Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ. Vol. 7 No. 2, 170 - 178 ISSN. : 2354-869X | ISSN. : 2614-3763 ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM BERBASIS MASYARAKAT MELALUI PENDEKATAN EKOSISTEM DI DESA ILODULUNGA KABUPATEN GORONTALO UTARA Rakhmat Jaya Lahay . Syahrizal Koem . Salmun K. Nasib . Jurusan Ilmu dan Teknologi Kebumian. Fakultas MIPA. Universitas Negeri Gorontalo Jurusan Matematika. Fakultas Matematika dan IPA. Universitas Negeri Gorontalo Email: rjlahay@gmail. 1, . INFO ARTIKEL Riwayat Artikel : Diterima : 28 November 2019 Disetujui : 2 Mei 2020 Kata Kunci : peningkatan kapasitas, forum adaptasi masyarakat, perubahan iklim, ekosistem, pemetaan ARTICLE INFO Article History : Received : November 28, 2019 Accepted : May 2, 2020 Key words: capacity building, community adaptation forums, climate change, ecosystems, potential ABSTRAK Dampak yang ditimbulkan oleh perubahan iklim dapat mempengaruhi aktivitas kehidupan manusia dan ekosistem lainnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah: . membentuk komunitas masyarakat atau forum adaptasi masyarakat, . melakukan sosialisasi dan pelatihan peningkatan kapasitas pengetahuan dan keterampilan forum, . memfasilitasi penyusunan rencana aksi adaptasi untuk menghadapi dampak perubahan iklim. Program ini mengunakan beberapa pendekatan, yaitu: partisipatif, wawancara, observasi. Focus Group Discussion (FGD), survey lapangan, sosialisasi dan pelatihan. Pembentukan komunitas masyarakat dalam rangka penguatan kapasitas kelembagaan merupakan bagian dari upaya adaptasi dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Hasil observasi dan identifikasi oleh Forum Adaptasi Masyarakat (ForSIKAT), diketahui bahwa Hutan Mangrove merupakan jenis penggunaan/penutupan lahan yang Pengetahuan dan keterampilan adalah unsur penting dalam melakukan adaptasi. Rencana aksi adaptasi untuk menghadapi dampak perubahan iklim yang telah dilaksanakan adalah, melakukan identifikasi batas wilayah desa dan dusun, memetakan potensi sumber daya lahan di desa, dan membuat rambu peringatan dini pada lokasi yang telah ditentukan. ABSTRACT Impacts caused by climate change can affect the activities of human life and other ecosystems. The objectives of this activity are: . forming community or community adaptation forums, . conducting socialization and training to increase the knowledge and skills capacity of the forum, . facilitating the preparation of adaptation action plans to deal with the impacts of climate change. This program uses several approaches, namely: participatory, interview, observation. Focus Group Discussion (FGD), field surveys, outreach and training. The formation of communities in the context of strengthening institutional capacity is part of the adaptation effort in dealing with the impacts of climate change. The results of observations and identification by the Community Adaptation Forum (CDF), revealed that mangrove forests are the dominant type of land use / cover. Knowledge and skills are important elements in adapting. Adaptation action plans to deal with the impacts of climate change that have been implemented are, identifying village and hamlet boundaries, mapping the potential of land resources in the village, and making early warning signs at designated locations. Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ. Vol. 7 No. 2, 170 - 178 ISSN. : 2354-869X | ISSN. : 2614-3763 PENDAHULUAN Perubahan suhu dan pola curah hujan adalah sebuah kenyataan dari perubahan iklim yang harus dihadapi manusia di bumi. Indikator perubahan ini adalah meningkatnya suhu ratarata permukaan bumi. Peningkatan suhu permukaan bumi telah terjadi sejak awal abad ke-20, dan diprediksi akan terus meningkat. Kenaikan suhu permukaan bumi ini disebutkan dalam laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). Secara global, suhu diperkirakan meningkat 0. 