khususnya peran manajer divisi beserta unit-unit pendukungnya. Data penelitian diperoleh dari dokumen struktur organisasi BUMDes Sidajaya, observasi terbatas, dan wawancara singkat dengan pengurus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur organisasi memiliki pembagian fungsi utama yang meliputi manajer divisi, keuangan, operasional, dan pemasaran. Meskipun demikian, terdapat kelemahan pada aspek pengelolaan sumber daya manusia karena tidak adanya unit HRD formal. Kondisi ini berpotensi menimbulkan beban kerja berlebih pada manajer divisi maupun manajer operasional. Pembahasan menunjukkan bahwa struktur yang ada cukup mendukung keberlangsungan desa wisata, tetapi perlu penguatan kapasitas SDM, pemisahan peran strategis, serta penambahan unit inovasi produk wisata. Implikasi praktis dari penelitian ini meliputi redistribusi peran jabatan, penguatan SDM, strategi pemasaran terintegrasi, dan evaluasi kinerja yang berkelanjutan. Penelitian ini terbatas pada analisis dokumen dan observasi sehingga diperlukan kajian lebih lanjut dengan pendekatan kuantitatif dan eksplorasi lapangan yang lebih mendalam. Kata kunci: job analysis, struktur organisasi, desa wisata, manajemen BUMDes Mutqi Sopiawadi. Tigin Lugiani. Alie Haq Nur Shofari. Al Fitriani. Sinta Lintang Kinasih. Andi Muhammad Fahril Hafidz. Muhammad Fahrul Hirzi. Andrea Ananda Anastasya. Muhamad Naufal Efendy. Alvito Panzi Rahayu. Sabrina Zahra Bilqis. Reni Yulistiawati. Fera Indriyani. Clarissa Salma Aqilla Erdini. Sofyatul Latifah Al-Farisi Analisis Deskriptif Job Analisis Struktur Organisasi Manajer Divisi Desa Wisata Sidajaya PENDAHULUAN METODE Pengembangan desa wisata merupakan salah satu strategi pembangunan berbasis masyarakat yang bertujuan meningkatkan perekonomian lokal, melestarikan budaya, dan menjaga kelestarian lingkungan (Tarlani et al. Desa Sidajaya melalui BUMDes mendirikan Divisi Desa Wisata (Dewi Sidajay. sebagai wadah pengelolaan kegiatan pariwisata (Poniasih et al. , 2. Struktur organisasi yang jelas menjadi kunci keberhasilan dalam menjalankan fungsi manajerial, operasional, hingga pelayanan wisata (Noor et al. , 2. jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi A Objek penelitian: Struktur organisasi Divisi Desa Wisata Sidajaya Lembur Cigarukgak. A Sumber data: Dokumen struktur organisasi BUMDes Sidajaya, wawancara singkat dengan pengurus, serta observasi aktivitas pengelolaan desa wisata. A Teknik analisis: Analisis deskriptif dengan mengidentifikasi peran, tanggung jawab, dan hubungan koordinasi dari masing-masing posisi dalam struktur Job mengidentifikasi deskripsi pekerjaan, tanggung jawab, serta hubungan koordinasi antarposisi dalam organisasi (Nelwan et al. , 2. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan menganalisis struktur organisasi Divisi Desa Wisata Sidajaya, khususnya pada peran manajer divisi dan bagian-bagian pendukungnya (Brando et , 2. Penelitian ini mengacu pada konsep: Analisis Jabatan (Job Analysi. : Proses sistematis untuk mengidentifikasi tugas, tanggung jawab, keterampilan, dan kompetensi yang dibutuhkan suatu jabatan (Dessler, 2. (Sriyono et al. , 2. Struktur Organisasi: Menurut Robbins & Judge . , struktur organisasi adalah kerangka formal yang menentukan bagaimana dikoordinasikan (Brando et al. , 2. Manajemen Desa Wisata: Menurut UNWTO . , pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat menekankan partisipasi lokal, pengelolaan sumber daya, dan keberlanjutan (Poniasih et al. , 2. Teori Peran Manajerial (Mintzberg, 1. : Peran manajer dibagi menjadi peran interpersonal, informasional, dan pengambilan keputusan (Kristanti et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan analisis dokumen struktur organisasi