Vol. No. Juli, page 26-36 ISSN: 2962-7907 (Onlin. Hubungan Pembelajaran Daring Dengan Kemampuan Kognitif Anak Usia . -12 Tahu. di SD Negeri 2 Wajak Lor Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung Tahun 2021 Rizky Gusti Saleh . Yitno . Surtini Program Studi Sarjana Keperawatan. STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung, 66224. Indonesia Program Diploma i Keperawatan. STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung, 66224. Indonesia rizkygustisaleh2017@kep. yitnostikes@gmail. surtini@stikestulungagung. * Coresponding author INFORMASI ARTIKEL Sejarah artikel: Sejarah artikel: Tanggal diterima: 01 Juli 2022 Tanggal revisi: 24 Juli 2022 Diterima: 10 Agustus 2022 Diterbitkan: 01 September 2022 Kata Kunci : Pembelajaran Daring. Kemampuan Kognitif anak. ABSTRAK Coronavirus Diseases 2019 (Covid-. merupakan penyakit jenis baru yang ditetapkan oleh WHO sebagai kedaruratan kesehatan yang meresahkan Pandemi ini tidak hanya menyerang sistem sector kesehatan, namun juga menghentikan sistem pendidikan sistem pembelajaran diganti dengan pembelajaran daring agar proses pembelajaran tetap berlangsung Namun hal ini sangat mempengaruhi kegiatan belajar mengajar dan berpengaruh terhadap kemampuan kognitif anak. Kognitif merupakan suatu proses mental yang berhubungan dengan kemampuan dalam bentuk pengenalan secara Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara pembelajaran daring dengan kemampuan kognitif anak usia 10 Ae 12 tahun di SD Negeri 2 Wajak Lor. Desain penelitian ini adalah AuObservasi AnalitikAy yang artinya adalah desain ini menjelaskan adanya hubungan antara variable melalui pengujian hipotesis Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SD Negeri 2 wajak Lor Usia 10 Ae 12 Tahun sejumlah 94 siswa, dengan menggunkanan random sampling dengan total sampel didapat sebanyak 28 responden pengumpulan data dengan memberikan kuosioner, selanjutnya data dianalisis menggunakan Spearmen rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan antara pembelajaran daring dengan kemampuan kognitif anak usia 10 Ae 12 tahun dengan nilai Pvalue (Sig. 2-taile. sebesar 0,003, karena Pvalue < ( = 0,. Berdasarkan hasil penelitian diatas terbukti bahwa ada hubungan pembelajaran daring dengan kemampuan kognitif anak usia 10 Ae 12 tahun, pembelajaran daring efektif tidak lepas dari peran dari guru yang memiliki kemampuan mengajar secara daring dengan baik hal ini sangat berhubungan dengan perkembangan kemampuan kognitif yang bagus dan sebaliknya. Copyright . 2022 Prosiding Seminar Nasional Riset Kesehatan This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License PENDAHULUAN Coronavirus Diseases 2019 (Covid-. merupakan penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi oleh manusia, pada tanggal 30 Januari 2020 telah ditetapkan oleh WHO sebagai kedaruratan kesehatan yang meresahkan dunia (Zhou. Chen and Chen Krisis Covid-19 telah mengubah paradigma pendidikan dan pembelajaran di dunia. Pandemi ini tidak hanya menyerang organ pernapasan manusia, namun juga menghentikan sistem pendidikan dan pembelajaran yang telah diselenggarakan secara normal melalui pembelajaran tatap muka di sekolah. Seluruh dunia disibukkan dengan pencegahan penularan Covid-19 sehingga diterapkan penghentian seluruh aktivitas di luar rumah dan perkantoran, termasuk sekolah ditutup untuk sementara (Mansyur 2. Prosiding homepage: http://jurnalstikestulungagung. id/index. php/riset *Corresponding author: rizkygustisaleh2017@kep. Gusti Saleh, et. , 2022 United Nations Education Scientific and Cultural Organization (UNESCO) mengatakan bahwa wabah covid-19 memberikan dampak besar terhadap sektor pendidikan, hampir 300 juta peserta didik di seluruh dunia terganggu kegiatan sekolahnya dan mengancam hak-hak pendidikan peserta didik di