VOL. NO. : AL ILMU : JURNAL KEAGAMAAN DAN ILMU SOSIAL URL : https://jurnal. id/index. php/AIJKIS/index E-ISSN: 2528-2697 P-ISSN: 2723-4452 POLA KOMUNIIKASI ORANG TUA TUNGGAL DALAM MEMBENTUK KEDISIPLINAN PADA ANAK MENJALANKAN AJARAN AGAMA ISLAM DI KECAMTAN MEDAN HELVETIA Dhoifatul Hasanah Selian Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sepakat Segenep Kutacane Email : hasanahdhoifah@gmail. Abstract This artickel is written with the aim to determine: . Single parent communication pattern in shaping the discipline implement the teachtings of Islam in the distrik of Medan Helvetia. The impact of the lack of communication single parent to child discipline implement the teachings of Islam. Constraints faced by single parent in child discipline implement the teachings of Islam. Efforts are made single parent in child discipline implement the teachings of Islam. The method used in this research is qualitative method. After this research, it can be concluded as follows: . Pattern of communication single parent in shaping the discipline the of children carrying out the teachings of Islam in the district of Medan Helvetia is generally carried out at dinner, when relaxed or at the right times, in which the child is always with parent to prioritize the interests of children and control their children, being rational , always an underlying on the ratio or thoughts that are appropriate logic . The impact of the lack of communication singel parent to disciplin children implement the teachtings of Islam, among others changes in the behavior of children to be rigit . , tent to be emotional and to be refused, the child irritable, fearful, sad and feeling unhappy, easily distracted, stressed, have ni future direction clear front and unflidly, distracted chid psychologhy and identity crisis. Contraints faced by singel parent in child discipline implement the teachings of Islam, among others, lack of time because of busy parent outside the home so as to give emphasis or affirmation to implement the teachings of Islam can not be done at any time. Insights parent who lack the understanding to discipline implement the teachings of Islam. Efforts are made singel parent in child discipline implement the teachings of Islam among other approaches, put children into boarding school, implement house rules, punishment ang rewards. Keywords: Islamic Boarding School. Parents. Patterns and Communication VOL. NO. : AL ILMU : JURNAL KEAGAMAAN DAN ILMU SOSIAL URL : https://jurnal. id/index. php/AIJKIS/index E-ISSN: 2528-2697 P-ISSN: 2723-4452 Abstrak Artikel ini ditulis dengan tujuan untuk mengetahui: . Pola komunikasi orang tua tunggal dalam membentuk kedisiplinan melaksanakan ajaran Islam di Kecamatan Medan Helvetia. Dampak dari kurangnya komunikasi orang tua tunggal terhadap kedisiplinan anak dalam melaksanakan ajaran Islam. Kendala yang dihadapi oleh orang tua tunggal dalam mendisiplinkan anak dalam melaksanakan ajaran Islam. Upaya yang dilakukan orang tua tunggal dalam mendisiplinkan anak melaksanakan ajaran Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Setelah dilakukan penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: . Pola komunikasi orang tua tunggal dalam membentuk kedisiplinan anak dalam menjalankan ajaran Islam di Kecamatan Medan Helvetia umumnya dilakukan pada saat makan malam, saat santai atau pada saat-saat yang tepat, dimana anak selalu bersama orang tua untuk mengutamakan kepentingan anak dan mengendalikan anaknya, bersikap rasional, selalu berpedoman pada rasio atau pemikiran yang sesuai logika. Dampak dari kurangnya komunikasi orang tua tunggal