5 derajat celcius dalam jangka waktu 30 tahun mendatang (Adger et al. , 2. Para ilmuwan menghubungkan peningkatan suhu bumi ini dengan efek gas rumah kaca (GRK). Faktor pendorong utama peningkatan konsentrasi GRK ini disebabkan oleh aktivitas manusia dalam mengelola lingkungan hidupnya (Nakagawa, 2. Peningkatan suhu dan curah hujan yang disertai dengan kejadian-kejadian ekstrim dapat memicu bencana hidrometeorologi, yang merupakan bencana terkait cuaca dan iklim (BAPPENAS, 2. Bencana hidrometeorologi berupa puting beliung, banjir, longsor, kebakaran lahan, dan kekeringan serta gelombang pasang/abrasi. Tren bencana hidrometeorologi menunjukan kecenderungan meningkat dalam waktu 15 tahun terakhir. Data BNPB . menyatakan bahwa bencana yang terjadi di Indonesia sampai dengan Februari 2019 sebanyak 283 kejadian. Dari jumlah tersebut, lebih dari 98 % atau 280 kejadian adalah bencana hidrometeorologi. Dampak yang ditimbulkan bencana berupa korban jiwa, kerusakan bagunan, serta kerugian ekonomi, pembangunan di semua sektor (PDIH, 2019. BNPB, 2. Mengingat ditimbulkan oleh perubahan iklim dapat mempengaruhi aktivitas kehidupan manusia dan ekosistem lainnya, diperlukan kemampuan untuk menghadapinya. Terdapat dua strategi yang dapat ditempuh sebagai bentuk respon menghadapi dampak, yaitu adaptasi dan Mitigasi merupakan usaha pencegahan untuk mengurangi peningkatan emisi GRK dan meningkatkan penyerapan karbon. Adaptasi adalah langkah menyesuaikan diri terhadap perubahan yang akan terjadi di masa mendatang (Murniningtyas, 2011. Pramana, 2. Oleh karena itu kegiatan peningkatan kapasitas adaptasi menjadi pilihan yang strategis dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Kapasitas adaptasi, menurut Mochamad . dan KLH . , merupakan kemampuan untuk mengatasi dampak yang timbul dari perubahan iklim. Kemampuan ini sangat ditentukan oleh keberadaan sumberdaya lingkungan atau daya dukung ekosistem . dan kondisi sosial-ekonomi. Sejalan dengan yang disampaikan Adger et al. , . dan Swanson et al. , . bahwa faktor kunci dalam kemampuan beradaptasi masyarakat adalah, ekonomi, sumber daya alam, sumber daya manusia, teknologi, institusi/kelembagaan. Penelitian Nanlohy et al. , . menyatakan masyarakat dapat dilakukan dengan perspektif ekologis, ekonomi, sosial dan budaya Program adaptasi yang dilakukan adalah membangun kerjasama antara komunitas masyarakat dan pemerintah dalam merumuskan langkah-langkah adapatasi. Oleh karena itu, komunitas masyarakat merupakan elemen penting dalam meningkatkan ketangguhan masyarakat lainnya dalam mengurangi dampak bencana (Koem, 2. Sehingga dapat menghidupkan kembali tradisi yang ada di masyarakat dimana mangrove harus dilestarikan dan dijaga menjaga kelestariannya. Berdasarkan latar belakang di atas, peningkatan kapasitas adaptasi berbasis masyarakat melalui pendekatan ekosistem desa ilodulunga perlu dilakukan. Hal ini didasarkan pada beberapa fakta yang diperoleh saat pra survei, yaitu: pertama, wilayah desa ilodulunga berada di wilayah pesisir. Menurut BAPPENAS . wilayah pesisir merupakan kawasan paling rentan terkena dampak. Wilayah pesisir desa Ilodulunga ini terdapat ekosistem mangrove, yang penting dijaga kelestariannya untuk mendukung kemampuan adaptasi. Mangrove ini juga telah dimanfaatkan untuk kebutuhan hidup masyarakat dan beberapa lokasi lainnya telah beralih fungsi lahan menjadi pemukiman, lahan kosong dan semak belukar. Kedua, berdasarkan informasi pada SIDIK tahun 2014, bahwa tingkat kerentanan terhadap perubahan iklim desa Ilodulunga berada pada kategori Sedang. Perhitungan indeks kerentanan Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ. Vol. 7 No. 2, 170 - 178 ISSN. : 2354-869X | ISSN. : 2614-3763 ini dapat ditentukan