Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu ISSN: P 2527-6875 | E 2684-9569 Vol. No. Desember 2024 | Pages. This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. Interntional Lincese Al-Bahtsu Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Pemanfaatan Media Mind Mapping Berbasis Project Based Learning pada Pembelajaran SKI di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Bengkulu Tengah Mukhsinul Azhar1. Zurifah Nurdin2 UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu azharmukhsinul@gmail. zurifah@mail. Abstract The purpose of this study is . To find out and describe the use of Mind Mapping Media based on Project Based Learning in SKI Learning at State Junior High School 2. Bengkulu Tengah. To find out and describe the Implementation of Mind Mapping Media based on Project Based in State Junior High School 2. Bengkulu Tengah. To find out and describe the advantages and disadvantages of Mind Mapping Media based on Project Based Learning in SKI Learning at State Junior High School 2. Bengkulu Tengah. The type of research used in this study is descriptive qualitative research, the research subjects who can provide information are the Principal or Vice Principal and Teachers. Research results . Utilization of Mind Mapping Media based on Project Based Learning in SKI Learning at State Junior High School 2. Central Bengkulu. Mind Mapping media based on Project Based Learning used in SKI learning is oriented towards students, so that students are able to conceptualize SKI Material and are easy to understand, are able to create interesting and active learning and are able to raise students' enthusiasm and enthusiasm in participating in learning. Application of Mind Mapping Media based on Project Based Learning in SKI Learning at State Junior High School 2. Central Bengkulu, namely: a. Students are asked to form groups. Students pay attention to the instructions for making mind mapping given by the The teacher distributes a blank sheet of paper to each group. Students design the creation of mind mapping e. Group representatives collect the results of the mind mapping on the teacher's desk. Representatives of each group are appointed by the teacher to present the results of the mind mapping in front of the class. The advantages and disadvantages of Mind Mapping Media based on Project Based Learning for SKI Learning at State Middle School 2. Central Bengkulu are that it can hone students' creativity, train students to think critically and the disadvantages of mind mapping media include: only being able to include important points. Keywords: Mind Mapping Media. Project Based Learning. SKI Learning. How to cite this article: Azhar. Nurdin. Pemanfaatan Media Mind Mapping Berbasis Project Based Learning pada Pembelajaran SKI di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Bengkulu Tengah. Al-Bahtsu: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 9. , 222-229. Received: 8/13/2024 Revised: 11/11/2024 Accepted: 12/1/2024 Vol. No. Desember 2024 | Pages. 222-229 | 223 PENDAHULUAN Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 yang berisi tentang pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya sehingga memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan masyarakat, bangsa, dan negara. Aktivitas yang dilakukan oleh siswa ketika pembelajaran yaitu siswa dapat belajar sambil bekerja. Artinya, siswa mampu mendapatkan pengetahuan dan pemahamannya melalui tingkah laku dalam diri siswa, selain itu aktivitas belajar dapat mengarahkan siswa untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan memahami sesuai dengan cara pikir siswa. Kegiatan pembelajaran ialah bentuk aktivitas dalam dunia pendidikan yang memiliki tujuan untuk mencapai kompetensi dasar Pembelajaran dikatakan aktif apabila pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan kegiatan yang telah dirancang dengan adanya interaksi antara guru dengan siswa. kegiatan siswa sangat diperlukan untuk memperdalam pemahaman yang diperoleh siswa. Guru berperan sebagai fasilitator untuk menciptakan suasana dan lingkungan belajar yang menarik serta menyenangkan sesuai dengan kebutuhan siswa. Guru juga memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran karena guru harus bisa memahami dan memilih media maupun media yang tepat, sehingga siswa menjadi lebih aktif dan proses pembelajaran berlangsung sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Hasil dari observasi peneliti tanggal 20 Oktober 2023 di kelas VII MTS Negeri 2 Bengkulu Tengah, peneliti menemukan bahwa permasalahan yang dihadapi siswa ialah kurang keberaniannya ketika mengemukakan pendapatnya dan bertanya jawab pada guru, serta sulit mengingat materi yang diajarkan yaitu dalam mata pelajaran SKI. Terdapat beberapa siswa kurang aktif ketika kegiatan belajar mengajar dan melakukan kegiatan lain, seperti ngobrol dengan teman sebangkunya, memainkan pensil, dan lainlain. Hanya terdapat beberapa siswa yang bertanya kepada guru dan mengemukakan Pelajaran merupakan hal dasar dalam beragama yang harus di miliki setiap muslim. Untuk membekali diri dan menjaga kualitas keimanan, setiap muslim memiliki kewajiban untuk memahami hakikat dan ruang lingkup Aqidah Islam secara benar. Keyakinan dan komitmen yang benar akan menuntun seseorang muslim dalam berperilaku. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Baqaroh:151 yang artinya: AuSebagaimana . ami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadam. Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. Ay Ayat di atas menerangkan bahwa Rasulullah diutus untuk menyucikan keyakinan kita hanya kepada Allah SWT saja. Sedangkan pengertian akhlak dilihat dari sudut kebahasaan, akhlak berasal dari bahasa arab yaitu isim mashdar dari kata akhlaqa, yukhliqu, ikhlaqan, sesuai dengan timbangan . tsulasi majid afAoala, yufAoilu, ifAoala yang berarti al-sajiyah . , ath-thabiAoah . elakuan, tabiAoat, watak dasa. , al-Aoadat . ebiasaan, kelazima. , al-maruAoah peradaban yang bai. , dan al-din . This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 Interntional Lincese 224 | Mukhsinul Azhar1. Zurifah Nurdin2 Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti tanggal 20 Oktober 2023 kepada guru D yang merupakan salah satu guru kelas di VII MTS Negeri 2 Bengkulu Tengah mengatakan bahwa siswa di kelas VII agak sulit memahami maupun mengingat materi karena sebelumnya pembelajaran. Oleh karena itu, guru tersebut melakukan pendalaman materi maupun menjelaskan dengan rinci materi yang diajarkan. Padahal di kelas VII tersebut termasuk golongan siswa yang mudah diatur, selain itu guru tidak menggunakan media pembelajaran akan tetapi lebih berpacu menggunakan media pembelajaran diskusi. Proses belajar mengajar dilakukan oleh guru dan siswa yang saling berinteraksi didalam kelas akan tetapi keberanian siswa didalam kelas dirasa cukup kurang dalam bertanya maupun menjawab pertanyaan. Apalagi tahun 2022 sekarang, kurikulum 2013 telah diubah menjadi kurikulum Merdeka Belajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap aktivitas belajar siswa dikelas. Pembelajaran akan terlaksana dengan lancar dan efektif apabila siswa berpartisifasi secara aktif dan mengerti apa yang diajarkan oleh guru. Siswa akan belajar lebih mudah memahami materi dan mengingat materi pembelajaran. Siswa juga dituntut aktif dalam proses kegiatan belajar mengajar dikelas. Proses pembelajaran yang dilakukan dilingkungan sekolah menengah bertujuan untuk mengarahkan perubahan pada siswa dengan baik. Berdasarkan uraian permasalahan diatas, peneliti berupaya dengan cara penggunaan media pembelajaran. Media yang diperlukan agar siswa terlibat langsung proyek