masa depan. Sejak pemerintah mengumumkan kasus covid-19 di Indonesia, pemerintah telah menghimbau masyarakat agar melakukan sosial distancing, dimana semua kegiatan seperti bekerja, belajar dan beribadah dilakukan di rumah untuk mencegah penyebaran covid-19. (Simarmata 2. Menurut (Mansyur 2. Bahwa Indonesia adalah negara yang terkena dampak wabah covid Ae 19 yang mengharuskan menerapkan social distancing dan physical distancing sebagai kebijakan pembatasan jarak sosial dan fisik yang berdampak pada proses pembelajaran di sekolah. Seluruh penyelenggaraan pendidikan diliburkan, bahkan ujian nasional juga ditiadakan. Krisis di depan mata berlangsung mengharuskan semua komponen pendidikan menginovasi pembelajaran jarak jauh melalui daring atau pembelajaran dalam jaringan. Hal ini bertujuan agar proses pembelajaran tetap berlangsung di tengah mewabahnya pademi Covid-19. Namun, sistem pembelajaran diganti dengan pembelajaran daring agar proses pembelajaran tetap berlangsung (Sintema 2. Salah satu model pembelajaran yang adaptif dengan kondisi pandemi ini karena dilaksanakan tatap muka jarak jauh antara pendidik dan siswa. Pembelajaran daring adalah model pembelajaran yang dilakukan menggunakan perangkat teknologi. Efektifitas model pembelajaran ini sangat ditentukan oleh sistem jaringan telekomunikasi sebagai penunjang yang paling utama. Hal ini jelas mengubah pola pembelajaran yang mengharuskan guru dan pengembang pendidikan untuk menyediakan bahan pembelajaran dan mengajar siswa secara langsung melalui alat digital jarak jauh (United Nations, 2. Dalam konteks perguruan tinggi telah banyak menggunakan pembelajaran daring , terbukti dari beberapa penelitian yang menjelaskan hal tersebut (Crews and Parker 2. , pembelajaran daring memiliki manfaat dalam mempermudah menyediakan akses belajar bagi semua orang, sehingga menghapus hambatan secara fisik sebagai faktor untuk belajar dalam ruang lingkup kelas (Riaz, 2. , menurut (Pilkington 2. ada beberapa pembelajaran yang tidak dapat dipindahkan ke dalam lingkungan pembelajaran secara online. Namun, saat ini dalam pembelajaran daring guru cenderung menggunakan model pembelajaran konvensional yang monoton, yaitu dengan metode ceramah, dan jarang melakukan model pembelajaran lainnya karena minimnya fasilitas penunjang Penggunaan model pembelajaran yang monoton berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik (Slameto 2. Aspek kognitif memmpunyai perkembangan pada fase-fase tertentu yang berbeda menurut pendapat setiap ahli psikologi. Salah satu ahli psikologi teori perkembangan kognitif adalah Jean Piaget. Menurut teori kognitif Piaget, anak pada usia siswa sekolah dasar . -8 tahun hingga 12-13 tahu. berada pada tahap operasional konkret. Dalam proses belajar, anak mengalami kesulitan untuk memahami sesuatu yang bersifat abstrak, atau anak membutuhkan objek yang konkret supaya bisa berpikir secara logis (Sumanto 2. Menurut (Zakiah and Khairi 2. bahwa kognitif merupakan suatu proses mental yang berhubungan dengan kemampuan dalam bentuk pengenalan secara umum yang bersifat mental dan ditandai dengan representasi suatu objek ke dalam gambaran mental seseorang apakah dalam bentuk simbol, tanggapan, ide atau gagasan, dan nilai atau Oleh karena itu, faktor kognitif mempunyai peranan penting bagi keberhasilan belajar, karena sebagian besar aktivitas dalam belajar selalu berhubungan dengan mengingat dan berpikir. Menurut penelitian terdahulu (Ferazona and Suryanti 2. bahwa hasil analisis hasil belajar mahasiswa terhadap pembelajaran daring selama masa pandemik covid-19 memberikan hasil belajar kognitif mahasiswa melalui daring menunjukkan sangat baik dengan presentase 53,33% dan baik dengan presentase 46,6. Dalam hal ini bahwa Homepage: http://jurnalstikestulungagung. id/index. php/riset *Corresponding