untuk mendisiplinkan anak dalam melaksanakan ajaran Islam antara lain perubahan perilaku anak menjadi kaku . , cenderung emosional dan menolak, anak mudah tersinggung, takut, sedih dan merasa tidak bahagia, mudah teralihkan perhatiannya, stres, arah masa depannya jelas dan tidak menentu, gangguan psikologi anak dan krisis identitas. Kendala yang dihadapi single parent dalam mendisiplinkan anak melaksanakan ajaran Islam antara lain kurangnya waktu karena kesibukan orang tua di luar rumah sehingga memberikan penekanan atau penegasan untuk melaksanakan ajaran Islam tidak dapat dilakukan sewaktu-waktu. Wawasan orang tua yang kurang memahami untuk disiplin melaksanakan ajaran Islam. Upaya yang dilakukan orang tua tunggal dalam mendisiplinkan anak menerapkan ajaran Islam antara lain pendekatan, memasukkan anak ke pesantren, menerapkan tata tertib rumah, hukuman dan Kata Kunci : Pesantren. Orang Tua. Pola dan Komunikasi Pendahuluan Setiap kehidupan seseorang memiliki kehidupan yang berhubungan dengan keluarga. Keluarga merupakan orang-orang penting yang selalu ada dalam kehidupan seseorang. Keluarga adalah kelompok yang mengidentifikasi diri dengan anggotanya yang terdiri dari dua individu atau lebih, assosiasinya dicirikan dengan istilah khusus serta berfungsi sedemikian sebagai Keluarga adalah kelompok sosial terkecil yang timbul dengan adanya perkawinan. Perkawinan adalah suatu kesatuan antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan dalam hubungan suami istri yang dijamin oleh hukum dan ajaran agama Islam. Fungsi keluarga adalah memberikan rasa memiliki, rasa aman, kasih sayang, dan mengembangkan hubungan yang baik antara anggota keluarga. 1 Hubungan cinta ksih dalam keluarga tidak hanya sebatas perasaan, akan tetapi juga menyangkutdengan pemeliharan, rasa Djawad Dahlan. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2. , h. VOL. NO. : AL ILMU : JURNAL KEAGAMAAN DAN ILMU SOSIAL URL : https://jurnal. id/index. php/AIJKIS/index E-ISSN: 2528-2697 P-ISSN: 2723-4452 tanggung jawab, perhatian, pemahaman, respect, dan keinginan untuk menumbuh kembangkan anak yang dicintainya. Setiap individu menginginkan keluarga yang utuh dan kokoh, namun tidak semuanya selalu dapat terwujud karena beberapa faktor. Orangtua tunggal adalah keluarga yang memiliki satu orang tua ayah atau ibu saja. Keluarga yang hanya memiliki orang tua tunggal dapat terjadi karena berbagai faktor seperti perceraian antara ayah dan ibu serta kematian diiantara ayah atau ibu yang menuntut salah satu orang tua, ayah atau ibu menjadi orang tua tunggal . ingel paren. Menjadi orang tua tunggal tidaklah mudah karena pada saat yang bersamaan ia berperan ganda dalam keluarga dan selalu dihadapkan oleh berbagai masalah internal maupun masalah eksternal yang mempengaruhi kehidupan rumah tangga. Masalah eksternal biasanya lebih sering muncul dari masyarakat atau lingkungan bagi orangtua tunggal . ingel paren. Hal ini disebablan masyarakat memiliki pandangan yang berbeda-beda terhadap orangtua tunggal. Sedangkan masalah internal orang tua tunggal berasal dari lingkungan keluarga dan anak-anaknya. Orangtua tunggal harus dapat memberikan pengertia, lebih sabar,dan tegar dalam menghadapi masalah keluarganya. Orang tua tunggal dituntut untuk bekerja ekstra dalam melakukan kegiatan, baik dalam kehidupan bermasyarakat dan sehari-hari untuk menjalankan fungsinya. Orangtua tunggal mempunyai dua kedudukan atau fungsi sekaligus dalam keluarganya yaitu berperan sebagai ayah sebagai tulang punggung keluarga dan sebagai seorang ibu. Tentunya dalam menjalankan kedua fungsinya sebagai ayah dan ibu