melalui hubungan parameter kondisi biofisik, sumberdaya dan lingkungan serta sosial-ekonomi yang ada di desa Ilodulunga. Ketiga, desa ilodulunga belum memiliki peta desa, yang berisi informasi batas desa dan potensi sumber daya lahan, termasuk sebaran ekosistem mangrove. Menurut KLH . kerentanan suatu wilayah dapat diantisipasi melalui intervensi program peningkatan kapasitas infrastruktur, kelembagaan, dan pendidikan. Peningkatan kapasitas adaptasi berbasis masyarakat melalui pendekatan ekosistem yang dilakukan, fokus pada aspek kelembagaan, masyarakat dan sumber daya alam. Aspek ini, yang merupakan modal, dapat ditumbuhkan melalui intervensi program/kegiatan. Tujuan dari kegiatan ini adalah: . membentuk komunitas masyarakat atau forum adaptasi masyarakat, . melakukan sosialisasi dan pelatihan peningkatan kapasitas pengetahuan dan keterampilan forum, . memfasilitasi penyusunan rencana aksi adaptasi untuk menghadapi dampak perubahan iklim. Dengan upaya ini, diharapkan masyarakat akan lebih mudah mengatasi kerentanan yang akan Masyarakat diharapkan mampu mengatasi dampak dengan memanfaatkan modal sumber daya yang ada dan memeliharanya. Selain itu, masyarakat memliki kemandirian dalam menjaga dan mengelola lingkungan agar tetap lestari (Eraku dan Koem, 2. METODE Kegiatan ini adalah salah satu bentuk dilaksanakan di desa Ilodulunga Anggrek Gorontalo Utara. Secara geografis, lokasi desa Ilodulunga berada pada koordinat 0o48Ao58. 32Ao LU dan 122o49Ao53. 04o BT. Luas wilayahnya 1,43 km2 atau 143 Ha yang terbagi dalam 4 dusun, yaitu Pusat. Pantai. Ervak, dan Tahena. Pelaksanaan program peningkatan kapasitas adaptasi berbasis masyarakat, dilakukan dengan beberapa pendekatan, yaitu: partisipatif, wawancara, observasi. Focus Group Discussion (FGD), survey lapangan, sosialisasi dan Upaya yang dilakukan dalam rangka meningkatkan kemampuan mengatasi dampak perubahan iklim sangat bergantung pada kondisi sumber daya yang tersedia. Ketersediaan sumber daya dimaksud antar lain adalah kelembagaan, masyarakat, sumber daya alam dan lingkungan. Oleh karena itu, tahapan yang dilakukan meningkatkan kemampuan masyarakat desa Ilodulunga perubahan iklim, adalah sebagai berikut: Pembentukan Forum Adaptasi Masyarakat Langkah-langkah memperoleh dukungan secara kelembagaan, baik dari institusi pemerintah desa, maupun masyarakat utamanya generasi muda. Keluaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terbentuknya Forum Adaptasi Masyarakat di desa Ilodulunga. Lembaga ini diharapkan dapat bekerja sama dengan pemerintah desa dan masyarakat ilodulunga pada umumnya. Peningkatan kapasitas pengetahuan dan keterampilan masyarakat Pengetahuan dan keterampilan masyarakat perlu dikembangkan utamanya yang berkaitan dengan kapasitas adaptif. Hal ini dapat dilakukan melalui sosialisasi dan pelatihan mengenai materi perubahan iklim kepada forum/lembaga yang telah dibentuk sebelumnya. Penyusunan rencana aksi Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode FGD, pengumpulan data lapangan dan pelatihan. Keluaran dari kegiatan ini adalah tersedianya data/informasi spasial sumber daya lahan di desa Ilodulunga, dan tersedianya rambu peringatan HASIL DAN PEMBAHASAN Pengetahuan. Sikap dan Upaya yang akan dilakukan Masyarakat Survey pengetahuan dan sikap masyarakat dilakukan pada 50 orang responden, terdiri dari aparat desa, kepala dusun dan masyarakat desa Ilodulunga. Kegiatan ini dilaksanakan melalui wawancara langsung dengan responden. Pengetahuan tentang perubahan iklim, dengan pertanyaan AuPernahkah Anda mendengar tentang perubahan iklim?Ay, diperoleh 37 orang atau 74 % responden menjawab AuYaAy. Terdapat 2 responden atau 4 % yang memilih jawaban Auragu-raguAy, dan sisanya menjawab Tidak Tahu. Selanjutnya AuApakah memahami arti dari perubahan iklim?Ay, ditanyakan kepada 