author: rizkygustisaleh2017@kep. Gusti Saleh, et. , 2022 ditengah pandemic covid-19 yang melanda dunia, menunjukkan mahasiswa program studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan memperoleh hasil belajar yang sangat tinggi dalam pembelajaran daring selama masa pandemik covid-19. Masa pandemik covid-19 tidak menghalangi motivasi mahasiswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran secara daring. Mahasiswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi mempunyai keinginan untuk memperoleh nilai yang baik sehingga untuk mencapai tujuan tersebut mahasiswa belajar dengan baik dan rajin. Hasil belajar mahasiswa yang tinggi dapat dilihat berdasarkan indikator salah satunya berkaitan dengan konsentrasi, menurut (Sulis 2. bahwa konsentrasi akan membuat siswa memahami materi yang sedang diajarkan hal ini didasarkan karena perhatian akan tertuju pada apa yang sedang menjadi daya tarik siswa. Di tengah kedaruratan yang melanda dunia tidak ada pilihan lain selain menerapkan konsep pembelajaran secara daring, menurut (Hung, et al. bahwa ada catatan yang harus diperhatikan agar pembelajaran daring tetap optimal yaitu berkaitan dengan kesiapan belajar diantaranya adalah kepercayaan diri terhadap penggunaan computer/internet, pembelajaran secara mandiri, pengendalian pelajar/mahasiswa, motivasi untuk belajar, dan kepercayaan diri terhadap komunikasi secara online. Semangat belajar memiliki hubungan yang sangat penting pada kegiatan pembelajaran, ini menunjukkan bahwa baik dosen dan mahasiswa harus menunjukkan semangat yang tinggi pada setiap kegiatan pembelajaran, bahkan menurut (Siagian 2. bahwa semangat pendidik dalam mengajar siswa berhubungan erat dengan minat siswa dalam Pembelajaran daring memungkinkan mahasiswa memiliki keleluasaan waktu belajar sehingga dapat belajar kapanpun dan dimanapun. Mahasiswa belajar dengan santai karena bisa membuat tugas di mana saja. Selain itu, mahasiswa dapat berinteraksi dengan dosen menggunakan beberapa aplikasi seperti e-classroom, video conference, telepon atau live chat, zoom maupun melalui whatsapp group (Dhull and Sakshi 2. Beberapa penelitian telah menjelaskan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kemandirian belajar dengan hasil belajar baik dalam pembelajarn langsung maupun dalam pembelajaran jarak jauh. (Nurhidayah 2. Namun pembelajaran sistem daring dalam sekloah dasar yang baik adalah pembelajaran yang interaktif, kemandirian yang tinggi, akses yang mudah, serta evaluasi dari pembelajaranyang telah tersampaikan. Jadi peneliti tertarik untuk melakukan penelitian pada anak sekolah dasar usia ( 10 Ae 12 tahun ) karena dalam fase tersebut siswa mengalami perkembangan kognitive fase operasional kongkrit dimana anak sudah cukup matang dalam menggunakan pemikiran logika atau operasi, tetapi hanya untuk objek fisik yang ada saat ini. Namun, tanpa objek fisik di hadapan mereka, anak-anak pada tahap operasional kongkrit masih mengalami kesulitan besar dalam menyelesaikan tugas - tugas logika. Adapaun hipotesis pada penelitian ini yakni: H0: Tidak ada hubungan pembelajaran daring dengan kemampuan kognitif anak usia . 2 tahu. di sd negeri 2 wajak lor kecamatan boyolangu kabupaten tulungagung H1: Ada hubungan pembelajaran daring dengan kemampuan kognitif anak usia . -12 tahu. di sd negeri 2 wajak lor kecamatan boyolangu kabupaten tulungagung tahun Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti tertarik untuk menguraikan tentang hubungan pembelajaran daring dengan kemampuan kognitif anak usia 10 Ae 12 tahun. Homepage: http://jurnalstikestulungagung. id/index. php/riset *Corresponding author: rizkygustisaleh2017@kep. Gusti Saleh, et. , 2022 BAHAN DAN METODE Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan pada tanggal 05 Mei 2021 di SD Negeri 2 Wajak