juga, orang tua tunggal mempunyai dua sikap yaitu sebagai perempuan . , dan sebagai laki-laki . Ibu atau ayah yang berperan ganda harus mampu menjalankan tugas sebagai kepala keluarga, guru dan suru tauladan serta tempat perlindungan yang aman bagi ank-anaknya. Teori dan Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Ciri-ciri penelitian kualitatif adalah bersifat mendeskripsikan kejadian atau peristiwa yang bersifat faktual, dilakukan secara survey, bersifat mencari informasi dan dilakukan secara mendetail, 2 Ibid, h. Karlinawati Silalahi. Keluarga Indonesia: Aspek dan Dinamika Zaman (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. , h. VOL. NO. : AL ILMU : JURNAL KEAGAMAAN DAN ILMU SOSIAL URL : https://jurnal. id/index. php/AIJKIS/index E-ISSN: 2528-2697 P-ISSN: 2723-4452 mengidentifikasi masalah untuk mendapatkan justifikasi keadaan dan praktek yang sedang berlangsung, dan mendeskripsikan subjek yang sedang dikelola oleh kelompok tertentu. Masih dari pendapat yang sama, mengemukakan ciri-ciri dominan penelitian kualitatif yaitu: sumber dana berlangsung berupa berupa tata situasi alami dan penelitian adalah instrumen kunci, bersifat deskriptif, lebih menekankan pada makna proses dari pada hasil, analisis data bersifat induktif, dan makna merupakan perhatian utama dalam pendekatan penelitian. Lebih lanjut Molleong menjelaskan bahwa penelitian kualitatif juga merupakan penelitian yang berakar pada latar belakang alamiah sebagai alat penelitian, memanfaatkan metode kualitatif, dan mengadakan analisa data secara induktif. Sasaran yang dicapai dalam penelitian kualitatif diarahkan pada upaya menemukan teori-teori yang bersifat deskriptif. Prosesnya lebih diutamakan dari pada hasil, membatasi studinya dengan penentuan fokus, dan menggunakan data serta disepakati hasil penelitianoleh subjek penelitian dab peneliti. Hasil Penelitian dan Pembahasan Pola KomunikasiI Orangtua Tunggal dalam Membentuk kedisiplinan Anak Melaksanakan Ajaran Agama Islam di Kecamatan Medan Helvetia . Mendisiplinkan Anak Melaksanakan Ajaran Agama Islam Pola komunikasi orangtua tunggal sebagaimana yang dilakukan ibu selaku orangtua tunggal di kecamatan Medan Helvetia pada umumnya memperioritaskan kepentingan anak dan mengendalikan anak-anaknya, bersikap rasional, selalu mendasari tindakannya pada rasio atau pemikiran-pemikiran yangs esuai logikanya. Mendisiplinkan anak melaksanakan ajaran Agama Islam bagi orangtua tunggal khususnya di kecamatan Medan Helvetia secara realistis terhadap kemampuan anak dalam mendisiplinkan anakanaknya melaksanakan ajaran Agama Islam terutama dalam melaksanakan puasa Ramadhan. Ibu pada umumnya memberikan kebebasan kepada anak-anaknya untuk melakukan ibadah shalat boleh di masjid untuk mengerjakan shalat di rumah. Terutama 4 Cholid Narbuko,dkk. Metode Penelitian (Jakarta: Bumi Aksara, 2. 5 Ibid. , h. 6 Lexy Moloeng. Metodologi Penelitian ( Bandung PT. Remaja Rosda Karya. , h. VOL. NO. : AL ILMU : JURNAL KEAGAMAAN DAN ILMU SOSIAL URL : https://jurnal. id/index. php/AIJKIS/index E-ISSN: 2528-2697 P-ISSN: 2723-4452 adalah tidak meninggalkan shalat sekalipun. Pendekatan yang dilakukan dengan pendekatan yang bersikap hangat. Komunikasi yang dibangun orang tua tunggal dalam menjalankan disiplin pada anaknya di kecamatan Medan Helvetia pada umumnya dilakukan saat makan malam, saat santai atau pada saat-saat yang tepat, dimana anak selalu bersama dengan orangtua. Selaku orangtua tunggal selalu melibatkan anak didalam proses pengambilan keputusan yang berhubungan dengan ibadah. Seperti penyembelihan hewan qurban. Yang setiap tahun selalu dilakukan. Seluruh