39 orang responden yang menjawab AuYaAy dan AuRagu-raguAy, diperoleh hasil sebanyak 56 % terkategorikan paham (Sangat Paham dan Paha. Sisanya berada pada Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ. Vol. 7 No. 2, 170 - 178 ISSN. : 2354-869X | ISSN. : 2614-3763 rentang cukup paham sampai dengan tidak paham, (Gambar . Gambar 1. Persentase pemahaman masyarakat mengenai perubahan iklim Gambar 2. Persentase sikap masyarakat terhadap perubahan iklim Indikasi minimnya kesadaran masyarakat terhadap dampak yang timbul dari perubahan iklim dapat disimpulkan dari jawaban responden pada komponen sikap terhadap perubahan iklim (Gambar . Sebanyak 16 responden atau 32 % memilih jawaban AuTakutAy, 7 responden atau 14 % menjawab AuSedihAy dan 8 responden atau 16 % menjawab AuBingungAy. Keinginan masyarakat untuk mengetahui dan mempelajari perubahan iklim sangat tinggi. Hal tersebut ditunjukan dari jawaban responden untuk pertanyaan AuApakah anda ingin belajar atau mengetahui lebih banyak tentang perubahan iklim ?Ay. Persentase jumlah responden yang memilih jawaban AuYaAy sebesar 80 % atau 40 responden, dan sisanya memilih AuTidakAy. Keinginan responden ini perlu menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti pada kegiatan sosialisasi dan pelatihan. Peningkatan pengetahuan mengenai perubahan iklim menjadi penting, sehingga sikap takut, sedih, dan bingung dan sikap negatif lainnya dapat Penguatan Kapasitas Adaptasi Masyarakat Penguatan kemampuan adaptasi masyarakat menghadapi perubahan iklim adalah hal yang Identifikasi sumber daya yang ada untuk meningkatkan kemampuan beradaptasi masyarakat perlu dilakukan. Beberapa sumber daya yang secara dinamis mempengaruhi kemampuan beradaptasi masyarakat adalah, ekonomi, sumber daya alam, sumber daya manusia, teknologi, institusi/kelembagaan (Adger, 2007. Swanson, 2. Penguatan kapasitas adaptasi dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Pengetahuan adalah sesuatu yang penting dan sebagai faktor penentu dalam kapasitas adaptif. Kurangnya pengetahuan dapat menjadi kendala dalam upaya menghadapi dampak perubahan iklim Williams et al. , . Penguatan kapasitas masyarakat ini dilakukan dalam beberapa tahapan, sebagai berikut: Pembentukan masyarakat dan sosialisasi Pembentukan komunitas masyarakat dalam rangka penguatan kapasitas kelembagaan merupakan bagian dari upaya adaptasi dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Kegiatan ini diawali dengan identifikasi anggota masyarakat yang akan menjadi anggota forum melalui wawancara saat pelaksanaan kegiatan survey (Gambar . Gambar 3. Kegiatan Pembentukan ForSikat Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ. Vol. 7 No. 2, 170 - 178 ISSN. : 2354-869X | ISSN. : 2614-3763 Hasil identifikasi dan wawancara menjadi dasar untuk memilih anggota Forum Adaptasi Masyarakat (ForSIKAT). Pembentukan ForSIKAT dilakukan melalui musyawarah dengan aparat desa, karang taruna dan tokoh Forum ini dibentuk untuk membangun rasa persatuan dan tanggung jawab bersama dalam mengkoordinasikan programprogram adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di desa Ilodulunga. Anggota ForSIKAT sebanyak 20 orang, yang melibatkan karang taruna dan masyarakat setempat. Menurut Koem et al. , . keterlibatan masyarakat secara individu dalam melakukan langkah-langkah adaptasi menjadi prioritas untuk dilibatkan dalam forum. Pengesahan ForSIKAT dilakukan melalui surat keputusan kepala desa Ilodulunga. Keberadaan kelompok masyarakat ini dapat menjadi pelopor perubahan di desa. Upaya ini untuk mendorong aksi adaptasi baik secara individu maupun kelompok, dari tingkat paling kecil keluarga, dusun dan desa. Pendapat (Adger et al. , 2. bahwa upaya adaptasi dapat terjadi melalui aksi kolektif masyarakat. Aksi tersebut dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran di lingkungannya mengenai dampak perubahan Menurut kajian yang dilakukan oleh Gupta et al. , . bahwa pembentukan lembaga/kelompok masyarakat perlu dilakukan Gambar 4. Survei lapangan identifikasi batas dan objek penggunaan lahan bersama pemerintah Desa dan ForSIKAT dalam rangka merespon perubahan iklim. Kelompok ini memiliki karakteristik tertentu untuk mendorong kemampuan adaptasi masyarakat melalui langkah-langkah yang Pembekalan tahap pertama bagi ForSIKAT dilakukan melalui kegiatan sosialisasi, yang melibatkan anggota ForSIKAT, aparat desa, dan Sosialisasi dilaksanakan dengan model ceramah dan Hasil akhir dari kegiatan ini adalah ada peningkatan pemahaman masyarakat tentang kondisi perubahan iklim dan dampaknya. Materi yang diberikan adalah mengenai konsep perubahan iklim, cara adaptasi dan mitigasi, serta pentingnya ekosistem mangrove dalam mitigasi perubahan iklim. Pengetahuan yang diperoleh pada kegiatan ini selanjutnya akan digunakan pada tahapan kegiatan penyusunan rencana aksi adaptasi masyarakat berbasis Pengetahuan merupakan hal yang penting dalam upaya adaptasi. Pendapat Williams et al. , . bahwa pengetahuan adalah kekuatan penentu dalam melakukan Oleh karena itu kelompok masyarakat harus mampu memobilisasi pengetahuan dari berbagai sumber, sehingga aksi adaptasi ini memiliki basis data dan informasi yang bersifat Penyusunan Rencana Aksi Adaptasi Masyarakat Berbasis Ekosistem Kegiatan ini, merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya, bertujuan untuk menyusun rencana aksi adaptasi masyarakat berbasis Dalam keputusan untuk aksi adaptasi harus didukung oleh data dan informasi yang baik dan benar. Oleh karena itu, ketersediaan data dan informasi sumber daya lahan di wilayah desa Ilodulunga menjadi hal yang diharapkan pada kegiatan ini. Rencana aksi adaptasi disusun melalui FGD, dengan tema membangun data potensi sumber daya lahan di wilayah desa Ilodulunga. Data ini diperoleh melalui kegiatan pemetaan potensi FGD menghasilkan kegiatan aksi sebagai berikut adalah: Survey lapangan identifikasi batas wilayah desa/dusun dan potensi sumber daya lahan Kegiatan diawali dengan pembekalan ForSIKAT pengambilan data dan cara menggunakan alat Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ. Vol. 7 No. 2, 170 - 178 ISSN. : 2354-869X | ISSN. : 2614-3763 perangkat GPS smartphone. Perangkat ini digunakan untuk mengumpulkan data koordinat batas wilayah (Gambar . Kunjungan lapangan dilakukan untuk mengidentifikasi jenis penggunaan lahan dan memperjelas batas-batas wilayah desa/dusun utamanya batas dengan desa Pembuatan Peta Sumber Daya Lahan desa Ilodulunga Pada tahap ini ForSIKAT dibekali dengan pengetahuan tentang pengenalan objek di peta dan membuat peta secara sederhana (Gambar Data yang diperoleh pada tahap sebelumnya digunakan untuk melengkapi peta cetak yang Identifikasi obyek sumber daya lahan di peta (Gambar 5. dilakukan dengan memperjelas batasan jenis objek . menggunakan alat tulis . Jenis objek di peta yang diobservasi dan diidentifikasi adalah jenis penggunaan/ penutupan lahan, jalan, sungai, prasarana dan Hasil observasi dan identifikasi oleh ForSIKAT dan didampingi oleh pemateri. Terdapat sepuluh jenis penggunaan/penutupan lahan, yaitu: mangrove, jagung, lahan kosong, permukiman, sawah, semak belukar, pasir, tambak, kelapa, kebun campuran. Selain itu, batas wilayah desa juga diidentifikasi saat Gambar 6. Peta citra dan batas wilayah survey dilakukan. Batas wilayah desa ditentukan melalui diskusi antara pemerintah desa Ilodulunga dan desa yang bertetangga. Gambar Gambar 6 dan 7 menunjukan adanya perubahan batas wilayah desa Ilodulunga. Data yang selanjutnya diolah menggunakan teknologi informasi geospasial (SIG) untuk menghasilkan peta sebaran sumber daya lahan di desa Ilodulunga Gambar 7. Berdasarkan