yang dikerjakan sehingga siswa berperan aktif dalam proses belajar. Media perlu diterapkan sebagai tahapan ketika proses kegiatan belajar dikelas. Hal tersebut dapat menumbuhkan aktivitas berpikir siswa dalam belajar mandiri maupun kelompok. Media pembelajaran juga dapat mengontrol pikiran siswa agar berpikir lebih jauh dengan adanya rasa ingin tahu yang dimiliki siswa. Media yang sesuai dengan penelitian ini ialah media pembelajaran mind mapping berbasis Project Based Learning. Media tersebut digunakan agar siswa lebih aktif untuk memahami materi yang diajarkan. Sintak pada PJBL meliputi menentukan pertanyaan mendasar, mendesain perencanaan proyek, menyusun jadwal, memonitor siswa dalam kemajuan proyek, menguji hasil, dan mengevaluasi pengalaman. Media tersebut dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam belajar. Teknik dengan media mind mapping digunakan untuk mencatat materi maupun point penting kedalam suatu kolom yang bercabang sehingga lebih mudah untuk mengingatnya. Hal yang berkaitan dengan penelitian peneliti, dapat didukung dari hasil penelitian project based learning yang membantu siswa untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar pada mata pelajaran SKI. Project based learning juga sangat efektif jika di terapkan di sekolah. Penelitian yang dilakukan oleh penerapan media project based learning dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belaminjar siswa pada kelas VII. Hal tersebut memiliki persamaan dalam penggunaan media pembelajaran project based learning yang dimana pembelajaran yang berpusat pada proyek yang harus diselesaikan secara langsung dalam proses kegiatan belajar mengajar sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai. Kelebihan dari media pembelajaran project based learning ialah siswa dapat terlibat langsung dalam kegiatan sehingga siswa lebih aktif, bekerja secara kolaborasi, dan meningkatkan kerja sama guru dengan menerapkan kegiatan proyek. Adanya kegiatan proyek siswa mampu mengaplikasikan materi yang telah dipelajari kedalam LKPD yang disediakan oleh guru. Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Vol. No. Desember 2024 | Pages. 222-229 | 225 Hal tersebut berguna untuk mengolah ingatan siswa. Kelemahannya yaitu siswa memerlukan banyak waktu dan sumber belajar, serta adanya kesiapan siswa dalam melaksanakan aktivitas belajar. Keterbatasan waktu yang digunakan siswa harus digunakan dengan maksimal untuk menyelesaikan kegiatan proyek. METODE Jenis penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif (Descriptive Qualitativ. merupakan penelitian yang ditujukan untuk mendiskripsikan dan menganalisis suatu fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, dan pemikiran orang secara individu maupun kelompok. Subjek penelitian yang dapat memberikan informasi adalah Kepala sekolah atau wakil kepala sekolah dan Guru SKI MTs N 2Bengkulu Tengah. HASIL DAN PEMBAHASAN Pemanfaatan Media Mind Mapping Dalam Pembelajaran SKI Kelas VII Berdasarkan fakta temuan penelitian di lapangan. Penggunaan media Mind Mapping dalam pembelajaran SKI siswa kelas VII Mts Negeri 2 Bengkulu Tengah adalah: Materi SKI menjadi terkonsep dan mudah dipahami Materi yang terkandung dalam mata pelajaran SKI terkhusus di mata pelajaran SKI banyak istilah asing, materi yang terlalu luas, siswa terkesan mau tidak mau harus menghafal materi, peserta didik terkesan susah memahami materi tanpa tersedianya, guru yang cenderung mendominasi pembelajaran, dan juga monoton-monoton. Media Mind Mapping membuat materi yang terlalu luas menjadi terkonsep, siswa menjadi lebih mudah dalam memahami materi. Proses pembelajaran berjalan efektif. Guru dapat menyampaikan materi pelajaran lebih cepat. Materi yang sulit dapat lebih mudah untuk dikuasai dan siswa dapat menerima serta memahami konsep yang diajarkan dengan lebih mudah. Ada