anak dikumpulkan lalu membicarakan siapa yang akan berqurban, secara bergiliran setiap tahun keluarga ni selalu berqurban, dengan sistem saling membantu satu dengan lainnya. Umpamanya anak yang pertama yang akan berqurban lalu kelima anaknya aakan me,berikan bantuannya untuk satu hewan qurban, tahun berikutnya anak kedua, maka anak yang pertama dan keempat lainnya turut memberikan bantuannya untuk mencukupi satu hewan qurban setiap tahunnya. Begitulah seterusnya dan kembali lagi setelah semua mendapat bahagian atau giliran. Prinsip Komunuikasi Orangtua Tunggal Dalam Mendisiplinkan Melaksanakan Ajaran Agama Islam Anak Orangtua tunggal di Kecamatan Helvetia Medan melakukan mendisipkan dengan upaya pembinaan yang ditunjukkan kepada anak-anak yang dilakukan melalui pemberian rangsangan untuk membantu anak agar melaksanakan ajaran Agama Islam dengan baik dengan prinsip orangtua tunggal di Kecamatan Helvetia Medan dalam mendisiplinkan ajaran Agama Islam berbeda-berbeda satu dengan yang lain. Kegiatan dalam mendisiplinkan yang dilkakukan orang tua tunggal berorientasi pada kebutuhan anak dilakukan oleh Ibu Mina Sinaga dan Ibu Hasni. Pendisplinan dalam melaksanakan ajaran Agama Islam pada anak-anak menurut ke dua nara sumber hanya dapat dilakukan pada anak ketika anak belum mencapai aqil baligh, akan tetapi hal ini tidak tepat bila dilakukan pada anak yang telah aqil baligh. Menurut Ibi Mina Sinaga apabila anak telah aqil baligh anak menjadiakn ibadah sebagai kebutuhan sehingga 7 Mina Sinaga, orangtua tunggal,wawancara di Kecamatan Medan Helvetia pada tanggal 6 November 2016. VOL. NO. : AL ILMU : JURNAL KEAGAMAAN DAN ILMU SOSIAL URL : https://jurnal. id/index. php/AIJKIS/index E-ISSN: 2528-2697 P-ISSN: 2723-4452 pendisiplinan tidak terlalu sulit untuk dikomunikasikan hanya tinggal diberi teguran atau peringatan saja, anak akan melakukan ibadah yang dimaksud. Dampak Kurangnya Komunikasi Orangtua Tunggal Terhadap pendisiplinan Anak Melaksanakan Ajaran Agama Islam Keluarga merupakan kelembagaan primer yang sangat penting dalam kehidupan manusia, baiks ebagai individu mau pun masyarakat. Setiap individu berangkat dari sistem sosial keluarga, sebelum ia memasuki sistem sosial yang lebih besar, yaitu masyarakat, kemudian kembali dalam sistem sosial keluarga. Pada sebuah keluarga dapat terjadi musibah salah satu ujung tombak keluarha . meninggal dunia. Terjadinya musibah ini dengan sendirinya fungsi keluarga akan mengalami gangguan dan pihak ibu maupun anak-anak karena harus menyesuaikan diri dengan situasi baru yaitu tanpa suami sekaligus menjadi ayah bagi anak-anak, tanpa ayah kecuali Ibu yang merangkap keduanya sebagai ibu dan ayah bagi anak-anak. Akibat adanya salah satu anggota keluarga yang meninggal dunia (Bapa. maka ibu akan mendapatkan tugas ganda, peran ibu menjadi bertambah sebagai pencari rezeki dan pengasuha anak. Dampak dari hidup keluarga orang tua tunggal terhadap pelaksanaan ajaran Agama Islam sangan signifikan. Kurangnya komunikator akibat tidak lengkapnya orangtua berdampak pada pendisiplinan pelaksanaan ajaran Agama Islam karena hilangnya salah satu orangtua. Adapun dampak tersebut adalah dampak negatif. Dampak negatif yang timbul adanya pengaruh kuat yang mendatangkan akibat yang negatif pada anak, diantaraanya: Perubahan Perilaku Anak Bagi seorang anak yang tidak siap ditinggal orang tuanya dapat mengakibatkan perubahan tingkah laku dalam pelaksanaan ajaran Agama Islam. Anak menjadi pemarah, berkata kasar, suka melamun, agresif, suka memukul, menendang, menyakiti temannya juga sulit untuk perilaku yang baik sebagaimana sebagaimana perilaku