hasil perhitungan luasan masing-masing jenis sumber daya lahan desa Ilodulunga, diketahui bahwa Hutan Mangrove merupakan jenis penggunaan/penutupan lahan yang dominan di desa Ilodulunga (Tabel . Tabel 1. Luas dan persentase jenis penggunaan/tutupan lahan Desa Ilodulunga Jenis Penggunaan Lahan Jagung Kebun Campuran Kelapa Lahan Kosong Mangrove Pasir No. Permukiman Sawah Semak Belukar Tambak Jumlah Gambar 5. Pelatihan pembuatan peta. identifikasi objek di peta citra Luas (H. Luas (%) Sebaran mangrove ini berada di sepanjang wilayah pesisir pantai dan beberapa meter ke arah darat. Jenis lahan kebun campuran merupakan persentase luas dominan kedua dan Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ. Vol. 7 No. 2, 170 - 178 ISSN. : 2354-869X | ISSN. : 2614-3763 Gambar 7. Peta penggunaan lahan di Desa Ilodulunga tersebar di wilayah tengah desa Ilodulunga. Hasil identifikasi dan wawancara dengan masyarakat, bahwa tambak, lahan kosong dan semak belukar . okasi dekat pesisir dan Mangrov. , dulunya adalah Hutan Mangrove. Terdapat juga beberapa lokasi pemukiman, yang sebelumnya merupakan Hutan Mangrove. Ketersedian informasi ini dapat menjadi bahan untuk membuat perencanaan adaptasi berbasis Kondisi mangrove yang ada sekarang perlu untuk ditingkatkan dan atau dipertahankan tutupan lahan/vegetasinya. Menurut Asiki et al. , . Hutan atau perkebunan yang menutupi lahan dapat menjaga kestabilan lahan. Pembuatan Rambu Peringatan Dini Rambu peringatan dini berfungsi sebagai bentuk komunikasi dengan masyarakat. Rambu ini dipasang pada 6 lokasi tertentu yang telah dipilih saat identifikasi batas wilayah pada kegiatan sebelumnya. Papan himbauan yang dipasang bertuliskan kalimat AuBiarkan mereka tumbuhAy. AuJangan menebang atau merusak mangrove demi terjaganya kelestarian alamAy. Himbauan ini dipasang pada lokasi bekas penebangan mangrove. Terdapat juga himbauan AuJangan Buang Sampah di SungaiAy, dipasang pada lokasi dimana ada banyak sampah di Selain itu, terdapat juga himbauan berupa titik kumpul dan jalur evakuasi, sebagai petunjuk arah berkumpul dan jalur evakuasi jika terjadi bencana. Adanya himbauan ini diharapkan masyarakat desa Ilodulunga semakin sadar akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di desa Ilodulunga. Himbauan tersebut berupa ajakan dan peringatan agar masyarakat tidak merusak dan mencemari lingkungan sekitar PENUTUP Kesimpulan Peningkatan dilakukan melalui pembentukan Forum Adaptasi Masyarakat. ForSIKAT, terbentuk melalui musyawarah dengan aparat desa, karang taruna dan tokoh masyarakat. Kelompok ini selanjutnya disahkan dengan keputusan kepala desa Ilodulunga. Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ. Vol. 7 No. 2, 170 - 178 ISSN. : 2354-869X | ISSN. : 2614-3763 Pengetahuan dan keterampilan adalah unsur penting dalam melakukan adaptasi. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan dilaksanakan melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan. Rencana aksi adaptasi untuk menghadapi dampak perubahan iklim yang telah dilaksanakan adalah, melakukan identifikasi batas wilayah desa dan dusun, memetakan potensi sumber daya lahan di desa, dan membuat rambu peringatan dini pada lokasi yang telah Edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya peran sumber daya lahan menjadi pembahasan utama dalam adaptasi perubahan Aktifitas masyarakat dalam pemanfaatan lahan dapat berpengaruh signifikan pada kondisi bentuk lahan (Jaya dan Rijal, 2. Saran Monitoring aktivitas ForSIKAT perlu dilakukan, khususnya dalam hal keterlibatannya dalam pengambilan keputusan dan penyusunan progam adaptasi dan mitigasi menghadapi perubahan iklim kedepan. Pemanfaatan data dan informasi berbasis spasial dalam penyusunan rencana pembangunan di desa penting untuk didorong, agar kualitas perencanaan dapat DAFTAR PUSTAKA