Lor Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah AuObservasi AnalitikAy yang artinya adalah desain ini menjelaskan adanya hubungan antara variable melalui pengujian hipotesis. Hal ini dilakukan untuk mengetahui suatu pengaruh yang dihasilkan antara variable. Jenis dan Rancangan Penelitian Populasi siswa yang berusia 10 Ae 12 tahun berjumlah 94 siswa yang ada di SD Negeri 2 Wajak Lor Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Variabel Independen Pembelajaran Daring dan Variabel Dependen Kemampuan kognitif Anak usia 10 Ae 12 Sampel Sampel pada penelitian ini diambil dengan menggunakan random sampling dengan total sejumlah 28 responden. Alat dan Bahan Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data dengan memberikan kuesioner kepada siswa SD dengan usia 10 Ae 12 tahun. Analisa Data Tehnik uji statistic yang dipilih berdasarkan tujuan uji yaitu hubungan atau korelasi dan skala data variable pembelajaran daring adalah ordinal, dan variable kemampuan kognitif anak adalah ordinal. Berdasarkan acuan tersebut maka digunakan tehnik uji Spearmen Rho test. Perhitungan dilakukan dengan program aplikasi IBM SPSS 25, dengan penarikan kesimpulan sebagai berikut: Bila p value < 0,05 dikatakan significan, yaitu H0 ditolak, maka H1 diterima yang berarti menyatakan ada Hubungan Pembelajaran Daring Dengan Kemampuan Kognitif Anak Usia 10-12 tahun. Bila p value Ou 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak yang berarti menyatakan tidak ada Hubungan Pembelajaran Daring Dengan Kemampuan Kognitif Anak Usia 10-12 tahun. HASIL DAN DISKUSI Pembelajaran Daring Tabel 1 Distribusi Frekuensi Pembelajaran Daring Di SD Negeri 2 Wajak Lor Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung Tahun 2021 Pembelajaran Daring Kurang Efektif Cukup Efektif Efektif Total Frekuensi Persentase (Sumber: Data Penelitian Tahun 2. Table 1 menunjukkan bahwa dari total 28 responden di SD Negeri 2 Wajak Lor sebagian besar dari responden yaitu 16 orang ( 57,1 %) pembelajaran daring cukup Homepage: http://jurnalstikestulungagung. id/index. php/riset *Corresponding author: rizkygustisaleh2017@kep. Gusti Saleh, et. , 2022 Kemampuan Kognitif Anak Tabel 2 Distribusi Frekuensi Kemampuan Kognitif Di SD Negeri 2 Wajak Lor Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung Tahun 2021 Pembelajaran Daring Buruk Cukup Baik Sangat Baik Total (Sumber: Data Penelitian Tahun 2. Frekuensi Persentase Table 2 menunjukkan hasil bahwa sebagian dari responden di SD Negeri 2 Wajak Lor sebanyak 16 siswa ( 57,1% ) memiliki kemampuan kognitif sangat baik. Analisis Uji Statistik Tabel 3 Analisa Data Hubungan Pembelajaran Daring Dengan Kemampuan Kognitif Anak Usia 10 Ae 12 Tahun Di SD Negeri 2 Wajak Lor Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung Tahun 2021. Pembelajaran Daring SpearmanAos Rho Kemampuan Kognitif Correlation Coefficient Sig. -taile. Correlation Coefficient Sig. -taile. Pembelajaran Daring Kemampuan Kognitif 1,000 ,540 ,003 ,540 1,000 ,003 (Sumber: Data Penelitian Tahun 2. Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan nilai Pvalue (Sig. 2-taile. sebesar 0,003, karena Pvalue < ( = 0,. maka H1 diterima dan H0 ditolak yang artinya Ada Hubungan Antara Pembelajaran Daring Terhadap Kemampuan kognitif Anak Usia 10 Ae 12 Tahun Di SD Negeri 2 Wajak Lor Kecamatan Boyolangu kabupaten Tulungagung Tahun 2021. Nilai koefisien korelasi yang didapatkan sebesar 0,540, karena nilai koefisien korelasinya adalah positif hal ini menunjukkan bahwa hubungan bersifat searah yang artinya semakin tinggi kefektifan pembelajaran daring maka semakin baik pula Kemampuan Kognitif Anak, sebaliknya jika semakin rendah keefektifan pembelajaran daring maka semakin rendah pula kemampuan kognitif anak dengan kekuatan hubungan yang kuat karena nilai koefisien korelasi berkisar antara 0,51-0,75. Diskusi Pembelajaran Daring Di SD Negeri 2 Wajak Lor Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung Tahun 2021. Berdasarkan data hasil penelitian yang disajikan dalam table 4. 