keluarga yang harmonis, sulit menerima kenyataan, sulit melaksanakan ajaran Agama Islam. Mina Sinaga, orang tua tunggal, wawancara di Kecamatan Medan Heltevia pada tanggal 6 November 9 Seluruh orangtua tunggal,wawancara di Kecamatan Medan Helvetia pada tanggal 25 Desember 2016 VOL. NO. : AL ILMU : JURNAL KEAGAMAAN DAN ILMU SOSIAL URL : https://jurnal. id/index. php/AIJKIS/index E-ISSN: 2528-2697 P-ISSN: 2723-4452 Dampak yang sangat berbahaya bila anak mencari pelarian di luar rumah, seperti menjadi anak jalanan, terpengaruh penggunaan narkoba untuk melenyapkan segala kegelisahan dalam hatinya, terutama anak yang kurang kasih sayang dan kurang perhatian orangtua. Psikologi Anak Terganggu Berdasarkan hasil wawancara dengan narasumber terlihat bahwa nak sering mendapat ejekan dari teman sepermainan sehingga anak menjadi murung dan sedih. Hal ini dapat mengakibatkan anak menjadi kurang percaya diri dan sulit unruk diajak berkomunikasi melaksanakan ajaran Agama Islam. Oleh sebab itu, orangtua tunggal harus intensif melaksanakan komunikasi dengan anak terutama dalam mendisiplinkan ajaran Agama Islam pada anak. Sebaliknya apabila komunikasi orang tua tunggal dengan anak cukup yang muncul adalah dampak positif yaitu nak terhindar dari komunikasi yang kontradiktif dari lingkungan karena komunikasi dengan orang tua terpenuhi. Anak tidak mencari teman komunikasi yang lain yang dapatbertentangan dengan ajaran Agama Islam. Krisis Identitas Perubahan biologis dan sosiologis pada diri anak yang tidak disiplin dalam menjalankan ajaran Agama Islam akibat orangtua tunggal mengakibatkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupan anak. Kedua, tercapainya identitas peran yang berdampak pada krisi identitas pada diri anak. Kontrol diri yang lemah adalah dampak yang pernah dirasakan Ibu Siti Saroh pada anaknya akibatkomunikasi dalam mendisiplinkan anak melaksanakan ajaran Agama Islam. Kendala yang dihadapi Orangtua Tunggal Dalam Mendisplinkan Anak Melaksanakan Ajaran Agama Islam. Menerapkan dan membina sikap disiplin dalam melaksanakan ajaran Agama Islam dimulai dari lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga yang mendukung akan 10 Hamidah, orang tua tunggal, wawancara di Kecamatan Medan Helvetia pada tanggal 26 November 2016 Mina Sinaga dkk, orangtua tunggal, wawancara di Kecamatan Medan Helvetia pada tanggal 1 Januari VOL. NO. : AL ILMU : JURNAL KEAGAMAAN DAN ILMU SOSIAL URL : https://jurnal. id/index. php/AIJKIS/index E-ISSN: 2528-2697 P-ISSN: 2723-4452 membawa energy positif dalam diri anakdimasa yang akan datang. Energy positif tersebut akan membawa anak lebih bersemangat dalam melaksanakan ajaran Agama Islam uantuk membentuk iman dan akhlak yang mulia. Usaha tersebut harus diimbangi dengan usaha dan menanamkan sikap disiplin dalam melaksanakan ajaran Agama Islamsejak dini agar semua anak mematuhi peraturan yang berlaku untuk membiasakan dan melatih sikap Hambatan yang diahadapi orangtua tunggal dalam mendisiplinkan anaknya melaksanakan ajaran Agama Islam pada umumnya karena kesibukan orangtua diluar rumah, sehingga memberikan penekanan atau penegasan untuk mengingatkan anak akan kewajibannya sebagai seorang hamba tidak dapat dialkukan setiap saat. Kendala yang diahadapi orang tua tunggal dalam melaksanakan ajaran Agama Islam menurut hemat penelitian berdasarkan hasil wawancara kepada semua nara sumber, ada dua belas hal yang menjadi kendala dalam mendisiplinkan anak melaksanakan Ajaran Agama Islam: Komunikasi tidak diawali dengan sikap saling menghargai antara orangtua tunggal dengan anak. Kurangnya rasa empati orangtua tunggal, kemampuan