banyak media pembelajaran yang dapat digunakan dan divariasikan dalam kegaitan pembelajaran yang dapat menunjang keberhasilan peserta didik baik dalam hal kepribadian maupun bakat yang dimiliki. Media mind mapping adalah salah satu media yang dapat meringkas data menjadi konsep dan intinya saja yang ditampilkan secara menarik dan menyenangkan. Selain iu dapat meningkatkan keaktifan dan imajinasi peserta didik. Setiap orang dibagi kedalam beberapa kelompok kemudian berdiskusi dan menyajikan nya dalam peta pikiran. Dari hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa materi SKI sangatlah luas, guru dapat memanfaatkan media mind mapping sebagai alat bantu untuk meringkas data menjadi konsepnya saja yang ditampilkan secara menarik dan menyenangkan untuk Dengan media mind mapping tersebut siswa lebih mudah memahami materi yang Mampu Menciptakan Pembelajaran Yang Menarik Dan Aktif Media mind mapping mempengaruhi atau membangkitkan hasrat siswa untuk memperhatikan guru dalam mengajar. Dalam proses pembelajaran yang menarik dan This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 Interntional Lincese 226 | Mukhsinul Azhar1. Zurifah Nurdin2 aktif guru berperan sebagai motivator, fasilitator, mediator evaluator, pembimbing dan Dengan demikian kedudukan siswa dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas adalah melalui peran aktif. Aktifitasnya dapat diukur melalui kegiatan memerhatikan, mencatat, bertanya, menjawab, mengemukakan pendapat dan mengerjakan tugas, baik tugas kelompok maupun individu. Seorang guru memberikan berbagai peran, terutama dalam hal menciptakan pembelajaran yang aktif. Pembelajaran SKI memberikan tantangan tersendiri bagi guru untuk menjadikan siswa semangat dalam belajarnya. Seorang guru dalam menjalankan tanggung jawabnya tersebut harus memiliki berbagai cara, pak Sugiyanto. Pd. I memiliki cara dalam menciptakan pembelajaran yang menarik dan aktif yaitu dengan menggunakan media mind mapping. Dengan media mind mapping memberikan pengaruh yang menarik dan aktif kepada siswa pada kegiatan pembelajaran. Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran memiliki dampak yang positif terhadap suasana kelas dan interaksi yang terjalin antara guru dan Melalui sikap siswa yang aktif selama kegiatan pembelajaran akan membantu siswa untuk memanfaatkan kemampuan belajar yang dimiliki dapat mengembangkan pemahaman siswa tersebut terhadap materi pembelajaran yang dijelaskan guru dengan media mind mapping. Pembelajaran aktif adalah pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk aktif membangun sendiri konsep dan makna melalui berbagai Media pembelajaran sejatinya harus dapat memberikan kesan dan pengalaman yang diterima oleh siswa. Fungsi media pembelajaran juga banyak diungkapkan oleh banyak ahli. Fungsi media pembelajaran adalah Pembelajaran bisa menjadi lebih menarik, media dapat diasosiasikan sebagai penarik perhatian dan siswa dapat terus terjaga dan focus dan pembelajaran menjadi lebih interaktif, dengan demikian akan menyebabkan siswa lebih aktif di kelas atau siswa menjadi lebih partisipatif. Hasil penelitian dan referensi pendukung dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran dapat menjadikan belajar siswa menjadi menarik dan aktif. Media mind mapping yang mudah dibuat mampu menarik perhatian siswa dan menciptakan suasana kelas yang aktif. Dengan media mind mapping tersebut. Mampu Membangkitkan Semangat Dan Antusias Siswa Dalam Mengikuti Pembelajaran. Media mind mapping digunakan dalam penelitian ini karena memiliki banyak manfaat bagi siswa. Media mind mapping ini digunakan sebagai alat bantu untuk menunjang semangat dan antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran. Dari data yang diperoleh peneliti di kelas VII terbukti bahwa penggunaan media mind mapping pada mata pelajaran SKI dengan materi