1 menunjukkan bahwa total 28 responden di SD Negeri 2 Wajak Lor Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung yang telah mengikuti penelitian sebagian besar dari responden menunjukkan bahwa pembelajaran daring yang mereka terima cukup efektif yaitu 16 orang . ,1%), hampir setengah dari responden menunjukan bahwa pembelajaran daring Homepage: http://jurnalstikestulungagung. id/index. php/riset *Corresponding author: rizkygustisaleh2017@kep. Gusti Saleh, et. , 2022 yang mereka terima efektif yaitu 9 orang . ,1%), dan sebagian kecil responden menunjjukan bahwa pembelajaran daring yang mereka terima kurang efektif yaitu 3 orang . ,7%). Menurut Thorm dalam Kuntarto 2017 pembelajaran daring adalah pembelajaran yang menggunakan teknologi multimedia, kelas viritual, streaming video, steraming video Menurut Ghirardini dalam Kartika 2018 Daring memberikan metode pembelajaran yang efektif, seperti berlatih dengan adannya feedback, kolaborasi kegiatan belajar secara mandiri. Peraanan teknologi informasi dan komunikasi pada pembelajaran daring sangat penting, karena memberikan kemudahan dalam proses pembelajaran daring oleh pengguna baik siswa maupun guru pengajar dalam proses pembelajaran. Pembelajaran daring yang efektif adalah . guru mempunyai gagasan jelas serta berpengalaman . bahan materi yang berkualitas . kualitas pembelajaran dan kuantitas pembelajaran . karakter siswa yang aktif dan mandiri . teknologi yang memadai untuk Menurut Pangondian. Santoso dan Nugroho 2019 Mengatakan bahwa menunjang keefektifan pembelajaran daring dipengaruhi oleh beberapa factor pembelajaran daring antara lain sebagia berikut: . Teknologi secara khusus pengaturan jaringan harus memungkinkan untuk terjadinya pertukaran sinkronisasi dan asingkronisasi, . karateristik pengajar memainkan peranan sangat penting dalam efektifitas pembelajaran daring, penerapan instruksional teknologi dari pengajar yang menentukan efek pada pembelajaran, . karateristik siswa yang memiliki keterampilan dasar dan disiplin diri yang bagus dapat melakukan pembelajaran yang baim dengan metode yang ada unsur pokok dalaam pembelajaran yang efektif adalah . guru harus memiliki suatu gagasan yang jelas tentang tujuan belajar yang diharapkan dan . pengalaman belajar yang direncanakan dan disamaikan dapat tercapai. Berdasarkan fakta teori yang diperoleh bahwa hasil penelitian sudah sesuai dengan fakta dan teori yang ada yaitu pembelajaran daring sudah cukup efektif menurut 1 sebanyak 16 responden dan yang efektif sebanyak 9 responden dan menurut 8 responden banyak sekali yang menerima pembelajaran daring cukup efektif dan Hal ini sangat berkaitan erat dengan Pembelajaran daring yang efektif adalah guru mempunyai gagasan jelas serta berpengalaman, bahan materi yang berkualitas, kualitas pembelajaran dan kuantitas pembelajaran, karakter siswa yang aktif dan mandiri, teknologi yang memadai untuk pembelajaran. serta factor pembelajaran daring antara lain teknologi yang digunakan dalam mengajar, karateristik pengajar serta karateristik siswa yang memmiliki keterampilan dasar serta displin yang bagus. Serta pembelajaran daring yang efektif tidak lepas dari peran guru antara lain . guru mempunyai gagasan jelas serta berpengalaman . bahan materi yang berkualitas . kualitas pembelajaran dan kuantitas pembelajaran . karakter siswa yang aktif dan mandiri . teknologi yang memadai untuk pembelajaran. Kemampuan Kognitif Anak Usia . Ae 12 Tahu. Di SD Negeri 2 Wajak Lor Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung Tahun 2021. Berdasarkan hasil penelitian yang disajikan pada table 4. 