untuk menempatkan diri pada situasi dan kondisi yang dihadapi orang lain sangat penting. Tidak audibel, audibel berarti dapat didengarkan atau bisa mengerti dengan baik. Komunikasi tidak jelas, pesan yang disampaikan harus jelas maknanya tidak menimbulkan banayak pemahaman, selain harus terbuka dan transparan. Waktunya tidak tepat, proporsi yang diberikan tidak tepat waktu, tema maupun Kurang rendah hati, sikaprendah hati dapat diungkapkan melalui perlakuan yang ramah, saling menghargai, tidak memandang diri sendiri lebih unggul ataupun lebih tau, lemah lembut, soapn, dan penuh pengendalian diri. Citra diri dan citra orang lain, setiap orang mempunyai gambaran-gambaran tertentu mengenaidirinya, statusnya,kelebihan dan kekurangannya. Suasana psikologis, suasana psikologis diakuimempengaruhi komunikasi Lingkungan fisik, komunikasi dapat berlangsung dimana saja dan kapan saja, dengan gaya, dan cara yang berbeda. VOL. NO. : AL ILMU : JURNAL KEAGAMAAN DAN ILMU SOSIAL URL : https://jurnal. id/index. php/AIJKIS/index E-ISSN: 2528-2697 P-ISSN: 2723-4452 Kepemimpinan, dalam keluarga seorang pemimpin mempunyai peran yang sangat pentingdan strategis. Bahasa, orangtua atau anak pasti menggunakan bahasa sebagai alat untuk mengekspresikan sesuatu. Perbedaan usia, komunikasi dipengaruhi oleh usia. Hal ini berarti orang tidak dapat berbicara sekehendak hati tanpa memperhatikan siapa yanag diajak bicara. Upaya yang Dilakukan Orangtua Tunggal Dalam Mendisiplinkan anak . Melakukan pendekatan Upaya yang dilakukan orangtua tunggal untuk mendisiplinkan anak melaksanakan ajaran agama Islam adalah melakukan pendekatan sebagaimana yang dilakukan Ibu Mina Sinaga. Ibu Hamidah. Ibu Rosdiana Sitepu, dan Ibu Rismawati. Pendekatan yang dilakukan melalaui pendekatan masalah anak dalam melaksanakan ajaranAgama Islam. Pendisiplinkan yang dilakukan fokus pada suatu pemecahan yang tepat yang ditinjau dari subjeknya, kemudisn kepada bentuk pendisiplinan pada ajaranAgama Islam. Pendekatan-pendekatan khusus yang dilakukan terhadap bentuk-bentuk ketidak disiplinan anak melaksanakan ajaranAgama Islam. Selain itu, orang tua harus sadar akan perlunya kasih sayang dan perhatian dalam hal apa pun, adanya pengawasan orang tua yang tidak mengekang. Contohnya : kita boleh saja membiarkan anak melakukan apa saja yang masih sewajarnya, dan apabila menurut pengawasan kita dia telah melewati batas yang sewajarnya sehingga anak tidak disiplin dalam melaksanakan ajaran Agama Islam, kita sebagai orang tua perlu memberutahukan pada anak bahwa dampak dan akibat yang harus di tanggungnya apabila terus melakukan hal yang dudah melewati batas tersebut, biarkanlah nak bergaul denagn temann yang sebaya, atau lebuh tau darinya. Karena apabila kita membiarkan dia bergaul dengan teman main yang sangan tidak sebaya dengannya, yang gaya hidupnya sudah pasti berbeda, maka anak pun dapat terbawa gaya hidup yang mungkin seharusnya belum perlu dia jalani. Pengawasan yang perlu dan intensif, terhadap media komunikasi seperti TV, internet, radio, handphone, dan lain-lain, perlunya bimmbingan kepribadian di sekolah, karena disanaklah tempat anak lebih banyak menghabiskan waktunya selain dirumah, perlu pembelajaran agama yang dilakukan sejak dini, seperti beribadah dan mengunjungi VOL. NO. : AL ILMU : JURNAL KEAGAMAAN DAN ILMU SOSIAL URL : https://jurnal. id/index. php/AIJKIS/index E-ISSN: 2528-2697 P-ISSN: 2723-4452 tempat ibadah, kita perlu mendukung hobi yang diingainkan anak selam itu masih positif, melarang anak terhadap hobinya tersebut dapat mengganggu kepribadian dan kepercayaan dirinya. Pendekatan-pendekatan seperti