perkembangan Islam pada masa Khulafarrasyidin. Kemajuan, dan Keruntuhannya, mampu menjadi alat alternatif untuk memicu semangat dan antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran. Antusias yang tinggi tentu sangat dibutuhkan demi suksesnya pelaksanaan Terutama ketika berada di kelas, siswa perlu mempunyai antusias dalam diri mereka, diantaranya seperti antusias dalam kesiapan belajar, dan antusias dalam mengikuti pembelajaran dari awal hingga akhir pelajaran. Sikap inilah yang pasti akan memberikan energi terhadap materi pembelajaran yang diberikan. Dengan semangat dan Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Vol. No. Desember 2024 | Pages. 222-229 | 227 antusias ini siswa mampu menerima materi apa yang guru sampaikan untuk bisa mereka Semangat siswa ketika belajar juga sebenarnya adalah apa yang guru harapkan, mereka bisa paham dengan apa yang mereka dengar dan mereka terima saat pembelajaran di kelas. Penelitian lain rasa antusias akan mendorong manusia untuk berbuat dan memberi arah kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusannya serta dapat menentukan perbuatan yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuannya itu. Dalam kegiatan pembelajaran, siswa akan bertujuan untuk mendapatkan hasil/pretasi belajar yang maksimal, sehingga mengharuskan mereka untuk memiliki rasa antusias belajar . Antusiasme belajar siswa dapat dilihat dari hasil belajar biologi yang diperolehnya melalui ulangan akhir semester. Ketuntasan siswa dalam pencapaian kompetensi tersebut dapat dilihat melalui KKM. Ketuntasan belajar siswa juga dapatdisebabkan oleh beberapa faktor yang secara umum digolongkan menjadi faktor intern dan faktor ekstern. Selain itu, peranan guru juga berpengaruh terhadap tingkat antusiasme belajar siswa. Seorang guru juga harus mampu menimbulkan semangat belajar secara individual. Semakin tinggi antusiasme belajar siswa, maka kemungkinan untuk mencapai prestasi yang tinggi juga akan semakin besar, begitupun sebaliknya. Hal ini didukung oleh penelitian yang menyatakan bahwa motivasi belajar memiliki pengaruh tinggi terhadap hasil belajar biologi siswa. Dari hasil penelitian peneliti dan jurnal diatas dapat disimpulkan antusias dan semangat belajar siswa sangat penting dalam berjalannya kegiatan belajar mengajar. Antusias dan semangat tersebut harus dimiliki oleh siswa dan guru dalam pembelajaran. Penerapan Media Mind Mapping Berbasis Project Based (PBL) Mts Negeri 2 Bengkulu Tengah. Kegiatan pendahuluan ini diawali guru untuk mengondisikan siswa dalam kelas agar tetap kondusif. Kemudian guru mengucapkan salam dan meminta ketua kelas untuk memimpin doAa bersama-sama. Selanjutnya guru melakukan presensi yakni memeriksa kehadiran siswa. Kemudian guru melakukan apersepsi yakni guru mengulas kembali materi yang telah dipelajari sebelumnya dan mengaitkan materi dengan pelajaran hari ini. Setelah itu guru menyampaikan tujuan pembelajaran mulai dari sub bab yang akan dipelajari dan media yang akan digunakan. Kegiatan inti, pada tahap ini guru Mts Negeri 2 Bengkulu Tengah melaksanakan beberapa langkah kegiatan pembelajaran diantaranya, guru menjelaskan sub materi ghadab, kemudian siswa diminta membuat mind mapping berdasarkan langkah-langkah berikut ini: Siswa diminta untuk membentuk kelompok Siswa memperhatikan petunjuk pembuatan mind mapping yang diberi guru. Guru membagikan selembar kertas kosong pada tiap kelompok. Siswa merancang pembuatan mind mapping selama 10 menit dan diawali dengan membuat tema tentang materi yang telah disampaikan oleh guru sebelumnya. Selanjutnya dari judul atau tema yang telah dibuat dicabangkan dengan beberapa This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 Interntional Lincese 228 | Mukhsinul Azhar1. Zurifah Nurdin2 point-point utama materi. Siswa memberikan kreasi dengan bentuk-bentuk yang