2 menunjukkan bahwa sebagian dari total 28 responden di SD Negeri 2 Wajak Lor yang memiliki kemampuan kognitif sangat baik sebesar 16 responden . ,1 %). Hampi setengah dari responden memiliki kemampuan kognitif yang baik yaitu sebanyak 10 responden . ,7%), sebagian kecil dari responden yang memiliki kemampuan kognitif cukup sebanyak 1 responden . ,6%), dan sebagian kecil dari responden memiliki kemampuan kognitif yang buruk yaitu sebanyak 1 responden . ,6%). Menurut Pangestu 2013 Perkembangan individu adalah integrasi dari beberapa proses yaitu biologis, kognitif, dan sosio emosional, semua proses ini saling berhubungan dan saaling mempengaruhi. Menurut Pudjiarti dalam Khatidjah 2016 kemampuan kognitif ialah Au kemampuan berfikir atau kecerdasan untuk mempelajari keterampilan dan konsep Homepage: http://jurnalstikestulungagung. id/index. php/riset *Corresponding author: rizkygustisaleh2017@kep. Gusti Saleh, et. , 2022 baru, serta kemampuan menilai dan mempertimbangkan sesuatu dari pengamatan dunia Menurut teori piaget dalam membangun kemampuan kognitif sebagai proses yang di mana membangun sistem pengertian dan pemahaman tentang realistis anak secara aktif dengan melalui pengalaman dan interaksi. Menurut teori perkembangan piaget dalam khatidjah pada tahap perkembangan operasional konkret pada rentang usia 7 Ae 12 Tahun pada tahap ini perkembangan system pemikiran berdasarkan aturan Ae aturan logis. Proses penting pada tahap perkembangan ini adalah pengurutan, klasifikasi, konservasi, penghilangan sifat kemampuan kognitif anak merupakan kemampuan anak untuk berfikir. Factor yang mempengaruhi kemampuan kognitif ialah pengalaman yang berasal dari lingkungan dan keturunan. Menurut ahmad susanto factor yang mempengaruhI kemampuan kognitif ialah factor hereditas atau keturunan dan factor lingkungan . eman sebaya, sekolah formal, orang tu. Pada tahap Operasional Konkret . -12 tahu. perkembangan kognitif anak sudah cukup matang untuk menggunakan pemikiran logika atau operasi, tetapi hanya untuk objek fisik yang ada saat ini. Dalam tahap ini, anak telah hilang kecenderungan terhadap animism dan articialisme. Egosentrisnya berkurang dan kemampuannya dalam tugastugas konservasi menjadi lebih baik. Namun, tanpa objek fisik di hadapan mereka, anakanak pada tahap operasional kongkrit masih mengalami kesulitan besar dalam menyelesaikan tugas-tugas logika. Pada tahap ini anak mengembangkan kemampuan untuk mempertahankan . , kemampuan mengelompokkan secara memadai, melakukan pengurutan . engurutkan dari yang terkecil sampai paling besar dan sebalikny. , dan menangani konsep angka. Tetapi, selama tahap ini proses pemikiran diarahkan pada kejadian riil yang diamati oleh anak. Anak dapat melakukan operasi problem yang agak kompleks selama problem itu konkret dan tidak abstrak. Berdasarakan fakta dan teori yang diperoleh bahwa hasil penelititian sudah sesuai dengan teori yang ada yaitu berdasarkan table 4. 2 anak yang memilikik kemampuan kognitif yang sangat baik sebesar 16 responden, kemampuan kognitif yang baik sebanyak 10 responden. dalam hal ini kemampuan kognitif anak yang baik sangat dipengaruhi oleh beberapa factor Ae factor pendukung antara lain, teman sebaya, sekolah formal dan orang tua serta pada tahap perkembangan operasional kongkret ini anak mengembangkan kemampuan untuk mempertahankan . , kemampuan mengelompokkan secara memadai, melakukan pengurutan . engurutkan dari yang terkecil sampai paling besar dan sebalikny. , dan menangani konsep angka. Selain pada table 4. 2 dijelaskan juga pada dari hasil tabulasi silang pada table 4. 