ini sangan penting dilakukan tidak hanya pada orangtua tunggalsaja, akan tetapi orang tua yang lengkap juga dapat . Memasukkan Anak ke Pesantren Lembaga yang memainkan peran dalam melaksanakan dan mendisiplinkan anak melaksanakan jaran Agama Islam setelh keluarga dalah sekolah. Selain sekolah, pada umunya orangtua dapat mendidik anaknya agar displin dalam menjalankan ajaran agama Ialam adalah pondok pesantren. Pelaksanaan dan pendisiplinan ajaran agama Islam yang dilakukan di pondok pesantren melalui pengembangan suasana yang berbafaskan Islam. Pesantren masih ada yang menganbil tradisi dan ada pula yang memilih ke pembaruan. Menerapkan Peraturan di Rumah Hasil wawanvara Ibu Hasni. Ibu Rismawati dan Ibu Rosdiana Sitepu dengan bahwa menetapkan peraturan dirumah untuk seluruh anak orangtua dan anggota keluarga. Menurut narasumber bahwa disiplin terhadap peraturan rumah bermanfaat mengajarkan anak memahami dan berprilaku disiplin terhadap pelaksanaan ajaran agama Islam bahwa setiap perilaku akan diikuti hukuman dan penghargaan. Selain it, dapat membantu anak mengembangkan pengendalian, pengarahan dan pemberian pengajaran dalam hati nuraninya untuk membimbing setiap tindakan anak. Hasil wawancara bahwa dengan menerapkan peraturan di rumahh pendisiplinan dalam melaksanakan ajaran agama Islam dianggap positif akan dapat membentuk anak disiplin dalam melaksanakan ajaran Agama Islam. Apabila semua anak hanya memiliki orangtua tunggal dapat beranggapan positif bahwa bersikap disiplin itu penting akan memberikan dampak baik dalam diri anak. Setiap anak bertindak akan diimabangi oleh oengendalian dab pengarahan hati nurani. Penerapan peraturan dirumah dilihat dari bagaimana anak menaati peraturan baik dirumah maupun diluar rumah, bersikap tertib, dan disiplin agar dapat mengontrol sikap Mina Sinaga, orang tua tunggal, wawancara dikecamatan Medam Helvetia pada tanggal 6 November VOL. NO. : AL ILMU : JURNAL KEAGAMAAN DAN ILMU SOSIAL URL : https://jurnal. id/index. php/AIJKIS/index E-ISSN: 2528-2697 P-ISSN: 2723-4452 dan perilakunya sehari-hari. Apbila anak menaati peraturan dirumah setiap hari berarti telah disiplin dan tertib melaksanakan ajaran Agama Islam terutama sholat. Sebaliknya apabila anak tidak menaati peraturan berarti tidak displin dan tertib dalam melaksanakan ajaran Agama Islam. Salah satu contoh penerapan peraturan di rumah yang dilakukan ibu sebagai orang tua tunggal bahwa setiap selesai shalat maghrib anak harus membaca Al-QurAoan dan setiap anggota keluarga agar saling mengingatkan satu sama lain, terutama ibu. Apabila telah tiba dirumah. Peraturan yang telah disepakati berlaku untuk ditaati oleh semua anggota keluarga dan tidak membeda-bedakan satu sama lain sehingga penerapkan peraturan bersifat adil untuk semua. 13 Peraturan yang telah disususn harus dipahami dan diterima dengan baik oleh semua anggota keluarga. Peraturan yang diterapkan harus adil anatar anak yang satu dengan anak lainnya. Apabila melanggar peraturan, maka akan mendapat hukuman, sehingga orangtua tidak membeda-bedakan anak sulung dan bungsu. Pemberian Hukuman dan Penghargaan (Punishment and Rewar. Pemberian hukuman yang diberikan orang tua tunggal kepada anak yang tidak disiplin dalam melaksanakan ajaran Agama Islam mulai dari yang ringan hingga berat seperti tidak memberikan uang saku pada anak ketika anak akan berangkat sekolah atau yang berat dengan memberikan hukuman fisik yang bertujuan untuk mendisplinkan anak, sehingga anak harus bertanggung jawab atas ketidak disiplinannya melaksanakan ajaran Agama Islam. Selain itu, anak mendapat teguran dari yang lebih tua atau