beragam serta warna-warna yang menarik. Perwakilan kelompok mengumpulkan hasil mind mapping di meja guru. Perwakilan tiap kelompok ditunjuk oleh guru untuk mempresentasikan hasil mind mapping di depan kelas. Temuan diatas relevan dengan teori yang diperkenalkan oleh Tony Buzan seorang ahli psikolog yang dikenal sebagai Bapak mind mapping Menurut beliau teknik mind mapping dapat mensinergikan otak kiri dan otak kanan, sehingga kemampuan mengingat siswa akan menjadi luar biasa, baik kecepatan maupun kapasitas daya mengingatnya. Pembelajaran bapak guru telah menggunakan beberapa media pembelajaran, begitu juga yang dilakukan di Mts Negeri 2 Bengkulu Tengah media mind mapping sebagai upaya meningkatkan daya ingat siswa Pelaksanaan media pembelajaran mind mapping memerlukan tahap-tahap atau prosedur pembelajaran yang matang. Sebelum guru menerapkan medi pembelajaran di kelasnya, ia harus mempersiapkan segala hal yang mendukung pelaksanaan media pembelajaran tersebut. Tanpa persiapan yang baik, pelaksanaan pembelajaran tidak akan berjalan dengan lancar. Kelebihan dan Kekurangan Dalam Penggunaan Media Mind Mapping Pada Mata Pelajaran SKI Kelas VII Berdasarkan fakta temuan penelitian di lapangan. Faktor kelebihan dan kekuranganpada penggunaan media mind mapping dalam pembelajaran SKI siswa kelas VII Mts Negeri 2 Bengkulu Tengah adalah: Peneliti menemukan kelebihan dan kekurangan dari penerapan media mind mapping. kelebihan media mind mapping: dapat mengasah kreativitas peserta didik, melatih peserta didik untuk berpikir secara kritis, melatih rasa percaya diri, dengan peserta didik berani mengangkat tangan ketika berpendapat, saat berdiskusi, dan bertanya, melatih dalam membuat peta konsep yang menarik dan unik, mempermudah dalam mengingat informasi, serta menciptakan pribadi yang mandiri. Sedangkan penghambat dari media mind mapping, antara lain: hanya dapat memasukkan poin-poin yang penting saja, sehingga tidak dapat memasukkan materi secara detail dan terperinci, hambatan referensi contoh gambar, bagan, lambing, dan symbol, dan bagi peserta didik yang minat bacanya kurang akan sedikit lama dalam menemukan ide pokok dalam materi, serta hasil mind mapping hanya dipahami peserta didik yang membuat, kecuali hasil tersebut telah dijelaskan oleh pembuat kepada peserta didik lainnya. Dari adanya pendukung dan hambatan yang terdapat dalam media mind mapping, maka seorang pendidik dituntut untuk dapat mencocokkan antara media yang akan diterapkan dengan materi yang akan disampaikan. Sehingga, hal tersebut menjadi tantangan tersendiri untuk pendidik, guna mewujudkan cita-cita dan tujuan dari sebuah media pembelajaran yang telah dirancang secara terstruktur. KESIMPULAN Adapun Kelebihan dan kekurangan media mind mapping berbasis project based learning (PBL) pembelajaran SKI di (Madrasah Tsanawiya. Mts Negeri 2 Bengkulu Tengah Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Vol. No. Desember 2024 | Pages. 222-229 | 229 kelebihan media mind mapping: dapat mengasah kreativitas peserta didik, melatih peserta didik untuk berpikir secara kritis, melatih rasa percaya diri, dengan peserta didik berani mengangkat tangan ketika berpendapat, saat berdiskusi, dan bertanya, melatih dalam membuat peta konsep yang menarik dan unik, mempermudah dalam mengingat informasi, serta menciptakan pribadi yang mandiri. Kekurangan dari media mind mapping, antara lain: hanya dapat memasukkan poin-poin yang penting saja, sehingga tidak dapat memasukkan materi secara detail dan terperinci, hambatan referensi contoh gambar, bagan, lambang, dan symbol, dan bagi peserta didik yang minat bacanya kurang akan sedikit lama dalam menemukan ide pokok dalam materi, serta hasil mind mapping hanya dipahami peserta didik yang membuat, kecuali hasil tersebut telah dijelaskan oleh pembuat kepada peserta didik DAFTAR PUSTAKA