6 juga dijelaskan bahwa anak usia 12 tahun yang mempunyai kemampuan kognitif yang sangat baik paling banyaik yaitu 12 responden . ,9%), anak usia 11 tahun 4 responden . ,3%). Dalam hal ini perkembangan kemampuan berfikir juga sangat dipengaruhi oleh usia karena pada tahap operasional kongkret pemikiran anak sudah cukup matang semakin bertambah usia semakin matang pemikiran yang lebih mengarah pemikiran logika. Pada tahap operasional kongkret proses pemikiran diarahkan pada kejadian riil yang diamati oleh Anak dapat melakukan operasi problem yang agak kompleks selama problem itu konkret dan tidak abstrak dan dalam cara pemikiran ini tidak bisa diaplikasikan pada tahap pra operasional. Hubungan Pembelajaran Daring Terhadap kemampuan Kognitif Anak Usia ( 10 Ae 12 Tahun ) di SD Negeri 2 Wajak Lor Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung Tahun 2021. Berdasarkan hasil penelitian yang disajikan dalam tabulasi silang pada table 4. menunjukkan bahwa dari 28 responden mayoritas responden menerima pembelajaran daring cukup efektif sebanyak 27 responden. Dan 16 responden yang memiliki Homepage: http://jurnalstikestulungagung. id/index. php/riset *Corresponding author: rizkygustisaleh2017@kep. Gusti Saleh, et. , 2022 kemampuan kognitif yang sangat baik. Hasil analisis korelasi Sperarmen Rho Test didapatkan Pvalue (Sig. 2-taile. sebesar 0,003, karena Pvalue < ( = 0,. maka H1 diterima dan H0 ditolak yang artinya Ada Hubungan Antara Pembelajaran Daring Dengan Kemampuan Kognitif Anak Usia 10 Ae 12 Tahun Di SD Negeri 2 Wajak Lor Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung Tahun 2021. Nilai koefisien korelasi yang didapatkan sebesar 0,540, karena nilai koefisien korelasinya adalah positif hal ini menunjukkan bahwa hubungan bersifat searah yang artinya semakin tinggi kefektifan Pembelajaran daring maka semakin baik pula kemampuan kognitif anak. Pembelajaran daring merupakan program penyelenggaraan kelas pembelajaran dalam jaringan untuk menjangkau kelompok target yang masif dan luas. Dengan karateristik yaitu . Kemandirian . Aksesbilitas . Pengayaan Sedangkan kognitif ialah proses fikir berupa kemampuan atau daya menghubungkan suatu kejadian dengan kejadian lainnya serta kemampuan menilai dan mempertimbangkan sesuatu dari pengamatan dunia sekitar. Dan efektivitas pembelajaran adalah ukuran keberhasilan dari suatu proses interaksi antar siswa maupun antara siswa dengan guru dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan pembelajaran. Efektivitas pembelajaran dapat dilihat dari aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung, respon siswa terhadap pembelajaran dan penguasaan konsep siswa. Untuk mencapai suatu konsep pembelajaran yang efektif dan efisien perlu adanya hubungan timbal balik antara siswa dan guru untuk mencapai suatu tujuan secara bersama, selain itu juga harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekolah, sarana dan prasarana, serta media pembelajaran yang dibutuhkan untuk membantu tercapainya seluruh aspek perkembangan siswa. Pembelajaran daring adalah bentuk usaha untuk mempermudah atau memperlanjar peserta didik dalam belajar. Dalam Pembelajaran daring yang efektif guru memiliki tugas antara lain adalah tugas pertama adalah . guru mempunyai gagasan jelas serta berpengalaman . bahan materi yang berkualitas . kualitas pembelajaran dan kuantitas pembelajaran . karakter siswa yang aktif dan mandiri . teknologi yang memadai untuk pembelajaran. Tugas kedua adalah dalam menjalankan pembelajaran tugas mendidik ini berkaitan erat dengan mengembangtumbuhkan peserta didik menjadi Yaitu kedewasaan berfikir . ntelektual / kognitif ), mengelola perasaan . , kemampuan membedakan tindakan baik / buruk . oral / etik. , menilai hal yang indah . , bekerja sama . , tugas mengajar sangat berkaitan erat dengan tiga aspek utama tumbuh kembang anak yaitu aspek kognitif, psikomotor dan afektif ketiga aspek ini merupakan dimensi olah piker, olah raga dan olah rasa anak. Secara terintegrasi ketiga aspek ini harus dimiliki oleh peserta didik yang perlu dibelajarkan dalam kegiatan belajar Berdasarkan fakta dan teori yang didapat oleh peneliti yang dilakukan oleh peneliti Di SD Negeri 2 Wajak Lor bahwa pembelajaran daring yang efektif sangat berhubungan dengan penigkatan kemampuan kognitif anak. Seperti hasil tabulasi pada table 4. 