orangtua apabila kan melaksanakan ajaran-ajaran agama Islam dengan baik. Reward artinya ganjaran, hadiah penghargaan atau imbalan. Reward sebagai alat pendidikan diberikan ketika seorang anak melakukan sesuatu yang baik, atau telah berhasil mencapai sebuah tahap perkembangan tertentu , atau tercapainya sebuah target. Dalam konsep pendidikan, reward merupakan salah satu alat untuk meningkatkan motivasi pada anak. Mode ini bisa mengasosiasi perbuatan dan kelakuan seseorang dengan perasaan bahagia, senang dan biasanya akan membuat mereka melakukan perbuatan yang baik secara berulang-ulang. Hadiah dapat juga dikatakan sebagai motivasi, tetapi tidaklah selalu demikiankarena hadiah untuk suatu pekerjaan mungkin tidak akan tertarik lagi bagi seseorang yang tidak senang dan tidak berbakat untuk suatu 13 Hasni, orangtua tunggal, wawancara di Kecamatan Medan Helvetia pada tanggal 18 Desember 2016 VOL. NO. : AL ILMU : JURNAL KEAGAMAAN DAN ILMU SOSIAL URL : https://jurnal. id/index. php/AIJKIS/index E-ISSN: 2528-2697 P-ISSN: 2723-4452 pekerjaan tersebut. Contohnya, hadiah yang diberikan untuk gambar yang terbaik mungkin tidak akan menarik bagi seseorang anak yang tidak memiliki bakat Pemberian hadiah dapat meningkatkan motivasi prestasi anak, sehingga dengan motivasi prestasi belajar anak akan meningkat sebab motivasi adalah syarat mutlak untuk belajar. Cara mendisiplinkan anak melaksanakan ajaran Agama Islam salh satunya melalui sanksi berupa pembinaan-pembinaan, memberi nasehat, penekanan, teguran, dan mengingatkan anak akan peraturan yang telah disepakati, maka ketegasan orang tua dalam memberikan hukuman harus tegas. 14 Anak yang melanggar peraturan rumah yang telah disepakati harus berani dan menerima sanksi yang telah disepakati. Kesimpulan Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah: Pola komunikasi orang tua tunggal dalam membentuk kedisiplinan anak menjalankan ajaran Agama Islam di Kecamatan Medan Helvetia pada umumnya dilakukan saat makan malam, saat santai atau pada saat-saat yang tepat, dimana anak selalu bersama dengan orangtua dengan memprioritaskan kepentingan anak dan mengendalikan anak-anaknya, bersikap rasional, selalu mendasari tindakkannya pada rasio atau pemikiran-pemikiran yang sesuai logikanya. Dampak terhadap kedisiplinan melaksanakan ajaran Agama Islam antara lain perubahan perilaku anak bersikap kaku . , cenderung emosional dan bersikap menolak, anak mudah tersinggung, penakut, pemurung dan merasa tidak bahagia, mudah terpengaruh stres, tidak mempunyai arah masa depan yang jelas dan tidak bersahabat, psikologi anak terganggu dan krisis Kendala yang dihadapi orangtua tunggal dalam mendisiplinkan anak melaksanakan ajaran Agama Islam antara lain kurangnya waktu orangtua dikarenakan kesibukannya diluar rumah sehingga memberi penekanan atau penegasan untuk melaksanakan ajaran 14 Hamidah, orang tua tunggal, wawancara di Kecamatan Medan Helvetia pada tanggal 27 November 2016 VOL. NO. : AL ILMU : JURNAL KEAGAMAAN DAN ILMU SOSIAL URL : https://jurnal. id/index. php/AIJKIS/index E-ISSN: 2528-2697 P-ISSN: 2723-4452 Agama Islam tidak dapat dilakukan setiap saat. Wawasan orangtua yang kurang dalam memahami untuk mendisiplinkan anak melaksanakan ajaran Agama Islam. Upaya yang dilakukan orangtua tunggal dalam mendisiplinkan anak melaksankan ajaran Agama Islam antara lain melakukan pendekatan, memasukkan anak ke pesantren, menetapkan peraturan di rumah, pemberian hukuman dan penghargaan. VOL. NO. : AL ILMU : JURNAL KEAGAMAAN DAN ILMU SOSIAL URL : https://jurnal. id/index. php/AIJKIS/index E-ISSN: 2528-2697 P-ISSN: 2723-4452 DAFTAR PUSTAKA