terbaru, diperoleh hasil sebagai A Manajer Divisi Dewi Sidajaya bertugas mengkoordinasikan seluruh kegiatan wisata, mengambil keputusan strategis, serta menjembatani hubungan antara BUMDes dan stakeholder eksternal (Qoriani, 2. A Manajer Keuangan bertugas mengelola akuntansi, pembukuan, serta fungsi bendahara untuk memastikan transparansi keuangan (Verawati et al. , 2. A Manajer Operasional Pelayanan Wisata bertanggung jawab terhadap pemandu wisata, pelayanan wisata, kebersihan, sarana prasarana, serta event organizer (Purwani et al. , 2. A Manajer Marketing menangani promosi, penjualan, kerja sama, dan hubungan masyarakat (Kristanti et al. , 2. Struktur ini menunjukkan adanya pembagian kerja yang lebih ringkas, dengan pengelolaan SDM disentralisasi di tingkat direktur BUMDes (Febrina et al. , 2. Pembahasan Perubahan ini mengindikasikan adanya strategi sentralisasi fungsi SDM agar lebih Gapura (Garba Pembangunan Masyaraka. - Vol. 2026 - . Mutqi Sopiawadi. Tigin Lugiani. Alie Haq Nur Shofari. Al Fitriani. Sinta Lintang Kinasih. Andi Muhammad Fahril Hafidz. Muhammad Fahrul Hirzi. Andrea Ananda Anastasya. Muhamad Naufal Efendy. Alvito Panzi Rahayu. Sabrina Zahra Bilqis. Reni Yulistiawati. Fera Indriyani. Clarissa Salma Aqilla Erdini. Sofyatul Latifah Al-Farisi Analisis Deskriptif Job Analisis Struktur Organisasi Manajer Divisi Desa Wisata Sidajaya seragam dalam lingkup BUMDes. Menurut Robbins & Judge . , sentralisasi fungsi tertentu dapat meningkatkan konsistensi kebijakan dan efisiensi administrasi (Surya & Suryaningsih, 2. Kelebihan model ini adalah manajer divisi dapat lebih fokus pada pengembangan operasional dan pemasaran desa wisata, tanpa terbebani urusan teknis rekrutmen, pelatihan, maupun hukum ketenagakerjaan (Ernawati et , 2. Namun, kelemahannya adalah potensi keterlambatan koordinasi ketika ada kebutuhan SDM spesifik di divisi wisata, karena keputusan terkait SDM berada di level direktur (Hakim et al. , 2. Di sisi lain, posisi manajer operasional memiliki cakupan yang cukup luas, sehingga penting ada mekanisme koordinasi internal yang baik agar pelayanan wisata tidak terganggu (Yopy & Sitinjak, 2. Keberadaan manajer marketing juga menjadi aspek strategis dalam meningkatkan daya tarik wisatawan, terutama melalui kerja sama dan promosi digital (Temalagi et al. , 2. Implikasi Praktis Koordinasi SDM lebih intensif: Manajer divisi perlu memiliki jalur komunikasi langsung dengan Direktur HRD BUMDes agar kebutuhan tenaga kerja wisata dapat segera direspons (Rosalina et al. , 2. Delegasi internal operasional: Perlu ditunjuk koordinator bidang di bawah manajer operasional . isalnya koordinator pemandu, kebersihan. EO, sarpra. untuk mengurangi beban kerja berlebih (Muryanti. Peningkatan kapasitas SDM wisata: Walaupun HRD ditangani oleh direktur, manajer divisi tetap dapat mengusulkan operasional wisata (Sutomo et al. , 2. Penguatan pemasaran digital: Fokus manajer marketing pada promosi online, media sosial, dan platform pariwisata digital perlu lebih dimaksimalkan (Wibowo et al. Sinkronisasi kebijakan SDM BUMDes: Perlu dibuat SOP (Standard Operating Procedur. khusus yang menghubungkan fungsi HRD BUMDes dengan kebutuhan unik Divisi Desa Wisata (Nofiyanti et al. SIMPULAN Analisis bahwa struktur organisasi Divisi Desa Wisata Sidajaya sudah memiliki peran dan pembagian kerja yang mendukung operasional desa wisata (Ariyani & Fauzi, 2. Keberadaan manajer divisi sebagai koordinator utama sangat penting untuk menjaga alur koordinasi (Utami et al. Namun, konsentrasi jabatan pada individu tertentu berpotensi mengurangi efektivitas kerja (Kusumawardhani et al. Diperlukan penguatan kapasitas SDM dan distribusi beban kerja yang lebih seimbang (Fatimah & Ayu, 2. DAFTAR PUSTAKA