4 dan 5 menjelaskan bahwa efektifitas daring yang efektif dengan kemampuan kogitif yang sangat baik yaitu 8 responden ( 28,6 %), pembelajan daring yang cukup efektif dengan kemapuan kognitif yang sangat baik 8 responden ( 28,6%), dan kemampuna kogntitf yang baik 7 responden . ,0%). Dari hasil tersebut berkaitan erat dengan tugas guru dalam mengajar yaitu tugas pertama adalah . guru mempunyai gagasan jelas serta berpengalaman . bahan materi yang berkualitas . kualitas pembelajaran dan kuantitas pembelajaran . karakter siswa yang aktif dan mandiri . teknologi yang memadai untuk Tugas kedua adalah dalam menjalankan pembelajaran tugas mendidik ini berkaitan erat dengan tumbuh kembang peserta didik menjadi dewasa. Yaitu kedewasaan berfikir . ntelektual/kogniti. , mengelola perasaan ( emosi ), kemampuan membedakan tindakan baik / buruk ( moral / etika ), menilai hal yang indah . , bekerja sama . , tugas mengajar sangat berkaitan erat dengan tiga aspek utama tumbuh kembang anak yaitu aspek kognitif, psikomotor dan afektif ketiga aspek ini merupakan dimensi olah piker, olah raga dan olah rasa anak. Secara terintegrasi ketiga aspek ini harus dimiliki Homepage: http://jurnalstikestulungagung. id/index. php/riset *Corresponding author: rizkygustisaleh2017@kep. Gusti Saleh, et. , 2022 oleh peserta didik yang perlu dibelajarkan dalam kegiatan belajar mengajar. Serta pembelajaran yang efektif harus mencapai karateroistik pembelajarn daring sebagai berikut . Kemandirian . Aksesbilitas . Pengayaan. Jadi semakin pembelajaran yang efektif semua tugas guru tercapai maka sangat mempengaruhi kemampuan kognitif anak. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti dapat ditarik kesimpulan bahwa: Pembelajaran daring cukup efektif yaitu 16 responden . ,1%) yang berkaitan dengan Pembelajaran daring yang efektif adalah guru mempunyai gagasan jelas serta berpengalaman, bahan materi yang berkualitas, kualitas pembelajaran dan kuantitas pembelajaran, karakter siswa yang aktif dan mandiri, teknologi yang memadai untuk pembelajaran. Kemampuan kognitif anak usia 10 Ae 12 tahun menunjukkan bahwa sebagian dari total 28 responden di SD Negeri 2 Wajak Lor yang memiliki kemampuan kognitif sangat baik sebesar 16 responden . ,1 %) hal ini berkaitan erat dengan Pada tahap operasional konkret . -12 tahu. perkembangan kognitif anak sudah cukup matang untuk menggunakan pemikiran logika atau operasi, tetapi hanya untuk objek fisik yang ada saat ini. Pada tahap ini anak mengembangkan kemampuan untuk mempertahankan . , kemampuan mengelompokkan secara memadai, melakukan pengurutan . engurutkan dari yang terkecil sampai paling besar dan sebalikny. , dan menangani konsep angka. Hasil analisis korelasi sperarmen rho test didapatkan Pvalue (Sig. 2-taile. sebesar 0,003, karena Pvalue < ( = 0,. maka H1 diterima artinya Ada Hubungan Antara Pembelajaran Daring Dengan Kemampuan Kognitif Anak Usia 10 Ae 12 Tahun Di SD Negeri 2 Wajak Lor Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung Tahun 2021. UCAPAN TERIMA KASIH Saya ucapkan terima kasih Kepada Bapak dan Ibu dosen pembimbing, penguji dan pengajar yang selama ini telah tulus dan ikhlas memberikan pengarahan, pembelajaran serta bimbingan. Kepada Dinas terkait dan Kepala Sekolah yang telah memberikan bantuan dan kesempatan dalam melakukan penelitian ini. Kepada Kedua orang tua dan semua pihak yang tidak dapat peneliti sebutkan satu per satu yang telah memberikan bantuan selama penelitian ini. REFERENSI